cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
ESTETIKA RUANG TAMU RUMAH TIPE 45 DI PERUMAHAN PURI PERSADA KEROBOKAN PERMAI SINGARAJA KADEK SURYA DWIPA .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg. .; Dr. I Ketut Sudita, M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i3.23225

Abstract

ESTETIKA RUANG TAMU RUMAH TIPE 45 DI PERUMAHAN PURI PERSADA KEROBOKAN PERMAI SINGARAJA Kadek Surya Dwipa1, Gede Eka Harsana Koriawan2 , I Ketut Sudita3, PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA 2019 e-mail : centunkdrawing@gmail.com , ekaharsana19@gmail.com, ketut sudita@ymail.com. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) potensi artistik bawaan bangunan pada ruang tamu dan elemen hias yang di tempatkan di ruang tamu warga di komplek perumahan Puri Persada Kerobokan Permai; (2) penerapan elemen dan unsur-unsur visual penghias ruang tamu pada rumah warga di perumahan Puri Persada Kerobokan Permai; (3) nilai estetik dari tampilan ruang tamu rumah warga di perumahan Puri Persada Kerobokan Permai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah penghuni rumah di kawasan kompek perumahan Puri Persada Kerobokan Permai dan objek penelitian ini adalah ruang tamu, elemen penghias ruang tamu. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dan kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah analisi domain dan analisi taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemilihan furniture dan elemen hias pada ruang tamu berbeda-beda sesuai apa yang mau di tampilkan oleh si pemilik rumah.(2) unsur- unsur visual terdapat pada kelima sampel rumah yang di teliti dari warna, pencahayaan, dan tata letak. (3) tata letak dari kelima sampel memiliki perbedaan yang diakibatkan dari bentuk reumah,luias ruangan, bentuk tanah yang di banguni. (4) nilai estetik dari kelima sampel rumah ini berbeda –beda. Dikarenakan pemilik ingin menampilkan ruangannya seperti apa dan tujuan pemilik memilih elemen hias pada ruang tamunya. Kata kunci: Estetika, Ruang Tamu, Rumah Tipe 45, di Perumahan Puri Persada Kerobokan Permai Singaraja. Kata Kunci : Estetika, Ruang Tamu, Rumah Tipe 45, di Perumahan Puri Persada Kerobokan Permai Singaraja. ABSTRACT This research aimed to determine: (1) the innate artistic potential of the building in the living rooms and ornamental elements placed in the residents living room in the Puri Persada Kerobokan Permai residential complex;(2) the application of visual elements and elements to decorate the living rooms in the residents houses in Puri Persada Kerobokan Permai residential; (3) the aesthetic value living room display of the residents houses in Puri Persada Kerobokan Perma residential complex. This research was a descriptive study with a qualitative approach. The participants of this research were the occupants of the houses in Puri Persada Kerobokan Permai and the objects of this research were living rooms and living room decoration elements. Furthermore, observation, interview and library were used as the method of collecting the data of this research. Meanwhile, the domain analysis and taxonomy analysis were used as the data of analysis. The result of this study showed that: (1) the choice of furniture and ornamental elements in the living rooms varied based on what the owners want to show. (2) the visual elements were found in the five house samples examined in terms of color, lighting, and layout. (3) the layout of the five samples had differences due to the house shape, room size, and shape of the land built. (4) the aesthetic value of the five houses sample was different it was caused by the owners desire to show and aims to choose their own living rooms decoration elements. Key words: Aesthetic, Living Room, House Type 45, Puri Persada Kerobokan Permai Singaraja Residential. keyword : Aesthetic, Living Room, House Type 45, Puri Persada Kerobokan Permai Singaraja Residential.
KERAJINAN TEMPURUNG KELAPA I MADE MERTAYASA DESA TIYINGTALI KECAMATAN ABANG KABUPATEN KARANGASEM KADEK ANGGA HERIAWAN .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .; Dr. I Ketut Sudita, M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i3.23421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) Bahan dan Alat apa saja yang dipergunakan dalam proses pembuatan kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. (2) Proses Pembuatan kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. (3) Jenis-jenis bentuk dan fungsi kerajinan tempurung kelapa di Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pengrajin tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi, (4) Kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian ini adalah (1) Bahan yang dipergunakan dalam proses pembuatan kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem adalah tempurung kelapa, bambu, benang nilon, cat kayu, lem G, dan cat untuk finishing. Sedangkan alat yang dipergunakan dalam proses pembuatan kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem adalah bor duduk, mata bor buatan, jarum jahit, alat gunting, alat asah/sangihan, kuas dan pisau. (2) Proses pembuatan kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem adalah melalui beberapa tahapan yaitu proses pembuatan desain, proses pemotongan bahan tempurung kelapa, proses pemotongan bambu, proses merangkai dan proses finishing. (3) Jenis-jenis bentuk dan fungsi kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem adalah bokor sebagai tempat bawaan, tempat hidangan makanan ringan, dan tempat bawaan untuk sembahyang bagi umat Hindu dan sebagainya. Keben/Sokasi sebagai tempat banten/sesajen bagi umat Hindu. Petromaks sebagai alat penerangan ruangan dengan energi listrik. Dan vas bunga sebagai hiasan tempat bunga.Kata Kunci : kerajinan, tempurung kelapa This study aims to describe (1) what materials and tools are used in the process of making coconut shell handicrafts I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency. (2) The process of making coconut shell handicraft I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency. (3) Types of shapes and functions of coconut shell handicraft in Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The subject of this research is the coconut shell craftsman I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency. Data collection techniques that were used are; (1) Observation, (2) Interviews, (3) Documentation, (4) Literature. Data analysis techniques that used in this study are domain analysis and taxonomic analysis. The results of this study are (1) The materials used in the process of making coconut shell handicraft I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency are coconut shell, bamboo, nylon yarn, wood paint, G glue, and paint for finishing. While the tools used in the process of making coconut shell handicraft I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency are sitting drills, artificial drill bits, sewing needles, scissors, sharpening tools, brushes and knives. (2) The process of making coconut shell handicraft I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency is through several stages, namely the process of making design, the process of cutting coconut shell material, the process of cutting bamboo, the process of stringing and the process of finishing. (3) Types of shapes and functions of coconut shell handicraft I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency are bowl as a place of origin, place for snack food, and a place for prayer for Hindus and so on. Keben / Sokasi is a place for offerings for Hindus. Petromax as a room lighting device with electrical energy. And flower vase as decoration of flower placekeyword : handicraft, coconut shell
Sejarah Komunitas Studio Grafis Undiksha Putra Wali Aco .; Dr. I Nyoman Sila, M.Hum. .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana, M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i3.23731

Abstract

Artikel ini merupakan bagian dari penelitian “Komunitas Studio Grafis Undiksha”.Artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejarah Komunitas Studio Grafis Undiksha. Sumber data berasal dari hasil observasi, wawancara langsung kepada setiap seniman yang bergabung dalam komunitas. Dokumentasi pada penelitian ini berupa buku, katalog pameran, dan koran. Data kemudian dianalisis secara kualitatif. Artikel ini sampai pada kesimpulan yaitu sejarah terbentuknya Komunitas Studio Grafis Undiksha berawal pada tahun 2009 dari kegelisahan mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Rupa Undiksha pada medan sosial seni rupa yang terpusat pada seni lukis dan seni patung. Kata Kunci : Sejarah, Komunitas Studio Grafis Undiksha, Seni Grafis This article is part of the research entitled "Undiksha Printmaking Studio Community". This article aims to find out the history of Undiksha Printmaking Studio Community. The data source comes from observations, direct interviews with each artist who joins the community. Documentation in this research is in the form of books, exhibition catalogs and newspapers. Data were then analyzed qualitatively. This article comes to the conclusion that the history of the establishment of the Undiksha Graphic Studio Community began in 2009 from the anxiety of Undiksha Fine Arts Education Study Program students in the social field of fine arts that was centered on painting and sculpture.keyword : History, Undiksha Printmaking Studio Community, Printmaking
Proses Kreatif Perempuan Pelukis Tradisional Bali Anak Agung Istri Ratih Aptiwidyari .; Dra. Luh Suartini, M.Pd. .; Dr. Drs. Hardiman, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i3.23732

Abstract

Abstrak Artikel ini merupakan bagian dari penelitian Eksistensi Perempuan Pelukis Tradisional Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kreatif perempuan pelukis tradisional Bali. Subjek dalam penelitian ini adalah kelima perempuan pelukis tradisional bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik 1. Observasi, 2. Wawancara, 3. Dokumentasi, 4. Kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ide awal atau inspirasi perempuan pelukis tradisional bali dalam membuat karya berasal dari dalam dirinya dan juga berasal dari orang lain. Tema pada karya perempuan pelukis tradisional Bali yaitu: permaslahan gender, kehidupan sehari-hari, dan cerita pewayangan. Kelima perempuan pelukis tradisional Bali memanfaatkan waktu luang untuk berkarya. Kata Kunci : proses kreatif, perempuan, pelukis, tradisional Bali This article is part of a research into the existence of traditional Balinese painter women. This research aims to describe the creative process of Balinese traditional painter women. The subjects in this study were the five Balinese traditional painter women. This research is a qualitative descriptive study. Data collection in this study uses techniques 1. Observation, 2. Interview, 3. Documentation, 4. Literature. The results of this study indicate that the initial idea or inspiration of Balinese traditional painter women in making works originated from within themselves and also from other people. Themes on the work of traditional Balinese painter women are: gender issues, daily life, and wayang stories. The five Balinese traditional painter women use their free time to workkeyword : Creative process, women, painter, traditional Balinese
PELATIHAN KERAJINAN DI LAPAS KELAS 2B SINGARAJA Miyya Mutiasaphira Ansi .; I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. .; Dr. I Nyoman Sila, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i3.23744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) program pelatihan di Lapas Kelas 2B Singaraja, (2) proses pelatihan kerajinan di Lapas Kelas 2B Singaraja, (3) jenis produk kerajinan di Lapas Kelas 2B Singaraja. Subyek penelitian adalah warga binaan di Lapas Kelas 2B Singaraja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metoda pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Lapas Kelas 2B Singaraja telah menyediakan program pelatihan kerajinan yang berbahan dasar koran bekas dan berjalan secara rutin, guna memberikan pengalaman baru atau mengasah kemampuan warga binaan selama berada didalam Lapas, (2) Tidak ada mentor khusus dalam proses pelatihan kerajinan, sehingga warga binaan belajar secara otodidak dengan melihat, mencoba, dan juga dibantu para warga binaan yang lainnya jika ada kesulitan dalam proses pembuatan kerajinan. (3) jenis produk kerajinan yang dihasilkan warga binaan di Lapas Kelas 2B Singaraja antara : Bokor, Kotak Tissue, Sokasi, Miniatur Motor, dan Celengan.Kata Kunci : Pelatihan, Kerajinan. Lapas. This study aims to find out: (1) Training program in Singaraja Class 2B Prison, (2) the handcraft training process in Singaraja Class 2B Prison, (3) types of handicraft products in Singaraja Class 2B Prison. The subject of this study were inmates in Singaraja Class 2B Prison. Descriptive qualitative research design was used in this proposed study. Data collection methods used in this study were observation, interview, and documentation. The findings of the study revealed that (1) Singaraja Class 2B Prison has provided handcraft training programs that are made from used newspapers and has been run routinely, to provide new experiences or shape the abilities of the inmates while in prison. (2) There was no special mentor in the handcraft training process, so that the inmates learn by themselves through seeing, trying, and also assisted by other inmates if there were difficulties in the process of making handcrafts. (3) The types of craft products produced by the inmates resident in Singaraja Class 2B Prison are: Bokor, Tissue Box, Sokasi, Miniature Motorbike, and Piggy Bank.keyword : Training Program, Craft, Prison
ANALISIS PEMBELAJARAN MURAL DI SMP NEGERI 1 ROGOJAMPI MONICA AYU RAYINDRA .; Dr. I Ketut Sudita, M.Si. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.26323

Abstract

Penelitian ini merupakan bentuk kegiatan belajar mengajar dalam proses mendidik siswa yang menerangkan ilmu-ilmu bermanfaat bagi siswa. Pendidik menerapakan proses pembelajaran mural kepada siswa yang masih duduk di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Proses Pembelajaran Mural Siswa Kelas IX A sampai IX F, (2) Hasil Belajar Mural Siswa Kelas IX A sampai IX F sebelum dan sesudah berkarya. Manfaat penelitian ini dapat memberikan bentuk pembelajaran yang lebih efektif, kreatif dan medorong interaksi siswa ke pendidik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian ini menujukkan (1) Proses Pembelajaran Mural Siswa Kelas IX A sampai IX F berdasarkan kurikulum yang ada di SMP Negeri 1 Rogojampi dan sesuai silabus KD yang bertujuan untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan belajar mengajar dengan membuat Rencana Pembelajaran (RPP), Materi Ajar, dan Pelaksanaan Pembelajaran. (2) Hasil Belajar Mural Siswa Kelas IX A sampai IX F sebelum dan sesudah berkaraya berdasarkan bentuk atau isi seperti bentuk hasil desain (sebelum), proses mendesain, alat dan bahan dan bentuk hasil mural (sesudah), proses membuat mural di media dinding kemudian isi antara lain dari unsur rupa dan simbol. Dari hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan dengan ruang lingkup maupun objek penelitian yang lebih luas lagi dan hasil lebih berkualitas. Penelitian ini penting untuk diteliti sebagai perkembangan proses pembelajaran. Pentingnya penelitian ini dilakukan untuk mengungkap lebih dalam tentang Analisis Pembelajaran Mural di SMP Negeri 1 Rogojampi. Kata Kunci : Pembelajaran Lukisan Mural This research is a form of teaching and learning activities in the process of educating students that explains the science that is beneficial to students. Educators apply the mural learning process for students who are still in junior high school. This study aims to describe (1) the Learning Process of Killer Students in Class IX A to IX F, (2) Learning Outcomes of Class IX A to IX F students before and after they were made. The benefits of this research can provide more effective, creative and forms encourage student interaction with educators.This research is a descriptive qualitative research. Data collection techniques used were observation, interviews, documentation and literature. Data analysis methods used in this study are domain analysis and taxonomic analysis. The results of this study show (1) the Learning Process Murals of Class IX A to IX F students based on the existing curriculum at SMP Negeri 1 Rogojampi and in accordance with the KD syllabus that seeks to simplify and facilitate teaching and learning activities by making Learning Plans (RPP), Teaching Materials, and Learning Implementation. (2) Student Learning Outcomes of Class IX A to IX F before and after work based on the form or content such as design results (before), the design process, tools and materials resulting from the mural (after), the process of making murals on the wall media then the contents include from form and symbol. From the results of this study, it is recommended that further research be carried out with a wider scope and object of research and higher quality results. This research is important to be studied as the development of the learning process. The importance of this research was conducted to reveal more deeply about the Analysis of Mural Learning in SMP Negeri 1 Rogojampi.keyword : Learnings of Mural Painting
Analisis Ikonografi Motif Subahnale Kain Songket Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah WAHYU AMALIA PUTRI .; Dr. Drs. Hardiman, M.Si. .; Dr. I Nyoman Sila, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.27479

Abstract

Analisis Ikonografi Motif Subahnale Kain Songket di Desa Sukarara, merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan: 1) Untuk mendeskripsikan praikonografi motif Subahnale kain songket Sukarara, kecamatan Jonggat kabupaten Lombok Tengah, 2) Untuk mendeskripsikan ikonografi motif Subahnale kain songket Sukarara, kecamatan Jonggat kabupaten Lombok Tengah, 3) Untuk mendeskripsikan interpretasi ikonologis motif Subahnale kain songket Sukarara, kecamatan Jonggat kabupaten Lombok Tengah. Data diperoleh melalui tahap observasi dan wawancara terhadap masyarakat, pemuka adat, budayawan, kepala desa, pemilik kerajinan, pengrajin, dan ahli bahasa Arab kemudian data diolah dengan model Miles dan Huberman (1984) yakni dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. (1) Pada tahap pra-ikonografi dijelaskan asal dari kata Subahnale yakni Subhanallah yang artinya Maha Suci Allah. Merupakan kalimat tasbih yang diucapkan untuk memberikan puji-pujian kepada Allah subhanahu wa ta’la. (2) Tahap kedua yakni ikonografi, didapatkan arti dan makna motif Subahnale tidak hanya dari penamaan namun juga dari motif kain songket Subahnale yang pertama kali ditenun juga motif pengembangan lainnya. (3) Interpretasi ikonologis yakni tahap terakhir, didapatkan hasil analisis motif Subahnale dan motif pengembangannya berdasarkan filosofis dari apa yang terkandung ataupun yang terlihat. Motif Subahnale, secara keseluruhan menceritakan tentang bagaimana manusia menjalani hidup seharusnya.Kata Kunci : ikonografi, kain songket, Subahnale. An iconography analysis of Songket Fabric with Subahnale Pattern in Sukarara Village is a qualitative research which aimed to describe iconography analysis in three steps, such as pre-iconography analysis, iconography, and iconology interpretation step. The data in this research were collected through observation and interview toward society, a trusted person who in charge in custom and cultural stuff, cultural observer, headman of Sukarara Village, handicraft owners, craftsman, and Arabic expert. The data were processed by applying the model formulated by Miles and Hubarman (1984). There were three steps done in processing the data, namely data reduction, data display, and conclusion drawing. It was contained some result, such as (1) In the pre-iconography step, it was describe that the word of “Subahnale” refers to “Subhanallah” which means holy god Allah. It is a holy word said by Moeslems as a praise to Allah subhanahu wa ta’ala. (2) In the iconography as the second step, it was found that the meaning of Subahnale pattern did not only come from the naming but also from the pattern of the first Subahnale fabric and other development. (3) In the iconology interpretation as the last step, it was found the analysis result of Subahnale pattern and its development based on the philosophy of what is contained and seen. Generally, Subahnale pattern tells hown human should run their lives. keyword : Iconography, Songket Fabric, Subahnale.
BATIK PEWARNA ALAMI PRODUKSI RUMAH BATIK RADIYAH DI SITUBONDO Nur Kholila
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i3.27531

Abstract

Artikel ini merupakan bagian dari penelitian “Batik Pewarna Alami Produksi Rumah Batik Radiyah Di Situbondo”. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses batik pewarna alami produksi Rumah Batik Radiyah di Situbondo, (2) proses pembuatan batik pewarna alami di Rumah Batik Radiyah di Situbondo, (3) nilai estetik yang terdapat pada batik pewarna alami produksi Rumah Batik Radiyah di Situbondo. Jenis  penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah perajin rumah batik “Radiyah” di Patokan Situbondo,Jawa Timur.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara,dokumentasi, dan kepustakaan.Hasil penelitian ini menujukkan (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan batik pewarna alami di Rumah Batik Radiyah berupa : pensil 2B, canting, wajan, kompor listrik, kompor gas, tali penyangga, panci, ember, tongkat kayu, saringan, kain sutra, malam, soda ash, TRO, tawas, kulit kayu tingi, kulit kayu tegeran, tunjung dan air. (2) proses pembuatan batik pewarna alami di Rumah Batik Radiyah meliputi; proses mordanting pada kain, membuat desain motif pada kain menggunakan pensil, proses nyanteng, proses ekstraksi warna atau proses pembuatan pewarna alami, proses pembuatan larutan fiksasi yatiu larutan pengunci wrna agar tidak mudah luntur, proses pencelupan warna, dan yang terakhir yaitu proses ngelorot melepas malam yang menempel pada kain. Nilai estetik yang terdapat pada batik pewarna alami produksi Rumah Batik Radiyah di Situbondo tidak terlepas dari unsur unsur seni rupa, dasar dasar penyusunan (prinsip desain), dan hukum penyusunan (asas desain). Kata-kata kunci: pewarna alami, proses pembuatan, nilai estetik
PADMA PANJALU JAYATI MOTIF TENUN IKAT BASED ON THE RELIEFS OF THE KEDIRI KINGDOM TEMPLE Frans Aditia Wiguna; Erwin Putera Permana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.27902

Abstract

Woven cloth is made diverse in various regions in the archipelago, especially in Java Island, where each region has its own uniqueness and special characteristics in terms of motif and colors. the Difference be caused by location geographical, beliefs, customs and the surrounding natural conditions including flora and fauna, each region has certain differences and uniqueness as well as contacts or relationships between regions. “Its history can be observed from the batik motif itself, including painting of plants, animals and stories of antiquity” (Prasetyo, 2010:28). Design is a framework of form or design and motif are a style (Indonesian Dictionary, 1990:200). The stage of analyzing the main problem in this study is the weaving model/ weaving design/ weaving motif with the reliefs of the legacy temples of Kediri Kingdom, this study was reviewed qualitatively. To find out the dynamics of ikat waving design in Kediri, the problem formulation is how do weaving models in Kediri by applying designs/ motifs from temple reliefs? Culture can be observed from two points of view. First, limiting culture from an artistic point of view (temple relief). Second, are looking for a new motif model for Kediri weaving.
ALIH KETERAMPILAN SENI LUKIS GAYA BATUAN OLEH KOMUNITAS BATURULANGUN BATUAN Ni Wayan Erica Dewi; Agus Sudarmawan; I Gusti Ngurah Sura Ardana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.28113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Latar belakang peserta didik dari komunitas Baturulangun dalam kegiatan alih keterampilan melukis gaya Batuan, (2) Proses alih keterampilan oleh komunitas Baturulangun di dalam mengajarkan melukis gaya Batuan pada peserta didiknya, dan (3) Hasil karya para peserta didik dari komunitas Baturulangun dalam kegiatan alih keterampilan melukis gaya Batuan. Subjek dan Objek penelitian ini adalah karya lukis dan katalog dari komunitas Baturulangun sebagai refrensi belajar peserta didiknya, serta  proses alih keterampilan seni lukis gaya Batuan. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) hal yang melatarbelakangi peserta didik yang mengikuti kegiatan alih keterampilan untuk belajar melukis bukan hanya sekedar hobi, namun juga karena kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya yang sudah turun temurun. (2) Proses alih keterampilan melukis gaya Batuan diawali dengan pemahaman tentang lukis Gaya Batuan, dilanjut dengan pemahaman bentuk ornament bali dan ukiran bali, setelah itu diberikan pemahaman tahapan-tahapan dalam melukis gaya Batuan. (3) Hasil dari lukisan gaya Batuan yang dibuat murid-murid dari kelompok akademik, cantrik, dan pewarisan memiliki tingkat kemiripan yang berbeda, hasil lukisan anak-anak kelompok cantrik dan pewarisan lebih mendekati ciri-ciri dari seni lukis gaya Batuan. Walaupun hasilnya berbeda tetapi dapat memberi manfaat bagi para pembelajar antara lain melatih kreatifitas, membina sikap kecermatan dan ketekunan, kerapian dan mengembangkan sensitifitas. Selain itu, memupuk bakat dan minat dalam keterampilan melukis gaya Batuan.