cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
PROMOTOR
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
GAMBARAN PENERAPAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DALAM MENYAMPAIKAN INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA KELAS 2 DI SMP BINA GREHA KOTA BOGOR TAHUN 2019 ., Rodiah; Nasution, Andreanda; Masitha Arsyati, Asri
PROMOTOR Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.936 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i3.4179

Abstract

Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sehat baik sistem, fungsi dan proses reproduksinya. Berdasarkan data pelecehan seksual berdasarkan wilayah Kota Bogor yaitu Tanah Sareal 11 korban, Bogor utara 7 korban, Bogor 2 korban, Bogor tengah 3 korban, Bogor selatan 1 korban kekerasan seksual. Tujuan adalah untuk mengetahui gambaran penerapan usaha kesehatan sekolah (UKS) dalam menyampaikan informasi kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan dan sikap siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bina Greha Kota Bogor. penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, bersifat deskriptif analitik dan rancangan penelitian cross sectional. Populasi berjumlah 64 siswa, jumlah sampel yaitu 45 responden. Data penelitian ini diperoleh dari data primer dan dianalisis menggunakan Uji Univariat.
GAMBARAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RSUD CIBINONG KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018 Ulfah, Fauziyah; Maryati, Husnah
PROMOTOR Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.819 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i2.4170

Abstract

Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan yang telah diberikan. Pengelolaan rekam medis yang baik dapat meningkatan mutu pelayanan sehingga tercapainya tertib administrasi di Rumah sakit. Salah satu indikator untuk melihat kinerja rekam medis dapat dilihat dari Standar Pelayanan Minimum Rekam Medis. Pada Tahun 2017, dari 4 indikator SPM Rekam medis terdapat 2 SPM yang belum tercapai yaitu Kelengkapan berkas rekam medis 24 jam setelah pelayanan dan kelengkapan Informed Consent setelah mendapatkan informasi yang jelas. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kinerja petugas rekam medis di RSUD Cibinong Kabupaten Bogor Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Informan berjumlah 4 orang dan instrument yaitu pedoman wawancara mendalam, pedoman observasi, dan pedoman telaah dokumen. Di saran untuk meningkatkan komunikasi antara petugas rekam medis dengan instalasi lain yang berhubungan dengan rekam medis.
GAMBARAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN FARMASI POLI SARAF DI RUMAH SAKIT RUMAH SEHAT TERPADU DOMPET DHUAFA BOGOR ., Efawati; Chotimah, Indira; Masitha Arsyati, Asri
PROMOTOR Vol 3 No 5 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.568 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i5.4203

Abstract

Waktu tunggu dalam pelayanan farmasi terhadap kepuasan pasien merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi persepsi pasien terhadap mutu pelayanan di Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran waktu tunggu pelayanan farmasi dilihat dari aspek input,proses dan output.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif jenis rancangan studi kasus. Informan terdiri dari 10 orang. Instrumen penelitian yang di gunakan yaitu pedoman wawancara dan pedoman observasi perhitungan waktu. Hasil penelitian yang di dapat dari aspek input yaitu jumlah SDM yang ada belum mencukupi namun untuk latar belakang pendidikan sudah sesuai dengan standar yang ada, kebijakan alur proses pelayanan resep obat pasien pun tersedia, khususnya pada bagian farmasi berbeda dengan jumlah pasien hal ini mempengaruhi waktu tunggu pelayanan farmasi terhadap pasien. Berdasarkan aspek proses, proses yang ada sudah berjalan dengan baik sesuai prosedur yang ada. Sedangkan berdasarkan output waktu tunggu pelayanan farmasi masih tergolong lama yaitu 66 menit (1 jam 6 menit)untuk obat jadi dan 148 menit (2 jam 28 menit) untuk obat racik, tidak sesuai standar yang ada, hal ini di pengaruhi oleh SDM, Kebijkan dan Jumlah Pasien dengan penyebab utama yaitu SDM yang tidakmencukupi. Perlu adanya perhitungan beban kerja kepada petugas terkait sehingga dapat di ketahui jumlah petugas yang ideal.
HUBUNGAN PENCAHAYAAN DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN UNDERGROUND DI PT. ANTAM Tbk, UBPE PONGKOR BOGOR TAHUN 2018 Minarni, Ani; Ginanjar, Rubi; Fathimah, Anissatul
PROMOTOR Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.922 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i2.4160

Abstract

Kelelahan kerja merupakan kondisi dimana seseorang sudah tidak mampu lagi melalukan aktivitas kerjanya. Kelelahan keraj dapat terjadi karena adanya pengaruh dari lingkungan kerja yang tidak menunjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pencahayaan serta karakteristik individu (umur, beban kerja dan status gizi) dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian underground di PT.Antam Bogor. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 200 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebesar 67 responden. Pengukuran pencahayaan menggunakan alat lux meter dan pengumpulan data pekerja dilakukan dengan menggunakan kuesioner IFRC. Analisis data penelitian menggunakan aplikasi statistik dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara umur (p-value=0,044) OR sebesar 3,147 dan beban kerja (p-value=0,032) OR sebesar 3,407 dan tidak adanya hubungan antara pencahayaan (p-value=0,937) dan status gizi (p-value=0,601) dengan kelelahan kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak adanya hubungan pencahayaan dengan kelelahan kerja. Peneliti ini menyarankan kepada perusahaan untuk memperhatikan kondisi pencahayaan diruangan kerja agar tidak menimbulkan risiko terjadinya kelelahan kerja
GAMBARAN FAKTOR SOSIO DEMOGRAFI PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DI KELURAHAN BALUMBANG JAYA KECAMATAN BOGOR BARAT KOTA BOGOR TAHUN 2018 Apriliza Ayal, Hilda; Rachmania, Wina; Noor Prastia, Tika
PROMOTOR Vol 3 No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.237 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i4.4192

Abstract

Indonesia merupakan Negara ke-5 di dunia dengan estimasi Jumlah Penduduk terbanyak. Upaya pengendalian pertumbuhan penduduk dilakukan melalui Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. Kelurahan Balumbang Jaya merupakan kelurahan yang menyumbang akseptor KB suntik terbanyak di Kecamatan Bogor Barat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran faktor sosio demografi pada akseptor KB suntik di Kelurahan Balumbang Jaya kecamatan Bogor Barat Kota Bogor Tahun 2018. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah Pasangan Usia Subur (PUS) peserta KB suntik di Kelurahan Balumbang Jaya dan sampel dengan jumlah total populasi berjumlah 779 orang. Instrumen penelitian menggunakan laporan BKKBN dan lembar data PK BKKBN. Analisa data dengan menggnakan analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi variabel yang di teliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa paling banyak akseptor KB suntik pada kelompok umur berisiko (54,7%), dengan tingkat pendidikan terbanyak yaitu SD/MI/Sederajat (34,7%) dan Sebagian banyak akseptor sebagai ibu rumah tangga (56,9%) dan rata-rata akseptor memiliki 2 anak. Kesimpulan penelitian adalah sebagian banyak akseptor pada kategori umur berisiko dengan tingkat pendidikan SD dan sebagian besar sebagai ibu rumah tangga, maka di sarankan untuk memberikan arahan keapada akseptor untuk bergantinya ke kontrasepsi MANTAP dan dilakukanya penyuluhan atau KIE dengan bahasa yang sesuai dengan tingkat pendidikan akseptor.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONTAK PANAS SECARA LANGSUNG TERHADAP GEJALA DERMATITIS PADA PEKERJA DI PT. ELANGPERDANA TYRE INDUSTRY CITEUREUP TAHUN 2019 Anas, Khairunnisa; Fathimah, Anissatul; Ginanjar, Rubi
PROMOTOR Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.514 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i3.4175

Abstract

Gejala dermatitis dapat terjadi di lingkungan PT.Elangperdana Tyre Industry pada bagian curing, mixing, calendar, extruding dan finishing karena pada beberapa proses kerja yang memungkinkan para pekerja kontak dengan material panas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kontak panas langsung dengan gejala dermatitis pada pekerja di PT.Elangperdana Tyre Industry Citeureup tahun 2019. Desain penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional. Pada penelitian ini variabel dependen dan variabel independen diamati pada waktu yang bersamaan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 2212 pekerja bagian produksi di PT.Elangperdana Tyre Industry. Sampel yang diambil dengan teknik sample size dengan responden sebanyak 78 responden.Pengambillan data menggunakan kuesioner serta melakukan pengukuran suhu material panas menggunakan alat fluke thermometer. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik chi square. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara suhu material dengan gejala dermatitis, umur, masa kerja, lama kontak, dan penggunaan alat pelindung diri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah area kerja yang berisiko terkena gejala dermatitis dikarenakan pekerja seringkali kontak dengan material bersuhu tinggi. Namun pada beberapa divisi sudah mengantisipasi dengan menggunakan alat pelindung diri berlapis akan tetapi menurut peneliti hal ini tidak efektif sebab menambah biaya pengadaan APD.
ANALISA KEBUTUHAN TENAGA KERJA RADIOLOGI DILIHAT DARI BEBAN KERJA DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR TAHUN 2020 Zavihatika, Sowapa; Syari, Wirda; Noor Prastia, Tika
PROMOTOR Vol 3 No 5 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.303 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i5.4208

Abstract

Kurangnya tenaga di Instalasi Radiologi menyebabkan tingginya beban kerja oleh tenaga radiologi dan akan menimbulkan berbagai masalah, salah satu masalah tersebut adalah waktu tunggu pelayanan di Instalasi Radiologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja dan kebutuhan tenaga di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Islam Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif yang didukung oleh data kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Untuk mendapatkan jumlah waktu setiap pola aktivitas digunakan teknik work sampling dan desain studi kasus. Sampel yang diambil adalah seluruh aktifitas yang dilakukan oleh tenaga radiologi. Hasil penelitian menggunakan metode WISN berdasarkan beban kerja menunjukkan bahwa jumlah kebutuhan tenaga radiologi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Islam Bogor adalah sebanyak 8 orang, yaitu 2 orang tenaga administrasi, 1 orang dokter spesialis, 1 orang perawat, dan 4 orang tenaga radiologi, PPR, teknik elektromedis, fisikiawan medik, dan kamar gelap.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN INTRA UTERINE DEVICE PADA PASANGAN USIA SUBUR DI KELURAHAN SUKADAMAI KOTA BOGOR TAHUN 2019 Musawwanah, Dewi; Dewi Pertiwi, Fenti; Noor Prastia, Tika
PROMOTOR Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.738 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i2.4165

Abstract

Upaya pemerintah untuk menekan jumlah penduduk salah satunya dengan mengadakan program Keluarga Berencana (KB). IUD atau Spiral adalah suatu alat yang dimasukan kedalam rahim wanita untuk tujuan kontrasepsi. Di Kelurahan Sukadamai tahun 2018 sebanyak 286 (10,20%) dari 2.804 peserta KB aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan Intra Uterine Device pada pasangan usia subur di Kelurahan Sukadamai Kota Bogor tahun 2019. Jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 2.804 orang dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik dua proporsi dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 119 orang, instrument pengumpulan data dengan kuisioner dan diolah dengan software pengolahan statistik dengan analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat faktor yang berhubungan dengan penggunaan IUD yaitu paritas (P value = 0,004), pendidikan (P value = 0,032), pekerjaan (P value = 0,048), pengetahuan (P value = 0,001). Adapun faktor yang tidak berhubungan yaitu umur (P value = 0,775), keterjangkauan biaya (P value = 0,329), dan dukungan suami (P value = 0,783). Saran bagi petugas PLKB agar memberikan konseling KB dan informasi secara detail kepada pasangan usia subur dengan menggunakan leaflet atau brosur, supaya informasi lebih cepat ditangkap dan tidak mudah lupa.
GAMBARAN CAKUPAN PENGEMBANGAN DESA SIAGA AKTIF DI PUSKESMAS SUKARAJA KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019 Adriansyah, Riki; Chotimah, Indira; Khodijah Parinduri, Siti
PROMOTOR Vol 3 No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v3i4.4197

Abstract

Desa Siaga dikembangkan sejak tahun 2006 sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 564/Menkes/SK/VIII/2006 tantang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga. Hasil evaluasi Kementerian Kesehatan pada tahun 2009 menentukan bahwa belum semua Desa dan Kelurahan Siaga tersebut belum mencapai kondisi Siaga Aktif yang sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengembangan desa siaga di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Kabupaten Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan data triangulasi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam. Gambaran Pengembangan Desa Siaga Aktif Di Puskesmas Sukaraja Kabupaten Bogor belum berjalan dengan baik pada desa siaganya, dan masih banyak desa siaga yang sudah tidak berjalan terutama di 6 desa. Dan desa siaga yang masih berjalan aktif hanya 1 desa yaitu desa gunung geulis yang ada diwilayah kerja puskesmas sukaraja.
GAMBARAN KARAKTERISTIK PADA AKSEPTOR KB NON MKJP DI KELURAHAN CIBOGOR KECAMATAN BOGOR TENGAH KOTA BOGOR TAHUN 2019 Zakiyyatun Nafsiah, Mutiara; Noor Prastia, Tika; Rachmania, Wina
PROMOTOR Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.242 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i3.4180

Abstract

Tingginya laju pertambahan penduduk di Indonesia menjadikan pemerintah terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan dengan program Keluarga Berencana (KB). Penggunaan KB MKJP masih tinggi. Program KB bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk sehingga meningkatkan keluarga yang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran karakteristik pada akseptor KB Non MKJP di Kelurahan Cibogor Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif dengan metode cross sectional, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, sampel pada penelitian ini berjumlah 326 orang dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis yaitu univariat dengan menggunakan software pengolah data statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat di Kelurahan Cibogor paling banyak menggunakan KB Suntik (74,2%), berumur ≥36 tahun (58%), tingkat pendidikan akseptor KB tamat SLTA (49,7%), pendidikan suami tamat SLTA (56,1%). Pekerjaan akseptor KB paling banyak tidak bekerja (47,2%), pekerjaan suami wiraswasta (35,5%), Paritas 0-2 anak (72,4%), tempat pelayanan KB di Puskesmas (48,5%), usia kawin pertama ≥22 tahun (53,4%). Kesimpulan gambaran karakteristik pada akseptor KB Non MKJP di Kelurahan Cibogor paling banyak menggunakan KB suntik dibandingkan dengan pil dan kondom maka disarankan perlu uji analisis untuk mengetahui antara hubungan pemelihan jenis KB dengan karakteristik yang ada.

Page 10 of 26 | Total Record : 260