cover
Contact Name
Bahrum Subagiya
Contact Email
bahgia990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.tawazun@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19786786     EISSN : 26545845     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam has a focus on the study of Islamic education with the following scope: 1. Islamic Education Management 2. Thought of Islamic education 3. Islamic science education 4. Islamic Guidance and Counseling
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 3 (2023)" : 3 Documents clear
Mengenalkan Pendidikan Seks Untuk Anak Melalui Buku Suplemen Pendidikan Seks Pada Mapel PAI Muntholib, Azhim; Rahman, Imas Kania; Handrianto, Budi
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 16 No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v16i3.14477

Abstract

The outbreak of cases of violence and sexual harassment against children is proof that sex education has not been pursued optimally. Sex education is not only the responsibility of parents but also teachers at school. Sex education can be done in several ways, including through short and practical modules that can be studied independently or used as teaching materials in schools. The limited teaching materials for sex education is one of the problems that must be addressed immediately, and the teaching materials need to know their feasibility in introducing sex education to children. This study aims to develop and determine the feasibility of a sex education supplement book as a companion book to teaching materials in the Islamic Education subject in elementary schools. This study uses a Research and Development design and conducts research stages, namely: potential and problems, data collection, initial product design, design validation, design revision, product trial and initial product revision. In this research and development process, the supplement book was assessed using two categories, namely material and media. The material content was viewed from the aspects of content feasibility, language and performance: while the media content was reviewed from the aspects of language, performance, graphic design and ease of use. The media also went through a practicality trial conducted on children. The development results show the feasibility of the material based on the aspects assessed at 96%, 92% and 96%. The media feasibility test received a percentage of 100%, 100%, 94% and 100% based on the four aspects assessed. In the practicality test, the media received a percentage of 88%. Abstrak          Merebaknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada anak menjadi salah bukti bahwa pendidikan seks belum diupayakan secara optimal. Pendidikan seks bukan hanya tanggung jawab orang tua melainkan juga guru di sekolah. Pendidikan seks bisa dilakukan melalui beberapa cara, di antaranya melalui modul singkat dan praktis yang bisa dipelajari secara mandiri maupun dijadikan bahan ajar di sekolah-sekolah. Terbatasnya bahan ajar pendidikan seks merupakan salah satu permasalahan yang harus segera ditangani, dan bahan ajar tersebut perlu diketahui kelayakannya dalam pengenalan pendidikan seks pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan dari buku suplemen pendidikan seks sebagai buku pendamping bahan ajar dalam mata pelajaran PAI di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development dan melakukan tahapan penelitian, yaitu: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk awal, validasi desain, revisi desain, uji coba produk dan revisi produk awal. Dalam proses penelitian dan pengembangan ini, buku suplemen dinilai dengan menggunakan dua kategori, yaitu materi dan media. Isi materi dilihat dari aspek kelayakan isi, bahasa dan performance: sedangkan isi media ditinjau dari aspek bahasa, performance, desain grafis dan kemudahan penggunaan. Media juga melalui uji coba kepraktisan yang dilakukan terhadap anak. Hasil pengembangan memperlihatkan kelayakan materi berdasarkan aspek yang dinilai sebesar 96%, 92% dan 96%. Uji kelayakan media mendapatkan persentase sebesar 100%, 100%, 94% dan 100% berdasarkan empat aspek yang dinilai. Pada uji kepraktisan, media mendapatkan persentase sebesar 88%.
Kurikulum Keputrian di Sekolah Menengah Atas Al-Kattani, Abdul Hayyie; Ahmad; Hayati, Intan Masita
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 16 No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v16i3.14633

Abstract

The era of globalization accompanied by the strengthening of feminism, secularism and liberalism has created many effects that have changed the fitrah of women, including high school (SMA) female students. In addition, Gender Equality as a consequence of the SDGs agreement between Indonesia and the United Nations which aims to develop the nation turns out to be thick with a Western worldview, which has the effect of eroding family resilience. SMA female students are one of the nation's assets that will play a role in educating familie. Special lessons are needed for them and adapted to the challenges of their era. This research is library research using the descriptive-analytical method with the conclusion that the Keputrian Curriculum has an important role in educating female students through material that targets strengthening the identity and role of Muslimah in the era of globalization. The curriculum method can be applied in the classroom and uses an evaluation that involves school and family. The aim of this research hoped will help the students have intelligence in the field of concern in managing and educating families and making family a priority based on the worldview of Islam. The author calls it familial intelligence/ Quotient because students are taught to have family values in their lives so that the family can become the smallest unit of society that can advance national civilization and be useful for their afterlife. Abstrak Era globalisasi disertai menguatnya feminisme, sekularisme dan liberalisme menimbulkan banyak efek yang mengubah fitrah perempuan termasuk siswi Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, Kesetaraan Gender sebagai konsekuensi kesepakatan SDGs antara Indonesia dengan PBB yang bertujuan untuk pembangunan bangsa ternyata kental dengan worldview Barat, berefek kepada terkikisnya ketahanan keluarga. Siswi SMA merupakan salah satu aset bangsa yang akan berperan dalam mendidik keluarga. Sehingga dibutuhkan pelajaran khusus bagi mereka yang disesuaikan dengan tantangan zamannya. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan melalui metode deskriptif-analitik dengan hasil Kurikulum Keputrian memiliki peran penting dalam mendidik siswi melalui materi yang menyasar kepada penguatan jati diri dan peran muslimah di era globalisasi. Metode kurikulum bisa diterapkan dalam kelas dan menggunakan evaluasi yang melibatkan peran lingkungan sekolah dan keluarga. Tujuan dari penelitian ini berharap agar Kurikulum Keputrian dapat membantu siswi memiliki kecerdasan dalam bidang kecintaan dan perhatian dalam mengurus dan mendidik keluarga serta menjadikan keluarga sebagai prioritas yang berbasis the worldview of Islam. Penulis sebut sebagai kecerdasan berkeluarga atau familial intelligence/ Quotient karena siswi diajarkan untuk memiliki family values dalam hidupnya sehingga keluarga dapat menjadi unit terkecil masyarakat yang dapat memajukan peradaban bangsa dan berguna untuk kehidupan akhiratnya.
Message of dakwah bi al-qalam in the Kitab Miṣbāḥ Al-Ẓalām by Syaikh Muhammad Muhajirin Amsar Al-Dary Saepudin, Didin; Khotib, Ahmad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 16 No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v16i3.15822

Abstract

This article explores the effectiveness of da’wah bi al-qalam, the method of Islamic preaching through writing, using Sheikh Muhajirin's Miṣbāḥ Al-Ẓalām book as a case study. The qualitative approach involves text analysis, documentation, and literature study. The structuralism theory by Roland Barthes is employed for data analysis. The Miṣbāḥ Al-Ẓalām book, while primarily a syarah Bulugh al-Maram, serves as a medium for conveying diverse da’wah messages addressing various aspects of human life, including sharia, aqidah, and ikhtilaf. Historically, da’wah bi al-qalam existed since the time of Prophet Muhammad but gained prominence with technological advancements. Although Sheikh Muhajirin's contributions are significant, the method faces challenges such as limited attention and creativity. Addressing these issues is crucial to project Sheikh Muhajirin's thoughts into effective solutions, considering the needs and challenges of the contemporary era. While da’wah bi al-qalam may have its weaknesses, its potential impact on a global scale requires greater recognition and commitment from Muslim scholars to enhance its effectiveness in addressing the diverse religious problems faced by Muslims today. Abstrak Artikel ini mengeksplorasi efektivitas dakwah bi al-qalam, metode dakwah Islam melalui tulisan, dengan menggunakan buku Miṣbāḥ Al-Ẓalām karya Syekh Muhajirin sebagai studi kasus. Pendekatan kualitatif melibatkan analisis teks, dokumentasi, dan studi literatur. Teori strukturalisme oleh Roland Barthes digunakan untuk analisis data. Kitab Miṣbāḥ Al-Ẓalām, meskipun pada dasarnya merupakan syarah dari kitab Bulughul Maram, berfungsi sebagai media untuk menyampaikan pesan dakwah yang beragam yang mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk syariah, aqidah, dan ikhtilaf. Secara historis, dakwah bi al-Qalam telah ada sejak zaman Nabi Muhammad, namun semakin populer seiring dengan kemajuan teknologi. Meskipun kontribusi Syekh Muhajirin cukup signifikan, metode ini menghadapi tantangan seperti kurangnya perhatian dan kreativitas. Mengatasi masalah ini sangat penting untuk memproyeksikan pemikiran Syekh Muhajirin ke dalam solusi yang efektif, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan tantangan di era kontemporer. Meskipun dakwah bi al-qalam mungkin memiliki kelemahan, potensi dampaknya dalam skala global membutuhkan pengakuan dan komitmen yang lebih besar dari para cendekiawan Muslim untuk meningkatkan efektivitasnya dalam mengatasi berbagai masalah keagamaan yang dihadapi umat Islam saat ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 3