cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MODEL LUTHER DALAM MATA PELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI SMP NEGERI 5 NEGARA ., Ni Kadek Tina Pirgayanti; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.4955

Abstract

Sampai saat ini hasil belajar IPS pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Negara belum memuaskan. Salah satu indikasinya adalah capaian rerata hasil belajar IPS sebesar 67 yang masih di bawah angka nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) nasional yang ditetapkan sebesar 75%. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab belum memuaskan hasil belajar tersebut adalah masih relative minimnya sumber belajar multimedia yang tersedia di sekolah tersebut. Atas dasar kondisi tersebut, maka dilakukan penelitian pengembangan multimedia pembelajaran interaktif dengan harapan agar hasil belajar mata pelajaran IPS lebih meningkat. Bertitik tolak dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, (2) mengetahui kualitas produk multimedia pembelajaran interaktif mata pelajaran IPS, (3) mengetahui efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif dalam mata pelajaran IPS pada siswa kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Luther. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah metode pencatatan dokumen,kuesioner, dan tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah pencatatan dokumen, angket, dan perangkat tes/ soal.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menemukan bahwa (1) desain pengembangan multimedia interaktif yang menghasilkan flowchart dan storyboard; (2) kualitas validitas multimedia pemebalajaran interaktif menurut review ahli isi mata pelajaran adalah 98%,review ahli desain pembelajaranadalah 88%, review ahli media pembelajaran adalah 81,25%, uji coba perorangan adalah 82%, uji coba kelompok kecil adalah 88,5%, dan uji coba lapangan adalah 99%, sehingga secara umum multimedia pembelajaran interaktif yang dihasilkan dalam penelitian ini dikategorikan baik atau valid; (3) hipotesis penelitian menunjukkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima. Oleh karena itu, multimedia interaktif yang dihasilkan dalam penelitian dinyatakan efektif meningkatkan hasil belajar IPS di SMP Negeri 5 Negara dengan perolehan thitung=16,05>ttabel = 1,993. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan dinyatakan valid dan efektif dalam pembelajaran mata pelajaran IPS untuk siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 5 Negara, Jembrana Bali.Kata Kunci : Pengembangan, Multimedia, Model Luther, IPS The learning outcomes of the VIII grade students at SMP Negeri 5 Negara especially in social science subject were not yet satisfactory. One of the indications that show this phenomenon was avarege of the students social science learning outcomes wich was 67 that still under the National Minimum Completeness Standard (KKM) which was 75%. One factor that suspected as the cause of this problem was the availability of multimedia learning sources which were still minimal at SMP Negeri 5 Negara. On the basis of that problem, the researcher conducted a research in developing an interactive learning multimedia in order to be able to increased students social science learning outcomes. furthemore, this research was inteded to (1) describe the design of the interactive learning multimedia development, (2) find out the quality of the social science interactive learning multimedia product, (3) recognize the efectivity of the use of the social science interactive learning multimedia for the VIII grade even semester students in the academic year 2013/2014. This research was using Luther model. Methods of data collection used in this study were document study, questionnaire, and test. The intruments of the data collection were document study, questionnaire, and test. Technigues of data analysis were descriptive qualitative analysis, descrivtive quantitative and statistic inferential analysis (t-test). The result of the study showed that (1) the disgn of the interactive multimedia develovnment which resulted in flowchart and storyboard, (2) the quality on the validity of the interactive learning multimedia accordiing to the review of the subject content expert was 98%, the review of the learning design expert was 88%, the review of the learning media expert was 81,25%, individual tryout was 82%, the small groups tryout was 88,5%, and the field tryout was 99%. Based on these result, the interactive learning multimedia was chategorized as good or valid in general, (3) Research shows that the hypothesis Ho denied and H1 received. Therefore, the interactive learning multimedia which develoved was effectively increasad the students social science learning outcomes in SMP Negeri 5 Negara with tcount = 16,05 >ttable = 1,993. According to the result of the study, it can be concluded that the interactive learning multimedia developed on this study was valid and effective to be taught to the students especially to teach social science subject for the VIII grade even semester students in SMP Negeri 5 Negara, Jembrana Bali. keyword : Development, multimedia, Luther model, social science
PENGARUH MODEL SNOWBALL THROWING BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Ni Luh Putu Kamela Tristiana Dewi; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5596

Abstract

Permasalahan pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Singaraja adalah rendahnya hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII. Penelitan ini bertujuan 1) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif, 2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, dan 3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional di kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMPN 2 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan rancangan Posttest-Only Control Design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VIII SMPN 2 Singaraja yang berjumlah 588 orang dengan sampel kelas VIII.12 dan VIII.14. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan: (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif menunjukkan skor rata-rata 24,96 berada pada kategori sangat tinggi, (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional menunjukkan skor rata-rata 16,39 berada pada kategori sedang, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran koperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung = 10,645 > ttabel = 1,665). Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMPN 2 Singraja. Kata Kunci : snowball throwing, multimedia interaktif, hasil belajar The problem faced in learning IPA in SMP Negeri 2 Singaraja was the lowliness of eigthth grade students’ learning outcomes. This study was aimed 1) to describe the learning outcomes on IPA of students who given cooperative learning model especially Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia, 2) to describe the students’ learning outcomes on IPA of students who given conventional technique, 3) to investigate the significant difference of the learning outcomes of IPA between students who are taught by Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia and conventional technique on eighth grade students in SMPN 2 Singaraja academic year 2014/2015. This study was quasy experiment with Posttest-Only Control Design. The samples were VIII.12 and VIII.14. The population was eighth grade students which included 588 students. The data gathered was students learning outcomes. The instrument used was objective test. The data was analyzed with descriptive statistic and inferential statistic using t-test. The result of the study showed 1) the students learning outcomes on IPA who were taught by Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia had the mean score 24.96 which was on highest category, 2) the students’ learning outcomes on IPA who are taught by conventional technique had the mean score 16.39 which was on average category, 3) there was a significant difference on students’ learning outcomes on IPA between students who are taught by Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia and conventional technique where the tobserved (10.645) was higher than tcritical value (1.665). It concluded that Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia had significant effect on eighth students’ learning outcomes on IPA in SMPN 2 Singaraja in academic year 2014/2015.keyword : snowball throwing, interactive multimedia, learning outcomes
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MODEL ADDIE PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS IV SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI SD NEGERI 1 GOBLEG SINGARAJA ., Gede Agus Febrianto; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5597

Abstract

Dalam penelitian pengembangan ini menghasilkan produk media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam berupa multimedia pembelajaran interaktif dikemas dalam bentuk cd (compact disk). Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu (1) mendeskripsikan desain multimedia pembelajaran interaktif, (2) menguji validitas hasil multimedia pembelajaran interaktif Ilmu Pengetahuan Alam untuk siswa kelas IV SD, (3) mengetahui efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas IV SD. Jenis penelitian ini, menggunakan model ADDIE. Penelitian melibatkan siswa kelas V dan IV SD Negeri 1 Gobleg sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan metode (a) pencatatan dokumen (b) kuesioner dan (c) tes. Data dari metode pencatatan dokumen, menghasilkan laporan pengembangan produk. Data kuesioner, dibuat dalam bentuk angket instrument. Sedangkan data yang didapat dari metode tes diperoleh dari pretest dan posttest siswa. Hasil penelitian menunjukan (1) desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif ini meliputi: (a) pencatatan dokumen, (b) mengembangkan Flowchart, (c) mengembangkan Storyboard. (2) tahap validitas dilakukan uji ahli isi mata pelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (persentase= 94%), uji ahli media berada pada kualifikasi baik (persentase= 84%), uji ahli desain berada pada kualifikasi sangat baik (persentase= 90%), uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (persentase= 91,3%), uji kelompok kecil berada pada kualifikasi baik (persentase= 89,3%), dan uji lapangan berada pada kualifikasi sangat baik (persentase= 90,7%) serta (3) uji efektifitas t hitung (6, 85) lebih besar dari t tabel (2,000) menunjukan perbedaan yang signifikan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif pada siswa di SD Negeri 1 Gobleg.Kata Kunci : multimedia, model ADDIE, Ilmu Pengetahuan Alam By using ADDIE Model, this present educational research and development produce a Natural Science subject learning media in the form of interactive multimedia learning packaged on CD (compact disk) format. The purposes of this study are (1) to describe the design of interactive multimedia learning; (2) to test the validity of result of Natural Science interactive multimedia learning designed for 4th grade of elementary school students; and (3) to investigate the effectiveness of using interactive multimedia learning toward 4th grade elementary school students’ result study in Natural Science subject. This study involved 5th and 4th of grade elementary school students (30 students for each grade) of SD Negeri I Gobleg. The data were collected by means of (a) documentation which results in product development report; (b) survey questionnaire; and (c) doing pretest and posttest. The results show that (1) the design of interactive multimedia learning consist of (a) document recording, (b) development of flowchart, and (c) development of Storyboard; (2) the validity test stage conducted by the subject-content expert test categorized the interactive multimedia learning as “high qualified”, given the score rate of 94%; categorized as “qualified” by the learning-media expert test (score rate of 84%), categorized as “high qualified” by the design expert test (score rate of 90%), categorized as “high qualified” by individual test (score rate of 91,3%), categorized as “qualified” by small-group test (score rate of 89,3%) and categorized as “high qualified” by environment test (score rate of 90,7%); and (3) since test statistic (6,85) exceeds the critical value (2,00), the effectiveness test indicated the significance difference between the elementary school students’ study result of Natural Science subject for two experimental group (before and after treatment). keyword : multimedia, Natural Science, ADDIE model
PENGEMBANGAN MEDIA E-LEARNING GOESMART BERBASIS COLABORATIVE LEARNING DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015 DI SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., Gede Dedy Dharmayasa; ., Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5598

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih rendahnya nilai mata pelajaran Bahasa Inggris kelas VII di SMP Negeri 4 Singaraja, selain itu juga pembelajaran yang masih konvensional, maka dari itu untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran bahasa inggris kelas VII di SMP Negeri 4 Singaraja perlu dikembangkan e-learning goesmart, dengan tujuan adalah 1) Mendeksripsikan rancang bangun media pembelajaran e-learning goesmart yang membantu memudahkan siswa dalam belajar di kelas 2) Mendekskripsikan kualitas pembelajaran e-learning goesmart yang membantu memudahkan siswa dalam belajar di kelas. 3) Mendekskripsikan efektifitas pembelajaran e-learning goesmart yang membantu memudahkan siswa dalam belajar di kelas VII SMP Negeri 4 Singaraja. Model pengembangan menggunakan model ADDIE. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, wawancara, kuisioner dan tes. Data dianalisis secara deskriptif dengan paired sampel t-test. Validasi produk mencakup (a) uji ahli, (b) uji coba responden siswa, dan (c) uji coba guru mata pelajaran. Hasil review media sebesar 78% (baik). Hasil review ahli desain pembelajaran sebesar 78% (baik). Hasil coba perorangan sebesar 94% (sangat baik). Hasil uji coba kelompok sebesar 82,2% (baik). Hasil uji coba user/guru mata pelajaran sebesar 78% (baik). Hasil tanggapan siswa untuk uji lapangan sebesar 77% (baik). Perhitungan hasil dengan menggunakan uji-t, setelah dibandingkan hasil belajar antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran e-learning mendapatkan hasil t-hitung = 10,985 . Pengaruh penggunaan media pembelajaran e-learning sangat signifikan. Hasil belajar berdasarkan rata-rata posttest sebesar 89,47 yang berkualifikasi baik, nilai posttest lebih tinggi dari KKM sebesar 67, menunjukkan bahwa penggunaan media e-learning baik dan efisien dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Kata Kunci : pengembangan, media e-learning, bahasa inggris, model ADDIE The problem in this research is the low value of teaching English class VII in SMP Negeri 4 Singaraja, while also learning still conventional, therefore to improve learning outcomes in the subjects of English class VII in SMP Negeri 4 Singaraja need to develop e-learning goesmart, with the aim is 1) Describe the design of e-learning instructional media goesmart which help facilitate students 'learning in the classroom 2) Mendekskripsikan quality e-learning goesmart which help facilitate students' learning in the classroom. 3) Mendekskripsikan effectiveness of e-learning goesmart which help facilitate students' learning in class VII SMP Negeri 4 Singaraja. ADDIE development model using the model. Data collected by the method of recording documents, interviews, questionnaires and tests. Data were analyzed descriptively by paired sample t-test. Validation of products includes (a) test experts, (b) testing the student respondents, and (c) testing the subject teachers. Results of the review of media is 78% (good). Results instructional design expert review is 78% (good). Results of individual testing is 94% (very good). Results of the small group testing is 82.2% (good). The results of the user / subject teachers testing is 78% (good). Results of student responses in the real testing is 77% (good). Calculation results using t-test, after learning result compared between before and after the use of e-learning media instructional to get the t-test = 10.985 . The effect of using e-learning media is very significant. Learning result based on the average posttest at 89.47 which qualified good, value higher than the posttest KKM is 67, indicates that the use of e-learning media is good and efficient in learning English. keyword : development, e-learning media, english subject, ADDIE model.
PENGARUH MODEL TAKE AND GIVE BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPS ., Ni Luh Gede Sri Yuliastini; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5599

Abstract

Permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 2 Singaraja adalah rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh cara mengajar guru yang masih konvensional, oleh karena itu penelitian ini bertujuan 1) mendeskripsi hasil belajar IPS siswa kelompok eksperimen yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give berbantuan multimedia interaktif, 2) mendeskripsikan hasil belajar IPS siswa kelompok kontrol yang mengikuti model pembelajaran konvensional, 3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan Randomize Subjects Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII berjumlah 555 orang dengan sampel kelas VII.13 dan VII.14.Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan (1) hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give berbantuan multimedia interaktif menunjukkan skor rata-rata 24,61 berada pada kategori sangat tinggi, (2) hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional menunjukkan skor rata-rata 16,28 berada pada kategori sedang, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give berbantuan multimedia interaktif dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung=11,27>ttabel1,667). Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give berbantuan multimedia interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci : Take and Give, multimedia interaktif The problem faced in learning IPS in SMP Negeri 2 Singaraja was lowliness of the learning outcomes which was caused by the conventional teaching technique implemented, so the present study aimed in 1) to describe the learning outcomes on IPS of students in experimental group who given cooperative learning model especially Take and Give technique combined with interactive multimedia, 2) to describe the learning outcome on IPS of control group students who given conventional technique, 3) to investigate the significant difference of the learning outcomes of IPS between students who are taught by Take and Give technique combined with interactive multimedia and Conventional technique. The study was quasy experiment with Randomize Subjects Posttest Only Control Group Design. The population was seventh grade students which included 555 students. The samples were VII.13 and VII.14 classes. The data was the learning outcomes on IPS. The instrument used was objective test. The data was analyzed with descriptive statistic and inferential statistic using t-test. The result of the study showed 1) the students’ learning outcomes on IPS who are taught by Take and Give technique combined with interactive multimedia had the mean score 24.61 which is on highest category, 2) the students’ learning outcomes on IPS who are taught by conventional technique had the mean score 16.28 which was on average category, 3) there was a significant difference on students’ learning outcomes on IPS between students who are taught by Take and Give technique combined with interactive multimedia and Conventional technique where the tobserved (11.27) was higher than tcritical value (1.667). It can be concluded that Take and Give technique combined with interactive multimedia had significant effect on students’ learning outcomes on IPS of seventh grade students in SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2014/2015. keyword : Take and Give, interactive multimedia.
Pengembangan E-Learning dengan Model Waterfall Pada Mata Pelajaran IPA di SMP Negeri 1 Singaraja ., Isyarotullatifah; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5600

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan e-learning pada mata pelajaran IPA, (2) mendeskripsikan kualitas hasil validasi pengembangan e-learning yang dikembangkan menurut review para ahli dan uji coba produk pada mata pelajaran IPA, (3) untuk menguji efektivitas e-learning yang dikembangkan terhadap hasil belajar mata pelajaran IPA. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dan model pengembangan yang digunakan adalah model waterfall yang terdiri dari enam tahap: (1) analisis prasyarat, (2) desain sistem, (3) implementasi/pelaksanaan, (4) pengujian, (5) penyebaran dan (6) pemeliharaan/perawatan. Proses pengembangan mengacu pada model yang dipilih. Subjek validasi dan uji efektivitas terdiri dari seorang ahli isi, seorang ahli desain pembelajaran, seorang ahli e-learning, tiga orang siswa untuk uji perorangan, 12 orang untuk siswa uji kelompok kecil, serta 28 orang untuk siswa uji lapangan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes tertulis. Mengacu pada metode, maka instrumen yang digunakan adalah lembar pencatatan dokumen, kuesioner/angket, dan tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan efektivitas pengembangan e-learning menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan pembelajaran dengan menggunakan e-learning sebagai komplemen terhadap hasil belajar IPA. Perhitungan hasil belajar diperoleh t hitung sebesar 2,992 dan harga t tabel dengan taraf signifikansi 5% adalah 2,005. Dapat dikatakan bahwa e-learning pada mata pelajaran IPA secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar IPA.Kata Kunci : pengembangan, e-learning IPA, model waterfall This research aims (1) to describe the architecture development of e-learning in science subjects, (2) describe the quality of the results of the validation of the development of e-learning are developed according to the review experts and product trials in science subjects, (3) to test the effectiveness of e-learning developed against the results of the study science subjects. This research is the development and the development model used is the waterfall model which consists of six stages: (1) requirements analysis, (2) system design, (3) implementation, (4) testing, (5) deployment and (6) maintenance. Development process refers to the selected model. The subject of validation and testing of the effectiveness consists of a content expert, an expert in instructional design, an expert in e-learning, three students for individual test, 12 students to test in small groups, as well as 28 people for field test. Data was collected using the method of recording documents, questionnaires and tests. Referring to the method, the instrument used was a record of documents, questionnaires and tests. The collected data were analyzed by using qualitative descriptive analysis techniques, quantitative descriptive analysis techniques and techniques of inferential statistical analysis (t-test). The results showed the effectiveness of e-learning development shows that there are significant differences in the application of learning using e-learning as a complement to the results of learning in science subjects. Calculation of learning outcomes obtained t count equal to 2.992 and the price t table with a significance of 5% level is 2.005. It can be said that e-learning in science subjects can effectively improve learning result of science subjects.keyword : development, e-learning science, waterfall model
PENGEMBANGAN PORTAL E-LEARNING BERBASIS SCHOOLOGY PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII DI SMPN 1 BANJARANGKAN ., Kade Ferry Apriyana; ., Drs. Nyoman Wirya; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5603

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancangan pengembangan portal e-learning berbasis Schoology pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarangkan tahun pelajaran 2014/2015, (2) mengetahui kualitas portal e-learning berbasis Schoology dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan portal e-learning berbasis Schoology. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin & Peck. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII.1 sebanyak 30 orang dan kelas VIII.3 sebanyak 30 orang. Validasi data terdiri dari ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu angket, pencatatan dokumen dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif, analisis deskriptif kualitatif, dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini adalah (1) Rancangan pengembangan portal e-learning berbasis Schoology terdiri dari tiga fase, yakni fase analisis kebutuhan, fase desain, serta fase pengembangan dan implementasi. (2) Hasil evaluasi ahli isi mata pelajaran berada pada kualifikasi baik (88%), hasil evaluasi ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (88%), hasil evaluasi ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (92%), hasil uji perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (92%), hasil uji kelompok kecil berada pada kualifikasi baik (87,8%), dan hasil uji lapangan berada pada kualifikasi sangat baik (95,1%). (3) Perhitungan hasil uji efektivitas diperoleh nilai rerata pre-test (54,33) lebih kecil dari nilai post-test (80,33) dan thitung (20,800) lebih besar dari harga ttabel (2,000) pada taraf signifikansi 5%, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPS sebelum dan sesudah menggunakan portal e-learning berbasis Schoology. Dengan demikian dapat disimpulkan portal e-learning berbasis Schoology efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarangkan tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : pengembangan, e-learning, schoology, IPS This development study aims to (1) describe the design of the e-learning portal based Schoology development in social studies class VIII SMP Negeri 1 Banjarangkan school year 2014/2015, (2) knowing the quality of e-learning portal based Schoology and (3) determining the effectiveness of the portal based Schoology e-learning use. This development study using Hannafin & Peck model. The study involved 30 student of class VIII.1 and 30 student of class VIII.3. Data validation consists of the subject teacher, instructional design experts, media experts learning, individual test, small group test, and field test. Data collection methods were used are the questionnaire, recording documents and test. Data analysis techniques were used are quantitative descriptive analysis, qualitative descriptive analysis and inferential statistical analysis (t-test). The results of this study were (1) The design of an e-learning portal based Schoology development consists of three phases, which is the requirement needs assess phase, design phase, and the phase of develop and implement. (2) The results of the expert evaluation of the subjects teacher were in good qualifications (88%), learning design expert evaluation results in the excellent qualifications (90%), the evaluation results of learning media expert in the excellent qualifications (92%), individual test results were in excellent qualifications (92%), small groups of test results in the good qualifications (87,8%), and the results of field tests in the excellent qualifications (95,1%). Pre-test average value (54.33) is smaller than the value of post-test (80.33). Calculation of learning outcomes data obtained tcount results (20,800) greater than the ttable value (2,000) at significance level 5%, so H0 was rejected and H1 was accepted. This means there is a significant difference between the results of social studies before and after using the e-learning portal based Schoology. It can be concluded that e-learning portal based Schoology is effective to improve learning outcomes in social studies of student class VIII SMP Negeri 1 Banjarangkan school year 2014/2015.keyword : development, e-learning, schoology, social sciences
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR PKN ., I Gusti Agung Ayu Novia Cahyani; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5604

Abstract

Hasil belajar PKn siswa kelas VII SMP di SMP Negeri 1 Sawan masih tergolong rendah, untuk itu dipandang perlu diadakan penelitian tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan multimedia pembelajaran terhadap hasil belajar PKn. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan multimedia pembelajaran dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 yang berjumlah 10 kelas, yang berjumlah 338 siswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 2 kelas yang terdiri dari 62 siswa. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes pilihan ganda, selanjutnya dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan multimedia pembelajaran dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan t hitung 6,045 > t tabel 2,000. Hal ini berarti terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan multimedia pembelajaran terhadap hasil belajar PKn siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Sawan.Kata Kunci : STAD, multimedia, hasil belajar PKn Civics education learning outcomes of students in 7th grade in SMP Negeri 1 Sawan still relatively low, it is necessary to more carefully conducted studies on the effects of cooperative learning models types STAD assisted multimedia learning on learning outcomes PKn. This research aims to differences of learning outcomes of civic education between students who followed cooperative learning types STAD assited multimedia learning and students who followed conventional learning on 7th grade in SMP Negeri 1 Sawan. This research is a quasi experimental research. Population of this research was all of students on 7th grade in SMP Negeri 1 Sawan consisted of 10 classes which the total was 338 students. Sample of this research was taken by cluster random sampling tehcnique. Total of sample in this research was 2 classes consisted of 62 students. The data were taken using a multiple-choice test instrument, then analyzed with descriptive statistical analysis and inferential statistics, namely t-test to test for differences in student learning outcomes.The results show there are differences in learning outcomes of civics education students who followed cooperative learning models types STAD assisted multimedia learning and learning with conventional learning models with t count 6,045 > t table 2,000 . This means there is effect application of cooperative learning model type STAD assisted multimedia learning for learning outcomes of Civics on 7th grade SMP Negeri 1 Sawan.keyword : STAD, multimedia, learning outcomes of civic education
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan Model ADDIE Untuk Siswa Kelas VII Semester Genap Tahun Pelajaran 2014-2015 Di SMP Negeri 1 Banjar ., I Gede Hendra Prastya; ., Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proses rancang bangun multimedia pembelajaran dengan materi Peristiwa Alam pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII semester genap di SMP N 1 Banjar, (2) mengetahui kelayakan kualitas multimedia pembelajaran dengan materi Peristiwa alam tersebut, dan (3) mengetahui efektivitas hasil pengembangan Multimedia Interaktif terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia kelas VII semester Genap di SMP Negeri 1 Banjar tahun pelajaran 2014-2015. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Banjar tahun pelajaran 2014-2015. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner dan metode pencatatan dokumen serta Penelitian pengembangan ini menggunakan tiga teknik analisis data, yaitu teknik analisis deskriptif kuantitatif, teknik analisis deskriptif kualitatif, dan statistika inferensial. Hasil penelitian ini adalah (1) desain multimedia interaktif yang dikembangkan dan disusun secara sistematis dengan tahap Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation. (2) Kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif menurut uji ahli isi sebesar 93% dengan kualifikasi sangat baik, ahli desain 92% dengan kualifikasi sangat baik, ahli media 88% dengan kualifikasi baik, uji perorangan 90% dengan kualifikasi sangat baik, uji kelompok kecil 91,2% dengan kualifikasi sangat baik dan uji lapangan 90,06% dengan kualifikasi sangat baik. (3) Efektifitas pengembangan multimedia pembelajaran interaktif Bahasa Indonesia telah dilakukan dengan metode tes untuk mendapat nilai rata-rata pretest sebesar 49,45 dan postest sebesar 82,37 serta nilai t hitung sebesar 58 dengan t tabel 2,000 taraf signifikan 5%. Jadi harga t hitung lebih besar daripada t tabel , h0 ditolak dan h1 diterima, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia.Kata Kunci : multimedia pembelajaran, model ADDIE, bahasa indonesia This study aimed at (1) finding out the process of teaching multimedia planning about natural phenomenon in Indonesian language for grade VII even semester in SMP N 1 Banjar, (2) finding out the quality feasibility of the teaching multimedia planning about natural phenomenon,and (3) finding out the result effectiveness of interactive multimedia development toward the students’ Indonesian language learning result in grade VII eve semester in SMP Negeri 1 Banjar in the academic year of 2014-2015. The kind of this study is development study that applied ADDIE model. The subjects of this study were students in grade VII in SMP Negeri 1 Banjar in the academic year of 2014-2015. The data collection method used was questionnaire and documentation method and also this development study use 3 technique data analyze, that is analyze descriptive quantitative, analyze descriptive qualitative and statistic inferential. The result showed that (1) interactive multimedia design which was developed and arranged systematically by steps of Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation, (2) the quality of interactive multimedia development according to the expert of content is about 93% with the best qualification, design is about 92% with the best qualification, media is about 88% with the good qualification, individual is about 90% with the best qualification and field test is about 90,06% with the best qualification, and (3) the effectivty of Indonesian language interactive teaching multimedia development had been conducted by using test method to gain pretest is about 49,45 and postest is about 82,37 average score and also t score is about 58 with t table is about 2,000 degree significance 5%. T score more than t table, Ho is rejected and H1 is accepted, so there is significance diverification about the result of study Indonesia Language.keyword : teaching multimedia, ADDIE model, Indonesian language
PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS MOODLE PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA ., I Gusti Ngurah Putu Mei Wartama; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5606

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SMP Laboratorium Undiksha adalah belum tersedia sistem pembelajaran online mata pelajaran IPA kelas VIII dan kurangnya pemanfaatan hotspot sekolah untuk menunjang proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan proses rancang bangun e-learning berbasis moodle pada mata pelajaran IPA, (2) mengetahui hasil validasi e-learning berbasis moodle, (3) mengetahui efektivitas e-learning berbasis moodle pada mata pelajaran IPA. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4-D(define, design, develop, desseminate). Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes dengan instrumen kuesioner dan tes hasil belajar berupa tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah 1) proses rancang bangun e-learning berbasis moodle termasuk kedalam tahapan perancangan(design) dan pengembangan(develop) pada model 4-D. Proses rancang bangun e-learning melalui tiga tahapan yaitu: a)pembuatan flowchart, b)pembuatan storyboard, dan c) pengembangan storyboard. 2) hasil validasi e-learning berbasis moodle pada mata pelajaran IPA menurut penilaian ahli dan siswa yaitu: a) ahli bidang studi 90,66%, b) ahli desain pembelajaran 92%, c) ahli media pembelajaran 90,66%, tiga ahli berada pada kategori sangat baik serta d) uji coba perorangan 91,5% berada pada kategori sangat baik, e) uji coba kelompok kecil 91,2% berada pada kategori sangat baik, dan e)uji coba lapangan 86% berada pada kategori baik. 3) Efektivitas hasil pengembangan e-learning menunjukkan thitung = 19,72 > ttabel =2,000, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA sebelum dan setelah menggunakan e-learning berbasis moodle. Dengan demikian, e-learning yang dikembangkan efektif digunakan dalam proses pembelajaran IPA.Kata Kunci : Pengembangan, E-learning, Moodle, IPA The problems were found in SMP Laboratorium Undiksha is not available online learning system for teaching science class VIII and the lack of utilization school hotspot to support learning process. This research aimed to: (1) described the design and develop process of e-learning based moodle in science subjects, (2) determined the results of the validation process of e-learning based on moodle, (3) determined the effectiveness process of e-learning based moodle in science subjects. Development models used in this researched is a model 4-D (define, design, develop, desseminate). Data were collected by questionnaire method and test method with the questionnaire instrument and tests of learning outcomes in the form of objective tests. The data were analysed use descriptive analysis qualitative, quantitative and inferential statistics. Results of this research were 1) process design of e-learning based moodle included into the design and develop stage in 4-D models. Process design of e-learning through three stages, namely: a) made a flowchart, b) made a storyboards, and c) developed a storyboards. 2) validation results e-learning based on moodle in science subjects accorded to expert assessment and students are: a) the expert of study field 90.66%, b) the expert of instructional design 92%, c) the expert of instructional media 90.66%, three experts located in the very good category and d) individual trials 91.5% are in the very good category, e) small group trials 91.2% are in the very good category, and e) field trials 86% are in the good category. 3) The effectiveness of e-learning development results t = 19.72> table = 2.000, there were significant differences in science learned outcomes before and after used e-learning based moodle. Thus, e-learning is developed effectively used in the process of learning science.keyword : Development, E-learning, Moodle, Science