cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK PENDIDIKAN UNTUK MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI MIN AIR KUNING KECAMATAN JEMBRANA KABUPATEN JEMBRANA ., Khutum Bafaqih; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5711

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan yaitu: (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan komik pendidikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan kualitas hasil validasi pengembangan komik pendidikan yang dikembangkan menurut review para ahli dan uji coba produk pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, (3) untuk mengetahui efektivitas komik pendidikan yang dikembangkan terhadap hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Dengan menggunakan model pengembangan Dick and Carey. yang terdiri dari sembilan tahapan, yaitu, (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) mengidentifikasi perilaku awal dan karakteristik pebelajar, (4) menulis tujuan pembelajaran khusus, (5) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, (8) mendesain dan melakukan evaluasi formatif, dan (9) merevisi pembelajaran. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes tertulis. Mengacu pada metode, maka instrumen yang digunakan adalah lembar pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis secara analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) rancang bangun komik pendidikan yang terdiri dari sembilan tahapan model Dick and Carey. (2) kelayakan kualitas hasil validasi pengembangan komik pendidikan terdiri dari: sangat baik (98,6%), ahli desain pembelajaran berpredikat baik (86,7%), ahli media berpredikat baik (89,3%), uji coba perorangan, kelompok kecil dan uji coba lapangan berpredikat baik (83,3%), (86,4%) dan (79,9%), (3) efektivitas pengembangan komik pendidikan menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan pembelajaran dengan menggunakan komik pendidikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia. Perhitungan hasil belajar diperoleh t hitung sebesar 3.62 dan harga t tabel dengan taraf signifikansi 5% adalah 2.04. Hal ini berarti nilai rerata atau mean kelompok eksperimen lebih besar dari nilai rerata kelompok kontrol, dapat dikatakan bahwa komik pendidikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia.Kata Kunci : Kata-kata kunci: pengembangan, komik pendidikan, model Dick and Carey This research is a developmental research that will produce an educational comic media for IV grade of MIN Air Kuning on the subject of Bahasa Indonesia in the second semester. After undergoing the phases of media production, it generates an early product that will be validated by an expert of subject matter, media expert learning, and design expert of learning. After validating the product, it is trialed to the students through three phases, there are personal trials, small group trial, and field trial after undergoing all of the trials. Educational comic is also trialed its effectiveness through pretest and posttest. The data is collected using documents quotation method, questioners, and writing tests. After that, using qualitative descriptive analysis, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis to analyze the data which has been collected beforehand. The results of the research are (1) a media design of educational comic by using Dick and Carrey Development model which consists of nine main phases which are concluded become five phases (2) properness quality of validation results of educational comic development are; very good predicate which are given by expert of subject matter (98,6%), good predicate which is given by design expert of learning (86,7%), good predicate which is given by media expert of learning (89,3%). And good predicates for personal trials (83,3%), small group trial (86,4%), and field trial (79,3%). (3) effectiveness of educational comic development shows that there are significant differences in applying the learning by using educational comic torward learning outcomes of Bahasa Indonesia, calculation of learning outcomes obtains tcount in the amount of 3.62 and the price of ttable is 2,04 of 5% significant degree. It means that the average or mean of the experiment group is bigger than control group and it can be concluded that educational comic can increase the learning outcomes in Bahasa Indonesia subject. keyword : Development, Educational Comic, Dick and Carey model.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., I Made Yudi; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5712

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya hasil belajar IPA siswa, rendahnya hasil belajar ditunjukkan oleh rerata hasil belajar IPA sebesar 65,34 yang masih berada dibawah nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sebesar 75. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab rendahnya hasil belajar tersebut adalah keterbatasan media pembelajaran yang menarik. Berdasarkankan hal tersebut, maka dilakukan penelitian pengembangan multimedia interaktif dengan harapan hasil belajar IPA dapat lebih meningkat. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan rancang bangun multimedia interaktif; (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif; dan (3) mengetahui efektivitas multimedia interaktif dalam pembelajaran IPA. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Plomp. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pencatatan dokumen,kuisioner dan tes. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial/uji t. Hasil penelitian (1) rancang bangun multimedia interaktif dimulai pada fase investigasi awal dengan melakukan analisis permasalahan dan fasilitas penunjang yang ada, selanjutnya pada fase desain dibuat rancangan berupa flowchart dan storyboard produk yang digunakan sebagai pedoman dalam mengembangkan multimedia interaktif. (2) kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif menurut evaluasi ahli isi mata pelajaran sebesar 96% dengan kualifikasi sangat baik, evaluasi ahli media pembelajaran sebesar 93,3% dengan kualifikasi sangat baik, evaluasi ahli desain pembelajaran sebesar 88% dengan kualifikasi baik, hasil uji perorangan sebesar 93,3 % dengan kualifikasi sangat baik, hasil uji kelompok kecil sebesar 94,45% dengan kualifikasi sangat baik dan hasil uji lapangan sebesar 91,61% dengan kualifikasi sangat baik. (3) Efektivitas multimedia interaktif diperoleh hasil t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar IPA siswa setelah menggunakan multimedia interaktif (82,86) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan multimedia interaktif (69,99). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia interaktif berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA kelas VII di SMP Negeri 2 SingarajaKata Kunci : Pengembangan, Multimedia, IPA, Model Plomp This study was conducted based on the low science student learning outcomes, poor learning outcomes is shown by the average of the results of studying science at 65.34 which still under value of minimum completeness criteria (KKM) was set at 75. One of the factors that is believed to be the cause of low learning outcomes is an interesting limitation learning media. Based on this, the research development interactive multimedia in the hope of IPA learning outcomes can be further increased. this study aimed at (1) describe the design of interactive multimedia, (2) knowing the quality of interactive multimedia development,and (3) knowing the effectivity of the development of interactive multimedia as a science learning. This study used Plomp model as the development stages. Collecting data in this study using a questionnaire and tests. Analysis of data using qualitative descriptive analysis techniques, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis / test t. Results of the study (1) interactive multimedia design starts at phase prelimenary investigation by analyzing the problems and the existing supporting facilities, next to the phase design is made of the design in the form of a flowchart and storyboards products used as guidance in developing an interactive multimedia. (2) the quality of the development of interactive multimedia based on the result of expert evaluation of the content showed that 96% with excellent qualifications, expert evaluation of instructional media showed that 93.3% with excellent qualifications, expert evaluation of instructional design showed that 88% with good qualifications, the result individual test showed that 93.3% with excellent qualifications, a small group of test results showed that 94.45% with excellent qualifications, and the results of field tests showed that 91.61% with excellent qualifications. (3) The effectiveness of interactive multimedia result t is greater than the price of t table so H0 is rejected and H1 accepted.Science learning outcomes after using interactive multimedia (82.86) higher than before the use of interactive multimedia (69.99). Thus, it can be concluded that the use of interactive multimedia positive and significant impact on science learning outcomes in class VII in SMP Negeri 2 Singarajakeyword : Development, Multimedia, Science, Plomp models
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN KELOMPOK KECIL, PERORANGAN DAN MENGELOLA KELAS PADA MATA KULIAH MICRO TEACHING ., I Kadek Saputra; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5713

Abstract

Media video pembelajaran tentang keterampilan dasar mengajar sudah ada di Jurusan Teknologi Pendidikan, namun perlu untuk diperbarui dan dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan rancang bangun, mengetahui kualitas hasil video, mengetahui efektivitas media video pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi dan Evaluasi). Validasi video pembelajaran dilakukan oleh satu ahli isi pembelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 mahasiswa uji coba perorangan, 12 mahasiswa uji coba kelompok kecil, dan 29 mahasiswa uji coba lapangan. Efektivitas video pembelajaran dilakukan oleh 29 mahasiswa menggunakan penelitian pre-test dan post-test dan 4 orang mahasiswa sebagai sampel tes unjuk kerja. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner, metode tes dan metode observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah deskripsi rancang bangun pengembangan, kualitas hasil pengembangan media dan efektivitas hasil pengembangan media video pembelajaran. Kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan mahasiswa yaitu ahli isi pembelajaran 91% berada pada kategori sangat baik; ahli desain pembelajaran 91,1% berada pada kategori sangat baik; ahli media pembelajaran 84% berada pada kategori baik; uji coba perorangan 87,6% berada pada kategori baik; uji coba kelompok kecil 90% berada pada kategori sangat baik; uji coba lapangan 76,6% berada pada kategori baik. Efektivitas hasil pengembangan media video pembelajaran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 5,32 > ttabel =2,000. Persentase tingkat pencapaian tes unjuk kerja dari 4 mahasiswa sebagai sampel adalah di atas 85%. Ini berarti media video pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, micro teaching The media of video learning about the teaching basi skills already exist in The department of Educational technology, but it needs to be updated and developed. The purpose of this study is to describe the design, knowing the quality of the video and find out the effectiveness of instructional video media. This research is development research by using ADDIE models (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). The validation of instructional videos made by an professional in learning content, an professional in instructional design, an professional in instructional media, 3 students in individual trials, 12 students in small group trials, and 29 students in field trials. The effectiveness of the instructional videos performed by 29 students that used pre-test and post-test research design and 4 students as a sampel Test performance. The datas were collected by questionnaire, Test methods and methods of observation. The data analysis using descriptive qualitative analysis, quantitative, and inferential statistics method. The results of this research is the description of the development design, the quality of media development and the effectiveness of the development of instructional video media. The quality of the development of media according to the professional review and student, the results are: the professional in learning content 91% are in very good category; the professional in instructional design 91,1% are in very good category; the professional in instructional media 84% are in good category; the individual trial 87.6% are in good category; the small group trial 90% are in very good category; the field trial 76.6% are in enough category. The effectiveness of the development of instructional video media gained the significance t-test= 5.32> t-table= 2.000. The percentage level of achievement test performance of the for students in The sampel si above 85%. This means instructional video media is effective in improving student learning outcomes.keyword : development, instructional video, micro teaching
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATA PELAJARAN IPA DENGAN MODEL LUTHER PADA KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN 2014/2015 DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., I Made Anindya Mardawa; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5714

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun produk multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA, (2) mengetahui kualitas produk multimedia pembelajaran interaktif menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, serta (3) mengetahui efektivitas multimedia pembelajaran interaktif mata pelajaran IPA. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Luther. Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen, wawancara, kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian ini adalah 1) deskripsi rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran; 2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli bidang studi 83,3% berada pada kualifikasi baik b) ahli desain pembelajaran 94% berada pada kualifikasi sangat baik c) ahli media pembelajaran 83% berada pada kualifikasi baik serta d) uji coba perorangan 90 %, uji coba kelompok kecil 91,2%, dan uji coba lapangan 90,1% yang semuanya pada kategori sangat baik; 3) Efektivitas hasil pengembangan Multimedia pembelajaran interaktif menunjukkan signifikansi. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 19,97. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 1,99. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan Multimedia pembelajaran interaktif. Kata Kunci : pengembangan, multimedia pembelajaran, IPA The research was motivated by the problems of the limitations of media learning interesting and according teaching materials. This study aimed to: (1) describe the design of multimedia interactive learning in science subjects, (2) know the quality of multimedia interactive learning products according to the review expert, and tests conducted on the students, and (3) know the effectiveness of multimedia interactive learning science subjects. This research was research development. This research used model of Luther. Data collected by the method of recording documents, questionnaires and tests. The data analysis using descriptive analysis qualitative, quantitative and statistical inferential / inductive t-test. Results of this research are 1) a description of the development of multimedia instructional design; 2) the quality of the development of media according to the review expert and students. Results of the review done by: a) Instructional content expert is 83.3% indicate good qualification b) instructional design experts is 94% indicate very good qualification c) expert instructional media is 83% in good qualification d) One-to-one testing is 90%, Small group testing is 91.2%, and Field testing is 90.1% which all in very good category; 3) The effectiveness of the development of multimedia interactive learning indicate significance. Learning outcome that was calculate manually obtains number of t count 19.97 Value of t 5% significance is 1.99. Therefore t count is higher than t table It can be concluded that H0 is refused and H1 was accepted. This means that there is a significant difference in student learning outcomes before and after using multimedia interactive learning.keyword : development, multimedia interactive, natural science
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERTANYA DAN MEMBERI PENGUATAN PADA MATA KULIAH PENGAJARAN MIKRO ., Ni Wayan Wiyanthini Dewi; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5718

Abstract

Video pembelajaran tentang keterampilan bertanya dan memberi penguatan perlu untuk diperbarui di Jurusan Teknologi Pendidikan. Tujuan penelitian mendeskripsikan rancangan pengembangan, mendeskripsikan kualitas video, dan mengetahui efektivitas media video pembelajaran. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi). Validasi video dilakukan oleh satu ahli isi pembelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 orang mahasiswa uji coba perorangan, 12 orang mahasiswa uji coba kelompok kecil, dan 29 orang mahasiswa uji coba lapangan. Efektivitas video pembelajaran dilakukan oleh 29 orang mahasiswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test dan 4 orang mahasiswa sebagai sampel tes unjuk kerja. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner, tes dan observasi dengan instrumen lembar kuesioner, tes objektif dan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah deskripsi rancangan pengembangan, kualitas hasil pengembangan video dan efektivitas hasil pengembangan video pembelajaran. Kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan mahasiswa yaitu: a) ahli isi pembelajaran 93,3% pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 92% pada kategori sangat baik; c) ahli media pembelajaran 86% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 85,3% pada kategori baik; (e) uji coba kelompok kecil 90,5% pada kategori sangat baik; (f) dan uji coba lapangan 82,55% pada kategori baik. Efektivitas hasil pengembangan media video pembelajaran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 3,21 > ttabel =2,000. Persentase tingkat pencapaian tes unjuk kerja 4 orang mahasiswa sebagai sampel di atas 85%. Ini berarti media video pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, pengajaran mikro Video learning about teaching skills to ask and provide reinforcement need to be updated in the Department Educational of Technology. The purpose of this study is to describe the design of the development, describing the video quality, and determine the effectiveness of the instructional video media. This research is the development by using models ADDIE (analysis, design, development, implementation and evaluation). Validation videos made by an expert learning content, the instructional design experts, one expert instructional media, 3 students individual trials, 12 trials small group of students, and 29 students from field trials. The effectiveness of the instructional video performed by 29 students research design pre-test and post-test and 4 students as samples of working test. Data were collected by questionnaire, tests and observation with instruments questionnaire, objective tests and form of observation. The data analysis using descriptive analysis qualitative, quantitative and inferential statistics. Results of this research is the description of the design of the development, the quality of video development and effectiveness of the development of instructional video media. The quality of the development of media according to the review expert and student namely: a) expert learning content 93.3% are in the very good category; b) 92% of instructional design experts are in the very good category; c) 86% of instructional media experts are in the good category; d) individual testing was 85.3% in both categories; (E) testing a small group 90.5% are in the very good category; (F) and field trials which 82.55% are in the good category. The effectiveness of the development of instructional video media show gained significance is t = 3.21> t table = 2.000. The percentage of the achievement stage in working test form 4 students as samples is above 85%.This means instructional video media effective in improving student learning outcomes.keyword : development, instructional video, micro teaching
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK BERBANTUAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA ., I Gusti Agung Ayu Wahyudiantari; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5831

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan multimedia pembelajaran interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional di kelas VIII SMP Negeri 7 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 7 Singaraja yang terdiri dari 4 kelas dengan jumlah siswa 106 orang. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 2 kelas yang terdiri dari 53 siswa. Data dikumpulkan dengan metode tes dengan tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan multimedia pembelajaran interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (tA = 27,6 > tt = 2,000). Nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen yang menggunakan model Talking Stick berbantuan multimedia pembelajaran interaktif (27,47) lebih tinggi daripada kelas kontrol yang menggunakan model konvensional (23,70). Dapat disimpulkan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VIII mata pelajaran IPA di SMP N 7 SingarajaKata Kunci : Talking Stick, multimedia, hasil belajar This research aimed to find the significant differences upon learning science results between students who taught by using cooperative learning method with talking stick based on interactive learning multimedia with the students who taught by using conventional teaching method in eighth grade students at SMP N 7 Singaraja. This research was an experimental research and post-test only control group design as the design of this research. The population was all of the students in eighth grade students at SMP N 7 Singaraja that consist of 4 classes and there were 106 numbers of students. To choose the sample, the cluster random sampling was chosen as a technique. There were 2 classes as the samples that consist of 53 students. The data collection was collected by using post test. The data was analyzed by descriptive quantitative. The results of this research showed that there was significant science result between students who taught by using cooperative learning method with talking stick based on interactive learning multimedia with the students who taught by using conventional teaching method (tA = 27,6 > tt = 2,000). The mean of experimental group that taught by using talking stick based on interactive learning multimedia (27,47) was higher than control group who taught by using cooperative learning method (23,70). It can be concluded that cooperative learning method with talking stick based on interactive learning multimedia influenced students’ achievement of eighth grade students in science subject at SMP N 7 Singarajakeyword : Talking Stick, multimedia, learning outcomes
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 1 MELAYA ., I Made Andreano Deny Putra; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5832

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dari hasil belajar siswa karena kurangnya penggunaan media yang menunjang dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia interaktif berbasis Macromedia Flash 8 dengan model penelitian pengembangan 4-D (Four-D) dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia; (2) menguji validitas hasil pengembangan media pembelajaran interaktif Bahasa Indonesia untuk siswa semester genap kelas VIII SMP 1 Melaya; dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan media pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 1 Melaya. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4-D (Four-D). Pada tahap desain telah dilaksanakan pembuatan rancangan spesifikasi secara rinci mengenai menyusun teks acuan patokan seperti instrumen dan soal obyektif setelah itu menentukan pemilihan media, pemilihan format, dan rancang awal produk yang akan di kembangkan kebutuhan sebagai acuan alur pengembangan produk. Desain ini digunakan untuk mengembangkan sebuah produk media pembelajaran interaktif Bahasa Indonesia kelas VIII. Analisis data menggunakan tiga teknik yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif naratif, dan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif menjelaskan tes acuan pokok, pemilihan media, pemilihan format dan rancangan awal Hasil evaluasi ahli isi dan Ahli desain mendapatkan kualifikasi nilai sangat baik sehingga media valid dan dilanjutkan ke ahli media yang mendapatkan kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 98,6% dan hasil uji kelompok kecil sebesar 94,2% masing-masing pada kualifikasi sangat baik serta hasil uji lapangan sebesar 96% pada kualifikasi sangat baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji cobakan. Penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa setelah menggunakan media (88,6) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,33). Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Melaya ini memperoleh kesimpulan yaitu penggunaan media pembelajaran interaktif berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia kelas VIII.Kata Kunci : multimedia interaktif, model pengembangan 4-D This research is motivated by the problems of student learning outcomes because of the lack of use of media that support the learning process. This research aimed at: (1) describing the development of Macromedia Flash 8 interactive multimedia design through 4-D (Four D) on Bahasa Indonesia subject; (2) testing the validity of the result of the eighth grade students in the second semester in SMP Negeri 1 Melaya; and (3) knowing the effectiveness of using the development of interactive multimedia to the results on learning Bahasa Indonesia of the eighth grade students in the second semester in SMP Negeri 1 Melaya. The model of this research was 4-D (Four D). In the stage of design, the instruments and objective questions were made. Then, it was continued by choosing the form and the design of product which was developed. The design was used to develop learning media for the eighth grade students in Junior High School. The techniques used were qualitative descriptive, narrative descriptive and quantitative descriptive. Design development of multimedia interactive learning explains the basic reference test , media selection , selection of formats and the initial draft. The results from the experts in content and design showed that the media was valid. Besides, the percentage of individual test reached 98.6% and small group test reached 94.2%. Therefore, the media could be used to conduct the research. In addition, the analysis of t-test was higher than t-table, so H0 was rejected and H1 was accepted. The mean score of students after using media (88.6) was higher than the mean score before using the media (55.33). It could be concluded that the use of interactive multimedia gave positive and significant effect on the result of learning Bahasa Indonesia subject in the eighth grade. keyword : interactive multimedia, developmental design of 4-D
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MODEL 4D MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI SMP NEGERI 3 SAWAN ., Ni Wayan Winasih; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5833

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya permasalahan keterbatasan media yang digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, (2) Menguji validitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif IPA untuk siswa kelas VIII SMP, dan (3) Mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model yang digunakan adalah model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahapan, yaitu (1) Tahap pendefinisian, (2) Tahap perancangan, (3) Tahap pengembangan, dan (4) Tahap penyebarluasan. Tahap validasi produk ini melibatkan seorang ahli isi, seorang ahli desain pembelajaran, seorang ahli media, untuk 3 orang siswa uji perorangan, untuk 12 orang siswa uji kelompok kecil, serta 30 orang siswa uji lapangan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) pencatatan dokumen, (2) kuesioner dan (3) tes tertulis. Instrumen yang digunakan berupa lembar pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini berupa: (1) Rancang bangun pengembangan multimedia interaktif yang terdiri dari empat tahapan model 4D meliputi: (a) tahap pendefinisian, (b) tahap perancangan multimedia interaktif (c) tahap pengembangan multimedia interaktif, dan (d) tahap penyebarluasan. (2) Kelayakan kualitas hasil validasi pengembangan multimedia interaktif terdiri dari: ahli isi mata pelajaran berpredikat sangat baik (90.7%), ahli desain pembelajaran berpredikat baik (85%), ahli media pembelajaran berpredikat sangat baik (92.30%), uji perorangan berpredikat sangat baik (91,3%), uji kelompok kecil berpredikat baik (94.6%), dan uji coba lapangan berpredikat sangat baik (89%). (3) Efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif diketahui dari terdapatnya perbedaan yang signifikan dalam penerapan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar IPA. Penghitungan hasil belajar diperoleh hasil t hitung sebesar 11,02 dan harga t tabel dengan taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (58) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,67). Dapat dikatakan bahwa multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar IPA.Kata Kunci : pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, model 4D This research was done because of the problems of the limitations of media used in the learning process. This study aims to (1) describe the design development of multimedia interactive learning, (2) Test the validity of the results of the development of multimedia interactive teaching science to students of class VIII SMP, and (3) assess the effectiveness of the use of the development of multimedia interactive learning on learning outcomes of students of class VIII IPA SMP. This type of research is the development of research. The model used is the 4D development model which consists of four stages, namely (1) the definition phase, (2) design phase, (3) stage of development, and (4) Phase dissemination. This product validation stage involves a content expert, an expert in instructional design, a media expert, 3 students for individual test, the students test to 12 small groups, as well as field testing 30 students. Collecting data in this study conducted by the method of (1) the listing document, (2) questionnaire and (3) a written test. The instrument used in the form of sheets of recording documents, questionnaires, and tests. Data were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive and inferential statistics (t-test). Results of this study are: (1) The design of an interactive multimedia development which consists of four stages 4D models include: (a) the definition phase, (b) an interactive multimedia design stage (c) an interactive multimedia development stage, and (d) the dissemination phase. (2) Eligibility quality interactive multimedia development validation results consist of: the content experts predicated excellent subjects (90.7%), instructional design experts predicated good (85%), media experts predicated excellent learning (92.30%), individual test predicated very good (91.3%), a small group of test predicated good (94.6%), and field trials predicated very good (89%). (3) The effectiveness of the use of multimedia interactive learning known of the presence of significant differences in the application of multimedia interactive learning on learning outcomes IPA. Calculation of learning outcomes obtained by the t count equal to 11.02 and the price of t table with a significance level of 5% is 2,021. The average value after using the media (58) is higher than before using the media (55.67). It can be said that multimedia interactive learning in science subjects can effectively improve learning outcomes IPA.keyword : development of multimedia interactive learning, 4D models
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN MODEL ADDIE PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA ., Luh Putu Ayu Febriani; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5840

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SMK Negeri 3 Singaraja adalah belum optimalnya hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas X semester genap. Salah satu indikasinya adalah capaian rerata hasil belajar Bahasa Indonesia sebesar 75 yang masih di bawah angka nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sebesar 80. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan desain pengembangan video pembelajaran, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan video pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas X SMK, dan (3) mengetahui efektivitas video pembelajaran terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas X SMK. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas X TKR 1 dan X TKR 2 SMK Negeri 3 Singaraja masing-masing sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil penelitian menemukan (1) desain pengembangan video pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia dimulai pada fase analisis yang menghasilkan kompetensi sasaran, karakteristik, pengetahuan dan analisis materi pembelajaran, yang selanjutnya dijadikan acuhan dalam membuat storyboard. Storyboard inilah yang dijadikan acuhan dalam mengembangkan video pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia. (2) kualitas hasil pengembangan video pembelajaran menurut Review ahli. Hasil review ahli isi sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil review ahli desain sebesar 90,9% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil review ahli media sebesar 98,3% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 79% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 81,58% berada pada kualifikasi baik. (3) efektifitas video pembelajaran diperoleh t hitung hasil uji lapangan sebesar 88,6% berada pada kualifikasi baik. harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (89,83) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (69,33). Hal ini berati video pembelajaran efektif meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia Kata Kunci : media pembelajaran, Bahasa Indonesia, dan hasil belajar The problem that was found in SMKN 3 Singaraja was the learning outcomes of Bahasa Indonesia subject at X grade students in second semester were not optimal yet. One of the indication was the average of students learning outcomes in Bahasa Indonesia subject was 75 which is under the completeness score is 80. The factor that cause it was the student have less interest in learning and the teaching method of the teacher is only giving the theory. This research aims to (1) describe the development of video instructional design, (2) determine the quality of result of the development Bahasa Indonesia of instructional videos for students at X grade SMK, and (3) determine the effectiveness of instructional video on students’ Bahasa Indonesia learning outcomes at X grade SMK. This study was a research development, with ADDIE model. The study involved students of class X TKR 1 and X TKR 2 in SMK Negeri 3 Singaraja with 30 students in each. The methods of data collection in this study were (1) the document recording, (2) questionnaire and (3) test. The data were obtained from documents recording, and analyzed descriptive qualitatively. The data from questionnaires were analyzed descriptive qualitatively and quantitatively. The data obtained from test method were analyzed by inferential statistic. The results found that (1) the design development of instructional video for Bahasa Indonesia started from the analysis phase that produces the target competencies, characteristics, knowledge and analysis of learning materials, which in turn became the reference in making storyboards. This storyboard is used as reference in developing instructional video for Bahasa Indonesian subjects. (2) the quality of the development of instructional videos according to expert review. The result of expert review contents is 90% in the very good qualifications. The result of expert review design is 90.9% in the very good qualifications. The result of media expert review is 98.3% in the very good qualifications. The result of individual test is 79% in the very good qualifications. The result of a small group of test is 81.58% in a good qualification. (3) the effectiveness of instructional video obtained t count the results of field tests is 88.6% in a good qualification. The t score is greater than the t score of table so that H0 rejected and H1 accepted. So there are significant differences of students’ Bahasa Indonesia learning outcomes between before and after the use of instructional media. The average value after using the media (89.83) is higher than before using the media (69.33). keyword : learning media, Bahasa Indonesia, and learning outcomes
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP SERTA MENJELASKAN PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH MICRO TEACHING ., I Kadek Teguh Aditya Lorenso; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5862

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan rancang bangun video pembelajaran tentang keterampilan membuka dan menutup serta menjelaskan pembelajaran, (2) mengetahui kualitas hasil video pembelajaran tentang keterampilan membuka dan menutup serta menjelaskan pembelajaran, (3) mengetahui efektivitas video pembelajaran tentang keterampilan membuka dan menutup serta menjelaskan pembelajaran pada pembelajaran micro teaching. Penelitian ini merupkan penelitian pengembangan, model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Kelima tahapan model pengembangan ini, dijadikan acuan dalam memproduksi, dan memvalidasi video pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian ini adalah 1) deskripsi desain pengembangan video pembelajaran yaitu mulai dari langkah membuat rancangan, mendesain produk, mengumpulkan materi produk, perakitan produk, uji coba produk dan evaluasi; 2) kualitas hasil pengembangan video menurut review ahli dan mahasiswa yaitu: a) ahli bidang studi 91% berada pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 92% berada pada kategori sangat baik; c) ahli media pembelajaran 88% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 86,67% berada pada kategori baik; (e) uji coba kelompok kecil 90,67% berada pada kategori sangat baik; (f) dan uji coba lapangan 77,03% yang berada pada kategori baik; 3) Efektivitas hasil pengembangan video pembelajaran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 11, 48 > ttabel =2,000. Berarti video pembeljaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini juga menggunakan tes psikomotor, nilai rata-rata dari tes psikomotor terhadap keterampilan dasar mengajar yaitu 84,51 dan 80,77 sehingga berada pada katagori baik, berarti pengunaan video pembelajaran efektif dalam membantu mahasiswa menguasai keterampilan mengajar.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, micro teaching. This research as a purpose (1) describe the design of video learning about opening and closing the skills and explain the learning, (2) determine the quality of the video learning about opening and closing the skills and explain the learning, (3) determine the effectiveness of the instructional video on the opening and closing skills and describes learning on micro teaching learning. This study merupkan development research, development models used in this study is the ADDIE model of which consists of five stages: analysis, design, development, implementation and evaluation. The fifth stage of this development model, used as a reference in the manufacture, and validate the developed instructional videos. Results of this study are 1) a description of the design development of instructional videos ranging from the steps to make the design, product design, collect material products, product assembly, product testing and evaluation; 2) the quality of the video according to a review of the development experts and students, namely: a) the expert field of study 91% are in the very good category; b) 92% of instructional design experts are in the very good category; c) 88% of instructional media experts are in the good category; d) individual testing 86.67% are in the good category; (E) testing a small group 90.67% are in the very good category; (F) and field trials which 77.03% are in the good category; 3) The effectiveness of the development of instructional video shows the significance obtained is t = 11, 48> table = 2.000. Means video pembeljaran effective in improving learning outcomes. This study also uses psychomotor tests, the average value of psychomotor tests against the teaching of basic skills, namely 84.51 and 80.77 so it is in good category, meaning the use of instructional video is effective in helping students master the skills taught.keyword : development, instructional video, micro teaching.