cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
ANALISIS NILAI-NILAI KEMANUSIAAN NOVEL “BEKISAR MERAH” KARYA AHMAD TOHARI DAN KESESUAIANNYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA Kadek Adi Wira Permata .; Drs. I Wayan Rasna,M.Pd .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3268

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam novel “Bekisar Merah” karya Ahmad Tohari, dan (2) kesesuaian novel “Bekisar Merah” karya Ahmad Tohari sebagai bahan pembelajaran sastra. Subjek penelitian ini adalah novel “Bekisar Merah” karya Ahmad Tohari. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam novel “Bekisar Merah” karya Ahmad Tohari dan kesesuaiannya sebagai bahan pembelajaran sastra. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) nilai-nilai kemanusiaan dalam novel “Bekisar Merah” sangat beragam yang terdiri atas, nilai hedonik, nilai artistik, nilai kultural, nilai etis, moral, dan religius, serta nilai praktis. Selain nilai-nilai tersebut, ada beberapa nilai kemanusiaan yang peneliti temukan dalam novel tersebut, diantaranya kasih sayang, tolong-menolong, keyakinan, jujur, tenggang rasa, rela berkorban, tanggung jawab, tata karma, dan bijaksana, semua nilai kemanusiaan tersebut sangat tepat bagi pengembangan karakter siswa. (2) novel “Bekisar Merah” karya Ahmad Tohari tersebut dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran sastra karena menggunakan kata-kata yang mudah dipahami dan terdapat banyak nilai pendidikan karakter yang bisa diterapkan dalam pembelajaran sastra khususnya dalam membahas novel. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti lain disarankan untuk meneliti lebih mendalam lagi tentang nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam karya sastra khusnya novel.Kata Kunci : nilai kemanusiaan, novel “Bekisar Merah”, Ahmad Tohari, pembelajaran, sastra. This study aimed at describing (1) the values of humanity contained in the novel entitled “Bekisar Merah” by Ahmad Tohari, and (2) the appropriateness of the novel entitled “Bekisar Merah” by Ahmad Tohari as a material for teaching literature. The subject of this study was a novel entitled “Bekisar Merah” by Ahmad Tohari. The object was values of humanity contained in the novel Bekisar Merah by Ahmad Tohari and its appropriateness as a material for teaching literature. The data collection method used in this study was documentation. The data were then analyzed using a descriptive qualitative technique. The results of this study were (1) the values of humanity in the novel "Bekisar Merah" were very diverse consisting of hedonic value, artistic value, cultural value, ethical, moral, religious, as well as practical value. In addition to these values, there were some values of humanity that the researcher observed within the novel, including affection, mutual help, confidence, honesty, tolerance, sacrifice, responsibility, manners, and thoughtful, all of the values of humanity were very precise for the character development of the students. (2) the novel entitled "Bekisar Merah" by Ahmad Tohari could be used as material for teaching literature as it used simple and understandable words and there were many values of character education that could be applied in the study of literature especially in discussing the novel itself. Based on these results, other researchers were advised to examine more deeply about values of humanity found in literature especially novel.keyword : values of humanity, a novel entitled "Bekisar Merah", Ahmad Tohari, learning, teaching literature.
PENERAPAN METODE FIELD TRIP SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA DI KELAS VII A.3 SMP NEGERI 1 SINGARAJA Ida Agung Ayu Mila Pradnyani .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3281

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan menerapkan metode field trip di kelas VII A.3 SMP Negeri 1 Singaraja, (2) mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan menerapkan metode field trip yang diterapkan oleh guru di kelas VII A.3 SMP Negeri 1 Singaraja, (3) mengetahui respons siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan penerapan metode field trip di kelas VII A.3 SMP Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII A.3 SMP Negeri 1 Singaraja, sedangkan objeknya adalah keterampilan menulis karangan deskripsi dengan menerapkan metode field trip. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes, wawancara, dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan metode field trip dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Pada rekfleksi awal, sebelum menerapkan metode field trip, skor rata-rata menulis karangan deskripsi adalah 62, sedangkan pada siklus I, yakni setelah menerapkan metode field trip, skor rata-rata siswa adalah 79,36. Setelah diberikan tindakan pada siklus II, skor rata-rata siswa adalah 81,93. Persentase peningkatan skor rata-rata tersebut dari refleksi awal ke siklus I sebesar 17,36%, dan peningkatan skor rata-rata dari siklus I ke siklus II sebesar 2,57%. Dengan demikian, total peningkatan skor rata-rata siswa adalah 15,93%. Dari peningkatan tersebut, ketuntasan belajar klasikal yang dicapai siswa sudah memenuhi tuntutan yang diharapkan. Kata Kunci : field trip, menulis, deskripsi This study aims to (1) to know and the increase students skills in essay writing descriptions by applying the method on a class field trip in class VII A.3 SMP Negeri 1 Singaraja, (2) describe the steps of learning to write essays description field trip in class VII A.3 SMP Negeri 1 Singaraja, (3) to know the students response in writing essays with the application description method Field Trip in class VII A.3 SMP Negeri 1 Singaraja. This study uses action research design or study follow-grade (PTK). The subjects were teachers and students in class VII A.3 SMP Negeri 1 Singaraja, while the object is a description essay writing skills by applying the method of field trips. Data collection method used is the method of observation, tests, interviews, and questionnaires. This study used a qualitative descriptive analysis techniques and quantitative descriptive analysis techniques. The result show the method field trip in teaching essay writing descriptions can improve students’ ability to write essays description. At the beginning of reflection, before applying the method of field trips, the average score was 62 to write essays description, main while in the first cycle, that is after applying the method of the field trip, students’ average score was 79,36. After given the action in the second cycle, the score average student is 81,93. The percentage increase in the average scores of reflection early to the first cycle of 17,36%, and an increase in the average score from the first cycle to the second cycle of 2,57%. So, the total increase in the average score of students was 15,93. From the increasing, completeness classical learning achieved by students who already meet the expected demand.keyword : Key Word: field trip , write, describe
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN PADA NOVEL SANG PEMIMPI KARYA ANDREA HIRARTA Ni Kadek Parmini .; Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum .; Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3282

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirarta, (2) mendeskripsikan bentuk penyampaian nilai pendidikan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirarta. Subjek penelitian ini adalah novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirarta, sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah nilai pendidikan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirarta dan bentuk penyampaian nilai pendidikan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirarta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi atau studi pustaka. Data hasil dokumentasi dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti memperoleh hasil, yakni dalam novel Sang Pemimpi terkandung nilai-nilai pendidikan dan bentuk penyampaian nilai pendidikan. Peneliti menyarankan agar penganalisisan karya sastra terus dilakukan oleh penikmat sastra sehingga penikmat sastra dapat menambah wawasan dan mempertajam daya kritisnya terhadap permasalahan yang diungkapkan dalam karya sastra. selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap novel Sang Pemimpi dengan sudut permasalahan yang berbeda sehingga pemahaman pembaca terhadap pesan yang disampaikan pengarang semakin mendalam. Kata Kunci : Sastra, Nilai-nilai Pendidikan ABSTRACT This study aims to (1) describes the educational value in the novel Sang Pemimpi by Andrea Hirarta, (2) describes the deliver form of educational value in the novel Sang Pemimpi by Andrea Hirarta. The subject of this research is the novel Sang Pemimpi by Andrea Hirarta, while the objects of this research are the educational value in the novel Sang Pemimpi by Andrea Hirarta and the deliver form of educational value in the novel Sang Pemimpi by Andrea Hirarta. The data collection method which use in this research is the method of documentation. The documentation results were analyzed by qualitative descriptive techniques. Based on this study, researcher get the result, that is in the novel Sang Pemimpi there is educational values and the deliver form of educational value. Researchers suggest that analyzing literary work continues to be done by literature devotee so they could get more knowledge and sharpen critical to the problems expressed in the literature. Beside that, continuously research is needed to the novel Sang Pemimpi with different point of views so the reader will understand the message that will given by the writer. keyword : Literature, Education Values
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT BERPENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) PADA SISWA KELAS X TATA KECANTIKAN KULIT 1 DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA Ni Komang Ayu Damayanti .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3283

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif de¬ngan tujuan memaparkan (1) perencanaan pembelajaran menulis teks anekdot berpendekatan saintifik dengan model pembelajaran berbasis proyek, (2) langkah-langkah pembelajaran menulis teks anekdot berpendekatan saintifik dengan model pembelajaran berbasis proyek, dan (3) penilaian pembelajaran menulis teks anekdot berpendekatan saintifik dengan model pembelajaran berbasis proyek. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas X Tata Kecantikan Kulit 1. Objek peneli¬tian ini adalah pembelajaran menulis teks anekdot berpendekatan saintifik dengan model pembelajaran berbasis proyek. Metode yang digunakan da¬lam penelitian ini ialah metode observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bah¬wa perencanaan pembelajaran menulis teks anekdot berpendekatan saintifik dengan model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) yang telah yang dirancang oleh guru, sudah mencakup komponen – komponen RPP yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Namun, terdapat beberapa komponen yang masih perlu untuk diperbaiki dan dikembangkan terutama komponen sumber belajar dan materi pembelajaran. Kemudian langkah-langkah pembelajaran menulis teks anekdot berpendekatan saintifik dengan model pembelajaran berbasis proyek pada siswa kelas X Tata Kecantikan Kulit 1 di SMK Negeri 2 Singaraja, guru menerapkan pada pendekatan saintifik. Langkah - langkah pembelajaran tersebut juga mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Penilaian pembelajaran menulis teks anekdot berpendekatan saintifik model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) guru masih kurang menerapkan tiga aspek penilaian autentik. Salah satunya penilaian sikap. Guru masih kurang dalam mempersiapkan rubrik penilaian sikap dan lembar pengamatan sikap yang dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan penilaian pada proses pembelajaran teks anekdot. Kata Kunci : teks anekdot, pendekatan saintifik, berbasis proyek This research used qualitative decriptive design in purpose to give some explaination, (1) the lesson planning of learning writing anecdote text based scientific approach through project based learning technique, (2) the learning steps that did by the teacher in learning writing anecdote text based scientific approach through project based learning technique and (3) the assessment of learning writing anecdote text based scientific approach through project based learning technique. The subject of this sudy is the Indonesian Language teacher who teaches in the X grade class of Tata Kecantikan Kulit 1. The object of the study is learning writing anecdote text based scientific approach through project based learning technique. The methods that used in this study were observation, interview, test and documentation.The result of this study shown that the lesson planning of learning writing anecdote text based scientific approach through project based learning technique which had been design by the teacher was including all components of lesson plan based on curriculum 2013. However, there were some of the components which need to be revised and improved, especially the source and the learning materials. Then the steps of learning writing anecdote text based scientific approach through project based learning technique to the tenth grade students of skin beauty class in SMK Negeri 2 Singaraja, the teacher used scientific approach. Those learning steps deal with pre-activities, whilst activities and post activities. The assessment of learning writing anecdote text based scientific approach through project based learning technique is not complete. It did not used the three authentic aspects of assessment. One of them is students’ attitude. The teacher did not prepare the students’ attitude rubric and attitude observation sheet which can be use as the resource of assessment in learning anecdoct text. keyword : anecdote text, scientific approach, project based learning
Pembelajaran Drama yang Berorientasi Budaya Bali di Kelas XII IB1 SMA Negeri 1 Sukasada Dewa Ayu Anggun Sudewi .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .; I Nyoman Yasa, S.Pd., M.A. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3284

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui (1) pelaksaan pembelajaran drama yang berorientasi budaya Bali di kelas XII IB 1 SMA Negeri 1 Sukasada, dan (2) kendala-kendala dalam pembelajaran drama yang berorientasi budaya Bali di kelas XII IB 1 SMA Negeri 1 Sukasada. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XII IB 1 SMA Negeri 1 Sukasada dan siswa di kelas XII IB 1 SMA Negeri 1 Sukasada. Objek penelitianini adalah pembelajaran drama yang berorientasi budaya Bali. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu metode observasi, dan wawancara. Adapun instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah, lembar observasi, dan wawancara tidak terstruktur. Ketika data telah didapatkan, data dianalisis dengan menggunakan model analisis deskriptif kualitatif melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) pelaksanaan pembelajaran drama yang berorietasi budaya Bali yaitu pelaksanaan di kelas. Langkah-langkah pembelajaran dari awal samapai akhir pelajaran sebagian besar sudah mengarahkan siswa untuk belajar sesuai dengan situasi nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-harinya. (2) Adapun kendala-kendala dalam mempelajari drama yang berorientasi pada budaya Bali dirasakan oleh guru dan siswa. Kendala-kendala tersebut antaralain, siswa tidak bisa mempelajari drama dalam waktu yang singkat, sementara masih banyak kompetensi dasar (KD) yang harus dituntaskan. Kedua, susahnya mengatur siswa di kelas dengan jumlah siswa yang banyak. Kendala ketiga yaitu keterbatasan media pembelajaran.Kata Kunci : pembelajaran, pembelajaran drama, budaya Bali This study used descriptive qualitative which aimed to know (1) implementation of drama course which was oriented on Balinese culture in XII IB 1 grade students in SMA Negeri 1 Sukasada, and (2) obstacles in implementing drama course which was oriented on Balinese culture in XII IB 1 grade in SMA Negeri 1 Sukasada. The subjects of this study were the Bahasa Indonesia teacher who teaches in XII IB 1grade in SMA Negeri 1 Sukasada and the students in XII IB 1 grade in SMA Negeri 1 Sukasada. The object of this study was drama course which was oriented on Balinese culture. The method which was used in collecting the data, were: observation and interview. The instrument which was used in this study, were: observation paper and unstructured interview. When the data was already collected, data was analyzed by using descriptive qualitative on three phases, they were data reduction, data presentation, and data conclusion. The results of this data were (1) the implementation of drama course which was oriented on Balinese culture was class performance. The learning steps from the beginning until the ending already direct the students to learn as in the real situation which closed with their daily life. (2) Many obstacles of learning drama course which was oriented on Balinese culture were faced by both teacher and students. The obstacles were, students could not cope with drama course in a short time while there were another basic competency (KD) had to be finished. Second, difficult in controlling students in a big number. The third obstacle was the aid limitation.keyword : learning, drama course, Balinese culture
PENERAPAN TEKNIK PEMODELAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF PERSUASI PADA SISWA KELAS X3 SMA NEGERI 1 KUBU Ni Kadek Ima Suryani .; Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3285

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) peningkatan keterampilan menulis paragraf persuasi dengan teknik pemodelan, (2) langkah-langkah pembelajaran yang tepat melalui penerapan teknik pemodelan, dan (3) respons terhadap penerapan teknik pemodelan dalam pembelajaran menulis paragraf persuasi siswa kelas X3 SMA Negeri 1 Kubu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X3 SMA Negeri 1 Kubu dan guru bahasa Indonesia di kelas tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, observasi, kuesioner, dan wawancara. Instrumen yang di¬gu¬nakan dalam penelitian ini adalah tes me¬nulis paragraf persuasi, lembar pa¬duan observasi guru dan siswa, lembar kuesioner, dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penerapan teknik pemodelan dapat meningkatkan keterampilan menulis paragraf persuasi siswa kelas X3 SMA Negeri 1 Kubu. Data refleksi awal menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas adalah 70 (cukup), kemudian meningkat menjadi 75,45 (cukup) pada siklus I, dan meningkat menjadi 80,29 (baik) pada siklus II. (2) Langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan keterampilan menulis paragraf persuasi adalah (a) menyampaikan materi dan langkah-langkah menulis paragraf ersuasi dengan teknik pemodelan, (b) memberikan siswa contoh (model) paragraf, (c) meminta siswa membaca contoh paragraf (d) melakukan tanya jawab contoh (model) paragraf, (e) menjelaskan contoh (model) paragraf sesuai dengan langkah menulis paragraf, dan (f) meminta siswa menetukan topik, membuat kerangka, dan mengembangkan kerangka agar menjadi paragraf yang baik. (3) Respons siswa positif terhadap penerapan teknik pemodelan.Kata Kunci : teknik pemodelan, paragraf persuasi This study aims to describe (1) increase in the writing skills of persuasive paragraph with modeling technique, (2) the steps appropriate learning through implementation of modeling technique to improve the writing skills of persuasive paragraph, and (3) the response to the use of modeling technique in learning to write persuasive paragraph student in class X3 SMA Negeri 1 Kubu. This study uses action research design. The subjects were grade students of SMA Negeri 1 Kubu X3 and Indonesian teachers in the classroom. The data collection used were is the observation method, test, questionnaire, and interview. The instrument used in this study is a test write persuasive paragraph, alloy sheet teacher and student observation, the questionnaire, and interview guides. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive and quantitative descriptive. The results of this study indicate that (1) the application of modeling technique to improve the writing skills of persuasive paragraph X3 grade students of SMA Negeri 1 camp. The data of the preliminary observation showed that the mean score of the class was 70 (enough), went over to 75,45 (enough) in the first cycle and then was 80,29 (good) in the second cycle. (2) Appropriate measures to improve the writing skills of persuasive paragraph (a) deliver the material and steps to write the modeling technique (b) give students example of paragraph (c) ask the students to read examples of paragraph (d) conduct a question and answer examples paragraph, (e) describes an example paragraph of paragraph writing in accordance with step (f) asks the students determine the topics that will be used as paragraph, asks students to outline and develop the framework, (3) the positive student response of implementation modeling technique.keyword : modeling technique, persuasive paragraph
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA (BERCERITA) MELALUI PENERAPAN TEKNIK MENYELESAIKAN CERITA SISWA KELAS VII J SMP NEGERI 2 UBUD GIANYAR Ni Dewi Januria .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3286

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah penerapan teknik menyelesaikan cerita untuk meningkatkan kemampuan bercerita dalam pembelajaran berbicara siswa kelas VII J SMP Negeri 2 Ubud Gianyar; (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan bercerita dalam pembelajaran berbicara siswa kelas VII J SMP Negeri 2 Ubud Gianyar dengan menggunakan teknik menyelesaikan cerita; dan (3) mendeskripsikan respons siswa kelas VII J SMP Negeri 2 Ubud Gianyar terhadap penerapan teknik menyelesaikan cerita dalam upaya meningkatkan kemampuan bercerita dalam pembelajaran berbicara. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini guru dan siswa kelas VII J SMP Negeri 2 Ubud Gianyar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode tes, metode angket, dan metode wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik analisis deskriptif kuantatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) langkah-langkah pembelajaran yang tepat dalam penelitian ini ditekankan pada tiga hal, yaitu penegasan cara berekspresi, memperbaharui media belajar yang terjadi dekat dengan kehidupan siswa, dan mengacak urutan kelompok dengan memberi peluang siswa yang menentukan sendiri bercerita; (2) penerapan teknik menyelesaikan cerita dapat meningkatkan kemampuan bercerita dalam pembelajaran berbicara. Pada pratindakan skor rata-rata klasikal 65 (cukup), siklus I memperoleh skor rata-rata klasikal 74,5 (baik), sedangkan pada siklus II nilai rata-rata klasikal siswa menjadi 79,7 (baik); (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap pembelajaran berbicara (bercerita) melalui penerapan teknik menyelesaikan cerita. Oleh karena itu, diharapkan kepada guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Ubud Gianyar agar menerapkan pembelajaran ini sesuai langkah yang ditemukan dalam penelitian.Kata Kunci : teknik menyelesaikan cerita, berbicara, bercerita This study is aimed to (1) describe the series of story completion technique in increasing story telling skill at grade VII J SMP Negeri 2 Ubud Gianyar; (2) describe the improvement of story telling in speaking class in grade VII J SMP Negeri 2 Ubud Gianyar by using the story completion technique; and (3) describe the students responses in grade VII J SMP Negeri 2 Ubud Gianyar, toward the aplication of story completion technique in improving the story telling skill at speaking class. This study uses Penelitian Tindakan Kelas (PTK) technique. The subjects of this study are the teachers and grade VII J students of SMP Negeri 2 Ubud Gianyar. The methods used in collecting the data are observation, test, questionnaire, and interview methods. The data was analyzed by using descriptive qualitative and descriptive quantitative technique. The results of this study showed that (1) the suitable learning series in this study was stressed in three catagories, they are how to show exspresion, to update learning media which closed happened to the students daily life, and to random group turn by giving an apportunity to the students to tell his story; (2) the aplication of story completion technique can increase the ability of story telling at speaking class. The preaction score was 65 (fair), the first cycle got classical average score 74,5 (good), on the other hand at the second cycle the students classical average score become 79,7 (good); (3) the students gave very good responses for speaking class (story telling) through the application of story completion technique. Therefore, the Indonesian teachers at SMP Negeri 2 Ubud Gianyar are supposed to apply the suitable learning process fourd in the study.keyword : story completion technique, speaking, story telling.
Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil Oleh Guru Bahasa Indonesia di Kelas VII SMP Laboratorium Undiksha Merry Safitri .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .; Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3288

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) cara guru dalam membimbing diskusi kelompok kecil, dan (2) hambatan-hambatan yang ditemukan guru dalam membimbing diskusi kelompok kecil. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian adalah satu orang guru yang mengajar empat kelas. Data penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi dan metode wawancara. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi, alat perekam, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia di kelas VII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja pada saat membimbing diskusi kelompok kecil ada enam cara. Keenam cara itu antara lain: (1) memusatkan perhatian, (2) memperjelas masalah, (3) menganalisis pandangan siswa, (4) meningkatkan partisipasi siswa terhadap kelompok, (5) menyebarkan kesempatan berpartisipasi, dan (6) menutup diskusi. Namun, tidak semua komponen diterapkan pada tiap-tiap kelas. Hambatan yang ditemui guru ketika membimbing diskusi kelompok kecil berasal dari faktor guru, siswa, dan waktu. Pertama, hambatan yang muncul dari guru adalah kurang tegasnya guru dalam membimbing diskusi kelompok kecil sehingga masih banyak siswa yang sibuk sendiri yang mengakibatkan suasana kelas kurang kondusif. Kedua, hambatan yang muncul dari faktor siswa , yaitu (a) perbedaan tingkat pemahaman siswa terhadap materi atau masalah yang diberikan, (b) kurang fokusnya siswa dan siswa sering melakukan hal-hal di luar diskusi dalam kelompok, dan (c) kondisi siswa yang berbeda disetiap kelas dan setiap pertemuan yang mengharuskan guru senantiasa harus bekerja ekstra keras dalam membimbing siswa yang pendiam atau pasif dengan cara memotivasi siswa. Ketiga, hambatan yang muncul dari faktor waktu adalah waktu yang telalu banyak tersita untuk kegiatan berdiskusi.Kata Kunci : keterampilan, diskusi kelompok kecil, guru bahasa indonesia This study aimed to describe (1) how teacher in guiding small group discussions, and (2) the constraints found teacher in guiding small group discussions. This study used a qualitative descriptive design. Subjects were one teacher who teaches four classes. The data was collected through observation and interviews. The instrument of this study is the observation sheet, tape recorders, and interview guides. The results of this study indicate that the activities carried out by Indonesian teacher in junior class VII SMP Laboratorium Undiksha during a small group discussion guide there are six activities. Sixth activities include: (1) focus, (2) clarify the problem, (3) analyze the views of students, (4) increase student participation to the group, (5) spread the opportunity to participate, and (6) closes the discussion. However, not all components are applied to each class. Obstacles encountered by teacher when guiding a small group discussion of factors derived from teacher, students, and time. First, the barriers that arise from a lack of traction teacher are teachers in guiding small group discussions so that there are many students who busy themselves which resulted in less conducive classroom atmosphere. Second, obstacles to student factors, namely (a) the difference in the level of students' understanding of the material or the given problem, (b) lack of focus students and students often do things outside of the discussion in the group, and (c) the condition of the students who different in every class and every meeting that requires teachers always had to work extra hard in guiding students who are silent or passive in a way to motivate students. Third, barriers that arise from time factor is the time that are too much taken for discussion activities.keyword : skills, a small group discussion, the teacher Indonesian
KESANTUNAN BAHASA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SELEMADEG DALAM DEBAT PADA PEMBELAJARAN BERBICARA Ni Putu Ayu Nita Lestariani .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .; Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3289

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud kesantunan bahasa yang digunakan oleh siswa kelas X SMA Negeri 1 Selemadeg dalam debat, (2) kesantunan bahasa siswa yang hendak dicapai oleh guru dalam debat pada pembelajaran berbicara di kelas X SMA Negeri 1 Selemadeg, (3) aktivitas berbicara dalam debat di kelas X SMA Negeri 1 Selemadeg. Untuk mencapai tujuan itu, penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah (1) guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang mengajar di kelas X SMA Negeri 1 Selemadeg, dan (2) siswa kelas X SMA Negeri 1 Selemadeg. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah dengan menggunakan tiga metode pengumpulan data. Pertama, metode observasi atau pengamatan, yang kedua adalah metode wawancara, dan yang ketiga adalah metode dokumentasi untuk mendapatkan data yang dianggap perlu dan penting untuk diketahui. Data-data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan model analisis deskriptif kualitatif melalui (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penyimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini 1.Wujud kesantunan bahasa yang digunakan oleh siswa kelas X SMA N 1 Selemadeg dalam debat adalah bahasa yang santun dan sesuai dengan prinsip kesantunan berbahasa. Siswa mampu mengungkapkan pendapat yang logis secara lancar dan sopan dengan memperhatikan aturan-aturan debat. 2.Kesantunan bahasa siswa yang hendak dicapai oleh guru adalah kesantunan berbahasa menurut (Leech, 1986). Empat prinsip tersebut adalah (1) prinsip kesopanan, (2) pemakaian kata tabu, (3) penggunaan eufemisme, (4) penggunaan kata honorifik. 3.Pada pembelajaran berbicara dalam debat yang dikembangkan guru, pada umumnya siswa aktif dan kritis. Di samping siswa yang aktif dan kritis, ada juga beberapa siswa yang pasif dan kurang berkontribusi dalam kelompok pada saat pembelajaran berbicara dalam debat berlangsungKata Kunci : kesantunan bahasa, debat, pembelajaran berbicara This descritive qualitative study aimed at describing (1) a form of politeness language used by tenth grader of SMA N 1 Selemadeg in debate (2) Student’s politeness language that want to be achieved by the teacher in debate on speaking class of tenth grader of SMA N 1 Selemadeg (3) Speaking activity in debate of tenth grader of SMA N 1 Selemadeg. To achieve the goal, this study used a descriptive qualitative study design. The subject of this study were: (1) Indonesian language teacher of tenth grader of SMA N 1 Selemadeg and (2) tenth grader students of SMA N 1 Selemadeg. The obtained were analyzed using descritive qualitative analysis model : (1) data reduction, data classification, data description and (3) data inference. The result of this study were : (1) the form of politeness language used by tenth grader of SMA N 1 Selemadeg in debate was polite language and based on the principles of language politeness. The students were able to express their opinions in logic and polite way and also they think about the rules of debate. (2) Students politeness language that want to be achieved by the teacher was polite language according to ( Leechc, 1986). Those foure principles are: (1) Politeness principle, (2) the use of taboo words, (3) the use of euphemisms, (4) the use of honorifics. (3) Speaking skill debate that developed by the teacher were active and critical thinking students. Moreover, not only active active and critical thinking students, there were also some pasif students who had less contribution among their group in speaking activity of debate. keyword : Politeness language, Debate, Speaking
PENGGUNAAN MEDIA FILM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS X2 DI SMA NEGERI 1 TAMPAKSIRING Pande Putu Edi Harnata .; Drs. I Wayan Rasna,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3290

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) peningkatan kemampuan siswa dalam menulis cerpen dengan menggunakan media film, (2) media film yang mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen, (3) langkah-langkah pembelajaran menulis cerpen yang tepat melalui penggunaan media film, dan (4) respons siswa terhadap penggunaan media film dalam pembelajaran menulis cerpen. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas X2 SMA Negeri 1 Tampaksiring. Objek penelitian ini adalah peningkatan kemampuan siswa, media film yang digunakan, langkah-langkah, dan respons siswa dalam penggunaan media film. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes, metode dokumentasi, metode observasi, dan metode kuesioner. Data yang diperoleh dari metode tes dan metode kuesioner dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh dari metode dokumentasi dan metode observasi dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan skor rata-rata nilai kelas dalam tes menulis cerpen sebesar 5.07 dari 78.96 pada siklus I menjadi 84.03 pada siklus II, (2) media film yang berjudul TWIT(LOVE)WAR dapat memberikan inspirasi dan menumbuhkan rasa percaya diri siswa ketika menulis cerpen, (3) ada beberapa langkah dalam pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan media film, yaitu memberikan contoh nyata saat menjelaskan materi, memberikan penguatan, menggunakan film yang menarik perhatian siswa, dan memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif di kelas, dan (4) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penggunaan media film dalam pembelajaran menulis cerpen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media film dapat meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa kelas X2 SMA Negeri 1 Tampaksiring. Kata Kunci : media, film, menulis cerpen This study aimed at describing: (1) the improvement of students’ competency of writing short story through the use of movie as a media, (2) movie as a media that could improve the students’ competency of writing short story, (3) the learning syntax of teaching writing short story through the use of movie as a media, and (4) the students’ response toward the implementation of movie in teaching writing short story. This study was classroom-based action research conducted in two cycles. The subject was the teacher of Bahasa Indonesia and students who belonged to X2 class of SMA Negeri 1 Tampaksiring. The object was the improvement of students’ competency, the used movie, the learning syntax and the students’ response toward the implementation of movie. The methods of data collection were test, documentation, observation and questionnaire. The data gained from conducting test and questionnaire were analyzed descriptive quantitatively. The data collected from documentation and observation methods were analyzed descriptive qualitatively. The results of this study were (1) there was improvement of classical mean score in writing short story in which 5.07 from 78.96 in cycle I to 84.03 in cycle II, (2) the movie entitled TWIT(LOVE)WAR could give inspiration and grew the students’ confidence in writing short story, (3) there were some appropriate steps needed to be employed in teaching writing short story by using movie as a media namely giving the real example in explaining the material, giving reinforcement through the use of attractive movie and giving appreciation to the active students, and (4) the students showed positive attitude toward the implementation of movie as a media in teaching writing short story. The findings of this study showed that the implementation of movie as a media could improve the student’s competency of writing short story especially those who belong in X2 class of SMA Negeri 1 Tampaksiring. keyword : media, movie, writing short story

Page 62 of 122 | Total Record : 1214