cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
CAMPUR KODE GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS 1 SD NEGERI 3 GEROKGAK ., Kadek Letiraismayani; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk campur kode pada guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas 1 SD Negeri 3 Gerokgak, (2) mendeskripsikan jenis campur kode pada guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas 1 SD Negeri 3 Gerokgak, dan (3) mendeskripsikan faktor penyebab campur kode guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas 1 SD Negeri 3 Gerokgak. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas 1 di SD Negeri 3 Gerokgak. Metode pengambilan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Metode observasi digunakan untuk mencari data bentuk dan jenis campur kode yang digunakan guru, sedangkan metode wawancara digunakan untuk mencari data faktor penyebab guru melakukan campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode yang digunakan guru adalah bentuk kata, frasa, dan klausa. Jenis campur kode yang dilakukan guru adalah campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Faktor yang menyebabkan guru menggunakan campur kode adalah (1) faktor keterbatasan pengguna kode, (2) faktor pembicara dan pribadi pembicara, (3) faktor mitra bicara, (4) faktor fungsi dan tujuan, dan (5) faktor penggunaan istilah yang lebih populer. Kata Kunci : campur kode, pembelajaran, bahasa Indonesia This study aims to (1) describe the form of code-mixing the teacher in learning Indonesian in class 1 SD Negeri 3 Gerokgak, (2) describe the type of code-mixing the teacher in learning Indonesian in class 1 SD Negeri 3 Gerokgak, and (3) describe the causes of code-mixing in learning Indonesian teachers in class 1 SD Negeri 3 Gerokgak. This research uses descriptive qualitative research design. Subjects in this study is a first grade teacher at SD Negeri 3 Gerokgak. The data collection method is observation and interviews. Observation methods used to find the data forms and types of code-mixing used by teachers, while interviewing methods used to find the data factors causing the teacher did not mix code. The results showed that the mixed form of code used by teachers is a form of words, phrases, and clauses. Mixed types of code that teachers do is code-mixing and code-mixing into the outside. Factors that cause teachers to use mixed code is (1) the factors of limited user codes, (2) factors speaker and personal speaker, (3) factors conversation partner, (4) the factors of functions and objectives, and (5) use factors more popular term.keyword : code mixing, learning, indonesian
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PROSEDUR DENGAN METODE DISCOVERY LEARNING DI KELAS X MIA 2 SMA NEGERI 1 BLAHBATUH ., Putu Gede Ari Pradana; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.4840

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran menulis teks prosedur dengan metode discovery learning di kelas X MIA 2 SMAN 1 Blahbatuh, (2) pelaksanaan pembelajaran menulis teks prosedur dengan metode discovery learning di kelas X MIA 2 SMAN 1 Blahbatuh, dan (3) proses penilaian pembelajaran menulis teks prosedur dengan metode discovery learning di kelas X MIA 2 SMAN 1 Blahbatuh. Subjek penelitian ini adalah satu orang guru kelas X MIA 2 dan siswa kelas X MIA 2 SMAN 1 Blahbatuh. Objek penelitian adalah perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan proses penilaian dalam pembelajaran menulis teks prosedur dengan metode discovery learning. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) perencanaan pembelajaran dengan metode pembelajaran discovery learning yang telah direncanakan oleh guru telah memenuhi standar pelaksanaan yang ditentukan. Keberhasilan perencanaan pembelajaran dapat diperhatikan dari terpenuhinya keseluruhan sintak atau prosedur standar penyusunan langkah persiapan/perencanaan pembelajaran dengan metode discovery learning. (2) Pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan siswa, guru dapat dikategorikan berhasil menerapkan metode discovery learning untuk menulis teks prosedur kompleks. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dengan metode discovery learning dapat diperhatikan dengan membandingkan langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru sebagaimana kegiatan pembelajaran dengan sintak pembelajaran discovery learning. (3) Guru telah mampu menerapkan proses penilaian pembelajaran discovery learning dalam menulis teks prosedur kompleks secara baik dan sesuai dengan sintak yang sudah ditetapkan dan mampu memenuhi kriteria penilaian yang dicantumkan di dalam RPP yang disusun sebelumnya.Kata Kunci : discovery learning, menulis, teks, teks prosedur This Research aimed at described (1) the writing learning’s plan of procedure text by using Discovery Learning in X MIA 2 class of SMAN 1 Blahbatuh, (2) the writing learning’s action of procedure text by using Discovery Learning in X MIA 2 class of SMAN 1 Blahbatuh, (3) the writing learning’s assessment of procedure text by using Discovery Learning in X MIA 2 class of SMAN 1 Blahbatuh. The Subjects of this study were a class teacher of X MIA 2 and students of X MIA 2 class at SMAN 1 Blahbatuh. The objects of this study were learning’s plan, learning’s action, and learning’s assessment of writing learning of procedure text by using Discovery Learning method. Methods of data collection used in this study were observation and documentation. The data were analyzed by using descriptive qualitative data analysis. Result of this study shows that (1) the learning plan of Discovery Learning method which planned by the teacher has fulfill the standard process which have been specified. The successfulness of learning plan can be seen from the fulfillment of all syntax or standard procedure of making the steps of preparation/learning plan by using Discovery Learning method. (2) The implementation of learning done by the teacher and students, teacher can be categorized success in implementing Discovery Learning method for writing complex procedure text. The successfulness of learning using Discovery Learning method can be considered by comparing the learning steps which have been done by the teacher as the learning activity with learning syntax of Discovery Learning. (3) the teacher was capable to implement the learning assessment of Discovery Learning in writing complex procedure text properly and according to syntax which have been specified and capable to fulfill the assessment criteria included in the previously Lesson Plan which have been prepared.keyword : discovery learning, writing, text, procedure text
Penerapan Metode Connected Berbantuan Media Pembelajaran Drama Alibaba untuk Meningkatkan Kemampuan Bermain Peran Siswa Kelas VIIIA2 di SMP Negeri 3 sawan Lestari, Kadek
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.2083

Abstract

Abstrak Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan (1) mendeskripsikan kemampuan siswa pada pembelajaran bermain peran (drama) dengan penerapan metode connected berbantuan media pembelajaran drama Alibaba, (2) mendeskripsikan langkah-langkah yang ditempuh dalam menerapkan penerapan metode connected berbantuan media pembelajaran drama Alibaba, dan (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penerapan penerapan metode connected berbantuan media pembelajaran drama Alibaba. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan dan siswa kelas VIIIA2 di SMP Negeri 3 Sawan yang berjumlah 20 orang siswa. Objek penelitian ini adalah peningkatan hasil, langkah-langkah, dan respons siswa dalam penerapan penerapan metode connected berbantuan media pembelajaran drama Alibaba. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, metode observasi, dan metode angket/kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) tercapainya ketuntasan hasil belajar bermain peran (drama) siswa berkat diterapkannya penerapan metode connected berbantuan media pembelajaran drama Alibaba, yakni pada pratindakan skor rata-rata klasikal 66, siklus I memperoleh skor rata-rata klasikal 68, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata klasikal siswa menjadi 75, (2) terdapat beberapa langkah penerapan penerapan metode connected berbantuan media pembelajaran drama Alibaba untuk meningkatkan kemampuan bermain peran (drama). Langkah-langkah tersebut menekankan pada pembelajaran bagaimana caranya agar siswa mampu menghayati karakter masing-masing tokoh yang ada dalam drama Alibaba, baik dari segi mimik wajah, bahasa tubuh, suara, serta penjiwaan pada setiap karakter tokohnya, dan (3) siswa memberikan tanggapan sangat positif terhadap penerapan metode connected berbantuan media pembelajaran drama Alibaba. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti lain disarankan untuk menerapkan penerapan metode connected berbantuan media pembelajaran drama Alibaba, sebagai salah satu model pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kemampuan siswa, untuk mata pelajaran yang lain pada umumnya dan pada pelajaran Bahasa Indonesia, pada khususnya. Kata kunci : metode connected berbantuan media drama Alibaba Abstract This Classroom Action Research (CAR) aims (1) to describe the improvement of student learning outcomes so as to achieve the level of mastery learning outcomes of students in role-play activities (drama) connected with the adoption of media-assisted learning drama Alibaba, (2) describe the steps taken in apply the method of application of connected media-assisted learning Alibaba drama, and (3) describe the response of students to the application of the method application connected media-assisted learning Alibaba drama. Subjects in this study were teachers and students and classes at SMP Negeri 3 VIIIA2 Sawan, amounting to 20 students. Object of this research is the improvement of results, the steps, and the response of the students in the application implementation method connected media-assisted learning Alibaba drama. Data collection methods used in this study is the method of testing, observation, and questionnaire methods / questionnaires. Data were analyzed using descriptive techniques of quantitative and qualitative descriptive. The results of this study were (1) to achieve mastery of learning outcomes play a role (drama) students thanks to the implementation of the application of media-assisted learning methods connected Alibaba drama, on average pre-action classical score 66, the cycle I gained an average score of 68 classical, while the second cycle the average value of a classical student becomes 75, (2) there are several steps the application implementation method connected media-assisted learning Alibaba drama to enhance the ability to play a role (drama). These steps emphasis on learning how to make students able to appreciate the character of each character in the drama Alibaba, both in terms of facial expressions, body language, voice, and inspiration on every character of her subjects, and (3) students responded very positively to the application of the method connected media-assisted learning Alibaba drama. Based on these results, other researchers suggested to apply the method of application of connected media-assisted learning Alibaba drama, as one of the innovative learning model to improve the students' ability, to other subjects in general and the Indonesian lesson, in particular. Keywords: media-assisted method of drama connected Alibaba
PEMBELAJARAN MEMPRODUKSI TEKS CERITA PENDEK BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI KELAS XI IPB SMA NEGERI 1 SEMARAPURA ., Pande Kadek Lita s; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.; ., I Made Astika, S.Pd., M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15098

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran memproduksi teks cerita pendek berdasarkan kurikulum 2013 di kelas XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura.Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XI IPB dan siswa kelas XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura. Objek penelitian ini adalah pembelajaran memproduksi teks cerita pendek. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan, pertama, perencanaan pembelajaran memproduksi teks cerita pendek berdasarkan kurikulum 2013 di kelas XI IPBSMA Negeri 1 Semarapura sudah sesuai dengan komponen dan sistematika penyusunan RPP kurikulum 2013. Kedua, pelaksanaan pembelajaran memproduksi teks cerita pendek berdasarkan kurikulum 2013 di kelas XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura sudah menggunakan pendekatan saintifik. Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran sudah melibatkan lima keterampilan, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Ketiga, evaluasi pembelajaran memproduksi teks cerita pendek berdasarkan kurikulum 2013 di kelas XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura sudah sesuai dengan penilaian autentik. Dalam penilaian autentik evaluasi dilakukan melalui 3 jenis penilaian, yaitu penilaian sikap, keterampilan, dan pengetahuan.Kata Kunci : pembelajaran, memproduksi, teks cerita pendek, kurikulum 2013 This study aimed to describe the planning, implementasion and evalution of learning to produce story text based on the curriculum of 2013 in class XII IPB SMA Negeri 1 Semarapura. this research used descritive qualitative design. the subject of study were indonesia teacher who teach in class XII IPB and students of class XI IPB SMA N 1 Semarapura . the object of study is learning to produce short story. The data collection method used documentasion , observation and interview. The result of study show that . first the lesson plan to produce short story text based of curriculum of 2013 in the class XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura. In accordance with the component and sytem of the component and sytem of the preparation of RPP Curriculum 2013 second the implementasion of learning to produce short story text based on the 2013 curriculum 2013 curriculum in the class XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura has used a scientific approach. the application of the scientific approach to learning involve five skill : observation, asking, traying reasoning and communicating .third the evalution od learning to produce short story text based of curriculum 2013 in class XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura. In accordance with the authentic assesment . in the assesment evalution is done throught 3 types of assesment namely assessment of attitude, skill, dan knowledge.keyword : producing, short story text and curriculum 2013
Model Pembelajaran Guru dalam Menulis Buku Harian Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Sawan ., Putu Wahyu Pertiwi; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8763

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan (1) model pembelajaran guru dalam menulis buku harian siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan, (2) Alasan guru menggunakan model pembelajaran tersebut dalam menulis buku harian siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan, (3) kendala – kendala yang dihadapi oleh guru menerapkan model pembelajaran tersebut dalam menulis buku harian siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini guru pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas VII B dan VII L SMP Negeri 2 Sawan. Objek penelitian ini adalah model pembelajaran guru dalam menulis buku harian siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan. Data mengenai model pembelajaran yang digunakan guru diperoleh melalui metode observasi, dan dokumentasi. Data mengenai alasan guru menggunakan model pembelajaran tersebut serta kendala – kendala yang dihadapi guru diperoleh melalui metode wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kritis. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, didapatkan tiga hasil yaitu (1) model pembelajaran guru dalam menulis buku harian siswa kelas VII B dan VII L yaitu (a) model pembelajaran PAIKEM (b) kontekstual, (c) ekspositori. (2) Alasan guru menggunakan model pembelajaran tersebut dalam menulis buku harian yaitu, (a) menciptakan suasana belajar yang kondusif, aktif, kreatif, dan menyenangkan, (b) melatih siswa berfikir kritis dan kreatif dalam menemukan ide yang akan dikembangkan dalam menulis, (c) menumbuhkembangkan kreativitas menulis siswa. (3) Kendala – kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan model pembelajaran yaitu (a) memotivasi siswa untuk berani bertanya dan menjawab pertanyaan, (b) sulit menjelaskan pembelajaran agar benar – benar dipahami siswa, (c) membangkitkan imajinasi siswa terhadap sesuatu yang dijadikan ide dalam menulis buku harian. Kesimpulannya dalam penelitian ini, guru menggunakan model pembelajaran PAIKEM, kontekstual, dan ekspositori dalam mengajarkan menulis buku harian. Guru harus menggunakan model pembelajaran sesuai dengan materi pelajaran. Kata Kunci : model pembelajaran, menulis buku harian. This study describes (1) model of teacher learning in a diary of seventh grade students of SMP Negeri 2 Sawan, (2) The reason teachers use the model lesson in a diary of seventh grade students of SMP Negeri 2 Sawan, (3) constraints - constraints faced by teachers applying the learning model in a diary of class VII SMP Negeri 2 Sawan. This study used a qualitative descriptive design. This research subject teachers pengampu Indonesian subjects in class VII B and VII L SMP Negeri 2 Sawan. The object of this study is a model of teacher learning in a diary of class VII SMP Negeri 2 Sawan. Data on teacher learning model used is obtained through observation, and documentation. Data on the reasons teachers use learning model and the constraints - constraints that teachers face obtained through the interview method. Analysis of the data in this study using critical analysis. Based on the analysis that has been done, get three results: (1) model of teacher learning in a diary of class VII B and VII L is (a) learning model PAIKEM (b) contextual, (c) the expository. (2) The reason teachers use the model lesson in a diary namely, (a) creating a conducive learning atmosphere, active, creative, and fun, (b) train students to think critically and creatively to find ideas that will be developed in writing, ( c) develop the creativity of students' writing. (3) Constraints - constraints faced by teachers in implementing the learning model, namely (a) motivate students to dare to ask and answer questions, (b) it is difficult to explain the learning that really - really understand the students, (c) the imagination of students towards something that made ideas in a diary. The conclution, the teachers using : PAIKEM, contextual, and exspository models in teaching and learning of deary. Sugisted that acconding to subject mater. keyword : learning model, write a diary.
ANALISIS MAJAS DALAM NASKAH DRAMA HASIL KONVERSI TEKS CERPEN SISWA KELAS XI BAHASA DAN BUDAYA SMA NEGERI 4 SINGARAJA ., Ni Kadek Dewi Yudiarmika; ., I Nyoman Yasa, S.Pd., M.A.; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan kemampuan siswa kelas XI Bahasa dan Budaya SMA Negeri 4 Singaraja dalam mengonversi teks cerpen menjadi naskah drama dan (2) mendeskripsikan jenis-jenis majas dalam naskah drama hasil konversi teks cerpen siswa. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI Bahasa dan Budaya SMA Negeri 4 Singaraja. Objek penelitian ini adalah majas dalam 33 naskah drama hasil konversi teks cerpen siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi naskah drama hasil konversi teks cerpen. Penelitian ini menggunakan instrument wawancara untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap naskah drama yang dibuat dan kartu data untuk membantu menganalisis majas yang digunakan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) beberapa siswa belum konsisten dalam pemberian nama tokoh dan alur pada naskah drama hasil konversi teks cerpen dan (2) ada 14 jenis majas yang ditemukan dalam naskah drama hasil konversi teks cerpen siswa kelas XI Bahasa dan Budaya SMA Negeri 4 Singaraja, yakni majas antisipasi, majas hiperbola, majas personifikasi, majas ironi, majas klimaks, majas tautotes, majas inuendo, majas sinisme, majas sinekdoke totem pro parte, majas epitet, majas antonomasia, majas perumpamaan/simile, majas perifrasis, majas satire. Di antara ke-14 majas tersebut, majas yang paling dominan digunakan adalah majas hiperbola dan personifikasi. Peneliti berharap peneliti lain dapat melakukan penelitian yang berkaitan dengan kegiatan mengonversi seperti menemukan konflik sosial budaya pada naskah drama hasil konversi siswa.Kata Kunci : cerpen, drama, majas, mengonversi This study aimed to (1) to explain the students’ ability of XI Bahasa dan Budaya’s students SMAN 4 Singaraja in conversioning short story become drama’s script (2) to description the kinds of figure of speech in drama’s script from the result of conversioning short story of the students’. The subjects of this research were the students’ of XI Bahasa dan Budaya SMAN4 Singaraja. The object of this research was the result of conversion figure of speech by students’ in 33 drama’s script. The method of data collection used in this research was documentation of drama’s script that the result of conversion the text of short story. The instrument of this research was interview used to know the students’ comprehension from drama’s script that had been created and data card to help for analyzing the kinds of figure of speech. The data was analyze by using descriptive qualitative. Results of this study were (1) some students have not been consistent in giving the name of the character and grouve plays short story text conversion result and (2) there are 14 kinds of figure of speech in the converted text plays short story class XI student of Bahasa dan Budaya SMAN 4 Singaraja, the anticipated figure of speech, figure of speech hyperbole, personification figure of speech, figure of speech irony, figure of speech climax, tautotes figure of speech, figure of speech innuendo, figure of speech cynicism, totem figure of speech sinekdoke pro parte, figure of speech epithet, figure of speech antonomasia, figure of speech metaphor/simile, perifrasis figure of speech, satire figure of speech. Among the 14 figure of speech, the most figure of speech used it hyperbola and personification figure of speech. Researching hope that other reseachers can conduct research related to the converting activities like finding socio cultural conflics in student plays the convertion result.keyword : short story, drama, figure of speech, conversioning
PENGGUNAAN FILM BISU DENGAN TEKNIK DUBBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYAMPAIKAN DIALOG DALAM DRAMA SISWA KELAS XI IPA 1 DI SMA NEGERI 2 NEGARA ., I Putu Ari Utama Irawan; ., Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.2526

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran yang efektif melalui penggunaan film bisu dengan teknik dubbing, (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa menyampaikan dialog dalam drama melalui penggunaan film bisu dengan teknik dubbing, dan (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan film bisu dengan teknik dubbing. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XI IPA 1 SMAN 2 Negara yang berjumlah 41 orang. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah, peningkatan hasil, dan respons siswa terhadap penggunaan film bisu dengan teknik dubbing. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode tes, dan metode kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat beberapa langkah-langkah pembelajaran yang efektif melalui penggunaan film bisu dengan teknik dubbing untuk meningkatkan kemampuan menyampaikan dialog dalam drama. Langkah-langkah tersebut menekankan pada pemberian contoh penyampaian dialog oleh guru, latihan berulang-ulang, dan pemberian penghargaan. (2) adanya peningkatan dan ketuntasan hasil belajar menyampaikan dialog dalam drama berkat diterapkannya film bisu dengan teknik dubbing, yakni pada data awal skor rata-rata klasikal 64 dengan kategori cukup, siklus I memperoleh skor rata-rata klasikal 76 dengan ketegori baik, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata klasikal siswa menjadi 80,90 dengan kategori baik, dan (3) siswa memberikan respons positif terhadap penggunaan film bisu dengan teknik dubbing dalam pembelajaran menyampaikan dialog dalam drama. Berdasarkan hasil penelitian ini, guru disarankan menggunakan media berupa film bisu dengan teknik dubbing ini untuk pelajaran yang menuntut keterampilan, khususnya menyampaikan dialog dalam drama.Kata Kunci : film bisu, teknik dubbing, dialog, drama Classroom Action Research (CAR) aims to (1) describe the steps for effective learning through the use of silent film with dubbing techniques, (2) describe an increase in the ability of students convey drama through the use of dialogue in the silent film dubbing techniques, and (3) describe student response to the use of silent film with dubbing techniques . Subjects of this research is teachers and students of class XI IPA 1 SMAN 2 State totaling 41 people. Object of this research is a step by step, increasing yields, and the response of students in the use of silent film with dubbing techniques. Data collection methods used in this study is the observation method, the test method and questionnaire method. Data were analyzed using descriptive techniques of quantitative and qualitative description. The results of this study were (1) there are several steps for effective learning through the use of silent film with dubbing techniques to improve the ability of delivering dialogue in the drama. These steps emphasizes providing examples of dialogue delivery by teachers, repetitive exercise, and giving rewards. (2) the achievement of improvement and mastery of learning outcomes expressed in the dialogue drama thanks to the implementation of the silent film dubbing techniques, namely the baseline average score of 64 with a classical category enough, the cycle I gained an average score of 76 with classical good category, while in second cycle the average value of 80.90 with classical students into either category, and (3) students give a positive response to the use of silent film with dubbing techniques in delivering learning dialogue in the drama. Based on these results, teachers are advised to use the media in the form of a silent movie with dubbing technique is to subjects that require skill, especially in the dialogue convey the drama.keyword : silent film , dubbing techniques, dialogue, drama
ANALISIS JENIS, BENTUK, DAN FUNGSI TINDAK TUTUR BERITA UTAMA PADA KORAN BALI POST Purnamentari, Luh Yuli; Suandi, I Nengah; Wisudariani, Ni Made Rai
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20239

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis tindak tutur yang terdapat dalam berita utama pada koran Bali Post, (2) bentuk tindak tutur yang terdapat dalam berita utama pada koran Bali Post, dan (3) fungsi tindak tutur yang terdapat dalam berita utama pada koran Bali Post. Subjek penelitian ini adalah tuturan yang terdapat dalam berita utama pada koran Bali Post. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode dokumentasi dengan instrumen kartu data. Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan (1) berita utama pada koran Bali Post mengandung tindak tutur lokusi dan ilokusi, (2) bentuk yang dominan digunakan dalam berita utama adalah bentuk deklaratif sebanyak 27 bentuk, (3) berita utama mengandung fungsi tindak tutur, fungsi asertif sebanyak 27, fungsi direktif sebanyak 4, fungsi ekspresif sebanyak 1, fungsi deklarasi sebanyak 1 dan tidak ada fungsi komisif. Di antara fungsi tersebut terdapat fungsi yang lebih dominan digunakan pada berita utama yaitu fungsi asertif. Fungsi asertif dapat dibagi menjadi tiga, yaitu asertif menegaskan, asertif mengumumkan, dan asertif menduga. Fungsi asertif lebih dominan digunakan karena fungsi tersebut berguna sebagai ungkapan untuk tuturan menegaskan, menduga, dan mengumumkan sesuatu kepada mitra tutur.
PRINSIP KESANTUNAN PADA TALKSHOW RUMPI (NO SECRET) DI TRANS TV ., Ni Made Anggun Purwati; ., Drs. I Wayan Rasna,M.Pd; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 6, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v6i1.9538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pemenuhan prinsip kesantunan pada Talkshow Rumpi (No Secret) di Trans TV; (2) pelanggaran prinsip kesantunan pada Talkshow Rumpi (No Secret) di Trans TV; dan (3) dampak psikologis dari pemenuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan oleh penutur terhadap mitra tutur pada Talkshow Rumpi (No Secret) di Trans TV. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dengan menyasar tuturan pembawa acara dan bintang tamu sebagai objek penelitian. Subjek penelitian ini adalah pembawa acara dan bintang tamu Talkshow Rumpi (No Secret) yang disiarkan di Trans TV. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi dan observasi. Tahap analisis data meliputi (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpilan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 50 tuturan yang memenuhan prinsip kesantunan dan 21 tuturan yang melanggaran prinsip kesantunan Leech. Pemenuhan maksim Leech meliputi maksim penerimaan 34,54% (19 tuturan), maksim kecocokan 27,27% (15 tuturan), maksim kerendahan hati 16,36% (9 tuturan), maksim kebijaksanaan 12,72% (7 tuturan), maksim kesimpatian 7,27% (4 tuturan), dan maksim kemurahan hati 1,81% (1 tuturan). Pelanggaran maksim Leech melitupi, maksim kecocokan 52,38% (11 tuturan), maksim penerimaan 14,28% (3 tuturan), maksim kerendahan hati 14,28% (3 tuturan), maksim kesimpatian 9,52% (2 tuturan), maksim kebijaksanaan 4,76% (1 tuturan), dan maksim kemurahan hati 4,76% (1 tuturan). Pemenuhan dan pelanggaran maksim kesantunan menimbulkan dampak psikologis positif dan negatif.Kata Kunci : prinsip kesantunan, Talkshow Rumpi (No Secret), teori Geoffery Leech This study aimed at describing (1) the fulfillment of the politeness principles on Rumpi (No Secret) Talk Show on Trans TV; (2) The violation of the politeness principles on Rumpi (No Secret) Talk Show on Trans TV; and (3) the psychological impact of compliance and violation of the politeness principles by the speaker on the interlocutor on Rumpi (No Secret) Talk Show on Trans TV. To achieve these objectives, the researcher used a qualitative descriptive design by targeting the speech of the host and guest stars as the objects of the study. This research subjects were the host and the guest stars of Rumpi (No Secret) Talk Show which was aired on Trans TV. The data were collected by using documentation and observation methods. The data analysis stages included (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) conclusion drawing / verification. The results showed that there were 50 utterances that fulfilled the politeness principles and 21 utterances that violate the Leech’s politeness principles. The fulfillment of Leech’s maxims included approbation maxims by 34.54% (19 utterances), agreement maxims by 27.27% (15 utterances), modesty maxims by 16.36% (9 speech), tact maxims by 12.72% (7 of speech), sympathy maxims by 7.27% (4 utterances), and generosity maxims by 1.81% (1 utterances). Leech’s violation maxims included agreement maxims by 52.38% (11 utterances), approbation maxims by 14.28% (3 utterances), modesty maxims by 14.28% (3 utterances), sympathy maxims by 9.52% (2 of utterances), tact maxims by 4.76% (1 utterances), and generosity maxim by 4.76% (1 utterances). The fulfillment and the violation of politeness maxims emerged positive and negative psychological impacts.keyword : politeness principles, Rumpi (No Secret) Talk Show, Geoffery Leech’s teory
BENTUK DAN FUNGSI TINDAK TUTUR SLOGAN VARIAN IKLAN POND’S DI TELEVISI SWASTA ., Nova Avidia Ananda; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur slogan varian iklan Pond’s di televisi swasta, dan (2) mendeskripsikan fungsi tindak tutur slogan varian iklan Pond’s di televisi swasta. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah slogan varian iklan Pond’s. Objek penelitian ini adalah bentuk dan fungsi tindak tutur pada slogan varian iklan Pond’s. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode simak dengan teknik dasar yaitu teknik sadap dan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik rekam dan catat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan dengan teknik dasar yaitu teknik pilah unsur penentu (PUP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 20 slogan iklan yang diteliti, 18 slogan mengandung bentuk tindak tutur deklaratif tidak langsung dan 2 slogan mengandung bentuk tindak tutur imperatif. Dari 20 slogan yang diteliti, 18 slogan mengandung fungsi tindak tutur komisif dan 2 slogan mengandung fungsi tindak tutur direktif. Hal ini berarti bentuk tindak tutur slogan yang dominan adalah deklaratif tidak langsung. Fungsi tindak tutur yang dominan adalah komisif.Kata Kunci : tindak tutur, slogan, iklan, Pond’s The purposes of this study are (1) to describe the form of tag line Pond’s advertising variants speech act in Indonesian private television, and (2) to descibe the function of tag line Pond’s advertising variants speech act in Indonesian private television. This study uses descriptive qualitative design. The subject of this study is Pond’s advertising tag line. The object of this study is the form and the function of tag line Pond’s advertising variants speech act. The method that used in collecting data were listening method that refer to the basic data of tapping techniques and advanced techniques of ably involved free tapping techniques, records and record techniques. Analysis of the data in this study used unified method that refer to the basic data of element decisive sorting techniques. The results showed that of the 20 studied advertising slogan, 18 of slogan contained indirect declarative form of speech act and 2 slogan contained imperative form of speech act. Of the 20 studied advertising slogan, 18 of slogan contained commissive function of speech act and 2 slogan cantained directive function of speech act. This means that the form of dominant tag line speech act was indirect declarative. The function of dominant speech act was commissive.keyword : speech act, tag line, advertising, Pond’s

Page 31 of 122 | Total Record : 1214