cover
Contact Name
I Gusti Ayu Apsari Hadi
Contact Email
apsari.hadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
apsari.hadi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
ISSN : 25992694     EISSN : 25992686     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 896 Documents
HAK WARIS ANAK LAKI-LAKI DALAM PERKAWINAN MEMADU DITINJAU DARI ASPEK HUKUM ADAT BALI (STUDI KASUS DI DESA LOKAPAKSA, KECAMATAN SERIRIT, KABUPATEN BULELENG, BALI) I GUSTI PUTU DEDI PURNAWAN
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i1.618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana hakekat perkawinan memadu atau poligami ditinjau dari aspek Hukum Adat Desa Lokapaksa dan Undang-Uandang No. 1 Tahun 1974 (2) bagaimana hakekat pewarisan menurut Hukum Adat Desa Lokapaksa dan Undang-Uandang No.1 Tahun 1974 (3) Untuk mengetahui bagaimanakah landasan filosofis masyarakat Desa Lokapaksa dalam melaksanakan perkawinan memadu atau berpoligami (4) Untuk mengetahui bagaimana hak waris anak laki-laki dalam perkawinan memadu ditinjau dari aspek Hukum Adat Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ditentukan secara Purposive, yang meliputi: (1) pasangan yang melakukan perkawinan memadu atau poligami; (2) kelian banjar; (3) bendesa adat; (4) tokoh masyarakat etnis Hindu di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Data dikumpulkan dengan menggunakan: (1) metode wawancara; (2) metode observasi; (3) metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) bahwa perkawinan memadu atau poligami yang terjadi di Desa Lokapaksa dilandasi oleh hubungan simpati suka sama suka dan rasa cinta yang begitu besar yang menimbulkan suatu ikatan yang erat dan sulit untuk diungkapkan sehingga mengakibatkan terjadinya perkawinan memadu, perkawinan memadu di Desa Lokapaksa  yang berpedoman pada konsep kresna brahmacari dimana konsep ini begitu kuat melekat dan menajdi landasan fundamental filosofis masyarakat Desa Lokpaksa dalam melaksanakan perkawinan memadu, (2) tidak terdapatnya aturan yang tertulis dalam mengatur perkawinan memadu atau poligami dan penyelesaian masalah pewarisan dalam perkwainan memadu di Desa Lokpaksa. Semuanya itu sudah seakan menjadi suatu kebiasaan yang membudaya dan melekat kuat dari dulu sampai sekarang, (3) dalam sistem pewarisan masyarakat Desa Lokapaksa yang melaksanakan perkawinan memadu adalah mengunakan sistem pewarisan patrilinial atau mengikuti garis purusa yang dalam penyelesaian masalah pewarisan dilakukan secara musyawarah dan berlandaskan atas logika, sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di Desa Lokapaksa (desa kala patra). Kata-Kata Kunci: Hak Waris Anak Laki-Laki dalam Perkawinan Memadu ditinjau dari Aspek Hukum Adat Bali.
EKSISTENSI SEKA MANYI PEREMPUAN DI ERA MODERNISASI DITINJAU DARI PEMERTAHANAN TRADISI BUDAYA BALI (STUDI KASUS PADA DESA CAU BELAYU, KECAMATAN MARGA, KABUPATEN TABANAN) IDA BAGUS SURYA KRISNA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i1.619

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui bagaimana eksistensi seka manyi perempuan di Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan di era modernisasi sekarang ini. 2) untuk mengetahui bagaimana respon masyarakat Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan dalam mengeksistensikan seka manyi perempuan di Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. 3) untuk mengetahui kendala yang dihadapi seka manyi perempuan dalam pemertahanan tradisi budaya Bali di Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. 4) untuk mengetahui strategi dalam pemertahanan tradisi budaya Bali untuk mempertahankan seka manyi perempuan sampai saat ini. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah perempuan seka manyi, prajuru desa pakraman, anggota masyarakat baik laki-laki maupun perempuan, teruna-teruni, kepala desa yang ditentukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seka manyi perempuan sebagai seka tradisional keberadaanya masih ada di Desa Cau Belayu sampai sekarang ini. Masyarakat dan perangkat Desa Cau Belayu merespon dengan baik keberadaan seka manyi ini, hal itu ditandai dengan tetap memilih jasa seka manyi tradisional ini dalam kegiatan panen. Kendala yang dihadapi seka manyi ini adalah sulitnya mencari tenaga kerja tambahan pada saat kegiatan panen. Strategi yang dilakukan dalam pemertahanan seka manyi adalah dengan menyediakan fasilitas  untuk kegiatan seka manyi yakni berupa tempat di balai desa. Kata-kata kunci : Eksistensi Seka Manyi Perempuan, Era Modernisasi
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE BERBANTUAN LKS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN KELAS VII B SMP BHAKTIYASA SINGARAJA TAHUN AJARAN 2012/2013 AYU LESTARI
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i1.620

Abstract

Penelitian ini bertujuan : (1) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di kelas VII B SMP Bhaktiyasa Singaraja tahun pelajaran 2012/2013, (2) untuk mengetahui respon siswa terhadap implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share berbantuan LKS. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus, dimana peneliti sebagai guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan penilaian, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Bhaktiyasa Singaraja tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa 22 orang. Data hasil belajar dianalisis secara deskriptif sedangkan data respon siswa dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Hasil analisis menunjukkan: (1) terjadi peningkatan hasil belajar PKn siswa kelas VII B SMP Bhaktiyasa Singaraja tahun pelajaran 2012/2013. Pada siklus I diperoleh rata-rata hasil belajar PKn sebesar 61,81. Sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar PKn siswa sebesar 81,81, dibandingkan dengan siklus I hasil belajar PKn siswa dengan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share berbantuan LKS terjadi peningkatan sebesar 20%, (2) untuk respon siswa terhadap implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share berbantuan LKS diperoleh skor rata-rata sebesar 42,2 dengan kategori sangat baik.   Kata Kunci : Hasil belajar, Pembelajaran Kooperatif , Think-Pair-Share dan LKS
PERSPEKTIF SOSIO-BUDAYA DAN RELIGIUS TERHADAP TRADISI MED-MEDAN DI BANJAR KAJA, DESA PAKRAMAN SESETAN, KOTA DENPASAR, BALI I PUTU ANDREW ADITYA CAHYADINATA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i1.621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) latar belakang sejarah munculnya tradisi omed-omedan di banjar kaja, kelurahan Sesetan, kota Denpasar, Bali; (2) aspek sosio-budaya dan religius yang didapat masyarakat di banjar kaja, kelurahan Sesetan, kota Denpasar, Bali terhadap adanya tradisi omed-omedan; (3) strategi pemertahanan tradisi omed-omedan di banjar kaja, kelurahan Sesetan, kota Denpasar, Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, yang terdiri dari: (1) pemuda dan pemudi di banjar kaja, kelurahan Sesetan; (2) kelihan banjar kaja, kelurahan Sesetan; (3) masyarakat etnis Hindu di banjar kaja, kelurahan Sesetan, Denpasar, Bali. Data dikumpulkan dengan menggunakan: (1) metode wawancara; (2) metode observasi; (3) metode dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) latar belakang sejarah munculnya tradisi omed-omedan di banjar kaja, kelurahan Sesetan, adalah berawal dari Anak Agung Made Raka yang sebagai pemacuk atau mengatur pemerintahan di desa Sesetan pada waktu itu sedang menderinta saik keras, walau sudah diobati ke berbagai dukun, tetapi tidak sembuh. Namun ketika beliau menyaksikan omed-omedan seketika itu sakitnya dirasakan hilang. Beliau kemudian bersabda mulai hari ini keramaian omed-omedan terus dilaksanakan sepanjang tahun pada hari Nyepi; (2) aspek sosio-budaya dan religius tradisi omed-omedan yaitu dari aspek sosial berupa terciptanya rasa kekeluargaan, mempererat hubungan antar masyarakat, dan memupuk rasa kesetiakawanan diantara masyarakat banjar kaja. Aspek budaya adalah masyarakat banjar kaja, kelurahan Sesetan ikut berperan penting dalam melestarikan dan mempertahankan tradisi omed-omedan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Aspek religi adalah sarana peningkatan spiritual melalui pementasan sakral tradisi omed-omedan; (3) strategi pemertahanan tradisi omed-omedan di banjar kaja, adalah dengan cara memberikan pengarahan berupa sosialisasi dan pengawasan kepada muda/mudi banjar kaja, Sesetan, tentang betapa pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi yang telah diwariskan kepada mereka.   Kata-Kata Kunci: tradisi, sosio-budaya, religius, omed-omedan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA SISWA KELAS XI IPB I DI SMA NEGERI I KUBU I MADE DHITA SUPRANATHA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 2 (2014): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i2.1122

Abstract

Tujuan Peneliian ini adalah : 1) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn  siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kubu setelah penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Head  Together, 2) Untuk mengetahui kendala-kendala yang di hadapi guru dan siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif  model Numbered Head Together dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran PKn di Kelas XI SMA N 1 Kubu, 3) Untuk Mengetahui Solusi untuk menghadapi Kendala-kendala yang ditemui saat menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head Together Pada Siswa kelas XI IPB SMA Negeri 1 Kubu. Desain penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dua siklus. Subjek penelitian ini adalah Siswa kelas XI IPB 1 di SMA Negeri 1 Kubu. Data Penelitian tentang hasil belajar dikumpulkan dengan metode tes dengan alat pengumpul data adalah tes obyektif. Hasil analisis data menunujukkan terjadi peningkatan hasil belajar PKn siswa, Penerapan Model pembelajaran Numbered Head Together. Dari KKM yang telah ditentukan oleh sekolah sebesar 75 setelah diadakannya penelitian ini hasil belajar Pkn siswa sebesar 77,17 berada pada kriteria cukup pada siklus I kemudian meningkat menjadi 80,87 pada criteria ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran model Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar. Hambatan-hambatan yang dialami siswa dalam penelitian ini adalah (1) Pada saat mengerjakan diskusi kelompok ada beberapa siswa yang bercanda dalm mengerjakan tugas kelompok sehingga waktu untuk melaksanakan diskusi menjadi tebatas (2)  Masih kurang kompaknya siswa dalam diskusi terutama pada pelaksanaan penelitian siklus I, hal tersebut wajar karena seluruh siswa belum terbiasa dengan model pembelajaran kooperatif dengan strategi NHT. 3) Siswa masih malu-malu dalam mengemukakan pendapat hal ini dipengaruhi oleh siswa masih belum terbiasa dengan belajar kelompok. Solusinya adalah memberikan bimbingan pada siswa yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas dan memberikan Reward bagi kelompok terbaik sehingga siswa menjadi semangat untuk mengikuti proses pembelajaran. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Numbered Head Together (NHT), Hasil Belajar.
EKSISTENSI TRADISI ADAT NGONCANG DI DESA PEGADUNGAN, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG DITINJAU DARI SEGI NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA Ni Putu Diah Listiani
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 2 (2014): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i2.1123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apa yang menjadi landasan filosofis tradisi adat ngoncang di Desa Pegadungan. (2) Bagaimana rangkaian pelaksanaan tradisi adat ngoncang. (3) Nilai-nilai sosial budaya apa saja yang mendasari tradisi adat ngoncang di Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasasa, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini termasuk penelitian deskritif kualitatif, pengambilan subyek dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Pegadungan, kelihan adat, paduluan dan masyarakat yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam prosesi ritual tradisi ngoncang. Penentuan informan atau responden yang menjadi sumber data dalam hal ini di tentukan secara purposif sampping dalam pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, pedoman dokumen dan kepustakaan. Seluruh data dianalisa secara deskritif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) filosofis dari pelaksanaan tradisi adat ngoncang yang dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Desa Pegadungan adalah merupakan kepercayaan dan keyakinan dari masyarakat Desa Pegadungan. (2) Pelaksanaan ritual mencangkup : persiapan alat-alat alu dan ketungan, tahap pelaksanaan, dan proses penyimpanan alat-alat yang digunakan dalam prosesi ritual. (3) Nilai-nilai sosial budaya yang mendasari yaitu nilai sosial, nilai budaya dan nilai spiritual atau nilai religius.   Kata kunci : Tradisi Ngoncang, Nilai Sosial Budaya
Integrasi Sosial Masyarakat Multienik Di Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng Herman Saputra
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 2 (2014): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i2.1124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang terjadinya masyarakat multietnik di desa gerokgak, (2) Konflik dan harmonsasi integrasi sosial masyarakat multietnik Desa Gerokgak, (3)implikasi sosial budaya masyarakat multitnik desa gerokgak, (4) Kendala dalam Pelaksanaan integrasi sosial mayarakat multietnik Desa Gerokgak, (5) Upaya dalam mengatasi hal tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari: (1)Kepala Desa Selau orang nomer satu yang mengetahui seluk beluk Desa, (2) warga Desa Gerokgak dari berbagai etnis, (3) Muda-mudi desa Grokgak sebagai generasi penerus 4) Pengurus (prajuru) desa, (5)  Tokoh masyarakat desa Gerokgak. Data dikumpulkan dengan menggunakan: (1) metode observasi;(2) metode wawancara;(3) metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) latar belakang terjadinya masyarakat multietnik di Desa Gerokgak disebabkan karena adanya integrasi dari pendatang yang berdagang, pernikahan dan lain sebagainnya sehingga timbul berbagai etnis. (2) konflik dan harmonisasi sosial masyarakat multietnik yang terjadi di desa gerokgak adalah adanya suatu rasa toleransi tanpa memandang suku, agama dan ras . Jika dilihat dari aspek konflik, konflik yang ada sebagian besar terjadi karena kesalahpahaman dikalangan anak muda yang sampai menimbulkan konflik (3) implikasi sosial budaya yang paling menonjol yakni dari aspek budaya dimana kebudayaan yang ada akan saling menyatu dan menciptakan kebudayaan baru yang akan menciptakan keselarasan antarmasyarakat. (4) kendala dalam pelaksanaan integrasi yakni disebabkan karena kurangnya komunikasi antara pemerintah desa dengan masyarakat desa. (5) Upaya dalam mengatasi hal tersebut yakni dengan banyak memberikan pengarahan dan  penyuluhan dari pemerintah desa kepada msayarakat mengenai pentingnya sebuah kebersamaan tanpa memandang suku agama dan ras demi terwujudnya integrasi sosial masyarakat.   Kata Kunci: Integrasi sosial, masyarakat multietnik
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFE TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN I GEDE HERSIKA KRISNAWAN
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 2 (2014): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i2.1125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 2 Banjar tahun ajaran 2012/2013 dalam pemahaman konseptual pada pelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, (2) dapat mengetahui kendala-kendala yang terjadi pada saat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas X SMA Negeri 2 Banjar. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah pada hasil belajar siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah wawancara, observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh dari data hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan (1) hasil belajar siswa kelas X dengan metode STAD mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 12.39% pada siklus I diperoleh hasil sebesar 72.90 dan pada siklus II diperoleh hasil sebesar 85,29. (2) kendala dalam Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah beberapa siswa kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran karena kurang mengerti dengan model pembelajaran yang diterapkan. Salah satu cara meminimalkan kendala tersebut adalah memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran.. Kata kunci: metode STAD, hasil belajar
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII B DI SMP NEGERI 2 DAWAN NI NENGAH ARIJAYANTI
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 2 (2014): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i2.1126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan strategi pembelajaran make a match pada materi pelajaran PKn kelas VIIB SMP Negeri 2 Dawan serta untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai penerapan strategi pembelajaran tersebut. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIB SMP Negeri 2 Dawan tahun pelajaran 2012-2013 yang berjumlah 23 orang terdiri dari 11 orang siswa perempuan dan 12 orang siswa laki-laki. Data aktivitas belajar siswa diperoleh menggunakan metode observasi dan data hasil belajar siswa diperoleh menggunakan metode tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan strategi pembelajaran make a match dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran PKn siswa kelas VIIB SMP Negeri 2 Dawan tahun ajaran 2012-2013. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran make a match adalah siswa merasa sangat senang dan menerima dengan positif diterapkannya strategi pembelajaran tersebut di kelas.   Kata-kata kunci : strategi pembelajaran make a match, aktivitas belajar, hasil belajar, tanggapan siswa
IMPLIKASI PERKAWINAN BEDA KASTA DALAM PERSPEKTIF HUKUM, SOSIAL-BUDAYA DAN RELIGIUS DI BANJAR BRAHMANA BUKIT, KECAMATAN BANGLI, KABUPATEN BANGLI IDA AYU MADE LESTARI DEWI
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 2 (2014): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i2.1127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi perkawinan beda kasta menurut hukum Hindu, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perkawinan beda kasta di Banjar Brahmana Bukit, dan bagaimanakah implikasi perkawinan beda kasta ditinjau dari perspektif hukum, sosial-budaya dan religius di Banjar Brahmana Bukit, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode yaitu : 1) Observasi, 2) wawancara, 3) pencatatan dokumen, 4) kepustakaan. Penelitian ini dilakukan pada masyarakat Banjar Brahmana Bukit, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Subjek penelitian ini adalah 1) orang yang melakukan perkawinan beda kasta, 2) tokoh-tokoh masyarakat, 3) prajuru adat, 4) tokoh agama Banjar Brahmana Bukit, 5) karang taruna/sekaa truna banjar Brahmana Bukit, 6) masyarakat setempat, yang ditentukan secara  purposive . Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : 1). Keberadaan perkawinan beda kasta di Banjar Brahmana Bukit saat ini masih eksis. Namun bila dikaitkan dengan Hukum Hindu sesuai dengan Kitab Manawa Dharmasastra pada dasarnya disarankan agar sebuah perkawinan hendaknya dilaksanakan antara orang-orang yang memiliki kasta yang sama/sederajat, karena perkawinan antara wangsa yang berbeda akan mempengaruhi keturunan atau anak-anak yang akan dilahirkan dari perkawinan itu sendiri. 2). Masyarakat yang melakukan perkawinan beda kasta di banjar Brahmana Bukit secara umum disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal yang menyangkut tentang pribadi, dan perasaan seseorang dan faktor eksternal yang dimaksud disini adalah lingkungan, dimana baik buruknya pengaruh lingkungan akan mempengaruhi karakter dan kepribadian seseorang 3) Implikasi perkawinan beda kasta di Banjar Brahmana Bukit ditinjau dari perspektif hukum pada dasarnya semua orang memiliki hak dan kewajiban serta kedudukan yang sama dimata hukum. Akan tetapi secara sosial-budaya dan religius terdapat batasan-batasan bagi orang-orang yang melakukan perkawinan beda kasta, dimana hal ini sesuai dengan dresta dan kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Kata-Kata Kunci : Perkawinan, Kasta, Perspektif Hukum, Sosial-Budaya dan Religius

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2024): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 10, No 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September Vol 7, No 3 (2019): September Vol 7, No 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 1 (2019): Februari Vol 7, No 1 (2019): Februari Vol 6, No 3 (2018): September Vol. 6 No. 3 (2018): September Vol 6, No 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 1 (2018): Februari Vol 6, No 1 (2018): Februari Vol. 5 No. 3 (2017): September Vol 5, No 3 (2017): September Vol. 5 No. 2 (2017): Mei Vol 5, No 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 1 (2017): Februari Vol 5, No 1 (2017): Februari Vol 4, No 3 (2016): September Vol. 4 No. 3 (2016): September Vol 4, No 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 2 (2016): Mei Vol 4, No 1 (2016): Februari Vol. 4 No. 1 (2016): Februari Vol 3, No 3 (2015): September Vol. 3 No. 3 (2015): September Vol. 3 No. 2 (2015): Mei Vol 3, No 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 1 (2015): Februari Vol 3, No 1 (2015): Februari Vol. 2 No. 3 (2014): September Vol 2, No 3 (2014): September Vol 2, No 2 (2014): Mei Vol. 2 No. 2 (2014): Mei Vol 2, No 1 (2014): Februari Vol. 2 No. 1 (2014): Februari Vol. 1 No. 3 (2013): September Vol 1, No 3 (2013): September Vol 1, No 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 2 (2013): Mei Vol 1, No 1 (2013): Februari Vol. 1 No. 1 (2013): Februari More Issue