cover
Contact Name
moneter
Contact Email
moneter@uika-bogor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
moneter@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
MONETER
ISSN : 23022213     EISSN : 26155141     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal MONETER Jurnal ini merupakan Jurnal Ilmiah yang menitik beratkan pada pengembangan Ilmu Keuangan dan Perbankan pada umumnya. Sesuai dengan namanya, Jurnal ini dimaksudkan untuk dapat memberikan inovasi pada perkembangan teknologi dan ilmu Keuangan dan Perbankan, dengan memberikan informasi –informasi praktis hasil pemikiran dan penelitian para pakar Keuangan dan Perbankan.
Arjuna Subject : -
Articles 99 Documents
PERLAKUAN TERHADAP WARKAT YANG DITOLAK PADA PROSES KLIRING PADA PT. BANK X (PERSERO) Tbk. AREA BOGOR ., Supramono; Karalina, Agita
MONETER Vol 7 No 1 (2019): APRIL
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Kahldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.877 KB) | DOI: 10.32832/moneter.v7i1.2514

Abstract

Pembayaran pada awalnya terjadi dengan menggunakan sistem barter, seiring dengan perkembangan perekonomian yang semakin meningkat uang kartal digunakan sebagai alat pembayaran dan uang  giral sebagi alat-alat lalu lintas pembayaran. Salah satu sistem yang dapat digunakan dalampenyelesaian pembayaran menggunakan uang giral adalah kliring. PT.Bank X (Persero) Tbk Area Bogor adalah salah satu Bank yang menyediakan jasa kliring dan merupakan peserta kliring wilayah Bogor. Tujuan penelitian Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui proses kliring, penyebabterjadinya tolakan, perlakuan warkat yang ditolak dan peristiwa menang atau kalah kliring pada Bank X Area Bogor. Sedangkan perlakuan terhadap warkat yang ditolak yaitu warkat difotocopy untuk lampiran Surat keterangan penolakan (SKP), warkat asli dikembalikan kecuali warkat blokir karenasurat kehilangan dari kepolisian, warkat diduga palsu/ dimanipulasi.
SISTEM INFORMASI WAKAF UANG MELALUI MOBILE PAYMENT APPS TABUNGAN BTN BATARA IB AKAD ‘WADIAH’ PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA SYARIAH (PERSERO) TBK. CABANG BOGOR Bimo, Widhi Ariyo; Epita, Nur
MONETER Vol 6 No 1 (2018): APRIL
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Kahldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.758 KB) | DOI: 10.32832/moneter.v6i1.2406

Abstract

Wakaf adalah hal yang tidak asing lagi bagi umat muslim, perlu pengembangan edukasi wakaf bagi umat. Wakaf berfungsi mewujudkan potensi dan manfaat ekonomi untuk kepentingan ibadah dalam memajukan kesejahteraan umat. Dalam perkembangan teknologi saat ini semua dimudahkan dalamseluruh kegiatan, sebagai lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat pihak perbankan syariah perlu melakukan terobosan dengan pendekatan teknologi dalam melaksanakan wakaf yaitu dengancara Sistem Informasi Wakaf Uang melalui Smartphone. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang Sistem Informasi Wakaf uang Melalui Mobile Payment Apps Tabungan BTN Batara iB akad ‘Wadiah’ Pada PT. Bank Tabungan Negara Syariah (Persero) Tbk.Cabang Bogor. Layanan m-banking dan m-payment sangatlah mempermudah masyarakat untuk melakukan berbagai transaksi sehingga dapat memperluas akses baik untuk banked people maupununbanked people
REPAYMENT CAPACITY DALAM MITIGASI RISIKO KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) PT BANK X (PERSERO) Tbk CABANG BOGOR TAJUR KARYA ILMIAH ., Supramono; Listianto, Muhamad Hana
MONETER Vol 7 No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Kahldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.919 KB) | DOI: 10.32832/moneter.v7i2.2519

Abstract

Untuk meningkatkan kredit pada sektor usah kecil dan menengah, pemerintah menyusun suatu program yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang masih belum memenuhi persyaratan untuk mengajukan kredit komersil. Salah satu jenis program yang berlangsung hingga saat ini adalah KreditUsaha Rakyat (KUR).. KUR adalah sebuah program pemerintah yang ditujukan untuk usaha UMKM yang feasible akan tetapi belum bankable. Dengan pertimbangan bahwa sebagian besar usaha UMKMmerupakan usaha yang belum bankable, maka calon penerima dana KUR tidak harus memiliki jaminan untuk mengajukan permintaan kredit. Akan tetapi, untuk mengurangi peluang terjadinyaadverse selection, hanya usaha yang telah berdiri paling tidak enam bulan yang dapat mengajukan permohonan dana KUR. Selain itu, pemilik usaha juga harus memiliki perhitungan cash flow usahayang dijalankan serta pengeluran pribadi yang berdampak terhadap kemampuan membayar(repayment capacity).
STRATEGI PEMASARAN TABUNGAN HAJI DENGAN AKAD MUDHARABAH MUTLAQAH PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA SYARIAH (PERSERO) TBK. CABANG BOGOR Bimo, Widhi Ariyo; Cahya, Tommy
MONETER Vol 6 No 2 (2018): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Kahldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.66 KB) | DOI: 10.32832/moneter.v6i2.2413

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang adanya produk Tabungan Haji dengan akad Mudharabah Mutlaqah Pada PT. Bank Tabungan Negara Syariah (Persero) Tbk. CabangBogor.Peran perbankan syariah adalah memberikan layanan yang dapat mempermudah bagi umat muslim dalam menunaikan ibadah haji. Mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim, inimerupakan peluang yang sangat besar yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh bank syariah. Perlustrategi pemasaran yang tepat dalam memberikan pelayanan yang baik dan bertanggungjawab
ANALISIS KEMAMPUAN MEMBAYAR ( CAPACITY TO REPAYMENT ) DALAM MENGAMBIL KPR BTN BERSUBSIDI iB DI BANK TABUNGAN NEGARA KANTOR CABANG SYARIAH BOGOR Marlina, Asti; ., Oki
MONETER Vol 6 No 1 (2018): APRIL
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Kahldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.037 KB) | DOI: 10.32832/moneter.v6i1.2401

Abstract

Pembiayaan merupakan aktivitas bank Syariah dalam menyalurkan dana kepada pihak selain bank berdasarkan prinsip Syariah. Penyaluran dana dalam bentuk pembiayaan didasarkan pada kepercayaan yang diberikan oleh pemilik dana kepada pengguna dana. Dalam mengajukan pembiayaan, perlu dilakukan analisis terhadap kemampuan nasabah dalam melakukan pembayaran.Analisis yang dilakukan adalah berprinsip 6 C, yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition of economi, Constraint. Salah satu analisis yang dianggap penting adalah penilaian tentang kapasitas Kemampuan Membayar ( Capacity to Repayment ) Nasabah. Untuk melakukan analisis ini,yang dilakukan oleh bagian financing analyst dalam menganalisis Kemampuan ( Capacity ) Nasabah adalah dengan cara melihat KTP untuk mengetahui karakter nasabah dari hasil IDEB / BI Checking / ID BI dan untuk mengetahui jumlah angsuran perbulan berdasarkan pembiayaan yang telah diterimasebelumnya, melihat Kartu Keluarga untuk mengetahui jumlah tanggungan, sehingga bisa memperkirakan pengeluaran pribadi / keluarga dalam 1 bulan, melihat buku nikah untuk mengetahui status pernikahan, melihat Slip Gaji + copy rekening koran untuk mengetahui dan memastikanNominal Gaji / Penghasilan yang diterima perbulan, melihat Surat keterangan kerja untuk memastikan Posisi, Jabatan dan Tempat kerja Nasabah.
PERAN OTORITAS JASA KEUANGAN DALAM MENGAWASI PINJAMAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI (FINTECH LENDING) Bimo, Widhi Ariyo; Tiyansyah, Alvin
MONETER Vol 7 No 1 (2019): APRIL
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Kahldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.524 KB) | DOI: 10.32832/moneter.v7i1.2515

Abstract

Pinjaman memiliki peranan untuk memenuhi kebutuhan baik konsumsi, usaha, maupun pengembangan suatu proyek pekerjaan. Namun semakin majunya industri keuangan saat ini yang  melahirkan pinjaman berbasis teknologi informasi atau yang disebut fintech lending yang memberikan kemudahan layanan, namun dibalik pesatnya pertumbuhan fintech lending, semakinbanyak pula pihak-pihak yang mendirikan fintech lending illegal yang dapat merugikan masyarakat. Maka dari itu Otoritas Jasa Keuangan memiliki peranan penting dalam mengatur jalannya jasa layanan pinjaman berbasis teknologi ini supaya dapat mencegah tindakan kerugian pada masyarakat.Adapun data hasil penelitian ini langsung didapatkan dengan cara terjun langsung ditempat praktik kerja lapangan yang dilakukan di Otoritas Jasa Keuangan kantor regional 01 DKI Jakarta & Banten, adapun data tersebut menyangkut tentang syarat ketentuan pendirian perusahaanpinjam-meminjam berbasis teknologi, prosedur pendaftaran & perizinan perusahaan pinjammeminjam berbasis teknologi informasi, mekanisme pinjam meminjam berbasis teknologi informasi, dan mekanisme pengawasan otoritas jasa keuangan mengawasi perusahaan pinjam meminjamberbasis teknologi
PERAN DIGITAL BANKING DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN NASABAH KREDIT (STUDI KASUS PT.BANK TABUNGAN NEGARA SYARIAH) Marlina, Asti; Humairah, Fanny
MONETER Vol 6 No 2 (2018): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Kahldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.376 KB) | DOI: 10.32832/moneter.v6i2.2409

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Hampir semua aspek kehidupan menggunakan teknologi. Begitu pula dalam dunia perbankan. Era digital telah mengubah pola bisnis di area perbankan. Kemudahan teknologi yang digunakan diharapkan mampu memberikan kemudahan dankecepatan dalam bertransaksi yang dikenal dengan digital banking. Digital banking merupakan layanan perbankan dengan memanfaatkan teknologi digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah demimewujudkan ekonomi digital seperti yang dicita-citakan dengan banyaknya produk baru yang dikeluarkan oleh perbankan melalui teknologi yang mungkin mempermudah transaksi nasabah. Hal ini diharapkan akan memberi kepuasan kepada nasabah dan nasabah menjadi loyal serta tidak mudahberpindah ke bank lain. Terlebih saat ini salah satu kebutuhan nasabah dalam penggunaan kredit cukup tinggi dan sekarang pemberian kredit tersebut sudah bisa didapatkan melalui aplikasi-aplikasi e-commerce dan layanan teknologi yang dimiliki bank lah yang akan mempermudah dalammelakukan transaksi pembayaran tersebut. Tidak terkecuali di BTN Syariah cabang Bogor.Berdasarkan hasil analisa deskriptif kepuasan nasabah atas layanan digital banking BTN Syariah, didapati jumlah dengan rata-rata 3,55 dari hasil ini nasabah masuk kedalam kategori setujuatas ada nya layanan digital banking ini karena nasabah cukup merasa puas dan terbantu. Dari segi usia para pengguna layanan ini banyak terdapat pada rentang usia 31-50 tahun dan nasabah laki lakilah yang dominan, khusus nya dalam menggunakan layanan E-Banking. Walaupun saat ini sudah mencapai 50% nasabah merasa puas dengan layanan yang telah diberikan, namun pihak perbankanharus tetap meningkatkan dan memperbaiki kualitas pelayanannya.
KINERJA FRONTLINER DALAM UPAYA MENINGKATKAN PELAYANAN NASABAH PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk. KANTOR CABANG BOGOR DEWI SARTIKA Anwar, Syahrul; ., Rachmatullaily
MONETER Vol 3 No 1 (2015): APRIL
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Kahldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.122 KB) | DOI: 10.32832/moneter.v3i1.948

Abstract

Persaingan bisnis jasa khususnya perbankan saat ini berubah dengan sangat cepat. Kondisi tersebut di ikuti dengan adanya sistem pasar global dimana tingkat persaingannya semakin terasa baik domestik maupun internasional. Setiap bank bersaing untuk menarik nasabah sebanyak-banyaknya untuk keberlangsunganoperasional bank itu sendiri. Oleh karena itu, dunia perbankan mau tidak mau harusmeningkatkan profesionalisme, kompetensi dan daya saing agar mampu bertahan pada kondisi apapun. Lembaga keuangan perbankan perlu juga memunculkan produk-produk yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat luas saat ini tentunya dengan konsep pemasaran dan pelayanan yang diperhitungkan. Peran Frontliner sangat penting untuk menghadapi pesaing, Frontliner adalah parapetugas yang pertama kali berinteraksi dengan calon pelanggan. Mereka mengemban tanggung jawab untuk menciptakan kesan pertama, kesan kedua atau kesan terakhir
KUALITAS PELAYANAN CUSTOMER SERVICE PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (Persero ) KCP CIMANGGU BOGOR (studi kasus pada PT Bank Tabungan Negara Cabang Bogor) Damayanti, Dian Fitri; Prasetyowati, Riris Aishah
MONETER Vol 2 No 2 (2014): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Kahldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.241 KB) | DOI: 10.32832/moneter.v2i2.946

Abstract

Dalam hal ini Seorang customer service melayani pertanyaan-pertanyaan yang diajukan  tamu serta memberikan informasi yang diinginkan selengkap mungkin secara ramah, sopan, menarik dan menyenangkan. Customer service harus menyiapkan formulir ataupun brosur untuk tamu/klien, serta ikut membantu mengisi formulir.Komunikator , Dengan cara memberikan berbagai informasi dan kemudahan-kemudahan kepada tamunya, juga sebagai tempat menampung berbagai macam keluhan, keberatan ataupun sebagai tempat konsultasi.Peranan pelayanan disini dapat disebut juga unit front line bank yang sangat penting, yaitu sebagai pelaksana proses awal kegiatan bank yang berhubungan langsung dengan nasabah. Dimana secara garis besar tugas customer Service meliputi pemberian informasi serta pelayanan khususnya pada Kualitas Pelayanan front liner di BTN.
ANALISIS PENGARUH NPL, CAR, BOPO DAN IRR TERHADAP PERTUMBUHAN KINERJA KEUANGAN BANK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011-2015 Nurul Ichsan, Reza; Nasution, Lukman
MONETER Vol 8 No 1 (2020): APRIL
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Kahldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.504 KB) | DOI: 10.32832/moneter.v8i1.3678

Abstract

This study aims to determine whether NPL, CAR, BOPO, and IRR affect the growth of financial performance of banks listed on the IDX, either partially or simultaneously. This research method is multiple linear regression. The banking company studied was a foreign exchange National Private Commercial Bank (BUSN) listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI). This study uses secondary data obtained from the Indonesia Stock Exchange website, namely www.idx.co.id using a sample of 16 companies from a population of 23 banking companies during the 2011-2015 period. From the research results obtained multiple linear regression equation Y = 0.995 + 0.002NPL– 0.008BOPO- 0.025CAR + 0.009IRR. The results of this study indicate that partially the IRR variable has an effect on ROA, while the NPL, CAR and BOPO variables have no effect on ROA while simultaneously NPL, CAR, BOPO, and IRR have an effect on ROA. The value of R = 0.716, meaning that the relationship between the variables NPL, OEOI, CAR and IRR on ROA is 71.6% or in other words the relationship between variables is strong. Meanwhile, the value of Adjusted R ^ 2 is 0.487 or 48.7%, which means that the effect of NPL, CAR, BOPO and IRR on Return on Assets (ROA) is 48.7%. While the remaining 51.3% is influenced by other variables which are not used in this study.

Page 7 of 10 | Total Record : 99