cover
Contact Name
I Gusti Ayu Apsari Hadi
Contact Email
apsari.hadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
apsari.hadi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
ISSN : 25992694     EISSN : 25992686     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 896 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) BERBANTUAN LKS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn DAN SIKAP SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII C DI SMP N 3 SINGARAJA Ira Octaviyani .; Drs. Dewa Bagus Sanjaya,M.Si .; Ni Ketut Sari Adnyani, S.Pd., M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4698

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) berbantuan LKS dalam meningkatkan hasil belajar PKn pada siswa kelas VIII C di SMP N 3 Singaraja, (2) Untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) berbantuan LKS dalam mata pelajaran PKn untuk meningkatkan sikap sosial siswa kelas VIII C di SMP N 3 Singaraja, (3) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pelajaran PKn dengan model pembelajaran kooperatif tipe Times Games Tournaments (TGT) dengan berbantuan LKS. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus, dimana peneliti sebagai guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan penelitian, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP N 3 Singaraja dengan jumlah siswa 35 orang. Data hasil belajar dan sikap sosial dianalisis secara deskriptif kuantitatif kemudian dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Hasil peneliti menunjukkan bahwa: (1) terjadi peningkatan hasil belajar PKn siswa kelas VIII C SMP N 3 Singaraja. Pada siklus I diperoleh rata-rata hasil belajar PKn sebesar 66,97%. Sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar PKn siswa sebesar 77,22%. (2) untuk sikap sosial siswa terhadap implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Times Games Tournaments (TGT) berbantuan LKS pada siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 68,56%, sedangkan pada siklus II diperoleh rata-rata sebesar 84,89% dengan kategori positif. Kata Kunci : Kata Kunci : Model Pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT), Hasil Belajar PKn dan Sikap Sosial siswa. ABSTRACT The parposes of this study were : (1) to find out the implementation of Teams Games Tournaments (TGT) learning assisted with student’s worksheet in increasing the student’s learning result in citizenship for the VIII grade student’s at SMP N 3 Singaraja, (2) To find out the implementation of the cooperative learning type of Teams Games Tournaments (TGT) assisted with stident’s worksheet to increase the student’s social behavior for VIII grade students at SMP N 3 Singaraja, (3) To find out the difficulties face in implementing Teams Games Tournaments (TGT) learning assisted with student’s worksheet in citizenship. This study was a classroom action rescarch wish was done in two cycles, where the rescharcer acted as the teacher in the teaching and learning process. Every cyclesconsisted of the planning, action, observation, and reflection. The subject of this study was the students in VIII C class at SMP N 3 Singaraja with 35 students consisted in one class. The data if the student’s learning result and social behavior was analyzed with the descriptive quantitative method and then the result would be submitted with questionnaire. The result of the study showed that : (1) the result of the students’ learning for the VIII C students at SMP N 3 Singaraja had increased. In cycle I the average of the students’ learning result in citizenship was 66,97%. Meanwhile, in cycle II the average of the students’ result in citizenship was 77,22%, (2) the average of the students’ social behavior on the implementation of the cooperative learning model of Teams Games Tournaments (TGT) assisted with student’s worksheet in cycle I was 68,59%, while the average of the students’ social behavior in cycle II was 84,89% with positive category. keyword : Keywords : Learning model Teams Games Tournaments (TGT), outcomes civics and social attitudes of students
PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA PANTI ASUHAN DANA PUNIA DESA BANYUNING, KECAMATAN BULELENG, KABUPATEN BULELENG Gede Satria Pratama .; Dr. I Gusti Ketut Arya Sunu, M.Pd. .; Drs. I Wayan Landrawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perencanaan pendidikan karakter pada Panti Asuhan Dana Punia, (2) Penerapan pendidikan karakter pada Panti Asuhan Dana Punia, (3) Kendala penerapan pendidikan karakter di Panti Asuhan Dana Punia, (4) Solusi untuk mengatasi kendala penerapan pendidikan karakter di Panti Asuhan Dana Punia. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Ketua Yayasan, Ketua Panti, Pembina dan Anak-Anak Panti. Sampel diambil dengan menggunakan metode porpusive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan: (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Pencatatan dokumen. Hasil penelitian menyebutkan bahwa: (1) Perencanaan pendidikan karakter pada Panti Asuhan Dana Punia adalah berupa program kerja. (2) Penerapan pendidikan karakter pada Panti Asuhan Dana Punia adalah berbentuk ekstrakurikuler dan pengetahuan tambahan berupa kursus bahasa inggris. (3) Kendala penerapan pendidikan karakter di Panti Asuhan Dana Punia adalah belum adanya bantuan secara rutin, anak-anak panti asuhan kurang displin dan pembina yang sangat minim. (4) Solusi untuk mengatasi kendala penerapan pendidikan karakter di Panti Asuhan Dana Punia adalah untuk mengatasi bantuan pemerintah yang tidak menentu, pihak yayasan melakuan pedekatan kepada pemerintah terkait agar dana yang diberikan oleh pemerintah secara rutin dikeluarkan, sehingga nantinya dapat menunjang kebutuhan anak-anak dan dapat menjalankan seluruh program-programnya dengan lancar. Solusi untuk permasalahan dari anak adalah diberikannya pembinaan dan pengarahan tentang kedisiplinan, agar anak Panti Asuhan mengerti tentang arti disiplin dan mampu menerapkan dikehidupannya sehari-hari Solusi untuk pembina adalah membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok belajar dan selanjutnya memberikan tugas-tugas untuk dikerjakan bersama agar anak-anak tersebut dapat membantu satu dan sama lain. Kata Kunci : Panti Asuhan, Perencanaan, Pelaksanaan dan Pendidikan Karakter This study aims to determine (1) Planning character education at the Orphanage Fund Punia, (2) Application of character education at the Orphanage Fund Punia, (3) Constraints implementation of character education at the Orphanage Fund Punia, (4) The solution to overcome the application character education in Orphanage Fund Punia. This research is a qualitative descriptive study. The subjects were Chairman of the Foundation, Chairman of the Institution, and the Trustees of Children Orphanage. Samples were taken using porpusive sampling method. The data collection techniques: (1) observation, (2) interview, (3) Registration of documents. The study says that: (1) Planning character education at the Orphanage Fund Punia is in the form of a work program. (2) The implementation of character education at the Orphanage Fund Punia is shaped in the form of extra-curricular and extra knowledge of English language courses. (3) Constraints implementation of character education in the Orphanage Fund Punia is the lack of support on a regular basis, children orphanages less disciplined and coaches are very minimal. (4) The solution to overcome obstacles in the implementation of character education Punia Orphanage Fund is to cope with erratic government assistance, the Foundation undergo retrofitting to the relevant government for the funds provided by the government routinely excluded, so that will be able to support the needs of children and can run entire programs smoothly. Solutions to the problems of children are given guidance and direction of discipline, so that children understand the meaning Orphanage disciplined and able to apply everyday dikehidupannya Solutions for coaches is to divide the children into groups to learn and then assigns tasks to work together in order to these children can help one and another. keyword : Character Education, Orphanage, Implementation and Site planning
PERAN DESA PAKRAMAN PENGLIPURAN DALAM PELAKSANAAN PEMILU TAHUN 2014 Gusti Ayu Sri Martini .; Drs. Dewa Bagus Sanjaya,M.Si .; Drs. Ketut Sudiatmaka, M.Si .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui peran Desa Pakraman Penglipuran dalam pelaksanaan pemilu tahun 2014, (2) Mengetahui bentuk sanksi yang terkandung di dalam pararem yang mengatur tentang pemasangan alat peraga kampanye (3) Menganalisis kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pararem tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini mempergunakan teknik purposive sampling dalam menentukan subjek penelitian. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah prajuru desa pakraman penglipuran, krama (warga), teruna-teruni dan lurah kubu. Teknik yang diterapkan dalam pengumpulan data adalah observasi, pencatatan dokumen dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, peran Desa Pakraman Penglipuran dalam pelaksanaan pemilu tahun 2014 adalah mengatur, mengawasi, memfasilitasi dan membina pemasangan alat peraga kampanye dalam pelaksanaan demokrasi. Hal ini tertuang dalam pararem tentang pemasangan alat peraga kampanye. Pararem tersebut merupakan sarana pengendalian dan pengintegrasian sosial bagi seluruh kegiatan politik, yang bertujuan untuk menciptakan keharmonisan. Setiap pelanggaran yang terjadi akan dikenakan sanksi dalam bentuk mengadakan ritual “mecaru panca sata” pada empat tempat suci yaitu Pura Kahyangan Tiga dan Catuspata.. Kendala yang dihadapi adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat, dibuktikan dengan masih adanya pemasangan alat peraga kampanye oleh sebagian kecil masyarakat di daerah pemukiman. Upaya preventif dan represif ditempuh untuk mengatasi kendala dalam penerapan pararem tersebut Kata Kunci : Kata Kunci: Desa Pakraman, Eksistensi Pararem ABSTRACT The aims of this research are : (1) to determine the role of penglipuran’s traditional society in the process of placing the props or things that used in the election campaign in 2014, (2) to determine the form of sanctions contained in the traditional govermental law of placing the campaign props, (3) to analyze the problems in facing the implementation of this govermental traditional law. The research is a qualitative descriptive study with a phenomenological approach. The study used purposive sampling technique in determining the subject of research. The subject of research is the people who hold the position in penglipuran’s traditional structure of society, the society of penglipuran it self, youth and the head of kubu village. The methode which is applied in collecting the data is the method of observation and listing the documents. The research showed that, the role of penglipuran’s traditional society in the election of 2014 was to set up, supervise, facilitate and encourage the campaign props in the implementation of democracy. This was stated in the traditional law about placing the campaign props. This traditional law is the way in controlling and also social integrating for all political activity, it has purpose to create harmonization of life. Every collision that happened will be penalized of sanction in the form of a traditional ritual “mecaru panca sata” in the four holy places, namely pura kahyangan tiga and catus pata. Preventive and repressive effort taken to overcome the obstacles in the implementation of the traditional law. The obstacle or problems to be faced is the low level of awareness of the society, it is evidenced by presence of small percentage in placing the props by the peolpe in recidential areas. keyword : Keyword: Traditional Village, Existence Traditional Law
Studi Kasus Tentang Kekerasan dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Koginif Anak di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Putu Supartini .; Prof. Dr. I Made Yudana,M.Pd .; Ratna Artha Windari, S.H. .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga di Desa Kalibukbuk; (2) implikasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perkembangan kognitif anak; (3) upaya mengatasi terganggunya perkembangan kognitif anak akibat KDRT. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah Kepala Unit PPA Polres Buleleng, Kepala Desa dan Aparat Desa Kalibukbuk dan para pihak terlibat langsung dalam tindak pidana KDRT (suami – istri – anak) serta Guru di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan:(1) kekerasan dalam rumah tangga dipicu oleh kondisi sosial ekonomi yang kurang layak, rendahnya kualitas komunikasi, ketidak-harmonisan, perselingkuhan dan rendahnya pengendalian diri; (2) kekerasan dalam rumah tangga berdampak pada perkembangan kognitif anak karena secara psikologis anak mengalami distorsi kepercayaan diri yang ditandai gejala malas belajar, kesulitan dalam berkonsentrasi saat belajar dan menerima pelajaran sehingga nilai ulangan buruk yang mengakibatkan nilai raport menurun; (3) untuk mengatasi terganggunya perkembangan kognitif anak akibat KDRT dapat dilakukan dengan pemberian konseling dan pendekatan secara personal dengan melibatkan guru dan orang tua. Kata Kunci : Anak, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Perkembangan Kognitif This research aimed at investigating the (1) causal factor of domestic violence in Kalibukbuk village; (2) implication of domestic violence upon the children’s cognitive development; (3) effort to overcome the disturbed children’s cognitive development due to domestic violence. This study used qualitative descriptive research design. The subjects of this study were the Head Police Officer (PPA PolresBuleleng), village’s apparatus, and people who involved in domestic violence case (father, mother, and children) and teacher in school. The result of this research showed that (1) the domestic violence occurred due to improper social and economic situation, low quality of communication, disharmony, dishonesty and low self-control; (2) the domestic violence impacted on children’s cognitive development because the children, psychologically, experienced the distortion in their self-confident in which they tend to be lazy in study, feel difficult in concentration when learning, therefore they got poor score and caused the score in school report become worsen; (3) in overcoming the disturbed children’s cognitive development caused by domestic violence, it can be done by giving directive counseling and personal approach which involves teacher and parents.keyword : Children , Cognitive Development,Domestic Violence
Studi Kasus Tentang Kekerasan dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Koginif Anak di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Putu Supartini .; Prof. Dr. I Made Yudana,M.Pd .; Ratna Artha Windari, S.H. .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga di Desa Kalibukbuk; (2) implikasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perkembangan kognitif anak; (3) upaya mengatasi terganggunya perkembangan kognitif anak akibat KDRT. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah Kepala Unit PPA Polres Buleleng, Kepala Desa dan Aparat Desa Kalibukbuk dan para pihak terlibat langsung dalam tindak pidana KDRT (suami – istri – anak) serta Guru di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan:(1) kekerasan dalam rumah tangga dipicu oleh kondisi sosial ekonomi yang kurang layak, rendahnya kualitas komunikasi, ketidak-harmonisan, perselingkuhan dan rendahnya pengendalian diri; (2) kekerasan dalam rumah tangga berdampak pada perkembangan kognitif anak karena secara psikologis anak mengalami distorsi kepercayaan diri yang ditandai gejala malas belajar, kesulitan dalam berkonsentrasi saat belajar dan menerima pelajaran sehingga nilai ulangan buruk yang mengakibatkan nilai raport menurun; (3) untuk mengatasi terganggunya perkembangan kognitif anak akibat KDRT dapat dilakukan dengan pemberian konseling dan pendekatan secara personal dengan melibatkan guru dan orang tua. Kata Kunci : Anak, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Perkembangan Kognitif This research aimed at investigating the (1) causal factor of domestic violence in Kalibukbuk village; (2) implication of domestic violence upon the children’s cognitive development; (3) effort to overcome the disturbed children’s cognitive development due to domestic violence. This study used qualitative descriptive research design. The subjects of this study were the Head Police Officer (PPA PolresBuleleng), village’s apparatus, and people who involved in domestic violence case (father, mother, and children) and teacher in school. The result of this research showed that (1) the domestic violence occurred due to improper social and economic situation, low quality of communication, disharmony, dishonesty and low self-control; (2) the domestic violence impacted on children’s cognitive development because the children, psychologically, experienced the distortion in their self-confident in which they tend to be lazy in study, feel difficult in concentration when learning, therefore they got poor score and caused the score in school report become worsen; (3) in overcoming the disturbed children’s cognitive development caused by domestic violence, it can be done by giving directive counseling and personal approach which involves teacher and parents.keyword : Children , Cognitive Development,Domestic Violence
PERANAN ORGANISASI PKK UNTUK MENGGERAKKAN PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT DI DESA BATURITI KECAMATAN BATURITI KABUPATEN TABANAN Ni Made Dewi Riyani .; Drs. I Wayan Landrawan,M.Si .; Ratna Artha Windari, S.H. .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui fungsi dan peran organisasi PKK untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, (2) hambatan PKK dalam mejalankan fungsi dan perannya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan dan (3) upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan PKK dalam melaksanakan perannya di Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian Deskriptif Kualitatif dengan teknik penentuan subjek penelitian menggunakan teknik Purposive sampling sehingga yang menjadi subjek penelitian yaitu (1) Kepala Desa, (2) anggota – anggota organisasi PKK, (3) warga masyarakat di Desa Baturiti. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni (1) metode wawancara, (2) metode observasi, (3) metode pencatatan dokumen. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif Kualitatif. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil : (1) organisasi PKK di Desa Baturiti memiliki fungsi dan peran yang penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan sudah berjalan akan tetapi belum maksimal. (2) hambatan yang dialami oleh organisasi ini yaitu berasal dari dalam organisasi yaitu kurangnya koordinasi antara ketua, pengurus, dan anggota organisasi PKK, serta kurangnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program yang telah dirancang. (3) upaya yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan koordinasi antara ketua PKK, anggota organisasi PKK desa dan masyarakat yang ada di Desa Baturiti.Kata Kunci : PKK, Peran dan Fungsi, Partisipasi, Perempuan, Pembangunan this study aimed at (1) finding the function and role of PKK to improve the society’s participation in Baturiti village, Baturiti district, Tabanan regency, (2) the obstacles in doing its function and role to improve the society’s participation in Baturiti village, Baturiti district, Tabanan regency, and (3) the effort done to overcome the obstacles of PKK in doing its function and role in Baturiti village, Baturiti district, Tabanan regency. This study used descriptive qualitative approach and Purposive Sampling to determine the subjects. Therefore the subjects of this study were (1) village chief, (2) PKK members, (3) Baturiti villagers. The data collection methods used were (1) interview, (2) observation, (3) document analiysis. The dake analysis used in this study was dwscriptive qualitative from this study, it was found that : PKK in Baturiti village had important functiond rolen improving society’s participations in development had been running well but not maximal (2) theobstacles faced by this organization came from the organization it self and also from the society, (3) the effert that could be done was enhancing coordination among PKK chief, PKK members, and Baturiti villagers. keyword : : PKK, Function and role, participation, women, development
PERANAN KEGIATAN PRAMUKA DALAM PENGEMBANGAN SIKAP DISIPLIN DAN SIKAP SOSIAL PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA Ni Made Wahyu d .; Dr. I Gusti Ketut Arya Sunu, M.Pd. .; Drs. Ketut Sudiatmaka, M.Si .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4704

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) Memahami peranan pendidikan pramuka dalam pengembangan sikap disiplin peserta didik di SMP Negeri 3 Singaraja, (2) Memahami peranan pendidikan dalam pengembangan sikap sosial peserta didik di SMP Negeri 3 Singaraja, (3) Mengenai kendala-kendala yang dihadapi dalam peranan pendidikan Pramuka dalam pengembangan sikap disiplin dan sikap sosial peserta didik di SMP Negeri 3 Singaraja, serta alternatif penyelesaian masalahnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini adalah di SMP Negeri 3 Singaraja Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Subjek penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 3 Singaraja kelas VII, VIII dan IX. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik Random Sampling. Teknik pengumpulan Data menggunakan beberapa metode Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Di SMP Negeri 3 Singaraja terdapat kegiatan pramuka yang memiliki peranan untuk pengembangan sikap disiplin peserta didik. (2) Di SMP Negeri 3 Singaraja terdapat kegiatan pramuka yang memiliki peranan untuk pengembangan sikap sosial peserta didik. (3) Kendala – kendala dalam pelaksanaan kegiatan pramuka di SMP Negeri 3 Singaraja anatara lain : kurangnya pembina pramuka yang profesional, siswa masih merasa acuh terhadap kegiatan pramuka dan kegiatan pramuka yang dilakukan setiap hari sabtu sore dan minggu pagi. Alternatif pemecahan kendala tersebut pihak sekolah mencari tenanga pembina sukarela dan memberikan pembinaan akan pentingnya pramuka pagi peserta didik. Kata Kunci : Sikap Disiplin, Sikap Sosial, Praja Muda Karana (PRAMUKA) This research aimed to (1) comprehend the role of scout education in discipline development of student in SMP Negeri 3 Singaraja, (2) comprehend the role of education in social attitude development of student in SMP Negeri 3 Singaraja, (3) some obstacles which involved in the role of education in discipline development and social attitude of student in SMP Negeri 3 Singaraja, and the problem solving. This research was a qualitative research which used descriptive strategy. The location of this research was in SMP Negeri 3 Singaraja, Buleleng Subdistrict, Buleleng Regency. The research subject was all of the students in SMP Negeri 3 Singaraja grade VII, VIII, and IX. The sampling study was conducted by Random Sampling technique. The data collected technique used some methods; observation, interview, and documentation. The data which already collected then it analyzed used descriptive qualitative analysis. The result of research indicated that (1) SMP Negeri 3 Singaraja are the scouts who have a role to the development of the discipline of learners. (2) In the SMP Negeri 3 Singaraja are the scouts who have a role to the development of social attitudes of learners. (3) Constraints - constraints in the implementation of the scouts in SMP Negeri 3 Singaraja among other things: the lack of a professional scout leader, students still feel indifferent to the scouts and scout activities are conducted every Saturday afternoon and Sunday morning. Alternative solutions to the problems the school to recruit volunteer coaches and provide guidance on the importance of early learners scout. keyword : Discipline, Social Attitudes, Scout
STUDI KOMPARATIF HAK ASUH ANAK SEBAGAI AKIBAT PERCERAIAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM NASIONAL DAN HUKUM ADAT DI DESA KAMASAN KECAMATAN KLUNGKUNG KABUPATEN KLUNGKUNG Ni Pt Linda Muliawati .; Drs. Ketut Sudiatmaka, M.Si .; Ratna Artha Windari, S.H. .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 2 No. 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) proses perceraian berdasarkan hukum Nasional dan proses perceraian berdasarkan hukum Adat di Desa Kamasan, (2) proses penentuan hak asuh terhadap anak sebagai hasil dari perceraian berdasarkan hukum nasional dan proses penentuan hak asuh terhadap anak sebagai hasil dari perceraian berdasarkan hukum Adat di Desa Kamasan, (3) komparasi hak asuh anak pasca perceraian antara hukum adat di Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung dengan hukum Nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling, dan yang menjadi subjek penelitian yaitu : Kepala Desa, Klian adat, Pakar Hukum, Tokoh masyarakat dan masyarakat yang mengalami permasalahan hak asuh anak. Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa: metode wawancara, metode observasi, metode pencacatan dokumen, metode kepustakaan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil : 1) Terdapat perbedaan antara proses perceraian dalam Hukum Adat di Desa Kamasan dengan Hukum Nasional yaitu dalam Hukum Adat di Desa Kamasan proses perceraian dilakukan dengan musyawarah, sedangkan proses perceraian dalam Hukum Nasional diselesaikan di Pengadilan Negeri setempat. 2) Dalam proses penentuan hak asuh anak juga terdapat perbedaan antara Hukum Adat di Desa Kamasan dan Hukum Nasional, dimana dalam Hukum Adat di Desa Kamasan diselesaikan dengan musyawarah dan disesuaikan dengan awig-awig yang berlaku, sedangkan proses penentuan hak asuh anak dalam hukum nasional diputuskan dalam sidang perceraian di Pengadilan Negeri. 3) Komparasi hak asuh anak pasca perceraian antara Hukum Adat di Desa Kamasan dengan Hukum nasional, dimana dalam hukum adat di Desa Kamasan hak asuh anak dominan jatuh ke pihak purusa sedangkan dalam Hukum Nasional hak asuh anak dominan jatuh ke pihak ibu karena ibu dianggap memiliki ikatan yang lebih kuat dengan sang anak.Kata Kunci : Hak Asuh Anak, Perceraian, Hukum Adat, Hukum Nasional This reseaech was aimed to knowing (1) process of divorcing based on constitutional law and the process of divorcing based on customary law in Kamasan village (2) process of deciding the right for nurturing children as the result of divorcing based on constitutional law and the process of deciding the right for nurturing children as the result of divorcing based on customary law in Kamasan village. (3) comparation of the right for nurturing the children after divorcing between customary law in Kamasan village and constitutional law. This research was a description qualitative research. Purposive sampling was used in taking the subjects of this study and the subjects of this study were the head of Kamasan village, kelian adat, law experts, elite figures, and people who experienced of having problem in the right of nurturing. Data were collected by using interview method, observation method, document method, and literature method. Data were analyted by using descriptive qualitative approach. The result of this study showed that (1) the process of divorcing based on customary law in Kamasan village was done through deliberate which was attented by prajuru adat, and witness, while the divorcing process based on constitutional law was done through the process in state court in that area. (2) the process of deciding the right for nurturing the children based on customary law in Kamasan village was done through deliberating process of divorcing and accomodated the awig-awig that are implemented in Kamasan village, while the process of deciding the right for nurturing the children basen on constitutional law was done through the process of divorcing in state court. (3) the comporation of the right for nurturing the children after arnorcing between customary law in Kamasan village and constitutional law, based on customary law in Kamasan village, the right for nurturing the children was given to purusa, meanwhile based on constitutional law, the right for nurturing the children was given to the mother since mother was assumed having stronger bond with the childrenkeyword : Custody, divorce, customary law, constitutional law
PENERAPAN MODEL PEMEBELAJARAN TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII G I Wayan Doni .; Prof. Dr. I Wayan Lasmawan,M.Pd .; Drs. I Wayan Landrawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7434

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn di Kelas VII G SMP Negeri 5 Singaraja (2) Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn di Kelas VII G SMP Negeri 5, (3) Mengetahui Kendala-kendala yang di hadapi siswa dalam menerapkan model pembelajaran koperatif tipe STAD dan alternatif pemecahan masalahnya., Subjek penelitian ini adalah kelas VII G SMP Negeri 5 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 31 siswa dengan rincin 17 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Data hasil motivasi belajar siswa dikumpulkan melelui angket atau kuis sioner yang di bagikan k masing-masing siswa dan hasil belajar siswa dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII G SMP Negeri 5 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016. Motivasi belajar siswa mengalami peningkatana dari sebelum penarap rata-rata motivasi siswa sebesar 58,9 yang termasuk culup termotivasi sedangkan sesudah peneran menjadi 71,06 yang termasuk kategori termotivasi dan hasil belajar yang di peroleh siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 67,7 dan rata-rata hasil belajar pada siklus II meningkat menjadi sebesar 84,4. Dengan demikian maka Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division dapat dijadikan prediktor untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Kata Kunci : Model Pemebelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division,Hasil belajar, dan Motivasi This research aims to (1) improve students’ learning outcome in PKn Subject of VII G class in SMP Negeri 5 Singaraja (2) improve the motivation of the students on Pkn Subject of VII G class in SMP Negeri 5 Singaraja, (3) Knowing the obstacles that faced by the students in implementing cooperative learning model for STAD type and the alternative way in problem solving. The subject of this research is VII G class in SMP Negeri 5 Singaraja academic year 2015/2016 which amounts 31 students namely 17 male students and 14 female students. Data of students’ outcome were collected through questionnaire which was shared to each student and students’ learning outcome was analyzed descriptively. The result of analysis showed that it occurred in increasing of motivation and students’ learning outcome of VII G class in SMP Negeri 5 Singaraja academic year 2015/2016. The motivation of the students in learning were quite enough motivated, then, after the implementation become 71,06 which categorized motivated and student’s learning outcome which was gotten by the students on the cycle I with the average of 84,4. Thus, Cooperative Learning Model Type of Students Team Achievement Division can be used as predictor for increasing the motivation and students’ learning outcome. keyword : Cooperative Learning Model Type of Students Team Achievement Division, Student’s learning outcome and Motivation
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM SERTIFIKASI GURU TERHADAP PROFESIONALISME GURU PKn DI SMK NEGERI 1 SINGARAJA Ni Putu Krisna Priandari .; Drs. I Wayan Kertih,M.Pd .; Ni Ketut Sari Adnyani, S.Pd., M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7435

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengetahui bagaimana implementasi program sertifikasi guru pada guru PKn di SMK Negeri 1 Singaraja; (2) mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru PKn terhadap profesionalisme guru dengan adanya implementasi program sertifikasi guru di SMK Negeri 1 Singaraja; dan (3) menganalisis solusi terhadap permasalahan yang di hadapi guru PKn sehubungan dengan profesionalisme guru di SMK Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah para guru PKn yang sudah bersertifikasi yang berjumlah 3 (tiga) orang. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pencatatan dokumen, dan data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan : (1) implementasi program sertifikasi guru di SMK Negeri 1 Singaraja sudah berjalan dengan baik dimana sertifikasi berpengaruh terhadap sikap profesionalisme guru PKn yang tercermin dari adanya peningkatan kinerja guru; (2) kendala yang dihadapi guru PKn di SMK Negeri 1 Singaraja yaitu penyediaan fasilitas pendidikan yang masih terbatas seperti LCD; masalah terhadap administrasi penilaian siswa sebagai implikasi dari penerapan kurikulum 2013. (3) analisis solusi terhadap kendala yang terjadi yaitu : sekolah dapat mengupayakan pemenuhan kebutuhan fasilitas pendidikan yang memadai dan relevan dengan pembelajaran terkini secara bertahap melalui perencanaan, pengeloalaan dan pemanfaatan dana yang tersedia, baik dari swadaya atau subsidi pemerintah; penyediaan tenaga TI professional untuk memberikan pelatihan guna membantu guru yang masih kesulitan mengerjakan administrasi penilaian siswa karena kendala pengoprasian ICT; perlunya pengaturan intensitas pertemuan MGMP PKn secara rutin, guna membangun komunikasi yang efektif antar guru mata pelajaran PKn. Kata Kunci : Guru PKn, Program Sertifikasi Guru, Profesionalisme Guru The aims of this study are: (1) to find out how the implementation of the teacher certification program to the Civics teachers at SMK Negeri 1 Singaraja; (2) to identify the constraints faced by Civic teachers toward teacher professionalism with the implementation of teacher certification program at SMK Negeri 1 Singaraja; and (3) analyze the solutions to the problems that the Civic teachers often found in the relation of teachers professionalism at SMK Negeri 1 Singaraja This research was conducted at SMK Negeri 1 Singaraja. The subjects of this research were 3 Civics teachers who are already certified. This study used observation, interview, and record-keeping when collecting the data, and then the data were analyzed descriptively. This study found that; (1) the implementation of the teacher certification program at SMK Negeri 1 Singaraja has been done well and the certification is affecting the Civics teacher professionalism which reflected in the improvement of teacher performance; (2) the problems that Civics teacher at SMK Negeri 1 Singaraja often faced is the educational facilities supplies that are still limited such as the LCD and the administration of student assessments problems as the affect of the implementation of the 2013 curriculum. (3) The Solution to problems that occur are: the school should be able to plan and manage the school budget either from governmental or government subsidies for gradually fulfilling the supply of educational facilities which relevant with the recent learning program; The provision of professionals IT to provide training for helping the teachers who are still working on the administration of student assessments difficulties because of the application of ICT program; the management of regular meeting of the Civics MGMPs, in order to establish effective communication among teachers of Civics. keyword : Civics Teacher, Teacher Certification Program, Teacher Professionalism

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2024): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 10, No 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September Vol 7, No 3 (2019): September Vol 7, No 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 2 (2019): Mei Vol 7, No 1 (2019): Februari Vol. 7 No. 1 (2019): Februari Vol. 6 No. 3 (2018): September Vol 6, No 3 (2018): September Vol 6, No 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 1 (2018): Februari Vol 6, No 1 (2018): Februari Vol. 5 No. 3 (2017): September Vol 5, No 3 (2017): September Vol 5, No 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 1 (2017): Februari Vol 5, No 1 (2017): Februari Vol. 4 No. 3 (2016): September Vol 4, No 3 (2016): September Vol 4, No 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 1 (2016): Februari Vol 4, No 1 (2016): Februari Vol 3, No 3 (2015): September Vol. 3 No. 3 (2015): September Vol. 3 No. 2 (2015): Mei Vol 3, No 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 1 (2015): Februari Vol 3, No 1 (2015): Februari Vol 2, No 3 (2014): September Vol. 2 No. 3 (2014): September Vol 2, No 2 (2014): Mei Vol. 2 No. 2 (2014): Mei Vol 2, No 1 (2014): Februari Vol. 2 No. 1 (2014): Februari Vol 1, No 3 (2013): September Vol. 1 No. 3 (2013): September Vol 1, No 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 1 (2013): Februari Vol 1, No 1 (2013): Februari More Issue