cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TANYA JAWAB ESTAFET UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X3 PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 1 NUSA PENIDA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015 I Putu Widiarta .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.5311

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Tanya Jawab Estafet pada siswa kelas X3 SMA Negeri 1 Nusa Penida Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung-Bali. Subjek penelitian adalah siswa kelas X3 SMA Negeri 1 Nusa Penida tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 33 orang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Analisis data menggunakan diskriftif kuantitatif. Data kualitas proses belajar siswa dikumpulkan melalui metode observasi, sedangkan hasil belajar siswa dikumpulkan melalui metode tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Tanya Jawab Estafet dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X3 SMA Negeri 1 Nusa Penida tahun pelajaran 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari data berikut ini: 1) terjadi peningkatan kualitas proses belajar siswa pada siklus I dengan persentase rata-rata 3,34% dan persentase rata-rata pada siklus II sebesar 4,30%. Pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 0,96%. 2) terjadi peningkatan hasil belajar pada siklus I dengan rata-rata sebesar 65,4, ketuntasan belajar 54,54%, rata-rata persen 65% dan pada siklus II rata-rata sebesar 81,81, ketuntasan belajar siswa, 96,97%, rata-rata persen 81,81%. peningkatan ketuntasan belajar dari siklus I ke Siklus II mencapai 42, 43%, peningkatan dari siklus I ke Siklus II rata-rata 16,41, dan peningkatan rata-rata persen dari siklus I ke Siklus II mencapai 16,41%.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe Tanya Jawab Estafet, Kualitas Proses Belajar, dan hasil Belajar Siswa The aim of this study is to increase the quality of learning process and the results study of the students on history subject through cooperative learning method, relay ask and answer at student of grade X3 SMA Negeri 1 Nusa penida periode 2014/2015 which total of the students are 33 people which is consists of 14 boys and 19 girls. Kuantitatif deskripyive is used as Data analysis. The quality of Learning process data is gathered through observation method, and students result study is gathered through test method . the result of this study shows that the application of cooperative learning process method , relay ask and answer type ,is able to increase the quality of learning process and also the result study of students on history subject on grade X3 SMA Negeri 1 Nusa Penida period 2014/2015. This data is shown as follows : 1) there is slightly increase of the quality of learning process in first cycle by 3,34% and second cycle by 4,30%. The second cycle, there is slightly data increase by 0,96 %. 2) there is increasing on students results in first cycle by 65,4%,past the test by 54,54%, in average 65% and in the second cycle by 81,81%, past the test 96,97%, in average by 42,43%, enhancement of past the test study from cycle 1 adn cycle 2 are 42,43%, and enhancement of average from cylce 1 and cycle 2 are 16,41% and ehancement from cycle 1 and cycle 2 are 16,41%keyword : cooperative learning method, relay ask and asnwer type,quality of learning process and the results study of students
PERSEPSI GURU TERHADAP PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN SEJARAH (STUDI KASUS GURU SEJARAH DI SMAN 1 SAWAN) Nengah Cipta Sari .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.5312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui persepsi Kepala SMA Negeri 1 Sawan dan Wakasek Kurikulum SMA Negeri 1 Sawan terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013; (2) Mengetahui persepsi guru sejarah terhadap mata pelajaran sejarah pada Kurikulum 2013; (3) Mengetahui persepsi siswa terhadap proses pembelajaran sejarah pada Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kuesioner, studi dokumen); (4) teknik penjaminan keabsahan data; dan (5) teknik analisis data. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa; (1) Persepsi Kepala SMA Negeri 1 Sawan dan Wakasek Kurikulum SMA Negeri 1 Sawan memberikan apresiasi dan penilaian positif terhadap Kurikulum 2013, karena Kurikulum 2013 menerapkan metode scientific approach dalam proses pembelajaran; (2) Persepsi guru sejarah terhadap mata pelajaran sejarah pada Kurikulum 2013 menunjukan bahwa guru sejarah di SMA Negeri 1 Sawan mendukung sepenuhnya mata pelajaran sejarah dikelompokan menjadi wajib dan peminatan, Kurikulum 2013 dinilai oleh guru sangat lengkap dan lebih rinci, namun tidak diimbangi dengan pelatihan sejak dini sehingga guru sejarah mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan Kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran terutama pada aspek penilaian yang dinilai terlalu rumit; (3) Persepsi siswa terhadap proses pembelajaran sejarah dengan menggunakan Kurikulum 2013 menunjukan bahwa minat siswa untuk belajar sejarah pada Kurikulum 2013 cukup tinggi, hal ini tampak pada persepsi siswa terhadap pentingnya pelajaran sejarah dan siswa sangat antusias untuk belajar sejarah pada Kurikulum 2013 karena dengan mata pelajaran sejarah pada Kurikulum 2013 siswa dapat berinovasi dan mengetahui metode pembelajaran yang baru.Kata Kunci : Persepsi, Guru Sejarah, Mata Pelajaran Sejarah, Kurikulum 2013 This research aims (1) knowing the perception of the Head of SMA Negeri 1 Sawan and Vice Principal of Curriculum SMAN 1 Sawan on the implementation of the 2013 curriculum; (2) knowing the history teacher's perception of the historical subjects on 2013 curriculum; (3) knowing the students' perception of the process of teaching history on the 2013 curriculum. This study used a qualitative approach with measures: (1) the determination of research location; (2) the determination of informants techniques; (3) data collection techniques (observation, interview, questionnaire, study document); (4) the validity of data guarantee techniques; and (5) data analysis techniques. The results of the research show that; (1) the perception Head of SMA Negeri 1 Sawan and Vice Principal of Curriculum SMAN 1 Sawan give appreciation and positive assessment to the 2013 curriculum, because the 2013 curriculum is implement the scientific approach method on the learning process; (2) the history teacher's perception of the historical subjects on 2013 curriculum shows history teachers in SMA Negeri 1 Sawan fully support historical subjects are divided into compulsory and specialization and 2013 curriculum assessed by teacher was complete and more detail but not in balance with training from the outset so that history teacher experienced difficulty in applying the 2013 curriculum in the process of learning especially from the perspective of an assessment that was thought to be too complicated; (3) the students' perception of the process of teaching history on the 2013 curriculum showed that interest on the part of the student to study history at the 2013 curriculum is quite high, it looks on the view of students on the importance of the lessons of history and students are very enthusiastic to learn history on the 2013 curriculum because with historical subjects on the 2013 curriculum students can innovate and know the new method of learning.keyword : Perception, History Teacher, History Subject, 2013 Curriculum.
KOMUNITAS MUSLIM SASAK BAYAN DI BANJAR DINAS KAMPUNG ANYAR, BUKIT, KARANGASEM, BALI (LATAR BELAKANG SEJARAH DAN POTENSINYA BAGI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) I Wayan Widiarta .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana sejarah keberadaan Komunitas Muslim Sasak di Banjar Dinas Kampung Anyar, Desa Bukit, Karangasem, Bali, (2) mengetahui bagaimana hubungan Kerajaan Karangasem dengan Komunitas Muslim Sasak di Banjar Dinas Kampung Anyar Desa Bukit dalam konteks yang masih bertahan hingga saat ini, (3) mengetahui aspek – aspek apa saja dari keberadaan Komunitas Muslim Sasak di Banjar Dinas Kampung Anyar Desa Bukit yang dapat di gunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sejarah dengan langkah – langkah yakni, (1), Heuristik (teknik penentuan informan, observasi, wawancara, dan dokumen), (3) Kritik (kritik eksternal dan kritik internal), (4) Interpretasi, (5) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) latar belakang berdirinya Komunitas Muslim Sasak Bayan di Kampung Anyar, Desa Bukit, Karangasem, Bali tak bisa dilepaskan dari sejarah Kerajaan Karangasem yang melakukan perluasan kekuasaan ke Lombok (Seleparang dan Pejanggik) yang kemudian membawa tawanan politik berupa orang – orang Sasak, (2) keberadaan perkampungan Islam yang ada di Karangasem merupakan suatu kesatuan dengan Puri Karangasem. Masyarakat Kampung Islam di sekitar Puri Karangasem menempati posisi – posisi tertentu yang berada di sekitar puri atau ibukota kerajaan. Hal ini secara alami menjadi benteng besar yang dapat dipakai sebagai pertahanan kota. Hingga saat ini masyarakat Kampung Anyar masih terikat dengan Kerajaan Karangasem dalam bentuk hubungan patron – klien. (3) aspek – aspek yang bisa di kembangkan menjadi sumber belajar sejarah dari keberaan Komunitas Muslim Sasak Bayan di Kampung Anyar yakni, (1) aspek kognitif, (2) aspek afektif, (3) aspek psikomotorik.Kata Kunci : Komunitas, Muslim Sasak Bayan, Sumber Belajar Sejarah This study aims to: (1) knowing how historical existence Sasak Muslim community in Kampung Banjar Anyar Department, Bukit Desa, Karangasem, Bali, (2) determine how the relationship with the Kingdom of Karangasem Sasak Muslim community in Banjar Anyar village Kampung Bukit Office in context still survive to this day, (3) determine aspects - what aspect of existence Sasak Muslim community in Banjar Anyar village Kampung Bukit Office that can be used as a learning resource in school history. The method used in this research is the study of history by step - a step that is, (1), heuristic (technique of determining the informant, observations, interviews, and documents), (3) Criticism (external criticism and internal criticism), (4) Interpretation , (5) Historiography. The results showed that (1) the background of the establishment of the Muslim community in Kampung Anyar Sasak Bayan, Hill Village, Karangasem, Bali can not be separated from the history of the Kingdom of Karangasem who perform extended powers to Lombok (Seleparang and Pejanggik) which then takes the form of the political prisoners - Sasak people, (2) the existence of Islamic villages in Karangasem is a unity with Puri Karangasem. Ohoislam community around Puri Karangasem positions - certain positions that were around the castle or the royal capital. This is naturally a huge fortress that can be used as a defense of the city. Until now, people in Kampung Anyar still bound by the Kingdom of Karangasem in the form of patron - client. (3) aspects - aspects that can be developed into a source of learning the history of keberaan Sasak Muslim community in Kampung Anyar Bayan namely, (1) cognitive, (2) the affective aspects, (3) psychomotor aspects.keyword : Community, Sasak Muslim Bayan, Learning Resources History
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERTIVE LEARNING) TIPE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 7 SINGARAJA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015 Ni Kadek Rustini Wati .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5314

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 7 Singaraja semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping pada pelajaran IPS, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 7 Singaraja semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping pada pelajaran IPS, (3) mengetahui peningkatan respon siswa kelas VIII C SMP Negeri 7 Singaraja semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping pada pelajaran IPS. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) persentase rata-rata motivasi belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 7 Singaraja pada siklus I adalah 25,30% dengan kategori tinggi, meningkat menjadi 26,50% pada siklus II dengan kategori tinggi; (2) rata-rata hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 7 Singaraja pada siklus I adalah 72,88% dengan kategori sedang, dan ketuntasan belajar siswa mencapai 50,00%, meningkat menjadi 83,07% dengan kategori tinggi dan ketuntasan belajar mencapai 84,61% pada siklus II; (3) respon siswa kelas VIII C SMP Negeri 7 Singaraja terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping pada siklus I mencapai rata-rata 33,73% dengan kategori cukup postif, meningkat menjadi 36, 73% dengan kategori positif pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS pada siswa kelas VIII C SMP negeri 7 Singaraja. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe Mind Mapping, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). This research aims to (1) determine the enhancement of students' motivation class of VIII C SMP Negeri 7 Singaraja second semester of academic year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Mind Mapping in social studies, (2) improve student learning outcomes in grade VIII C SMP 7 Singaraja semester 2014/2015 academic year through the implementation of cooperative learning model Mind Mapping in social studies, (3) determine the enhancement in response to class VIII C SMP Negeri 7 Singaraja second semester of academic year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model type Mind Mapping in social studies. This research is a classroom action research (CAR). The stages are done in the classroom action research (CAR), namely (1) the determination of research subjects, (2) make a plan of action, (3) implement measures, (4) to make observations, (5) evaluation and reflection. The results showed: (1) the average percentage of eighth grade students' learning motivation C SMP Negeri 7 Singaraja in the first cycle was 25.30% with a high category, raised to 26.50% in the second cycle with high category; (2) the average results of student learning C class VIII SMP Negeri 7 Singaraja in the first cycle was 72.88% with medium category, and mastery learning students reached 50.00%, increased to 83.07% with the high category and mastery learning reached 84.61% in the second cycle; (3) the response class VIII C SMP Negeri 7 Singaraja toward cooperative learning model Mind Mapping in the first cycle reached an average of 33.73% with a quite positive category, increased to 36.73% with a positive category in the second cycle. Based on the results of this research note that through the implementation of cooperative learning model Mind Mapping can improve motivation and learning outcomes IPS in the class VIII C SMP Negeri 7 Singarajakeyword : Cooperative Learning Model type of Mind Mapping, Motivational Learning, Learning Outcomes, Social Sciences (IPS)
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture And Picture Dalam Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Sejarah Pada Siswa Kelas XI IPS 1 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Singaraja Semester Genap Tahun Ajaran 2014/2015 Agus Herry Sumardika .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5315

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatan aktivitas belajar sejarah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Singaraja semester genap tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture pada pelajaran sejarah, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar sejarah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Singaraja semester genap tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture, (3) mengetahui persepsi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Singaraja terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu: (1) penentuan subjek penelitian, (2) observasi awal, (3) refleksi awal, (4) perencanaan penelitian, (5) pelaksanaan penelitian, (6) melakukan observasi, (7) melakukan evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) rata-rata aktivitas belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Singaraja pada siklus I adalah 5,53 dengan kategori cukup aktif, meningkat menjadi 7,96 pada siklus II dengan kategori aktif; (2) rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Singaraja pada siklus I adalah 60,19 dengan kategori kurang baik meningkat menjadi 83,46 pada siklus II dengan kategori baik, persepsi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Singraja sangat “positif”. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture (mengurutkan gambar) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Sejarah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Singaraja semester genap tahun pelajaran 2014/2015Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe Picture and Picture, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Sejarah This research aims to (1) determine the increased activity of learning the history of class XI IPS 1 SMA N 3 Singaraja semester of academic year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Picture and Picture at the lessons of history, (2) determine students' learning outcome history class XI IPS 1 SMA N 3 Singaraja semester of academic year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Picture and Picture, (3) determine the perception of class XI IPS 1 SMA N 3 Singaraja toward cooperative learning model Picture and Picture. This research is classroom action research (PTK). The stages are done in the classroom action research (PTK), namely: (1) determining the subject of research, (2) the initial observation, (3) early reflections, (4) planning studies, (5) implementation of research, (6) making observations , (7) the evaluation and reflection. The results showed: (1) the average activity of students of class XI IPS 1 SMA N 3 Singaraja in the first cycle is 5.53 with moderately active category, increased to 7.96 in the second cycle with the active category; (2) the average results of student learning in class XI IPS 1 SMA N 3 Singaraja in the first cycle was 60.19 with unfavorable category increased to 83.46 in the second cycle in both categories, perceptions of class XI IPS 1 SMA N 3 Singraja very "positive". Based on these results it can be concluded that the implementation of cooperative learning model Picture and Picture (sort pictures) can increase the activity and learning outcomes History class XI IPS 1 SMA N 3 Singaraja semester of academic year 2014/2015keyword : Cooperative Learning Model Type Picture and Picture, Activity Learning, Learning Outcomes, History
IDENTIFIKASI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN MR. I GUSTI KETUT PUDJA DALAM USAHA MERAIH KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA I Ketut Anom Mahartawan .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peranan Mr. I Gusti Ketut Pudja dalam usaha meraih kemerdekaan bangsa Indonesia; (2) Nilai-nilai kepahlawanan Mr. I Gusti Ketut Pudja yang dapat diwariskan kepada generasi muda; (3) Pengintegrasian nilai -nilai kepahlawanan beliau sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu: (1) Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif; (2) Teknik penentuan lokasi penelitian yaitu di Puri Sukasada; (3) Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling; (4) Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan pedoman observasi; (5) Teknik pengumpulan data menggunakan (a) Teknik studi dokumen menggunakan sumber buku dan foto Mr. I Gusti Ketut Pudja (b) Teknik observasi yaitu di Puri Sukasada (c) Teknik wawancara yaitu dengan keluarga Mr. I Gusti Ketut Pudja, legiun veteran Kabupaten Buleleng dan guru sejarah (6) Metode penjamin keabsahan data yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi metode; (7) Teknik analisis data yaitu: (a) Pengumpulan data; (b) Reduksi data; (c) Penyajian data; (d) Mengambil Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Mr. I Gusti Ketut Pudja memiliki peran besar dalam usaha meraih kemerdekaan Indonesia, selama tergabung dalam PPKI beliau melakukan banyak perubahan yang fundamental bagi bangsa dan negara Indonesia; (2) nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari sosok Mr. I Gusti Ketut Pudja yaitu: (a) Patriotisme; (b) Toleransi; (c) Keberanian; (d) Rela berkorban; (e) Demokrasi; (f) Multikultural; (g) Solidaritas; (3) Nilai-nilai kepahlawanan Mr. I Gusti Ketut Pudja dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA dengan menggunakan KTSP pada Kompetensi Dasar (1.1) Menganalisis peristiwa sekitar proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia.Kata Kunci : Mr. I Gusti Ketut Pudja, Nilai-nilai kepahlawanan, Sumber belajar sejarah This aims of this study is to determine (1) The role of Mr. I Gusti Ketut Pudja in an attempt to achieve independences of Indonesia; (2) The values of heroism Mr. I Gusti Ketut Pudja that can be pass down to the younger generation; and (3) Integrating values his heroism as a sources of teaching history in senior high school. This study used qualitative research methods, as follows: (1) Type of research uses qualitative research; (2) Mechanical technic determining the location of study is at Puri Sukasada; (3) Mechanical determination of resources uses purposive sampling; (4) The instruments of research uses guidilines of the interview and also guidilines of observation; (5) The technical of data collected (a) Technical of the documents using Mr. I Gusti Ketut Pudja’s books and pictures; (b) Technic of observations is at Puri Sukasada; (c) The technic of interview are with Mr. I Gusti Ketut Pudja’s family, Legiun Veteran Kabupaten Buleleng, and also history teacher; (6) Method of data validity guarantor are triangulated data source and triangulated methods; (7) The technic of analysis data. (a) data collected; (b) data reduction; (c) display data; (d) verification. The results showed that (1) Mr. I Gusti Ketut Pudja has a big roles in attempts for the independence of Indonesia, as PPKI’s member he did a lot of changes that fundamental to the survival of Indonesian statehood; (2) the values of heroism embodied by the figure of Mr. I Gusti Ketut Pudja namely: (a) patriotism; (b) tolerance; (c) courage; (d) self-sacrificed; (e) democracy; (f) multicultural; (g) solidarity; (3) The values of heroism Mr. I Gusti Ketut Pudja could be uses as a source of history education in senior high school with KTSP at Basic Competence (1.1) analyse the events around the proclamation in August, 17 1945 and the Indonesian government establishment.keyword : Mr. I Gusti Ketut Pudja, The values of heroism, Sources of history learning.
KONVERSI AGAMA HINDU KE AGAMA KRISTEN DI DESA BUDUK (SEJARAH, NILAI-NILAI KARAKTER, SERTA KONTRIBUSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH PEMINATAN DI SMA) Ikhsan Maulana Putra Prasetyo .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5318

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui latar belakang terjadinya Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen di Desa buduk, (2) mengetahui Nilai-nilai karakter yang dapat dipetik dari Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen di Desa Buduk, (3) mengetahui kontribusi Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen di Desa Buduk sebagai sumber belajar sejarah peminatan di SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian sejarah. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian sejarah yaitu: (1) heuristik atau penelusuran jejak-jejak sejarah, (2) kritik sumber yang terdiri kritik ekstern dan kritik intern, (3) melaksanakan interpretasi atau memilih sumber yang valid, (4) melakukan historiografi atau penyusunan cerita sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Desa Buduk merupakan salah satu desa yang memiliki keanekaragaman agama dan kebudayaan. Hal ini dapat dilihat dari terjadinya konversi agama di Desa Buduk. Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen ini menimbulkan banyak perubahan yang terjadi di Desa Buduk; (2) Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen di Desa Buduk menampilkan nilai-nilai karakter Religius dan Toleransi antar umat beragama yang dijadikan dasar pegangan hidup bagi generasi penerus bangsa (pemuda) dalam mengisi kerukunan dan perdamaian antar umat beragama; (3) Peristiwa sejarah Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah sosial dalam sejarah peminatan bagi siswanya, Seperti kegiatan kunjungan ke lokasi terjadinya Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen. Pemanfaatan Peristiwa sejarah Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen sebagai sumber belajar sejarah sosial dalam sejarah peminantan di SMA berbasis kurikulum 2013 yaitu dengan menggunakan pendekatan scientificKata Kunci : Konversi Agama, Penelitian Sejarah,Nilai Karakter, kurikulum 2013, Sejarah. This research aims to (1) determine the background of the Conversion Hinduism to Christianity in the Buduk village , (2) know the values of characters that can be learned from the Conversion Hinduism to Christianity in the Buduk village, (3) determine the contribution of Hindu Religious Conversion to Christianity in the Buduk village as a source of learning the history of specialization in high school. This study is a historical research. The stages are carried out in the study of history, namely: (1) search heuristics or traces of history, (2) source criticism comprising external criticism and internal criticism, (3) implement the interpretation or choose a valid source, (4) perform historiography or the preparation of historical stories. The results showed: (1) Buduk village is a village that has a diversity of religions and cultures. It can be seen from the occurrence of religious conversion in the village Buduk. Conversion Hinduism to Christianity has led many changes that occurred in the village of Buduk; (2) Conversion of Hinduism to Christianity in the village Buduk displays the values of religious character and inter-religious tolerance as the basis of a handle on life for the next generation (youth) in charge of harmony and peace between religious communities; (3) Conversion historical events Hinduism to Christianity can be used as a source of learning social history in the history of specialization for students, such as visits to the location of the Conversion Hinduism to Christianity. Utilization of historical events Conversion Hinduism to Christianity as a source of social history in the history of learning in school-based curriculum 2013 is by using a scientific approachkeyword : Conversion of Religion, History Research, Value Character, curriculum 2013, History
IDENTIFIKASI POLA PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS X IPA 1 SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA BALI M Al Qautsar Pratama .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i2.5379

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pola pendidikan karakter yang diterapkan pada pembelajaran sejarah di kelas X IPA 1 SMA Lab Undiksha Singaraja Bali, (2) mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam penerapan pola pendidikan karakter pada pembelajaran sejarah di kelas X IPA 1 SMA Lab Undiksha Singaraja Bali . Penelitian ini merupakan jenis pendekatan kualitatif prosedur penelitian yang menggunakan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian kulitatif yaitu dengan melakukan (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data observasi,studi pustaka); (3) teknik pengolahan data/analisis data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat pola pendidikan karakter yang yang diterapkan oleh guru sejarah di kelas X IPA 1 yang direncanakan dengan baik pada rpp yang dibuat oleh guru pelaksanaannya di kelas X IPA, (2) terdapat kendala-kendala yang dihadapi oleh guru maupun siswa dalam pelaksanaan pola pendidikan karakter dikelas, kendala-kendala yang dihadapi yaitu kendala waktu, kemampuan siswa dan materi pelajaran yang padat. Kata Kunci : pola, pendidikan karakter This research aims to (1) determine the pattern of character education is applied to the teaching of history in class X IPA 1 SMA Lab Undiksha Singaraja Bali . (2) knowing the constraints faced by teachers and students in the application of a character education on history teaching in class X IPA 1 SMA Lab Undiksha Singaraja Bali. This research is a qualitative approach research procedure that uses descriptive data in the form of words written or spoken of the people and behaviors that diamati.Tahap-stage qualitative research conducted by performing (1) a technique of determining the informant; (2) data collection techniques of observation, literature); (3) engineering data processing / data analysis. The results showed: (1) there is a pattern of character education that is applied by a history teacher in class X IPA 1 planned well in rpp made by the teacher in class X IPA implementation, (2) there are constraints faced by teachers and students in the implementation patterns of character education class, the constraints faced by the constraints of time, the ability of students and subject matter are solid. keyword : pattern, character education
Tradisi Mengarak Sokok Di Desa Pegayaman, Sukasada, Buleleng, Bali (Potensinya Sebagai Media Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Sejarah di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Pegayaman) Muhammad Sariman .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5380

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui latar belakang masyarakat Islam di Desa Pegayaman melaksanakan Tradisi Mengarak Sokok, (2) Mengetahui bentuk-bentuk Sokok yang dibuat masyarakat Islam Desa Pegayaman, dan (3) Mengetahui pengintegrasian nilai-nilai tradisi mengarak Sokok dalam pembelajaran sejarah sebagai media pendidikan karakter di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Pegayaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah, (1) Metode penentuan informan, (2) Metode pengumpulan data (teknik observasi, teknik wawancara, teknik studi dokumen), (3) Metode validitas data, (4) Metode analisis data, (5) Penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Latar belakang masyarakat Islam di Desa Pegayaman melaksanakan tradisi ini, karena adanya faktor kepercayaan, faktor budaya, meningkatkan solidaritas sosial, faktor pendidikan, pemenuhan kebutuhan akan seni dan pemenuhan kebutuhan akan keselamatan (2) Bentuk Sokok dibedakan menjadi dua yakni Sokok Base dan Sokok Taluh, (3) Pengintegrasian Nilai-nilai Tradisi Mengarak Sokok dalam Pembelajaran Sejarah di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Pegayaman dapat di lihat dari aspek pendidikan yaitu sebagai ajang pengenalan budaya terhadap siswa, agar nantinya budaya tersebut bisa memperkaya materi pembelajaran sejarah. Selanjutnya nilai religius, nilai memperkuat solidaritas sosial, nilai menjaga hubungan harmonis dengan alam, nilai kesenian dan nilai ekonomis sesuai dengan kompetensi dasar menganalisis proses interaksi antara tradisi lokal, Hindu-Budha dan Islam di Indonesia. Kata Kunci : Mengarak sokok, Media Pendidikan Karakter, Pembelajaran Sejarah. This research was conducted in the village of Pegayaman, District Sukasada, Buleleng, Bali. This study aims to: (1) Knowing the background of the Islamic community in the village of tradition parading Pegayaman implement Sokok, (2) Determine the forms Sokok made Islamic community Pegayaman village, and (3) Knowing the integration of traditional values in the learning parading Sokok media history as character education in Madrasah Aliyah Miftahul Pegayaman Ulum. The method used in this research is descriptive qualitative method with steps, (1) method to determine the informant, (2) data collection method (observation, interview techniques, engineering studies document), (3) Method of data validity, (4) methods of data analysis, (5) Writing research results. The results showed that (1) Background Islamic community in the village of Pegayaman carry this tradition, because of the trust factor, cultural factor, increase social solidarity, education factor, meeting the needs of the art and meet the need for safety (2) The form is divided into two Sokok namely Sokok Base and Sokok Taluh, (3) Integrating values Sokok tradition of parading in Teaching History in Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Pegayaman can be seen from the aspect of education that is as a venue for cultural recognition to the students, so that later the culture can enrich the learning materials of history. Furthermore, religious values, values strengthen social solidarity, the value of maintaining a harmonious relationship with nature, artistic value and economic value in accordance with the basic competence to analyze the interaction between local traditions, Hindu-Buddhist and Islam in Indonesia.keyword : Parading Sokok, Media Character Education, Teaching History.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) MODEL EXAMPLE NON-EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VII-1 DI SMP NEGERI 2 SINGARAJA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014-2015. I Gusti Ngurah Riki Wahyudi .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) model example non-example pada mata pelajaran IPS kelas VII-1 di SMP N 2 Singaraja pada semester genap tahun pelajaran 2014-2015 dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, (2) mengetahui apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) model example non-example pada mata pelajaran IPS kelas VII-1 di SMP N 2 Singaraja pada semester genap tahun pelajaran 2014-2015 dapat meningkatkan hasil belajar siswa, (3) untuk mengetahui tanggapan siswa kelas VII-1 di SMP N 2 Singaraja pada semester genap tahun pelajaran 2014-2015 dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah (PBL) example non-example pada mata pelajaran IPS . Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) persentase rata-rata motivasi belajar siswa kelas VII-1 di SMP Negeri 2 Singaraja pada siklus I adalah 66,19% dengan kategori sangat positif, meningkat menjadi 67,85% pada siklus II dengan kategori sangat positif; (2) persentase rata-rata hasil belajar siswa kelas VII-1 di SMP Negeri 2 Singaraja pada siklus I adalah 81%. dengan kategori baik, meningkat menjadi 86,25% pada siklus II dengan kategori sangat baik; (3) tanggapan siswa kelas VII-1 di SMP Negeri 2 Singaraja terhadap penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) model example non-example mencapai kategori sangat positif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) model example non-example dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS siswa kelas VII-1 SMP Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : Model Pembelajaran berbasis masalah (PBL) example non-example, Motivasi belajar, Hasil Belajar. This research aims to (1) determine the application of problem-based learning model (PBL) model of example non-example in social studies class VII-1 in SMP N 2 Singaraja in the second semester of academic year 2014-2015 can increase students motivation, (2) determine the application model of problem-based learning (PBL) model of example non-example in social studies class VII-1 in SMP N 2 Singaraja in the second semester of academic year 2014-2015 can improve student learning outcomes, (3) to determine the response class VII-1 in SMP N 2 Singaraja in the second semester of school year 2014-2015 with the implementation model of problem-based learning (PBL) example non-example in social studies. This research is a classroom action research (PTK). The stages are done in the classroom action research (PTK), namely: (1) determining the subject of research, (2) make a plan of action, (3) implement measures, (4) to make observations, (5) reflection and evaluation, The results showed: (1) the average percentage of students' motivation in class VII-1 SMP Negeri 2 Singaraja in the first cycle was 66.19% with a very positive category, increased to 67.85% in the second cycle categorized as very positive ; (2) the average percentage of student learning outcomes in grade VII-1 in SMP Negeri 2 Singaraja in the first cycle was 81% in both categories, increased to 86.25% in the second cycle with very good category; (3) the responses class VII-1 in SMP Negeri 2 Singaraja on the implementation model of problem-based learning (PBL) model of example non-example achieving very positive category. Based on these results it can be concluded that the application of the model of problem-based learning (PBL) model of example non-example can improve motivation and learning outcomes of students of class VII IPS-1 SMP Negeri 2 Singaraja school year 2014/2015.keyword : Problem Based Learning (PBL) example non-examples, Learning Motivation, Learning Outcome.