cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
Konsistensi KI, KD, dan Indikator Pada Evaluasi Guru dalam Pembelajaran Eksposisi Berdasarkan Kurikulum 2013 Siswa Kelas X MAN Patas. ., Ulfa Hidayah; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8766

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan konsistensi pokok bahasan/materi eksposisi dengan struktur eksposisi yang disampaikan selama proses pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 siswa kelas X MAN Patas. (2) mendeskripsikan konsistensi kompetensi inti dengan dengan kompetensi dasar dalam pembelajaran eksposisi berdasarkan kurikulum 2013 siswa kelas X MAN Patas. (3) mendeskripsikan konsisitensi kompetensi dasar dengan indikator dalam pembelajaran eksposisi berdasarkan kurikulum 2013 siswa kelas X MAN Patas. (4) mendeskripsikan konsisitensi indikator dengan tes soal pada RPP dalam pembelajaran eksposisi berdasarkan kurikulum 2013 siswa kelas X MAN Patas. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia di kelas X MAN Patas. Objek penelitian ini adalah kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator pada evaluasi guru dalam pembelajaran eksposisi berdasarkan kurikulum 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data dianalisis dengan langkah sebagai berikut: Identifikasi data, seleksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan ada beberapa hal yang menonjol terkait dengan masalah yang diangkat, yakni (1) konsistensi pokok bahasan eksposisi/materi eksposisi dengan struktur eksposisi sudah sangat sesuai dengan RPP. (2) konsisitensi kompetensi inti dengan kompetensi dasar pada evaluasi guru dalam pembelajaran dapat dikatakan belum konsisiten dan kualitas penyusunan soal sangat rendah. (3) konsisitensi kompetensi dasar dengan indikator pada evaluasi guru dalam pembelajaran eksposisi dapat dikatakan belum konsisten dan kualitas penyusunan soal sangat rendah (4) konsisitensi indikator dengan tes soal pada RPP dalam pembelajaran eksposisi belum sesuai dan kualitas penyusunan soal masih rendah. Saran yang dapat diberikan yaitu penyusunan evaluasi hendaknya memperhatikan isi KI, KD, dan indikator supaya tinggi kualitas evaluasi tersebut. Kata Kunci : Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Indikator, Evaluasi, Pembelajaran Eksposisi, dan Kurikulum 2013. This study aims to (1) describe the consistency of subject / matter exposition exposition with a structure made during the learning process based on curriculum 2013 students of class X MAN Patas. (2) describe the consistency of core competencies with the basic competencies in learning exposition based curriculum 2013 students of class X MAN Patas. (3) describe konsisitensi basic competencies with indicators in the exposition based learning curriculum 2013 students of class X MAN Patas. (4) describe konsisitensi indicator with test questions on the RPP in the exposition based learning curriculum 2013 students of class X MAN Patas. This study used a qualitative descriptive design. Subjects in this study is the Indonesian teachers in class X MAN Patas. The object of this research is a core competence, basic competence and indicator in evaluating teacher in the exposition based on the curriculum of 2013. The method used in this research is the method of observation, documentation and interview. This study used a qualitative descriptive analysis techniques. Data were analyzed with the following steps: Identification of data, data selection, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate there are some things that stand related to the issues raised, namely (1) the consistency of the subject of the exposition / materials exposition exposition to the structure already is in accordance with the lesson plan. (2) konsisitensi core competence with basic competence in evaluation of teachers in learning can be said is not consistent and quality preparation of the matter is very low. (3) konsisitensi basic competence with the indicator on the evaluation of teacher in the exposition can be said is not consistent and quality preparation of the matter is very low (4) konsisitensi indicator with test questions on the RPP in the exposition is not appropriate learning and the quality of the preparation of matter is still low. Advice can be given that the preparation of the evaluation should pay attention to the content of KI, KD, and an indicator that the high quality of the evaluation. keyword : core competencies, basic competencies, Indicators, Evaluation, Learning Exposition, and Curriculum 2013.
Analisis Kesalahan Tuturan Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Sukasada: Kajian Struktur Morfologis ., Ni Wayan Rinawati; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5297

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) bentuk kesalahan tuturan siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sukasada dilihat dari struktur morfologis, (2) penyebab kesalahan tuturan siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sukasada dilihat dari struktur morfologis. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sukasada. Objek dalam penelitian ini kesalahan tuturan siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Sukasada dilihat dari struktur morfologis dan bentuk-bentuk kesalahan serta penyebab kesalahan pada tuturan siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode perekaman, observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk Kesalahan yang dilakukan oleh siswa meliputi penghilangan afiks, penyingkatan morf, penggunaan afiks yang tidak tepat, dan peluluhan bunyi yang seharusnya luluh tidak diluluhkan, sedangkan penggantian morf, pengulangan, peluluhan bunyi yang seharusnya tidak luluh, penentuan bentuk dasar yang tidak tepat, penempatan afiks yang tidak tepat pada gabungan kata, dan pemajemukan tidak ditemukan dalam tuturan siswa. (2) penyebab kesalahan tuturan siswa dikarenakan pengaruh bahasa daerah, mengurangi keakraban, tidak memahami pembentukan kata, dan perhatian guru masih rendah terhadap cara berbahasa siswa. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi guru untuk dijadikan alat evaluasi dalam memperbaiki penggunaan bahasa lisan siswa, terutama kesalahan struktur morfologis pada saat proses belajar mengajar. Kata Kunci : analisis kesalahan, tuturan siswa, kajian struktur morfologi This study aimed to describe (1) types of students’ speaking error in morphology structure of eleventh grade students in SMK Negeri 1 Sukasada, (2) the cause of error in students’ speaking in morphology structure of eleventh grade students in SMK Negeri 1 Sukasada. This was a descriptive qualitative research. The subject was eleventh grade students in SMK Negeri 1 Sukasada. The object of this research was the error of students’ speaking in the morphology structure, the types of error, and the cause of error on eleventh grade students in SMK Negeri 1 Sukasada. The method of data collection in this study used recording, observing, and interviewing. The data gotten was analyzed with the analysis of descriptive qualitative technique. The result of this study showed that (1) the types of error produced by students included the omission of affix, syncope morf? incorrectness use of affix, and inappropriate ommision sound, meanwhile morf replacement, repetition, incorrectness omission of sounds, incorrectness the basic form, the wrong place of affix on phrase, and compounds were not found in students’ utterance. (2) the cause of students’ error in speaking were the influence of their native language, decrease of solidarity, not understanding the word form, and the teacher’s attention was low on students’ speaking. The result of the present study was beneficial for teacher as used as evaluation tool in correcting students’ speaking, particularly the errors in morphology structure while learning process. keyword : error analysis, students’ speaking, morphology structure
ANALISIS LATAR BELAKANG PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA SKRIPSI MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA TAHUN 2012 ., Luh Ayu Cinthya Herliyanti; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.2568

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan (1) mendeskripsikan kesesuaian antara latar belakang PTK dan judul penelitian mahasiswa, (2) mendeskripsikan kelengkapan komponen latar belakang PTK mahasiswa, dan (3) mendeskripsikan komponen yang paling dominan luput dalam latar belakang PTK mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dokumen berupa inventaris latar belakang PTK. Sumber data pada penelitian ini berupa skripsi mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesi tahun 2012 dan objek penelitian ini adalah latar belakang PTK mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun 2012. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan menggunakan prosedur (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) Verifikasi dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) latar belakang PTK mahasiswa sesuai dengan judul penelitian, (2) ditinjau dari keseluruhan komponen, ternyata tidak ada latar belakang skripsi PTK mahasiswa yang memuat komponen lengkap, dan (3) komponen paling dominan luput dalam latar belakang PTK mahasiswa adalah keresahan dan kegelisahan peneliti, serta permasalahan yang muncul seandainya masalah tersebut tidak diteliti. Persentase kesalahan komponen tersebut mencapai 100%.Kata Kunci : latar belakang PTK, skripsi, mahasiswa This descriptive research was aimed at: (1) describing the correspondence between the background of classroom action reaserch (CAR) and the the title of the students' research, (2) describing the completeness of the background component of the students' classroom action reseach (CAR), (3) describing the dominant component which left on students' CAR background. The method of collecting the data which was used in this reseach was content analysis method in the form of inventory of CAR background. The object of this research was the thesis of the students in Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Department year 2012. The data analysis used descriptive qualitative technique by using procedures (1) data reduction, (2) data presentation, (3) verification and conclusion. The resultof this study were (1) PTK’s background correlates to the title of students’ research, (2) in terms of everal components, there was no CAR's background which contained complete components, (3) the most dominant component left in students' CAR background were the restlessness and researchers' anxiety, as well as the problems that arised if the problem was not investigated. The percentage of error of those component reached 100%. keyword : background of CAR, thesis, students’
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT MELALUI MEDIA GAMBAR ILUSTRASI PADA SISWA KELAS X IPA 2 SMA NEGERI 2 MENGWI ., KD SEPTI DWIANTARI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum.; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i2.21425

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan menentukan (1) langkah-langkah pembelajaran menulis teks anekdot melalui media gambar ilustrasi, (2) hasil belajar menulis teks anekdot melalui media gambar ilustrasi, dan (3) respons siswa terhadap pembelajaran menulis teks anekdot melalui media gambar ilustrasi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Mengwi. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah pembelajaran media gambar ilustrasi, peningkatan hasil belajar, dan respons siswa dalam penggunaan media gambar ilustrasi. Data dalam penelitian dikumpulkan melalui observasi, metode tes, dan metode kuesioner dan analisis dengan teknik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) langkah-langkah pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot (2) media gambar ilustrasi meningkatkan kemampuan menulis hal ini dibuktikan dari hasil belajar siswa secara klasikal pada prasiklus 65,00 (cukup), pada siklus I meningkat sebesar 76,85 (baik), dan siklus II meningkat sebesar 79,98 (baik), dan (3) respons siswa terhadap penggunaan media gambar ilustrasi tergolong positif dengan rata-rata skor pada siklus I sebesar 42,60 (positif) dan meningkat pada siklus II sebesar 45,88 (positif). Kata Kunci : kemampuan menulis, media gambar ilustrasi, siswa SMA Classroom Action Research aims to determine (1) the steps of learning to write anecdotal texts through illustrative media, (2) the results of learning to write anecdotal texts through illustrative media, and (3) student responses to learning to write anecdotal texts through media illustrated image. The subjects of this study were teachers and students of class X IPA 2 Mengwi State Senior High School 2. The object of this research is the steps of learning media illustration images, improving learning outcomes, and student responses to the use of illustrated media images. The data in the study were collected through observation, test methods, and questionnaire and analysis methods with quantitative descriptive and qualitative descriptive techniques. The results of this study indicate that (1) the appropriate learning steps to improve the ability to write anecdotal text (2) illustrative media media improve the ability to write this is evidenced by the student learning outcomes in a classic on prasiklus 65.00 (enough), in the first cycle increased by 76.85 (good), and the second cycle increased by 79.98 (good), and (3) the students' response to the use of illustration media media was classified as positive with an average score in the first cycle of 42.60 (positive) and increased in the second cycle of 45.88 (positive).keyword : writing skills, media illustration images, high school students
STRATEGI GURU DALAM PEMBELAJARAN MENULIS NASKAH DRAMA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SAWAN ., Ayu Silvia Sintya .d; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 6, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v6i1.9683

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan strategi guru dalam pembelajaran menulis naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sawan, dan (2) mendeskripsikan kendala-kendala yang dialami guru dalam pembelajaran menulis naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas VIII SMP Negeri 2 Sawan. Objek penelitian ini adalah strategi guru dalam pembelajaran menulis naskah drama siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data dianalisis dengan langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang menonjol terkait dengan masalah yang diangkat, yakni: (1) dalam proses belajar mengajar guru menggunakan beberapa strategi mengajar, yaitu strategi pendekatan individual, strategi pembelajaran penemuan (discovery learning), dan pendekatan bervariasi. (2) kendala yang dialami dalam pembelajaran menulis naskah drama adalah menjauhkan rasa takut siswa untuk bertanya ,membangkitkan imajinasi siswa terhadap sesuatu yang akan dijadikan naskah drama. Kata Kunci : strategi guru, menulis naskah drama. The aims of this present study (1) to describe teacher strategy in teaching students eight grade of SMP Negeri 2 Sawan in writing script of drama, and (2) to describe problems that faced by the teacher in teaching students of the eight grade of SMP Negeri 2 Sawan in writing script of drama. This present study used qualitative descriptive design. The subject in this present study was teacher who teaching the eight grade students of SMP Negeri 2 Sawan. The object of this present study was teacher strategy in teaching of eight grade student of SMP Negeri 2 Sawan. The methode that used to collect the data were observation methode, interview methode, and documentation methode. This present study used descriptive qualitative analysis technique. The data were analyzed with several step, such as: data reduction, presentation of the data, and conclution. This study shows there were a few protruding problem related with the that rased, (1) in teaching process the teacher used several teaching learning strategy, that were individual approach strategy, discovery learning strategy, and varied approaches. (2) the student still afraid to asking to the teacher when found some problem in writing script of drama, improving students imagination about something that will used script of drama. keyword : strategy teacher, writing script of drama
TEKNIK GURU DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS I (STUDI KASUS DI SD NEGERI 1 BANJAR JAWA) ., Ni Km Rika Damayanti; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3039

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) teknik pembelajaran membaca yang muncul dalam membaca permulaan pada siswa kelas 1 (studi kasus di SD Negeri 1 Banjar Jawa), (2) teknik pembelajaran yang paling sering digunakan oleh guru dalam membaca permulaan pada siswa kelas 1 (studi kasus di SD Negeri 1 Banjar Jawa), dan (3) alasan guru memilih teknik pembelajaran tersebut dalam membaca permulaan pada siswa kelas 1 (studi kasus di SD Negeri 1 Banjar Jawa). Subjek penelitian ini adalah guru kelas 1 SD Negeri 1 Banjar Jawa yang berjumlah 3 orang. Objek penelitian ini adalah teknik guru dalam pembelajaran membaca permulaan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) munculnya berbagai teknik pembelajaran membaca permulaa, yakni teknik pembelajaran membaca dengan jenis teknik baca-ulang-ucap, baca-tulis, lihat-baca, lihat ucap, dan memperkenalkan, (2) teknik pembelajaran membaca permulaan yang paling sering digunakan oleh guru adalah teknik pembelajaran membaca dengan jenis teknik baca-ulang-ucap, dan (3) pemilihan teknik pembelajaran membaca permulaan yang digunakan guru didasarkan atas pemikiran tentang karakteristik siswa yang sedang diajar. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti lain disarankan untuk meneliti lebih mendalam lagi tentang teknik pembelajaran membaca permulaan. Kata Kunci : teknik guru, pembelajaran membaca permulaan. ABSTRACT This study aimed to describe about (1) the technique of reading learning of first grade students as beginner readers ( a case study in SD Negeri 1 Banjar Jawa), (2) the most learning technique used by the teachers in beginning reading class of first grade students (a case study in SD Negeri 1 Banjar Jawa), (3) the reasons why the teachers choosen the technique of teaching beginning reading of first grade students (a case study in SD Negeri 1 Banjar Jawa). The subject of this study were the three teachers of first grade students in SD Negeri 1 Banjar Jawa. The object of this study were the techniques used by the teachers in teaching beginning reading. The data collection methods used in this study were the method of observation, documentation, and interviews. The data were analyzed using descriptive qualitative techniques. The result of this study are (1) the occurence of a variety of technique beginning reading which is the techniques of reading learning namely technique read-repeate-say, read-write, see-read, see-say, and introduce, (2) the most beginning reading technique used by teachers is read-repeate-say technique, (3) the selection of teaching reading technique used by the teachers is based on the characteristic of the students themselves. Based of these results, other researchers are suggested to examine more deeply about the technique of teaching beginning reading. keyword : teachers techniques, beginning reading learning.
MAJALAH DINDING SEBAGAI IMPLEMENTASI KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA YANG MENGIKUTI EKTRAKURIKULER JURNALISTIK DI SMP N 4 SINGARAJA dewi, mayendri septia
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v1i1.283

Abstract

MAJALAH DINDING SEBAGAI IMPLEMENTASI KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA YANG MENGIKUTI EKTRAKURIKULER JURNALISTIK DI SMP N 4 SINGARAJA Ayu Mayendri Septia Dewi (0712011016) Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha, Jln. Ahmad Yani 87 Singaraja ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui fungsi majalah dinding pada ektrakurikuler jurnalistik, (2) mengetahui kriteria yang harus dipahami siswa untuk menulis cerpen dalam ekstrakurikuler jurnalistik, (3) menjelaskan majalah dinding sebagai implementasi kemampuan menulis cerpen siswa yang mengikuti ektrakurikuler jurnalistik di SMP Negeri 4 Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti ektrakurikuler jurnalistik di SMP Negeri 4 Singaraja. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi mading pada ektrakurikuler jurnalistik di SMP Negeri 4 Singaraja, antara lain: (1) sarana komunikasi, (2) media hiburan yang murah dan sederhana (3) sarana berlatih jurnalistik, (4) sebagai wadah kreativitas siswa, (5) sebagai penumbuh minat para siswa dalam berkreativitas, (6)sebagai media pendorong siswa untuk membaca, menilai dan menanggapi. Kriteria yang harus dipahami oleh siswa untuk dapat menulis sebuah cerpen, antara lain: (1) kelengkapan aspek formal, (2) kelengkapan unsur intrinsik, (3) keterpaduan unsur/struktur, dan (4) kesesuaian penggunaan bahasa. Berdasarkan hasil penilaian cerpen dengan kriteria tersebut, dapat disimpulkan bahwa siswa yang mengikut ektrakurikuler mading sudah memahami kriteria penulisan cerpen dengan baik. Mading sebagai implementasi kemampuan menulis cerpen siswa yang mengikuti ektrakurikuler jurnalistik di SMP Negeri 4 Singaraja dapat dibuktikan dengan adanya, (a) kompetisi, (b) mengenal tahapan menulis cerpen, (c) sarana pelatihan, (d) sarana pemajangan, (e) sarana evaluasi, (f) meningkatkan motivasi menulis cerpen. Kata kunci : majalah dinding, menulis cerpen, implementasi, jurnalistik.  e-mail: mayzentoel@yahoo.co.id
KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEKS ULASAN DI KELAS VIII 10 SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., I Komang Gede Wahyu Gunawan; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11278

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) pola komunikasi yang terjadi antara guru dan siswa (2) mendeskripsikan kecakapan komunikasi interpersonal guru dan siswa (3) kendala-kendala yang terjadi dalam komunikasi interpersonal guru dan siswa dalam pembelajaran teks ulasan di kelas VIII 10 SMP Negeri 2 singaraja. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa serta objeknya adalah komunikasi interpersonal. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi dan wawancara. Data dianaliis secara deskriptif kualitatif melalui tiga tahapan, yakni reduksi, penyajian, serta simpulan/verifikasi data. Hasil penelitian ini (1) pola komunikasi guru dan siswa adalah komunikasi banyak arah. (2) Kecakapan komunikasi interpersonal guru meliputi, berbicara, bertanya, membuka pintu komunikasi, menjaga sopan santun, cepat (tanggap, bertanggung jawab), perhatian dan kepedulian, memiliki empati, memberikan layanan, menyampaikan informasi, mendengarkan, dan sebagai konselor. Kecakapan komunikasi interpersonal siswa meliputi, berbicara, bertanya, membuka pintu komunikasi, menjaga sopan santun, meminta maaf, cepat (tanggap, bertanggung jawab), menyampaikan informasi, dan mendengarkan. (3) Kendala-kendala yang terjadi dalam komunikasi interpersonal guru meliputi, faktor komunikan rendah, tidak digunakan media yang tepat, perbedaan persepsi, komunikasi satu arah, waktu, dan suasana hati komunikan. Sementara itu, kendala yang dihadapi siswa meliputi, karakteristik komunikan, perbedaan persepsi, dan tidak ada respon. Kata Kunci : komunikasi interpersonal, guru, siswa, teks ulasan In this research purposes to describe (1) communication patterns that occur between teachers and students (2) describe interpersonal communication skills of teachers and students and (3) constraints that occur in interpersonal communication of teachers and students in text review study in class VIII 10 SMP Negeri 2 singaraja. This research subject is teacher and student and the object is interpersonal communication. This research uses qualitative descriptive design. Data were collected using observation and interview methods. Data is analyzed descriptive qualitative through three stages, namely reduction, presentation, and conclusion / verification of data.The result of this research (1) communication pattern of teacher and student is the pattern of communication of many direction. (2) Interpersonal communication skills of teachers include speaking, asking, communication skills, keeping good manners, being quick (responsive, responsible), caring and caring, having empathy, providing services, conveying information, listening, and counseling. Interpersonal communication skills of students include, speaking, asking, opening communication doors, maintaining courtesy, apologizing, fast (responsive, responsible), conveying information, and listening. (3) Constraints that occur in teacher interpersonal communication include, low communicant factors, not used appropriate media, differences in perception, one-way communication, time, and mood communicant. Meanwhile, the constraints faced by students include, the characteristics of communicants, differences in perception, and no response.keyword : interpersonal communication, teacher, student, review text
ANALISIS NASKAH DRAMA KARYA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 7 SINGARAJA DIKAJI DARI SEGI STRUKTUR DRAMATIK DAN PANDANGAN PARA TOKOH Widiastuti, Ni Kd. Trisna; Sutresna, Ida Bagus; Darmayanti, Ida Ayu Made
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20513

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) struktur dramatik dalam naskah drama karya siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Singaraja, dan (2) pandangan para tokoh dalam naskah drama karya siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Singaraja. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah naskah drama karya siswa kelas VIIIA SMP Negeri 7 Singaraja. Data yang dikumpulkan berupa struktur dramatik dan pandangan para tokoh. Hasil penelitian ini adalah (1) sebagian besar siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Singaraja sudah mampu membuat naskah drama dengan struktur dramatik yang lengkap dimulai dari bagian awal (eksposisi), komplikasi (konflik), bagian tengah (klimaks/krisis), bagian akhir (resolusi), dan simpulan (konklusi). Selain itu, terdapat siswa yang membuat naskah drama hanya terdiri atas empat bagian, tiga bagian, dan dua bagian struktur dramatik. (2) Naskah drama yang ditulis oleh siswa sebagian besar sudah menunjukkan pandangan tokoh yang terdapat pada dialog para tokoh. Siswa sudah mampu membuat pandangan para tokoh dengan baik. Siswa mengemas pandangan tersebut sesuai dengan yang mereka alami, lihat, ataupun dengar. Pandangan-pandangan yang ada pada naskah drama siswa meliputi: pandangan mengenai arti persahabatan, anak yang durhaka, pertengkaran, tolong menolong (sosial), kesehatan, dan tidak menyakiti makhluk hidup lainnya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MELALUI PENGALAMAN BERBANTUAN MEDIA GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS VIII.A SMP DHARMA WIWEKA DENPASAR ., Ni Made Candra Kusuma Dewi; ., Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3345

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah yang ditempuh dalam penerapan model pembelajaran melalui pengalaman berbantuan media grafis dalam pembelajaran menulis puisi, (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar menulis puisi siswa kelas VIII.A SMP Dharma Wiweka Denpasar dengan menerapkan model pembelajaran melalui pengalaman berbantuan media grafis, (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran melalui pengalaman berbantuan media grafis dalam pembelajaran menulis puisi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII.A SMP Dharma Wiweka Denpasar yang berjumlah 44 orang. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah, peningkatan hasil, dan respons siswa dalam penerapan model pembelajaran melalui pengalaman berbantuan media grafis dalam pembelajaran menulis puisi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes, dan angket/kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) langkah-langkah yang diterapkan dengan menggunakan model pembelajaran melalui pengalaman berbantuan media grafis mampu meningkatkan kemampuan siswa menulis puisi; (2) penerapan model pembelajaran melalui pengalaman berbantuan media grafis mampu meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII.A SMP Dharma Wiweka Denpasar. Hal ini dapat dilihat dalam perbandingan skor rata-rata klasikal, yakni skor rata-rata sebelum tindakan adalah 67,31. Pada siklus I, skor meningkat menjadi 74,65, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 80,02; (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penerapan model pembelajaran melalui pengalaman berbantuan media grafis dalam menulis puisi. Berdasarkan hasil penelitian ini, guru disarankan untuk menggunakan model pembelajaran melalui pengalaman berbantuan media grafis sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan menulis khususnya dalam hal menulis puisi.Kata Kunci : model pembelajaran melalui pengalaman, media grafis, menulis puisi This Classroom Action research aims ( 1 ) to describe the steps in applying the experiential learning models assisted by graphics media in learning to write poetry , ( 2 ) to describe an increase in learning outcomes of students’ poetry writing in VIII.A class, SMP Wiweka Dharma Denpasar by applying experiential learning models assisted by graphics media, ( 3 ) to describe the students’ response toward the application of experiential learning models assisted by graphics media in learning to write poetry . The subject of this study were the teachers and students of VIII.A Class in SMP Wiweka Dharma Denpasar which are 44 people in total. The object of this research is the steps of increasing the outcome and the response of students in applying the experiential learning models assisted by graphics media in learning to write poetry. The data collection methods used in this study were observation method, tests, and questionnaires. The data were analyzed by using descriptive quantitative and descriptive qualitative techniques. The results showed that , ( 1 ) the steps implemented by using experiential learning models assisted by graphics media can increase the ability of students to write poetry ; ( 2 ) the application of experiential learning models assisted by graphics media can improve students' ability to write poetry in VIII.A class in SMP Wiweka Dharma Denpasar . It can be seen from the comparison between the average of classical scores, which the average score before the action was 67.31. In the first cycle, the score increased to 74.65, and increased again in the second cycle becomes 80.02; ( 3 ) students responded very positively to the application of the experiential learning models assisted by graphics media in writing poetry . Based on these results, teachers are suggested to use the experiential learning models assisted by graphics media as an alternative to improve writing skills, especially in terms of writing poetry.keyword : experiential learning models, graphic media, writing poetry

Page 27 of 122 | Total Record : 1214