cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Teknik Make A Match (Kartu Berpasangan) Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII G Semester Genap Di SMP Negeri 3 Singaraja Buleleng Bali Tahun Ajaran 2014/2015. Arno .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5382

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif teknik make a match pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar ilmu pengetahuan sosial siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif teknik make a match, (3) mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif teknik make a match pada pelajaran ilmu pengetahuan sosial. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Tahap-tahap yang dilakukan dalam peelitian tindakan kelas yaitu: (1) perencanaan penelitian, (2) pelaksanaan penelitian, (3) observasi dan evaluasi, (4) refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) persentase rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I yaitu 67,12 % dengan kategori kurang aktif, meningkat menjadi 80,60% pada siklus II dengan kategori aktif; (2) rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 64,84 dengan kategori belum tuntas meningkat menjadi 80,90 pada siklus II dengan kategori tuntas, (3) rata-rata skor respon siswa kelas pada siklus I yaitu 44,00 dengan kategori respon “positif”, meningkat menjadi 45,00 pada siklus II dengan kategori respon “positif”. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif teknik make a match dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar ilmu pengetahuan sosial siswa kelas VIII G SMP Negeri 3 Singaraja semester genap tahun pelajaran 2014/2015, serta respon yang positif. Kata Kunci : Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif teknik Make a Match, Aktivitas Siswa, Hasil Belajar, Respon Siswa, Ilmu Pengetahuan Sosial. This research aims to (1) know the enhancement student activity through the implementation of cooperative learning model technique make a match on social sciences lesson, (2) know the enhancement student learning outcomes through the implementation of cooperative learning model technique make a match, (3) know the response of students through the implementation of cooperative learning model technique make a match on social sciences lesson. This research is a Classroom Action Research. Phases performed within classroom action research, is: (1) research planning, (2) implementation reseacrh (3) observation and evaluation (4) reflection. The results of this research showed: (1) the average percentage of student learning activities in the first cycle is 67,12 % with less active category, increased to 80,60 % in the two cycle with the active category, (2) the average result of student learning in the first cycle is 64,84 with category incomplete, increased to 80,90 in the second cycle with category complete, (3) the average score student responses in the first cycle is 44,00 with a positif response category, increased to 45,00 in the second cycle with a positif response category. Based on these results it can be concluded that the implementation of cooperative learning model technique make a match may increase learning activities and student learning outcomes social sciences lesson in class VIII G SMP Negeri 3 Singaraja in the second semester of the school year 2014/2015, and received a positive response.keyword : Keywords: Cooperative Learning Model Technique Make A Match, Student Activity, Learning Outcomes, Student Response, Social Science.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pada Siswa Kelas VIIIB SMP Negeri 1 Nusa Penida Semester Genap Tahun Ajaran 2014/2015 I Nyoman Oka Hendrawan .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.5392

Abstract

Penelitian ini bertjuan untuk (1) mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS, (3) mengetahui respon siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah-langkah yang dilakukan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) motivasi belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida pada siklus I mencapai rata-rata 60,33 dengan kategori tinggi, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 68,58 dengan kategori sangat tinggi; (2) hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida pada siklus I mencapai rata-rata 73,08% dengan kategori sedang, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 81,45% dengan kategori tinggi; (3) respon siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada siklus I mencapai rata-rata 40,33 dengan kategori cukup positif, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 42,50 dengan kategori positif. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI), Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Respon Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) This study aimed (1) to determine the increase of students' motivation in class VIII B on second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida in academic year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies, (2) to improve student learning outcomes class VIII B semesteron second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida in the school year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies, (3) studied the response of B class VIII on second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida second in academic year 2014/2015 towards the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies. This research is a classroom action research (CAR). The steps are performed in a Class Action Research (CAR) are: (1) determining the subject of research, (2) make a plan of action, (3) implement measures, (4) make observations, (5) reflection and evaluation. The results showed: (1) motivation of students of class VIII B of SMP Negeri 1 Nusa Penida in the first cycle reached an average of 60.33 with the high category, on the second cycle increased with the average being 68.58 with the every high category; (2) the results of class VIII B student's SMP Negeri 1 Nusa Penida in the first cycle reached an average of 73.08% with a high category, on the second cycle increased with the average being 81.45% with a high category; (3) response of VIII B class students of SMP Negeri 1 Nusa Penida to the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in the first cycle reached an average of 40.33 with a quite positive category, on the second cycle increased with the average being 42,50 with the positive category. keyword : Cooperative Learning Model Technique Group Investigation (GI), Student Motivation, Learning Outcomes, Student Response, Social Science.
Penerapan Metode Pembelajaran Role Playing Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII I Di SMP Negeri 1 Banjar, Buleleng, Bali Tahun Ajaran 2014/2015 Ketut Jasiani .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.5497

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah (1) Untuk mengetahui apakah penerapan metode Role Playing dapat meningkatkan aktivitas belajar IPS siswa setelah menggunakan metode Role Playing pada siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Banjar, (2) Untuk mengetahui apakah penerapan metode Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa setelah menggunakan metode Role Playing pada siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Banjar. (3) Untuk mengetahui bagaimana respon siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Banjar terhadap penerapan metode Role Playing. Dalam penelitian tindakan kelas ini yang menjadi subjek adalah siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Banjar dengan jumlah 27 siswa. Sedangkan objek penelitiannya adalah aktivitas dan hasil belajar IPS. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini dengan metode observasi, metode tes, kuisioner dan wawancara. Dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut (1) aktivitas belajar siswa pada siklus I mendapatkan jumlah 405 nilai yang diperoleh siswa dengan rata-tara yang dicapai 15% terjadi peningkatan jumlah aktivitas yang diperoleh siswa pada siklus II dengan jumlah yang dicapai 560 nilai yang diperoleh siswa dengan rata 20%. Peningkatan aktivitas dari siklus I ke siklus II adalah 155 nilai yang diperoleh siswa dengan rata-rata peningkatan mencapai 5%. (2) Hasil belajar yang diperoleh siswa adalah 1915 dengan rata-rata 70% dan ketuntasan hasil belajar yang dicapai 48,15% pada siklus I. Terjadi peningkatan hasil belajar yang diperoleh pada siklus II yakni dengan jumlah 2180 dengan rata-rata 80,74% dan ketuntasan hasil belajar yang dicapai 81,48%. (3) Hasil respons siswa terhadap penerapan metode pembelajaran Role Playing terjadi pada siklus I, respons siswa terhadap penerapan metodel pembelajaran Role Playing yaitu 991 dengan pencapaian rata-rata 36,70%. Terjadi peningkatan respons siswa terhadap penerapan metode pembelajaran Role Playing pada siklus II yaitu 1015 dengan pencapaian rata-rata 37,59%. Jumlah peningkatan yang terjadi dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 24 dengan pencapaian rata-rata sebesar 0,89%. Berdasarkan hasil penelitian, maka jawaban dari hipotesis tindakan yaitu (1) Model pembelajaran Role Playing dapat berjalan dengan efektif dan efisien sehingga aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial meningkat tinggi. (2) Model pembelajaran Role Playing dapat berjalan dengan efektif dan efisien sehingga hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial meningkat tinggi.Kata Kunci : Metode Pembelajaran Role Playing, Aktivitas, Hasil Belajar, Respons Siswa, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) The purpose of this action research are (1) To determine the increase in students' activity to learn IPS after Role Playing method in class VIII I SMP Negeri 1 Banjar (2) To determine the improvement of student learning outcomes IPS after Role Playing method in class VIII I SMP Negeri 1 Banjar. (3) To determine how the response class VIII I SMP Negeri 1 Banjar on the application of the method of Role Playing. In this classroom action research is the subject of class VIII I SMP Negeri 1 Banjar the number of 27 students. While the research object is the activity and learning of Social Sciences (IPS). Data collection methods used in this classroom action research with the method of observation, test methods, questionnaires and interviews. From the results of action research conducted by 2 cycles and analyzes that have been conducted, obtained the following results (1) student activity in the first cycle to get the average number between 405 reached 15% an increase in the number of student activity obtained at second cycle with the amount achieved in 560 with 20% average. Increased activity from the first cycle to the second cycle was 155 with an average increase of 5. (2) The results of student learning is 1915 with an average of 70% and mastery of learning outcomes achieved 48,15% in cycle I. An increase learning outcomes obtained in the second cycle which is the number of 2180 with an average of 80,74% and mastery of learning outcomes achieved 81,48%. (3) The results of a student's response to the application of learning Role Playing method occurred in the first cycle, the student response to the application of Role Playing method is 991 with an average achievement of 36,70%. An increase in student responses to the application of cooperative learning model snowball throwing in the second cycle is 1015 with an average achievement of 37,59%. The amount of the increase that occurred from the first cycle to the second cycle is the attainment by 24 with an average of 0,89%. Based on the results of the research, the answer to the hypothesis that the action was previously thought (1) Learning Role Playing to be effective and efficient and the avtivity to study the subject of Social Sciences rise high. (2) Learning Role Playing to be effective and efficient, student learning outcomes in the Social Sciences subjects increased height.keyword : Learning Role Playing, activity, Learning Outcomes, Student Response, Social Science (IPS)
POTENSI MUSEUM THE SUKARNO CENTER TAMPAKSIRING, GIANYAR, SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Made Wisnu Dwipayani .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.5499

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan didesa Sanding, Kecamatan Tampaksiring, Kabupanten Gianyar. bertujuan untuk mengetahui (1) Latar Belakang berdirinya Museum The Sukarno Center Tampaksiring, Gianyar, Bali. (2) Struktur dan fungsi Museum The Sukarno Center Desa Sanding, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali. (3) nilai-nilai dari Museum The Sukarno Center yang dapat di Kembangkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif ialah (1) penentuan lokasi penelitian (2) Penentuan Informan (3) Pengumpulan data (Observasi, wawancara dan studi dokumentasi) (4) Validasi data yang terdiri dari triagulasi data dan triangulasi metode (5) analisis data, hasil penelitian Menunjukkan: (1) Museum The Sukarno Center di bangun oleh Dr, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, ide pembangunan ini di dukung oleh yayasan Bung Karno yang di ketuai oleh putri Sukarno yaitu ibu Sukmawati Sukarno Putri ada tiga faktor yang melatar belakangi pembangunan museum The Sukarno center yakni faktor politik, faktor sosial dan budaya, faktor sejarah (2) struktur dan fungsi bangunan Museum The Sukarno Center berbentuk persegi panjang yang terbagi menjadi tiga bagian ruang depan, ruang tengah dan ruang utama. Museum The Sukarno Center mengambil arsitektur Bali dan di setiap bangunan memiliki fungsi masing-masing bangunan. (3) nilai-nila yang dimiliki oleh museum The Sukarno Center sebagai sumber belajar sejarah untuk mempelajari cikal bakal kemerdekaan Indonsia yang di perjuangkan oleh Persiden pertama Indonesia yang memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumbr belajar sejarah di SMA.Kata Kunci : Musum The Sukarno Center,Struktur, Fungsi dan Sumber Belajar This study was conducted in villages Sanding, District Tampaksiring, Gianyar. Which aims to determine (1) Background The establishment Museum Sukarno Center Tampaksiring, Gianyar, Bali. (2) The structure and function of the Sukarno Center Village Museum Sanding, District Tampaksiring, Gianyar, Bali. (3) value of the Museum The Sukarno Center, which can Develop as a source of studying history in high school. This research is a qualitative descriptive study was (1) determining the location of the study (2) The Informant (3) Data collection (observation, interviews and documentation) (4) Validation of data consisting of triagulasi data and triangulation method (5) data analysis , the research shows: (1) The Sukarno Center Museum was built by Dr, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, idea development is supported by the foundation at the Bung Karno headed by Sukarno's daughter's mother Sukarno Putri Sukmawati there are four factors behind the development The Sukarno museum center that historical factors, social and cultural factors, political factors and economic factors (2) the structure and function of the building Museum The Sukarno Center rectangular space is divided into three sections front, middle room and the main room. The museum Sukarno Center take Balinese architecture and in every building has the function of each building (3) value of the museum The Sukarno Center as a learning resource for studying the history of the forerunner of independence Indonsia which at first fought by the President of Indonesia, which has enormous potential as sumbr studying history in high school.keyword : Musum The Sukarno Center, Structure, Function and Learning Resource
PEMERTAHANAN TRADISI KAWIN LARI SUKU SASAK DI DESA SADE , PUJUT, LOMBOK TENGAH DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP NEGERI 2 PUJUT, BERBASIS KURIKULUM 2006 Ayang Pradana .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.6284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang masyarakat Desa Sade melaksanakan tradisi kawin lari, (2) mengetahui alasan dan upaya Desa Sade dalam memertahanan tradisi kawin lari, (3) mengetahui aspek-aspek dari tradisi kawin lari yang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS di SMP N 2 Pujut. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3), teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) teknik penjamin kesahihan data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1) latar belakang dilakukannya tradisi kawin lari Desa Sade Rembitan, yaitu a). pengaruh dari budaya Bali, b). legenda Putri Mandalika, c) penghormatan terhadap perempuan (2) alasan dan upaya pemertahanan tradisi kwain lari di Desa Sade Rembitan yakni: alasan: a) rasa kebersamaan, b) penghormatan kepada kaum perempuan, c). sesuai dengan ajaran Islam. Upaya: a). dialog ketua adat dengan masyarakat, b). peran keluarga, c). tradisi kawin lari dalam pembelajaran IPS (3) aspek-aspek tradisi kawin lari yang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS di SMP N 2 Pujut diantaranya meliputi: (a) aspek kognitif, (b) aspek afektif, dan (c) aspek psikomotor. (4) kontribusi dalam mengembangkan tradisi kawin lari pada pembelajaran IPS di SMP yaitu; (a) bidang sejarah (b) bidang sosiologi (c) bidang geografi (d) bidang ekonomi. (5) Rekomendasi yang dapat dilakukan dalam kajian belajar-mengajar adalah melalui lembaga sekolah serta guru sebagai agen yang melaksanakan pembelajaran IPS.Kata Kunci : tradisi kawin lari, potensi, sumber belajar, IPS, SMP. This study aimed at (1) knowing the background of Sade village’s residents implement the tradition of eloping, (2) knowing the reasons and the efforts of Sade village in the retention of eloping tradition, (3) identifying the aspects of eloping tradition that has potential as a source of learning social subject in SMP N 2 Pujut. In this study, the data were collected using qualitative descriptive by stages; (1) technique of determining the location of the research, (2) technique of determining the informant, (3) technique of data collection (observation, interviews, research documents), (4) technique of guarantor of the authenticity of the data (data triangulation, triangulation method), and (5) technique of data analysis. The results of this study show that: (1) the background of doing the tradition of the village of Sade Rembitan eloped, namely: a). the influence of Balinese culture, b). the legend of Princess Mandalika, and c). respect for women. (2) the reasons and efforts in retention the tradition of eloping, as follows: a). the reasons: the feeling of togetherness, admiration of women, and in the line with precept of Islam. The efforts: a). the dialog of custom leader with the residents, b). the role of family, and c). eloping tradition in social subject. (3) the aspects of eloping tradition that have potential as a source of learning social subject in SMP N 2 Pujut as follows: (a) cognitive, (b) the affective aspects, and (c) psychomotor aspects. (4) The contribution in developing the tradition of eloping in learning social subject in junior high school, namely; (a) the field of history (b) the field of sociology (c) the field of geography (d) the field of economic. (5) Recommendation that can be done in the study of learning and teaching is through the institution of schools and teachers as agents that carry out social studies learning.keyword : eloping tradition, potential, learning resources, IPS, SMP
KOMUNITAS ISLAM DI DESA GELGEL, KLUNGKUNG, BALI (LATAR BELAKANG SEJARAH, PENINGGALAN, DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) Putu Adi Sutama .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.6285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Mengetahui Latar Belakang Terbentuknya Komunitas Islam di Desa Gelgel Klungkung Bali, (2) Mengetahui Peninggalan-Peninggalan Islam yang terdapat di Komunitas Islam di Desa Gelgel Klungkung Bali, (3) Mengetahui Aspek-aspek keberadaan Komunitas Muslim di Kampung Gelgel Klungkung yang dapat di gunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan menggunakan langkah-langkah berikut ini: Rancangan Penelitian, Penentuan lokasi penelitian, metode penentuan informan, metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, studi dokumen, penjamin keaslian data, triangulasi data, triangulasi metode, analisis data, dan penulisan. Hasil penelitian ini adalah (1) Diawali dengan kedatangan orang-orang Islam di Gelgel sampai sekarang mengakui asal mereka dari Jawa mereka sebanyak 40 orang datang ke Gelgel sebagai pengiring Dalem dari Majapahit, dikuatkan lagi oleh peristiwa kunjungan Dalem Ketut Ngulesir ke Majapahit yang merupakan satu-satunya kunjungan selama jaman Gelgel, sedangkan para penggantinya sudah tidak berkesempatan lagi berkunjung ke Majapahit karena kerajaan Majapahit sudah runtuh, (2)benda-benda bersejarah yang masih tersisa di Desa kampung Gelgel sebagai berikut: Masjid Nurul Huda, Babad, Tari Rudat, Pintu Menara, Mimbar, dan Makam, (3) Aspek-aspek yang dapat dikembangkan di dalam Komunitas Islam di Desa Gelgel yang dapat di jadikan sumber belajar sejarah adalah sebagai berikut: Aspek Historis, Aspek Toleransi, dan Aspek Budaya. Kata Kunci : Komunitas, Islam Desa Gelgel, SumberBelajar Sejarah This study was aimed (1) to investigate the background of Islam Community in Gelgel Village, Klungkung, Bali, (2) to investigate the Islam inheritance of Islam Community in Gelgel village, Klungkung, Bali, (3) to investigate aspects of existence of Islam community in Gelgel village, Klungkung which was used as sources of learning history in Senior High School. Method used in this study was Qualitative research in which used some procedures: Research Design, Determining Location of Research, Method of determining informant, Data Collection Procedure which used interview technique, document study, Guarantor Originality of Data, Data Triangulation, Method Triangulation, Data Analysis and Process of Writing. The Result of this study are: (1) It is begun with arrival the Islam people in Gelgel village until now they recognize that they are from Java, the number of the people are 40 come to Gelgel village as escort of Dalem Majapahit, it is supported by incident of visiting Dalem Ketut Ngulesir to Majapahit in which is firstly visiting since Gelgel Period, while their substitute have no opportunity to visit to Majapahiut because Majapahit Kingdom is collapse, (2) the historic objects that are left in Gelgel village namely Nurul Huda Mosque, Babad, Rudat dance, Tower Door, Mimbar, and Grave, (3) The aspect which can be developed in Islam Community in Gelgel village are as a sources of Learning history namely: Historical Aspect, Tolerance Aspect, and Cultural Aspect. keyword : community, Islam in Gelgel village, sources of learning history
PENINGGALAN PURBAKALA DI PURA SUBAK APUAN, SINGAPADU, SUKAWATI GIANYAR, BALI (SEJARAH, STRUKTUR DAN POTENSINYA) SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Ni Wayan Dewi Lasmi .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui Sejarah Peninggalan Purbakala Di Pura Subak Apuan, Singapadu, Gianyar, Bali, (2) mengetahui Struktur dari Peninggalan Purbakala Di Pura Subak Apuan, Singapadu, Gianyar, Bali, (3) mengetahui potensi dari Peninggalan Purbakala Di Pura Subak Apuan, Singapadu, Gianyar, Bali sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Model penelitian yang digunakan untuk menyusun penelitian ini adalah penelitian pemecahan masalah kekinian,dengan tahap sebagai berikut: (1) Heuristik, terdiri dari teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen, (2) Kritik sumber yang mana terdiri dari kritik ekstern, dan intern, (3) Interprestasi (penafsiran), (4) Histrografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa, sejarah peninggalan purbakala yang ada di Pura Subak Apuan, Singapadu, Sukawati, Gianyar, Bali berasal dari masa megalitik muda. Semua ini karena ciri-ciri yang dimiliki oleh peninggalan di pura ini sangat sederhana. Adapun peninggalan yang ada di pura ini berupa arca bukan dewa, lingga dan batu padas yang banyak terdapat di jaba tengah dan jeroan pura. Pura Subak Apuan, Singapadu menggunakan konsep Tri Mandala yang terdiri dari jaba sisi, jaba tengah dan jeroan. Peninggalan yang ada di pura ini dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah yang disesuaikan dengan kurikulum 2013 pada kelas X semester ke II dengan memperhatikan potensi peningglan di Pura Subak Apuan.Kata Kunci : Pura Subak, Peninggalan Purbakala, Sumber Belajar. This study was aimed to: (1) find out history of archaeological remains in Subak Apuan Tempel, Singapadu, Gianyar, Bali, (2) find out stucture of archaeological remains in Pura Subak Apuan, Singapadu, Gianyar, Bali, (3) find out potential of archaeological remains in Subak Apuan Temple, Singapadu, Sukawati, Gianyar, Bali as source of historical learning in Senior High School. Research method that used by this study was problem solving which used following steps: (1) Heuristic, consist of interview, observation and documentation, (2) Source critical, consist of external critical and internal critical, (3) Interpretation, (4) Historiography. The result of this study showed that the history of archaeological remains in Subak Apuan Temple, Singapadu, Gianyar, Bali was archaeological remains from early megalithic era. It was because characteristics of this arcaeological remains was very simple. The archaeological remains in this temple were statue of non God, rock relief and phallum in Hindu’s temple found in jabe tengah and jeroan of the temple. This temple used Tri Mandala concept, consist of jaba sisi, jabe tengah and jeroan. This archaeological remains could be a historical learning source which appropriate with curriculum 2013 for second semester of ten grade student by looked at potential of Subak Apuan Temple.keyword : Subak Temple, Archaeological Remains, Learning Sources
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SEJARAH PADA SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 SAWAN SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Made Dian Hermi .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6289

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatan motivasi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada pelajaran Sejarah, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar sejarah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD), (3) mengetahui respon siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada pelajaran Sejarah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) persentase rata-rata motivasi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan pada siklus I adalah 25,45% dengan kategori tinggi, meningkat menjadi 26,33% pada siklus II dengan kategori tinggi; (2) rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan pada siklus I adalah 74,58 dengan kategori sedang, meningkat menjadi 83,54 pada siklus II dengan kategori tinggi; (3) respon siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) mencapai kategori positif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Sejarah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 serta memperoleh respon yang positif.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD), Motivasi, Hasil Belajar, Sejarah. This study aimed at 1) knowing the motivation improvement of the 12th of Social Science 2 grade students of SMA Negeri 1 Sawan in odd semester in academic year of 2015/2016 through the application of cooperative learning model especially Student Team Achivement Divison(STAD) type on history lesson. This study was a classroom action research. The steps done in this action research involved ; 1) determining the research subjects 2) making the design of the action 3) doing the action 4) observing 5) reflecting ang evaluating. The result of the research showed that : 1) The motivation average percentage of the 12th social science 2 grade of SMA Negeri 1 Sawan in cycle I were 25,45% with high category, and they improved became 26,44% in cycle II with high category as well. The average of the study result of the students were 74,58 in cycle I with sufficient category, increased became 83,54 in cycle II in high category. 3) the students' responses toward the application of cooperative learning in STAD type achieved positive category. Based on the result of the research, it can be concluded that the application of cooperative learning model in STAD type can improve the motivation and the history study's result of the 12th social science 2 grade students of SMA Negeri 1 Sawan in academic year of 2015/2016 get positive responses as well.keyword : Cooperative learning model Student Achievement division team (STAD), motivation , learning outcomes, history
PENINGGALAN SARKOFAGUS DAN NEKARA DI DESA PAKRAMAN MANIKLIYU, KINTAMANI, BANGLI, BALI (STUDI TENTANG BENTUK, FUNGSI DAN POTENSINYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA) Ni Komang Sukasih .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bentuk sarkofagus dan nekara yang terdapat di Desa Pakraman Manikliyu; (2) fungsi sarkofagus dan nekara yang terdapat di Desa Pakraman Manikliyu; dan (3) sarkofagus dan nekara yang ada di Desa Pakraman Manikliyu sebagai media pembelajaran sejarah di SMA sesuai dengan RPP berbasis Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) Metode pengumpulan data (observasi, wawancara dan studi dokumen); (3) teknik pengolahan data/analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) sarkofagus di Desa Pakraman Manikliyu memiliki bentuk persegi panjang dengan sisi berbentuk lengkung, masing-masing sisi memiliki tonjolan berbentuk persegi empat dan nekara memiliki bentuk seperti sebuah dandang terbalik, bagian atasnya tertutup dan bagian bawahnya (kaki) terbuka dengan tutup berbentuk silinder, (2) sarkofagus dan nekara berfungsi sebagai peti jenazah atau sebagai kuburan atau peti mayat, sarkofagus digunakan oleh orang yang memiliki kedudukan atau status sosial yang tinggi seperti kepada petinggi, ketua suku, atau kaum bangsawan dari penduduk setempat di masa itu, sedangkan nekara pada umumnya kebanyakan ditemukan dipura-pura sebagai tempat media pemujaan roh leluhur. Akan tetapi, nekara di Desa Pakraman Manikliyu ditemukan diluar pura dan memiliki fungsi yang berbeda yaitu sebagai wadah kubur, (3) aspek-aspek yang terdapat pada peninggalan sarkofagus dan nekara di Desa Pakraman Manikliyu yang bisa dikembangkan menjadi media pembelajaran sejarah di SMA sesuai dengan RPP berbasis Kurikulum 2013 yaitu, aspek bentuk fisik bangunan, aspek historis, aspek keyakinan atau kepercayaan, dan aspek budaya. Kata Kunci : Sarkofagus dan Nekara, Media Pembelajaran Sejarah. The purposes of this study are to determine (1) The shape of the sarcophagus and nekara contained in Pakraman Manikliyu; (2) the function of the sarcophagus and nekara contained in Pakraman Manikliyu; and (3) the sarcophagus and nekara in Pakraman Manikliyu as a medium of teaching history in high school curriculum-based lesson plans in accordance with 2013. This study used qualitative approach, namely: (1) a technique of determining the informant; (2) The data collection method (observation, interviews and document study); (3) engineering data processing / data analysis. The results showed that, (1) the sarcophagus in Pakraman Manikliyu has a rectangular shape with sides curved, each side has protrusions rectangular and nekara has a shape like a cormorant upside down, top closed and bottom (foot) open with closed cylindrical, (2) the sarcophagus and nekara serve as a coffin or a grave or coffin, sarcophagus used by people who have a position or a high social status as the top brass, the head of the tribe, or the nobility of the local population in that period while nekara generally found mostly dipura posed as a media worship ancestral spirits. However, nekara in Pakraman Manikliyu found outside the temple and have different functions, namely as a container tomb, (3) the aspects contained in the relics of a sarcophagus and nekara in Pakraman Manikliyu that could be developed into a medium of learning history in school according to RPP based curriculum in 2013, namely, the physical aspects of the building, the historical aspect, the aspect of belief or faith, and cultural aspects keyword : Sarcophagus And Nekara, Median Learning History
PURA BUKIT DHARMA DURGA KUTRI DI DESA BURUAN, GIANYAR, BALI (SEJARAH, STRUKTUR, DAN FUNGSI SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) Ngakan Made Viky Purnama Teja .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) sejarah berdirinya Pura Bukit Dharma Durga Kutri di Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar, Bali, (2) struktur dan fungsi Pura Bukit Dharma Durga Kutri di Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar, Bali, (3) potensi yang terdapat di Pura Bukit Dharma Durga Kutri, Desa Buruan, Gianyar, Bali yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen); (3) teknik validitas data; (4) analisis data dan (5) teknik penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah berdirinya Pura Bukit Dharma Durga Kutri di Desa Buruan berkaitan erat dengan permaisuri Raja Udayana yang bernama Ratu Gunapriyadharmapatni. Struktur Pura Bukit Dharma Durga Kutri terdiri tiga halaman yaitu nista mandala atau jaba sisi, madya mandala atau jaba tengah dan utama mandala atau jeroan. Fungsi Pura Bukit Dharma Durga Kutri secara umum dapat dibagi menjadi enam, (1) fungsi religius; (2) fungsi sosial; (3) fungsi pendidikan; (4) fungsi budaya ; (5) fungsi ekonomi ; (6) fungsi rekreasi. Adapun potensi yang dimiliki Pura Bukit Dharma Durga Kutri yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA, yaitu: (1) Struktur berundak; (2) peninggalan arca dan (3) fragmen candi. Kata Kunci : Sejarah, Struktur dan Fungsi, Sumber Belajar Sejarah di SMA This research aims to find out, (1) the history of the Bukit Dharma Durga Kutri temple at Buruan village, Blahbatuh, Gianyar, Bali, (2) the structure and function of Bukit Dharma Durga Kutri Kutri temple at Buruan village, Blahbatuh, Gianyar, Bali, (3) the potential contained in Bukit Dharma Durga Kutri temple at Buruan village, Gianyar, Bali which can be used as a source of history learning in high school based on curriculum 2013. This research used the qualitative approach, namely: (1) the determination of the location; (2) the technique of determination of the informant; (3) data collection techniques (observation, interview, document studies); (3) the technique of validity of data; (4) data analysis and (5) the techniques of writing. The results showed that the history of the Pura Bukit Dharma Durga Kutri at Buruan village is closely related to King Udayana named Queen Gunapriyadharmapatni. Bukit Dharma Durga Temple structure Kutri consists of three of these namely nista mandala or jaba sisi, madya mandala or jaba tengah and utama mandala or jeroan. The function of Pura Bukit Dharma Durga Kutri can generally be divided into six, (1) religious function; (2) social functions; (3) the functions of education; (4) the function of culture; (5) economic function; (6) a recreational function. As for the potential of Bukit Dharma Durga Kutri temple which can serve as a source of learning history in high school, namely: (1) the structure of the stairs; (2) a relic statue and (3) fragments of the ancient temple. keyword : history, structure and function, the source of Learning History in high school