cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
Analisis Wacana Iklan Layanan Masyarakat Satuan Lalu Lintas Polres Buleleng di Singaraja: Kajian Wacana Kritis Norman Fairclough Cokorda Istri Anom Darma Fatni .; Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5292

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan (1) elemen teks ILM Satuan Lalu Lintas Polres Buleleng di Singaraja, (2) praktik wacana ILM Satuan Lalu Lintas Polres Buleleng di Singaraja, dan (3) praktik sosiokultural ILM Satuan Lalu Lintas Polres Buleleng di Singaraja. Subjek dalam penelitian ini adalah ILM Sat. Lantas Polres Buleleng dan objek penelitian ini adalah wacana yang terdapat dalam ILM. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan wawancara, kemudian data dianalisis dengan menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Hasil penelitian ini adalah 1) elemen teks dalam ILM merepresentasikan masalah berlalu lintas di kota Singaraja seperti masalah penggunaan helm, kecepatan kendaraan, dan menyeberang jalan. Relasi atau hubungan antara institusi dengan masyarakat kota Singaraja ditampilkan melalui penggunaan ragam bahasa, kata sapa, dan jenis kalimat. Identitas institusi ditampilkan dengan lambang serta nama institusi. Sedangkan, masyarakat ditampilkan dengan kata “Anda”, “Pelopor”, “Gek”, dan “Bli”; (2) pada praktik wacana, iklan dibuat berdasarkan tema yang diberikan Korlantas Pusat dan dibuat oleh Satuan Lalu Lintas dengan memperhatikan program yang dimiliki serta kasus lalu lintas yang terjadi; (3) praktik sosiokultural yang turut memengaruhi tampilan iklan adalah keadaan sosial yang lebih mengutamakan penampilan, cenderung tidak tepat waktu, korupsi, dan budaya Bali. Hal ini membuktikan bahwa teori wacana kritis Norman Fairclough masih relevan dan bisa digunakan untuk menganalisis ILM tidak hanya melihat bahasa dari ruang tertutup tetapi mampu menghubungkannya dengan konteks masyarakat yang lebih luas. Untuk dapat mengurangi angka laka lantas, masyarakat perlu memaknai tekstual hingga konteks sosial iklan layanan masyarakat.Kata Kunci : iklan layanan masyarakat, Norman Fairclough This research was a qualitative descriptive study aimed to describe (1) the text elements PSA Buleleng Police Traffic Unit in Singaraja, (2) the practice of discourse PSA Buleleng Police Traffic Unit in Singaraja, and (3) socio-cultural practices PSA Buleleng Police Traffic Unit at Singaraja. Subjects in this study was PSA Buleleng Police Traffic Unit in Singaraja and the object of this study was contained in the PSA discourse. Data collected by the methods of documentation and interviews, then the data were analyzed using critical discourse analysis Norman Fairclough. Results of this study are 1) text elements in the PSA representing a traffic problem in the city of Singaraja such problems helmet usage, vehicle speed, and cross the street. The relationship between community institutions Singaraja had shown through the use many kinds of languages, greetings, and the types of sentence. Institution identity is shown by the symbol and name of the institution. Meanwhile, the public is displayed by the word "you", "Pioneer", "Gek", and "Bli"; (2) the practice of discourse, the advertisements are made based on the them which is given by the Korlantas Pusat and did by the Police Traffic unit through the programs had and also the traffic accidents happened; (3) socio-cultural practices which also affect the display of ads is a social state that prioritizes appearance, tend not timely, corruption, and Baliness culture. This proves that the theory of critical discourse Norman Fairclough is still relevant and it can be used to analyze the PSA is not just looking at the language in a closed space but also is able to connect with the broader community context. To be able to reduce the traffic accidents, the people need to interpret the textual to the social context of public service ads.keyword : public service announcements, Norman Fairclough
EKSISTENSI TEATER ILALANG DALAM RANGKA MEWADAHI KEGIATAN APRESIASI SASTRA MENULIS PUISI DI SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA I Wayan Sumahardika .; Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .; Dra. Made Sri Indriani, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) keberadaan Teater Ilalang dalam mewadahi kegiatan apresiasi sastra anggotanya, (2) proses kreatif menulis puisi yang dilakukan Teater Ilalang Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini menggunakan ancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anggota Teater Ilalang SMA Laboratorium Undiksha, Singaraja, dengan objek penelitian kegiatan apresiasi sastra oleh Teater Ilalang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan pustaka. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) latar belakang Teater Ilalang dalam mewadahi apresiasi sastra anggotanya dipengaruhi oleh dua hal, yakni hubungan sekolah dengan Teater Ilalang dan keterkaitan pembina dengan Teater Ilalang, (2) proses kreatif menulis puisi Teater Ilalang, ditemukan dua tahap dalam pengajaran menulis puisi siswa, yakni pembinaan secara berkelompok dan pembinaan secara personal.Kata Kunci : sanggar, teater, apresiasi sastra, dan puisi This study aimed at analyzing (1) the existence of Teater Ilalang in accommodating the activities of literary appreciation of its members, (2) the creative process of writing poetry committed by Teater Ilalang Laboratorium Undiksha Singaraja. This study used design of descriptive qualitative research. The subjects of this study were members of Teater Ilalang SMA Laboratorium Undiksha, Singaraja, and the objects of this study were the activities of Teater Ilalang’s literary appreciation. The data collection methods used in this research were observation, interview, documentation, and literature. The intended data were analyzed through analysis technique of descriptive qualitative. The results of the analysis showed that (1) the background of Teater Ilalang in accommodating the literary appreciation of its members was affected by two things, namely the relationship between the school and the Teater Ilalang as well as the relationship between the instructor and the Teater Ilalang, (2) in the creative process of writing poetry in Teater Ilalang, this study found two stages in teaching students to write poetry, namely cluster coaching and personal coaching.keyword : atelier, theater, literary appreciation, and poetry
ANALISIS MAJAS DALAM NASKAH DRAMA HASIL KONVERSI TEKS CERPEN SISWA KELAS XI BAHASA DAN BUDAYA SMA NEGERI 4 SINGARAJA Ni Kadek Dewi Yudiarmika .; I Nyoman Yasa, S.Pd., M.A. .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan kemampuan siswa kelas XI Bahasa dan Budaya SMA Negeri 4 Singaraja dalam mengonversi teks cerpen menjadi naskah drama dan (2) mendeskripsikan jenis-jenis majas dalam naskah drama hasil konversi teks cerpen siswa. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI Bahasa dan Budaya SMA Negeri 4 Singaraja. Objek penelitian ini adalah majas dalam 33 naskah drama hasil konversi teks cerpen siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi naskah drama hasil konversi teks cerpen. Penelitian ini menggunakan instrument wawancara untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap naskah drama yang dibuat dan kartu data untuk membantu menganalisis majas yang digunakan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) beberapa siswa belum konsisten dalam pemberian nama tokoh dan alur pada naskah drama hasil konversi teks cerpen dan (2) ada 14 jenis majas yang ditemukan dalam naskah drama hasil konversi teks cerpen siswa kelas XI Bahasa dan Budaya SMA Negeri 4 Singaraja, yakni majas antisipasi, majas hiperbola, majas personifikasi, majas ironi, majas klimaks, majas tautotes, majas inuendo, majas sinisme, majas sinekdoke totem pro parte, majas epitet, majas antonomasia, majas perumpamaan/simile, majas perifrasis, majas satire. Di antara ke-14 majas tersebut, majas yang paling dominan digunakan adalah majas hiperbola dan personifikasi. Peneliti berharap peneliti lain dapat melakukan penelitian yang berkaitan dengan kegiatan mengonversi seperti menemukan konflik sosial budaya pada naskah drama hasil konversi siswa.Kata Kunci : cerpen, drama, majas, mengonversi This study aimed to (1) to explain the students’ ability of XI Bahasa dan Budaya’s students SMAN 4 Singaraja in conversioning short story become drama’s script (2) to description the kinds of figure of speech in drama’s script from the result of conversioning short story of the students’. The subjects of this research were the students’ of XI Bahasa dan Budaya SMAN4 Singaraja. The object of this research was the result of conversion figure of speech by students’ in 33 drama’s script. The method of data collection used in this research was documentation of drama’s script that the result of conversion the text of short story. The instrument of this research was interview used to know the students’ comprehension from drama’s script that had been created and data card to help for analyzing the kinds of figure of speech. The data was analyze by using descriptive qualitative. Results of this study were (1) some students have not been consistent in giving the name of the character and grouve plays short story text conversion result and (2) there are 14 kinds of figure of speech in the converted text plays short story class XI student of Bahasa dan Budaya SMAN 4 Singaraja, the anticipated figure of speech, figure of speech hyperbole, personification figure of speech, figure of speech irony, figure of speech climax, tautotes figure of speech, figure of speech innuendo, figure of speech cynicism, totem figure of speech sinekdoke pro parte, figure of speech epithet, figure of speech antonomasia, figure of speech metaphor/simile, perifrasis figure of speech, satire figure of speech. Among the 14 figure of speech, the most figure of speech used it hyperbola and personification figure of speech. Researching hope that other reseachers can conduct research related to the converting activities like finding socio cultural conflics in student plays the convertion result.keyword : short story, drama, figure of speech, conversioning
Campur Kode pada Guru Bahasa Indonesia Kelas VII di SMP Internasional Doremi Excellent School Denpasar I Gusti Ayu Adhi Pusparini .; Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si. .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui jenis campur kode pada guru bahasa Indonesia kelas VII di SMP Internasional Doremi Excellent School Denpasar dan (2) mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode pada guru bahasa Indonesia kelas VII di SMP Internasional Doremi Excellent School Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia kelas VII. Objek penelitian adalah campur kode pada guru bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data adalah metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis campur kode yang muncul pada tuturan guru bahasa Indonesia kelas VII di SMP Internasional Doremi Excellent School Denpasar yaitu campur kode ke luar dan campur kode ke dalam. Faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode pada guru bahasa Indonesia kelas VII di Internasional Doremi Excellent School Denpasar yaitu (1) faktor peserta wicara, meliputi faktor keinginan penutur untuk menyanjung lawan bicara atau orang yang dijadikan sasaran pembicaraan, faktor keinginan penutur untuk menjelaskan, dan faktor kebiasaan penutur, (2) faktor topik atau pokok pembicaraan, meliputi faktor bahasa Indonesia yang tidak memiliki kosakata seperti unsur-unsur lain dan faktor kesederhanaan struktur bahasa lain.Kata Kunci : kode, campur kode, guru bahasa Indonesia The purposes of this study are (1) determine the type of code-mixing in Indonesian teacher in junior class VII International School Doremi Excellent Denpasar and (2) determine the factors that caused the code-mixing in Indonesian teacher in junior class VII International Doremi Excellent School Denpasar. This research used a qualitative descriptive design. The subjects were teachers Indonesian International junior class VII. The object of the research is code-mixing of Indonesian teachers. The method used to collect data is the method of observation and interview. These results indicate that this type of mixed code that appears on the speech Indonesian teacher in junior class VII International School Doremi Excellent Denpasar, outher code mixing and inner code mixing. The factors that caused the code-mixing in Indonesian teacher in class VII International School Doremi Excellent Denpasar, namely (1) the factors of speech participants, these aspects include factors speakers desire to flatter the other person or people who were targeted talks, speakers desire to explain the factors, and factors speakers habits, (2) factors topic or subject, these aspects include factors Indonesian who do not have a vocabulary like other elements, and the simplicity of the structure of a language other factors.keyword : code, code-mixing, teachers Indonesian
BILINGUALISME DAN DIGLOSIA PADA TUTURAN SISWA DI SMP N 6 NEGARA Firlisa Era Setiawati .; Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5296

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan (1) memaparkan fungsi penggunaan ragam bahasa pada peristiwa diglosia tuturan siswa, dan (2) memaparkan hubungan bilingualisme dan diglosia pada tuturan siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP N 6 Negara. Dengan objek, tuturan siswa dalam situasi nonformal. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi untuk mencari fungsi diglosia dan wawancara untuk mencari hubungan bilingualisme dan diglosia, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini ditemukan (1) fungsi penggunaan ragam bahasa pada tuturan siswa. Siswa melakukan peristiwa diglosia (79%). Diglosia bocor (16%) yang tidak sesuai dengan fungsi. (2) Hubungan bilingualisme dengan diglosia, siswa yang mengalami peristiwa kebahasaan bilingualisme dan diglosia (2%), mengalami peristiwa bilingualisme tanpa diglosia (3%). Simpulan dari penelitian ini, pertama, siswa di SMP N 6 Negara mengalami peristiwa fungsi diglosia yaitu diglosia secara umum dan diglosia bocor. Kedua, adanya hubungan yang erat terjadi antara bilingualisme dan diglosia pada tuturan siswa di SMP N 6 Negara. Tuturan siswa SMP N 6 Negara mengalami dua peristiwa yaitu, bilingualisme dan diglosia, serta bilingualisme tanpa diglosia. Peristiwa yang lebih dominan lagi dialami siswa adalah peristiwa bilingualisme tanpa diglosia. Kenyataan ini dapat membuktikan bahwa teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli, memang kebenarannya tidak perlu diragukan lagi. Bahasa memang hal yang dinamis, namun ternayata perkembangan bahasa itu sendiri sangatlah lama. Kata kunci: bilingualisme, diglosia, tuturan Kata Kunci : bilingualisme, diglosia, tuturan The descriptive study aims to (1) describe the use of a variety of language functions in the diglossia speech student events, and (2) describes the relationship of bilingualism and diglossia in speech students. Subjects in this study were students of SMP N 6 Negara. While the object is the speech of students in informal situations. Data was collected through observation and interviews, and analyzed descriptively qualitative. Results of the study found (1) functions use different languages on student speech. Students do diglossia events (79%). Diglossia leak (16%) were not in accordanc e with the function. (2) The relationship of bilingualism with diglossia, students who experience language bilingualism and diglossia events (2%), experienced the events of bilingualism without diglossia (3%). The conclusions of this study, firstly, the students in SMP N 6 Negara had experience events function of diglossia, namely diglossia in general and diglossia leak. Secondly, the close relationship between bilingualism and diglossia occurred in the speech of students in SMPN 6 Negara. The students in SMP N 6 Negara had experience in two events, namely, bilingualism with diglossia, and bilingualism without diglossia. Furthermore, the events mostly dominant were experienced by students was bilingualism without diglossia. This fact showed that the theories put forward by the experts the truth is not in doubt. Language is a dynamic thing, but the development of language itself is very old. Key word: bilingualism, diglossia, speech keyword : bilingualism, diglossia, speech
Analisis Kesalahan Tuturan Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Sukasada: Kajian Struktur Morfologis Ni Wayan Rinawati .; Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd .; Drs.Gde Artawan,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5297

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) bentuk kesalahan tuturan siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sukasada dilihat dari struktur morfologis, (2) penyebab kesalahan tuturan siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sukasada dilihat dari struktur morfologis. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sukasada. Objek dalam penelitian ini kesalahan tuturan siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Sukasada dilihat dari struktur morfologis dan bentuk-bentuk kesalahan serta penyebab kesalahan pada tuturan siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode perekaman, observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk Kesalahan yang dilakukan oleh siswa meliputi penghilangan afiks, penyingkatan morf, penggunaan afiks yang tidak tepat, dan peluluhan bunyi yang seharusnya luluh tidak diluluhkan, sedangkan penggantian morf, pengulangan, peluluhan bunyi yang seharusnya tidak luluh, penentuan bentuk dasar yang tidak tepat, penempatan afiks yang tidak tepat pada gabungan kata, dan pemajemukan tidak ditemukan dalam tuturan siswa. (2) penyebab kesalahan tuturan siswa dikarenakan pengaruh bahasa daerah, mengurangi keakraban, tidak memahami pembentukan kata, dan perhatian guru masih rendah terhadap cara berbahasa siswa. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi guru untuk dijadikan alat evaluasi dalam memperbaiki penggunaan bahasa lisan siswa, terutama kesalahan struktur morfologis pada saat proses belajar mengajar. Kata Kunci : analisis kesalahan, tuturan siswa, kajian struktur morfologi This study aimed to describe (1) types of students’ speaking error in morphology structure of eleventh grade students in SMK Negeri 1 Sukasada, (2) the cause of error in students’ speaking in morphology structure of eleventh grade students in SMK Negeri 1 Sukasada. This was a descriptive qualitative research. The subject was eleventh grade students in SMK Negeri 1 Sukasada. The object of this research was the error of students’ speaking in the morphology structure, the types of error, and the cause of error on eleventh grade students in SMK Negeri 1 Sukasada. The method of data collection in this study used recording, observing, and interviewing. The data gotten was analyzed with the analysis of descriptive qualitative technique. The result of this study showed that (1) the types of error produced by students included the omission of affix, syncope morf? incorrectness use of affix, and inappropriate ommision sound, meanwhile morf replacement, repetition, incorrectness omission of sounds, incorrectness the basic form, the wrong place of affix on phrase, and compounds were not found in students’ utterance. (2) the cause of students’ error in speaking were the influence of their native language, decrease of solidarity, not understanding the word form, and the teacher’s attention was low on students’ speaking. The result of the present study was beneficial for teacher as used as evaluation tool in correcting students’ speaking, particularly the errors in morphology structure while learning process. keyword : error analysis, students’ speaking, morphology structure
ANALISIS DEIKSIS CERPEN SISWA KELAS XI SMK NEGERI 2 SINGARAJA Dewa Ayu Sri Puspayanti .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5298

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan (1) mendeskripsikan jenis-jenis deiksis yang ada pada cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 2 Singaraja, (2) mendeskripsikan penggunaan deiksis yang ada pada cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 2 Singaraja. Subjek dalam penelitian ini adalah cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 2 Singaraja yang berjumlah sebanyak 35 cerpen. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah (1) dalam cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 2 Singaraja terdapat penggunaan deiksis berupa deiksis persona, deiksis tempat dan ruang, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis sosial. Deiksis yang paling banyak ditemukan adalah deiksis persona, yaitu sebanyak 151 deiksis. Deiksis persona yang paling banyak digunakan berupa penggunaan kata aku dan kamu. Dalam penelitian ini juga ditemukan penggunaan deiksis yang bukan berasal dari bahasa Indonesia seperti penggunaan kata gue dan loe yang merupakan kata yang berasal dari bahasa daerah (Betawi). (2) dalam hal penggunaannya, terdapat penggunaan deiksis morfem, deiksis kata, dan deiksis frasa. Kesalahan terjadi pada kesalahan penggunaan deiksis persona pertama jamak yaitu, penggunaan kata kita yang disejajarkan dengan penggunaan kata kami. Padahal kedua kata ini memiliki makna dan penggunaan yang berbeda. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi umpan balik bagi guru bahasa Indonesia dalam memperhatikan penggunaan deiksis siswa. Kata Kunci : Analisis deiksis, cerpen, siswa SMK This descriptive research aimed to (1) describe kinds of deixis in short story for eleventh grade students in SMK Negeri 2 Singaraja, (2) describe the use of deixis in short story for eleventh grade students in SMK Negeri 2 Singaraja. The subject of this study was short story of eleventh grade students in SMK Negeri 2 singaraja which included 35short stories. The method of data collection used was documenting technique. The data was analyzed with descriptive qualitative technique. The present study resulted (1) short stories of eleventh grade students in smkn 2 singaraja found persona deixis, place and setting deixis, time deixis, dicourse deixis, and social deixis. The most found deixis was persona deixis which were 151 deixis. The most used persona deixis were words aku dan kamu. In this study, it was also found deixis which was not from Bahasa Indonesia such as words gue dan loe , both were came from Betawi language. (2) in the matter of use, there were found the use of morpheme deixis, word deixis, and phrase deixis. The error happened in the use of plural persona deixis which was the word kita which was in libe with word kami. Even though, both words had different meaning and usage. The result of this study was expected become feedback for Bahasa Indonesia teacher in monitoring the deixis use by students. keyword : Analysis deixis, short story, student of SMK
Bentuk dan Kesantunan Tindak Tutur Guru dan Siswa pada Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas X AK A dan AK B SMK Negeri 1 Singaraja Dewa Gede Acharya G.P. .; Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5299

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan 1) bentuk tindak tutur guru pada kegiatan tanya jawab di kelas X AK A dan AK B SMK N 1 Singaraja, 2) bentuk tindak tutur siswa, 3) kesantunan tindak tutur guru, dan 4) kesantunan tindak tutur siswa. Peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan subjek guru dan siswa kelas X AK A dan AK B SMK N 1 Singaraja. Pengumpulan data dengan metode observasi dan perekaman. Data dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian: 1) bentuk penggunaan tindak tutur guru terdiri atas tuturan bermodus deklaratif 17 (56,67%) tuturan, bermodus interogatif 5 (16,67%) tuturan, bermodus imperatif 8 (26,66%) tuturan. 2) bentuk penggunaan tindak tutur siswa terdiri atas tuturan bermodus deklaratif 25 (83,33%) tuturan, bermodus interogatif 3 (10%) tuturan, dan bermodus imperatif 2 (6,67%) tuturan. 3) kesantunan tindak tutur guru ditemukan 5 prinsip kesantunan dari 6 prinsip yang ada, yaitu maksim kedermawanan 1 (3.33%) tuturan, maksim penghargaan 12 (40%) tuturan, maksim kesederhanaan 1 (3.33%) tuturan, maksim kemufakatan berjumlah 14 (46,67%) tuturan, dan maksim kesimpatisan 2 (6.67%) tuturan. 4) kesantunan tindak tutur siswa ditemukan 6 prinsip kesantunan dan 4 tuturan yang menyimpang/tidak santun dari prinsip kesantunan, yaitu maksim kebijaksanaan 1 (3,33%) tuturan, maksim kedermawanan 1 (3,33%) tuturan, maksim penghargaan 8 (26,68%) tuturan, maksim kesederhanaan 4 (13,33%) tuturan, maksim kemufakatan 11 (36,67) tuturan, dan maksim kesimpatisan 1 (3,33%) tuturan. Tuturan siswa yang menyimpang/tidak santun dari prinsip kesantunan yaitu 4 (13,33%) tuturan. Kata Kunci : bentuk tindak tutur, kesantunan, tanya jawab This research aims to describe 1) The form of a speech act of teachers activities in question and answer session in class X AK A and AK B Public Vocational High School 1 Singaraja, 2) The form of a speech act of students, 3)The Modesty of a speech act of teachers, and 3) The Modesty of a speech act of students. The Researcher used qualitative descriptive design and quantitative with the teachers and students classX AK A and AK B Public Vocational High School 1 Singaraja as the subjects. Data collection by the method of observation and recording. Data were analyzed by descriptive technique. The result of the research: 1) the form of the use of a speech act teachers consists of declarative -modus utterance 17 (56,67%) utterances, interrogative-modus 5 (16,67%) utterances, imperative-modus 8 (26,66%) utterances. 2) The form of the use of a speech act of students consists of declarative -modus 25 (83,33%) utterances, interrogative-modus 3 (10%) utterances, and , imperative-modus 2 (6,67%) utterances. 3) The Modesty of a speech act of teachers was found that 5 principles of modesty of 6 available principles, namely maxim of generosity 1 (3.33%) utterances, maxim of appreciation 12 (40%) utterances, maxim of simplicity 1 (3.33%) utterances, maxim of consensus 14 (46,67%) utterances, maxim of sympathy 2 (6.67%) utterances. 4) The Modesty of a speech act of students was found that 6 principles of modesty and 4 utterances that deviating/ immodest of the principles of modesty, namely maxim of wisdom 1 (3,33%) utterances, maxim of generosity 1 (3,33%) utterances, maxim of appreciation 8 (26,68%) utterances, maxim of simplicity 4 (13,33%) utterances, maxim of consensus 11 (36,67) utterances, maxim of sympathy 1(3,33%) utterances. Utterances that deviating/ immodest of the principles of modesty namely 4(13,33%) utterances.keyword : form of a speech act, modesty , question and answer
STRATEGI PEMBELAJARAN MENYENANGKAN DENGAN HUMOR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS X SMA NEGERI 2 MENDOYO Dewa Putu Astawan Ariputra .; Drs. I Wayan Rasna,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5300

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan (1) perencanaan strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor di kelas X SMA Negeri 2 Mendoyo, (2) pelaksanaan strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor di kelas X SMA Negeri 2 Mendoyo, dan (3) kendala-kendala guru dalam menggunakan strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor di kelas X SMA Negeri 2 Mendoyo. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas X SMA Negeri 2 Mendoyo dengan objek penelitian yakni strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor. Ada tiga metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni, metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) guru telah merencanakan strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor secara eksplisit di dalam RPP, (2) pelaksanaan strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor telah berjalan dengan baik, dan (3) terdapat beberapa kendala yang dialami oleh guru dalam menggunakan strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor, yaitu sulitnya mendapatkan sumber teori yang relevan, sulitnya menyesuaikan humor dengan kebutuhan siswa, dan sulitnya mendapatkan media humor sebagai bahan ajar. Penelitian ini hanya terbatas pada kajian perencanaan, pelaksanaan, dan kendala-kendala, disarankan bagi peneliti lain untuk melakukan pengujian lebih mendalam mengenai pengaruh humor terhadap hasil belajar siswa.Kata Kunci : strategi pembelajaran, humor This descriptive qualitative study was aimed at describing (1) the planning of fun instructional strategy combined with humor in Class X of SMAN 2 Mendoyo, (2) the implementation of fun instructional strategy combined with humor in Class X of SMAN 2 Mendoyo and (3) the obstacles faced by the teacher in implementing fun instructional strategy combined with humor in Class X of SMAN 2 Mendoyo. The subject of the study was a teacher teaching Indonesian in Class X of SMAN 2 Mendoyo and the object of the study was fun instructional strategy combined with humor. There were three methods of data collection applied in the study, such as interview, observation and documentation. The result of the study revealed that (1) the teacher had put fun instructional strategy combined with humor in her instructional plan explicitly, (2) fun instructional strategy combined with humor could implemented perfectly, and (3) there were some obstacles faced by the teacher in implementing fun instructional strategy combined with humor, those, are the difficulty of finding relevant references, the difficulty of matching the humor with the students’ need and the difficulty of creating a humorous media as teaching material. This present study was limited at describing the planning of fun instructional strategy combined with humor, the implementation of fun instructional strategy combined with humor and the obstacles faced by the teacher in implementing fun instructional strategy combined with humor. Thus, it is suggested to other researchers to study the effects of humor toward students’ learning result.keyword : fun instructional strategy, humor
Implementasi Keterampilan Menjelaskan oleh Guru Bahasa Indonesia Kelas XI di SMA Negeri se-Kota Singaraja dalam Pembelajaran Menulis Naskah Drama berdasarkan Pengalaman Pribadi Ketut Desnaria .; I Nyoman Yasa, S.Pd., M.A. .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5301

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perencanaan guru bahasa Indonesia kelas XI SMA di Negeri se-Kota Singaraja dalam pembelajaran menulis naskah drama berdasarkan pengalaman pribadi, (2) mendeskripsikan implementasi keterampilan menjelaskan guru bahasa Indonesia, dan (3) mendeskripsikan kendala yang dihadapi guru bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia. Objek penelitian ini adalah perencanaan, implementasi, dan kendala guru dalam keterampilan menjelaskan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) hal-hal yang dipersiapkan guru dalam merencanakan keterampilan menjelaskan adalah silabus dan RPP, (2) implementasi keterampilan menjelaskan guru bahasa sudah tergolong baik, dan (3) kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan keterampilan menjelaskan adalah kurangnya minat dan perhatian siswa, kondisi fisik guru, dan sumber belajar yang terbatas.Kata Kunci : keterampilan menjelaskan, guru bahasa Indonesia, menulis naskah drama, dan pengalaman pribadi The purposed of this research are (1) to describe bahasa Indonesia teachers plan at the grade of the 11th senior high school student in Singaraja in the study of writing drama script based on their own experience, (2) to describe the implementation of their explaining skill, and (3) to describe difficulty which is faced by bahasa Indonesia teachers. This research use descriptive qualitative observation method. Subject in this research is bahasa Indonesia teachers. Object in this research are plan, implementation, and difficulty teachers in explaining skill. The methods of collecting data which are used are observation, interview, and documentation. Data is analyzed by using descriptive qualitative analysis. The results of this research are to show (1) things which are prepared in planning about explaining skill is syllabus and lesson plan, (2) the implementation of bahasa Indonesia teachers skill which is categorized good, (3) the difficulty which is faced is the lack of students desire and attention, condition of teachers physically, and the lack of facilities.keyword : explaining skill, bahasa Indonesia teachers, drama script, self-experience

Page 70 of 122 | Total Record : 1214