cover
Contact Name
Syaiful
Contact Email
-
Phone
+6281282738786
Journal Mail Official
jrs.astonjadro@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Gedung Ir. Prijono Hardjosentono Universitas Ibn Khaldun Bogor Jl. KH. Sholeh Iskandar KM 2 Kedung Badak Tanah Sareal Kota Bogor 16161
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Astonjadro
ISSN : 23024240     EISSN : 26552086     DOI : http://dx.doi.org/10.32832/astonjadro
Core Subject : Engineering,
Astonjadro: Jurnal Rekayasa Sipil adalah jurnal ilmiah dibidang teknik sipil p-ISSN : 2302-4240 dan e-ISSN : 2655-2086. Jurnal Rekayasa Sipil Astonjadro diterbitkan untuk mengapresiasi dan memberikan informasi ilmiah bagi peneliti, dosen serta para profesional. termasuk dalamnya pengembangan model dan konsep penelitian yang mengacu secara berkesinambungan. Jurnal Astonjadro diterbitkan oleh Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor, terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 507 Documents
KAJIAN HUBUNGAN VOLUME, KECEPATAN, DAN KEPADATAN LALU LINTAS MODEL UNDERWOOD (Studi Kasus Jalan Lingkar Luar Kota Demak) Akbardin, Juang
ASTONJADRO Vol. 2 No. 1 (2013): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v2i1.776

Abstract

Jalan Raya Pantai Utara (PANTURA) Pulau Jawa mempunyai peranan penting dalam distribusi pergerakan barang dan penumpang nasional. Permasalahan bercampurnya lalu lintas menerus dan lalu lintas kota pada Jalan Raya PANTURA di kota – kota yang dilewati ruas tersebut telah diselesaikan dengan keberadaan jalan lingkar (ringroad) pada masing – masing kota di pantura. Keberadaan Jalan lingkar (ringroad) di kota harus berada pada kondisi allu lintas yang mempunyaipelayanan yang baik. Perubahan tata guna lahan pada koridor jalan lingkar pada masing – masing kota tidak dapat dihindari secara langsung. Kota Demak yang merupakan hinterland Ibu kota Provinsi mempunyai peranan penting untuk mengendalikan arus lalu lintas menerus tersebut secara tepat.Jalaln lingkar kota Demak disamping mempunyai tugas pokok sebagi prasarana distribusi lalu lintas menerus, karena perubahan tata guna lahan tersebut mengalami beberapa permasalahan lalu lintasyang dapat berkembang dan menyebabkan permasalahan lalu lintas yang lebih komplek. Kemacetan, tundaan dan antrian merupakan permasalahan yang timbul dari aktivitas yang berkembang pada guna lahan tersebut. Untuk mengetahui perilaku karakteristik volume , kecepatan dan kepadatan lalu lintaspada jalan lingkar tersebut maka diperlukan suatu estimasi hubungan volume-kecepatan–Kepadatan lalulintas dengan pendekatan model Underwood sebagai salah satu metode mencari hubungan tersebut. Hasil analisis yang didpatkan pada penelitian tersebut menunjukan bahwa model Underwood hubungan Hubungan Volume – kecepatan (V-S) V = 51 x S x Ln 82,6 / S ;Hubungan (VD)-DV = 82,6 x D x e 51 ; HubunganDS = 82,6 x e 51. Dengan nilai signifikasi model R2 = 0,97Dari pendekatan model Underwood didapat suatu pendekatan fenomena bahwa hubungan volumekecepatan-kepadatan lalu lintas pada jalan lingkar kota Demak harus mulai diantisipasi permasalahan– permasalahan yang akan muncul dalam perubahan tata guna lahan yang terjadi sehinggapelayanan jalan lingkar tersebut apabila ditinjau dari kecepatan-volume dan kepadatannya harus tetapdalam kondisi yang layak.
STUDI KAPASITAS APRON BANDAR UDARA H. AS. HANANDJOEDDIN-TANJUNGPANDAN Azhar, Hairul; Akbardin, Juang
ASTONJADRO Vol. 3 No. 1 (2014): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v3i1.800

Abstract

Apron merupakan salah satu komponen utama dalam sistem bandar udara, yang berfungsi sebagai tempat parkir pesawat, menaikkan atau menurunkan penumpang dan barang, atau perbaikan dan pengisian bahan bakar. Apron yang tersedia harus dapat melayani kebutuhan gate pesawat berdasarkan demand yang ada. Seiring dengan pertumbuhan pergerakan lalu lintas udara yang dari tahun ke tahun terus meningkat, maka diperlukan sebuah studi tentang kapasitas apron untuk mengetahui kebutuhan fasilitas apron di masa mendatang sebagai salah satu solusi untuk mengantisipasi peningkatan lalu lintas udara yang terjadi. Studi ini menganalisis kebutuhan apron Bandar Udara H.AS. Hanandjoeddin pada kondisi eksisting dan kondisi forecasting10 tahun ke depan. Dengan data pergerakan pesawat dari tahun 2008-2013, dilakukan perhitungan forecastingpeak hour rencana di tahun 2024. Setelah itu dilakukan perhitungan desain, dimensi serta penentuan konsep apron yang digunakan. Seluruh perhitungan berdasarkan metode dari Federal Aviation Administration (FAA). Dari hasil perhitungan, didapatkan jumlah gate position yang dibutuhkan pada kondisi eksisting adalah 3 buah, jumlah pergerakan pesawat yang dilayani pada tahun 2024 adalah 26.466 pesawat dan pergerakan pesawat peak hour rencana adalah sebesar 10 pergerakan. Pengembangan apron yang perlu dilakukan adalah penambahan jumlah gate position menjadi 9 buah, dengan luas apron rencana 55 m x 378 m.
PERENCANAAN TEKNIS PEMBANGUNAN PRASARANA SANITASI (STUDI KASUS PEMBANGUNAN PRASARANA SANITASI DI KAMPUNG CIKUKUL DESA NAGRAK SELATAN KABUPATEN SUKABUMI) Zainudin Suhadi, Muhamad; Namara, Idi
ASTONJADRO Vol. 5 No. 2 (2016): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i2.838

Abstract

Pembangunan prasarana sanitasi di kampung cikukul dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum mendapatkan akses MCK yang layak dan pengolahan air limbah domestik yang baik tanpa mencemari lingkungan. Kurang memadainya prasarana lingkungan pada suatu kawasan atau lingkungan hunian dapat menimbulkan permasalahan seperti buruknya kualitas lingkungan permukiman di daerah tersebut, karena pada dasarnya keberadaan prasarana lingkungan merupakan kebutuhan yang paling penting yang secara langsung maupun tidak langsung berimplikasi/berpengaruh terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia. Maka direncanakan pembangunan prasarana sanitasi di kampung cikukul berupa MCK dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung (1) Gambar dan RAB (Rencana Anggaran Biaya (2) Pemilihan Teknologi IPAL yang tepat (3) Jumlah kebutuhan prasarana Sanitasi. Penelitian dilakukan dengan pengamatan langsung ke lokasi. Data yang diambil adalah data primer yang didapat berdasarkan hasil survei dan data sekunder. Hasil analisis jumlah penduduk kampung cikukul sampai tahun 2025 yaitu 716 jiwa dengan persentase pertumbuhan penduduk sebesar 0.86 % pertahun. Maka kampung cikukul termasuk kategori desa. 70 % dari 75 kk di kampung cikukul yang belum mendapatkan akses MCK adalah 262 jiwa. Rencana akan dibangun 6 unit kamar mandi/kakus dengan luasan per/unit 2.7125 m2 (1.75 m x 1.55 m), 1 ruang tempat cuci dengan luasan 4.8125 m² (1.75 m x 2.75 m ), 1 ruang tempat wudhu 4.8125 m² (1.75 m x 2.75 m). dengan rencana debit air limbah MCK yang dihasilkan 9.43 m³/orang/hari. Maka untuk perencanaan ini akan digunakan IPAL dengan jenis biofilter anaerobic-aerobik dengan kapasitas 12 m³. dengan rencana anggaran biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 385,056,472.00,- (Tiga Ratus Delapan Puluh Lima Juta Lima Puluh Enam Ribu Empat Ratus Tujuh Puluh Rupiah).
KAJIAN TENTANG PENGARUH KEPADATAN LALU LINTAS TERHADAP KEBISINGAN YANG DITIMBULKAN KENDARAAN BERMOTOR Syafrudin, Dindin; Rulhendri, Rulhendri
ASTONJADRO Vol. 8 No. 1 (2019): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v8i1.2289

Abstract

Setiap kendaraan bermotor baik sepeda motor, mobil pribadi, penumpang umum, mobil pengangkut barang seperti truck yang bergardan 4 akan menimbulkan suara dengan tingkat kebisingan yang bervariatif. Suara yang timbul pada kendaraan dipengaruhi mesin dan model knalpot dari kendaraan yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh seberapa besar tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh kendaraan pada ruas jalan Ciawi-Puncak dan menganalisa apakah kebisingannya masih dibawah ambang baku tingkat kebisingan yang diizinkan.  Berdasarkan pembahasan diatas bahwa peningkatan kepadatan sepeda motor, mobil angkutan pribadi, mobil angkutan umum dan mobil angkutan barang terhadap kebisingan yang di timbulkan, maka diperoleh hasil sebagai berikut. Kepadatan sepeda motor, mobil angkutan pribadi, mobil angkutan umum dan mobil angkutan barang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebisingan, dari semua perhitungan analisis didapatkan persamaan terbesar pada penelitian hari ketiga titik kedua (Sound Level Meter 2), dengan kontribusi sebesar 23,70%. Didapatkan perhitungan di bawah ini, Y = 63,080 + 0,036x1 + 0,139x2 – 0,129x3 + 0,943x4. Maksudnya jika tidak ada penurunan kepadatan sepeda motor maka tingkat kebisingan di SLM 2 adalah sebesar 63,080 dBA. Apabila terjadi penambahan peningkatan kepadatan sepeda motor sebesar +1,118 kend./jam dan penurunan kepadatan mobil angkutan umum -0,129 kend./jam. Kepadatan sepeda motor, mobil pribadi, mobil angkutan umum dan mobil angkutan barang juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebisingan didapatkan persamaan kedua terbesar terbesar pada penelitian hari ke empat dititik ke tiga dengan kontribusi sebesar 21,70%. Didapatkan perhitungan persamaan di bawah ini, Y = 61,101 + 0,054x1 – 0,067x2 + 0,052x3 – 0,286x4. Maksud dari persamaan diatas adalah jika ada peningkatan kepadatan sepeda motor, mobil angkutan umum maka kebisingan di SLM 3 adalah sebesar 61,101 dBA. Jadi untuk penurunan kepadatan angkutan pribadi dan kepadatan mobil angkutan barang  sebesar 0,353 kend./jam dan maka akan terjadi peningkatan kepadatan sepeda motor, peningkatan mobil angkutan umum sebesar  0,106 kend./jam.
KAJIAN TENTANG ARUS KAS BERDASARKAN BOBOT PRESTASI PEKERJAAN (Studi Kasus Pada Proyek Pembangunan Gedung Pengelolan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Jawa Barat) Mulyana, Ade; Chayati, Nurul
ASTONJADRO Vol. 1 No. 2 (2012): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v1i2.790

Abstract

Kajian tentang penyusunan arus kas ini, ada tiga alternatif yaitu arus kas pelaksanaan dilapangan (dengan alternatif penerimaan dari uang muka 20 %), kedua adalah alternatif arus kas tanpa modal kerja (Dengan Kesepakatan Penundaan Pembayaran Material Kepada Suplier), ketiga adalah alternatif arus kas dengan modal kerja (Dengan Kesepakatan Penundaan Pembayaran Material Kepada Suplier), Berdasarkan ke tiga alternatif tersebut, diperoleh hasil alternatif terbaik yaitu arus kas dengan modal kerja (Dengan Kesepakatan PenundaanPembayaran Material Kepada Suplier). Dengan memasukan modal kerja, yaitu pada minggu ke-3 sebesar Rp. 5.500.000,00 dan pada minggu ke-8 sebesar Rp. 3.000.000,00 sehingga total modal kerja menjadi sebesar Rp.8.500.000,00. Berdasarkan hal tersebut, diperoleh hasil imbangan positif pada kas minggu ke-3 sebesar Rp. 59.374.,64 dan pada minggu ke-8 sebesar Rp.961.518,32. Dengan demikian arus kas ini dianggap sebagai alternatif terbaik, karena tidak terjadi defisit terhadap kas proyek. Dengan keuntungan sebesar Rp. 59.009.354,77 dikurangi Rp. 8.500.000,00 = Rp. 50.509.354,77.Kurva S pada minggu ke-1 sampai minggu ke-3 tidak megalami kemajuan yang cukup signifikan, kemajuan pekerjaan <1% atau dengan kata lain berjalan sesuai dengan target/rencana, sedangkan pada minggu ke-4 sampai minggu ke-9 mengalami kemajuan pekerjaan yang cukup signifikan hal ini dikarenakan mayoritas dari pekerjaan adalah pekerjaan betonisasai yang menggunakan campuran beton jadi (Readymix). Hal ini juga didukung oleh lancarnya pemasukanbahan material, sehingga mempercepat pencairan termin.
PERENCANAAN PERKERASAN DAN PENINGKATAN GEOMETRIK JALAN Rulhendri, Rulhendri; Nurdiansyah, Nurdiansyah
ASTONJADRO Vol. 5 No. 1 (2016): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i1.829

Abstract

Pemerintahan Kabupaten Sukabumi telah merencanakan tempat pengelolaan sampah, lokasi pembangunan tersebut tepatnya di desa Cidadap Kecamatan Simpenan. Jalan akses menuju TPST 3R mempunyai panjang 2370 m, jalan akses menggunakan perkerasan lentur dengan lebar jalan sebesar 3 m. Rencana kendaraan yang beroprasi mempunyai spesifikasi berat 8 ton dengan lebar kendaraan 2,5 meter, sehingga dibutuhkan minimal lebar 5,5 meter untuk Dump Truck bersilangan atau berpapasan. Dengan demikian untuk menunjang berjalanya kegiatan pengelolaan sampah diperlukan juga perencanaan peningkatan geometrik dan perkerasan jalan lentur untuk mempermudah akses jalan Dump Truck bongkar muat sampah memasuki wilayah TPST 3R. Dengan metode Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya Tahun 1970 yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga untuk geometriknya dan metode Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisis Komponen Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga untuk perkerasan lenturnya. Data trase jalan, penitikan koordinat jalan, dan tebal perkerasan yang diolah dalam perhitungan ini didapat dari survei lapangan. perncanaan alinyemen horisontal dengan spesifikas jalan kelas III C, lebar perkerasan 2 x 2,75 m, jenis jalan perbukitan dengan nilai 6,32%, kecepatan rencana 50 km/jam. Terdapat 33 tikungan dengan sudut 7? sampai dengan 67?, jenis tikungan di dapat jenis full circle, spiral-spiral, dari perhitungan tikungan terdapat penambahan ketebalan dari alinyemen horizontal. Pada perencanaan perkerasan jalan lentur tidak diketahui tebal perkerasan existing jalan yang ada, shingga perkerasan direncanakan ulang dengan spesifikasi perkerasan jalan lentur dengan jenis bahan Laston (Surface Course)= 5 cm, Lapis Pondasi Atas (Base Course)= 15 cm, Lapis Pondasi Bawah (Sub Base Course)= 20 cm.
KAJIAN KETERSEDIAN LAHAN PARKIR SEPEDA MOTOR DI GWW (Studi Kasus: Kampus IPB Dramaga) Hermawan, Egi
ASTONJADRO Vol. 7 No. 2 (2018): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v7i2.2280

Abstract

Kampus merupakan  tempat untuk mencari ilmu yang digunakan mahasiswa untuk menempuh jenjang pendidikan yang tinggi. Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan ditempuh setelah pendidikan menengah, mencakup program pendidikan Diploma, Sarjana, Magister dan Doktor. Jumlah kendaraan roda dua yang tinggi di dalam kampus IPB menuntut tersedianya lokasi parkir yang mengakomodir bagi pengguna kendaraan bermotor di IPB. Pemusatan area parkir di dalam kampus IPB dibagi ke dalam 4 lokasi kantung parkir yang tersebar guna menampung kendaraan dari berbagai gedung di sekitarnya yaitu parkir 1. GWW, 2. Grand TV, 3. Samping Rektor IPB, 4. Fapeta.Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara karena ditnggal oleh pengemudinya. Parkir diartikan sebagai suatu kegiatan untuk meletakkan atau menyimpan kendaraan disuatu tempat tertentu yang lamanya tergantung kepada selesainya keperluan dari pengendaraan tersebut. Parkir didefinisikan sebagai kendaraan yang berhenti pada tempat-tempat tertentu baik yang dinyatakan dengan rambu atau tidak. satuan ruang parkir (SRP) adalah ukuran luas efektif untuk meletakkan kendaraan (mobil penumpang, bus/truk, atau sepeda motor), termasuk ruang bebas dan lebar buka pintu.
PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN DAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN GARENDONG-JANALA Baharudin, Sudarman; Rulhendri, Rulhendri
ASTONJADRO Vol. 4 No. 1 (2015): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i1.820

Abstract

PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN DAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN GARENDONG-JANALA. Jalan raya adalah suatu lintasan yang bertujuan melewatkan lalu lintas dari suatu tempat ke tempat yang lain. Arti lintasan disini dapat diartikan sebagai tanah yang  diperkeras  atau  jalan  tanah  tanpa  perkerasan,  sedangkan  lalu  lintas  adalah semua  benda  dan  makhluk  hidup  yang  melewati  jalan  tersebut  baik  kendaraan bermotor, tidak bermotor, manusia, ataupun hewan. Jalan fungsi arteri merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanannya jarak jauh, dengan kecepatan rata-rata  tinggi, dan jumlah jalan masuk ke jalan ini sangat dibatasi secara berdaya guna. Jenis jalan dari Desa Garendong – Desa Janala merupakan jalan arteri dengan spesifikasi jalan arteri kelas II, lebar perkerasan 7 m, dengan kecepatan rencana 40 km/jam. Pada sudut PI1 direncanakan jenis tikungan Spiral-Spiral dengan jari-jari lengkung rencana 200 m, dan sudut PI2 direncanakan jenis tikungan Spiral-Circle-Spiral dengan jari-jari lengkung rencana 250 m. Untuk mendapatkan keseimbangan antara galian dan timbunan, pada alinemen vertikal jalan Desa Garendong – Desa Janala direncanakan 7 PVI, mulai dari STA 0 + 000 dan berakhir di STA 3 + 200. Perkerasan jalan Desa Garendong – Desa Janala  menggunakan jenis perkerasan lentur berdasarkan volume LHR yang ada dengan jenis bahan yang di pakai yaitu laston (Surface Course), batu pecah CBR 80% (Base Course), sirtu CBR 50 % (Sub Base Course). dengan perhitungan didapatkan dimensi dengan tebal dari masing-masing lapisan yaitu Surface Course 5 cm, Base Course 20 cm dan Sub Base Course 15 cm.
KAJIAN STRUKTUR BANGUNAN AKIBAT PENURUNAN MUTU BETON PADA KOLOM TERPASANG (Studi Kasus: SDN 01 Cikaret Kabupaten Bogor) Lutfi, Muhamad; Subtoni, Subtoni
ASTONJADRO Vol. 6 No. 2 (2017): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v6i2.2268

Abstract

Bangunan sekolah selayaknya harus memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan dan diatur didalam Undang- undang Bangunan Gedung No. 28 Tahun 2002 bahwa setiap gedung harus memiliki asas kemanfaatan, keselamatan, kenyamanan dan keserasian dengan lingkungannya. SDN 01 Cikaret tengah melakukan rehabilitasi bangunan namun pada pelaksanaannya ditemukan kondisi dimana beton mengalami perubahan fisik yaitu berupa pelapukan hal itu diduga terjadi akibat penurunan mutu beton pada kolom tersebut, dengan demikian akan menyebabkan kolom menjadi rusak dan daya dukung kolom serta kekuatan struktur bangunan sekolah akan berkurang. Pengujian mutu beton akan dilakukan dengan cara uji tanpa merusak dengan hammer test sehingga akan didapat nilai mutu beton yang terdapat pada bangunan, nilai dari hammer test itu kemudian dianalisis dengan menggunakan softwere Etabs dengan memperhitungkan berat beban yang harus diterima oleh   bangunan  baik   itu   beban   hidup,   beban   mati,   dan   beban   gempa,   yang   kemudian dikombinasikan dan dianalisis kembali secara manual sehingga diperoleh hasil dimana warna merah yang muncul pada permodelan di semua struktur bangunan kemudian dengan hitungan manual didapatkan hasil dengan diagram interaksi kolom dimana nilai R (pertemuan garis Pu dan Mu) berada diluar diagram interaksi kuat rencana, setelah itu dilakukan perencanaan ulang dengan menggunakan mutu  beton  K-225  diperoleh hasil  dimana  dengan  permodelan  softwere Etabs ditunjukkan dengan warna ungu yang berarti struktur aman dan hitungan manual dengan diagram interaksi kolom hasil dimana nilai R (pertemuan garis Pu dan Mu) berada didalam diagram interaksi kuat rencana. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kolom pada bangunan eksisting sudah tidak dapat menahan beban bangunan diatasnya sedangkan dengan perencanaan mutu beton K-225 struktur kolom mampu menahan beban struktur atasnya.
ANALYSIS OF THE TRAFFIC IMPACT OF DEVELOPMENT SEKOLAH MARDI WALUYA KOTA BOGOR Sudrajat, Adriyanto; Murtedjo, Tedy; Chayati, Nurul; Rulhendri, Rulhendri
ASTONJADRO Vol. 9 No. 2 (2020): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v9i2.2640

Abstract

The construction of a certain area will have an impact on the performance of the surrounding traffic, this is due to the new movements caused, one of which is the expansion of the Mardi Waluya School building located in the city of South Bogor, referring to the regulation of the minister of transportation no. 75 of 2015, then the activity must be carried out a Traffic Impact Analysis, this analysis is carried out to find out how much impact caused by the generation and attraction by the new activity center. With standard calculations based on the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI 2017). From the analysis obtained, the average value of the Existing VCR on the Jalan Pahlawan section is 0.55, Jl. Dreded 0,17, Jl. Aut 0,68, Jl. R Saleh Bustaman 0.58, Jl. Empty 0.98. There was no significant effect on traffic performance during construction. But it is predicted that in the period 2021-2025 it will change with a VCR value of: Jl. Pahlawan 0.57 - 0.63 Jl. Dreded 0,18 - 0,20 Jl. Aut 0,69 - 0,77, Jl. R Saleh Bustaman 0.59 - 0.65, Jl. Empty 1.00 - 1.10. An impact handling simulation was conducted to improve traffic performance, indicated by the VCR value on the Jl. Pahlawan 0.53 - 0.58 Jl. Dreded 0,17 - 0,19 Jl. Aut 0,39 - 0,43, Jl. R Saleh Bustaman 0.54 - 0.60, Jl. Empty 0.76 - 0.84.

Page 4 of 51 | Total Record : 507