cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
Wayang Kulit Karya Putu Rekayasa di Desa Banjar Tegeha Ida Ayu Komang Sartika Dewi .; I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. .; I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.29315

Abstract

Artikel ini merupakan bagian dari penelitian “Wayang Kulit Karya Putu Rekayasa di Desa Banjar Tegeha”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur wayang kulit berdasarkan konsep tri angga serta bentuk visual yakni ornament hias pada wayang kulit hasil karya Putu Rekayasa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, data reduction, data display, lalu conclution drawing. Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan berupa dokumentasi wayang kulit yang menarik untuk dibahas secara aspek kerupaannya yang sesuai dengan tujuan penelitian. Sehingga dari proses pengumpulan data, ada enam figur wayang kulit yang digunakan sebagai sampel penelitian. Yakni figur wayang kulit Dewa Wisnu Murka atau Wisnu Murti, Sugriwa, Punakawan Tonglang dan Kenyot, lalu Kayonan Pintu Paduraksa. Hasil penelitian berupa (1) Struktur wayang kulit karya Putu Rekayasa yang terbangun dari tiga pembagian dengan konsep kosmologi hindu yakni Tri Angga, unsur visual seperti garis, bidang, dan warna (2) Detail wayang kulit yang di tatah dengan motif bias membah serta beberapa motif lain yang membentuk atribut asesoris serta busana pada figur wayang kulit.Kata Kunci : wayang kulit, struktur wayang kulit, bentuk visual wayang kulit This Article is part of the research entitled “Shadow Puppet By Putu Rekayasa in Banjar Tegeha Village” This thesis is aimed to describe the structure of shadow puppet based on tri angga concept and also the visual form like decoration ornament on the shadow puppet created by Putu Rekayasa. The data was collected with observation, documentation, data reduction, data display, and conclution drawing technique. In this thesis, the collected data were the documentation of shadow puppet which is interesting to be discussed for its appearance aspect that suits the aim of this thesis. From the collection of the data process, there were 6 figures of shadow puppets that were used as the sample of the thesis. There were the shadow puppets of The God of Wisnu Murka or Wisnu Murti, Sugriwa, Punakawan Tonglang and Kenyot, and Kayonan Pintu Paduraksa. The results of this thesis were (1) the structure of Putu Rekayasa's shadow puppet which made of three partition with the concept of Tri Angga (Hinduism Cosmology), and there were visual element like lines, fields, and colors (2) shadow puppet details with bias membah pattern and some other patterns which made the accessories and fashion atribute for the shadow puppet.keyword : shadow puppet, shadow puppet figure structures, shadow puppet ornament details.
LUKISAN I WAYAN PENGSONG: SEBUAH KAJIAN ESTETIKA HERBERT READ MARGIA SASPINA .; I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si. .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana, M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.29438

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Lukisan I Wayan Pengsong; Sebuah Kajian Estetika Herbert Read” yang pada prinsipnya akan fokus membahas Riwayat hidup dan mengkaji elemen-elemen seni rupa yang memenuhi kriteria estetika dalam lukisan I wayan Pengsong bedasarkan konsep estetika yang dikemukakan oleh Herbert Read. penelitian ini adalah penelitian dekstriptif kualitatif yang secara representatif akan membahas dua pokok bahasan tersebut. Berdasarkan sumber data yang didapatkan melalui wawancara serta karya Pengsong kemudian dianalisis menggunakan tahap reduksi, klasifikasi data, dan verifikasi, yang merupakan metodologi dalam penelitian. Dengan demikian hasil penelitian ini sebagai berikut: Pengsong mencoba mentransfer roh Lombok pada karyanya. Ia menciptakan karya tidak hanya sebatas menuangkan ide melainkan ada perenungan di dalamnya. Kedalaman rasa dan penghayatan terhadap kehidupan. Pengsong menghadirkan karakter yang unik pada karyanya. Mempadupadankan elemen seni rupa yang mampu membawa estetika tersendiri pada karyanya. Elemen-elemen seni rupa hadir dengan pertimbangan yang tepat. Dari garis, warna, nada/ irama, motif-motif struktural, bentuk dan kesatuan yang hadir dalam satu kesatuan yang utuh dengan menawarkan kualitas keindahan pada lukisan. Kata Kunci : lukisan, I Wayan Pengsong, Estetika Herbert Read ABSTRACT This research is titled “Lukisan I Wayan Pengsong; Sebuah Kajian Estetika Read” wich in principle will focus on examine the biography and studying the elements of fine art that meet the aesthetic criteria in I Wayan Pengsong paintings based on aesthetic consept by Herbert Read. This research is a qualitative descriptive study wich will represent the two main topics. Based on data sources obtained through interviews and Pengsongs work then analyzed by using the stages of reduction, data classification, and verification wich are the methodology in the research, thus the results of this research are as follows: Pengsong tried to transfer the spirit of Lombok to his work. He create the work not only to provide ideas but there are reflections on it. The depth of feeling and appreciation of life. Pengsong presents a unique character on his work. Combining present art elements with the right considerations. With the lines, tone/rhytme, structural motifs, form and unity that are present in a unified whole by offering quality beauty on painting. keyword : painting, I Wayan Pengsong, aesthetic of Herbert Read
KERAJINAN ANYAMAN BAMBU DI DESA LOYOK, SIKUR, LOMBOK TIMUR Dede Agi Bahrial
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i3.32691

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui proses pembuatan kerajinan bambu di Desa Loyok, Sikur, Lombok Timur. 2) Untuk mengetahui bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan kerajinan bambu di Desa Loyok, Sikur, Lombok Timur dan 3) Untuk mengetahui apa saja jenis-jenia  kerajinan anyaman bambu di Desa Loyok, Sikur, Lombok Timur. Peneliatan ini jika ditinjau berdasarkan eksplanasinya maka tergolong kedalam jenis penelitian kualitatif. Selanjutnya Penelitian kualitatif disebut juga penelitian interpretive karena data hasil penelitian ini lebih berkenaan dengan interpretasi (pendapat, tafsiran) terhadap data yang ditemukan di lapangan. Data yang akan di interpretasi (pendapat, tafsiran) dalam penelitian ini yakni “Kerajinan Anyaman Bambu di Desa Loyok, Sikur, Lombok Timur”. Dalam penelitan dengan judul “Kerajinan Anyaman Bambu di Desa Loyok, Sikur, Lombok Timur” ini jenis data yang akan di dapat yakni data primer dan data sekunder. Data primer di dapat dari sumber informan yaitu individu atau perseorangan. Data primer ini antara lain, 1) Wawan cara  2) Hasil observasi lapangan, 3) Data-data mengenai informan 4) dokumentasi. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapat oleh peneliti yakni (1) mengetahui proses pembuatan kerajinan bambu di Desa Loyok, Sikur, Lombok Timur, jenis-jenis produk kerajinan anyaman bambu di Desa Loyok, Sikur, Lombok Timur adalah ponjol, lompak, dedungki, tas gegesek, klowok, lompak atom, gegandek. (2) proses pembuatan kerajinan anyaman bambu adalah (a) proses pemilihan bambu (b) proses pengolahan bambu yaitu penebangan bambu, pemotongan bambu, pengirisan bambu, pengecatan irisan bambu dan nembeq.
Analisis Gambar Bak Truk di Bondowoso eky irfirdaus
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i1.34711

Abstract

ANALISIS GAMBAR BAK TRUK DI BONDOWSO Eky Irfirdaus1, I Ketut Sudita2, I Nyoman Rediase3    Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Bahasa dan SeniUniversitas Pendidikan GaneshaSingaraja, Bali, Indonesia e_mail: kykyedhan8@gmail.com1, ketut.sudita@ymail.com2, polenkart@gmail.com3 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bahan dan alat  yang digunakan dalam proses pembuatan, (2) makna latar belakang penciptaan tema gambar bak truk, (3) nilai estetik gambar bak truk. Jenis  penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah adalah pemilik perusahaan yang ada di timur taman kota Bondowoso beserta karyawannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, diskusi , dokumentasi, dan kepustakaan.Hasil penelitian ini menujukkan (1) bahan dan alat  yang digunakan dalam proses pembuatan yaitu: Sekotlet, computer, mesin cetak cutting, cutter, gunting, penggaris, rakel, sprayer, hairdrayer, dan air sampo ; (2) makna latar belakang penciptaan tema gambar bak ruk adalah pokok pikiran yang menjadikan terciptanya sebuah gambar gambar lengkap dengan synopsis, diksi ataupun sarat saji dalam pembentukannya yang meliputi pola pikir dan prasaan seniman dan pemilik truk itu sendiri; (3) nilai estetik gambar bak truk terdiri dari unsur-unsur desain. Kata kunci: gambar, bak truk Bondowoso, nilai estetis AbstrackThis study aims to describe (1) the materials and tools used in the manufacturing process, (2) the meaning of the background of the creation of the truck body image theme, (3) the aesthetic value of the truck body image. This type of research is qualitative research. The subject of the study was the owner of a company in the east of Bondowoso city park and its employees. The data collection techniques used in this study are observation, interview, discussion, documentation, and literature.The results of this study showed (1) materials and tools used in the manufacturing process, namely: Sekotlet, computer, cutting printing machine, cutter, scissors, ruler, rakel, sprayer, hairdrayer, and shampoo water; (2) the meaning of the background of the creation of the truck body image theme is the point of thought that makes the creation of an image complete with synopsis, diction or full of food in its formation which includes the mindset and pre-creation of the artist and the owner of the truck itself; (3) The aesthetic value of the truck body image consists of design elements. Keywords: image, bondowoso truck tub, aesthetic value    PENDAHULUAN  Seni merupakan salah satu unsur dalam sistem kebudayaan yang menjadi bagian dari kehidupan manusia. Hal itu bisa memicu potensi untuk menghasilkan hal-hal yang kreatif dalam segi penciptaan karya seni tersebut, salah satunya adalah penciptaan karya seni rupa. Seni rupa merupakan ungkapan gagasan dan perasaan manusia yang diwujudkan melalui pengolahan media dan penataan elemen serta prinsip-prinsip desain.Seni, berkembang mengalami perubahan sesuai situasi kotanya. Dalam perwujudannya kemudian khususnya terhadap seni urban telah menjelma menjadi sebuah tren fashion, street art (mural dan graffiti), dan bentuk perwujudan lain yang menjadikan kota sebagai latar belakang dalam segala kegiatan tersebut. Gambar ataupun objek yang digunakan untuk mempercantik bak truk jika dilihat dari unsur estetika tentu masih jauh dibanding karya-karya para seniman yang dipamerkan di galeri-galeri. Namun itu justru tidak menjadikan gambar pada bak angkutan truk bukan suatu hal yang tidak indah, meskipun sebagian orang masih ada yang beranggapan sinis dan memandang rendah, karena menampilkan kontent tanpa muatan yang berunsur pendidikan ataupun informasi penting untuk diserap.Aris Darisman (2014) dalam kutipan Bussard, Ward, dan Yee (1999) pernah menulis tentang fenomena kehidupan masyarakat kota, bahwa persoalan keseharian yang dalam esai Charles Baudelaire (1863), The Painter of Modern Life, menjadi insiprasi bagi para pelukis impresionis untuk melukis subjek-subjek modern, subjek-subjek modern dalam wujud persoalan keseharian yang terjadi di sepanjang jalan di kota Paris, jembatan, dan kafe pinggir jalan Melalui karyanya, seniman graffiti dapat menyampaikan berbagai pesan.  Pemikiran tentang menariknya seni rendah ini, dan kemudian menunjukkan bahwa gambar itu tidak selamanya berada di ruang pameran, dengan visual yang memiliki tema-tema yang tentu saja mengusik cara pandang penulis,  antara tema dengan fungsi seni yang ingin diperlihatkan gambar bak truk tersebut untuk dinikmati sebagai pemandangan visual di jalan raya. Dengan kata lain, gambar bak truk ini juga merupakan salah satu fenomena dari budaya populer yang tercipta di Indonesia menjadikan gambar ini memiliki keunikan tersendiri pada media yang digunakan. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, Afiful Ikhwan (2013) mengutip pendapat Jane Richie, penelitian kualitatif adalah upaya untuk menyajikan dunia social dan perspektifnya di dalam dunia, dari segi konsep, prilaku, persepsi, dan personal tentang manusia diteliti.. penelitian ini adalah pak Amari pemilik perusahaan yang ada di timur taman kota Bondowoso beserta karyawannya atau pekerjanya. Lebih tepatnya dilaksanakan di Trans sticker alun-alun Bondowoso  Pendekatan penelitian kualitatif ini bertujuan mencari gambaran yang jelas tentang tema-tema dan fungsi proses Pengungkapan gambaran mengenai situasi dan kondisi tempat Penelitian difokuskan penelitian. Penelitian yang direncanakan dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi    Hasil dan Pembahasan Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat cutting stiker dapat dilihat pada gambar 1 (sekotlet), gambar 2 (mesin cetak cutting stiker), gambar 3 (cutter, gunting, penggaris, rakel. Speyer, hair dryer, dan air sampo).          Gambar 1                                Gambar 2                                Gambar 3 Setelah alat dan bahan diketahui, langkah awal yang dilakukan adalah proses desain gambar di computer menggunakan software coreldraw. Adapun Langkah-langkahnya sebagai berikut: Tahap desain cutting sticker  Tabel 1 Tahap desain cutting stikerNoTahap desain cutting stikerGambarDeskripsi1 Tahap Desaina.Buka software coreldraw      b.Proses desain gambar     Buka software coreldraw pada computer dan Masukan gambar yang akan di desain   Proses desain gambar dan Tahap akhir pembuatan desain gambar menggunakan software coreldrawProses desain gambar dan Tahap akhir pembuatan desain gambar menggunakan software coreldraw   Setelah tahap desain cutting sudah, langkah berikutnya ialah tahap cetak dan tempel desain cutting stiker sebagai berikut:   Tabel 2 Tahap cetak dan tempelNo Tahap cetak dan TempelGambarDeskripsi1.Tahap cetak dan tempel desain cutting sticker     a. peeling atau pengelupasan              b. tempelkan bahan                   Penempelan dan perataan                    Finising                  Setelah selesai mendesain gambar pada bak truk, selanjutnya cetak dan proses bahan menggunakan mesin cutting   Lanjut dengan tahap peeling atau pengelupasan ke bahan cutting, pilah atau seleksi yang ingin ditempel.            Selesai melakukan proses peeling, selanjutnya tempelkan bahan isolasi ke atas cutting agar nanti saat proses pelepasan perekat dasar bawah cutting, bahan cutting yang ingin di tempel masih merekat dengan isolasiatau selotip bening. Sehingga memudahkan kita untuk menempelkan ke bak truk.          Tempelkan bahan cutting yang sudah dibasahi dengan air ke bak truk yang  sesuai dengan desain gambar yang sudah ditentukan dan Ratakan cutting stiker yang sudah di tempel menggunakan rakel.               Untuk finishing, panaskan menggunakan hairdryer         Makna latar belakang konsep tema gambar bak truk Gambar-gambar pada bak truk rupanya tidak hanya sebatas memuat logo dan warna. Namun, terdapat pula tema atau pokok pikiran yang menjadikan terciptanya sebuah gambar gambar lengkap dengan synopsis, diksi ataupun sarat saji dalam pembentukannya.Gambar Tema organik, dalam lukisan di bak truk terjadi penekanan terhadap pentingnya perempuan untuk selalu tampil memikat dengan mempertegas sifat kewanitaannya secara biologis, misalnya memiliki rambut panjang dan bibir merah merekah yang ditampakkan selalu tersenyum. Pencitraan perempuan semacam ini ditekankan lagi dengan menebar isu “natural anomy”, artinya dipastikan tidak banyak yang memvisualisasikan perempuan tua.Gambar 4 Tema ketuhanan, tema yang berhubungan erat dengan kekuasaan tuhan. Seperti tulisan pada gambar “Bahagia itu tidak harus mewah, beristighfar untuk masa lalu, bersyukur untuk hari ini, berdoa untuk hari esok”, yang di visualisasikan sebagai bentuk permohonan ataupun Do’a kepada Tuhan. Do’a yang selalu diucapkan oleh sang supir sebelum berkendara ataupun do’a sang istri sebelum suaminya berangkat bekerja antara lain sebagai berikut :               Gambar 5 Adapun Tema social, tema yang berkaitan dengan hal-hal masalah social.  Antara lain, yakni tulisan dalam gambar berisi Pesan tersirat atas kegundahan sang supir maupun senimannya yang tak tersampaikan pada penguasa ataupun petinggi negara yang dituangkan dan diaplikasikan pada bak truk sebagai rasa sekaligus kecintaan dan kepedulian pada Indonesia antara lain sebagai berikut :Gambar 6   Nilai estetik pada gambar bak trukMenurut Michel foucault dalam teori pascamodern dalam buku Martin Suryajaya (2016:772-776). nilai estetik pada gambar bak truk di bondowoso ialah masalah represnasi visual dimna berkenaan dengan pengarang dan amat di warnai oleh model analisis wacana.    Gambar 7Dimana pada gambar bak truk tersebut, pengarang menampilkan sosok wanita dengan memegang rambut dengan kedua tangannya dengan tulisan “Tatapanmu seakan mengajak bercinta”. Dalam teori pacamodern seperti menurut Foucault, ekspresi dan rambut yang di pegang bukanlah sebuah rambut jika dikaitkan dengan tulisan tatapmu seakan mengajak bercinta (melainkan representasi visual) tidak bertentangan dengan gambar.Gambar 8Pada gambar bak truk di atas, menampilkan teka-teki di antara teks dan gambar. Wanita cantik dengan tulisan la awakmu seng ayune mekso golek seng soge ganteng haha ngaco. pada gambar tersebut mengandung kata-kata dan ambiguitas citra. Secara akal sehat, Bukankah impian seitap orang memiliki hal yang cukup sempurna. Namun, Bisa jadi hal yang sempurna bias didapat asal mengakui dan menerima kekurangannya. Gambar 9Pada gambar ini, secara teori pascamodern menurut Foucault hal ini menjanggal. Dimana semua seakan harus terwujud sesuai pengarang ataupun sang sopir itu sendiri. Gambar wanita tersebut cantik namun tidak pada proporsi menyanjung dan kelayakan. Bias jadi gambar tersebut hanyalah representasi visual, dimana wanita cantic tersebut adalah pesona sang supir.  Gambar 10Pada gambar di atas, kata-kata ditundukkan oleh gambar, gambar tersebut dipaka sejauh berguna untuk memperjelas wacana verbal. Yang menjajarkan secara langsung bentuk visual dan penanda liguistik tanpa ada hub hierarkis di antara keduanya. Seperti ada kesadaran bahwa representasi motif hias berarti menyatakan tentang sesuatu, seperti ada rahasia tersembunyi dalam bentuk motif. Bentuk motif seakan mewah akan kultur budaya.   Adapun unsur unsur nilai estetik pada gambar bak truk di bondowoso, antara lain: Tabel 5 Unsur-unsur nilai estetikNoUnsur Nilai estetikGambarDeskripsi1a. Unsur bentuk        b. Unsur warna         c. Unsur tema          d. Unsur motif hias        gambar tersebut memiliki jenis dua dimensi, dimana gambar pada dinding bak tergolong pada jenis dua dimensi sedang bak tersebut adalah jenis tiga dimensi. warna sebagai warna, warna sebagai representasi alam, warna sebagai lambang/simbol, dan warna sebagai simbol ekspresi. Perempuan cantik memang menjadi idola bagi para supir truk untuk memakainya dalam gambar bak kendaraannya. Hal ini lebih pada identitas seksual mereka yang sampai saat ini berjenis kelamin laki-laki. Laki-laki menjadi normal saat mereka meminta desain perempuan cantik pada bak truk.Motif hias merupakan pola atau gambar yang menjadi hiasan pada sebuah objek. Tujuan menambahkan motif hias antara lain menambah nilai keindahan atau estetika pada objek tersebut itu. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian mengenai Analisis Gambar Bak Truk Di Bondowoso dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut: a) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan gambar bak truk di Bondowoso Sekotlet , Computer, mesin cetak cutting stiker, cutter, gunting, penggaris, rakel, spryaer dan hair drayer. b) Makna latar konsep tema gambar bak truk , antara lain : Tema organic, Tema ketuhanan, Tema social. c) Nilai estetik pada gambar bak truk, sebagai berikut: Secara representasi visual gambar tersebut terdiri dari representasi  visual tidak bertentangan, representasi  visual kata-kata dan ambiguitas, representasi  visual cara pandang pengarang, dan representasi  visual kata-kata ditundukkan gambar.Adapun  unsur-unsur dalam visual antara lain: unsur Bentuk, warna, tema, dan motif hias.Bagi pemilik perusahaan Trans sticker, Untuk meningkatkan kualitas gambar bak truk di daerah Bondowoso disarankan pada perajin untuk mengembangkan ide-ide kreativitasnya dengan mengeksplorasi budaya dan tradisi asli bondowoso dengan mengkemas sekreatif mungkin.Bagi peneliti lain yang akan melanjutkan penelitian dengan menggunakan metode penelitian tindakan (action research) atau penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengaplikasikan gambar cutting stiker pada benda fungsional lainnya. Bagi peneliti yang akan melanjutkan penelitian dengan metode penelitian kualitatif atau kuantitatif disarankan meneliti dari aspek respon atau tanggapan perihal gambar cutting stiker kemungkinan dari sisi produksi dan distribusi.  DAFTAR PUSTAKA Buku: Badudu, .J.S .& .Zain .Sultan .Mohammad. .1996. .Kamus .Umum .Bahasa Indonesia. Jakarta : .Pustaka .Sinar Harapan.Suryajaya, .Martin. .2016. .Sejarah .Estetika .Era .Klasik .Sampai .Kontemporer. .Jakarta Barat: .Gang .Kabel .dan .Inde .book .corner. Jurnal: Darisman, .Aris. .2014. .Karya .Graffiti .Sebagai .Peresentasi .Persoalan .Sosial di Kota Bandung. .HUMANIORA, 5, (2).Hasnidar, Sitti. .2019. .Pendidikan .Estetika dan .Karakter .Peduli .Lingkungan Sekolah. Jurnal .Serambi .Ilmu, 20, (1), 19.Rijali, .Ahmad. .2018. .Analisis .Data .Kualitatif. . Jurnal .Alhadharah, 17, (33)Irwansyah. 2017. .Analisis .Ornamen .Interior .Pada .Ruang  .Balairung .Istana Maimoon. Medan. .Jurnal .Proporsi,  3, (1) Website: Pengertian tema, .https://www.temukanpengertian.com/2015/09/pengertian-tema.html,15/November2020.Sumber peringatan, 27 Maret 2020, Pengertian Garis, Titik dan Bidang beserta Contohnya, Diakses pada 12 Desember 2020, dari   https://www.sumberpengertian.id/pengertian-garis-titik-dan-bidang.Wikipedia, “Truk”[Internet], Truk, 30 Januari 2020, 16:47[diakses 18 Desember 2020] tersedia dari .https://id.wikipedia.org/wiki/Truk.  
PRASI TEMA BUDAYA LOKAL NTT Yohanes Soubirius De Santo
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i2.35790

Abstract

Prasi adalah ilustrasi yang dibuat di atas daun rontal maupun diatas kertas gambar dari jaman dahulu hingga jaman sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memilih kebudayaan lokal daerah NTT yang dapat diaplikasikan pada prasi, (2) memvisualisasi kebudayaan lokal daerah NTT pada prasi. Subjek dalam peneliatian ini adalah prasi sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kebudayaan lokal daerah NTT. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) diskusi, (4) dokumentasi, (5) kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan (1) proses visualisasi kebudayaan daerah NTT pada seni prasi dilakukan dimulai dari tahapan observasi kebudayaan daerah NTT dan bentuk prasi dilapangan, dimulai perancangan beberapa desain dalam memvisualisasikan kebudayaan daeran NTT pada seni prasi, setelah semua hal tersebut dilakukan, visualisasi kebudayaan daerah NTT pada seni prasi mulai proses awal hingga sampai ke tahap akhir, (2) hasil dari proses visualisasi kebudayaan daerah NTT pada seni prasi yaitu tervisualisasikannya beberapa kebudayaan daeran NTT pada seni prasi, pada karya ini memvisualisasikan lima kebudayaan daeran NTT yaitu, kegiatan penangkapan paus di NTT, legenda danau tiga warna, alat musik sasando, legenda pulau komodo, dan yang terakhir adalah tentang tari perang di NTT.
ANALISIS ESTETIK LUKISAN MADE ARIANA Iis Herdiana; Hardiman Hardiman; I Nyoman Rediasa
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i2.35791

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan biografi Made Ariana yang memulai karirnya semenjak kecil beliau memulai berkarya, tetapi awalnya seniman ini melukisan berbagai macam bentuk dan tidak lukisan abstrak, Made Ariana lahir pada 21 juli 1875 di Buleleng,Made Ariana adalah seniman Autodidak yang mempunyai cita-cita besar dulunya masa Kecilnya menjadi seorang seniman yang besar, dia memulai menyukai seniman semenjak beliau SD. Dari sana sudah mencintai Seni khususnya seni lukis, dimasa SD sangat ingin sekali menjadi pelukis terkenal, yang menginspirasikan Made Ariani saat itu adalah Seniman Tino sidin, yang melihat saat di siaran Tv, dan ia terus terpacu, Tamat SD ia ingin bersekolah tapi tidak memiliki biayaya, kemudian ia memilih untuk berkerja ke pantai,mendiskripsikan konsep dan unsur estetik lukisan Made Ariana.Penelitian ini merupakan analisis kualitatif estetika terhadap lukisan Made Ariana. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, wawancara. Hasil dari menunjukan : (1) Made Ariana merupakan seniman autodidak dari Buleleng. Lahir pada tanggal 21-07-1975 yang fokus pada seni lukis khususnya lukisan abstrak, Made Ariana anak kedua dari Nyoman Oka dan Made Wati. Made Ariana juga mencari nafkah dengan menjadi panduan wisata, membawa turis ke laut dengan kapal.(2)Tema alam semesta dan isinya menjadi tema utama dalam lukisan Ariana yang menjadi dasar lukisannya. Seperti yang dikatakan Ariana: "Ketika saya mencintai alam dan isinya, pikiran saya akan menemukan keindahan yang luar biasa.Made Ariana adalah pelukis yang terkenal dengan aliran abstraknya.Prinsip proses pembuatan lukisannya adalah bermimpi setiap bangun tidur. Ia duduk di atas kanvas secepat mungkin untuk menyelesaikan lukisan yang diimpikannya. Ariana menggunakan teknik efek cahaya gelap untuk melukis. Setelah selesai ia akan merasakan / melihat percikan dan efek dalam lukisannya. (3)Dalam lukisan Made Ariana memiliki unsur estetik yang berupa irama, yang terlihat potongan-potongan gambar indah yang teratur secara berulang, serta kesatuan yang menampilkan keutuhan dalam lukisannya yang fokus satu titik objek, ada juga irama, Kesatuan lainnya terlihat pada kuas yang berada di tengah. Kuas ini menampilkan gambar fokus dan indah yang terpampang pas bagian tengah lukisan abstrak Kain dengan berbagai warna ditumpuk menjadi satu membentuk area gambar, dan selembar kain ditempelkan di atas kanva sehingga menimbulkan kesan yang dalam,penekanan,keseimbangan dan proporsi kesederhanaan
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI SENI LUKIS KACA DESA NAGASEPAHA Made Riki Agus Artana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i2.35792

Abstract

Seni Lukis kaca Nagasepaha muncul tahun 1927 diinisiasi Ketut Negara atau dikenal Jro Dalang Diah. Beliau lahir di desa Nagasepaha pada tahun 1909. sebelum melukis, Beliau adalah seorang dalang dan pembuat wayang. Jro Dalang Diah menekuni seni lukis kaca berawal dari Wayan Nitia  kala itu tahun 1927 membawa lukisan kaca menggambarkan orang Cina. Keahlian melukis kaca kemudian diturunkan kepada anak cucu hingga cicitnya, kini sudah 4 generasi menekuni seni lukis kaca. Generasi pertama Jro Dalang Diah sendiri. Seni lukisan kaca Nagasepaha berkarakter unik, karena dari kaca dan dibuat terbalik, dengan tampilan berbeda, lukisan kaca Nagasepaha memiliki ciri khas berbeda dengan Bali selatan. Seni lukisan kaca Nagasepaha telah  menjalani sejarah panjang, tetapi banyak masyarakat belum mengetahuinya, baik masyarakat lokal atau masyarakat mancanegara. Maka, dalam mata kuliah Tugas Akhir ini  digaraplah suatu Branding  untuk mempromosikan keberadaan seni lukisan kaca Nagasepaha yang meliputi beberapa media promosi seperti logo, brosur, poster hingga pembuatan video.
PERANCANGAN VIDEO PROMOSI PERAHU WISATA DI PANTAI PENIMBANGAN, SINGARAJA, BALI Kadek Novi Kumala Pratiwi; Jajang Suryana; Ni Nyoman Sri Witari
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i2.35793

Abstract

Perancangan Video Promosi Perahu Wisata di Pantai Penimbangan ini bertujuan merancang video promosi Perahu Wisata di Pantai Penimbangan dengan tampilan yang komunikatif dan informatif dengan durasi 3.59 menit. Dengan adanya video promosi, maka niscaya keberadaan perahu-perahu nelayan Pantai Penimbangan dapat menjadi aset wisata daerah dan meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan serta penduduk di sekitarnya. Proses merancang karya desain komunikasi visual ini diawali dengan riset data tentang keberadaan perahu dengan observasi langsung ke objek wisata Pantai  penimbangan dan wawancara dengan nelayan di sana.. Menentukan media berkarya, proses berkarya dan proses finishing hingga menjadi sebuah video promosi. Hasil perancangan desain komunikasi visual ini adalah berupa delapan jenis desain media promosi  yaitu satu media utama berupa video berformat AVI dan MP4 dengan durasi tayang 3.59 menit dan diunggah di kanal youtube https://www.youtube.com/watch?v=8dYBsk9X_TA&t=22s
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL SEKOLAH PARIWISATA BALI INTERNASIONAL DI SINGARAJA Gede Rudi Wahyudi
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i3.35807

Abstract

Perancangan media promosi Sekolah Pariwisata Bali International di Singaraja ini bertujuan (1) Untuk mempromosikan Sekolah Pariwisata Bali Internasional dalam berbagai wujud desain komunikasi visual yang menarik dan inovatif dan (2) Untuk melatih kepekaan mahasiswa dala melihat fenomena di lapangan yang berkaitan dengan Desain Komunikasi Visual. Dengan adanya media promosi, maka diharapkan keberadaan Sekolah Pariwisata Bali International lebih dikenal oleh masyarakat umum. Proses merancang media promosi ini dimulai dengan melakukan observasi ke Sekolah Pariwisata Bali International, lalu dilanjutkan dengan melakukan wawancara dengan owner Sekolah Pariwisata Bali International, lalu melakukan pengambilan gambar untuk bahan desain maupun video. Setelah itu, mulai merancanng desain dan video yang hasilnya nanti akan ditunjukkan kepada owner Sekolah Pariwisata Bali International. Hasil nya adalah sembilan jenis media promosi berupa media utama yaitu berupa leaflet dan delapan media pendukung berupa  logo, poster, flyer, stiker, X-Banner, kartu nama, map file dan video profil.
ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL DESA PEDAWA, BULELENG, BALI I Kadek Agus Kuncoro Adi; I Nyoman Sila; I Ketut Sudita
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i3.35809

Abstract

Desa Pedawa merupakan salah satu Desa Bali Aga yang memiliki ciri khas rumah tradisional. Rumah tradisional Desa Pedawa didasari oleh kepercayaan masyarakatnya dengan wujud ruang-ruang sakral yang masih dipertahankan di tengah derasnya perubahan yang terjadi. Suatu upaya pelestarian perlu dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengetahui bentuk serta fungsi dari jenis-jenis rumah tradisional Desa Pedawa. Peneliti menggunakan tipe penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan domain dan taksonomi untuk mendapatkan kesimpulan, sehingga hasil penelitian yang diperoleh yaitu Desa Pedawa memiliki tiga jenis bangunan rumah tradisional yang sangat khas dengan pola kehidupan masyarakatnya. Jenis rumah tradisional ini disebut dengan Rumah Adat Mesegali yang berbentuk kubus dengan 14 tiang pokok, kemudian Rumah Adat Bandung Rangki dengan 16 tiang pokok serta Rumah Adat Sri Dandan dengan 12 tiang pokok yang mana sama-sama berbentuk prisma segilima. Fungsi yang diwadahi diantaranya: fungsi istirahat, memasak dan membuat gula aren, wadah air, keagamaan, sosial, serta penyimpanan.