cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
WIDYA LAKSANA
ISSN : 14104369     EISSN : 25496859     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Laksana is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha twice a year; January and August
Arjuna Subject : -
Articles 652 Documents
SOSIALISASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR GUGUS I DAN II KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG Wijana, Nyoman; M, Sanusi
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.01 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v3i2.9164

Abstract

Tujuan  dari  pengabdian  masyarakat  ini adalah  (1)  Agar  guru  dan  siswa  memahami faktor-faktor  yang harus diperhatikan  dalam proses  belajar mengajar  dilihat dari sisi ergonomi sehingga kesehatan dan keselamatan kerja di sekolah dasar dapat diwujudkan; (2) Memberikan solusi dalam pelaksanaan proses belajar mengajar untuk mewujudkan keselamatan  dan kesehatan  kerja di sekolah dasar dilihat dari sisi ergonomi;  dan (3) Memberikan pemodelan keselamatan dan kesehatan kerja yang berorientasi ergonomi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan ergonomi total. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Pemahaman para peserta pengabdian masyarakat tentang keselamatan dan kesehatan kerja  sekolah pada awalnya adalah sangat rendah, dan tidak pernah berpikir bahwa instrumen sekolah dan lingkungan kerja sekolah sebagai sumber yang dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan bagi siswa itu sendiri, namun setelah kegiatan ini berlangsung pemahaman para peserta menjadi bertambah; (2) Dengan melakukan praktek langsung tentang aktivitas penataan ruang, pemberian contoh nyata di kelas, menambah daya tarik peserta untuk memahami  tentang keselamatan dan kesehatan kerja sekolah; dan (3) Masih ada pemikiran yang perlu dihilangkan pada diri peserta pengabdian masyarakat yakni bahwa implementasi ergonomi khususnya tentang keselamatan dan kesehatan sekolah itu memerlukan biaya yang cukup tinggi.
IbM KELOMPOK WANITA NELAYAN TIANYAR TIMUR sari, sari adnyani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v5i2.9088

Abstract

Abstrak        Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Ipteks bagi Masyarakat (IbM) ini adalah untuk: 1) Meningkatkan pemenuhan taraf kesejahteraan masyarakat pesisir terkait dengan keberadaan hasil tangkapan ikan yang diharapkan mampu menopang kehidupan anggota kelompok. 2) Meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan baru, ditinjau dari segi pelaksanaannya dapat menyerapan tenaga kerja lebih meluas dan diorganisir sesuai kesepakatan dan ketentuan bersama. 3) Meningkatkan kemampuan bekerjasama dalam kelompok, Kelompok Wanita Nelayan Tianyar Timur yang di dalamnya tergabung kumpulan wanita nelayan mengorganisir anggotanya untuk bekerjasama sesuai dengan kesepakatan dan ketentuan bersama untuk membangun program wirausaha mandiri dari kalangan perempuan pesisir, dan terdapat pula pembagian tugas yang jelas dalam kelompok yang diatur dan disepakati melalui ketentuan bersama. 4) Menyediakan wadah pemasaran produksi yang sifatnya koordinatif melibatkan kelompok wanita nelayan termasuk menginventarisasi jenis sarana dan prasarana pendukung yang akan diperlukan dalam pemasaran ikan sehingga dapat melahirkan usaha bersama kelompok (UBK)  yang sifatnya rintisan; dan 5) Meningkatkan target sasaran marketing programme, pemasarannya dapat dikategorikan dalam 2 jenis, yaitu berupa bahan baku tangkapan dan olahan kuliner. Untuk kepentingan pencapaian tujuan program ini, maka dilakukan model pendampingan pengurusan SIUP  merupakan kombinasi kegiatan antara bidang hukum, tata boga dan budidaya kelautan, serta keseluruhan proses transfer iptek yang telah dilaksanakan dengan pola pelatihan maupun pendampingan kepada wanita nelayan desa Tianyar Timur dan pengelolaan manajemen usaha secara terpadu dan terarah sehingga peserta pelatihan mendapatkan informasi yang jelas dan utuh mengenai hakekat pemberdayaan masyarakat dari segi pengetahuan dan keterampilan pengelolaan komoditi pesisir secara produktif dan tepat guna. Pelaksanaan program dikemas dalam 3 (tiga) tahapan yakni: alur pelaksanaan program IbM ini dimulai dari, 1) Tahap persiapan,  2) tahap pelaksanaan, dan 3) tahap evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi dari mitra dalam pelaksanaan pelatihan dan pendampingan Tata Boga, diklat pengelolaan kawasan pesisir bagi nelayan, serta pengurusan ijin usaha perdagangan (SIUP). Kata-kata Kunci: Kawasan Pesisir, Komoditi Hasil Tangkapan Ikan, Olahan Kuliner, SIUP, Tata Boga,Wanita Nelayan.
Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran K13 Di SDN Sudimoro 2 Kecamatan Bululawang Kabupaten MALANG Chrisyarani, Denna Delawanti; Werdiningtiyas, Ratih Kartika
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v7i1.12610

Abstract

SDN Sudimoro 2 merupakan salah satu sekolah dasar yang ditunjuk untuk menerapkan K13. K13 akan diterapkan secara menyuluruh pada tahun 2018 di semua wilayah kabupaten Malang. Saat ini SDN Sudimoro 2, mulai menerapkan K13 khususnya di kelas I dan IV,  belum ada pelatihan tentang penerapan kurikulum K13, sehingga guru masih meraba-raba tentang penerapannya. K13 di SDN Sudimoro 2 pernah diterapkan pada tahun 2014, tetapi akhirnya kembali ke KTSP karena mengalami kesulitan dalam penerapnnya. Pada dasarnya hal ini disebabkan oleh faktor terbatasnya pengetahuan guru tentang penyusunan dan prosedur pelaksanaan K13. Sadar akan pentingnya penerapan K13 dalam upaya meningkatkan profesionalisme, guru harus mulai mengetahui dan menyusun perangkat pembelajaran berbasis K13. Prioritas permasalahan dari mitra adalah memberikan pengetahuan tentang penyusunan perangkat pembelajaran K13 khususnya menegani penyusunan RPP dan bentuk penilaiannya melalui program pelatihan, penyusunan, dan pendampingan. Adapun metode yang digunakan dalam pelatihan berupa penyampaian materi dengan menggunakan ceramah, tanya jawab, penugasan, diskusi, praktik penyusunan RPP dan penilaian, evaluasi hasil pelatihan. Pelatihan ini melibatkan seluruh guru di SDN Sudimoro 2 Kabupaten Malang yang berjumlah 10 orang. Pelatihan penyusunan RPP dan penilaian ini dilaksanakan  selama dua hari, hari pertama penyampaian materi mengenai implementasi K13, komponen RPP K13, penyusunan RPP K13 berbasis penguatan pendidikan Karakter (PPK). Hari kedua, penyampaian materi tentang penilaian K13, praktik penyusunan penilaian K13.  Para peserta memahami impleentasi K13 dan berpatisipasi secara aktif dalam menyusun RPP serta penilaian k13 hal tersebut dapat dilihat pada setiap kegiatan dan hasil akhir berupa RPP dan penilaian K13 yang telah disusun secara berpasangan.
MEMBERDAYAKAN GURU UNTUK MELAKSANAKAN “PROJECT CITIZEN” DALAM RANGKA PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA Sukadi, -
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.895 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v3i2.9169

Abstract

Kegiatan P2M ini bertujuan memberdayakan  guru-guru IPS dan PKn pada SMP dan SMA/SMK di Kota Singaraja untuk dapat mengimplementasikan  model pembelajaran Project  Citizen dalam  pembelajaran  di  kelas  sebagai  wahana  pendidikan karakter bangsa. Untuk tujuan ini guru-guru diberikan diklat model pembelajaran Project Citizen selama 20 jam, mengimplementasikan di kelas, dan mengikuti kegiatan showcase hasil portofolio  siswa. Hasilnya,  guru-guru  dapat menerapkan  model pembelajaran Project Citizen ini dalam pembelajaran IPS dan PKn di kelas sebagai wahana pendidikan karakter siswa dengan baik. Siswa juga dapat meningkatkan hasil belajarnya yang berorientasi pendidikan karakter, antara lain meliputi: pemahaman konseptual; kemampuan pemecahan masalah-masalah sosial kewarganegaraan; kepekaan dan komitmen terhadap lingkungan sosial kewarganegaraan; orientasi nilai dan sikap kewarganegaraan;  serta beberapa keterampilan  sosial kewarganegaraan  siswa, seperti: komunikasi, presentasi, kerja sama, sharing tanggung jawab kepemimpinan, kemampuan mendistribusi tugas, mengatasi konflik, dan keterampilan berkompetisi.
PELATIHAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PERTANIAN DI DESA ANTAPAN, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN kurnia, kurnia widiastuti
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v5i1.9107

Abstract

Petani merupakan kelompok kerja terbesar di Indonesia. Pertanian dan perkebunan dapat dianggap sebagai satu masyarakat tertutup, sehingga usaha-usaha kesehatan pun harus disesuaikan dengan sifat-sifat masyarakat demikian, dalam arti menyelenggarakan sendiri dan untuk kebutuhan sendiri. Perilaku K3 yang tepat dalam penggunaan pestisida sangat penting sebagai upaya pencegahan keracunan, sehingga perilaku K3 petani pengguna pestisida perlu disosialisasikan secara terintegrasi. Melalui wawancara awal tentang K3 dengan petugas kesehatan yang berprofesi sebagai bidan desa, diperoleh beberapa fakta yang menggambarkan kebutuhan akan penyelenggaraan  pelatihan K3 dimana 1) adanya faktor penyebab lainnya yang juga mempengaruhi tertundanya usaha promotif Puskesmas yaitu masih rendahnya pengetahuan tentang prinsip K3 pertanian yang dimiliki oleh petugas kesehatan yang wilayah kerjanya di Desa Antapan, 2) Adanya prevalensi Infeksi Saluran Pernafasan  Atas pada pasien yang bekerja sebagai petani, dan 3) Kejadian kasus keracunan pestisida  akut pernah ditangani  yang dialami oleh pasien yang merupakan petani di Desa Antapan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara lainnya dengan  masyarakat desa Antapan yang mayoritas bekerja sebagai petani maka ditemukan beberapa hal berikut ini yaitu 1) Petani mengalami keluhan tentang kondisi kesehatan utamanya gangguan saluran pernafasan dengan beberapa diantaranya mengalami gangguan pencernaan, 2) Petani kurang memahami tentang K3 dikarenakan rendahnya pengetahuan mereka serta belum adanya pembinaan K3 bagi mereka yang mereka jadikan sebuah kebutuhan karena adanya kasus keracunan yang pernah terjadi pada petani di wilayah desa Antapan tersebut. Pelatiahn K3 diberikan dalam metode ceramah, diskusi dan praktek pendampingan berlangsung sangat efektif dengan tercapainya tujuan pengabdian berupa peningkatan wawasan. Pada saat dilaksanakan monitoring evaluasi setelah 2 minggu pelaksanaan, masyarakat petani desa Antapan telah menerapkan prinsip K3 pada keseharian mereka melakukan pekerjaannya.
PELATIHAN MEMBUAT KREASI BENDA FUNGSIONAL DARI KAIN FLANEL UNTUK MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI BAGIAN B SINGARAJA Diah Angendari, Made
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.706 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v1i2.9278

Abstract

Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatikan membuat kreasi benda funsioanal menggunakan kain flanel yang siap dijual dan mampu menumbuhkan jiwa wirausaha serta untuk mengetahui tanggapan siswa Sekolah Luar Biasa Bagian B terhadap pelatihan pembuatan kreasi benda fungsioal menggunakan bahan kain flanel sekaligus menumbuhkan jiwa wirausaha. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah, demontrasi langsung dipraktekkan oleh peserta, serta tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan pengetahuan secara umum tentang kreasi produk fungsional dan kain flannel yaitu meliputi sejarah kain flanel, kegunaan kain flanel, macam-macam kain flanel. Demontrasi digunakan untuk memberikan keterampilan langsung mengenai proses pembuatan kreasi produk fungsional yang berbahan baku kain flnnel, peralatan yang diperlukan serta bahan digunakan dalam pembuatan produk fungsional. Tanya jawab digunakan untuk melengkapi hal-hal yang belum terakomodasi oleh kedua metode di atas. Pelatihan ini melibatkan dosen Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga yang bekerja sama dengan Sekolah Luar Biasa Bagian B Singaraja yang melibatkan siswi SD, SMP dan SMA sebagai subyek sasaran. Hasil pelatihan pembuatan kreasi benda fungsional dari kain flanel dapat dinyatakan berhasil. Hal ini dapat dilihat dari: (1) Kehadiran peserta sesuai dengan target yaitu 91% (20 dari 22 siswa) (2) hasil pelatihan dinyatakan sangat baik sesuai dengan analisis rubrik penilaian kinerja. (3) Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan yang   dilihat dari keseriusan mengikuti pelatihan, banyaknya produk yang dibuat dan mencoba membuat produk dengan kresai masing-masing.
IPTEKS BAGI WILAYAH (IbW) DI KECAMATAN GEROKGAK Mardana, Ida Bagus Putu
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.592 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v1i1.9112

Abstract

Kegiatan  IbW  yang  dilakukan  pada  tahun  II  (Tahun  2011)  adalah  melakukan pemetaan asset di wilayah garapan   dan melaksanakan program ipteks peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pertanian-peternakan-perikanan, pendidikan life skill  dan  kewirausahaan,  dan  pembinaan  adat-istiadat,  keagamaan,  dan  lembaga sosial. Metode pelaksanaan IBW dalam pemberdayaan masyarakat miskin adalah metode PALS (participatory action learning system) yang bersendikan pada 3(tiga) tahapan kegiatan, yakni (1) tahap penyadaran (Awareness), (2) tahap pengkapasitasan/pendampingan (participating /scaffolding), dan (3) tahapan pelembagaan (institutionalization). Hasil kegiatan IbW pada tahun II (tahun 2011) adalah terwujudnya deplot setra industri pengolahan kelapa, demplot pertanian multikultur, demplot peternakan berbasis zero waste. Dampak yang ditimbulkan dari pelaksanaan program IbW tahun II adalah adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk   meningkatkan  kualitas   hidup   melalui   pelipatgandaan  aktivitas   ekonomi produktif masyarakat berpijak pada potensi dan kearifan lokal yang ada, dan peningkatan penguasaan  IPTEKS  untuk  meningkatkan kapasitas  dan  diversifikasi produksi hasil tani-ternak-perikanan
PELATIHAN PRAKTIKUM IPBA BAGI GURU SMP/SMA DI KOTA SINGARAJA MENUJU OLIMPIADE ASTRONOMI Pujani, Ni Made; Rapi, Ni Ketut
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.24 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v1i2.9283

Abstract

Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktikum bidang IPBA (Astronomi) bagi guru-guru SMP/SMA di Kota Singaraja dalam rangka mengantisipasi rendahnya prestasi belajar IPBA siswa serta sebagai persiapan menuju olimpiade Astronomi.Sasaran kegiatan adalah guru-guru SMP/SMA yang ada di Kota Singaraja. Realisasi kegiatan dilakukan dengan memberikan ceramah dan pelatihan bertempat di Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha.Hasil pelatihan menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan pelatihan berjalan baik. Kegiatan pelatihan dapat meningkatkan keterampilan guru dalam melaksanakan praktikum dan mengobservasi objek langit malam; dapat meningkatkan penguasaan materi IPBA dari kategori kurang (rata-rata pre test 47,5) menjadi baik (rata-rata post test 70,5). Demikian pula, respon peserta adalah positif dan guru-guru sangat antusias mengikuti pelatihan. Namun, dalam pelaksanaan praktikum hand on dibutuhkan waktu lebih banyak, sehingga topik pelatihan praktikum perlu dibatasi. Kepada pihak terkait disarankan agar dibentuk suatu wadah dimana para guru dapat sharing pengetahuan tentang pengamatan langit malam dan pembahasan soal-soal terkait dengan olimpiade astronomi.
PROFIL DESA PAKRAMAN BULIAN Rai, I Wayan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.47 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v1i1.9118

Abstract

Program IPTEKSS bagi Masyrakat (IbM) di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng tahun 2011 yang mengambil lokasi pelaksanaan kegiatan di Desa Bulian bertujuan untuk membuat sebuah buku profil tentang Desa Pakraman Bulian. Desa Pakraman Bulian merupakan wadah sosio-religius umat Hindu yang terangkum dalam aktivitas tata palemahan, pawongan, dan parahyangan. Ketiga aktivitas ini telah berlangsung dengan baik sehingga perlu dilestarikan keberadaannya. Dalam tata palemahan misalnya, geliat pertumbuhan penduduk dapat memberikan ekses negatif bagi terjadinya alih fungsi lahan pertanian menyebabkan hilangnya sekaa subak akan berakibat  pada  hilangnya Dugul atau  Pura  Ulun  Carik.  Tata  Pawongan di  Desa Pakraman Bulian menunjukkan bahwa Desa Pakraman Bulian hanya didukung oleh lima banjar adat. Dengan jumlah krama  yang relatif banyak, hal ini  merupakan tantangan sekaligus peluang bagi eksistensi desa pakraman. Sementara itu, tata parahyangan di Desa Pakraman Bulian telah tertata dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pemetaan yang jelas mengenai kahyangan yang diempon serta tata cara upacara dan upakara yang mesti dilaksanakan.
IbM KELOMPOK TANI LONTAR DI DESA TIANYAR KECAMATAN KUBU Suarsana, I Made; Sukarta, I Nyoman; Rediasa, I Nyoman
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.865 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v4i2.9600

Abstract

Kecamatan Kubu merupakan sentra lontar di Kabupaten Karangasem, bahkan di Bali. Lebih dari 90% kebun lontar Bali ada di Kecamatan Kubu. Produk lontar yang memiliki nilai ekonomi tinggi adalah nira, daun dan buahnya. Per hektar idealnya lahan ditanami 277 pohon. Produktivitas nira lontar per pohon dengan 5 mayang bisa mencapai 6,7 liter perhari. Pemanenan daun tidak akan mempengaruhi produksi nira bila dipanen tidak lebih dari 1 pelepah per bulan. Demikian besar potensi pertanian lontar tetapi belum dikelola petani dengan optimal. Hasil analisis situasi menunjukkan 1) produktivitas pertanian lontar masih sangat rendah yang disebabkan minimnya lontar yang tumbuh di lahan mereka, lontar tumbuh secara alami tanpa ada upaya budidaya, 2) keterampilan pengolahan produk lontar masih kurang beragam, produk olahan petani yang bernilai ekonomi tinggi hanya berupa gula padat (gule ental) atau gula cair (juruh), 3) pemasaran produk lontar dan olahannya masih dilakukan kepada tengkulak dikarenakan para petani sudah terikat hutang. Beberapa terobosan yang dibutuhkan petani lontar di Desa Tianyar guna mengoptimalkan potensi lontar pada lahannya adalah 1) revitalisasi lontar melalui pembenihan, pembibitan dan penanaman lontar serta pemanenan efektif. Petani diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya lontar sehingga mampu mengelola lahan secara efektif dan berkelanjutan. 2) diversifikasi produk olahan lontar. Petani dilatih dan disiapkan untuk mampu memproduksi minuman probiotik berbahan nira serta membuat anyaman lidi (inka) yang diminati pasar. Untuk realisasi terobosan tersebut, a) revitalisasi dilakukan dengan pembibitan seribu kitrik lontar, penanaman bibit lontar, petani langsung dilatih dan didampingi dalam pembenihan, pembibitan penanaman dan pemeliharaan lontar. b) diversifikasi dilakukan dengan pemberian alat dan sampel bahan untuk produksi minuman probiotik serta anyaman inka seperti panci pastereusasi, inkubator, kompor dan stater bakteri. Para petani dilatih dan didampingi langsung memproduksi minuman probiotik dan inka. Hasil pelaksanaan P2M 1) telah mampu membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya lontar mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan serta pemanenan yang efektif, 2) Telah terbentuk kelompok industri rumah tangga dengan kemampuan ipteks terapan dalam mengolah nira menjadi minuman probiotik, 3) telah terbentuk kelompok industri rumah tangga dengan keterampilan membuat anyaman lidi lontar berupa inka serta 4) telah memiliki pengetahuan tentang prosedur pendirian koperasi sebagai langkah inisiasi pembentukan koperasi tani lontar.