cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
Kerajinan Perhiasan Emas Di Desa Tegak, Klungkung I Made Suarpradana K
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i2.42325

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Untuk mengetahui bahan dan alat yang digunakan dalam proses pembuatan perhiasan emas oleh pengrajin di desa Tegak, Klungkung. (2) Untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan perhiasan emas di desa Tegak, Klungkung. (3) Untuk mengetahui jenis-jenis produk yang di hasilkan oleh pengrajin emas di desa Tegak, Klungkung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kualitatif. Objek penelitian ini adalah kerajinan emas di dea Tegak, Klungkung. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan keperpustakaan.  Hasil penelitian menunjukkan, (1) terdapat bahan dan alat yang dipergunakan, untuk bahannya adalah emas, biji tembaga, Hcl (asam klorida), tawas, pijer (boraks), sendawa, garam, dan buah lerak. Alat yang dipergunakan untuk mendukung proses pembuatan perhiasan emas antara lain pengaudan, penglindesan, sikat, pembaringan, palu, pahat (tatah), tusuk bungkung(cincin), tang, gunting emas, gunting plat, kikir, gesik sangling, leter, bor tangan, nomor ukuran cincin, penyemplongan (penyetakan emas), gergaji emas, selaksakan, dodokan, pacal, pengeplakan cincin, catokan, blander kompor, tempat penyepuhan, kuas, dan jangka/paser. Sedangkan alat mesin yang di gunakan yaitu, dinamo pemolisan, timbangan digital, dan  bor listrik. (2) proses analisis pembuatan perhiasan emas yang pertama yaitu mulai dari pembuatan desain sampai dengan proses penyepuhan (finishing) (3) untuk produk perhiasan yang dihasilkan berupa kalung, cincin, gelang, bros, dan anting. Kata-kata kunci: kerajinan, emas AbstractThis study aims to find out about (1) To find out the materials and tools used in the process of making gold jewelry by craftsmen in the village of Tegak, Klungkung. (2) To find out how the process of making gold jewelry in the village of Tegak, Klungkung. (3) To find out the types of products produced by gold craftsmen in the village of Tegak, Klungkung. The type of research used is descriptive qualitative research. The object of this research is gold craft in the village of Tegak, Klungkung. Methods of data collection is done by using the method of observation, interviews, documentation, and libraries.The results showed, (1) there were materials and tools used, for the ingredients were gold, copper ore, Hcl (hydrochloric acid), alum, pijer (borax), saltpeter, salt, and lerak fruit. Tools used to support the process of making gold jewelry include grinding, grinding, brush, laying, hammer, chisel (inlay), bungkung (ring), pliers, gold shears, plate scissors, file, gesik sangling, leter, hand drill, ring size number, pememplongan (gold insertion), gold saw, selaksakan, dodokan, pacal, ring packing, straightener, stove blander, gilding holder, brush, and compass/paser. Meanwhile, the machine tools used are polishing dynamos, digital scales, and electric drills. (2) the analysis process of the first gold jewelry making, starting from the design to the finishing process (3) for the jewelry products produced in the form of necklaces, rings, bracelets, brooches, and earrings. Keywords: craft, gold
PROSES KREATIF SENIMAN LUKIS WAHYU NUGROHO KABUPATEN PASURUAN Bunga Widiya Larashati; Warih Handayaningrum; Eko Wahyuni Rahayu
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.42930

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui secara mendalam proses kreatif seniman lukis Wahyu Nugroho dalam menciptakan dan mengembangkan karya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini di kediaman Wahyu Nugroho. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan perjalanan hidup  Wahyu Nugroho sebagai seniman seni rupa di kabupaten Pasuruan yang mengalami perkembangan setiap waktu, proses kreatif dalam berkarya lebih menekankan pada gaya plurall yang bersumber dari intuisi dan imajinasi dengan beberapa tahap seperti persiapan, pengeraman dan verifikasi agar karya yang dihasilkan menjadi sempurna. Konsep penciptaan karya dengan judul IMAJI dan Berteriak Tanpa Suara menekankan pada gaya  plural painting multi-etnis, multi-teknik, dan multi style dengan memperjelas  pemahaman intuisi sehingga karya yang dihasilkan bersifat actual, kontekstual, dan orisinal.
PEMBUATAN SEDOTAN BAMBU DI DESA SINABUN BULELENG BALI Saputero, Gede Adi; Sudita, I Ketut; Koriawan, Gede Eka Harsana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v12i1.43263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan sedotan bambu di Desa Sinabun (2) Proses pembuatan sedotan bambu yang berisi gambaran wayang di Desa Sinabun.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Subjek penelitian ini adalah Gede Suarsa Ariawan dan objek penelitian ini adalah sedotan bambu karya Gede Suarsa Ariawan.  Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan kepustakaan.  Analisis data yang digunakan adalah analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:   (1) Bahan dan alat untuk membuat: ranting bambu untuk bahan utama untuk dijadikan sedotan bambu dan alat digunakan pensil, penggaris, grinda, amplas, sikat sedotan, setavol, solder, kawat tembaga, senargitar, panci dan kompor.  (2) Proses pembuatan sedotan bambu yang berisi gambar wayang di Desa Sinabun  yang dibuat Gede Suarsa Ariawan dimulai dengan persiapan: membuat sedotan bambu yang berisi gambar wayang, persiapan bahan dan alat, bahan sedotan bambu, alat setavol, solder kawat tembaga, senar, proses pembuatan: membuat sedotan bambu terlebih dahulu terus membuat gambar dengan menggunakan solder yang sudah disiapkan;  proses finishing: proses perebusan menggunakan panci dan kompor stelah itu proses pengeringan.  Kata kunci: Ide kreatif, pembuatan sedotan bambu di Desa Sinabun Singaraja, bahan dan alat sedotan bambu, Gede Suarsa Ariawan
PEMANFAATAN LIMBAH BESI UNTUK DIJADIKAN GAMELAN GENDER OLEH BAPAK I WAYAN SUKARTA DI BANJAR DINAS TULAMBEN KARANGASEM Dede Muflyhudin
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v12i1.43443

Abstract

Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Untuk mengetahui bahan dan alat yang digunakan dalam proses pembuatan pembuatan kerajinan gamelan gender besi Bapak I Wayan Sukarta. (2) Untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan kerajinan gamelan gender besi Bapak I Wayan Sukarta. (3) Untuk mengetahui bentuk ornamen yang dihasilkan dari kerajinan gamelan gender besi Bapak I Wayan Sukarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian sebagai berikut (1) terdapat bahan dan alat yang dipergunakan, untuk bahannya adalah besi bekas per mobil, kayu nangka, bambu tali (apus), tali plastik, tali kulit sapi, lem epoxy, dan klir. Alat yang dipergunakan untuk mendukung proses pembuatan gamelan gender antara lain mesin las, grinda tangan, grinda bubut, mata grinda, amplas, alat penempa, gunting, kuas, gergaji kayu, pahat, meteran, dan tang jepit panjang. (2) proses analisis pembuatan gamelan gender yang pertama yaitu mulai dari pemilihan bahan sampai proses pembentukan dan perakitan. (3) Untuk bentuk ornamen yang dihasilkan seperti ornamen stilasi dari kepala ayam, ornamen stilasi dari brutu ayam, dan ornament stilasi dari tumbuhan. Kata-kata Kunci: Gamelan gender Abstrak  This study aims to find out about (1) To find out the materials and tools used in the process of making the iron gender gamelan craft Mr. I Wayan Sukarta. (2) To find out how the process of making iron gender gamelan crafts, Mr. I Wayan Sukarta. (3) To find out the shape of the ornaments produced from the iron gender gamelan craft, Mr. I Wayan Sukarta. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, documentation, and literature. The results of the study are as follows (1) there are materials and tools used, for the materials are scrap metal per car, jackfruit wood, bamboo rope (apus), plastic rope, cowhide rope, epoxy glue, and clear. The tools used to support the process of making gender gamelan include welding machines, hand grinders, lathe grinders, grinding wheels, sandpaper, forging tools, scissors, brushes, wood saws, chisels, tape measure, and long pliers. (2) the analysis process of making the first gender gamelan, starting from the selection of materials to the process of forming and assembling. (3) For the resulting ornaments, such as stylized ornaments from chicken heads, stylized ornaments from brutu chickens, and stylized ornaments from plants. Keywords: Gamelan gender
PEMBUATAN PATUNG TARI BARIS MENGGUNAKAN BAHAN DAUR ULANG KARDUS Kadek Joning Prayoga
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v12i1.43445

Abstract

Abstrak  Tujuan dari pembuatan skripsi ini adalah untuk mengetahui (1) Proses pengolahan bahan daur ulang kardus kedalam seni patung. (2) Teraplikasikannya pengolahan material daur ulang kardus kedalam seni patung.Obyek yang dikaji dalam penelitian ini adalah patung karya penulis yaitu I Kadek Joning Prayoga. Pendekatan ini menggunakan metode penelitian R&D (Research and Development). Kegiatan pertama adalah melakukan penelitian dan studi literatur untuk menghasilkan rancangan produk tertentu, dan kegiatan kedua adalah pengembangan yaitu menguji efektifitas, validasi rancangan yang telah dibuat, sehingga menjadi produk yang teruji dan dapat dimanfaatkan masyarakat luas. Menurut Mulyatiningsih (2012: 161), penelitian dan pengembangan bertujuan untuk menghasilkan produk baru melalui proses pengembangan. Beberapa teori dan pendapat yang dihimpun menyebutkan bahwa (1) pada dasarnya keberadaan pendaurulangan limbah menjadi karya patung merupakan kegiatan yang dilakukan karena keterbatasan pada bahan baru. (2) Mengenai bahan yang digunakan cukup sederhana yaitu : kardus, kertas bekas, kawat, kaleng bekas, clay, kayu, pipa aluminium, cat warna dan cat clear. (3) Mengenai alat yang digunakan yaitu : pisau cuter, gunting, gergaji besi, tang, amplas, dan bor cun.(4) proses pembuatan meliputi: pemilahan bahan, pembuatan sketsa, pe mbuatan rangka, pembuatan bentuk dasar, pembuatan payasan, penditailan, dan finishing. Kata-kata Kunci: Patung kardus Abstrak  The purpose of making this thesis is to find out (1) the processing of recycled cardboard materials into sculpture. (2) The application of recycled cardboard material processing into sculpture. The object studied in this research is a sculpture by the author, I Kadek Joning Prayoga. This approach uses the R&D (Research and Development) research method. The first activity is conducting research and literature studies to produce a specific product design, and the second activity is development, namely testing the effectiveness, validation of the design that has been made, so that it becomes a tested product and can be utilized by the wider community. According to Mulyatiningsih (2012: 161), research and development aims to produce new products through the development process. Several theories and opinions collected stated that (1) basically the existence of recycling waste into sculptures was an activity carried out due to limitations on new materials. (2) Regarding the materials used, it is quite simple, namely: cardboard, used paper, wire, used cans, clay,wood, aluminum pipes, color paint and clear paint. (3) Regarding the tools used, namely: cutter knife, scissors, hacksaw, pliers, sandpaper, and cun drill. (4) the manufacturing process includes: sorting materials, making sketches, paintingmaking frames, making basic shapes, making payasans, detailing, and finishing. Keywords: Kardboard sculpture
Sokasi Desa Kayubihi Bangli I Gede Bayu Saputra
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v12i1.43684

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan pengrajin sokasi di Desa Kayubihi, Kabupaten Bangli. (2) Untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan kerajinan sokasi di Desa Kayubihi, Kabupaten Bangli. (3) Untuk mengetahui motif sokasi yang dihasilkan oleh pengrajin di Desa Kayubihi, Kabupaten Bangli. (4) Untuk mengetahui fungsi kerajinan sokasi di desa Kayubihi, Kabupaten Bangli.  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kualitatif. Objek penelitian ini adalah kerajinan sokasi di Desa Kayubihi, Kabupaten Bangli. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan keperpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan, (1) terdapat alat dan bahan yang dipergunakan, untuk alatnya adalah kapak, gergaji, sabit, pisau, gunting, meteran, tang, kuas. Bahan  yang dipergunakan untuk membuat kerajinan sokasi antara lain bambu, cat kayu, lem, cat transparan. (2) proses pembuatan kerajinan sokasi yang pertama yaitu mulai dari mencari bambu sampai dengan proses finishing. (3) untuk motif sokasi yang dihasilkan adalah motif semanggi, motif suastika, motif kincir, motif pis bolong, motif matahari, motif batun timun, motif bungan bun.Kata-kata kunci: kerajinan, anyaman, sokasi Abstract                This study aims to find out about (1) To find out the tools and materials used by sokasi craftsmen in Kayubihi Village, Bangli Regency. (2) To find out how the process of making sokasi crafts in Kayubihi Village, Bangli Regency. (3) To find out the sokasi motif produced by craftsmen in Kayubihi Village, Bangli Regency. (4) To find out the function of sokasi crafts in Kayubihi village, Bangli Regency. The type of research used is descriptive qualitative research. The object of this research is the sokasi craft in Kayubihi Village, Bangli Regency. Methods of data collection is done by using the method of observation, interviews, documentation, and libraries. The results showed, (1) there were tools and materials used, for the tools were axes, saws, sickles, knives, scissors, tape measure, pliers, brushes. The materials used to make sokasi crafts include bamboo, wood paint, glue, transparent paint. (2) the process of making the first sokasi craft, starting from looking for bamboo to the finishing process. (3) the resulting sokasi motifs are the clover motif, the suastika motif, the pinwheel motif, the pis bolong motif, the sun motif, the batun timun motif, and the bungan bun motif.Keywords: craft, woven, sokasi
LUKISAN KACA KETUT SANTOSA (SEBUAH TINJAUAN ESTETIKA TRADISI BALI) Cintia Sanyati br Perangin Angin
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v12i1.43833

Abstract

ABSTRAK          Seni lukis kaca Desa Nagasepaha memiliki nilai tradisi yang tinggi. Kreativitas seni yang dituangkan di dalam lukisan tradisi dengan medium kaca, membuat hal tersebut memiliki keunikan tersendiri. Artikel ini merupakan bagian dari skripsi yang berjudul “Lukisan Kaca Ketut Santosa (Sebuah Tinjauan Estetika Tradisi Bali)”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja unsur estetika tradisi Bali yang terkandung dalam lukisan Ketut Santosa dan bagaimana produksi lukisan kaca Ketut Santosa. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang digunakan yaitu, observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur estetika seni lukis kaca yaitu, kontur, repetisi, irama dan dialek ke idiolek dan produksi lukisan kaca Ketut Santosa dilakukan melalui berbagai tahapan yaitu proses pembuatan yang meliputi tahap sketsa, nyigar, nyawi, pewarnaan dan menggambar latar. Kata Kunci : Lukisan Kaca, Estetika, Tradisi
PENGGUNAAN MEDIA DARING DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA PADA MASA PANDEMI COVID-19 I Kadek Anggardana Yasa; Hardiman Hardiman; Luh Suartini
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v12i1.44155

Abstract

Penelitiaan ini merupakan penelitiaan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan Proses Pembelajaran mahasiswa program studi Pendidikan seni rupa Universitas Pendidikan Ganesha pada masa pandemic Covid-19. Pada tahun 2019 dunia digemparkan oleh wabah virus Covid-19. Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan untuk melaksankan School from Home diupayakan untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19. Program studi Pendidikan seni rupa di Universitas Pendidikan Ganesha merupakan salah satu yang mengikuti program SFH ini. Media daring digunakan sebagai sarana pendukung perkuliahan online di masa pandemic. Dosen dan mahasiswa menggunakan media daring untuk perkuliahan secara teori dan juga praktik selama SFH berlangsung. Pada penelitiaan ini peneliti menggunakan 10 responden, yaitu 6 responden dari dosen program studi pendidikan seni rupa dan 4 responden dari mahasiswa program studi Pendidikan seni rupa. Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara secara tak terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitiaan ini mengungkap bahwa media daring berpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa program studi Pendidikan seni rupa khususnya mata kuliah teori. Namun kendala yang dihadapi oleh mahasiswa dan dosen lebih condong pada perkuliahan praktikum.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN SENI BUDAYA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF SNOW BALL THROWING PADA SISWA SMK Ni Nyoman Suastini; I Nengah Dwi Endra Suanthara
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v12i1.46134

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif Snowball Throwing pada mata pelajaran pendidikan agama hindu dan seni budaya kelas XI KEPERAWATAN 1 SMK Negeri 1 Kubutambahan. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian ini dilaksanakan dengan kolaborasi antara peneliti, guru kelas dan melibatkan partisipasi siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI KEPERAWATAN 1 SMK Negeri 1 Kubutambahan tahun pelajaran 2021/2022, yang berjumlah 36 siswa.. Hasil penelitian pada siklus I meningkat dibandingkan sebelum dilaksanakannya penelitian, yaitu 45,00% siswa telah mencapai standar ketuntasan belajar minimal yaitu 75. Nilai rata-rata kelas setelah penerapan model  pembelajaran kooperatif snowball throwing  mengalami peningkatan angka sebesar 4,35  (nilai  sebelum siklus 70,00 dan nilai siklus I 74,35). Pada siklus II jumlah siswa yang mencapai standar ketuntasan belajar minimal sebanyak 33 siswa atau 92,00%. Nilai rata-rata kelas pada siklus II yaitu 82,05, terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas dari siklus I ke siklus II sebesar sebesar 7,70 (nilai siklus I 74,35 dan nilai siklus II 82,05. hal ini terlihat dari peningkatan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama dan Seni Budaya sebesar 10,63% (minat siswa pada siklus I sebesar 71,38% dan minat siswa pada siklus II sebesar 83,00%), peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 10,63% (motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 74,50% dan motivasi belajar siswa pada siklus II sebesar 85,13%), peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran sebesar 36,00% (partisipasi siswa pada siklus I sebesar 52,00% dan partisipasi siswa pada siklus II sebesar 88,00%).
PENGARUH MUSIK PADA MATA KULIAH PEMBELAJARAN SENI RUPA DI IAIN PONOROGO Tirta Dimas Wahyu Negara
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v12i2.49211

Abstract

AbstrakMusik adalah perasaan yang bisa didengar melalui irama, melodi, timbre dengan harmoni tersendiri disetiaplantunannya. Musik acapkali digunakan sebagai stimulant untuk menggugah aspek emosional seseorang. Oleh karena itu musik juga dapat membantu tubuh dan pikiran untuk saling bekerja sama dalam melakukan sebuah pekerjaan. Mahasiswa di IAIN Ponorogo pada mata kuliah Pembelajaran Seni Rupa akan mendapatkan stimulant musik dengan genre yang berbeda untuk dapat merasakan dampak danperbedaannya. Adapun jenis musik yang dipilih bergenre pop, rock dan instrumental. Penelitian ini menggunakan mixed method berupa penggabungan metode (kuantitatif dan kualitatif). Metode kuantitatif berfungsi sebagai eksplanatif dengan teknis analisis data menggunakan regresi linier sederhana menggunakan bantuan software IBM SPSS V 24, sedangkan data dikumpulkan melalui wawancara dan kuisioner. Hasil penelitian ini memiliki simpulan 1) Musik memberikan dampak yang signifikan ketika berkarya seni, 2) Genre musik yang sesuai dengan selera mampu menambah mood dalam beraktivitas, 3) Ketenangan batin berpengaruh pada penemuan ide kreatif.Kata-kata Kunci: musik, pembelajaran seni, ide kreatif. AbstractMusic is a feeling that can be heard through rhythm, melody, timbre with its own harmony in each chant. Music is often used as a stimulant to arouse the emotional aspects of a person. Therefore music can also help the body and mind to work together in doing a job. Students at IAIN Ponorogo in the Fine Arts Learning course will get musical stimulants with different genres to be able to feel the impact and difference. The types of music chosen are pop, rock and instrumental genres. This study uses a mixed method in the form of a combination of methods (quantitative and qualitative). The quantitative method functions as an explanatory with technical data analysis using simple linear regression using IBM SPSS V 24 software, while data were collected through interviews and questionnaires. The results of this study have conclusions: 1) Music has a significant impact when creating art, 2) Music genres that suit taste can add to the mood in activities, 3) Inner calm affects the discovery of creative ideas.Keywords: music, art learning, creative ide.