cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP DI SMP N 7 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Ni Kadek Resiani; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5929

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaran, (2) mengetahui kualitas hasil dari review para ahli, dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis Multimedia Pembelajaran Interaktif dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS Kelas VII. Penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Data yang dikumpulkan dalam penilitian ini adalah data kevalidan uji ahli isi mta pelajaran, ahli desain pembelajaran, dan ahli media pembelajaran. Setelah produk divalidasi produk pengembangan diujicobakan kepada siswa melalui tiga tahap, yaitu uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan diperoleh dengan menggunakan angket, dan data efektifitas produk diperoleh dari hasil belajar siswa yang dikumpulkan dengan tes. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif, dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan (1) rancangan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif dikembangkan melalui analisis kebutuhan, menentukan software, mengembangkan flowchart, dan storyboard. (2) hasil uji ahli isi mata pelajaran yaitu 93,3% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji ahli desain yaitu 93,3% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji ahli media yaitu 83,3% berada pada kualifikasi baik, hasil uji coba perorangan yaitu 93,6% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji kelompok kecil yaitu 94,41% berada pada kualifikasi sangat baik, dan hasil uji lapangan yaitu 93,72% berada pada kualifikasi sangat baik. (3) efektivitas pengembangan multimedia pembelajaran interaktif terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan pembelajaran anatara menggunakan multimedia pembelajaran terhadap hasil belajar IPS (thitung = 9,08 > ttabel = 2,021, pada taraf signifikan 5%). Kata Kunci : Pengembangan, Multimedia Pembelajaran Interaktif, Mata Pelajaran IPS The background of this research was problem of the limitation of interesting and appropriate media with the teaching materials. The purposes of this research are to (1) describe the development of multimedia instructional design, (2) to determine the quality of the results of the review experts, and (3) determine the effectiveness of the use of media-based learning Multimedia Interactive Learning can improve learning outcomes IPS subjects Class VII. Research is research development. The model used is a model development ADDIE. The data collected in this research is test the validity of data contents mta expert lessons, expert instructional design, and instructional media experts. Once validated products tested product development to students through three stages, namely the testing of individual, small group trial, and the field trial is obtained by using a questionnaire, and the data obtained from the products effectiveness of student learning are collected with the test. Data were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis.The results was showed (1) the design of the development of multimedia interactive learning is developed through the analysis of needs, determine the software, develop flowchart, and storyboards. (2) The profesional results of the test content expert that 93.3% of subjects were on excellent qualifications, test results of design experts, namely 93.3% in the excellent qualifications, test results of media experts that 83.3% are in the good qualifying result individual testing which 93.6% were in excellent qualifications, small groups of test results which 94.41% are in the excellent qualifications, and the results of field tests which 93.72% are in the excellent qualifications. (3) The calculation result obtained results manually learn t 9.08. Price t table with a significant level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than the price of t table so that H0 rejected and H1 accepted. Then there is a significant difference between the results of social studies students before and after the use of multimedia learning. The average value after using multimedia learning (80.65) higher than before the using of multimedia learning (56.30) keyword : Development, Interactive Learning Multimedia, Social Subject
PENGARUH MODEL PBL BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS VII SMPN 3 SAWAN ., Muhammad Fredey Mercury; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5930

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model konvensional dalam pembelajaran IPS; (2) mendeskripsikan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan multimedia interaktif; dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 3 Sawan, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII berjumlah 206 siswa, dengan sampel kelas VII.A5 yang berjumlah 25 orang dan kelas VII.A6 yang berjumlah 27 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes objektif yang berjumlah 30 soal. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model konvensional dalam pembelajaran IPS menunjukkan skor rata-rata 22,22 (2) hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model PBL berbantuan multimedia interaktif menunjukkan skor rata-rata 25,00 (3) terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan model PBL berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional, penghitungan hasil belajar diperoleh hasil thitung sebesar 3,73 sedangkan harga ttabel pada taraf signifikasi 5% adalah 2,021. Jadi harga thitung=3,73>ttabel=2,021 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL berbantuan multimedia interaktif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas VII semester genap di SMP N 3 Sawan tahun pelajaran 2014/2015 . Dengan demikian, model pembelajaran PBL berbantuan multimedia interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 3 Sawan. Kata Kunci : problem based learning, multimedia interaktif The problem in this research is the lack of teachers utilize existing learning media, as well as teachers are still using conventional teaching methods in the subjects of Social Sciences this research purpose to (1) describe the learning outcomes of students who are taught by using conventional models in IPS; (2) describe the results of IPS studies students that learned using problem based learning model-assisted interactive multimedia; and (3) determine differences in learning outcomes of students that learned by applying problem-based learning model (PBL) combined with interactive multimedia aided by students that learned to use the conventional model. Subjects in this study were students of SMP Negeri 3 Sawan, the study population was all students of class VII students numbered 206, with samples VII.A5 class numbering 25 people and VII.A6 class numbering 27 people. Data collection methods used in this study is an objective test method totaling 30 questions. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis. The results showed (1) the results of student learning are taught using conventional models of learning social studies show an average score of 22.22 (2) the results of social studies students that learned to use interactive multimedia-assisted PBL models show an average score of 25.00 ( 3) there is a difference in student learning outcomes that learned by applying the model PBL interactive multimedia aided by students that learned to use the conventional model, the calculation of learning outcomes obtained results tcount of 3.73 while price ttable at 5% significance level was 2.021. So the price of t = 3.73> t table = 2.021 so that H0 is rejected and H1 accepted. Then there are differences in learning outcomes between groups of students IPS that learned with PBL learning model aided interactive multimedia and groups of students that learned with conventional models in class VII semester at SMP N 3 Sawan school year 2014/2015. Thus, PBL learning model aided interactive multimedia effect on student learning outcomes in social studies class VII semester of academic year 2014/2015 in SMP Negeri 3 Sawan.keyword : problem-based learning, interactive multimedia
THE EFFECT OF LEARNING METHOD " SILENT WAY " aided MULTIMEDIA INTERACTIVE LEARNING LEARNING OUTCOMES OF JAPANESE LANGUAGE DEPARTMENT OF CLASS XI EVEN SEMESTER YEAR 2014/2015 STUDY IN SMA Negeri 1 BANGLI ., Bhujangga Ayu Putu Priyudahari; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5969

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran bahasa jepang, terutama dalam membaca dan menulis hiragana. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar siswa menggunakan metode konvensional, (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa menggunakan metode pembelajaran silent way berbantuan multimedia interaktif, (3) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar siswa menggunakan Pengaruh Metode Pembelajaran ”Silent Way” Berbantuan Multimedia Pembelajaran Interaktif Terhadap Hasil Belajar Bahasa Jepang Siswa Kelas XI Jurusan Bahasa Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Di SMA Negeri 1 Bangli penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian One Group Pre-test Post-test Design. Populasi penelitian ini adalah Siswa Kelas XI Semester Genap SMA Negeri 1 Bangli Tahun Pelajaran 2014/2015, yang terdiri dari 30 siswa.Data mengenai hasil belajar bahasa jepang dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif benar salah selanjutnya dianalisis dengan uji-t berkorelasi. Hasil belajar menggunakan metode konvensional tergolong rendah,hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata skor 60,27. Adapun hasil belajar siswa menggunakan Metode Pembelajaran Silent Way Berbantuan Multimedia Interaktif tergolong tinggi dengan hasil rata-rata skor 89,07. Hal ini membuktikan terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan metode Konvensional dan Metode Pembelajaran Silent Way Berbantuan Multimedia Interaktif, dengan adanya peningkatan perolehan skor hasil belajar sebanya 20%. Ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran Silent Way berbantuan multimedia pembelajaan interaktif mampu meningkatkan hasil belajar bahasa jepang siswa kelas XI Ilmu Pengetahuan Bahasa (IPB)Kata Kunci : metode silent way, multimedia interaktif, bahasa jepang The background of this study is an effort to improve student learning outcomes in Japanese language lessons, especially in reading and writing hiragana. This study aims to (1) describe the results of student learning using the conventional method, (2) describe the results of student learning using learning methods silent way aided interactive multimedia, (3) describe the differences in student learning outcomes using the Effect of Learning Method "Silent Way" Multimedia Assisted Learning Against Interactive Learning Outcomes Student Class XI Japanese Language Department Semester Academic Year 2014/2015 In SMA Negeri 1 Bangli this study is quasi-experimental (quasi experimental) to design studies One Group Pre-test Post-test Design. This study population is a Class XI student of SMAN 1 Semester Academic Year 2014/2015 Bangli, which consists of 30 siswa.Data the Japanese language learning outcomes was collected using objective tests completely wrong then analyzed by t-test correlated. Learning outcomes using conventional methods is relatively low, this is evidenced by the average value of the score 60.27. The results of student learning using Silent Way Assisted Learning Method Interactive Multimedia is high with an average yield of 89.07 score. This proves there is a significant difference between the conventional method and the use of Silent Way Assisted Learning Methods Interactive Multimedia, with an increase in the acquisition of learning outcomes sebanya score of 20%. This means that H0 is rejected and Ha accepted. So it can be concluded that the use of learning methods Silent Way-assisted multimedia interactive learning able to improve learning outcomes Japanese language class XI Language Sciences (IPB)keyword : learning method silent way, interactive multimedia, japanese
PENGEMBANGAN COMPUTER ASSISTED TEST (CAT) DALAM PROSES EVALUASI HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA. ., Komang Damayasa; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.6213

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan, mendeskripsikan kualitas/validasi hasil pengembangan dan mengetahui efektivitas penggunaan Computer Assisted Test (CAT) dalam proses evaluasi hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VIII semester genap di SMP Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian Pengembangan atau Research and Development yang menggunakan rancang bangun tipe ADDIE. Terdapat lima tahapan dalam rancang bangun tipe ADDIE yaitu meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa program yang dikembangkan telah melalui langkah-langkah validasi yang sesuai dengan rancang bangun ADDIE sehingga diperoleh program yang memiliki kualitas yang baik. Validasi dilakukan baik melalui uji validitas, reliabilitas, daya pembeda dan taraf kesukaran soal serta dilakukan uji dan review dari para ahli (uji jugdes) baik ahli materi maupun ahli media. Disamping itu juga pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket/kuisioner tentang pendapat pengguna terhadap program CAT tersebut. Selanjutnya angket tersebut dikonversi dengan skala Linkert untuk selanjutnya dilakukan analisis inferensial. Dari hasil analisis terhadap uji ahli materi maupun uji media diketahui bahwa program layak digunakan dan berada pada kategori baik dimana dari ahli materi dicapai persentase sebesar 85 % dan dari uji ahli media mencapai 89 % pada kategori baik dan sangat layak. Hasil analisis terhadap instrumen penelitian juga menunjukkan bahwa program yang dikembangkan juga cukup efektif terutama dari segi penghematan waktu. Disamping itu hasil penyebaran angket kepada siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menyatakan setuju dengan penerapan model evaluasi pembelajaran berbantuan computer dan sebagian menyatakan sangat setuju dengan berbagai item penilaian positif terhadap program. Dilihat dari persentase yang mencapai 89.70 % yang artinya media sangat efektif. Terhadap tanggapan positif pada program. Pada kolom saran didapatkan beberapa alasan dan saran siswa antara lain: 1) siswa merasa bebas untuk mengerjakan tes, tanpa ada rasa khawatir terhadap pengawasan; 2) Siswa merasa tertantang untuk menelusuri lebih jauh jawaban yang diberikan, 3) siswa dapat mengakses kembali evaluasi yang pernah dikerjakan; 4) kegiatan siswa bersifat individu sehingga mengurangi kecemasan, 5) Siswa dengan cepat bisa mendapatkan umpan balik dan hasil; dan 6) siswa banyak ingin tahu karena menggunakan teknologi baru.Kata Kunci : pengembangan, computer assisted test, hasil belajar This research aims to describe the design of the development,quality / validation results of development and determine the effectiveness of the use of Computer Assisted Test (CAT) in evaluation process of students' learning outcomes in science subjects in the second semester of class VIII SMP Negeri 1 Singaraja. This research is a Research and Development research that use ADDIE design type. There are five stages in the design ADDIE types which include analysis, design, development, implementation and evaluation. This research shows that the program has been developed through the steps of validation in accordance with the design ADDIE order to obtain a program that has a good quality. Validation was done either through the validity, reliability, distinguishing features and level of difficulty of questions as well as test and review of the experts (test Judges) both matter experts and media experts. Besides, the data collection was done by distributing questionnaires / questionnaire on user opinion against the CAT program. The questionnaire subsequently converted by Linkert scale for further inferential analysis. From the analysis of the material test and experts' test noted that the program deserves as "well used" and either in the good category of expert material which was achieved by 85% and the percentage of test media experts reached 89% in both categories and very decent. Analysis of the research instruments also showed that the developed program was also quite effective, especially in terms of time savings. Besides, the results of questionnaire to the students showed that most of the students agreed with the application of computer assisted learning evaluation model and some states strongly disagree with various items of a positive assessment of the program. Judging from the percentage reached 89.70%, which means a very effective media. Against the positive response to the program. On the advice column obtained several reasons and suggestions of students, among others: 1) students felt free to take tests, without any anxiety to supervision; 2) Students were challenged to explore further the answers given, 3) students could access the back of evaluation ever undertaken; 4) The student activities were an individual, thereby reducing anxiety, 5) Students could quickly got feedback and results; and 6) students wanted to know because it uses many new technologies.keyword : development, computer assisted test, learning result
ANALISIS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) UNTUK IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 3 BANJAR JAWA KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., I Gede Arnawa Riana; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7588

Abstract

Permasalahan yang dihadapi guru dalam mengembangkan RPP adalah belum dilengkapi KI-1 dan KI-2 pada indikator dan guru belum merevisi beberapa RPP sesuai Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pendapat guru mengenai RPP untuk implementasi kurikulum 2013, (2) mendeskripsikan kesesuaian isi RPP yang dikembangkan guru dengan implementasi kurikulum 2013, (3) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan RPP untuk implementasi kurikulum 2013, dan (4) untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi permasalahan dalam mengembangkan RPP untuk implementasi kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas rendah yang berjumlah 3 orang. Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu kuesioner, observasi dan wawancara. Data yang sudah terkumpul diolah menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pendapat guru mengenai RPP berada pada kategori sedang (75,9), (2) kesesuaian isi RPP yang dikembangkan guru dengan implementasi kurikulum 2013 berada pada kategori sedang (76,2), (3) kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan RPP yaitu guru mengalami kesulitan dalam merancang langkah pembelajaran pada kegiatan inti karena terlalu banyak dituntun untuk mengamati, dan (4) permasalahan guru dalam mengembangkan RPP dapat diatasi dengan cara mengisi diri dengan menambah wawasan melalui kegiatan workshop terkait implementasi kurikulum 2013, tanggap terhadap informasi dan sering berbagi informasi terkait kurikulum 2013 dengan guru lainya maupun dengan kepala sekolah. Dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kualitas RPP yang dikembangkan guru untuk implementasi kurikulum 2013 berada pada kategori sedang.Kata Kunci : RPP, kurikulum 2013 Problems faced by low-grade teacher in developing the lesson plan were the absence of the indicators of KI-1 and KI-2 and the teachers have not revised some of the lesson plan according to Permendikbud No. 103 Tahun 2014. Therefore, this study aimed to (1) describe the completeness of component of Curriculum 2013 based lesson plan that developed by the teachers, (2) describe the suitability of the content of lesson plan with the implementation of Curriculum 2013, (3) describe the difficulties faced by teachers in developing Curriculum 2013 based lesson plan, and (4) describe the efforts made by the teachers to overcome the problems in developing Curriculum 2013 based lesson plan. This research was a descriptive study. Subjek in this research is low class teacher which amount to 3 people. Methods of data collection conducted in this study, namely questionnaire, observation and interviews. Data was processed using quantitative and qualitative descriptive analysis techniques. The results shows that (1) the components completeness of lesson plan developed by the teachers is at the moderate category (75.9), (2) the suitability of the contents of the lesson plan developed by teachers with the implementation of Curriculum 2013 is at the moderate category (76.2), (3) the teachers have difficulties in designing lesson activities on its core activities as too many are required to observe, and (4) those difficulties can be overcome by filling themselves with a variety of sources such as often follow activity of related/relevant workshop of curriculum implementation 2013, listening carefully to information and often shar relevant information of curriculum 2013 with teachers and principals. it can be concluded that the quality of Curriculum 2013 based lesson plan that developed by the teachers is at the moderate category.keyword : lesson plans, curriculum 2013
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PELAJARAN IPA KELAS VII SEMESTER GENAP DI SMPN 1 NEGARA ., Ni Putu Devi Efriani; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7612

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskirpsikan rancangan modul IPA berorientasi pendidikan karakter (2) untuk mendeskripsikan hasil pengembangan modul IPA beorientasi pendidikan karakter (3) untuk menguji penggunaan modul IPA beorientasi pendidikan karakter. Data ini dikumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan tes tertulis. Berdasarkan metode tersebut, instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, pedoman wawancara, angketr, dan tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dan teknik analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) rancangan pengembangan modul IPA berorientasi pendidikan karakter model pengembangan ADDIE dengan rancangan modul menggunakan bagan alir. (2) Hasil validitas produk diperoleh (a) uji ahli isi kualifikasi sangat baik dengan persentase 96%, (b) Uji ahli desian kualifikasi sangat baik dengan persentase 90%, (c) Uji ahli media kualifikasi sangat baik dengan persentase 98% (d) Uji coba perorangan berada pada kategori sangat baik dengan presentase 94,6% (e) Uji coba kelompok kecil memperoleh hasil sangat baik dengan presentase 95,83%, dan (f) uji coba lapangan memperoleh hasil sangat baik dengan presentase 93,2 %. Hasil uji efektifitas modul IPA berorientasi pendidikan karakter yaitu diperoleh hasil thitung sebesar 10,73. Harga t tabel untuk db 58 dan dengan taraf signifikansi 5% (α=0,05) adalah 2,021. Dengan demikian, harga thitung lebih besar dengan ttabel , sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara sebelum dan sesudah menggunakan modul pembelajaran IPA berorientasi pendidikan karakter di kelas VII A SMPN 1 Negara. Disimpulkan bahwa modul pembelajaran IPA berorientasi pendidikan karakter layak digunakan dalam pembelajaran.Kata Kunci : Pengembangan, Modul, Pendidikan Karakter, ADDIE This research aimed (1) describe the design development of sceience module with oriented character education (2) to describe the results of the development of sceience module with oriented character education (3) knowing the use of the development of sceience module with oriented character education. The record was collected using observation, interviews, questionnaires, and a written test. Referring to the method, the instrument used to collect data that observation sheets, interview, questionnaire and test. The record were analyzed by using descriptive analysis of qualitative, quantitative descriptive analysis techniques and inferential statistical analysis techniques (test-t). The results showed that (1) of the development of sceience module with oriented character education using ADDIE development model with modular designs using a flow chart. (2) The validity of the product obtained (a) the product validity of the expert content of the subjects are in the excellent category with a percentage of 96%, (b) instructional design experts in the category excellent with the percentage of 90% (c) media expert module in the excellent of 98% (d) individual testing in the excellent category with a percentage of 94,6% (e) small group testing in the excellen category with a percentage of 95.83% 9 (f) field testing in the excellent category with a percentage of 93.2%. The result of the effectiveness of development of sceience module with oriented character education that is obtained by the t count equal to 10.73. Then tcount compared with the ttable with db = 58. The result for db 58 and with a significance level of 5% (α = 0.05) was 2,021. That is acquired tcount bigger than ttable so that Ho refused and H1 accepted. This means, that there are significant differences between the IPA learning outcomes before and after using the sceience module with oriented character education in SMPN 1 Negara. From these results we concluded that the sceience module with oriented character education eligible for use in learning.keyword : Development, Modules, Character Educations, ADDIE
PENGEMBANGAN E-LEARNING DENGAN MODEL WATERFALL BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PELAJARAN IPA KELAS VIII SMPN 1 NEGARA ., Ni Kade Yuni Ratnasari; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7613

Abstract

Permasalahan yang melandasi penelitian ini adalah kurangnya jam pembelajaran di kelas, kurang nya pengintegrasian pendidikan karakter dan rendahnya kualitas belajar IPA. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan e-learning berorientasi pendidikan karakter 2) mengetahui kualitas e-learning berorientasi pendidikan karakter 3) mengetahui efektivitas penggunaan e-learning berorientasi pendidikan karakter. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model waterfall. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII C. Data kevalidan uji ahli isi, ahli desain, ahli media, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif, analisis statistik inferensial. Penelitian ini dilaksanakan sesuai tahapan model waterfall yaitu 1) analisis kebutuhan, 2) desain sistem, 3) pembuatan kode program, 4) integrasi dan pengujian, 5) pemeliharaan. Hasil evaluasi ahli isi sebebsar 83,07% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 80% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji peroangan sebesar 91,3% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 91% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 91% berada pada kualifikasi sangat baik. Perhitungan hasil belajar diperoleh hasil t hitung sebesar 18,77. Harga t tabel taraf signifikan 5% adalah 2,00. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan e-learning berorientasi pendidikan karakter. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (86,65) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (66,38).Kata Kunci : Pengembengan e-learning, waterfall, pendidikan karakter This study is based on the problem hotspot facility which is not used maximally, the lack of character integration and the low level of the quality of studying and learning in IPA subject of students seen from minimum passing criteria. This study is aimed to 1) make an E-Learning oriented with character education in IPA subject in second semester of 8th grade academic year year 2015/2016 in SMP Negeri 1 Negara; 2) to know the quality of e-learning oriented with the character education; 3) to know the level of effectiveness of the usage of e-learning oriented with the character education. The type of this study is the development research by using waterfall model. This study involved students in VIII C class in SMP Negeri 1 Negara. The data validation method was acquired through, expert judges; design expert; media expert, individual test; small group test, and field test was acquired through questionnaire. Then the data acquired were analyzed in through descriptive qualitative, descriptive analysis, and inferential statistical analysis.This study was conducted based on the waterfall model step which are 1) need analysis, 2) system design, 3) make code program, 4) integration and calibration, 5) maintenance. The expert content evaluation result is 83,07% which is categorized as good category. The result of media expert evaluation is 91,3% categorized as good category. Small test evaluation result shows 91% categorized as very good category. The calculation of achievement of the study which is obtained manually through t test, shows 18,77. The value of t table in 5% significance is 2,00. And the value t test is bigger that the value of t table thus H0is denied and H1 is accepted. So there is a difference between the students achievement in IPA subject before and after using e-learning oriented with character education. The average sore after using media (86,65) is higher if it is compared with the score before using media (66,38). keyword : E-learning development, waterfall,character education
PENGEMBANGAN E-LEARNING DENGAN MODEL PROTOTYPE BERORIENTASI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY SISWA KELAS VII SMPN 2 NEGARA ., Indriana Pratiwi; ., I Kadek Suartama, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7615

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa, minimnya sumber belajar, dan kurangnya jam pelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan e-learning, (2) mengetahui kualitas e-learning, (3) mengetahui efektivitas e-learning. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan tes tertulis. Mengacu pada metode tersebut, maka instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu lembar observasi, pedoman wawancara, angket, dan tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan teknik analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) rancang bangun pengembagan e-learning mengacu pada model prototype yaitu mulai dari menentukan software, menentukan materi, merancang flowchart, storyboard, dan program mapping hingga menjadi e-learning berbasis moodle. (2) Hasil validitas produk diperoleh ahli isi mata pelajaran berada pada kategori sangat baik dengan persentase 92%, ahli desain pembelajaran pada kategori cukup dengan persentase 74%, ahli media e-learning pada kategori sangat baik dengan persentase 92%, uji coba perorangan pada kategori sangat baik dengan persentase 90%, uji coba kelompok kecil pada kategori sangat baik dengan persentase 90,67%, dan uji coba lapangan pada kategori sangat baik dengan persentase 91,13%. (3) Hasil uji efektivitas e-learning yaitu diperoleh thitung lebih besar dari pada ttabel dengan taraf signifikansi 5% dan db 74 yaitu 16,94 > 2,00. Hasil penelitian tersebut menunjukkan efektivitas pengembangan e-learning menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas VII J sebelum dan sesudah menggunakan e-learning. Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat dikatakan bahwa e-learning secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci : pengembangan, e-learning, prototype, inquiry The problems of this research are the lack of students learning outcomes, lack of learning sources, and the lack of lesson time in the class. This research aims to 1) Describe the design development of e-learning, 2) know the quality of e-learning, 3) know the effectiveness of e-learning. The data was collected by using observation method, interviews, questionnaires, and a written test. Referring to the method, the instrument used to collect data are the observation sheets, interview, questionnaire and tests. The data that were collected were analyzed by using descriptive analysis of qualitative, quantitative descriptive analysis techniques and inferential statistical analysis techniques (test-t). The results showed that 1) the design of the development of e-learning refers to the prototype model that determines the start of the software, determine the materials, designing flowcharts, storyboards, and mapping program become a moodle-based e-learning 2) Results showed that the product validity of the expert content of the subjects are in the very good category with a percentage of 92%, instructional design experts in the category enough with the percentage of 74%, media expert e-learning in the very good category with a percentage of 92%. individual testing is in the very good category with a percentage of 90%, small group testing in the very good category with a percentage of 90.67%, field testing in the very good category with a percentage of 91.13%. The result of the effectiveness of e-learning that is acquired tcount bigger than ttable with a significance level of 5% and 74 db is 16.94> 2.00. The results showed that the effectiveness of e-learning development shows there are significant differences on learning outcomes science students in grade VII J before and after using e-learning. Based on exposure above, it can be conclude that e-learning can effectively improve students learning outcomes students.keyword : development, e-learning, prototype, inquiry
pengembangan multimedia presentasi pembelajaran berorientasi pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas V semester genap di SDN 2 Banjar Bali Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 ., Pramita Yuni Astari; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan prosedur pengembangan multimedia presentasi pembelajaran; 2) mengetahui validitas multimedia presentasi pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan hasil review para ahli dan uji coba produk; 3) menguji efektivitas multimedia presentasi pembelajaran yang dikembangkan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2015/2016 di SDN 2 Banjar Bali. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes tertulis. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar pencatatan dokumen, kuesioner dan tes obyektif pilihan ganda. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) produk multimedia presentasi pembelajaran dikembangkan dengan model ADDIE melalui 5 tahapan (analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, evaluasi); 2) validitas multimedia presentasi pembelajaran menurut review para ahli diperoleh hasil sangat baik. Persentase tingkat pencapaian dari review ahli isi mata pelajaran, ahli media pembelajaran, dan ahli desain pembelajaran berturut-turut yaitu 93,3%, 93,3% dan 92%. Berdasarkan uji coba produk juga diperoleh hasil sangat baik. Persentase tingkat pencapaian dari uji coba perorangan, kelompok kecil, dan lapangan berturut-turut yaitu 93,73%, 93,33% dan 92,4%. 3) efektivitas multimedia presentasi pembelajaran menunjukan thitung (11,285) > ttabel (2,042) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang menggunakan dengan siswa yang tidak menggunakan multimedia presentasi pembelajaran pada pelajaran IPA kelas V semester genap tahun pelajaran 2015/2016 di SDN 2 Banjar Bali. Ini berarti multimedia presentasi pembelajaran efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPA. Kata Kunci : pengembangan, multimedia presentasi, kontekstual, ADDIE This study aims to: 1) describe the development procedures of multimedia instructional presentation; 2) determine the validity of multimedia instructional presentations developed based on review of the experts and product trials; 3) test the effectiveness of multimedia instructional presentations developed through science learning outcomes of fifth grade students in second semester academic year 2015/2016 in SDN 2 Banjar Bali. This research is a development research by using ADDIE models. The data collection is done by using method of documents recording, questionnaires, and written test. The instruments used in data collection are documents recording sheet, questionnaires, and multiple choices objective test. Analyses of the data used are qualitative descriptive, quantitative descriptive, and inferential statistics. The results of this research are: 1) product of multimedia instructional presentations developed using ADDIE model through 5 stages (analysis, design, development, implementation, evaluation); 2) the validity of the multimedia instructional presentation according to the expert reviews obtained very good results. The percentage of the achievement level from the reviews of the expert in course content, expert in instructional media, and expert in instructional design, respectively are 93.3%, 93.3%, and 92%. Based on trials of products also obtained very good results. The percentage of the achievement level of individual testing, small group testing and field testing, respectively are 93.73%, 93.33%, and 92.4%. 3) the effectiveness of instructional multimedia presentation shows tcount (11.285)> ttable (2.042) so that H0 and H1 accepted. Thus, there is a significant difference between the learning outcomes of students who apply multimedia instructional presentation with students who do not apply in science lesson of fifth grade second semester academic year 2015/2016 in SDN 2 Banjar Bali. This means multimedia instructional presentations effectively used to improve outcomes of science learning. keyword : development, multimedia presentations, contextual, ADDIE
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR BULUTANGKIS MATA PELAJARAN PENJASKES DENGAN MODEL HANNAFIN AND PECK UNTUK SISWA KELAS IV SEMESTER II DI SDN 1 KAMPUNG BARU TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., I Made Palguna Yasa; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7628

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui rancang bangun media video pembelajaran; (2) mengetahui validitas hasil pengembangan video pembelajaran; dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan media video pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model Hannafin And Peck. Penelitian ini melibatkan siswa kelas IV sebanyak 23 orang dan kelas V sebanyak 30 orang di SD Negeri 1 Kampung Baru. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) pencatatan dokumen, (2) kuesioner dan (3) tes. Data yang didapatkan dari metode pencatatan dokumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Menampilkan rancang bangun dari media video pembelajaran yang menghasilkan desain berupa storyboard dan screnshot media video pembelajaran. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 84% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 96% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 91,33 % berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 95% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 89,33% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 18,18. Harga t tabel taraf signifikansi 5% (α = 0,05) adalah 2,021. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar penjaskes siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media video pembelajaran. Kata Kunci : Video pembelajaran, Penjaskes, dan hasil belajar This study aims to (1) determine design instructional video media; (2) determine the validity of the results of the development of instructional videos; and (3) determine the effectiveness of the use of instructional video media. This type of research is the development of research, with models Hannafin And Peck. The study involved fourth grade students as many as 23 people and class V as many as 30 people in SD Negeri 1 Kampung Baru. Collecting data in this study was conducted using (1) the recording of the document, (2) the questionnaire and (3) test. Data obtained from the method of recording documents, analyzed descriptively qualitative. Data from the questionnaires were analyzed by descriptive qualitative and quantitative descriptive. While the data obtained from the test method are analyzed in inferential statistics. Featuring design of instructional video media which resulted in the design in the form of storyboards and video media screnshot learning. The results of expert evaluation of the content of 94% are in excellent qualifications. The results of expert evaluation of the design of 84% are in good qualification. The results of expert evaluation of media by 96% in the excellent qualifications. Individual test results of 91.33% in the excellent qualifications. A small group of test results by 95% in the excellent qualifications. The results of field tests of 89.33% are in good qualification. Learning outcomes manually tally the results obtained t calculate equal to 18.18. Price t table significance level of 5% (α = 0.05) was 2,021. So the price of t is greater than the price of t table so that H0 rejected and H1 accepted. So there are significant differences between the students' learning outcomes PE before and after using the instructional video media. keyword : Video learning, Penjaskes, and learning outcomes