cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2020)" : 13 Documents clear
REPRESENTASI NILAI KARAKTER DAN KEARIFAN LOKAL (LOCAL GENIUS) PADA CERPEN SURAT KABAR BALI POST (SEBAGAI DASAR MENENTUKAN CERPEN YANG LAYAK DITERBITKAN) I Wayan Wendra; I Nyoman yasa
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i2.29104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah berikut. Bagaimana representasi keberadaan nilai karakter pada cerpen yang termuat pada surat kabar Bali Post? Kearifan lokal apa saja yang dipresentasikan pada cerpen yang termuat pada surat kabar Bali Post? Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah cerpen yang diambil dari surat kabar Bali Post mulai Januari-Maret 2020. Objek penelitiannya adalah representasi keberadaan nilai karakter pada cerpen dan kearifan lokal  yang dipresentasikan pada cerpen.  Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen. Data dianalisis dengan metode  induktif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Presentasi keberadaan nilai karakter  pada cerpen  telah mencakup sebagian besar  nilai karakter yang harus ditanamkan kepada anak bangsa dan relevan dengan nilai-nilai karakter yang harus ditanamkan dan sesuai dengan ideologi yang diusung Bali Post yakni Pancasila dan prinsip Ajeg Bali. Nilai karakter yang dipresentasikan  secara berurut sebagai berikut:  nilai tanggung jawab, nilai cinta tanah air, nilai kerja keras, nilai religius, nilai toleransi, nilai bersahabat/komunikatif, nilai semangat kebangsaan, nilai peduli sosial, nilai disiplin,  nilai cinta damai,  nilai mandiri,  nilai peduli lingkungan,  nilai jujur dan nilai kreatif.  Keberadaan nilai karakter  yang mendominasi adalah nilai tanggung jawab dan nilai cinta tanah air. Kearifan lokal yang direpresentasikan dalam cerpen ada lima  yakni: kearifan lokal sebagai pedoman bertindak agar teliti, pedoman bertindak waspada, pedoman berbuat ikhlas, pedoman sikap bertanggung jawab dan  pedoman sikap ingin berprestasi. Keberadaan cerpen yang termuat di Bali Post konsisten dengan idelogi yang diusung yakni Pancasila dan Prinsip Ajeg Bali. Hal in memberi peluang bagi guru dalam memilih materi teks yang autentik dan kontekstual dalam pembelajaran dan bagi dosen pengampu mata kuliah kejurnalistikan untuk pertimbangan pemikiran dalam pembelajaran menulis teks cerpen yang layak dimuat . Juga sebagai  alternatif dasar pertimbangan  dalam memilih teks cerpen yang layak dimuat sesuai dengan ideologi yang diusung sebuah mediaKata Kunci: Representasi, Nilai karakter, Kearifan lokal, Cerpen
TRANSFORMASI DAN NILAI BUDAYA DALAM ASAL USUL KECAMATAN SELESAI KABUPATEN LANGKAT Dian Syahfitri; Amelia Eka Pratiwi; Rahmayani Rahmayani; Rahel Yesi Natasya Br Silalahi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i2.29124

Abstract

Transformasi dan Nilai Budaya Dalam Asal Usul Kecamatan Selesai Kabupaten Langkatini bertujuan untuk mentransformasikan sastra lisan mengenai asal mula munculnya Perkampuan Selesai menjadi sebuah naskah drama dan memaparkan nilai budaya yang ada di dalam “Asal-Usul Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat dengan menggunakan kata-kata atau kalimat. Pelaksanaan penelitian ini dimulai dari bulan Desember 2019 sampai dengan Oktober 2020. Dalam penelitian ini digunakan teknik rekam, simak dan catat sebagai teknik pengumpulan data. Data dalam penelitian ini adalah berupa data lisan mengenai “Asal-Usul Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat”. Sumber data dalam penelitian ini merupakan informan dari salah satu masyarakat perkampungan ladang kapas, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis interaktif, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Teknik validitas data menggunakan uji validitas yang mengharuskan peneliti berupaya mendapatkan data dari warga di lokasi-lokasi yang mampu membantu setelah diberi penjelasan menggunakan hasil wawancara dengan informan untuk memvaliditaskan beberapa data seperti, bentuk cerita dan maksud yang terdapat di balik cerita Asal Usul Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat tepatnya diperkampungan ladang kapas. Informan untuk sumber di dalam penelitian ini adalah masyarakat sekitar Kampung Selesai. Prosedur penelitian meliputi tahap perencaan, tahap pelaksanaan, tahap penyusunan laporan. Hasil penelitian “Asal-Usul Kecamatan Selesai kabupaten langkat” ini terbentuk sebab adanya keunikan dalam nama kecamatan ini. Sudah banyak masyarakat yang mengetahui tentang Kecamatan Selesai ini, bahkan orang dari luar Kecamatan ini juga tau mengenai Kecamatan Selesai ini. Orang-orang hanya sekedar mengetahui namanya saja, tetapi tidak dengan bagaimana bisa terbentuknya nama Kecamatan Selesai tersebut, dari situlah muncul Asal-usul ini. Asal-usul yang telah tersistematis kemudian akan ditransformasikan oleh peneliti menjadi sebuah naskah drama dan memaparkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.Kata Kunci: Sastra Lisan, Nilai Budaya Asal-Usul Kecamatan Selesai kabupaten langkat, Transformasi
ANALISIS GAYA BAHASA PADA BERITA SENI BUDAYA DALAM SURAT KABAR BALI POST EDISI MEI 2018 Gede Arta Sujana Putra; Gde Artawan; Kadek Wirahyuni
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i2.29125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa yang digunakan dalam berita seni budaya di surat kabar Bali Post edisi Mei 2018 serta mengidentifiksi makna yang terkandung dalam gaya bahasa berita seni dan budaya pada surat kabar Bali Post edisi Mei 2018. Adapun rumusan penelitian ini adalah (1) gaya bahasa apa saja yang digunakan dalam berita seni budaya di surat kabar Bali Post edisi Mei 2018, (2) makna apa sajakah yang terkandung dalam penulisan berita seni budaya di surat kabar Bali Post edisi Mei 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif,adapun subjek penelitian ini adalah koran Bali Post edisi Mei 2018, sedangkan objek penelitian ini adalah majas atau gaya bahasa yang terkandung di dalam koran Bali Post edisi Mei 2018. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode Dokumentasi berua koran, majalah maupun tulisan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) data gaya bahasa yang terdapat pada berita seni budaya di surat kabar Bali Post Mei 2018  berjumlah tujuh majas diantaranya adalah majas metafora, majas personifikasi, majas anthithesis, majas pleonasme, majas hiperbola, majas klimaks dan majas sinekdoke,(2) adapun makna masing-masing majas yang terdapat dalam koran Bali Post edisi Mei 2018 adalah metafora bermakna perbandingan dua hal secara langsung, majas personifikasi bermakna menganggap benda mati bersifat seperti manusia, majas antithese bermakna gagasan yang bertentangan, majas pleonasme bermakna penegasan yang berlebihan, majas hiperbola bermakna pernyataan yang berlebihan, majas klimaks bermakna memberika penyataan yang meningkat dan majas sinekdoke bermakna melukiskan sebagian dari keseluruhan pda penelitian ini masing- masing majas serta makna yang terkandung dalam Koran Bali Post edisi Mei 2018 sudah dideskripsikan secara jelas dan detailKata Kunci: Koran, Majas, Bali Post
PEMBELAJARAN DRAMA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA KURIKULUM 2013 Ni Luh Putu Wisiani; I Made Sutama; Made Sri Indriani
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i2.29126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengkaji tentang pembelajaran drama dengan menggunakan pendekatan kontekstual dari beberapa aspek, yaitu  perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini dirancang  dalam bentuk deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah seperti berikut ini. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, penyiapan media pembelajaran dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran drama dibagi menjadi 3 kegiatan mulai dari tahap pendahuluan, inti, dan penutup. Langkah-langkah pembelajaran drama sudah tertuang dalam RPP. Proses pembelajaran di sekolah dilaksanakan secara interaktif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk aktif dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu metode pembelajaran yang dirancang oleh guru benar-benar digunakan, seperti diskusi, tanya jawab, caramah, dan penugasan. Evaluasi yang digunakan sudah tercantum dalalm RPP yang telah disusun. Guru melakukan penilaian dengan memperhatikan tiga ranah. Ranah pengetahuan dinilai melalui tes lisan, penugasan, tes tertulis, dan portofolio. Ranah keterampilan melalui unjuk kerja, proyek dan portofolio. Ranah sikap dinilai dalam dua aspek, yaitu : sikap spritual dan sosial. Pembelajaran drama dengan menggunakan pendekatan kontekstual telah direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi dengan baik oleh guru.Kata Kunci : kurikulum 2013, pembelajaran drama, pendekatan kontekstual
TEMA CINTA CERPEN SISWA KELAS XI Komang Mas Yudiarta; I Wayan Artika; Ida Ayu Made Darmayanti
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i2.29127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cerpen karya siswa dari berbagai aspek, yaitu (1) kecendrungan tema cinta, (2) persoalan cinta, (3) tema minor yang terdapat pada cerpen siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dengan subjek cerpen karya siswa kelas XI SMA Negeri 1 Singaraja dan objek adalah kecendrungan, perkara atau persoalan cinta, dan tema minor yang muncul. Teknik pengumpulan data teknik dokumentasi. Analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) seluruh cerpen dominan mengangkat tema cinta sebagai tema utama. Tema cinta tersebut memiliki kecendrungan antara lain lima cerpen yang cendrung mengenai cinta pandangan pertama, tiga cerpen cinta monyet, satu cerpen cinta segitiga, satu cerpen cinta dari segi fisik yang penilaiannya berdasarkan dari tubuh atau paras wajah seseorang, satu cerpen cinta hanya nafsu belaka atau cinta buta dan satu cerpen cinta yang bercampuran antara cinta pandangan pertama, cinta monyet, segitiga dalam kehidupan anak remaja, (2) persoalan atau perkara cinta dalam cerpen siswa terkait dengan pengorbanan atau perjuangan cinta yang dilakukannya, (3) tema minor yang terungkap adalah dalam satu cerpen tema pendidikan, dua cerpen tema kesetian dan kasih sayang, dua cerpen dengan tema persahabatan, dua cerpen dengan tema lingkungan dan satu cerpen tema kematian.Kata Kunci : Cerpen, Cinta, Siswa
SANKSI ADAT BAGI ORANG MATI DALAM CERPEN INDONESIA KARYA SASTRAWAN BALI I Wayan Sugiarta; I Nyoman Yasa; I Wayan Artika
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i2.29128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jalan cerita, unsur intrinsik, dan penerapan sanksi adat bagi orang mati dalam masyarakat Bali dalam cerpen Mati Sunyi dan Kubur Wayan Tanggu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian berupa cerpen berjudul ”Mati Sunyi” dan “Kubur Wayan Tanggu”. Cerpen ini mengangkat persoalan sanksi adat kematian. Adapun objek penelitian yakni jalan erita, unsur intrinsik, dan penerapan sanksi adat bagi orang mati dalam cerpen Mati Sunyi dan Kubur Wayan Tanggu. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dengan tahap analis data meliputi ddeskripsi data, klasifikasi data, komparasi data, identifikasi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Sesuai dengan rumusan masalah, adpun hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Dua cerpen ini menceritakan tentang seseorang yang dikenai sanksi kasepekang semasa hidupnya yang memberikan dampak munculnya berbagai permasalah ketika melaksanakan upacara kematian. Kesatuan unsur-unsur intrinsik dalam cerpen ini membentuk cerpen yang menonjolkan konflik sosial masyarakat Bali. Sanksi ini  diterapkan dengan mengembangkan sikap tidak peduli terhadap “terdakwa” dan larangan menggunakan kuburan adatKata kunci:  Cerpen, sanksi adat  kematian, sastrawan Bali
TINDAK TUTUR UPACARA PERNIKAHAN DI DESA GOLO NDEWENG KAJIAN LINGUISTIK ANTROPOLOGI Ermina Nurjaya; I Wayan Rasna; Sang Ayu Putu Sriasih
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i2.29129

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis tindak tutur yang digunakan oleh ketua adat pada upacara pernikahan di Desa Golo Ndeweng Kajian Linguistik Antropologi, (2) fungsi tindak tutur yang digunakan oleh ketua adat pada upacara pernikahan di Desa Golo Ndeweng Kajian Linguistik Antropologi, (3) makna budaya tindak tutur yang digunakan oleh ketua adat pada upacara pernikahan di Desa Golo Ndeweng Kajian Linguistik Antropologi.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah ketua adat dan masyarakat, dan objek penelitiannya adalah jenis, fungsi dan makna tidak tutur yang digunakan dalam upacara pernikahan. Ada dua metode yang digunakan dalam penelitian yakni, metode simak dan metode wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) jenis tindak tutur pada upacara pernikahan meliputi tindak ilokusi, lokusi dan perlokusi. (2) fungsi tindak tutur upacara pernikahan , yaitu fungsi makro yang terdiri atas fungsi direktif, fungsi asertif, fungsi komisif, dan fungsi ekspresif sedangkan fungsi mikro terdiri atas fungsi meminta, fungsi mengusulkan, fungsi menasihati, fungsi mengucapkan terima kasih, dan fungsi menjanjikan atau berjanji. (3) makna budaya tindak tutur pada upacara pernikahan yang meliputi makna hidup dan kehidupan serta makna hidup dan kehidupan berkeluarga serta makna persaudaraan yang hakiki.Kata Kunci : Tuturan, pernikahan, Golo Ndeweng, Linguistik Antropologi.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI E-UKBM Hikmatul Fitriah; I Nyoman Yasa; Ade Asih Susiari Tantri
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i2.29131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri Bali Mandara pada empat aspek keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menuis) melalui media pembelajaran e-ukbm dari segi fitur, pelaksanaan, dan respons. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif pendekatan kualitatif kuantitatif. Dalam penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X MIPA 1 dan siswa kelas X MIPA 1dan yang menjadi  objek dalam  penelitian ini adalah pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri Bali Mandara pada empat aspek keterampilan berbahasa (berbicara, menyimak, membaca, dan menulis) melalui media pembelajaran e-ukbm dari segi fitur, pelaksanaan, dan respons. Ada empat metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini, yaitu metode dokumentasi, observasi, wawancara, dan kuesioner. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beragam fitur dalam e-ukbm pembelajaran bahasa Indonesia yang bertujuan supaya peserta didik semakin giat dan tidak bosan saat belajar. Dalam pelaksanaannya, ada dua teknik yang digunakan yaitu teknik pembelajaran tatap Penggunaan teknik tersebut memberikan dampak posistif dalam pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu meningkatnya pemahaman peserta didik, memberikan porsi online yang kaya akan pengetahuan setiap saat selama pendidik memiliki akses internet, dan menyediakan peluang yang praktis untuk belajar  secara mandiri. Terdapat tiga respons yang diberikan oleh peserta didik secara keseluruhan terhadap pernyataan pada angket, yaitu sangat setuju, setuju, dan tidak setuju.  Selain itu, Ada dua variasi respons atau tanggapan yang diberikan oleh peserta didik yakni,  respons sangat positif dan respons positif. Kedua respons tersebut diperoleh dari 27 peserta didik yang dijadikan sampel. 11(47,52%) peserta didik memberikan respons sangat positif dan 16 (64, 25%) peserta didik lainnya memberikan respon positif.  Maka oleh karena itu, respons peserta didik terhadap pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan e-ukbm di SMA Negeri Bali Mandara, yakni respon positifKata kunci: E-Ukbm di SMA Negeri Bali Mandara dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
PERBEDAAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MENGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN E-LEARNING DENGAN MENGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA SISWA KELAS 10 Komang Gunarianta; Gde Artawan; I Nengah Suandi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i2.29132

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia materi teks biografi pada siswa kelas 10 SMA Negeri 4 Singaraja. Adapun cakupannya: 1. Hasil belajar bahasa indonesia materi teks biografi mengunakan model pembelajaran berbasis aplikasi googel classroom pada siswa kelas 10 SMA Negeri 4 Singaraja, 2. Hasil belajar Bahasa Indonesia materi teks biografi yang mengunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas 10 SMA Negeri 4 Singaraja, dan 3. Untuk  mendeskripsikan antara kedua kelas ada tidaknya perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia materi teks biografi. Penelitian ini memakai rancangan eksperimen post-test only control group design. Dalam pengumpulan data memakai metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis inferensial. Hasil belajar Bahasa Indonesia materi teks biografi kelas eksperimen tinggi, sedangkan kelas kontrolnya rendah. Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar berupa ulangan Bahasa Indonesia materi teks biografi, yang menggunakan model pembelajaran berbasis aplikasi googel classroom dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional pada umumnya ialah hasil dari penelitian penulis. Simpulannya, e-learning memberikan perbedaan positif dari sisi hasil belajar berupa ulangan Bahasa Indonesia materi teks biografi. Adapun saran dalam penelitian ini menjadi salah satu alternatif penggunaan e-learning untuk diterapkan guna menciptakan serta menunjang pembelajaran yang inovatif.Kata kunci: Model Pembelajaran E-learning, Hasil Belajar Bahasa Indonesia, Model Pembelajaran Konvensional.
PEMBELAJARAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DENGAN METODE COOPERATIVE SCRIPT DI KELAS X IPS 1 Kadek Perayani; Sang Ayu Putu Sriasih; I Wayan Wendra
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i2.29133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perencanaan pembelajaran teks laporan hasil observasi dengan metode cooperative script di kelas X IPS 1 SMAN N 3 Singaraja, (2) pelaksanaan pembelajaran teks laporan hasil observasi dengan metode cooperative script di kelas X IPS 1 SMAN 3 Singaraja, (3) evaluasi pembelajaran teks laporan hasil observasi dengan metode cooperative script di kelas X SMAN 3 Singaraja.  Objek penelitian ini yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran dengan metode cooperative script. Subjek penelitian ini  guru bahasa Indonesia di SMAN 3 Singaraja. Rancangan penelitain menggunakan deskripstif kualitatif. Pengumpulan data  menggunakan metode (1) observasi,(2) wawancara, (3) dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran teks laporan hasil observasi dengan metode cooperative script sudah sesuai dengan pembelajaran berdasarkan karakteristik metode cooperative script juga sejalan dengan ketentuan Kurikulum 2013, namun perlu ditambahkan sumber belajar yang sesuai dengan pembelajaran, media pembelajaran seharusnya disesuaikan dengan karakteristik siswa (2) pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan sudah sesuai dengan skenario pembelajaran berdasarkan karakteristik metode cooperative script, namun terdapat hal yang masih luput yaitu apersepsi dan  pemanfaatan alokasi, (3) evaluasi pembelajaran sudah sesuai dengan prinsip metode cooperative script. Namun ada beberapa yang masih luput dari perhatian guru yaitu petunjuk soal dan rentangan skor pada butir soal.Kata Kunci: Pembelajaran Teks laporan hasil observasi, metode Cooperative Script.

Page 1 of 2 | Total Record : 13