cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
hearty@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jl. Kh Sholeh Iskandar Km 2
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 23387475     EISSN : 26207869     DOI : 10.32832/hearty
Core Subject : Education,
Hearty: Jurnal Kesehatan Masyarakat (ISSN:2338-7475 & e-ISSN:2620-7869) is published semiannual by Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2019): AGUSTUS" : 5 Documents clear
HUBUNGAN KARAKTERISTIK BALITA, PENGETAHUAN IBU DAN SANITASI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN LABUAN KABUPATEN PANDEGLANG Ramdaniati, Siti Nur; Nastiti, Dian
HEARTY Vol 7 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.489 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i2.2877

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari  kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya dan memiliki risiko terjadinya penurunan kemampuan intelektual serta peningkatan risiko penyakit degeneratif di masa mendatang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik balita, pengetahuan ibu dan sanitasi terhadap kejadian stunting. Rancangan penelitian ini case control dengan populasi seluruh balita stunting (39 balita). Penelitian inimenggunakan metode total sampling dengan jumlah 39 kasus dan 39 kontrol. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan antropometri untuk mengukur tinggi badan. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil analisis menyimpulkan bahwa terdapat hubungansignifikan antara Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) , pengetahuan ibu, kepemilikan jamban dan sumber air terhadap kejadian stunting pada balita di Kecamatan Labuan. Pihak Puskesmas sebaiknya melakukan kelas ibubalita dan ibu hamil secara berkala serta kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam kepemilikan jamban dan sumber air bersih.
HUBUNGAN KADAR 25-HIDROKSI VITAMIN D SERUM DENGAN DERAJAT KEPARAHAN INFEKSI DENGUE Birman, Yuliza; ., Efrida; Rasyid, Rosfita
HEARTY Vol 7 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.679 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i2.2873

Abstract

Derajat keparahan infeksi dengue dipengaruhi oleh sistem imun pejamu. Kerja sistem imun dipengaruhi oleh imunomodulator, salah satunya vitamin D. Kadar Vitamin D berbeda pada derajat keparahan infeksi dengue. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar 25-hidroksi vitamin D serum dengan derajat keparahan infeksi dengue. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional terhadap 32 pasien yang didiagnosis infeksi dengue di RSI Siti Rahmah Padang. Sampel dipilih dengan metode consecutive sampling. Kadar 25-hidroksivitamin D serum diukur menggunakan metode ELISA. Derajat keparahan infeksi dengue terbagi menjadi demam dengue dan demam berdarah dengue, berdasarkan kadar albumin serum yang diukur dengan metodekolorimetri. Analisis hasil penelitian secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian mendapatkan rerata kadar 25-hidroksi vitamin D serum infeksi dengue 23,09±11,39 ng/mL. Derajat keparahaninfeksi dengue lebih banyak demam dengue (84,4%). Kadar 25-hidroksi vitamin D lebih tinggi pada demam berdarah dengue (30,41±11,82ng/mL). Tidak terdapat hubungan antara kadar 25-hidroksi vitamin D denganderajat keparahan infeksi dengue. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antarakadar 25-hidroksi vitamin D serum dengan derajat keparahan infeksi dengue
HUBUNGAN KOMPONEN HEALTH BELIEF MODEL DENGAN UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA IBU RUMAH TANGGA MELALUI PENGGUNAAN KONDOM Agustina, Silvia Ari
HEARTY Vol 7 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.625 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i2.2874

Abstract

IMS merupakan penyakit yang banyak ditularkan meelalui hubungan seksual. Penggunaan pengaman atau kondom saat berhubungan seksual efektif untuk mencegah penyakit ini. IMS banyak menjangkiti kelompok berisiko seperti WPS, akan tetapi belakangan terakhir ini Ibu Rumah Tangga yang notabenenya hanya punya satu pasangan bisa terjangkit penyakit IMS ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komponen Health Belief Model (HBM) dengan perilaku penggunaan kondom pada ibu rumau tangga. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methodology dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Penelitian ini dimulai dari pengumpulan data kuantitatif terlebih dahulu, setelah selesai untukmemperkuat hasil ditambah dengan data kualitatif. Jumlah sampel untuk data kuantiatif sebanyak 101 responden. Sedangkan untuk data kualitatif melibatkan 2 Ibu Rumah Tangga, 2 Suami, petugas Puskesmas yang melayani penapisan Infeksi Menular Seksual dan 1 Lembaga Swadaya Masyarakat. Analisis yang digunakan adalah regresi linier ganda. Validitas dan reliabilitas data kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil Penelitian terdapat hubungan yang positif dan secara statistik signifikan antara penggunaankondom dengan beberapa variabel independen yang diteliti. Secara statistik diperoleh hasil yang signifikan adalah variabel persepsi kerentanan (b:-0,12; CI 95%: -0,23 hingga -0,00; p<0,05), persepsi hambatan kondom(b:-0,11; CI 95%: -0,22 hingga -0,00; p<0,05), dan efikasi diri (b: 0,19; CI 95%: 0,10 hingga 0,28; p<0,01). Secara bersama-sama seluruh variabel independen di dalam model regresi linier ganda ini mampu menjelaskanperilaku penggunaan kondom sebesar 32%. Ibu Rumah Tangga sering mengajak suami untuk menggunakan kondom, tetapi suami sering menolak dengan berbagai alasan, misalnya kurang nyaman menggunakan kondom
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS LAONTI KABUPATEN KONAWE SELATAN Kusnan, Adius; Alifariki, La Ode; Pujirahayu, Rahminingrum
HEARTY Vol 7 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.199 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i2.2875

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut masih merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia terutama pada balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada balita. Jenis penelitian inimenggunakan desain penelitian case control study. Populasi penelitian adalah balita yang menderita infeksi saluran pernapasan akut usia 7 sampai 59 bulan. Sampel berjumlah 70 balita yang terdiri dari 35 kasus dan 35 kontrol. Hasilpenelitian menunjukkan faktor risiko kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada balita dengan nilai OR hitung masing-masing diperoleh kepadatan hunian rumah (OR = 3,24; CI 95% = 1,21-8,62), pemberian ASI eksklusif(OR = 3,85; CI 95% = 1,4-10,5), kebiasaan merokok di dalam rumah (OR = 6,35; CI 95% = 2,0-20,1). Kesimpulan penelitian adalah kepadatan hunian rumah, pemberian ASI eksklusif, dan kebiasaan merokok di dalam rumahmerupakan faktor risiko kejadian infeksi saluran napas akut
GAMBARAN KEMAMPUAN DAN KEMAUAN MEMBAYAR PASIEN RUMAH SAKIT UMUM PURI RAHARJA DENPASAR Wirajaya, Made Karma Maha
HEARTY Vol 7 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.645 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i2.2876

Abstract

Kemampuan dan kemauan membayar penting karena berpengaruh terhadap tingkat pemanfaatan pelayanan kesehatan dan pendapatan yang diterima. Menurunnya tingkat pendapatan rawat inap yang diperoleh RumahSakit Puri Raharja dapat mengindikasikan adanya masalah keterjangkauan daya beli masyarakat terhadap pelayanan kesehatan terutama kemampuan dan kemauan membayar. Penelitian ini bertujuan mengetahuigambaran kemampuan dan kemauan membayar pasien rawat inap di Rumah Sakit Puri Raharja. Rancangan penelitian ini adalah crossectional. Sampel diambil secara purposive sampling dan data dikumpulkan melaluiwawancara dengan kuesioner kepada 100 pasien rawat inap. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa rata rata kemampuan membayar pasien di kamar kelas VVIP sebesar Rp 3.202.500, VIP A sebesar Rp 3.089.898, VIP Bsebesar Rp 3.471.454, VIP C sebesar Rp 2.963.912, kelas I sebesar Rp 2.221.508, kelas II sebesar Rp 2.124.764 dan kelas III sebesar Rp 1.389.435 sedangkan kemauan membayar pasien pada kamar kelas VVIP sebesar Rp745.000, VIP A sebesar Rp 600.000, VIP B sebesar Rp 575.000, VIP C sebesar Rp 530.000, kelas I sebesar Rp 457.000, kelas II sebesar Rp 320.000 dan kelas III sebesar Rp 240.000. Diharapkan pihak rumah sakit perlumempertimbangkan kemampuan dan kemauan membayar pasien selain unit cost dalam penyusunan tarif rawatinap sehingga masyarakat dapat menjangkau pelayanan rawat inap yang disediakan

Page 1 of 1 | Total Record : 5