cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Marliana; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran STAD berbantuan video pembelajaran dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII semester II SMPN 2 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah adalah seluruh siswa kelas VII semester II tahun pelajaran 2014/2015 di SMP N 2 Singaraja dengan jumlah populasi 555 orang siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas VII.5 sebanyak 38 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII.2 sebanyak 38 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk tes objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran STAD dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (thitung = 11,499 > ttabel = 1,665). Rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran STAD adalah 24,76 berada pada kategori sangat tinggi. Rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional adalah 16,18 berada pada kategori sedangi. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran STAD berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII di SMP N 2 Singaraja.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif STAD, multimedia interaktif This study aims to determine significant differences between the sains' learning outcomes of students who take the learning by applying the learning model STAD which assisted by multimedia interactive learning and the learning of students who take the conventional learning model in the second semester of seventh grade students of SMPN 2 Singaraja Academic Year 2014/2015. This study is a quasi-experimental research. The study population was all students of class VII is the second semester of the academic year 2014/2015 in SMPN 2 Singaraja with a population of 555 students. Samples of this research that as many as 38 students VII.5 class as the experimental group and class VII.2 as many as 33 students as a control group. Data were collected with the objective of text-shaped test instruments. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). Results of the study found that there are significant differences between the sain’s learning outcomes of students who take the learning with STAD model of learning and the learning of students who take the conventional learning model (t arithmetic= 11,499> t table = 1,665). The average score sain’s learning outcomes of students who take the learning to the learning model STAD is 24,76 being the very high category. The average score sain;s learning outcomes of students who take the learning with conventional learning model was 16.18 at the medium category. Based on the findings of this study, it can be concluded that the learning model STAD affect the results of sain’s learning students studying in class VII SMPN 2 Singaraja.keyword : cooperative learning model STAD , multimedia interactive
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK PEMBELAJARAN MANDIRI SISWA KELAS VIII ., Ni Made Penawati; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia interaktif untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, serta (3) mengetahui efektivitas multimedia interaktif untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model Hannafin and Peck. Model Hannafin and Peck terdiri atas tiga tahap, yaitu (1) analisis kebutuhan, (2) desain, dan (3) pengembangan dan implementasi. Ketiga tahap model pengembangan ini dijadikan acuan dalam memproduksi, dan memvalidasi multimedia interaktif yang dikembangkan. Validasi multimedia interaktif dilakukan oleh satu ahli isi mata pelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 siswa uji coba perorangan, 12 siswa uji coba kelompok kecil, dan 30 siswa uji coba lapangan. Uji efektivitas multimedia interaktif pada oleh 30 orang siswa uji efektifitas menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, deskritif kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) deskripsi rancang bangun pengembangan multimedia interaktif, mulai dari langkah analisis peserta didik, menyatakan tujuan, memilih metode, media, dan materi, penggunaan media dan bahan, partisipasi peserta didik di kelas, serta penilaian dan revisi; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa. Hasil validasi media yang dilakukan oleh: (a) ahli isi mata pelajaran 93,33%; (b) ahli desain pembelajaran 92%; (c) ahli media pembelajaran 91,66% yang ketiganya ada pada kategori sangat baik serta (d) uji coba perorangan 93,33% dengan kategori sangat baik, uji coba kelompok kecil 87,30%, yang katagori baik dan uji coba lapangan 93,27% yang kategori sangat baik; (3) uji efektivitas hasil pengembangan multimedia interaktif menunjukkan bahwa thitung = 13,345 > ttabel =2,000. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif. Kata Kunci : pengembangan, multimedia interaktif, Bahasa Indonesia This research is aimed at: (1) describing the design of interactive multimedia development for Indonesian subjects, (2) determining the quality of interactive multimedia development, according to expert review and trials performed by the students, and (3) determining the effectiveness of interactive multimedia for Indonesian subjects. This research is a developing research which used Hannafin and Peck models. Hannafin and Peck models consist of three stages: (1) needs analysis, (2) design, and (3) development and implementation. These three stages of development models were used as references in producing and validating the developed interactive multimedia. The validations of this interactive multimedia were done by an expert of content, an expert of instructional design, an expert of instructional media, 3 students for individual trial, 12 students for small group trial, and 30 students for field trial. The effectiveness tests of interactive multimedia which were done by 30 students used pre-test and post-test research designs. The data were collected by questionnaire and tests. The analysis of data using descriptive qualitative analysis, descriptive quantitative and inferential statistical / inductive t-test. The results of this research showed: (1) the description of the design of interactive multimedia development, starting from the learners analysis, stated about the objectives, methods selection, media, and materials, the use of media and materials, participation of students in the class, as well as assessment and revision; (2) the quality of media development according to the expert review and students showed (a) 93.33% from content expert; (B) 92% from the instructional design expert; (C) 91.66% from instructional media expert which three of them were in very good category and (d) 93.33% from individual trial which was in excellent category, 87.30% from small group trial which was in good category and 93,27% from field trial which was in very good category; (3) The result of effectiveness test showed that t = 13.345> t table = 2.000 which meant that there were significant differences in student learning outcomes before and after using this interactive multimedia. keyword : development, interactive multimedia, Indonesian subject
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK PEMBELAJARAN MANDIRI SISWA KELAS VIII ., Ni Made Penawati; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia interaktif untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, serta (3) mengetahui efektivitas multimedia interaktif untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model Hannafin and Peck. Model Hannafin and Peck terdiri atas tiga tahap, yaitu (1) analisis kebutuhan, (2) desain, dan (3) pengembangan dan implementasi. Ketiga tahap model pengembangan ini dijadikan acuan dalam memproduksi, dan memvalidasi multimedia interaktif yang dikembangkan. Validasi multimedia interaktif dilakukan oleh satu ahli isi mata pelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 siswa uji coba perorangan, 12 siswa uji coba kelompok kecil, dan 30 siswa uji coba lapangan. Uji efektivitas multimedia interaktif pada oleh 30 orang siswa uji efektifitas menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, deskritif kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) deskripsi rancang bangun pengembangan multimedia interaktif, mulai dari langkah analisis peserta didik, menyatakan tujuan, memilih metode, media, dan materi, penggunaan media dan bahan, partisipasi peserta didik di kelas, serta penilaian dan revisi; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa. Hasil validasi media yang dilakukan oleh: (a) ahli isi mata pelajaran 93,33%; (b) ahli desain pembelajaran 92%; (c) ahli media pembelajaran 91,66% yang ketiganya ada pada kategori sangat baik serta (d) uji coba perorangan 93,33% dengan kategori sangat baik, uji coba kelompok kecil 87,30%, yang katagori baik dan uji coba lapangan 93,27% yang kategori sangat baik; (3) uji efektivitas hasil pengembangan multimedia interaktif menunjukkan bahwa thitung = 13,345 > ttabel =2,000. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif. Kata Kunci : pengembangan, multimedia interaktif, Bahasa Indonesia This research is aimed at: (1) describing the design of interactive multimedia development for Indonesian subjects, (2) determining the quality of interactive multimedia development, according to expert review and trials performed by the students, and (3) determining the effectiveness of interactive multimedia for Indonesian subjects. This research is a developing research which used Hannafin and Peck models. Hannafin and Peck models consist of three stages: (1) needs analysis, (2) design, and (3) development and implementation. These three stages of development models were used as references in producing and validating the developed interactive multimedia. The validations of this interactive multimedia were done by an expert of content, an expert of instructional design, an expert of instructional media, 3 students for individual trial, 12 students for small group trial, and 30 students for field trial. The effectiveness tests of interactive multimedia which were done by 30 students used pre-test and post-test research designs. The data were collected by questionnaire and tests. The analysis of data using descriptive qualitative analysis, descriptive quantitative and inferential statistical / inductive t-test. The results of this research showed: (1) the description of the design of interactive multimedia development, starting from the learners analysis, stated about the objectives, methods selection, media, and materials, the use of media and materials, participation of students in the class, as well as assessment and revision; (2) the quality of media development according to the expert review and students showed (a) 93.33% from content expert; (B) 92% from the instructional design expert; (C) 91.66% from instructional media expert which three of them were in very good category and (d) 93.33% from individual trial which was in excellent category, 87.30% from small group trial which was in good category and 93,27% from field trial which was in very good category; (3) The result of effectiveness test showed that t = 13.345> t table = 2.000 which meant that there were significant differences in student learning outcomes before and after using this interactive multimedia. keyword : development, interactive multimedia, Indonesian subject
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA KELAS VIII ., Ni Putu Ayu Samiasih; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5610

Abstract

Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII di SMP N 4 Negara masih tergolong rendah, untuk itu dipandang perlu diadakan penelitian tentang pengaruh model pembelajaran talking stick berbantuan video pembelajaran terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran talking stick berbantuan video pembelajaran dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII semester II SMP N 4 Negara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP N 4 Negara dengan jumlah populasi 257 orang siswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 2 kelas yang terdiri dari 64 siswa. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk teks objektif, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan (1) deskripsi data dengan model pembelajaran talking stick berbantuan video pembelajaran berada pada kategori sangat tinggi, (2) deskripsi data dengan model pembelajaran konvensional berada pada kategori tinggi, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran talking stick dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dengan thitung = 18,60 > ttabel = 2,000.Kata Kunci : model talking stick, hasil belajar Results of Indonesian students studying in class VIII SMP N 4 Negara are still relatively low, it is deemed necessary for the research conducted on the effect of talking stick-assisted learning model instructional video on learning outcomes Indonesian. This study aims to determine significant differences between the Indonesian learning outcomes of students who take the learning by applying the learning model talking stick video-assisted learning and the learning of students who take the conventional learning model in the second semester of eighth grade students of SMP N 4. This study is a quasi-experimental research. The study population was all students of class VIII in SMP N 4 Negara with a population of 257 students. Samples were taken at random sampling technique. The number of samples in the study were 2 class consisting of 64 students. Data were collected with the objective of text-shaped test instruments, then analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). The results show (1) a description of the data with the talking stick-assisted learning model instructional videos are at very high category, (2) description of the data with conventional learning models that are in the high category, and (3) there are significant differences between the Indonesian learning outcomes of students who take the learning with talking stick model of learning and the learning of students who take conventional learning models with tarithmetic = 18.60 > ttable = 2.000.keyword : talking stick model, learning outcomes
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL 4D PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., Dadek Arywiantari; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5611

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SMP Negeri 3 Singaraja adalah minimnya media pembelajaran yang memfasilitasi guru dalam proses pembelajaran IPA pada kelas VII semester II, sehingga dilaksanakanlah penelitian yang bertujuan menghasilkan produk multimedia interaktif. Secara operasional tujuan tersebut dirinci kedalam tiga tahapan kerja yang berkaitan, yaitu mendeskripsikan rancang bangun pembelajaran multimedia interaktif; mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif pada pembelajaran IPA; dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan multimedia interaktif terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan 4D. Subjek uji coba terdiri dari uji ahli isi, ahli desain, ahli media, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan rancang bangun multimedia interaktif dengan model 4D meliputi empat tahap sebagai berikut: (a) pendefinisian, (b) perancangan, (c) pengimplementasian, dan (d) penyebaran. Uji ahli isi mata pelajaran IPA berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 94,28%; uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 90,77%; uji ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 90%; uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 93,07%; uji coba kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 92,64% dan uji coba lapangan berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 97,65%. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 27,746. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Jadi harga t hitung lebih besar dari pada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Berarti nilai rerata atau mean posttest yang lebih besar dari nilai rerata atau mean pretest, dapat dikatakan bahwa multimedia interaktif pada mata pelajaran IPA secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar IPA.Kata Kunci : Multimedia Interaktif, IPA, dan Hasil Belajar. Problems were found in SMP Negeri 3 Singaraja is the lack of media that facilitates learning in the learning process of teacher’s science in class VII grade of second half, so it has been conducted research aimed at producing interactive multimedia. Operationally these objectives elaborated into three stages of work-related, which described the design of interactive multimedia learning; described the quality of the development of interactive multimedia in teaching science; and describe the effective used of interactive multimedia on learning outcomes of students in learning science. This type of the study is research and development which used the model of development of 4D. Subject test consisted of test content expert, design experts, media experts, individual test, small groups of test and field test was obtained by using a questionnaire. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis t-test. The results showed the design of interactive multimedia 4D model includes four stages as follows: (a) define, (b) design, (c) develop, and (d) disseminate. Test content expert in the science subjects are excellent qualifications is 94.28%; test instructional design experts are on excellent qualifications is 90.77%; test learning media experts are at a very good qualification is 90%; individual testing are at a very good qualification is 93.07%; small group trial is the excellent qualifications, namely 92.64%, and field trials are in excellent qualifications is 97.65%. The calculation of learning outcomes manually is 27.746 t. T table price of significance level of 5% is 2,021. So the price of t is bigger than t table price. So that H0 was rejected and H1 was accepted. Means that, the mean of posttest value bigger than the mean of pretest value, so it can be concluded that the interactive multimedia in science subjects can improve the learning outcomes of science effectively.keyword : Interactive Multimedia, Science, and Learning Outcomes.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN IPA MODEL HANNAFIN DAN PECK UNTUK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SAWAN ., Ni Luh Putu Megawati; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5612

Abstract

Permasalahan di SMP Negeri 1 Sawan yaitu belum tercapainya tujuan pembelajaran IPA yang maksimal sehingga nilai akhir siswa cenderung rendah. Nilai rata-rata siswa kelas VII adalah 65, yang tentunya masih berada dibawah KKM yang ditentukan, yaitu 80. Bahkan 70% siswa kelas VII masih ada yang mendapatkan nilai dibawah 60. Sehingga dilakukan penelitian produk pengembangan video pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun media video pembelajaran; (2) mengetahui validitas hasil pengembangan media video pembelajaran menurut review ahli dan uji coba oleh siswa serta (3) mengetahui efektivitas penggunaan media video pembelajaran terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D), model yang digunakan adalah Hannafin dan Peck. Model ini terdapat tiga tahapan yaitu, analisis kebutuhan, desain, dan pengembangan dan implementasi. Validasi dilakukan oleh 1 ahli isi mata pelajaran, 1 ahli desain, dan 1 ahli media pembelajaran, 3 siswa uji perorangan, 12 siswa uji kelompok kecil, dan 30 siswa uji lapangan. Efektivitas video pembelajaran dilakukan oleh 30 siswa menggunakan pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan statistik inferensial uji- t. Hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) deskripsi hasil rancang bangun pengembangan video pembelajaran (2) Hasil validasi media yang dilakukan oleh: a) ahli isi mata pelajaran skor 93,8% dan berada pada kualifikasi sangat baik; b) ahli desain pembelajaran skor 90% berada pada kualifikasi sangat baik; c) ahli media pembelajaran 88,9% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan skor 93,3% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji kelompok kecil skor 95,8% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji lapangan skor 88,6% berada pada kualifikasi baik. (3) efektivitas hasil pengembangan video pembelajaran menunjukkan t hitung lebih besar daripada t tabel (to>t tabel) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar siswa setelah menggunakan media (90,67) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,67). Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sawan ini terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media video pembelajaran.Kata Kunci : media video pembelajaran, IPA, dan hasil belajar The problem which is found at SMP Negeri 1 Sawan that have not achieved the goal so that maximum learning science students tend to lower final value. The average value of seventh grade students is 65, which would still be below the specified KKM, which is 80. In fact, 70% of seventh grade students there are getting values under 60. So do the product research development science teaching video. This study aims to: (1) describe result the design instructional video media; (2) determine the validity of the results of the development of instructional video media according to expert review and testing by the students and (3) determine the effectiveness of the use of video media science learning to the learning outcomes of students of class VII. This study is a research & development (R & D), the model used is Hannafin and Peck. This model there are three stages, namely, requirements analysis, design, and development and implementation. Validation is done by one expert course content, one expert design, and one instructional media expert, 3 students individual test, test a small group of 12 students, and 30 students of the field test. The effectiveness of the instructional video performed by 30 students using pre-test and post-test. Data were collected by questionnaire and tests. Analysis of data using qualitative descriptive analysis techniques, quantitative descriptive analysis techniques and inferential statistics uji- t. Results of this research is the development of (1) a description of the design development of instructional video (2) Results of the validation performed by the media: a) the content expert scores 93.8% of subjects were on excellent qualifications; b) instructional design experts score of 90% is at a very good qualification; c) 88.9% of instructional media experts are at a good qualification. The results of individual test score of 93.3% in the excellent qualifications, small groups of test results scores 95.8% in the excellent qualifications, the results of the field test score of 88.6% is at a good qualification. (3) the effectiveness of the development of instructional videos showing t is greater than t table (to> t table) so that H0 rejected and H1 accepted. Student learning outcomes after using the media (90.67) is higher than before using the media (55.67). Thus, research conducted in SMP Negeri 1 Sawan there are significant differences in student learning outcomes before and after using the media instructional video.keyword : video as a learning media, science, and learning outcomes
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF IPA DENGAN MODEL ASSURE UNTUK SISWA KELAS VII SMP 1 SAWAN ., Ni Kadek Ria Anggriani Dewi; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5613

Abstract

Sampai saat ini hasil belajar IPA pada siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Sawan belum memuaskan. Salah satu indikasinya adalah capaian rerata hasil belajar IPA sebesar 60,20 yang masih di bawah angka nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) nasional yang ditetapkan sebesar 80%. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab belum memuaskan hasil belajar tersebut adalah minimnya sumber belajar multimedia yang tersedia di sekolah tersebut. Atas dasar kondisi tersebut, maka dilakukan penelitian pengembangan multimedia pembelajaran interaktif dengan harapan agar hasil belajar mata pelajaran IPA lebih meningkat. Bertitik tolak dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk, (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, (2) menguji validitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif IPA untuk siswa kelas VII SMP, dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model ASSURE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VII F dan VII G SMP Negeri 1 Sawan masing-masing sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Data yang didapatkan dari metode pencatatan dokumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) desain pengembangan multimedia interaktif yang menghasilkan flowchart dan storyboard; (2) kualitas validitas multimedia pemebalajaran interaktif menurut hasil evaluasi ahli isi 98% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil evaluasi ahli desain 90% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil evaluasi ahli media 88% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan 95,3 % berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji kelompok kecil 93,8% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji lapangan 90,7% berada pada kualifikasi baik. (3) hipotesis penelitian berdasarkan perhitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 18,24. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Dengan demikian harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (86) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,83). Jadi dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif adalah efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VII semester genap di SMP Negeri 1 Sawan.Kata Kunci : multimedia pembelajaran interaktif, IPA, dan hasil belajar The learning outcomes of the VII grade students at SMP Negeri 1 Sawan especially in science subject were not yet satisfactory. One of the indications that show this phenomenon was avarege of the students science learning outcomes wich was 60,20 that still under the National Minimum Completeness Standard (KKM) which was 80%. One factor that suspected as the cause of this problem was the availability of multimedia learning sources which were still minimal at SMP Negeri 1 Sawan. On the basis of that problem, the researcher conducted a research in developing an interactive learning multimedia in order to be able to increased students science learning outcomes. furthemore, this research was inteded to (1) describe the design of the interactive learning multimedia development, (2) find out the quality of the science interactive learning multimedia product, (3) recognize the efectivity of the use of the social science interactive learning multimedia for the VII grade even semester students in the academic year 2014/2015. This is research and development, with ASSURE model. This research involved thirthy students of class VII F and VII G of SMP Negeri 1 Sawan. All the datas are colected by recording document, questionaire and testing methods. The datas that have been found by recording document method were analysed by using qualitative descriptive techniques. The datas that have been found by questionaire method were analysed by using qualitative and quantitative descriptive techniques. While, the other datas that have been found by testing method was analysed by using inferential statistic techniques. Instructional content expert evaluation is 98% indicate very good qualification. Design expert evaluation is 90% indicate very good qualification. Media expert evaluation is 88% indicate good qualification. One-to-one testing is 95,3% indicated very good qualification. Small group testing was 93,8% indicated very good qualification. Field testing is 90,7% indicate good qualification. Learning outcome that was calculate manually obtains number of tcount 18,24. Value of ttable 5% significance is 2.000. Therefore tcount is higher than ttable. It can be concluded that H0 is refused and H1 was accepted. Based on the finding, there were significant differences between of civic subject learning outcomes before and after using interactive learning multimedia. Mean score after usage of media (86) is higher than before (55,83). So it can concluded that the multimedia interactive learning is effective improve to the science subject outcomes learning student in class VII even semester at SMP Negeri 1 Sawan.keyword : interactive learning multimedia, science subject, learning outcome
PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS NEO PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X DI SMA NEGERI 1 MENDOYO ., Ni Putu Mega Cahyani Dewi; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5614

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SMA Negeri 1 Mendoyo adalah belum optimalnya hasil belajar mata pelajaran Biologi pada siswa kelas X semester II. Salah satu indikasinya adalah capaian rerata hasil belajar Biologi sebesar 70,36 yang masih di bawah angka nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sebesar 75%. Salah satu faktor yang menjadi penyebab belum optimalnya hasil belajar tersebut adalah minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran cukup rendah. Atas dasar kondisi tersebut maka dilaksanakanlah penelitian yang bertujuan menghasilkan produk e-learning berbasis NEO. Secara operasional tujuan tersebut dirinci kedalam tiga tahapan kerja yang berkaitan yaitu, (1) mendeskripsikan rancang bangun e-learning berbasis NEO, (2) menguji kualitas hasil pengembangan e-learning berbasis NEO, dan (3) mengetahui efektivitas e-learning berbasis NEO untuk meningkatkan hasil belajar Biologi siswa. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Hannafin and Peck. Subjek uji coba adalah siswa kelas X.3 dan X.5 SMA Negeri 1 Mendoyo. Data yang dihasilkan melalui kuesioner kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang dihasilkan dari metode tes dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan, (1) rancang bangun e-learning berbasis NEO diawali dengan fase analisis kebutuhan selanjutnya dihasilkan storyboard, (2) kualitas hasil pengembangan e-learning berbasis NEO menurut review ahli isi sebesar 90,7% pada kualifikasi sangat baik. Hasil review ahli desain pembelajaran sebesar 89% pada kualifikasi baik. Hasil review ahli media pembelajaran sebesar 91,2% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 90,2 % pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 91,39% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 90,1% pada kualifikasi sangat baik. (3) Efektivitas e-learning berbasis NEO diperoleh dari hasil thitung = 10.11>ttabel = 2,000, ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa e-learning berbasis NEO yang dikembangkan dinyatakan valid dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar Biologi pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Mendoyo.Kata Kunci : Pengembangan, E-learning berbasis NEO, Biologi. Problems found in SMA Negeri 1 were not optimal students learning outcomes Biology subjects in class X grade even semester. One of the indications that show this phenomenon was avarege of the students Biology learning outcomes wich was 70,36 that still under the Minimum Completeness Standard (KKM) which was 75%. One factor that suspected as the cause of this problem was the cause results not optimal learning is student interest in learning to follow a fairly low. On the basis of that problem, the researcher conducted a research in developing an e-learning-based NEO. Operationally these objectives elaborated into three phases of work related, (1) describe the design NEO-based e-learning, (2) to test the quality of the development of e-learning-based NEO, and (3) determine the effectiveness of NEO-based e-learning to improve student learning outcomes Biology. The model used is a model development Hannafin development and Peck. Subject test is class X.3 and X.5 SMA Negeri 1 Mendoyo. Data generated through a questionnaire and analyzed by descriptive qualitative and quantitative descriptive. While the data generated from the test method were analyzed by t-test. The results found that, the design of NEO-based e-learning begins with needs analysis phase is further produced storyboards, 2) the quality of the development of e-learning-based NEO according to expert review the contents of 90.7% on the excellent qualifications. Results instructional design expert review by 89% on qualifying well. Results of expert review of instructional media at 91.2% on the excellent qualifications. Individual test results of 90.2% on the excellent qualifications. A small group of test results of 91.39% on excellent qualifications. Field test results of 90.1% on the excellent qualifications. 3) The effectiveness of e-learning-based NEO obtained from with tcount = 10,11 >ttable = 2,000 this means that H0 denied and H1 received. So it can be concluded that the e-learning-based NEO was valid and effective to improve the learning outcomes of Biology in class X SMA Negeri 1 Mendoyo.keyword : Development, e-learning-based NEO, and Biology
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS ., Ratu Ayu Astri Desiani; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5619

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara Siswa yang mengikuti model pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan multimedia interaktif dengan Siswa yang mengikuti model pembelajaran Konvensional di kelas VII SMP Negeri 7 Singaraja. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 7 Singaraja kelas VII.A yang berjumlah 22 orang dan kelas VII.D yang berjumlah 23 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes objektif yang berjumlah 37 soal. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Perhitungan hasil belajar secara manual diperoleh rata-rata skor hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif sebesar 29.26 lebih tinggi dari rata-rata skor siswa siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional sebesar 22.45. Hasil thitung = 4.419 > ttabel =2,000 pada taraf signifikasi 5%. Jadi harga t hitung lebih besar dari pada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan yang menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa dibandingkan dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensionalKata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament), multimedia interaktif, hasil belajar IPS Research is aimed at describing difference social studies lesson that significantly between students attending cooperative learning model type Teams Games Tournament (TGT) receive aid multimedia interactive with the students learning model that follow conventional class VII junior high school 7 Singaraja. Subject in this research is that the students are junior high school 7 Singaraja class, which VII-22 people and the class VII .D, which 23 people. The method data collection that was used in this research is what amount objective testing method 37 questions. Data analyzed by using analysis of descriptive terms of quantity. The count learning manually, average scores learning social studies students attending model of teaching TGT (Teams Games Tournament) receive aid multimedia interactive learning of 29.26 the average scores students learning model students who follow conventional of 22.45 . Thitung= 4,419 > ttabel =2,000 at any level 5 percent. So rates t count higher than the price t table so H0 was rejected and H1 received. There are differences that significantly to show that learning cooperative learning that follow model type PRECARIOUS (Teams Games Tournament) receive aid multimedia interactive learning learning outcomes have an effect on to social studies students compared with groups of students who follow conventional teaching.keyword : cooperative learning model TGT (Teams Games Tournament), multimedia interactive learning, learning outcomes IPS
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PENJASORKES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 1 NEGARA ., Putu Yadi Santika Dana; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5658

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan desain pengembangan media video pembelajaran; (2) menguji validitas hasil pengembangan media video pembelajaran; dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan media video pembelajaran terhadap hasil belajar Penjasorkes siswa kelas X SMA. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin dan Peck. Prosedur pengembangan mengacu pada model yang dipilih. Pengambilan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pencatatan dokumen, kuesioner/angket, dan tes objektif. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 97,3% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 85,3% pada kualifikasi baik. Ahli media sebesar 89,3% pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 95,5% dan hasil uji kelompok kecil sebesar 98,6% masing-masing pada kualifikasi sangat baik, serta hasil uji lapangan sebesar 98,4% pada kualifikasi sangat baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji cobakan. Penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar Penjasorkes siswa setelah menggunakan media (86) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,66). Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 1 Negara ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video pembelajaran efektif digunakan dalam pembelajaran Penjasorkes kelas X.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, hannafin & peck This research aimed to (1) describe the design of instructional video development, (2) examine the result’s validity instructional video development; and (3) find out the effectiveness of instructional video development toward Penjasorkes students’ learning outcome at grade X in SMA. This research was research and development by using Hannafin and Peck model. Data collected by using the method of recording documents, questionnaires, and written test. Data collection instruments used were documents recording sheet, questionnaire, and objective tests. The result of the expert evaluation showed that 97,3% in the category of very good. The result of expert design showed that 85,3% in the category of good. The result of expert media showed that 89,3% in the category of good. Individual test result as 95,5 %, small group test result as 98,6%, and each of them were on excellent qualification, also field test as 98,4 % in excellent qualification thus the media was valid to be tested. The calculation of the learning outcome t was greater than t table so that H0 was rejected and H1 accepted. Penjasorkes students’ learning outcome was higher after using media (86) rather than using media (55,66). Thus,the research’s conclusion which conducted at SMA Negeri 1 Negara as instructional video was effective to be used in teaching Penajsorkes at grade X.keyword : development, instructional video, hannafin & peck