cover
Contact Name
Bahrum Subagiya
Contact Email
bahgia990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.tawazun@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19786786     EISSN : 26545845     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam has a focus on the study of Islamic education with the following scope: 1. Islamic Education Management 2. Thought of Islamic education 3. Islamic science education 4. Islamic Guidance and Counseling
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 1 (2024)" : 16 Documents clear
Pengembangan Maharotul Qiroah Dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Negeri 4 Bogor Ridwan, Ahmad Ibnu; Alim, Akhmad; Alkattini, Abdul Hayyie
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.15954

Abstract

The development of reading skills (Maharatul Qira’ah) in Arabic language learning at MAN 4 Bogor aims to teach, guide, and strengthen the Arabic language proficiency of students. The approach used is a qualitative method with a focus on a case study. The results of this research indicate that the type of reading applied is loud reading, with the goal of enabling students to articulate Arabic correctly and fluently, and to better understand religious materials that require proficient reading skills. Several steps in implementing the Qira'ah Jahriyyah method include: a) Joint preparation by teachers and students for teaching materials or reading materials; b) Teacher demonstration as an example, followed by student participation; c) Providing more opportunities for students as the object of assessment in learning; d) Providing feedback not only from teachers to students but also among fellow students; e) Ensuring students' understanding of the objectives of Qira'ah Jahriyyah learning before concluding the learning session. Abstrak Pengembangan keterampilan membaca (Maharatul Qira’ah) dalam pembelajaran Bahasa Arab di MAN 4 Bogor bertujuan untuk mengajarkan, membimbing, dan memperkuat kemampuan berbahasa Arab peserta didik. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan fokus pada studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis membaca yang diterapkan adalah membaca nyaring, dengan tujuan agar peserta didik dapat melafalkan bahasa Arab dengan benar dan lancar, serta lebih mudah memahami materi-materi keagamaan yang memerlukan kemampuan membaca fasih. Adapun beberapa langkah dalam menerapkan metode Qira'ah Jahriyyah melibatkan: a) Persiapan bersama oleh guru dan peserta didik terhadap bahan ajar atau bahan bacaan; b) Demonstrasi oleh guru sebagai contoh, diikuti oleh partisipasi peserta didik; c) Memberikan lebih banyak peluang kepada peserta didik sebagai objek penilaian dalam pembelajaran; d) Memberikan umpan balik tidak hanya dari guru kepada peserta didik, tetapi juga antara sesama peserta didik; e) Memastikan pemahaman peserta didik terhadap tujuan pembelajaran Qira'ah Jahriyyah sebelum mengakhiri sesi pembelajaran.
Kompetensi pengasuh santri putri pondok pesantren tingkat SMP Ardiansyah, M. Nurman; Indra, Hasbi; Alkattani, Abdul Hayyie
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.16105

Abstract

This study analyzes the competence of caregivers of female students of junior high school boarding schools in the book Ar-Rasul Al-Muallim Wa Asalibuhu Fi At-Ta'lim by Abdul Fattah Abu Ghuddah and Pondok Pesantren Putri Hidayatullah, Depok-West Java. The method used is qualitative research with literature and field studies. The results show that the competence of this female santri caregiver includes knowledge, skills, and experience in caring for, maintaining, educating, fostering, and guiding santri with full responsibility. These competencies reflect the four main characters of the Prophet Muhammad, namely Shiddiq (integrity), Tabligh (communicative), Amanah (professional), and Fathonah (innovative). The existence of santri caregivers who have these competencies has a positive impact on the education program at the Islamic Boarding School, creating a conducive and comfortable atmosphere for students in carrying out their daily activities. Abstrak Penelitian ini menganalisis kompetensi pengasuh santri putri pondok pesantren tingkat SMP dalam kitab Ar-Rasul Al-Muallim Wa Asalibuhu Fi At-Ta'lim karya Abdul Fattah Abu Ghuddah dan Pondok Pesantren Putri Hidayatullah, Depok- Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan dan lapangan. Hasilnya menunjukkan bahwa kompetensi pengasuh santri putri ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam merawat, memelihara, mendidik, membina, dan membimbing santri dengan penuh tanggung jawab. Kompetensi ini mencerminkan empat karakter utama Rasulullah SAW, yaitu Shiddiq (integritas), Tabligh (komunikatif), Amanah (profesional), dan Fathonah (inovatif). Keberadaan pengasuh santri yang memiliki kompetensi tersebut memberikan dampak positif bagi program pendidikan di Pondok Pesantren, menciptakan suasana kondusif dan nyaman bagi santri dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.
Mentoring Program in Talent Development at Sekolah Bisnis Muda (SBM) Bogor and Sekolah Muda Mandiri (SMM) Semarang Budi, Setyo; Ahmad; Rahman, Imas Kania
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.16178

Abstract

It is undeniable that cases of bullying and pornography in teenagers are increasingly common as information technology develops. The two cases above are quite worrying for parents and teachers and even more dangerous for the future of the children themselves. On the other hand, adolescence is a subculture in adult life. At this time, potential begins to appear, both physical potential and potential nature. Good assistance in this phase will have a positive impact on the development of the next phase. The purpose of this study is to analyze the extent to which the mentoring program that has been implemented accommodates the need for adolescent talent development. This research uses a qualitative field method used to describe the Islamic mentoring program as a result of information obtained directly from informants, observations, and document studies. The mentoring program at SBM Bogor is a method of teaching and learning activities based on Islamic guidance. So that all learning activities that are followed such as finance, business mentality, business mindset, English, Islamika, literacy, Arabic, and video graphics use Islamic mentoring methods. The mentoring program targets the growth of students in developing their business talents. The mentoring program at SMM Semarang is able to deliver students to understand Islamic material easily. However, the mentoring program is not enough to facilitate students' talent development. Nevertheless, it has answered the need for students' worship, adab, ethics, and moral problems. Abstrak Tidak bisa dipungkiri bahwa kasus perundungan dan pornografi pada remaja semakin sering di dengar seiring berkembangnya teknologi informasi. Dua kasus tersebut cukup mengkhawatirkan orang tua dan guru dan lebih lagi adalah bahaya bagi masa depan anak itu sendiri. Di sisi lain, remaja adalah subkultural dalam kehidupan manusia dewasa. Pada masa ini, potensi mulai terlihat, baik potensi fisik maupun potensi sifat. Pendampingan yang baik pada fase ini akan berdampak positif pada perkembangan fase selanjutnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sejauh mana program mentoring yang telah dilaksanakan mengakomodasi kebutuhan akan pengembangan bakat remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan yang digunakan untuk mendeskripsikan program mentoring islami hasil informasi yang diperoleh langsung dari narasumber (informan), hasil pengamatan (observasi), dan studi dokumen. Program mentoring di SBM Bogor merupakan metode kegiatan belajar mengajar berdasar tuntunan Islam. Sehingga semua kegiatan belajar yang diikuti seperti keuangan, mental bisnis, mindset bisnis, english, islamika, literasi, bahasa arab, dan video grafi itu menggunakan metode mentoring islami. Program mentoring menargetkan tumbuhnya siswa dalam mengembangkan bakat bisnisnya. Program mentoring di SMM Semarang mampu mengantarkan siswa memahami materi keislaman dengan mudah. Namun program mentoring belum cukup memfasilitasi pengembangan bakat siswa. Meskipun demikian, sudah menjawab kebutuhan akan permasalahan ibadah, adab, etika, dan moral siswa.
Program matrikulasi bahasa Arab pada pondok pesantren: Konsep dan relevansi Ibrahim, Moh; Tamam, Abas Mansur
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.16276

Abstract

Pesantren education has distinct characteristics and features in its matriculation system compared to the matriculation system in public schools. There are fundamental differences that can be observed in several aspects, such as the dominance of religious education in the matriculation curriculum, the 24-hour implementation of matriculation, the pesantren curriculum, and educational elements that involve the mosque, dormitories, and kiai (religious teachers) as integral parts of the pesantren matriculation system. All of these aspects indicate that the matriculation system in pesantren is not the same as the commonly applied matriculation system in schools. To facilitate the matriculation process for students to achieve optimal results, matriculation is divided into several categories, including matriculation in congregational prayer, Quran recitation, evening study supervision, extracurricular lessons, sports activities, lectures (muhadharah), language discipline, discipline in leaving the campus, and discipline in campus life. In Arabic Language matriculation, there are four integrative approaches applied, namely: 1) Humanistic Approach, 2) Aural and Oral Approach, 3) Analysis and Non-Analysis Approach, and 4) Communicative Approach. By integrating these four approaches, it is expected to create an active, communicative, cognitively intelligent, and speaking-centered learning experience. Abstrak          Pendidikan pesantren memiliki karakteristik dan ciri khas matrikulasi yang berbeda dengan sistem matrikulasi di sekolah umum. Terdapat perbedaan mendasar yang dapat dilihat dari beberapa hal, seperti dominasi materi matrikulasi yang berfokus pada pendidikan keagamaan, pelaksanaan matrikulasi selama 24 jam, kurikulum pesantren, serta elemen-elemen pendidikan yang melibatkan masjid, asrama, dan kiai sebagai bagian integral dari sistem matrikulasi pesantren. Semua aspek ini menunjukkan bahwa sistem matrikulasi di pesantren tidaklah sama dengan sistem matrikulasi yang umum diterapkan di sekolah. Demi memfasilitasi proses matrikulasi santri agar mencapai hasil yang optimal, matrikulasi dibagi ke dalam beberapa kategori, termasuk matrikulasi dalam shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, pengontrolan belajar malam, pelajaran ekstrakurikuler, kegiatan olahraga, muhadharah (ceramah), disiplin bahasa, disiplin keluar kampus, dan disiplin kehidupan di dalam kampus. Dalam matrikulasi Bahasa Arab, terdapat empat pendekatan yang diterapkan secara integratif, yaitu: 1) Pendekatan Humanistik. 2) Pendekatan Aural dan Oral 3) Pendekatan Analisis dan Non Analisis 4) Pendekatan Komunikatif. Dengan mengintegrasikan keempat pendekatan tersebut, diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, komunikatif, cerdas secara kognitif, dan berpusat pada kemampuan berbicara.
Universal Religious Learning Model (Studi Pengamalan Al Qur’an Surat An-Nahl Ayat 125): Studi pengamalan Alquran surat An-Nahl Ayat 125 Almas, Afiq Fikri
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.16368

Abstract

Humans cling to the Quran as a source of education, teaching a way of life, and offering many insights into the existence of life that brings life. Many aspects of religious education are also contained in the Qur'an, one of which is the management of the learning process by implementing a universal model for all human groups. The subject matter in this paper is (1) The essence of a universal religious learning model is contained in Q.S. An-Nahl verse 125, (2) The implementation of a religious learning model using the Bil Hikmah model, the Al Mau'idzhah Hasanah model and the Mujaadalah Billatii Hiya Ahsan model is very relevant for junior and senior high school levels. This research uses descriptive qualitative method and tahliliy or tajzi'iy interpretation approach, as well as book survey or literature study used to collect the opinions of mufasirin and equipped with data sources from relevant books. The results of this study found several novelty, namely: (1) Based on the practice of the Qur'an letter An-Nahl verse 125 in the study of education there are three universal religious learning models which include educational models through bil-hikmah, educational models through Al Mau'idzah Al Hasanah, and educational models through Mujaadalah Billatii Hiya Ahsan. (2) The Universal Religious Learning Model (URLM) can be applied in Islamic religious studies in particular and can also be applied in learning religions other than Islam through material content according to their respective beliefs and religions in junior high school or high school. Abstrak Manusia berpegang teguh pada Alquran sebagai sumber pendidikan, mengajarkan cara hidup, dan menawarkan banyak wawasan tentang keberadaan hidup yang menghidupkan. Aspek pendidikan agama juga banyak terkandung di dalam Alquran yang salah satunya adalah pengelolaan proses pembelajaran dengan mengimplementasikan model universal untuk semua kelompok manusia. Pokok bahasan dalam tulisan ini yaitu (1) Esensi model pembelajaran agama yang universal terkandung dalam Q.S. An-Nahl ayat 125, (2) Implementasi model pembelajaran agama dengan menggunakan model Bil Hikmah, model Al Mau’idzhah Hasanah dan model Mujaadalah Billatii Hiya Ahsan sangat relevan untuk tingkat SMP dan SMA sederajat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan tafsir tahliliy atau tajzi'iy, serta book survey atau studi literatur digunakan untuk mengumpulkan pendapat para mufasirin dan dilengkapi dengan sumber data dari kitab yang relevan. Hasil penelitian ini menemukan beberapa novelty yaitu: (1) Berdasarkan pengamalan dari Alquran surat An-Nahl ayat 125 dalam kajian pendidikan terdapat tiga model pembelajaran agama yang universal yang meliputi model pendidikan dengan melalui bil-hikmah, model pendidikan dengan melalui Al Mau'idzah Al Hasanah, dan model pendidikan dengan melalui Mujaadalah Billatii Hiya Ahsan. (2) Universal Religious Learning Model (URLM) dapat diterapkan dalam pembelajaran-pembelajaran agama Islam khususnya dan juga dapat diterapkan dalam pembelajaran agama selain agama Islam melalui konten materi sesuai keyakinan dan agamanya masing-masing di SMP ataupun SMA.
Kurikulum pendidikan toleransi untuk pesantren tingkat SMA Rojik, Ahmad; Alim, Akhmad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.16464

Abstract

Tolerance education is a process in which teachers teach students to accept and respect differences in society. Indonesia as a country with a diversity of community backgrounds needs a tolerance education curriculum to prepare students to deal with these differences. This study aims to describe the tolerance education curriculum in high school boarding schools, with data collected through documentation studies and interviews at Darel Azhar Islamic Boarding School in Rangkasbitung, Lebak, Banten. The results showed that the tolerance curriculum at the boarding school aims to form students who can accept differences, are good at mingling with the community, are firm in aqidah, are good at getting along without melting, and have an unemotional personality. Curriculum materials include an understanding of the diversity of beliefs, comparative religion, and the development of social skills. The pesantren also uses real experience strategies such as dormitory moves, scientific discussions, and da'wah programs to build tolerance. Debriefing programs, educational visits, and student exchanges are also used to improve understanding and tolerance skills. Evaluation is carried out on the objectives, curriculum content, learning strategies, and assessment programs to ensure conformity with the institution's vision-mission and success in achieving tolerance education goals. Abstrak Pendidikan toleransi adalah proses di mana guru mengajarkan siswa untuk menerima dan menghormati perbedaan dalam masyarakat. Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman latar belakang masyarakatnya membutuhkan kurikulum pendidikan toleransi untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi perbedaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kurikulum pendidikan toleransi di pesantren tingkat SMA, dengan data yang dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan wawancara di Pondok Pesantren Darel Azhar Rangkasbitung, Lebak, Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum toleransi di pondok pesantren tersebut bertujuan membentuk siswa yang dapat menerima perbedaan, pandai bermuamalah dengan masyarakat, teguh dalam aqidah, pandai bergaul tanpa melebur, dan memiliki kepribadian yang tidak emosional. Materi kurikulum mencakup pemahaman akan keragaman keyakinan, perbandingan agama, dan pengembangan keterampilan sosial. Pondok Pesantren juga menggunakan strategi pengalaman nyata seperti perpindahan asrama, diskusi ilmiah, dan program dakwah untuk membangun toleransi. Program pembekalan, kunjungan edukatif, dan pertukaran pelajar juga digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan toleransi. Evaluasi dilakukan terhadap tujuan, isi kurikulum, strategi pembelajaran, dan program penilaian untuk memastikan kesesuaian dengan visi-misi lembaga dan keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan toleransi.

Page 2 of 2 | Total Record : 16