cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
PEMBELAJARAN DARING SENI BUDAYA DI KELAS VIII A4 SMP NEGERI 1 SINGARAJA Indana Zulfa Amelia
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i2.40125

Abstract

Artikel ini memuat bagian dari skripsi yang berjudul “Sistem Pembelajaran Seni Budaya Berbasis Daring di SMP Negeri 1 Singaraja” yang di dalamnya memuat tentang pembelajaran daring seni budaya di kelas VIII A4 secara daring. Alasan penelitian ini adalah sebagai salah satu referensi bagaimana sistem pendidikan berjalan di tengah masa pandemic COVID-19. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu (1) proses pembelajaran seni budaya di kelas VIII A4 SMP Negeri 1 Singaraja, (2) aplikasi yang digunakan dalam menunjang pembelajaran seni budaya di kelas VIII A4 secara daring di SMP Negeri 1 Singaraja, (3) dampak positif dan negatif yang dirasakan siswa saat melaksanakan pembelajaran seni budaya secara daring. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Adapun metode penelelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara tertulis, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah (1) siswa kelas VIII A4 memulai pembelajaran seni budaya pada pukul 07:40 WITA dengan menggunakan link google meet yang sudah dibagikan 10 menit sebelum guru seni budaya memulai pembelajaran, (2) aplikasi yang digunakan untuk menunjang pembelajaran seni budaya secara daring yaitu Google Meet untuk melakukan tatap muka melalui video. WhatsApp yang digunakan untuk melakukan presensi, group kelas, pengumpulan tugas dan menyebarkan informasi. Aplikasi khusus BEE (Buleleng Education Expose) yang digunakan untuk mengumpulkan tugas, mengunduh materi pembelajaran, UTS dan UAS. Google Drive sebagai pengganti dalam mengumpulkan tugas gambar, video maupun dokumen jika aplikasi BEE (Buleleng Education Expose) sedang mengalami gangguan, (3) kendala yang paling dirasakan siswa adalah kurangnya jaringan internet dan kendala kuota belajar.Kata Kunci : Pembelajaran, Daring, Seni Budaya.
GERABAH DI DESA BANYUMULEK KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT wayan nanda ria
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i2.40264

Abstract

AbstrakPembuatan gerabah yang di dalamnya terkandung unsur seni terapan  dipelajari bukan hanya sebagai seni tradisi yang diturunkan oleh nenek moyang, melainkan juga sebagai upaya untuk memahami keberadaan  gerabah dalam tata kehidupan budaya masyarakat di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk:  (1) Mendiskripsikan jenis dan bentuk gerabah Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat .(2). Mendiskripsikan   jenis dan dekorasi Gerabah Banyumulek kecamatan Kediri     kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat.  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kualitatif. Objek penelitian ini adalah Kerajinan Gerabah di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Jenis dan bentuk Gerabah awal dibagi dalam bentuk kebutuhan makan dan minum bagi masyarakat Banyumulek (2) jenis gerabah pertengahan adalah merupakan jenis gerabah peralatan rumah tangga, (3) jenis dan bentuk gerabah modern adalah merupakan cindera mata atau souvenir bagi tamu yang datang ke Banyumulek.(4) jenis dan dekorasi gerabah Banyumulek diprose pada bentuk dan jenis gerabah gentong, botol , kendi , kerotok , spanyol, selao,  dan pot hiasan meja.Kata kunci: Gerabah,  Banyumulek, Lombok BaratAbstractPottery contained elemen  of applied art is learned not only as at a traditional  art, passed down by  the ancestors ut also as an effort to understand  This research aims to (1) describing the types and forms of pottery at Banyumulek Village, Kediri District, West Lombok, (2) describing the types and  decoration pottery at Banyumulek Village, Kediri District, West Lombok. The type of research used is descriptive qualitative research. object of  pottery craft at Banyumulek Village, Kediri District, West Lombok. Data collection method is to use the method of observation, interview, and documentation.The results of research showed that (1) types and forms of early pottery devide into the form of food and drink needs for Banyumulek people  (2) medieval types and pottery are is a type of household utensil pottery , (3) types of forms modern pottery are is a souvenir for guests who come to Banyumulek, (4). Types and decoration of Banyumulek pottery processed in the  form of on the type of pottery , barrel jug,bottle jug, spanis,  purslane and table decoration pots. Key words : Art Crafts, Banyumulek, West Lombok
PROSES PEMBUATAN KERAJINAN MAKRAME DESA YEH SUMBUL KECAMATAN MENDOYO KABUPATEN JEMBRANA Salsabiyla Rizqi Putri Dewi
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40269

Abstract

AbstrakArtikel ini berjudul “ Proses Pembuatan Kerajinan Makrame Desa Yeh Sumbul Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana”. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam  proses pembuatan makrame, dan untuk mengetahui proses pembuatan makrame serta hasil akhir dan proses pemasaran kerajinan makrame di Desa Yeh Sumbul Kecamatan mendoyo Kabupaten Jembrana. Sumber data diperoleh melalui tahap observasi dan wawancara terhadap pemilik kerajinan, pengrajin setempat kemudian  data diolah dengan model Miles dan Huberman (1984) yakni dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Dengan demikian hasil penelitian ini sebagai berikut: alat yang digunakan yaitu  gunting, pita ukur, mesin jahit, jarum jahit sedangkan bahan yang digunakan antara lain tali makrame, kain, kayu, benang jahit. Proses pembuatan  makrame terdiri dari penyiapan alat, pemotongan tali, pelilitan tali pada kayu, proses pembuatan motif simpul makrame, pelepasan makrame dari kayu, kemudian yang terakhir finishing. Hasil dan bentuk kerajinan makrame dibagi menjadi dua yaitu benda fungsional dan benda non fungsional. Benda fungsional antara lain sarung bantal, hammock, ayunan bulat, payung pantai, kursi bundar, tas, lampion, gantungan pot, sedangkan benda non fungsional dreamcathcher dan tirai. Pemasaran dilakukan dengan cara online yakni melalui instagram, facebook atau market place. Kata-kata Kunci: Alat dan bahan, proses pembuatan, yeh sumbul. Abstract This research is entitled "Macrocraft Crafts in Yeh Sumbul Village, Mendoyo District, Jembrana Regency". The purpose of writing this article is to find out the tools and materials used in the process of making macrame, and to find out the process of making macrame as well as the final result and marketing process for macrame crafts in Yeh Sumbul Village, Mendoyo District, Jembrana Regency. Sources of data were obtained through observation and interviews with handicraft owners, local craftsmen and then the data was processed using the Miles and Huberman (1984) model, namely by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. Thus the results of this study are as follows: the tools used are scissors, measuring tape (meter), sewing machine, sewing needle while the materials used include macrame rope, cloth, wood, sewing thread. The process of making macrame consists of preparing the tools, cutting the rope, wrapping the rope on the wood, the process of making the macrame knot motif, removing the macrame from the wood, then finishing. The results and forms of macrame crafts are divided into two, namely functional objects and non-functional objects. Functional objects include pillowcases, hammocks, round swings, beach umbrellas, round chairs, bags, lanterns, pot hangers, while non-functional items are dreamcatchers and curtains. Marketing is done online, namely through Instagram, Facebook or market place. Keywords: Tools and materials, manufacturing process, yeh sumbul
PROSES PEMBUATAN KEMASAN JAJANAN PASAR DI PASAR AMLAPURA TIMUR KABUPATEN KARANGASEM Lisa Kusuma Wardani
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40349

Abstract

Abstrak Artikel ini berjudul “Proses Pembuatan Kemasan Jajanan Pasar di Pasar Amlapura Timur kabupaten Karangasem”. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kemasan, untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan kemasan jajanan serta jenis dan tampilan dari kemasan jajanan pasar yang ada di pasar Amlapura Timur kabupaten Karangasem. Sumber data diperoleh melalui tahap observasi dan wawancara terhadap pedagang dan pembuat jajanan pasar  yang terdapatl di pasar Amlapura Timur, kemudian  data diolah dengan model Miles dan Huberman (1984) yakni dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Dengan demikian hasil penelitian ini sebagai berikut: alat yang digunakan yaitu pisau, gunting, stepler, dan  bahan yang digunakan antara lain daun pisang, janur, pandan wangi, klobot, semat bambu, tali bambu, mika, plastic op,cup plastik, kertas minyak, selotip bening. Proses pembuatan kemasan jajanan pasar dibagi menjadi dua yakni untuk kemasan alami dan non alami, untuk kemasan yang alami proses pembuatan dimulai dari menyiapkan bahan memilah daun dan memotong sesuai ukuran, kemudian membentuknya dan menyemat menggunakan tali, stepler,semat bambu, dan ada yg hanya menguncinya dengan lipatan. Dan kemasan non alami hanya dua jenis yang penulis bisa temukan proses pembuatannya karena sisanya kemasan dibeli dalam bentuk instan atau jadi di toko bahan kue atau pasar. Hasil dari penelitian ini didapatkan 10 jenis kemasan jajanan pasar yang ada di Pasar Amlapura Timur. Kata-kata Kunci: kemasan,jajanan pasar,  amlapura timur.  Abstract This article is entitled "The Process of Making Market Snack Packaging at the East Amlapura Market, Karangasem Regency". The purpose of writing this article is to find out the tools and materials used in making packaging, to find out how the process of making snack packaging is as well as the type and appearance of market snack packaging in the East Amlapura market, Karangasem district. Sources of data were obtained through observation and interviews with traders and market snack makers in the East Amlapura market, then the data was processed using the Miles and Huberman (1984) model, namely by reducing the data, presenting the data, and drawing conclusions. Thus, the results of this study are as follows: the tools used are knives, scissors, staplers, and the materials used include banana leaves, coconut leaves, pandanus fragrant, klobot, bamboo pins, bamboo ropes, mica, plastic ops, plastic cups, oil paper. , cleartape. The process of making market snacks packaging is divided into two, namely for natural and non-natural packaging, for natural packaging the manufacturing process starts from preparing the materials, sorting the leaves and cutting them according to size, then shaping them and embedding them using ropes, staplers, bamboo pins, and some just lock them. with folds. And the non-natural packaging is only two types that the author can find the process of making because the rest of the packaging is purchased in instant or finished form at a cake ingredient store or market. The results of this study obtained 10 types of market snacks packaging in the East Amlapura Market. Keywords: packaging, market snacks, east amlapura.
PEMBELAJARAN MEMBATIK DI SMKN 03 KOTA BIMA Nur wahidah
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40364

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembelajaran membatik di SMKN 03 Kota Bima, (2) mendeskripsikan bahan dan alat yang dimanfaatkan dalam pembelajaran membatik di SMKN 03 Kota Bima, (3) mendeskripsikan teknik membatik yang diterapkan dalam pembelajaran membatik di SMKN 03 Kota Bima, (4) Mendeskripsikan ragam/motif batik yang dihasilkan siswa SMKN 03 Kota Bima. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengenai pembelajaran membatik di SMKN 03 Kota Bima antara lain: (1) Proses pelaksanaan pembelajaran membatik dilakukan secara bertahap. Pada awal pertemuan diberikan materi teori tentang membatik dan pengenalan alat dan bahan serta dilanjutkan dengan pembelajaran praktek pembuatan batik. (2) Alat dan bahan yang digunakan adalah kompor, canting, wajan kecil, panci, ember, gawangan, kain, bahan pewarna, dan malam. Alat dan bahan pendukung berupa pensil, sendok plastik, minyak tanah, hair dryer, bangku plastik, dan timbangan. 3) Teknik batik yang diterapkan adalah teknik batik tulis. 4) Motif batik yang dihasilkan antara lain motif uma lengge, lara, dan motif klasik gaya Jogja. Kata Kunci: pembelajaran, membatik. Abstract This study aims to (1) describe the batik learning process at SMKN 03 Bima City, (2) describe the materials and tools used in learning batik at SMKN 03 Bima City, (3) describe the batik techniques applied in batik learning at SMKN 03 Kota. Bima, (4) Describe the variety/pattern of batik produced by students of SMKN 03 Bima City. This research is a qualitative descriptive study. Data was collected by using observation, interview, and documentation methods. The results of the research regarding batik learning at SMKN 03 Bima City include: (1) The process of implementing batik learning is carried out in stages. At the beginning of the meeting, theoretical material about batik and introduction of tools and materials was given and continued with learning the practice of making batik. (2) The tools and materials used are stoves, cantings, small frying pans, pots, buckets, bars, cloth, dyes, and wax. Supporting tools and materials include pencils, plastic spoons, kerosene, hair dryers, plastic benches, and scales. 3) The batik technique applied is the written batik technique. 4) The batik motifs produced include the uma lengge, lara, and classical motifs of the Jogja style. Keywords: learning, batik.
KERAJINAN BARONGAN DI DESA SINGOTRUNAN, KECAMATAN BANYUWANGI, KABUPATEN BANYUWANGI Alfaqih Dwi Fajriansyah
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40490

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) bahan dan alat yang digunakan dalam Proses Pembuatan Barongan Banyuwangi. (2) Proses Pembuatan Barongan Banyuwangi. (3) jenis dan bentuk karya yang dihasilkan oleh perajin Barongan di Desa Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan.Dari pembahasan serta proses penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Proses Pembuatan Barongan Banyuwangi dimulai dari tahap pembuatan kepala barong, pembuatan jamang, badan barong, mahkota barong, sayap barong dan proses perakitan. (2) jenis dan bentuk karya yang dihasilkan oleh perajin Barongan di Desa Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi antara lain kucing-kucingan dan ayam-ayaman.Kata kunci : kerajinan dan Barongan.
ANALISIS SEMIOTIKA VIDEO MUSIK BTS DALAM ALBUM MAP OF THE SOUL Angelica Agustin
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40520

Abstract

Anak-anak muda saat ini mulai menggandrungi tren K-Pop. K-Pop adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan. Grup K-Pop yang saat ini banyak penggemarnya hingga hampir seluruh dunia menyukainya yakni BTS atau dalam Bahasa Korea Bangtan Sonyeondan. Artikel ini bagian dari skripsi yang berjudul “Analisis Semiotika Video Musik BTS dalam Album Map of the Soul” yang mana memaparkan tentang beberapa video musik BTS dalam album Map of the Soul yang berjudul Intro: Persona, Interlude: Shadow dan Outro: Ego dari kacamata semiotika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui arti video musik/video klip dari sudut pandang yang berbeda, tidak semata-mata hanya menunjukkan visualisasi artis saja. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah observasi dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa fragmen dalam adegan video klip yang paling menekankan makna sesuai konsep dari masing-masing video klip dengan teori semiotika Roland Barthes yaitu dengan makna denotatif, makna konotatif dan mitos. Kata kunci : semiotika, teori Roland Barthes, video musik, BTS
Kerajinan Bokor Sepuh Perak Di Desa Beratan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Musdalifah febriyana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40663

Abstract

AbstrakPenelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan keunikan kerajinan bokor  sepuh perak di Desa Beratan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Data diperoleh melalui tahap observasi dan wawancara terhadap pengrajin dengan menganalisis domain dan menganalisis taksonomi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  kualitatif. Tujuan untuk mengetahui: (1) keberadaan kerajinan bokor sepuh perak di Desa Beratan, (2) bahan dan alat yang diperlukan dalam pembuatan kerajinan bokor sepuh  perak di Desa Beratan (3) proses pembuatan kerajinan  bokor  sepuh perak di Desa Beratan (4) hasil produksi dan bentuk yang dihasilkan dalam pembuatan kerajinan bokor sepuh perak di Desa Beratan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) keberadaan Desa Beratan berbatasan dengan kelurahan lain seperti: sebelah utara adalah Kelurahan Liligundi, sebelah selatan adalah Kelurahan Sukasada, sebelah timur adalah Lingkungan Desa bakung, dan terakhir sebelah barat Kelurahan Paket Agung, (2) proses pembuatan dengan teknik penempaan dan penyepuhan (3) hasil produksi dan bentuk yang dihasilkan dalam pembuatan kerajinan  bokor sepuh yaitu produk segi lima, segi empat, dan lingkaran, bentuk ornamen khas yaitu gunnimang berbentuk tali, dan selain itu ada produk lain seperti : cin-cin / bungkung, liontin, dan gelang. Kata kunci: kerajinan bokor                                                                           Abstract                                                                           This study was to determine the existence and uniqueness of silver plated bowls in Beratan Village, Sukasada District, Buleleng Regency. Data were obtained through observation and interviews with craftsmen by analyzing domains and analyzing taxonomies. This research is a qualitative descriptive study. The aims of this study were to determine: (1) the existence of silver plated bowls in Beratan Village, (2) the materials and tools needed in the manufacture of silver plated bowls in Beratan Village, (3) the process of making silver plated bowls in Beratan Village, (4) production results. and the shape produced in the manufacture of silver plated bowls in the village of Beratan. The results of the study show that (1) the existence of Beratan Village is bordered by other villages such as: to the north is Liligundi Village, to the south is Sukasada Village, to the east is the Daffodil Village Environment, and finally to the west is Package Agung Village, (2) the manufacturing process is made using the technique of forging and gilding (3) the products and shapes produced in the manufacture of old bokor crafts, namely pentagons, quadrilaterals, and circles, typical ornaments, namely gunnimang in the form of ropes, and in addition there are other products such as: cin-cin / bungkung, pendants and bracelets.Keywords: bowl, craft
PEWARNAAN TEYENG PADA KAIN BATIK SURABAYA rizza fazriyatus syafira
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40732

Abstract

Abstrak            Artikel ini memuat bagian dari skripsi “Batik Teyeng Surabaya”. artikel ini bertujuan untuk mengetahui  alat dan bahan yang digunakan dalam proses pewarnaan teyeng pada kain batik Surabaya, untuk mengetahui proses pewarnaan teyeng pada kain batik Surabaya dan hasil penerapan teyeng pada kain batik Surabaya. Dalam pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik obsevasi, teknik wawancara, teknik pendokumentasian, teknik kepustakaan dan analisis data menggunakan analissi domain dan analisis taksonomi. Diperoleh data hasil penelitian sebagai berikut: alat yang digunakan yaitu ember plastik dan kotak triplek, sedangkan bahan yang digunakan yaitu garam kasar, kain mori, spon, dan kawat ram. Proses pewarnaan teyeng pada kain dimulai dari mempersiapkan kain mori dan larutan garam. Larutan garam digunakan untuk merendam kain, kain direndam kedalam larutan beberapa menit kemudian kain satu persatu dibentangkan dalam kotak triplek untuk proses peneyengan. Setelah itu kain ditaburi kawat ram yang sudah berkarat sampai rata, kemudian dilakukan pengulangan yang sama sampai 3-5 tumpukan kain. Tahap selanjutnya yaitu lapisan-lapisan itu disiram dengan larutan garam, kemudian ditutup dengan spon dan atasnya dikasih pemberat. Kain dibiarkan selama 2-3 hari. Sehari sekali lapisan kain diperiksa dan disiram dengan air garam. Setelah tahap terakhir proses pewarnaan teyeng selesai barulah kain diproses seperti batik pada umumnya dengan menggunakan teknik tulis maupun teknik cap. Kata kunci: batik teyeng, proses pewarnaan, noda teyeng AbstractThis article contains part of the thesis "Batik Teyeng Surabaya". This article aims to determine the tools and materials used in the process of dyeing teyeng on Surabaya batik cloth, to find out the process of coloring teyeng on Surabaya batik cloth and the application of teyeng on Surabaya batik cloth. In collecting the data used in this research are observation techniques, interview techniques, documentation techniques, library techniques, and data analysis using domain analysis and taxonomic analysis. The data obtained from the research are as follows: the tools used are plastic buckets and plywood boxes, while the materials used are coarse salt, Mori cloth, sponge, and ram wire. The process of dyeing teyeng on the fabric starts with preparing the Mori cloth and salt solution. The salt solution is used to soak the cloth, the cloth is soaked in the solution for a few minutes then the cloth is spread out one by one in a plywood box for the drying process. After that the cloth is sprinkled with rusted ram wire until it is flat, then the same is repeated until 3-5 piles of cloth. The next stage is that the layers are doused with a saline solution, then covered with a sponge and weighted on top. The fabric is left for 2-3 days. Once a day the lining of the cloth is checked and rinsed with saltwater. After the last stage of the dyeing teyeng, the process is complete, then the fabric is processed like batik in general by using writing techniques and stamping techniques.Keywords: batik teyeng, dyeing teyeng, teyeng stain
PENGGUNAAN APLIKASI ZOOM MEETING PADA PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DAN SENI BUDAYA DI MASA PANDEMI Ni Nyoman Sariyani; I Wayan Gara; Kadek Dwi Arlinayanti
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40882

Abstract

Dalam dunia pendidikan pada masa pandemi Covid 19, penerapan protokol kesehatan juga memberikan pengaruh yang signifikan pada dunia pendidikan terutama dalam proses belajar mengajar yang awalnya melalui tatap muka kini dituntut melalui dalam jaringan  (Daring). Pembelajaran melalui daring menemui berbagai tantangan dalam proses belajar langsung antara siswa dan guru pembatalan penilaian belajar berdampak terhadap psikologis anak didik dan menurunnya kualitas keterampilan murid.  Pada masa pandemi ini proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Dana Punia Singaraja dilaksanakan dengan sistem belajar online atau sistem dalam jaringan (daring). Sistem pembelajaran tersebut dilakukan tanpa tatap muka secara langsung, melainkan dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh, peserta didik tidak diharuskan atau diwajibkan untuk datang ke sekolah untuk melaksanakan pembelajaran. Sebagai jawaban atas permasalahan tersebut banyak sarana yang diterapkan oleh tenaga pendidik untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara jarak jauh. Sarana pembelajaran jarak jauh tersebut tidak dapat dihindari dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sarana pembelajaran tersebut di antaranya aplikasi google meet, aplikasi zoom, google classroom, youtube, televisi, maupun media sosial whatsapp.  Penggunaan media zoom meeting mempermudah pelaksanaan daring dimana peserta didik lebih mudah untuk mengakses dan mempergunakannyaa. Dengan penggunaan media ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa walaupun tanpa tatap muka. Namun masih dapat dilakukan tatatp muka melalui media zoom meeting. Peneliti menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan angket. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD Dana Punia Singaraja. Dari analisis yang dilakukan melalui penggunaan aplikasi zoom anak-anak lebih antusias dalam proses belajar mengajar selama masa pandemi ini