cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
PROSES PEMBUATAN JAJE BEKAYU DI DESA TEMUKUS, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG Dewa Putu Sudiarta; Gede Eka Harsana Koriawan; Nyoman Rediasa
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i3.35818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan jaje bekayu yang ditinjau dari segi proses dan motifnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembuatan jaje bekayu; dan (2) mendeskripsikan jenis atau motif jaje bekayu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana data-data yang telah diperoleh dari  observasi, wawancara dan dokumentasi disajikan dalam bentuk deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dengan pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kamera handphone dan  peralatan  tulis-menulis.  Keabsahan  data dari  tulisan  ini  diperoleh dengan teknik ketekunan/keajegan pengamatan, dan triangulasi. Analisis data yang digunakan berupa analisis domain dan analisis taksonomi.Hasil penelitian ini menunjukkan Pembuatan jaje   bekayu ini seperti kue pada umumnya. Dari penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga tahapan atau proses dalam pembatan jaje   bekayu diantaranya proses persiapan tepung, pembuatan jaje   bekayu dan penyelesaian akhir. Berikut penjelesannya: a.Proses Persiapan Tepung dalam proses ini tepung yang dipilih adalah tepung beras yang dicampur dengan tepung beras ketan. b. Dalam proses pembuatan terdapat tiga teknik yang digunakan dalam membuat jaje   bekayu yaitu: (1) Teknik ngusu atau pilin, teknik ini dilakukan dengan menyakupkan kedua tangan dan tepung berada diantara kedua tangan. (2)Teknik giling, teknik ini dilakukan dengan menaruh tepung diatas dulang kemudian digiling menggunakn tangan.(3)Teknik pinching, teknik ini dilakukan dengan cara tepung dipijit tekan dari bentuk pola awal menjadi bentuk yang diinginkan dengan menggunakan jari-jari tangan. Pada penyelesaian akhir jaje bekayu yang sudah jadi kemudian dimasukkan kedalam plastik dan digoreng dengan minyak kelapa.
KERAJINAN TIKAR MENDONG DI DESA PAOK PONDONG KECAMATAN LENEK LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT muhamad wira khardiansyah
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i1.35958

Abstract

Penelitian ini membahas “Kerajinan Tikar Mendong di Desa Paok Pondong Kecamatan Lenek  Lombok Timur NTB”.  Alasan penelitian ini adalah tikar mendong sebagai salah satu alternatif kerajinan rumahan yang bukan sekadar tempat alas duduk biasa tapi juga memiliki nilai artistik yaitu terletak pada motif dan warnanya. Ketertarikan peneliti untuk melakukan penelitian ini, di samping karna ukuran, motif dan warna, kerajinan ini juga masih bertahan dari dulu sampai sekarang.Penelitian ini bertujuan (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan tikar mendong, (2) cara pembuatan kerajinan tikar mendong, (3) motif seperti apakah yang ada pada kerajinan tikar mending, dan (4) cara pemasaran kerajinan tikar mendong. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini adalah (1) alat yang dibutuhkan cacak, dari alat cacak tersebut menjadi satu bagian tetapi diantara satu bagaian cacak ada beberapa nama antara lain timbangan/suri, penginjek, sisir, teropong, pejanggel, petokolan, penggulung bola, pemberat, apit/penggulung amparan,  parang, gunting, dan panci. Sedangkan, bahan yang diperlukan antara lain benang, club/pewarna dan tanaman rumput mending, (2) proses kerajinan tikar mendong dengan menyiapkan alat dan bahan agar proses pembuatannya bisa mempermudah para pengrajin. Selanjutnya, melakukan proses tikar mendong yaitu mulai pemotongan tanaman mendong, penjemuran, pewarnaan, dan mulai menenun tikar mendong, (3) motif tikar mendong antara lain motif pucuk rebong, motif tabakan, motif jamaan, motif gerintik, dan motif catur, dan  (4) cara pemasaran dalam penjualan kerajinan tikar mendong ini dilakukan dengan dijual keliling kampung dan diambil oleh pengepul untuk dipasarkan.Kata Kunci : Kerajinan, Tikar Mendong
EMOSI ESTETIS PADA LUKISAN “IBU DAN ANAK” KARYA BASOEKI ABDULLAH Nadia Firda Habibah
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i1.36724

Abstract

Basoeki Abdullah merupakan pelukis terkenal dengan aliran realisme. Salah satunya lukisan yang spesial dari karya karyanya yaitu lukisan “Ibu dan Anak” di buat pada tahun 1992. Hal ini terjadi karena dalam lukisan Basoeki Abdullah tersebut menggambarkan seorang ibu yang sedang menggendong anaknya, dan menimbulkan emosi oleh para penikmatnya. Basoeki Abdullah menciptakan lukisan tersebut mempunyai beberapa unsur lain yang terdapat pada lukisan “ “Ibu dan Anak”” sehingga memiliki bentuk makna yang mengdeksprisikan perasaan, seperti unsur garis, tekstur, dan warna pada unsur tersebut yang akan dianalis melalui pendekatan Teori Kritik Clive Bell (significant form) dimana teori tersebut ini menimbulkan emosi estetis yang mengacu pada kemanusiaan dan cinta kasih sayang seorang ibu yang menyimbolkan kasih sayang dan perjuangan seorang ibu terhadap anaknya tanpa pilih kasih dan juga berani berkorban demi kebahagiaan sang anak dengan menopang beban di punggungnya tanpa sang anak ketahui. Maka dari itu, lukisan ini menimbulkan emosi estetis yang mengacu pada kekuatan rasa antara “Ibu dan Anak”. Significant form beratikan bentuk bermakna, bentuk bermakna yang di maksud adalah bentuk karya seni sebuah objek yang memiliki bentuk significant sehingga menimbulkan Emosi estetis, dan significant form bertujuan untuk memicu emosi estetis formalistis yang ditimbulkan oleh susunan atau komposisi bentuk dari objek estetis lalu dikontribusikan ke dalam kritik seni yang akan di gunakan pada lukisan “Ibu dan Anak”. Hasilnya adalah bentuk lukisan “Ibu dan Anak” karya Basoeki Abdullah memiliki emosi estetis yang ditunjukkan melalui ekspresi, komposisi, serta hasil keseluruhan lukisan.
KERENG BENDANG LOMBOK TIMUR SEBAGAI TEMA DAN SUMBER INSPIRASI LUKISAN MIZANUL HAK Mizanul Hak
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i1.37257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui proses dalam penciptaan karya  lukisan Mizanul Hak dengan media kain kereng bendang Lombok timur, (2) . Untuk mengetahui Makna dan Nilai Estetik yang ada pada hasil  lukisan Mizanul Hak dengan media kain kereng bendang. Subjek pada penelitian ini adalah lukisan Mizanul Hak sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kereng Bendang Bendang Lombok Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuslitstif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) diskusi, (4) dokumentasi, (5) kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan (1) untuk mengetahui proses dalam penciptaan karya  lukisan Mizanul Hak dengan media kain kereng bendang Lombok timur, proses penciptaan lukisan Mizanul Hak dengan media kereng bendang Lombok timur dilakukan dari tahapan observasi kebudayaan Lombok timur prihal kain kereng bendang dan keadaan sosial anak-anak Lombok timur, lalu dimulai rancangan beberapa desain seperti sketch untuk memudahkan memvisualisasikan lukisan dengan media kereng bendang, setelah semua hal tersebut itu dilalukan proses penciptaan lukisan Mizanul hak dengan media kereng bendang dimulai hingga ke tahap akhir, (2) setelah proses penciptaan lukisan sudah selesai lalu dilanjutkan dengan analisis lukisan sehingga bisa diketahui Makna dan Nilai Estetik yang ada pada hasil  penciptaan lukisan Mizanul hak dengan media kain kereng bendang. Kata Kunci: Kereng bendang, Lombok timur, lukisan Mizanul hak.
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL RUMAH MAKAN WARUNG AYU KALIBUKBUK LOVINA kadek ary angga wijaya
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i2.37345

Abstract

Abstrak  Perancangan media Desain Komunikasi Visual promosi dilakukan di rumah makan Warung Ayu yang terletak di desa Kalibukbuk, Lovina. Rumah makan Warung Ayu ini sudah berdiri sejak tahun 2011 dengan menyediakan berbagai macam makanan mulai dari makanan khas Indonesia, Eropa, dan juga makanan khas Bali. Namun, kekurangan dari rumah makan Warung Ayu ini adalah pada bidang promosi. Media promosi yang mendukung rumah makan Warung Ayu ini hanya menggunakan papan nama, banner, dan kartu nama. Pada penelitian ini, peneliti merancang karya Desain Komunikasi Visual media promosi yang dapat mendukung kebutuhan promosi dari rumah makan Warung Ayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempromosikan rumah makan Warung Ayu dengan menggunakan media-media Desain Komunikasi Visual agar bisa menarik pelanggan dan juga terlihat inovatif. Media utama dari penelitian ini adalah video promosi dan juga media – media promosi pendukung lainnya yang dirancang oleh peneliti adalah X-Banner, brosur, totebag, menu makanan, logo, poster, dan papan nama.  Kata Kunci: Desain Komunikasi Visual, promosi, rumah makan.  Abstract The design of the promotional Visual Communication Design media was carried out at the Warung Ayu restaurant located in Kalibukbuk village, Lovina. Warung Ayu restaurant has been established since 2011 by providing various kinds of food ranging from Indonesian, European, and Balinese specialties. However, the drawback of this Warung Ayu restaurant is in the field of promotion. The promotional media that supports the Warung Ayu restaurant only uses nameplates, banners, and business cards. In this study, researchers design the work of Visual Communication Design for promotional media that can support the promotional needs of the Warung Ayu restaurant. The purpose of this research is to promote the Warung Ayu restaurant by using Visual Communication Design media in order to attract customers and also look innovative. The main media of this research are promotional videos and also other supporting promotional media that designed by researchers are X-Banners, brochures, tote bags, food menus, logos, posters, and name boards.Keywords: Visual Communication Design, promotion, restaurant
KOMUNITAS SENI CUKIL OMAH LARAS Yusuf Faisal
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i1.37415

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) proses berkarya komunitas seni cukil Omah Laras, (2) jenis karya komunitas seni cukil Omah Laras, dan (3) tema karya komunitas seni cukil Omah Laras. Subjek dan Objek dalam penelitian ini adalah karya-karya seni grafis dari komunitas Omah Laras. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Dari pembahasan serta proses penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) proses berkarya komunitas Omah Laras dapat dibagi beberapa tahapan, mulai dari tahap persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi. (2) jenis karya yang dihasilkan komunitas Omah Laras adalah karya seni grafis yang menggunakan teknik cukil kayu dan teknik stensil. (3) tema karya komunitas Omah Laras tidak jauh dari topik atau isu-isu sekitar, antara lain tema tokoh musik, tema hiburan / parodi, tema sosial dan tema yang mengangkat tokoh para pahlawan yang membela rakyat.Kata kunci : Seni Cukil, Komunitas Omah Laras Abstract The purpose of this research is to describe (1) the work process of the woodcut of Omah Laras community, (2) the types of work of the woodcut community in the art woodcut of Omah Laras community, and (3) the theme of the work of the woodcut of Omah Laras community. Subjects and objects in this study were graphic art works from the Omah Laras community. The method used in this research is a qualitative method using descriptive methods. This data collection uses observation, interview, documentation, and literature techniques. From the discussion and research process it can be concluded as follows: (1) the work process of the Omah Laras community can be divided into several stages, starting from the preparation, incubation, illumination and verification stages. (2) the type of work produced by the Omah Laras community is graphic art that uses woodcut techniques and stencil techniques. (3) the theme of the work of the Omah Laras community is not far from the topic or surrounding issues, including music themes, entertainment / parody themes, social themes and themes that raise heroes who defend the people.Keywords: Woodcut, Omah Laras Community
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO Syarief Arrahim
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.38720

Abstract

NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO  Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Bahasa dan SeniUniversitas Pendidikan GaneshaSingaraja, Bali, Indonesia E-mail:syariefarrahimabdurahman@gmail.com,Sudiartanik1969@yahoo.com,Surartdana@gmail.com Abstrak           Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Modifikasi Vespa Rosok Bondowoso. (2) konsep-konsep atau pemikiran yang melatar belakangi pilihan style modifikasi vespa rosok. (3) nilai-nilai estetika yang terkandung pada berbagai style modifikasi vespa rosok Bondowoso.Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anggota dari komunitas, bengkel, dan pemilik kendaraan yang akan diteliti. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Instrument yang digunakan adalah (1) instrument observasi, (2) instrument wawancara, (3) instrument dokumentasi, dan (4) instrument kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah (1) analisis domain dan (2) analisis taksonomi.Hasil penelitian ini adalah: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan modifikasi komunitas vespa rosok Bondowoso, antara lain: pensil, penggaris siku, las listrik, mesin grinda, gergaji kayu, plat besi, besi siku, besi lingkaran, kompresor, sekrup dan baut, cat, kunci baut, batang pohon jambu, botol-botol dan plastic bekas. (2) konsep atau pemikiran yang melatar belakangi pilihan style modifikasi vespa rosok yaitu: modifikasi vespa gembel mengangkat konsep tentang lingkungan, modifikasi vespa trikel memiliki konsep modifikasi yang tercipta dari kebebasan berkreasi, modifikasi vespa chopper memiliki konsep kendaraan modern, modifikasi vespa tank memiliki konsep kendaraan tempur, modifikasi vespa gasruk memiliki konsep kebebasan berimajinasi tanpa ada batasan, modifikasi vespa sekuter atau otopet memiliki konsep mainan masa kecil. (3) nilai estetika yang terkandung dalam modifikasi vespa rosok bondowoso terdiri dari unsur-unsur bentuk.Kata kunci: gambar, modifikasi vespa rosok, nilai estetika           Abstract This research aims to obtain information about: (1) tools and materials used in the process of making Vespa Modification Rosok Bondowoso. (2) the concepts or thoughts behind the choice of vespa rosok modification style. (3) Aesthetic values contained in various styles of modification vespa rosok Bondowoso.            This research is a decryptive study with a qualitative approach. The subjects of this study are members of the community, workshops, and vehicle owners to be researched. Data collection in this study was conducted by techniques (1) observation, (2) interviews, (3) documentation, and (4) literature. The instruments used are (1) observation instruments, (2) interview instruments, (3) documentation instruments, and (4) library instruments. The data analysis used is (1) domain analysis and (2) taxonomic analysis.            The results of this study are: (1) tools and materials used in the process of making modifications to the vespa rosok Bondowoso community, among others: pencils, elbow ruler, electric welding, grinda machine, wooden saw, iron plate, elbow iron, circle iron, compressor, screws and bolts, paint, bolt locks, guava tree trunks, bottles and used plastic. (2) The concept or thought behind the choice of vespa rosok modification style is: Vespa gembel modification raises the concept of the environment, vespa trikel modification has a modified concept created from freedom of creativity, vespa chopper modification has a modern vehicle concept, vespa tank modification has a combat vehicle concept, vespa gasruk modification has the concept of freedom of imagination without any restrictions, vespa sekuter or otopet modification has a childhood toy concept. (3) The aesthetic value contained in the modification of vespa rosok bondowoso consists of elements of form. Key words: images, vespa rosok modifications, aesthetic value   PENDAHULUAN Di Bondowoso ada kominitas yang menyebut diri mereka dengan komunitas vespa rosok Bondowoso. Kominitas ini memiliki jenis aliran modifikasi vespa yang sangat unik. Ada juga beberapa jenis vespa yang telah diciptakan oleh komu nitas vespa rosok Bondowoso. Proses observasi yang peneliti lakukan terhadap komunitas vespa rosok Bondowoso, salah satunya pengguna vespa rosok mengatakan bahwa kemunculan vespa rosok didasari oleh seni modifikasi, kebebasan berkreasi, dan adanya  pengaruh lingkungan seperti mengekspresikan tentang keresahan yang ada dalam masyarakat yang akhirnya membuat pengguna vespa rosok ingin menampilkan identitas diri, sekaligus juga ingin merubah pandangan negatif dari masyarakat terhadap pengguna vespa rosok.Seiring berkembangnya teknologi banyak jenis modifikasi vespa yang bermunculan seperti modifikasi longride, yaitu modifikasi seperti penambahan panjang ke belakang atau pun melebar kesamping. Vespa tank modifikasi vespa yang dibuat menyerupai tank. Jenis vespa chopper yang dimodifikasi dengan bentuk stang yang dibuat setinggi mungkin bahkan vespa yang dibuat serendah mungkin. Modifikasi jenis vespa trikel yang dimodifikasi dengan penambahan ban atau kemudi dibagian belakang. Jenis vespa sekuter dan dikalangan komunitas vespa biasa disebut dengan otopet yaitu modifikasi yang menyerupai kendaraan dengan desain yang berupa kerangka saja seperti stang, pijakan kaki, dan tempan duduk. Atau jenis gasruk, vespa standar yang dimodifikasi serendah mungkin.serta jenis modifikasi sampahan yang menambahkan bentuk variasi seperti botol-botol plastik, bendera dan benda-benda lainya. Selain itu juga ada bentuk vespa gembel yang hanya memadukan mesin dengan fariasi lain seperti vespa pohon dimana kemudi dan tempat duduk dibuat dengan pohon dan dikombinasikan dengan mesin vespa.Komunitas vespa rosok ada hampir disetiap kota. Salah satu komunitas  vespa rosok ada didaerah Bondowoso yang memiliki beberapa jenis modifikasi vespa. Kehadiran vespa rosok ini dijalanan selalu menarik perhatian masyarakat, terlebih lagi pada saat berjalan beriringan dalam suatu konvoi vespa rosok.  Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk meneliti fenomena estetika modifikasi vespa rosok yang ada dikota Bondowoso dalam hal modifikasi bentuk, cara pembuatan dan sebagainya. METODE PENELITIANPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Modifikasi vespa rosok Bondowoso, tahapan dari proses pembuatan serta nilai estetik yang terdapat pada Modifikasi Vespa Rosok Bondowoso.Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Adapun instrumen penelitian dalam penelitian ini terdiri atas intrumen observasi dan instrumen wawancara. Instrumen Observasi dalam penelitian ini menggunakan HP Rielmi C2 dan Note book/Buku catatan. Selanjutnya yaitu instrumen wawancara yaitu menggunakan pedoman wawancara.Dalam penilitian ini, digunakan metode survey dengan empat teknik pengumpulan data yaitu: teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi dan teknik kepustakaan. Sebelum penulis melakukan tindakan penelitian, terlebih dahulu yaitu melakukan observasi awal (survey), selanjutnya penulis melakukan obeservasi kembali mengumpulkan data. Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur Dokumentasi yang dilakukan sebanyak 3 macam yaitu pertama dokumentasi alat yang digunakan untuk Modifikasi dan bahan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Modifikasi. Dokumentasi kedua yaitu mewawancarai sipemilik kendaraan dan mekanik yang melakukan proses pengerjaan modifikasi tersebut.Teknik kepustakaan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data dengan menelaah buku-buku dan sumber-sumber tertulis lainnya yang berhubungan dengan objek penelitian seperti buku yang membahas mengenai  proses Modifikasi, buku mengenai kajian estetika dan lain sebagainya yang dibutuhkan sebagai data penunjang atau pembanding.Analisis data dalam ini dilakukan secara domain taksonomi. Menurut Sugiyono (2009) analisis domain yaitu ketika peneliti sudah menetapkan domain tertentu sebagai pijakan penelitian selanjutnya. Kemudian setelah domain dipilih akan dijabarkan secara lebih rinci. Hasil dari analisis domain  dalam penelitian ini berupa alat yang digunakan pada setiap proses pembuatan Modifikasi vespa rosok, dan nilai estetik. HASIL DAN PEMBAHASANBerdasarkan hasil observasi, wawancara maupun dokumentasi yang telah dilakukan di tempat penelitian, maka diperoleh data mengenai alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan modifikasi vespa rosok Bondowoso.Untuk memperoleh data mengenai alat yang digunakan, dilakukan dengan menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi sehingga diperoleh data berupaAlat yang digunakan untuk memberi pola pada bahan yang akan digunakan dalam proses pembuatan modofikasi vespa rosok yaitu pensil berukuran 2b hingga 8b.Alat yang digunakan untuk mengukur bahan yang akan digunakan untuk modifikasi seperti penggaris siku.Alat yang digunakan untuk proser perakitan rangka kendaraan modifikasi seperti las listrik.Alat yang digunakan untuk memotong bahan yang digunakan dalam pembuatan modifikasi yaitu mesin grinda.Alat yang digunakan untuk memotong bagian krangka kendaraan modifikasi yang derbuat dari bahan kayu yaitu gergaji.Alat penjemur yang digunakan untuk membantu proses pengecatan agar menghasilkan modifikasi yang bagus yaitu kompresor.Alat yang digunakan untuk merakit kerangka modifikasi yang tidak terjangkau oleh las listrik yaitu skrup dan baut.Alat yang digunakan dalam peroses perakitan kendaraan modifikasi yaitu kunci baut untuk mengencangkan skrup dan baut. Dan untuk memperoleh data mengenai bahan yang digunakan, dilakukan dengan cara yang sama seperti pada analisis alat adapun data  yang diperoleh yaitu berupa:Bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan kerangka kendaraan modifikasi yaitu batang pohon jambu.Bahan botol plastic dan plastic bekas/kresek biasa digunakan untuk menghiasi di sekeliling kendaraan.Bahan cat kaleng yang biasa digunakan untuk memberi kesan indah pada lapisan luar kendaraan modifikasi.Bahan besi siku biasa digunakan sebagai bahan utama untuk dijadikan kerangka kendaraan modifikasi.Bahan besi lingkaran berguna sebagai penguat kerangka kendaraan modifikasi aslinya. Tabel 1.Bahan dan alat yang digunakan untuk modifikasi No.Nama AlatNama Bahan1.PensilBesi siku2.Penggaris sikuBesi lingkaran3.Las ListrikPlat besi4.GrindaCat besi5.Skrup dan bautBatang pohon jambu6.KompresorBotol pelastik7.Kunci bautGergaji kayu Adapun tema dan ide yang terkandung dalam modifikasi tersebut:Modifikasi vespa jenis gembel memiliki tema dan ide tentang lingkungan.Modifikasi vespa jenis trikel memiliki tema dan ide yaitu modifikasi yang tercipta dari kebebasan  berkreasi.Modifikasi vespa jenis chopper memiliki tema dan ide yaitu kendaraan dengan bodi modern dan elegan.Modifikasi vespa jenis tank memiliki tema dan ide yaitu kendaraan temput yang dimiliki oleh anggota TNI.Modifikasi vespa jenis gasruk memiliki tema dan ide yaitu modifikasi yang menerapkan kebebasan berkreasi.Modifikasi vespa jenis otopet memiliki tema dan ide kendaraan masa kecil.  Selanjutnya yaitu nilai estetik yang terdapat pada Modifikasi Vespa Rosok Bondowoso;Modifikasi vespa jenis gembel  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi.Modifikasi vespa jenis Trikel  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Suryajaya, Martin (2016:720) nilai keindahan ini mengarah pada dua teori yaitu reori Jean-Paul Sartre yaitu estetika eksistensial yang berumus pada seni dan imajinasiModifikasi vespa jenis Chopper  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi.  Modifikasi vespa jenis tank  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi.    Modifikasi vespa jenis gasruk  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi. Modifikasi vespa jenis  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN  Berdasarkan hasil dari penelitian mengenai NILAI ESTETIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu ; a) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan modifikasi vespa rosok, pensil, gergaji kayu, kompresor, grinda, las listrik, kunci baut, sekrup dan baut, plat besi, besi siku, besi lingkaran, cat besi, batang pohon jambu, botol pelastik bekas, dan penggaris siku. b) tema dan ide yang terkandung dalam modifikasi vespa rosok bondowoso menerapkan ide dari lingkungan disekitar mereka entah itu sebagai keluhan atu kritik. c) nilai estetika yang terdapat dalam modifikasi vespa rosok bondowoso, bentuk, estetika pascamodern, postmodern.Adapun unsur yang yang terkandung dalam modifikasi tersebut yaitu bentuk geometris. SARAN Saran dari pembuatan artikel ini penulis tujukan kepada mahasiswa dan juga kepada massyarakat umumuntuk dijadikan renungan penelitian yang akan mereka kerjakan. Dan untuk masyarakat, agar lebih bias menilai tampilan suatu kelompok atau perkumpulan apapun supaya tidak menilai keburukannya saja. Tapi juga dapat menganbil pelajaran yang terkandung dalam suatu komunitas ataupun perkumpulan social.UCAPAN TERIMAKASIHPenulis mengucapkan terimakasih kepada ibu Susi selaku pemilik Rumah Batik Radiyah Situbondo yang telah memberikan izin dalam melakukan penelitian sehingga tugas ini dapat selesai dengan baik. Selain itu, terimakasih juga kepada Drs. I Wayan Sudiarta, S.Pd. M.Si selaku pembimbing I dan Drs. I Gst. Sura Ardana selaku Pembimbing II yang sudah membimbing dengan sabar, penuh ketelitian, memberikan semangat, kritikan, saran serta arahan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik serta semua pihak yang turut membantu dalam menyelesaikan artikel penelitian ini. DAFTAR PUSTAKAArimbi, Agiyan Wiji Pritaria. 2015. Kajian Nilai Estetika Tari Megat-Megat Di Kabupaten Cilacap, Skripsi. Universitas Negeri Semarang.Haryani 2013. Melalui Modifikasi Alat Pembelajaran Dapat Meningkatkan Gerak Dasar Menangkap Bola Mendatar dalam Bola Tangan Kelas V Sdn 1 Sepangjaya Kec. Kedaton Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Universitas Lampung.Ismail, Saifullah. 2014. Komunitas Vespa Di Kota Makasar (Studi Tentang Gaya Hidup). Skripsi. Universitas Hasanudin Makasar.Kartika, Dharsono Sony dan Nanang Ganda Perwira. 2004. Pengantar Estetika. Bandung: Rekayasa Sains.Lowenfeld, Victor dan W. Lambert Brittain. 1964. Creative & Mental Growt 5th.Moleong, Lexi. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung :Remaja Rosda Karya.Ridwan, Muhammad Mujib. 2014. Kajian Gaya Hidup Komunitas Penggemar Vespa Rosok di Pasuruan Serta Muatan Edukasinya. Skripsi. Universitas Negri Malang.Saifullah, Ismail. 2014. Judul Penelitian ”Komunitas Vespa di Kota Makasar (Studi tentang Gaya Hidup). Skripsi. Universitas Hasanuddin Makasar.Setiyani Budi Utami. 2012. Pengembangan Bulu Jerami untuk Pembelajaran Permainan SepakBola di SD Negeri Kalirejo 1Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Skripsi FIK UNY.Suharsaputra, Uhar. 2012.Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan. Bandung: PT. Refika AditamaSuryajaya, Martin. 2016. Sejarah Estetika Era Klasik Sampai Kontemporer. Jakarta Barat: Gang Kabel dan Inde book corner.Susanto, Mikke. 2011. Diksi Rupa Kumpulan istilah dan Gerakan Seni Rupa. Edisi Revisi. Yogyakarta: DictiArt Lab,Yogyakarta & Jagad Art Space, Bali.Wijayanti, Voni. 2015. Transformasi Lukisan Vobi Wijayanti Pada Batik Situbondo. SKRIPSI.Pengertian tema, https://www.temukanpengertian.com/2015/09/pengertian-tema,15/November2020  Badudu, J.S & Zain Sultan Mohammad. 1996. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan Hasnidar, Sitti. 2019. Pebdidikan Estetika dan Karakter Peduli LIngkungan Sekolah. Jurnal Serabi Ilmu,20,(1),19. Haryaanto. 2009. Perancangan Stasiun Kerja yang Ergonomis dalam Pelayanan Jasa Penyewaan Internet Di Warnet Bina Boyolali. Skripsi. Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Surakarta 
KERAJINAN KETAK DI DESA PENGADANG KECAMATAN PRAYA TENGAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH Khawarizmi Abdul Ghani
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i2.39345

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Untuk mengetahui perlakuan alat terhadap bahan baku ketak dalam kerajinan anyaman ketak di Desa Pengadang. (2) Untuk menganalisis kerajinan anyaman ketak di Desa Pengadang. (3) Untuk mengetahui varian produk kerajinan ketak di Desa Pengadang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kualitatif. Objek penelitian ini adalah kerajinan anyaman ketak di Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan keperpustakaan.  Hasil penelitian menunjukkan, (1) perlakuan alat terhadap bahan baku ketak tergantung kondisi bahan baku. (2) proses analisis pembuatan kerajinan ketak yaitu mulai dari proses persiapan bahan baku, alat pendukung kerajina, penganyaman, perakitan, dan terakhir adalah finishing (3) terdapat beberapa varian produk kerajinan di desa Pengadang mulai produk setengah jadi maupun jadi yang terbuat dari bahan baku ketak serta bahan baku lainya seperti rotan, sintetis, kayu dan bambu, adapun produk yang di hasilkan seperti tas, keranjang, nampan, piring, dan lain-lain.Kata-kata kunci: kerajinan, anyaman, ketak Abstract This study aims to find out about (1) To find out the treatment of tools for ketak raw materials in the craft of woven ketak in Pengadang Village. (2) To analyze the craft of woven ketak in Pengadang Village. (3) To find out the variants of ketak handicraft products in Pengadang Village. The type of research used is descriptive qualitative research. The object of this research is the craft of woven ketak in Pengadang Village, Central Praya District, Central Lombok Regency. The method of data collection is done by using the methods of observation, interviews, documentation, and libraries            The results showed, (1) the treatment of the tool on the raw material of the raw material depends on the condition of the raw material. (2) the analysis process of making ketak handicrafts, starting from the process of preparing raw materials, supporting tools for crafts, weaving, assembling, and finally finishing (3) there are several variants of handicraft products in Pengadang village ranging from semi-finished and finished products made from raw materials ketak and other raw materials such as rattan, synthetics, wood and bamboo, as for the products produced such as bags, baskets, trays, plates, and others.Keywords: craft, woven, ketak
ANALISIS KARYA PATUNG HARIMAU BERBAHAN LIMBAH BESI Les Pingon
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i2.39468

Abstract

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan ciri dari kemajuan zaman atau peradaban, yang diimplementasikan dalam pembangunan dan penciptaan sebuah benda. Salah satu bahan utama dalam penciptaan suatu benda yakni besi atau logam yang tingkat penggunaannya semakin meningkat. Dari pemnaafatan besi atau logam yang cukup tinggi, maka muncul permasalahan baru dengan lahirnya limbah besi yang akan berdampak pada keberlanjutan lingkungan hidup. Maka dari itu, perlu adanya penanganan khusus untuk mengatasi hal tersebut, yakni dengan mendaur ulang limbah besi yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan karya seni kriya dalam bentuk patung dengan objek harimau. Pada penelitian ini, penulis melakukan analisis pada hasil karya patung harimau berbahan limbah besi untuk memberikan sejumlah informasi yang dapat dijadikan role model pengembangan karyakarya patung lainnya. Adapun hasil anasilis patung mengenai sketsa karya, bentuk visual karya, analisis konseptual karya dan analisis visual estetis karya. Ide gagasan pembuatan karya patung tersebut diciptakan dengan menggunakan teknik assembling atau perakitan dengan berbantuan alat las listrik sebagai perekatnya. Adapun pengembangan konsep pembuatan karya patung ini diawali dengan pengamatan ojek harimau dari berbagai jenis gambar, pembuatan sketsa awal, pencarian bahan limbah besi, persiapan alat, proses perakitan dan proses finishing. Karya patung ini memberikan gambaran pemodelan pemanfaatan limbah besi yang dapat memberikan hasil karya seni yang menarik.
KARYA PERUPA BALI DALAM MERESPON PANDEMI COVID 19 DENGAN ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Nyoman Rediasa
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.39765

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisis data kualitatif tentang Karya Perupa Bali Dalam Merespon Pandemi Covid 19 Dengan Analisis Semiotika Roland Barthes . Tujuan penelitian ini antara lain ; ( 1 ) Untuk mengetahui aspek – aspek visual karya para perupa Bali yang merespon pandemi .(2) Untuk mengetahui  karya para perupa Bali yang merespon pandemi dianalisis dengan teori semiotika Roland Bartes. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi ; (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi, dengan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman yang meliputi ; (1) Reduksi Data, (2) Penyajian Data (3) Penarikan Kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini adalah ; (1 )Aspek aspek visual yang hadir dalam karya perupa Bali yang merespon kondisi pandemi covid 19 menghadirkan representasi atau penggambaran objek yang mencoba merekam kondisi batiniah manusia dalam menghadapi pandemi. Unsur unsur visual garis warna bidang komposisi ruang irama dan lain sebagainya yang muncul dalam karya – karya mereka mengkonstruksi suatu rangkaian representasi gambar yang dihadirkan dalam rangka mengkontruksi ungkapan keprihatinan, solidaritas, kekacauan serta perenungan dan optimisme dalam menghadapi kondisi pandemi. (2) Karya – karya perupa Bali yang merespon pandemi covid 19 memiliki nilai semiotik jika dilihat dari semiotika Roland Barthes. Makna denotasi yang hadir adalah makna yang didapat dari penggambaran objek dalam arti yang sebenarnya, penggambaran atas situasi ketertekanan, kekalutan, kekacauan menjanjikan ruang perenungan membangunkan solidaritas untuk bangkit bersama dalam kondisi seperti ini karena pandemi ini adalah universal dan dialami oleh semua orang dari warga dunia baik yang terpapar langsung virus corona ini maupun yang tidak terpapar langsung. Representasi objek tersebut menghadirkan sebuah metafora yang mengungkapkan kondisi yang terjadi pada titik ini makna konotasi dalam karya seni rupa para perupa tersebut hadir menjanjikan ruang perenungan bagi publik penikmat karya seni rupa tentang kondisi yang tengah terjadi. Selanjutnya representasi objek – objek tersebut hadir membentuk makna universal, meresap sampai ke alam pikir menjadi serupa ideologi. Representasi objek seperti masker, APD, doa dan persembahan menjadi representasi yang diterima dan dapat dipahami oleh publik sebagai sebuah tanda yang menggambarkan kondisi pandemi covid 19 ini.Kata Kunci ; Seni Rupa, Pandemi, Semiotika