cover
Contact Name
I Gusti Ayu Apsari Hadi
Contact Email
apsari.hadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
apsari.hadi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
ISSN : 25992694     EISSN : 25992686     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 896 Documents
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII B DI SMP NEGERI 2 DAWAN ARIJAYANTI, NI NENGAH
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 2, No 2 (2014): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i2.1126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan strategi pembelajaran make a match pada materi pelajaran PKn kelas VIIB SMP Negeri 2 Dawan serta untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai penerapan strategi pembelajaran tersebut. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIB SMP Negeri 2 Dawan tahun pelajaran 2012-2013 yang berjumlah 23 orang terdiri dari 11 orang siswa perempuan dan 12 orang siswa laki-laki. Data aktivitas belajar siswa diperoleh menggunakan metode observasi dan data hasil belajar siswa diperoleh menggunakan metode tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan strategi pembelajaran make a match dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran PKn siswa kelas VIIB SMP Negeri 2 Dawan tahun ajaran 2012-2013. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran make a match adalah siswa merasa sangat senang dan menerima dengan positif diterapkannya strategi pembelajaran tersebut di kelas.   Kata-kata kunci : strategi pembelajaran make a match, aktivitas belajar, hasil belajar, tanggapan siswa
MENYAMA BRAYADALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT ISLAM DAN HINDU DI DESA PEGAYAMANAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG TAHUN 2013 Soviawan, I Putu; Landrawan, I Wayan; Artha Windari, Ratna
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 7, No 3 (2019): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v7i3.22164

Abstract

Penelitian ini bertujuan sebagai berikut : (1) mengetahui dinamika hubungan sosial di Desa Pegayaman, Kecamatan Suksasada, Kabupaten Buleleng (2) memahami pandangan masyarakat Hindu dan Islam di Desa Pegayaman, Kecamatan Suksasada Kabupaten, Buleleng terhadap nilai menyama braya, (3) Untuk mengidentifikasi bentuk hubungan menyama braya dalam kehidupan sosial di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah Kepala Desa Pegayaman, Bendesa Adat Desa Pegayaman, Ketua Majelis Madya Singaraja, Masyarakat Desa Pegayaman yang mewakili masyarakat Islam dan Hindu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1). Dinamika hubungan sosial pada saat ini masih tetap terjalin dengan baik yang disebabkan oleh faktor sejarah, faktor ideologi dan tradisi kebersamaan. Dan konsep menyama braya ini sudah ada sejak zaman dahulu, karena konsep ini mampu mempererat hubungan baik yang memiliki agama yang berbeda atau ras yang berbeda. (2). Pandangan masyarakat Islam tercermin dari konsep Ukhuwah Islamiyah dan Rahmatan Lil Alamin terhadap konsep menyama braya yakni dalam bentuk hubungan baik sesama manusia. Sedangkan pandangan masyarakat Hindu mengenai menyama braya terwujud dalam bentuk Tat Tvam Asi, Tri Hita Karana, Catur Paramitha dan Catur Parweti selanjutnya dimaknai sebagai toleransi atau kebersamaan masyarakat yang multi budaya, multi etnis dan multi agama. (3). Bentuk-bentuk hubungan harmonis antara masyarakat Hindu dan Islam dapat dilihat pada setiap lini kehidupan baik dibidang sosial maupun budaya yakni (1). Ngejot, 2) Kesenian Bordah dan 3). Gotong royong, 4). Sokok Base dan 5) Sistem Pengaturan Desa Kata Kunci : Menyama braya, Hindu, Islam dan Desa Pegayaman.
STUDI KOMPARATIF HAK ASUH ANAK SEBAGAI AKIBAT PERCERAIAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM NASIONAL DAN HUKUM ADAT DI DESA KAMASAN KECAMATAN KLUNGKUNG KABUPATEN KLUNGKUNG ., Ni Pt Linda Muliawati; ., Drs. Ketut Sudiatmaka, M.Si; ., Ratna Artha Windari, S.H.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 2, No 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) proses perceraian berdasarkan hukum Nasional dan proses perceraian berdasarkan hukum Adat di Desa Kamasan, (2) proses penentuan hak asuh terhadap anak sebagai hasil dari perceraian berdasarkan hukum nasional dan proses penentuan hak asuh terhadap anak sebagai hasil dari perceraian berdasarkan hukum Adat di Desa Kamasan, (3) komparasi hak asuh anak pasca perceraian antara hukum adat di Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung dengan hukum Nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling, dan yang menjadi subjek penelitian yaitu : Kepala Desa, Klian adat, Pakar Hukum, Tokoh masyarakat dan masyarakat yang mengalami permasalahan hak asuh anak. Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa: metode wawancara, metode observasi, metode pencacatan dokumen, metode kepustakaan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil : 1) Terdapat perbedaan antara proses perceraian dalam Hukum Adat di Desa Kamasan dengan Hukum Nasional yaitu dalam Hukum Adat di Desa Kamasan proses perceraian dilakukan dengan musyawarah, sedangkan proses perceraian dalam Hukum Nasional diselesaikan di Pengadilan Negeri setempat. 2) Dalam proses penentuan hak asuh anak juga terdapat perbedaan antara Hukum Adat di Desa Kamasan dan Hukum Nasional, dimana dalam Hukum Adat di Desa Kamasan diselesaikan dengan musyawarah dan disesuaikan dengan awig-awig yang berlaku, sedangkan proses penentuan hak asuh anak dalam hukum nasional diputuskan dalam sidang perceraian di Pengadilan Negeri. 3) Komparasi hak asuh anak pasca perceraian antara Hukum Adat di Desa Kamasan dengan Hukum nasional, dimana dalam hukum adat di Desa Kamasan hak asuh anak dominan jatuh ke pihak purusa sedangkan dalam Hukum Nasional hak asuh anak dominan jatuh ke pihak ibu karena ibu dianggap memiliki ikatan yang lebih kuat dengan sang anak.Kata Kunci : Hak Asuh Anak, Perceraian, Hukum Adat, Hukum Nasional This reseaech was aimed to knowing (1) process of divorcing based on constitutional law and the process of divorcing based on customary law in Kamasan village (2) process of deciding the right for nurturing children as the result of divorcing based on constitutional law and the process of deciding the right for nurturing children as the result of divorcing based on customary law in Kamasan village. (3) comparation of the right for nurturing the children after divorcing between customary law in Kamasan village and constitutional law. This research was a description qualitative research. Purposive sampling was used in taking the subjects of this study and the subjects of this study were the head of Kamasan village, kelian adat, law experts, elite figures, and people who experienced of having problem in the right of nurturing. Data were collected by using interview method, observation method, document method, and literature method. Data were analyted by using descriptive qualitative approach. The result of this study showed that (1) the process of divorcing based on customary law in Kamasan village was done through deliberate which was attented by prajuru adat, and witness, while the divorcing process based on constitutional law was done through the process in state court in that area. (2) the process of deciding the right for nurturing the children based on customary law in Kamasan village was done through deliberating process of divorcing and accomodated the awig-awig that are implemented in Kamasan village, while the process of deciding the right for nurturing the children basen on constitutional law was done through the process of divorcing in state court. (3) the comporation of the right for nurturing the children after arnorcing between customary law in Kamasan village and constitutional law, based on customary law in Kamasan village, the right for nurturing the children was given to purusa, meanwhile based on constitutional law, the right for nurturing the children was given to the mother since mother was assumed having stronger bond with the childrenkeyword : Custody, divorce, customary law, constitutional law
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION MENINGKATKAN AKTIVITAS HASIL MOTIVASI BELAJAR PPKN X IIS1 ., I Nengah Sudanayasa; ., Prof. Dr. I Nyoman Natajaya,M.Pd; ., Drs. I Wayan Landrawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 3, No 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7441

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas, hasil, dan motivasi belajar siswa di kelas X IIS 1 SMA Negeri 3 Singaraja melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Group Investigation (GI). Penenlitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan pada setiap siklus dilaksanakan berdasarkan prosedur penelitian tindakan kelas dengan tahap perencanaan, tindakan, evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas X IIS 1 SMA Negeri 3 Singaraja dengan jumlah siswa sebanyak 39 orang. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu pedoman bservasi, tes objectif, dan kuisioner. Data dianalisis menggunakan metode kuantitatif. Data aktivitas belajar dikumpulkan dengan pedoman observasi, data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan tes, dan data motivasi be lajar siswa diperoleh dengan penyebaran kuisioner. Data hasil analisis menunjukan terjadi peningkatan aktivitas belajar, hasil belajar, dan motivasi belajar siswa, pada pelaksanaan siklus I diperoleh data aktivitas belajar siswa dengan rata-rata 25 dalam kategori cukup aktif, hasi belajar rata-rata 75 daya serap 74,7 ketuntasan belajar 46,2 dalam kualifikasi baik dan data motivasi belajar siwa rata-rata 66 dalam kategori cukup aktif dan pada siklus II aktivitas belajar siswa rata-rata 33,7 dalam kategori aktif, hasil belajar siswa 82,9 daya serap 82,9% ketuntasan belajar 89,7% dalam kualifikasi baik. Berdasarkan hasil tersebut maka model pembelajaran kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dapat meningkatkan aktivitas belajar, hasil belajar dan motivasi belajar siswa.Kata Kunci : Group Investigation, Aktivitas, Hasil, Motivasi. Classroom action research aims to increase learning activity, output and students motivation in X IIS 1 SMA Negeri 3 Singaraja through the implementation of cooperative learning. This study conducted by to cydes and every cycle was conducted based on the research procedure of classroom action stages that is scheming, proceeding, evaluating and reflecting. The subject of this research was student in X IIS 1 SMA Negeri 3 Singaraja with the number of student is 39 students. The technique that is used in collecting the data was observation guidelines, objective test, and questronnaires. Data were analyzed using quantitative methods. Learning activity data was collected by the observation guide, students learning output data was collected by the test, and students learning motivation data was obtained by questionnaire. Data analysis saw an increase in learning activity, learning output and learners motivation, the implementation of the first cycle obtained students learning activity data with an average of 25 that is categorized as quite active. Learning outputs on average 75, the absorption on 75,5. 46,2 in mastery learning in both good qualification and the data of students motivation on average of 66 that is categorized as quite active. In second cycle, learning activities of students on average 33,7 in active catagories, 82,9 in students learning output, absorbtion on 82,9 %, 89,7 % on study completeness as well in good qualification. Based on the result the cooperative learning model with Investigation Group ( IG) type was improved group learning activities, learning output and students motivation.keyword : Investigation Group, Activity, Result and motivation of study
PENGARUH DIHAPUSNYA STATUS RSBI TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SERTA PRESTASI KINERJA GURU DI SMA NEGERI 1 BANGLI Istri Ririn Anjasmari, A.A.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 7, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v7i1.22076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dihapusnya status RSBI terhadap (1) motivasi belajar siswa; (2) prestasi belajar siswa; (3) prestasi kinerja guru di SMA Negeri 1 Bangli. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus. Tempat penelitian ini adalah SMA Negeri 1 Bangli yang dulu pernah menyandang status sekolah RSBI. Objek penelitian ini adalah (1) motivasi belajar siswa; (2) prestasi belajar siswa; (3) prestasi kinerja guru. Subjek penelitian ini adalah warga SMA Negeri 1 Bangli yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru beserta staf sekolah dan siswa yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) Observasi; (2) Wawancara; (3) Kuesioner; (4) Pencatatan Dokumen. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan model Milles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pembatalan status RSBI yang ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 50 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 ternyata berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa SMA Negeri 1 Bangli di mana terjadinya penurunan dilihat dari keaktifan siswa dalam kelas dan keaktifan dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan olimpiade; (2) Dihapusnya status RSBI ternyata berdampak pada prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Bangli di mana telah bterjadi penurunan dilihat dari prestasi yang diraih di tingkat kabupaten, propinsi, nasional dan internasional setelah dihapusnya status RSBI; (3) Penghapusan status RSBI ternyata tidak berpengaruh terhadap prestasi kinerja guru di SMA Negeri 1 Bangli dilihat dari keaktifan guru dalam mengajar juga dalam mengarahkan, membimbing dan melatih siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan olimpiade. Kata-kata kunci : RSBI, motivasi belajar, prestasi belajar, prestasi kinerja guru
INTENSITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG SISWA SMKN 1 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 (STUDI KASUS SISWA KELAS X) Sari, Liyana Pranita; Suastika, I Nengah; Sanjaya, Dewa Bagus
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 3, No 2 (2015): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i2.20776

Abstract

                                          Abstrak Penelitian ini bertuSjuan untuk mengetahui: (1) Bentuk kenakalan siswa pada  kelas  X  di  SMKN  1  Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017, (2) Hubungan antara intensitas teman sebaya dengan perilaku menyimpang siswa pada kelas X di SMKN 1 Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017, (3) Solusi atas kendala yang dihadapi guru  dalam  menangani perilaku menyimpang siswa. Jenis penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kenakalan siswa  antara  lain  (1)  Siswa  absen tanpa  keterangan, (2)  Membuat masalah dengan security, (3) Bertemu dengan kakak kelas di  kamar mandi, (4) Membuat kegaduhan di kelas dan mengganggu teman, (5) Suasana kelas yang       ribut       dan       pembullyan, (6) Berkelahi. Ada keterkaitan antara teman sebaya terhadap perilaku menyimpang siswa.  Solusi atas kendala yang dihadapi guru dalam menangani perilaku menyimpang yang dilakukan  oleh  siswa  adalah  dengan dua cara yaitu preventif dan represif. Kata-kata kunci: Intensitas, Teman Sebaya,  Perilaku Menyimpang Siswa Abstract The aim of this research is to find out: (1) The format of the students in the class X at SMKN 1 Singaraja school year 2016/2017,    (2) The relationship  between  the  supervisors and the students in the implementation of  the  implementation  of  class  X  in SMKN    1    Singaraja    school    year 2016/2017, (3) The solution of the constraints faced by the teacher in handling the students. The type of research is the qualitative research of the descriptive qualitative.The subject of this research is the students of SMK Negeri 1 Singaraja in the academic year 2016 / 2017. Data collection is done with interviews, observation, and documentation record.The results of the study show that there are some forms of delinquency among students (1) Students absent without explanation, (2) Making problems with security, (3) Meeting with older siblings in the bathroom, (4) Making noise in class and disturbing friends, (5) The class of the noisy and bulliying, (6) A fight. There is a link between peers  against  deviant behavior   of   students.   The   solution to   the constraints  faced  by  teachers in dealing with deviant behaviors undertaken  by students is two ways: preventive and repressive. Keywords: Intensity, Friends of the same age,Student deviant behavior
KEPUTUSAN TALAK DALAM PERKAWINAN MENURUT HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI KELURAHAN KAMPUNG BUGIS, KECAMATAN BULELENG, KABUPATEN BULELENG) Ramadani, Rizkikah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i1.612

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui faktor penyebab terjadinya cerai talak di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. 2) Untuk mengetahui proses pengajuan dan penyelesaian talak pada Pengadilan Agama Singaraja. 3) Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab diabaikannya mekanisme pengajuan cerai talak oleh pihak suami. 4) Untuk mengetahui peranan KUA (Kantor Urusan Agama) dalam meminimalisisr terjadinya pengabaian terhadap mekanisme pengajuan cerai talak. Penelitian ini menggunakan rancanagan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng yaitu Masyarakat Kelurahan Kampung Bugis, KUA (Kantor Urusan Agama) Singaraja, dan Pengadilan Agama Singaraja. Subyek Penelitian ini adalah masyarakat, tohoh agama, suami-istri yang menjatuhkan dan dijatuhkan cerai talak, Panitra Pengadilan Agama Singaraja dan Pegawai KUA (Kantor Urusan Agama). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Observasi, 2) Wawancara, 3) Dokumentasi dan 4) Metode Studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) faktor penyebab terjadinya cerai talak di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng adalah moral yang tidak baik dan emosi, rendahnya pengetahuan/pendidikan dan orang ketiga/perselingkuhan. (2) Proses pengajuan dan penyelesaian talak di Pengadilan Agama melalui sidang pengadilan dengan cara mengajukan permohonan. (3) Adapun faktor penyebab diabaikannya mekanisme pengajuan cerai talak oleh pihak suami yaitu kurangnya pemahaman suami-istri terhadap mekanisme pengajuan cerai talak ke pengadilan agama, masih sayang, pembayaran/biaya, dan anak-anak. (4) Peranan KUA (Kantor Urusan Agama) dalam meminimalisisir terjadinya pengabaian terhadap mekanisme cerai talak dengan cara melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang mengalami perselisihan dalam perkawinan yang mana disini ada BP4 (Badan Pelayanan Pembinaan Pelestarian Perkawinan). Kata-kata kunci : Keputusan talak, Perkawinan, Hukum Islam
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PKN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS XI IPS1 SMA NEGERI 1 BUSUNGBIU Supriana, Angga; Natajaya, I Nyoman; -, Sukadi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 3, No 3 (2015): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i3.20825

Abstract

 Abstrak Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep PKn siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 1 Busungbiu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif type STAD dan untuk mengetahui tanggapan atau respon siswa terhadap pembelajaran PKn setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif type STAD. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research), subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 1 Busungbiu tahun pelajaran 2016/2017 semester genap yang berjumlah 26 orang terdiri dari 16 orang sisiwa laki-laki dan 10 orang siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran, dengan tahapan-tahapan dalam tiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/monitoring, dan evaluasi/refleksi. Data dianalisis secara deskriftif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif type STAD dapat meningkatkan pemahaman konsep PKn siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 1Busungbiu Tahun Pelajaran 2016/2017dan tanggapan atau respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif type STAD yang diterapkan dalam pembelajaran sangat positif. Kata kunci: pemahaman konsep PKn, respon siswa, dan STAD. Abstract This study was aimed at improving the understanding of the Civics concept of students grade XI IPS 1 SMA Negeri 1 Busungbiu by applying cooperative learning model type STAD (Student Teams Achievement Divisions) and knowing students? response toward learning Civics after applying cooperative learning model type STAD. To achieve these objectives, this research used classroom action research method. The subjects of this study were the students grade XI IPS1 SMA Negeri 1 Busungbiu academic year 2016/2017 in even semester. There were 26 students who involved in this study, which consisted of 16 boys and 10 girls students. This study was conducted in two learning cycles, the stages in each cycle were planning, action, observation, and evaluation/reflection. The collected data were analyzed descriptively The result of the analysis showed that cooperative learning model type STAD could improve students' understanding of Civic concept of students grade XI IPS 1 SMA Negeri 1 Busungbiu academic year 2016/2017 and students?response toward the implementation of cooperative learning model type STAD were positive.  Keywords: understanding of the concept, students? response, and cooperative learning model type STAD (Student Teams Achievement Divisions). 
HAK WARIS ANAK LAKI-LAKI DALAM PERKAWINAN MEMADU DITINJAU DARI ASPEK HUKUM ADAT BALI (STUDI KASUS DI DESA LOKAPAKSA, KECAMATAN SERIRIT, KABUPATEN BULELENG, BALI) DEDI PURNAWAN, I GUSTI PUTU
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i1.618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana hakekat perkawinan memadu atau poligami ditinjau dari aspek Hukum Adat Desa Lokapaksa dan Undang-Uandang No. 1 Tahun 1974 (2) bagaimana hakekat pewarisan menurut Hukum Adat Desa Lokapaksa dan Undang-Uandang No.1 Tahun 1974 (3) Untuk mengetahui bagaimanakah landasan filosofis masyarakat Desa Lokapaksa dalam melaksanakan perkawinan memadu atau berpoligami (4) Untuk mengetahui bagaimana hak waris anak laki-laki dalam perkawinan memadu ditinjau dari aspek Hukum Adat Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ditentukan secara Purposive, yang meliputi: (1) pasangan yang melakukan perkawinan memadu atau poligami; (2) kelian banjar; (3) bendesa adat; (4) tokoh masyarakat etnis Hindu di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Data dikumpulkan dengan menggunakan: (1) metode wawancara; (2) metode observasi; (3) metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) bahwa perkawinan memadu atau poligami yang terjadi di Desa Lokapaksa dilandasi oleh hubungan simpati suka sama suka dan rasa cinta yang begitu besar yang menimbulkan suatu ikatan yang erat dan sulit untuk diungkapkan sehingga mengakibatkan terjadinya perkawinan memadu, perkawinan memadu di Desa Lokapaksa  yang berpedoman pada konsep kresna brahmacari dimana konsep ini begitu kuat melekat dan menajdi landasan fundamental filosofis masyarakat Desa Lokpaksa dalam melaksanakan perkawinan memadu, (2) tidak terdapatnya aturan yang tertulis dalam mengatur perkawinan memadu atau poligami dan penyelesaian masalah pewarisan dalam perkwainan memadu di Desa Lokpaksa. Semuanya itu sudah seakan menjadi suatu kebiasaan yang membudaya dan melekat kuat dari dulu sampai sekarang, (3) dalam sistem pewarisan masyarakat Desa Lokapaksa yang melaksanakan perkawinan memadu adalah mengunakan sistem pewarisan patrilinial atau mengikuti garis purusa yang dalam penyelesaian masalah pewarisan dilakukan secara musyawarah dan berlandaskan atas logika, sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di Desa Lokapaksa (desa kala patra). Kata-Kata Kunci: Hak Waris Anak Laki-Laki dalam Perkawinan Memadu ditinjau dari Aspek Hukum Adat Bali.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI, AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII B8 SMP NEGERI 6 SINGARAJA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Damayanti, Ni Kadek Ita
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 5, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i3.22054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan motivasi belajar PKn siswa, (2) meningkatkan aktivitas belajar PKn siswa dan (3) meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri 6 Singaraja dalam implementasi model pembelajaran Talking Stick pada pembelajaran PKn. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus pembelajaran dengan tahapan-tahapan tiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi atau evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa di kelas VIII B8 SMP Negeri 6 Singaraja Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 27 orang siswa, dengan rincian 13 orang siswa perempuan dan 14 orang siswa laki-laki. Hasil penelitian pada siklus I, motivasi belajar siswa dengan skor rata-rata sebesar 77,67 yang berada pada kategori sedang dan pada siklus II dengan skor rata-rata sebesar 92,19 yang berada pada kategori tinggi. Hasil analisis data aktivitas belajar siswa pada siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 31,32 yang berada pada kategori sedang dan pada siklus II perolehan skor rata-rata 37,28 yang berada pada kategori aktif. Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus I dengan skor rata-rata sebesar 72,22 yang berada pada kategori cukup dan Daya Serap Siswa (DSS) 72,22 %. Ketuntasan belajar siswa secara individu sebanyak 13 orang siswa yaitu 48,15% . Pada siklus II diperoleh rata- rata sebesar 83,52 yang berada pada kategori baik dan Daya Serap Siswa (DSS) adalah 83,52%. Ketuntasan belajar siswa secara individu sebanyak 23 orang siswa yaitu 85,15%. Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II telah mengalami peningkatan sebesar 14,52% untuk aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II juga telah mengalami peningkatan sebesar 5,96% dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II telah mengalami peningkatan sebesar 11,3%.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2024): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 10, No 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September Vol 7, No 3 (2019): September Vol 7, No 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 2 (2019): Mei Vol 7, No 1 (2019): Februari Vol. 7 No. 1 (2019): Februari Vol. 6 No. 3 (2018): September Vol 6, No 3 (2018): September Vol 6, No 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 1 (2018): Februari Vol 6, No 1 (2018): Februari Vol. 5 No. 3 (2017): September Vol 5, No 3 (2017): September Vol 5, No 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 1 (2017): Februari Vol 5, No 1 (2017): Februari Vol. 4 No. 3 (2016): September Vol 4, No 3 (2016): September Vol 4, No 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 1 (2016): Februari Vol 4, No 1 (2016): Februari Vol 3, No 3 (2015): September Vol. 3 No. 3 (2015): September Vol. 3 No. 2 (2015): Mei Vol 3, No 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 1 (2015): Februari Vol 3, No 1 (2015): Februari Vol 2, No 3 (2014): September Vol. 2 No. 3 (2014): September Vol 2, No 2 (2014): Mei Vol. 2 No. 2 (2014): Mei Vol 2, No 1 (2014): Februari Vol. 2 No. 1 (2014): Februari Vol 1, No 3 (2013): September Vol. 1 No. 3 (2013): September Vol 1, No 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 1 (2013): Februari Vol 1, No 1 (2013): Februari More Issue