Articles
266 Documents
SENA SAKTI (Sekolah Bencana; Siaga, Aksi dan Mitigasi)
Umam, Qoidul;
Rahman, Fahyumi
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (105.181 KB)
|
DOI: 10.23887/jiis.v4i1.13925
Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis penanggulangan bencana tanah longsor berbasis komunitas sekolah dasar, (2) untuk menyusun strategi penyampaian pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana, (3) untuk mengetahui metode yang digunakan guru untuk memberikan pemahaman tentang bencana tanah longsor dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan kajian melalui sumber empirik dan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, studi dokumen, observasi dan wawancara kepada stakeholder terkait yaitu salah satu kepala sekolah dasar di Desa Gitgit. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penanggulangan bencana longsor di Sekolah Dasar dapat dilakukan dengan membentuk komunitas yang terdiri dari (1) agen sosialisasi bencana, (2) agen pertolongan pertama, (3) agen informasi dan komunikasi pasca bencana. sedangkan strategi pengetahuan dan keterampilan mtigasi bencana dilakukan dengan pelatihan keterampilan pertolongan pertama, pembentukan komunitas dan simulasi bencana. Pemahaman tentang bencana longsor diberikan kepada siswa dilakukan terintegrasi pembelajaran di kelas serta memasukkan peran kearifan lokal yang mendukung sebagai upaya dalam memanfaatkan kearifan lokal. Kata kunci: Komunitas, Sekolah Dasar, dan tanah longsor
Analisis Unsur-Unsur Pendidikan Masa Lalu Sebagai Dasar Penentuan Arah Kebijakan Pembelajaran Pada Era Globalisasi
Sulindawati, Ni Luh Gede Erni
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (129.673 KB)
|
DOI: 10.23887/jiis.v4i1.14363
This article aims to analyze the elements of education that have been applied and problems encountered in the past, as well as determining the basis of educational policies that are applied in the globalization era. Elements of education in the past continuously strived for improvement and improvement to a better direction. Basic education policies that can be applied in the future include (1) the transformation of school education to the XX1 century, (2) need to understand the significance of modernization and modernity, (3) modern life filled with inequalities, contradictions and progress can make human lose its meaning in life, to avoid this it is recommended a general education program that gives students the ability to capture the various types of meaning contained in education, and (4) learners need more emphasis on historical education, history is a lesson given to the students to understand why a society in a given time in the past took a certain decision in the face of a particular problem. Students are gradually guided to grasp the meaning of what is behind the visible or physically felt, the students are trained to understand the meaning of the small meaning to the great meaning of the meaning of life itself.
Urgensi Habituasi Nilai Karakter Kemandirian Dan Tanggung Jawab Peserta Didik Sekolah Menengah Keguruan
Lestari, Puji
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (95.793 KB)
|
DOI: 10.23887/jiis.v4i2.16525
Penanaman dan penguatan karakter kemandirian dan tanggung jawabsangat penting bagi peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)mengingat peran SMK menghadapi tantangan di dunia kerja dengantuntutan kebutuhan pembinaan sumber daya manusia yang berkualitas.Oleh karenanya, habituasi nilai karakter kemandirian dan tanggungjawabharus dilakukan. Penelitian kualitatif ini dilaksanakan di SMKN 5Semarang dan SMKN 2 Salatiga, menggali penanaman dan penguatankarakter kemandirian dan tanggungjawab melalui wawancara, observasidan data dari dokumen. Hasil penelitian menunjukkan; bahwa habituasinilai karakter kemandirian dan tanggungjawab dilakukan melalui duabentuk kegiatan, yakni melalui pelajaran PPKn dan melalui kegiatan diluarpembelajaran yang saling terintegrasi. Banyaknya mata pelajaran praktikselama ini, muncul persepsi bahwa mata pelajaran PPKn tidak dianggapsebagai mata pelajaran yang penting di SMK. PPKn menjadi mata pelajaranyang menanamkan karakter bagi peserta didik di SMK selain matapelajaran lainnya. Penilaian karanter kemandirian dan tanggungjawab pada mata pelajaran PPKndiintegrasikan dengan mata pelajaran lainnya, misalnya ketika siswa melaksanakan kegiatan praktikdengan menggunakan “Kartu Kendali Individu”. Dengan demikian, karakter kemandirian dantanggungjawab dapat merembes ke dalam aktifitas peserta didik SMK melalui kegiatan di luar jam kelas.
Strategi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Di Kabupaten Buleleng
Citra, I Putu Ananda
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (108.392 KB)
|
DOI: 10.23887/jiis.v4i2.16530
Penelitian ini dilaksanakan di wilayah pesisir Kabupaten Bulelengdengan tujuan 1) mendeskripsikan potensi sumberdaya pesisir, 2)Menganalisis strategi pemberdayaan masyarakat untuk pengelolaansumberdaya pesisir Kabupaten Buleleng. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah survai didukung dengan metode observasi.Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Analisis datadilakukan dengan teknik analisis deskriptifkualitatif dan analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan, 1) Sumberdaya pesisir di KabupatenBuleleng yang meliputi: (1) sumberdaya hayati yaitu potensi perikanandan terumbu karang, (2) sumberdaya buatan yaitu dermaga dan (3)sumberdaya jasa-jasa lingkungan yaitu keindahan terumbu karang,atraksi lumba-lumba dan pemandangan sunset sebagai potensiekowisata. 2) Strategi pengembangan sumberdaya pesisiruntukpemberdayaan masyarakat pembudidayaan ikan, pelestarian terumbukarang, pelatihan peningkatan pelayanan wisata, penyediaantempatpelelangan ikan, pengadaan modal dan kerjasama bagi usaha-usahamasyarakat dalam membuat kerajinan tangan, penegakan hukum atauawig-awig beserta sanksi, memberikan batasan masuknya produkperikanan dari luar daerah.
Kedudukan Mediasi Penal Dalam Sistem Peradilan Di Indonesia
Purnomo, Beja Suryo Hadi
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (152.071 KB)
|
DOI: 10.23887/jiis.v4i2.16535
Mediasi penal dapat dilakukan jika para pihak yang terlibat dalamperudingan saling menyadari dan menghargai terhadap hasil yangdiperoleh dalam mediasi penal, karena prinsip yang terpenting dalammediasi penal adanya pengakuan kesalahan dan pemberian maaf olehpihak yang dirugikan akibat tindak pidana untuk mencapai penyelesaianberupa win-win solution. Dalam sistem peradilan pidana baik padatingkat penyidikan, penuntutan maupun sidang pengadilandimungkinkan adanya mediasi penal dengan berpegang pada prisipkepastian hukum, kemanfaatan hukum dan keadilan hukum.
STUDI MOBILITAS PENDUDUK: ANALISIS MIKRO PERILAKU MOBILITAS MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Sarmita, I Made;
Treman, I Wayan
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (77.385 KB)
|
DOI: 10.23887/jiis.v3i2.16519
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui frekuensimobilitas, mengetahui hubungan antara frekuensi mobilitas dengan jarakke daerah asal, dan mengetahui hubungan antara frekuensi mobilitasdengan lama tinggal mahasiswa jurusan pendidikan geografi Undiksha diSingaraja. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakanrancangan sensus dari seluruh mahasiswa jurusan pendidikan geografiyang saat penelitian dilakukan masih tercatat aktif sebagai mahasiswa.Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif dan korelasiproduct moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi mobilitasmahasiswa jurusan pendidikan geografi hampir setengahnya terkategorirendah (0-1 kali dalam sebulan). Hal ini sesuai dengan daerah asalmahasiswa yang lebih dari setengahnya adalah mahasiswa dari luarpulau Bali. Sementara mahasiswa yang daerah asalnya dari Bali memilikifrekuensi mobilitas yang terkategori sedang-tinggi (2 - >4 kali dalamsebulan). Hubungan antara jarak daerah asal-daerah tujuan denganfrekuensi mobilitas yang dilakukan mahasiswa adalah negatif dansignifikan. Semakin jauh jarak antara daerah asal-daerah tujuan,frekuensi mobilitas mahasiswa menjadi rendah, begitu sebaliknya. Lamatinggal di daerah tujuan dengan frekuensi mobilitas yang dilakukanmahasiswa tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Baikmahasiswa yang sudah lama tinggal di daerah tujuan maupun mahasiswamutakhir sama sekali tidak berhubungan dengan tinggi-rendahnyafrekuensi mobilitas.
Pembelajaran PPKn Dalam Resonansi Kebangsaan dan Globalisasi
Mahendra, Putu Ronny Angga
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (107.443 KB)
|
DOI: 10.23887/jiis.v4i2.16526
Globalisasi menghadirkan tatanan baru dunia yang lebih terbuka akaninformasi dan modernisasi. Globalisasi tidak hanya memberikan nilaipositif bagi kehidupan manusia, tetapi juga tidak lepas dari pengaruhnegatif yang dibawanya dalam berbagai sisi kehidupan manusia.Dihadapkan pada persoalan globalisasi, tulisan ini memberikan potretbagaimana implementasi. Pancasila sebagai sumber nilai bagi adanyahukum dan kepribadian bangsa Indonesia di tengah-tengah pusaranglobalisasi. Pancasila dalam pusaran globalisasi harus tetap menjadiprinsip dan ideologi kebangsaan yang mampu membangkitkankeyakinan dan rasa percaya diri bahwa kita adalah bangsa yang terhormatdi dunia bukan sebaliknya. PPKn dalam tujuannya bagaimana mampumenghasilkan sifat dan perilaku warga yang baik dan bertanggung jawabserta bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan Negara. Salah satu caradalam mencapai tujuan ini adalah dengan memanfaatkan suatu identitasyang ada dalam suatu masyarakat dalam pembelajaran. Keberadaan suatu identitas bangsa akan ditopangoleh kebudayaan daerahnya masing-masing, dan kebudayaan adalah salah satu pembentuk karaktermasyarakat.
Rintisan Desa Tangguh Bencana (Destana) Di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng
Putra, I Wayan Krisna Eka;
Diatmika, I Putu Gede
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.851 KB)
|
DOI: 10.23887/jiis.v4i2.16531
Kejadian bencana tanah longsor di daerah yang menjadi arteritransportasi Bali Utara dengan Bali Selatan yaitu Desa Gitgit seakanmenjadi fenomena siklus tahunan dengan risiko dampak yang cenderunglebih tinggi, sehingga memaksa pemerintah harus segera melakukanupaya pengurangan risiko bencana. Salah satu kegiatan yang dilakukanadalah merintis Desa Gitgit menjadi Destana, yaitu suatu kegiatan yangditujukan untuk sebuah desa atau kelurahan agar mampu mengenaliancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber dayamasyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkankapasitas demi mengurangi risiko bencana. Melalui program destana,setidaknya risiko bencana yang sering terjadi di Desa Gitgit dapatdiminimalisir, jika bisa dikendalikan 2 indikator risiko bencana yaitu:menurunkan indeks kerentanan dan meningkatkan kapasitas bencana.Guna merintis program Desa Gitgit Tangguh bencana, pihak yang terlibatadalah tim relawan Desa Gitgit, para Kepala Dusun beserta kelompok suka-duka di Desa Gitgit yangdifasilitasi oleh BPBD Kabupaten Buleleng. Tahapan awal dalam merintis desa tangguh bencana yangdilakukan dalam kegiatan ini yaitu : (1) pengkajian risiko bencana dan (2) pembentukan forum PRB Desa.Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah tersedianya berbagai indikator desa tangguh bencana yangmeliputi perencanaan, kelembagaan, pengembangan kapasitas, dan penyelenggaraan penanggulanganbencana.
Pelayanan Sektor Publik Terkait Pengaturan Administrasi Kependudukan Tentang Identitas Anak Dengan Pemberlakuan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016
Adnyani, Ni Ketut Sari
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (82.684 KB)
|
DOI: 10.23887/jiis.v4i2.16536
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pelayanan sektorpublik terkait pengaturan administrasi kependudukan tentang KartuIdentitas Anak. Penelitian ini akan dilakukan untuk mengkaji danmenganalisa: (1) Pengaturan Administrasi Kependudukan terkaitpemberlakuan Permendagri Nomor 2 Tahun. (2) Rancangan modelkebijakan sektor publik terkait dengan administrasi kependudukantentang Kartu Identitas Anak dengan pemberlakuan Permendagri Nomor2 Tahun 2016. (3) Pengembangan model kebijakan sektor publik terkaitdengan administrasi kependudukan tentang Kartu Identitas Anak denganpemberlakuan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016; (4) Dampakperubahan dari kebijakan yang diterapkan bagi pelayanan publik dalamhal administrasi kependudukan tentang Kartu Identitas Anak denganpemberlakuan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016;Penelitian inimerupakan jenis penelitian yuridis empiris dengan menggunakan bahanpenelitian yang terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder.. Teknikanalisis data yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptifkualitatif.
IMPLEMENTASI TEKNIK PALUNGAN BERMEDIASI TANAH LIAT DALAM KRISTALISASI GARAM FLEUR DE SEL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS GARAM RAKYAT DESA LES
Wartawan, I Wayan
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (105.792 KB)
|
DOI: 10.23887/jiis.v3i2.16520
Pembuatan garam Fleur De Sel di desa Les, kecamatanTejakula mempunyai tradisi yang unik dan hasil garam yangartistik. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji dan meningkatkan hasilproduksi garam Fleur De Sel di Desa Les yang diperoleh melaluipenerapan teknik Palungan. Kajian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan metode penelitian deskriptif analitis. Subjek yangdipilih dadalah kelompok usaha garam Sarining Pertiwi di Desa Les.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil produksi garam fleur de seldi Desa Les dipengaruhi oleh suhu atau temperatur ruangan tempatkristalisasi. Pengaruh temperatur ditentukan dari kondisi cuaca,semakin tinggi temperature ruangan tempat kristalisasi garam makasemakin besar hasil produksi.