Articles
140 Documents
PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS BERBASIS ARDUINO UNTUK PERTANIAN PINTAR
Dase, Revan Septian;
Muhidin, Muhidin
JUTEKS Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/juteks.v7i1.7968
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil pertanian yang baik. Namun perawatan pertanian di Indonesia masih banyak yang dilakunan secara manual seperti penyiraman dan pengontrolan suhu tanah. Penyiraman dan pengontrolan merupakan salah satu proses kegiatan pertanian yang rutin dilakukan. Proses ini tentunya tidak lepas dari rasa lelah, pegal, atau human error lainnya. Hal inilah yang menyebabkan petani banyak mengalami kerugian disamping terdapat factor eksternal. Dalam keadaan apapun, petani dituntut untuk tetap mempertahankan kesuburan dari lahannya denganmengeluarkan tenaga dan biaya ekstra. Tidak semua petani sanggup menutupi permasalahan tersebut sehingga inilah yang menjadi ide dalam penelitian ini alat penyiram tanaman otomatis berbasis Arduino untuk kebun pintar. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan juga perancangan alat. Alat ini menggunakan microcontroller jenis Arduinoyang diprogram berdasarkan deteksi sensor kelembaban tanah. Hasilnya sensor dapat membaca kelembaban tanah dengan tepat sehingga penyiramanpun dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan lahan. Dengan alat ini kelembaban lahan naik hingga 67% secara otomatis
PROTOTIPE SISTEM OTOMASI BANGUNAN BERSISTEM OTOMASI BANGUNAN ARDUINO UNO UNTUK RUANG KELAS PINTAR
Prabowo, Aji;
Hendarto, Deni
JUTEKS Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/juteks.v6i2.7959
Saat ini sumber daya energi semakin terbatas jumlahnya. Untuk itu perlu adanya efisiensi dari setiap penggunaan sumber daya energi, seperti contohnya penggunaan sumber daya untuk listrik pada sebuah ruangataupun gedung. Umumnya Prototipe Sistem otomasi bangunan yang digunakan dalam gedung adalah yang sistem kontrolnya menggunakan Programmable Logic Control (PLC) sebagai teknologi pengontrolannya. Namunpenggunaan system kontrol dengan PLC secara umum membutuhkan biaya yang lebih besar, sehingga untuk membangun sistem kontrol menjadi tidak efisien. Untuk itu diperlukan perancangan prototype dengan sistemkontrol yang lain Dari sinilah ide membuat prototype system otomasi bangunan dibuat agar dapat menjadi system pengontrolan serta pengaturan peralatan pada sebuah ruang ataupun Gedung dengan cepat, tepat,dan berkelanjutan. System ini akan terpusat yang dapat dikendalikan oleh operator baik mekanikal maupun electrikal. Penelitian ini menggunakan metode observasi, perancangan system, dan pembuatan system.Hasilnya dengan penggunaan prototype inii system tata udara serta peralatan listrik lainnya didalam ruangan menjadi lebih efisien karena dapat dilakukan penghematan daya sebesar 23.71%
LAMPU PINTAR UNTUK FIRE EMERGENCY EVACUATION BERBASIS PLC MITSUBISHI FX 3G
Ananta, Afner;
Irawan, Joki;
Annisa, Sarah Chairul
JUTEKS Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/juteks.v7i1.7964
Kebakaran merupakan salah satu bencana yang cukup mengganggu keamanan masyarakat serta menimbulkan kerugian harta benda dan dapat mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Banyak hal yang menjadipenyebab timbulnya kebakaran contohnya hubung singkat listrik, kebocoran gas dan faktor kelalaian manusia itu sendiri. Faktor utama penyebab kematian pada saat terjadi kebakaran adalah menghirup gas-gas beracunhasil pembakaran. Untuk saat ini sistem proteksi kebakaran otomatis yang sudah banyak terpasang pada gedung instansi pemerintah, swasta, perkantoran maupun pribadi adalah sistem pemadam api dan alarmpemberitahuan saat terjadi kebakaran, sementara jalur evakuasi ataupun rute petunjuk jalan keluar masih konvensional atau belum otomatis. Berdasarkan pertimbangan tersebut, untuk menghindari dan meminimalisir terjadinya korban jiwa, maka diperlukan suatu rancangan instalasi lampu pintar untuk penunjuk jalur fire emergency evacuation berbasis PLC di lingkungan kampus Universitas Ibn Khaldun. Metode yang digunakanobservasi dan perancangan alat. Hasilnya alat berjalan dengan baik sesuai tujuan utama
Prototipe Feeding System dan Pengatur Suhu pada Kandang Ayam Pedaging Berbasis Arduino UNO
Alfianto, Zulfahmi;
Sumirat, Iwan;
hariansyah, Muhammad
JUTEKS Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/juteks.v7i1.7969
menggunakan sistem manual atau konvensional kedalam pemberian pakan ayam yang dipelihara, dimana masih menggunakan tangan untukmenaburkan pakan dan minum pada wadah dan berjalansetiap kandang dimana kandang ayam yang diternakansangat luas. Pada sistem ini bagi peternak ayam akanmenyita waktu dan tenaga. Sistem pengatur sangatdiperlukan dalam hal ini untuk menghasilkan produk yangbaik maka diperlukan suatu sistem pengatur yang stabil.Pada alat ini pengaturan sistem dilakukan secara otomatisoleh Arduino UNO. Alat ini menggunakan sensor DHT11yang berfungsi untuk pendeteksi suhu pada kandang ayam.Lampu untuk penerangan dan meningkatkan suhu padakandang ayam. Jika suhu melebihi 30-32ºC, maka fan(kipas) aktif untuk mengeluarkan suhu pada ruangankandang ayam yang berlebihan. Sedangan jika suhu kurangdibawah 20-25ºC lampu pijar aktif untuk menghangatkansuhu pada ruangan kandang ayam. Pemberian pakan ayamdan minum menggunakan motor servo untuk membuka danmenutup pintu pakan ayam dan selenoid valve untukmembuka dan menutup saluran air pada tempat minum.
RANCANG BANGUN MESIN KONTROL SUHU UNTUK PENGERINGAN CABE BERBASIS ARDUINO UNO AT328
Markus Toni, Doni;
Muhidin, Muhidin;
Muliawati, Fithri
JUTEKS Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/juteks.v6i2.7960
Kebutuhan cabai di Indonesia sangatlah tinggi, pusat data dan informasi tahun 2016 -2020 surplus cabe merah dan cabe rawit menurun itu di karenakan kondisi cuaca yang tidak menentu mengakibatkan pembusukanpada cabai semakin cepat dan mengakibatkan kerugian kepada petani cabai.salah satu cara agar petani tidak terus mengalami kerugian dengan cara melakukan pengeringan pada cabai.setelah membaca data dari pusatdata dan sistem informasi pertanian maka penulis mendapatkan ide untuk membuat RANCANG BANGUN MESIN KONTROL SUHU UNTUK PENGERINGAN CABE BERBASIS ARDUINO UNO AT328. Penelitian ini bertujuan untuk (i) Merancang mesin pengeringan otomatis dengan pengendalian suhu berbasisarduino uno, (ii) Hubungan pengaruh parameter suhu dan aliran udara terhadap pengeringan Cabe dan (iii) Memperoleh efektivitas pengeringan Cabe otomatis. Hasil P1 yang menggunakan matahari mengeringkanCabe hingga kadar air 14.2% dengan RH 47.0 % dalam waktu 90 menit dan P2 yang menggunakan mesin pengering mengeringkan Cabe hingga kadar air 13.7% dengan RH 29.3 % dalam waktu 18 menit.
PROTOTIPE SYSTEM CLEANING IN PLACE YANG TERKONEKSI INTERNET UNTUK MEMONITORING PARAMETER CIP
Taufik, Imam;
Suratun, Suratun;
Hariansyah, Muhammad
JUTEKS Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/juteks.v7i1.7965
Di dunia industri pangan, pengawasan mutu pangan adalah hal yang mutlak harus diperhatikan. Semua aspek yang berkaitan dengan management keamanan pangan telah diatur oleh system HACCP (Hazard AnalysisCritical Point) salah satunya adalah proses pembersihan alatproduksi atau CIP (Cleaning In Place). Ada beberapaparameter yang harus dikontrol dalam proses CIP,diantaranya suhu dan konsentrasi bahan chemical yangdigunakan. Penggunaan metode pembersihan secara manualmempunyai banyak resiko, terkontaminasinya prodakkarena adanya deposit akibat dari proses CIP yang tidakstandar, tercampurnya prodak dengan bahan chemicalkarena kesalahan dalam membuka atau memasang valve dll.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sebuahsystem cleaning in place agar meminimalisir resikokesalahan pada saat proses CIP dan memonitoringparameter suhu dan konsentrasi bahan chemical. Pada alatini pengontrolan parameter cleaning in place pada saat proses CIP berlangsung, parameter yang terbaca akan dikirim ke web melalui internet dengan menggunakan module wifi pada ESP32 untuk dijadikan database dan ditampilkan secara realtime pada halaman web. Hasil pembacaan tersebut dapat diakases kapan pun dan dimana saja pada halaman web, tampilan web berupa grafik agarmempermudah pembacaan dan dapat didownload untuk keperluan dokumentasi.
RANCANG BANGUN PROTOTIPE AMF (AUTOMATIC MAIN FAILURE) DAN MONITORING GENSET VIA SMS (SHORT MESSAGE SERVICE) BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 128
Fakhrunnizar, Muhammmad;
Hariansyah, Hariansyah;
Annisa, Sarah Chairul
JUTEKS Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/juteks.v6i2.7961
Pusat penelitian Limnologi memiliki perangkat pengolah data, server data dan peralatan laboratorium yang membutuhkan kontinyuitas suplai energi listrik. Suplai energi listrik pada Pusat Penelitian Limnologi berasal dari PLN sebagai catu daya utama dan Generator set (genset) sebagai catu daya cadangan. Ketika catu daya utama mengalami gangguan atau pemadaman, operator akan mengaktifkan genset dan mengalihkan suplai energi listrik dari catu daya utama ke catu daya cadangan, sedangkan ketika PLN kembali normal, operator akan memindahkan suplai energi listrik dari catu dayacadangan ke catu daya utama dan mematikan genset. Pengoperasian genset dan transfer switch yang dilakukan masih secara manual, operator harus standby dan melalui prosedur yang rumit sehingga mengakibatkan down time yang lama yang menimbulkan ketidakefektifan dan keefisienan waktu. Untuk itu perlu adanya sebuah alat Prototipe Amf (Automatic Main Failure) Dan Monitoring Genset Via Sms (Short Message Service) Berbasis Mikrokontroler Atmega 128. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, perancangan system berupa hardware dan software, serta pengujian alat.Hasilnya alat akan mengaktifkan genset ketika sumber energi listrik dari PLN padam, kemudian alat akan mengirim informasi kondisi genset secara automatis ke operator genset via SMS ketika terjadi perubahan kondisi genset, sehingga dengan alat ini semua lebih efektif dan efisien.
PROTOTIPE SISTEM PENCAMPUR RAGI OTOMATIS BERBASIS ARDUINO UNO
Abdulrahman, Abdulrahman;
muliawati, Fithri;
Mustopa, Opa
JUTEKS Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/juteks.v7i1.7966
Saat ini masih banyak tempe yang Dengan peningkatan kualitas maka biaya produksi akan semakin kecil sehingga mengurangi pemborosan[4]. Selama ini proses peragian kedelai yang digunakan oleh pengusaha, menggunakan cara manual yaitu diaduk menggunakan tangan sehingga tidak higienis [5]. Sistem monitoring pada mesin pencampur ragi otomatismenggunakan cara kerja, cara kerja pada mesin pencampur ragi otomatis adalah memasukan kedelai yang sudah direndam dengan air panas suhu kedelai tidak boleh melebihi atau kurang dari 30-35diproduksi belum ada pada kriteria higienis, hal ini harusnyadapat diminimalisir dengan keadaan zaman sekarang yangsudah serba canggih karena penerapan teknologi. RumahTempe Indonesia (RTI) suhu dan kelembaban untuk prosesperagian adalah pada proses fermentasi awal suhu diaturdengan mencampurkan kedelai dengan ragi, berbeda denganproses fermentasi akhir, dimana kondisi ruangan yangmenentukan suhu dan kelembabannya, selanjutnya untukmemindahkan tempe dari ruangan fermentasi awal keruangan fermentasi akhir masih dilakukan secara manual.Sistem pengatur sangat diperlukan dalam hal ini untukmenghasilkan produk yang baik maka diperlukan suatusistem untuk mengatur suhu dan kelembaban yang stabil.Pada alat ini pengaturan sistem dilakukan oleh ArduinoUNO yang mempunyai input berbentuk sensor DHT11,sensor ini akan mendeteksi kelembaban dan suhu yangberada didalam alat dan menampilkannya pada LCD. Duabuah kipas serta keypad yang berfungsi sebagai pengatursuhu di ruangan fermentasi awal dan fermentasi akhir sertaMist Maker untuk kelembaban. Terdapat motor servo yangberfungsi untuk melakukan proses perpindahan dariruangan fermentasi awal keruangan fermentasi akhir danmodul Real Time Clock (RTC) sebagai pembaca waktu.Dengan penggunaan prototipe sistem pengatur suhu dankelembaban pada ruangan fermentasi ini maka prosesfermentasi tempe dapat berjalan sesuai panduan modul bukuRTI yang dimana suhu dapat terjaga sebesar 31-33ºCdiruangan fermentasi awal dan 27-31ºC di fermentasi akhir C,kemudian setelah dimasukankedalam mixer sensor suhu DHT11 membaca suhu yangsudah di setting yaitu 30-35 oC, kemudian arduino unomerespon dengan mengaktifkan waktu perputaran yangterdeteksi pada sensor Relay Time Clock waktu perputaranuntuk mencampur ragi adalah 12 menit motor AC1fasaberputar sesuai dengan waktu yang telah di setting padasensor Relay Time Clock (RTC). . Maka dirancanglah alat yang dapat mencampur ragi otomatis untuk pencampuran kedelai dengan ragi dalamproses pembuatan tempe, mempersingkat dalam prosespembuatan tempe, dan menjaga nilai gizi tempe sehinggadapat membantu pengusaha tempe dalam produksi tempeyang lebih higienis dan efisien
PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK DAN PENERANGAN BERSUMBERKAN GENSET PADA CAMPSITE GUNUNG KUTA
Irawan, Oki Ade;
Nurrachman, Muchlis;
Irawan, Joki
JUTEKS Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/juteks.v6i2.7962
istrik adalah hal yang sangatl dibutuhkan untuk semua manusia dibumi ini. Listrik dapat menjadi sumber kehidupan juga, karena hamper semua peralatan manusia saat ini membutuhkan listrik. Salah satunya adalahpenerangan. Penerangan disuatu tempat sangat pentinmg untuk membantu penglihatan ataupun manusia merasa aman Ketika berada ditempat dengan penerangan yang baik. Namun saat ini masih ada tempat yangbelum terjamah listrik seperti Kawasan ekowisata gunung kuta. Minim-nya penerangan dalam ekowisata sangatlah penting dan sangat mempengaruhi kenyamanan setiap pengunjung yang datang di tempat wisata tersebut. Campsite Gunung Kuta adalah salah satu tempat wisata yang berada di Desa Cibadak, jaraknya sekitar 86 km dari ibu kota. Di tempat wisata tersebut belum tersentuh oleh listrik secara maksimal karenajaraknya yang jauh dari sumber PLN. Hal ini menjadi salah satu kekurangan dari tempat tersebut Dengan itu untuk memaksimalkan potensi ekowisata, dibualtlah rancangan dan instalasi listrik untuk peneranganbersumberkan genset di campsite gunung Kuta. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, perancangan dan instalasi. Hasil yang diperoleh setelah observasi ekowisata campsite membutuhkan daya sebesar 464 Watt, maka dibuatlah perancangan dan instalasi genset 2 tak berkapasitas daya sebesar 550 – 700 Watt. Dengan begitu pasokan listrik untuk penerangan campsite dapat terpenuhi secara maksimal
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL MOTOR INDUKSI TIGA FASA BERBASIS MIKROKONTROLER
Ridwan, Ahmad
JUTEKS Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/juteks.v9i1.13500
Sistem kontrol motor induksi merupakansuatu cara untuk kontrol motor dengan menggunakanrangkaian direct on line (DOL), dua arah putaran(Forward Reverse), bintang-segitiga (star-delta), danBerurutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancangbangun sistem kontrol motor induksi 3 fasa yangberbasis mikrokontroller. Alat ini dirancang untukmendeskripsikan suatu sistem kerja pengasutan danpemasangan rangkaian motor induksi 3 fasa denganmenggunakan PLC berbasis mikrokontroller sebagaimedia pembelajaran yang mudah dipahami. Metodeyang digunakan dalam pembuatan alat ini adalah studipustaka, observasi, eksperimen, realisasi, dan pengujian.Berdasarkan hasil uji kinerja, alat ini dapat bekerjasesuai dengan deskripsi kerja yang ditetapka