cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
AKTIVITAS BALAI BAHASA BALI DALAM MEWUJUDKAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BIDANG KEBAHASAAN SERTA KESASTRAAN INDONESIA DI BALI ., Komang Try Pradnya Paramitha Dewi; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) program kerja Balai Bahasa Bali dalam mewujudkan pembinaan dan pengembangan bidang kebahasaan serta kesastraan Indonesia di Bali (2) implementasi program kerja Balai Bahasa Bali dalam mewujudkan pembinaan dan pengembangan bidang kebahasaan serta kesastraan Indonesia di Bali dan (3) evaluasi program kerja Balai Bahasa Bali dalam mewujudkan pembinaan dan pengembangan bidang kebahasaan serta kesastraan Indonesia di Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Balai Bahasa Bali. Objek penelitian pada penelitian ini adalah aktivitas yang dilakukan Balai Bahasa Bali dalam mewujudkan pembinaan dan pengembangan bidang kebahasaan serta kesastraan Indonesia di Bali. Hasil penelitian ini adalah (1) Ada dua kecenderungan Balai Bahasa Bali dalam usaha pembinaan dan pengembangan bidang kebahasaan serta kesastraan Indonesia, yakni menyelenggarakan penilaian dan mengadakan lokakarya, (2) implementasi kerja Balai Bahasa Bali sudah memenuhi empat tahap kegiatan, yaitu tahap pendahuluan, tahap pengembangan, tahap kulminasi, dan tindak lanjut, dan (3) Evaluasi telah memenuhi komponen-komponen yang perlu dievaluasi antara lain meliputi pencapaian tujuan dan ketepatan tujuan dan isi materi pelatihan. Kata Kunci : Kata kunci: balai bahasa, aktivitas, program kerja, implementasi, dan evaluasi This study aimed at assessing 1) the work program of Balai Bahasa Bali in actualizing the coaching and development of language field and Indonesian literature in Bali, 2) the implementation of Balai Bahasa Bali work program in actualzing the coaching and development of language field and Indonesian literature in Bali, and (3 the evaluation of Balai Bahasa Bali work program in actualizing the coaching and development of language field and Indonesian literature in Bali. This study used descriptive qualitative design. The subjects of this study were Balai Bahasa Bali in actualizing the coaching and development of language field and Indonesian literature in Bali. The results of this study were it was found that 1) there were two tendencies of Balai Bahasa Bali in the effort of coaching and develoving the language field and Indonesian literature, namely conducting assesment and helding workshop, 2) the implementation of Balai Bahasa Bali work program had fulfilled four stages of activity, namely the introduction stage, development stage, culmination stage, and follow up, 3) the evaluation had met the components that need to be evaluated including the achievement the objective and the accuracy of the objective and the content of the training materials. keyword : Key words: Balai Bahasa, activity,work program, implementation, and evaluation.
PENGAJARAN REMEDI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS XI MIA 6 SMA NEGERI 1 SINGARAJA ., Vera Astrawan I Kadek; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6614

Abstract

Penelitian yang menggunakan rancangan deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pemahaman guru terhadap pengajaran remedi di kelas XI MIA 6 SMA Negeri 1 Singaraja, (2) pelaksanaan pengajaran remedi di kelas XI MIA 6 SMA Negeri 1 Singaraja, (3) masalah-masalah yang dihadapi guru dalam melaksanakan pengajaran remedi di kelas XI MIA 6 SMA Negeri 1 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia di kelas XI MIA 6 SMA Negeri 1 Singaraja dan masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana pemahaman,pelaksanaan, dan masalah-masalah yang dihadapi guru dalam pengajaran remedi di kelas XI MIA 6 SMA Negeri 1 Singaraja. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket/kuesioner, metode observasi, dan metode wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pemahaman guru terhadap pengajaran remedi sudah baik. (2) pelaksanaan pengajaran remedi meliputi persiapan, kegiatan pembelajaran, dan evaluasi (hasil dan tindak lanjutnya). (3) masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan pengajaran remedi, yaitu guru kurang memperhatikan latar belakang, pedoman, waktu, pendekatan, dan langkah-langkah dalam melaksanakan pengajaran remedi. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa guru sudah memahami dengan baik mengenai pengajaran remedi, pelaksanaan pengajaran remedi dibagi tiga komponen, yaitu persiapan, kegiatan pembelajaran, hasil dan tindak lanjut. Dalam persiapan guru sudah melakukan pengamatan dan identifikasi terhadap hasil belajar siswa. Dalam tahap kegiatan pembelajaran, pengajaran remedi dilakukan guru seminggu setelah nilai hasil belajar siswa diumumkan ketika jam pembelajaran. Tindakan evaluasi dinyatakan guru berdasarkan hasil nilai dan kebiasaan siswa dalam mengerjakan tugas di hari-hari biasanya. Untuk itu, disarankan kepada guru agar lebih banyak membaca referensi mengenai pengajaran remedi serta memperhatikan pedoman-pedoman dalam pengajaran remedi. Kata Kunci : Pengajaran Remedi, Pembelajaran Bahasa Indonesia, Sekolah Menengah Atas The research design was used qualitative descriptive aims to describe (1) the understanding of teachers to teaching remedial classes XI MIA 6 SMAN 1 Singaraja, (2) the implementation of teaching remedial classes XI MIA 6 SMAN 1 Singaraja, (3) problems that teachers face in implementing remedial teaching in class XI MIA 6 SMAN 1 Singaraja. The subjects were Indonesian teacher in class XI MIA 6 SMAN 1 Singaraja and issues that were examined in this study is how the understanding , implementation , and problems faced by teachers in remedial teaching in class XI MIA 6 SMA Negeri 1 Singaraja. Data collection methods used in this study is a questionnaire / questionnaire, observation and interview methods. The collected data was then analyzed using qualitative descriptive. The results showed that (1) the understanding of teachers for remedial teaching is good. (2) the implementation of remedial teaching includes preparation, learning activities, and evaluation (results and follow-up). (3) the problems faced by teachers in implementing remedial teaching, the teacher is less concerned about the background, guidelines, timing, approach, and measures to implement remedial teaching. Based on the results and discussion, it can be concluded that the teachers have a good understanding of the remedial teaching, implementation of remedial teaching is divided into three components, namely preparation, learning activities, and the results and follow-up. In preparation of teachers already make observations and identification of student learning outcomes. In the phase of learning activities, teaching remedial teachers do a week after the value of student learning outcomes announced when learning hours. Action declared teacher evaluation based on the results of the values and habits of the students in doing the task in those days usually. To that end, it is suggested to teachers that many more references to the teaching remedial reading and pay attention to the guidelines in remedial teaching.keyword : Teaching Remedi, Learning Indonesian, High School
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA BENTUK TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI DALAM NOVEL ASTRAL ASTRIA KARYA FIRA BASUKI ., Nurul Hanifah; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd; ., Drs. I Nyoman Merdhana, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3947

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini sebagai internalisasi pendidikan dalam pengajaran sastra. Novel Astral Astria karya Fira Basuki memiliki isi pendidikan yang ditekankan pada nilai pendidikan karakter dalam bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Tujuannya adalah untuk (1) Mengetahui nilai karakter yang ada dalam bentuk tindak tutur lokusi pada novel tersebut; (2) Mengetahui nilai karakter yang ada dalam bentuk tindak tutur ilokusi pada novel tersebut; (3) Mengetahui nilai karakter yang ada dalam bentuk tindak tutur perlokusi pada novel tersebut. Subjeknya yaitu novel Astral Astria karya Fira Basuki. Objek yang diteliti yaitu nilai pendidikan karakter pada bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Rancangan penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode dokumentasi dan identifikasi. Instrumen yang digunakan adalah media berupa tabel kriteria. Hasil penelitian ini adalah (1) Bentuk tindak tutur lokusi dalam novel tersebut terdapat 22 nilai pendidikan karakter yaitu nilai mandiri, nilai gemar membaca, nilai demokratis, nilai menghargai prestasi, nilai kreatif, nilai bersahabat/komunikatif, nilai kerja keras, nilai mandiri, nilai peduli sosial, nilai rasa ingin tahu, dan nilai tanggungjawab; (2) Bentuk tindak tutur ilokusi dalam novel tersebut terdapat 22 nilai pendidikan karakter yaitu nilai religius, nilai peduli sosial, nilai toleransi, nilai bersahabat/komunikatif, nilai rasa ingin tahu, nilai kerja keras, nilai demokratis, nilai menghargai prestasi, nilai tanggungjawab, dan nilai kreatif; (3) Bentuk tindak tutur perlokusi dalam novel tersebut terdapat 23 nilai pendidikan karakter yaitu nilai peduli sosial, nilai bersahabat/komunikatif, nilai rasa ingin tahu, nilai kerja keras, nilai demokratis, nilai tanggungjawab, dan nilai kreatif. Kata Kunci : Kata kunci: pendidikan karakter dan lokusi, ilokusi, perlokusi ABSTRACT This research as the internalization of education in teaching literature. Astral Astria novel written by Fira Basuki contains education which emphasize on character value education in form of locution, illocution and perlocution of speech act. The purposes are (1) to know the character value of locution in the novel; (2) to know the character value of illocution in the novel; (3) to know the character value of perlocution in the novel. The subject is the Astral Astria novel by Fira Basuki. The object which is investigated is the character value education in form of locution, illocution and perlocution of speech act. Design of this research is descriptive qualitative. The methods used were documentation and identification. The instrument used was media in form of criteria table. The result of this research are (1) form of locution in the novel found that there are 22 character values education namely independent, love reading, democratic, achievement respect, creativity, friendliness/communicative, hard work, social care, curiosity, and responsibility; (2) form of illocution in the novel found that there are 22 character values education namely religious, social care, tolerant, friendliness/communicative, curiosity, hard work, democratic, achievement respect, responsibility, and creativity; (3) form of perlocution in the novel found that there are 23 character values education namely social care, friendliness/communicative, curiosity, hard work, democratic, responsibility, and creativity. keyword : Key words: character education and locution, illocution, perlocution
KEMAMPUAN SISWA MENERAPKAN EJAAN DALAM PENULISAN KARANGAN ARGUMENTASI DI KELAS X SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA Suartika, Putu
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 1, No 7 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v1i7.1153

Abstract

KEMAMPUAN SISWA MENERAPKAN EJAAN DALAM PENULISAN KARANGAN ARGUMENTASI DI KELAS X SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA Oleh I Putu Suartika, NIM 0912011034 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan siswa menerapkan kaidah pemakaian huruf kapital dalam penulisan karangan argumentasi di kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja, (2) mendeskripsikan kemampuan siswa menerapkan kaidah penulisan kata depan dalam karangan argumentasi di kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja, (3) mendeskripsikan kemampuan siswa menerapkan kaidah penulisan partikel dalam karangan argumentasi di kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja, dan (4) mendeskripsikan kemampuan siswa menerapkan kaidah pemakaian tanda baca dalam penulisan karangan argumentasi di kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja tahun ajaran 2012/2013, sedangkan objek dalam penelitian ini meliputi kemampuan menggunakan huruf kapital, kata depan, partikel dan tanda baca. Data penelitian ini diperoleh dengan metode tes. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kemampuan siswa dalam menerapkan kaidah pemakaian huruf kapital memperoleh hasil kurang dengan skor rata-rata 5,5, (2) kemampuan siswa dalam menerapkan kaidah penulisan kata depan memperoleh hasil baik dengan skor rata-rata 8,2, (3) kemampuan siswa dalam menerapkan kaidah penulisan partikel memperoleh hasil amat baik dengan skor rata-rata 9,9, dan (4) kemampuan siswa dalam menerapkan kaidah pemakaian tanda baca memperoleh hasil baik dengan skor rata-rata 7,9. Kata kunci: ejaan, kemampuan siswa, penulisan karangan argumentasi
PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI MEDIA DALAM PEMBELAJAN BAHASA INDONESIA KELAS VII DI SMP NEGERI 4 SINGARAJA Andryani, Kd Zervina; Sriasih, Sang Ayu Putu; Artika, I Wayan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i2.20422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkajijenis media internet dan penggunaannya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 4 Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif.Pada penelitian ini subjek penelitian yang digunakan adalah gurubahasa Indonesia, siswa kelas VII A1 dan VII A2, serta internet.Sedangkan objek penelitian ini adalah jenis media internet dan penggunaan internet sebagai media pembelajaran. Jenis media internet dalam pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 4 Singaraja dilihat dari jenis media yang sering diguankan oleh guru pelajaran bahasa Indonesia. Sedangkan  penggunaan internet sebagai media dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 4 Singaraja dilihat dari cara guru menggunakan media internet dalam pembelajaran. Hasil penelitian didapatkan dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian, yaitu (1) Jenis media internet yang digunakan adalah video dan teks, (2) video yang digunakan terdiri dari video cerita fantasi, video deskripsi, dan video prosedur. Sedangkan teks yang digunakan yaitu: teks deskripsi dan teks prosedur, (3)penggunaan media video digunakan dengan cara ditayangkan dan media teks digunakan sebagai contoh dalam bentuk hardcopy, (4) penggunaan internet sebagai media yang dilakukan oleh guru dan peserta didik kelas VII A1 dan VII A2  pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 4 Singaraja.
PEMOSISIAN DAN PENCITRAAN AKTOR BERITA-BERITA RENCANA REKLAMASI TELUK BENOA DALAM BALI POST ., Ni Luh Gede Dhanayasa; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v4i2.7869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan dan menganalisis pemosisian aktor dalam pemberitaan rencana reklamasi Teluk Benoa dalam Bali Post dan (2) mendeskripsikan dan menganalisis pencitraan aktor dalam pemberitaan rencana reklamasi Teluk Benoa dalam Bali Post. Penelitian dengan rancangan penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan berita-berita rencana reklamasi Teluk Benoa dalam harian Bali Post sebagai subjek penelitian. Lingkup penelitian ini hanya pada berita Bali Post yang memuat berita- berita rencana reklamasi Teluk Benoa sejak Januari sampai April 2015. Sementara itu, objek penelitian ini adalah pemosisian dan pencintraan aktor dalam pemberitaan rencana reklamasi Teluk Benoa dalam harian Bali Post. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dengan teknik baca-catat. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif mengikuti teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pemosisian aktor Bali Post menggunakan strategi eksklusi dengan uraian 6 pasivasi; 3 nominalisasi serta strategi inklusi dengan uraian 5 diferensiasi; 2 abstraksi; 6 identifikasi; 12 indeterminasi-; 8 asimilasi; dan 5 asosiasi. Dari pemosisian tersebut dapat diketahui bahwa aktor yang dianggap menolak reklamasi mendapatkan citra yang positif dan aktor yang proreklamasi mendapatkan citra yang negatif. Kata Kunci : reklamasi Teluk Benoa; eksklusi; inklusi; pemosisian; pencitraan This research was aimed to (1) describe and analyze the positioning of the actor in reclamation planning of Teluk Benoa news in Bali Post and (2) describe and analyze actor’s image in reclamation planning of Teluk Benoa news which was existed in Bali Post. This qualitative descriptive research used news of Teluk Benoa reclamation planning which were existed in daily news of Bali post as the subject of the research. Scope of this research was only related to news of Teluk Benoa reclamation planning which were published since January to April 2015. Meanwhile, object of this research was actor’s positioning and imaging which was much related to the news. Documentation was the method used in collecting the data which was done using reading-taking note technique. The data was analyzed by using qualitative descriptive technique which adopt Miles and Huberman’s analysis technique. This result of the research showed that in actor’s positioning, Bali Post used exclusion strategy which included 6 passivations, 3 nominalizations, additionally, inclusion strategy including 5 differentiation, 2 abstraction, 6 identification, 12 indeterminacy, 8 assimilation, and 5 association. From those positioning, it can be concluded that actor who refused reclamation got positive image and those who accepted reclamation got negative image. keyword : Teluk Benoa reclamation; exclusion, inclusion, positioning, imaging
PEMANFAATAN ALAM SEKITAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI SISWA KELAS X.1 SMA NEGERI 1 GEROKGAK ., Komang Dian Suastini; ., Drs. I Nyoman Seloka Sudiara, M.Pd; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.4526

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran menulis puisi dengan pemanfaatan alam sekitar pada siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Gerokgak, (2) mendeskripsikan peningkatan menulis puisi dalam pembelajaran dengan pemanfaatan alam sekitar pada siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Gerokgak, dan (3) mendeskripsikan respons siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Gerokgak terhadap pemanfaatan alam sekitar dalam pem-belajaran menulis puisi. Objek penelitian ini adalah aktivitas siswa, peningkatan hasil, dan respons siswa dalam pemanfaatan alam sekitar dalam pembelajaran menulis puisi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes, angket/kuesioner, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) siswa terlihat aktif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, (2) tercapainya ketuntasan hasil belajar menulis puisi siswa berkat diterapkannya pemanfaatan alam sekitar dalam pembelajaran menulis puisi, yakni pada siklus I memperoleh skor rata-rata 75,16, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata siswa menjadi 81,55, dan (3) siswa sangat setuju terhadap pemanfaatan alam sekitar dalam pembelajaran menulis puisi. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti lain disarankan untuk menerapkan pemanfaatan alam sekitar pada materi Bahasa indonesia yang lain, seperti menulis puisi.Kata Kunci : Kata kunci: alam, sekitar, menulis, dan puisi. This Natural Action Research aims (1) to describe the study of writing poetry steps with use the natural surroundings to students of class X.1 SMA Negeri 1 Gerokgak, (2) to describe the increasing of writing poetry in the study with use the natural surroundings to students of class X.1 SMA Negeri 1 Gerokgak, and (3) to describe the students responses of class X.1 SMA Negeri 1 Gerokgak to use the natural surroundings in the study of writing poetry. The object of this research is the student activities, the increase of outcome, and the students responses in use the natural surroundings in study of writing poetry. The methods in collecting the data that used in this research is observation methods, test, questionnaire, and interview. The data analyzed with use descriptive technique, quantitative, and qualitative. The reports of this research is (1) the students look active in in learning activity, (2) achieve the students mastery of learning outcomes in writing poetry thanks to the implementation of use the natural surroundings in writing poetry learning, namely on cycles I got the average score 75,16, whereas on cycles II the average score to be 81,55, and (3) the students very agree to use the natural surroundings in writing poetry learning. Based on the report of this research, other research recommended to apply the use of the natural surroundings in other materials of Indonesian language, like writing poetry. keyword : Key words: the natural surroundings, writing, and poetry.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII SMP NEGERI 4 KUBUTAMBAHAN ., Ni Luh Ayu Gayatri; ., Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v4i2.8141

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMP N 4 Kubutambahan dengan tujuan untuk: 1) mendeskripsikan jenis alih kode yang dilakukan guru dalam interaksi pembelajaran; 2) mendeskripsikan jenis campur kode yang dilakukan guru dalam interaksi pembelajaran; 3) mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan guru melakukan alih kode; 4) mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan guru melakukan campur kode; dan 5) mendeskripsikan pengaruh alih kode dan campur kode terhadap pemahaman siswa. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) jenis alih kode yang dilakukan guru adalah alih kode ke dalam; 2) campur kode yang dilakukan guru adalah campur kode ke dalam dan ke luar; 3) faktor-faktor yang melatarbelakangi guru melakukan alih kode adalah keinginan guru mengimbangi kemampuan berbahasa siswa, memberikan pujian kepada siswa, menegur atau memberikan nasihat, menghidupkan suasana belajar agar tidak tegang, dan kebiasaan guru menggunakan bahasa Bal; 4) faktor-faktor yang melatarbelakangi guru melakukan campur kode adalah penekanan pada kata-kata tertentu, ketidaksadaran guru, keterbatasan bahasa Indonesia, dan kesederahanaan struktur bahasa lain merupakan faktor penyebab guru melakukan campur kode kode; 5) pengaruh positif alih kode dan campur kode guru terhadap pemahaman siswa adalah lebih mudah memahami materi, sedangkan dampak negatifnya adalah dapat mengurangi proses pemerolehan bahasa Indonesia siswa dan dapat menyebabkan pemborosan waktu. Kata Kunci : alih kode, campur kode, pembelajaran Bahasa Indonesia This deskriptive qualitative study was done inIndonesian learning at VII grade students of SMP N 4 Kubutambahan with aims to: 1) describe the types of code switching done by the teacher learning interaction; 2) to describe types of code mixing done by the teacher learning interaction; 3) to describe the factors of code switching done by the teacher; 4) to describe the factors of code mixing done by the teacher; and 5) to describe the influence of code switching and code mixing to the students’ understanding learning. The method used observation and interview. The results of this study showed: 1) code switching done by the teacher was inner code switching; 2) code mixing done by the teacher was inner and outer code mixing; 3) the factors of code switching were to offset the students’ language skill, to give feedback, to give warning and advice, to cheer up the situation in the classroom, and teacher’s habit to use Balinese; 4) the factors of code mixing were the emphasis on certain words, teacher’s unconsciousness, limitation of Indonesian, and the simplicity of other language structure were the factors of code mixing done by the teacher; 5) The positive influence of code switching and code mixing to students’ understanding were the easily students understood the materials meanwhile the negative impact was it could decrease the students’ language acquisition process and it could waste time. keyword : code switching, code mixing, Indonesian learning
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERDISKUSI SISWA KELAS IX D SMP NEGERI 2 KUBU ., I Gede Denly Anayuda Giantika; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.4775

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan (1) mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa dalam penerapan Metode pembelajaran Two Stay Two Stray untuk meningkatkan keterampilan berdiskusi pada siswa kelas IXD di SMP Negeri 2 Kubu, (2) mendeskripsikan peningkatan keterampilan siswa berdiskusi melalui penerapan Metode pembelajaran Two Stay Two Stray kelas IXD di SMP Negeri 2 Kubu, dan (3) mendeskripsikan respons siswa kelas IXD di SMP Negeri 2 Kubu terhadap penerapan Metode pembelajaran Two Stay Two Stray. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IX D SMP Negeri 2 Kubu. Objek penelitian ini adalah aktivitas siswa, peningkatan hasil, dan respons siswa dalam penerapan Metode pembelajaran Two Stay Two Stray dalam pembelajaran berdiskusi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan anggket atau kuesioner. Data yang didapatkan dianalisis dengan Metode deskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) siswa dan guru terlihat sangat aktif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran; (2) penerapan Metode pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkatkan keterampilan berdiskusi siswa. Hal ini dapat dilihat dalam perbandingan skor rata-rata klasikal, yakni pada pratindakan skor rata-rata klasikal 68.33 (cukup), siklus I memperoleh skor rata-rata klasikal 76,39 (baik), sedangkan pada siklus II nilai rata-rata klasikal siswa menjadi 85,65 (baik); (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penerapan Metode pembelajaran Two Stay Two Stray dalam pembelajaran berdiskusi. Dari hasil yang telah dicapai, bahwa Metode pembelajaran Two Stay Two Stray perlu dipertimbangkan sebagai upaya untuk mengoptimalkan proses dan hasil belajar bahasa dan sastra.Kata Kunci : Berbicara, Berdiskusi, Two Stay Two Stray This Classroom Action Research (CAR) aimed at (1) described teacher and student’s activity on the implementation of Two Stay Two Stray strategy to improve student’s discussion ability of IXD class at SMP Negeri 2 Kubu, (2) described the improvement of student’s discussion ability through Two Stay Two Stray strategy of IXD class at SMP Negeri 2 Kubu, and (3) described student’s response of IXD class at SMP Negeri 2 Kubu on the implementation of Two Stay Two Stray strategy. The Subjects of this study were teacher and students of IXD class at SMP Negeri 2 Kubu. The objects of this study were students’ activity, improvement of achievement, and student’s response on the implementation of Two Stay Two Stray strategy in discussion class. Method of data collection used in this study was observation, test, and questionnaire. The data gathered were analyzed by descriptive-qualitative and descriptive-quantitative. The result of this study shows that, (1) the students seen active in the learning process, (2) the implementation of Two Stay Two Stray strategy improved student’s ability in discussion. It can be seen from the comparison average score of Classical, which in the pre-action the average score of the classical were 68.33 (enough), the average score of the first cycle was 76.39 (good), meanwhile on the second cycle the average score of student’s classical were 85.65 (good); (3) students gave positive response on the implementation of Two Stay Two Stray strategy on the discussion learning. From the results which have been received, Two Stay Two Stray strategy needed to be considered as an effort to optimize the process and outcome of learning language and literature. keyword : Speaking, Discussion, and Two Stay Two Stray
Strategi Guru dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Banjar ., I Gusti Putu Suastika; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.2080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pemahaman guru terhadap strategi pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Banjar, (2) strategi guru dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Banjar, (3) kendala-kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Banjar. Untuk mencapai tujuan itu, penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa dan sastra Indonesia yang mengajar di kelas VII SMP Negeri 1 Banjar. Objek penelitian ini adalah strategi guru dalam pembelajaran menulis puisi di kelas VII SMP Negeri 1 Banjar. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) pemahaman guru terhadap strategi pembelajaran menulis puisi sudah luas. Guru sudah memahami teori dan pelaksanaannya. (2) strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis puisi yaitu, strategi pendekatan individual, strategi pembelajaran penemuan (discovery learning), strategi pembelajaran terpadu (unit learning), dan strategi pendekatan bervariasi. (3) kendala-kendala yang dihadapi guru yaitu, kendala yang ditemukan guru terletak pada siswa. Membangkitkan imajinasi siswa tentang tema dalam penulisan puisi menjadi kendala yang serius. Kurangnya keterampilan dalam pemilihan kata dalam penulisan puisi juga menjadi kendala dalam pembelajaran menulis puisi. Kata Kunci : strategi pembelajaran, menulis puisi This study aimed to describe (1) teachers understanding of the learning strategies to write poetry in class VII student of SMP Negeri 1 Banjar, (2) strategies of teachers in teaching poetry writing class VII student of SMP Negeri 1 Banjar, (3) the constraints faced teachers in learning to write poetry in class VII student of SMP Negeri 1 Banjar. To achieve this goal, this study used a qualitative descriptive study design. The subjects were Indonesian language and literature teacher who taught in class VII SMP Negeri 1 Banjar. Object of this study is strategic in learning to write poetry teacher in class VII SMP Negeri 1 Banjar. Data were analyzed with descriptive qualitative analysis techniques. The results of this study were (1) teachers' understanding of the learning strategy has been extensive writing poetry. Teachers already understand the theory and implementation. (2) strategies used by teachers in the teaching of writing poetry that is, individual approach strategy, learning strategy discovery (discovery learning), integrated learning strategy (learning units), and varied approach strategy. (3) the constraints faced by the teachers, namely, problems were found located in the student teacher. Excite the imagination of students on the theme in the writing of poetry becomes a serious obstacle. Lack of skill in the choice of words in poetry is also an obstacle in learning to write poetry.keyword : learning strategy, write poetry

Page 33 of 122 | Total Record : 1214