cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN MOLLUSCA BENTIK SERTA FAKTOR-FAKTOR EKOLOGIS YANG MEMPENGARUHINYA DI PANTAI MENGENING, KABUPATEN BADUNG, BALI Ariani, NM Dewi; Swasta, IB Jelantik; Adnyana, Putu Budi
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : Komposisi, keanekaragaman, kemelimpahan dan Faktor-faktor ekologis yang mempengaruhi Mollusca bentik yang hidup di Pantai Mengening Kabupaten Badung, Bali. Penelitian fauna Mollusca Bentik di Pantai Mengening dilakukan pada bulan April 2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dan eksploratif, dengan menggunakan rancangan survei lapangan yaitu dengan pengamatan dan pencatatan hasil temuan di lapangan serta dilanjutkan dengan pengamatan di laboratorium. Populasi adalah seluruh Mollusca bentik yang hidup di Pantai Mengening, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah jumlah Mollusca bentik yang terdapat di dalam 15 kuadrat. Metode pengumpulan sampel yang digunakan adalah metode kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan (1) Komposisi spesies moluska bentik yang ditemukan sebanyak 32 spesies dan 261 individu, (2) Nilai indeks keanekaragaman sebesar 3,12 yang dinyatakan dalam kategori tinggi, nilai kekayaan spesies sebesar 5,75, nilai indeks kemerataan spesies sebesar 0,90, nilai indeks dominansi sebesar 0,1. (3) Kemelimpahan relatif spesies Mollusca bentik tertinggi oleh spesies Ornopsis glanni nilai kemelimpahan relatifnya sebesar 14,56% dan nilai kemelimpahan relatif terendah diantaranya Cypraea moneta, Conus tarbellianus, Basterotia corbuloides, Struthiolaria spinosa, Cerithium chipolanum, dan Conus consors dengan masing-masing nilai sebesar 0,77 %, nilai kepadatan spesies tertinggi yaitu spesies Ornopsis glanni dengan nilai kepadatan spesies yaitu sebesar 2,53 ind/m2. Sedangkan nilai kepadatan spesies terendah yaitu Cypraea subovum, Fulviia mutica, Macrocallista nimbosa, Littorina irrorata, Thais luteostoma, Morula margariticola, Rissoina chipolana, Xenophora burdigalensis, Diodora mississipppiensis, dan Chicoreus brevifrons yaitu sebesar 0,13 ind/m². Dan untuk nilai total kepadatan spesies mollusca bentik yang hidup dikawasan pantai Mengening sebesar 17,4 ind/m².
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT CATUR DESA TERHADAP KONSERVASI DANAU TAMBLINGAN ., Ni Made Dwi Pradnyani; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengetahuan lokal masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan yang terkait konservasi Danau Tamblingan, 2) teknologi lokal masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan yang terkait konservasi Danau Tamblingan, dan sikap masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan terhadap konservasi Danau Tamblingan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei, dengan sampel berjumlah 100 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pengetahuan masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan terkait konservasi Danau Tamblingan termasuk dalam kategori tinggi, 2) Masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan memiliki teknologi lokal dalam upaya konservasi Danau Tamblingan yaitu berupa perahu tradisional bergandeng dua yang disebut pedahu, serta membentuk kelompok Bendega yang merupakan kelompok masyarakat yang bertanggungjawab melestarikan Danau Tamblingan, 3) Sikap masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan terhadap konservasi Danau Tamblingan termasuk dalam kategori positif.Kata Kunci : kearifan lokal, konservasi, Danau Tamblingan, Catur Desa Adat Dalem Tamblingan The purposes of the research were 1) local knowledge of people of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan related to the conservation of Lake Tamblingan, 2) local technology of people of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan related to the conservation of Lake Tamblingan, 3) and the attitude of people of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan to the conservation of Lake Tamblingan. The type of this riset is survey research, with a sample of 100 people determined using purposive sampling technique. Data obtained were uses descriptive analysis. The results of this research indicates that 1) the knowledge of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan community related to Tamblingan Lake Conservation included in the high category, 2) Catur Desa Adat Dalem Tamblingan community has local technology in Tamblingan Lake conservation that is using traditional boat called a pedahu, and formed a group of Bendega which is a community group responsible for preserving Lake Tamblingan, 3) Attitudes of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan community to the conservation of Lake Tamblingan included in the positive category.keyword : Local wisdom, conservation, Tamblingan Lake, Catur Desa Adat Dalem Tamblingan
ANALISIS SPEKTRUM LIFE FORM DAN FISIOGNOMI SPESIES TUMBUHAN PADA KAWASAN VEGETASI DENGAN ALTITUDE BERBEDA DI BENTANGAN BUKIT DESA PENUKTUKAN (TEJAKULA) SAMPAI DESA SIAKIN (KINTAMANI) ., Ayu Seoulina; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui spektrum life form dan fisiognomi spesies tumbuhan pada kawasan vegetasi dengan altitude berbeda di bentangan bukit Desa Penuktukan (Tejakula)-Desa Siakin (Kintamani). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan pada kawasan vegetasi dengan altitude berbeda, di bentangan bukit pada ketinggian 0 (mdpl), 800 (mdpl), dan 1.600 (mdpl). Teknik pengambilan sampel secara sistematik sampling. Pengumpulan data life form dengan pengamatan morfologi tumbuhan berdasarkan kategori life form menurut Raunkier. Pengumpulan data fisiognomi dengan cara melakukan pengamatan spesies tumbuhan berdasarkan kategori fisiognomi menurut Danserau. Data life form dan fisiognomi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Spektrum life form pada altitude yang berbeda menunjukkan life form Phanerophyte memiliki persentase tertinggi di setiap altitude. Pada altitude 0 mdpl (84%), 800 mdpl (85%), dan 1.600 mdpl (86%). (2) Fisiognomi kawasan vegetasi pada ketiga altitude memperlihatkan fisiognomi yang berbeda-beda. Pada altitude 0 mdpl menunjukkan fisiognomi 3 strata, altitude 800 mdpl menunjukkan fisiognomi 2 strata. Pada altitude 1.600 mdpl menunjukkan fisiognomi kawasan hutan yang terdiri dari 3 strata sedangkan kawasan perkebunan terdiri dari 1 strata. Kata Kunci : Kata Kunci: Life form, Fisiognomi, Vegetasi, Altitude The purpose of this research was to know the spectrum of life forms and physiognomy plant species on vegetation region with different altitude in the hill of Penuktukan village (Tejakula)-Siakin village (Kintamani). This research is a kind of exploratory research. The population in this research are all species of plants in the vegetation region with different altitude, on a stretch of hills at an altitude of 0 (masl), 800 (masl), 1.600 (masl). Technical sampling used systematic sampling. Data life form collected by observing morphology of plants according to life form category by Raunkier. Data physiognomy collected by observing species of plant according to physiognomy category by Danserau. Data life form and physiognomy analyzed descriptively. The result of this research indicate (1) The spectrum of life form at the different altitude showed Phanerophyte has the largest percentage in any altitude. At an altitude 0 masl (84%), 800 masl (85%), 1.600 masl (86%). (2) Physiognomy of vegetation region at different altitude showed different physionomy. At altitude 0 masl showed 3 strata, altitude of 800 masl showed 2 strata. At altitude of 1.600 masl showed the forst area consists of 3 strata and the plantation area consists of 1 strata.keyword : Key word: Life Form, Physiognomy, Vegetation, Altitude
DISTRIBUSI DAN DIVERSITAS SPESIES TUMBUHAN SIMBOL TUBUH (TRI ANGGA) MASYARAKAT BALI AGA PADA TRI MANDALA DI DESA TIGAWASA, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG ., Ni Kadek Mira Sapitri; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Spesies tumbuhan simbol tubuh (Tri Angga) apa sajakah yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat Bali Aga di Desa Tigawasa (2) indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh (Tri Angga) yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat Bali Aga di Desa Tigawasa (3) pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh (Tri Angga) yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat Bali Aga di Desa Tigawasa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh tumbuhan simbol tubuh yang terdapat di Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah parameter ekosistem dan parameter sosiosistem. Paramater ekosistem ini yang meliputi makhluk hidup dalam ekosistem yaitu khususnya tumbuhan simbol tubuh. Parameter Sosiosistem yang meliputi budaya Bali Aga Desa Tigawasa dalam pelestarian tumbuhan simbol tubuh. Culture dalam penelitian ini meliputi parameter; (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation dan (5) relational orientation. Teknik pengambilan sampel dilakukan metode kuadrat dengan sistematik sampling sedangkan culture dilakukan dengan pemberian kuesioner dan wawancara. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Spesies tumbuhan simbol tubuh yang ditemukan pada Tri Mandala Desa Tigawasa yang meliputi Uttama Mandala yaitu 4 spesies (8,89%); pada Madya Mandala yaitu 17 spesies (37,78%); pada Nista Mandala yaitu 5 spesies (11,11%). Tumbuhan simbol tubuh yang terdapat di Desa Tigawasa yaitu 18 spesies (40%), (2) indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh di Desa Tigawasa yaitu mencapai 0,886 sedangkan kemelimpahannya 0,114 sehingga dapat dikategorikan kedalam keanekaragaman tinggi, (3) Pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh dari 18 spesies yang ditemukan untuk pola distribusi tipe teratur yaitu sebanyak 7 spesies (38,39%), tipe acak yaitu 2 spesies (11,11%), tipe mengelompok yaitu 9 spesies (50%). Kata Kunci : Tumbuhan Simbol Tubuh (Tri Angga), Tri Mandala, Desa Tigawasa, Bali Aga. The purpose of this research is to know (1) Species of body symbols (Tri Angga) what are in Tri Mandala room at Bali Aga community in Tigawasa Village (2) index of plant species diversity of body symbol (Tri Angga) Mandala in Bali Aga community in Tigawasa village (3) distribution pattern of plant species of body symbol (Tri Angga) in Tri Mandala room on Bali Aga community in Tigawasa Village. The type of research conducted is explorative research. The population in this research is all the whole plant body symbols that exist in Tigawasa Village, Banjar District, Buleleng Regency. Parameters measured in this study are ecosystem parameters and sociosystem parameters. These ecosystem parameters include living creatures in ecosystems, especially the symbols of the body. This Sosiosistem parameter which encompasses the culture of Bali Aga Tigawasa Village in preserving the body symbol of body. Culture in this study includes parameters Culture dalam penelitian ini meliputi parameter; (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation dan (5) relational orientation. The sampling technique was conducted by quadratic method with systematic sampling while culture was done by giving questionnaire and interview. Data were analyzed in ecological and descriptive statistics. The results showed (1) Species of plant body symbols found in Tri Mandala Tigawasa Village which includes Uttama Mandala which is 4 species (8,89%); in Madya Mandala is 17 species (37,78%); on Nista Mandala which is 5 species (11,11%). With such a symbol of body plants in the village of Tigawasa is 18 species (40%), 2) the index of plant species diversity in Tigawasa village is 0.886 whereas the abundance is 0.114 so it can be categorized into high diversity, (3) Distribution pattern of plant species of body symbol of 18 species found for regular type distribution pattern that is 7 species (38,39%), random type 2 species (11,11%), clustered type is 9 species (50%).keyword : Symbol Body Plants (Tri Angga), Tri Mandala, Tigawasa Village, Bali Aga.
STUDI TENTANG STRUKTUR KOMUNITAS MOLUSKA BENTIK YANG HIDUP DI KAWASAN PANTAI PEMUTERAN KECAMATAN GEROKGAK ., Gusti Ngurah Yoga Pradipta; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 1 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi, keanekaragaman dan kemelimpahan spesies moluska bentik yang hidup di kawasan pantai Pemuteran Kecamatan Gerokgak. Penelitian ini tergolong jenis penelitian deskriptif dan ekploratif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian lapangan (field study) dan di lanjutkan dengan idemtifikasi di laboratorium. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh spesies moluska bentik yang hidup di pantai Pemuteran. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah spesies moluska bentik yang terdapat di dalam 15 kuadrat. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat dengan teknik sistematik sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) komposisi spesies moluska bentik yang hidup di kawasan pantai Pemuteran terdiri dari 25 speseis dengan 173 individu, (2) moluska bentik yang hidup di pantai pemuteran memiliki indeks keanekaragaman sebesar 2,20 dan dinyatan keadalam kategori sedang, nilai indeks kekayaan spesies sebesar 4,66 nilai tersebut masih tergolong kategori sedang, nilai indeks kemerataan spesies sebesar 0,68 dan nilai indeks dominansi sebesar 0,07. (3) kemelimpahan relatif spesies tertinggi yaitu pada spesies Cypraea annulus dengan nilai sebesar 23,69 %, sedangkan kemelimpahan relatif terendah terdapat pada spesies Conus quercinus, Proxichione chemnitzi, Neritina oualaniensis masing-masing spesies tersebut memiliki nilai kelemimpahan relatif sebesar 0,57 %. Kepadatan spesies tertinggi terdapat pada spesies Cypraea annulus sebesar 2,73 /m2, kepadatan spesies terendah terdapat pada speseis Halgerda aurantiomaculata, Turbo cepoides, Conus chaldaeus masing-masing memiliki nilai kepadatan spesies yang sama yaitu 0,2 /m2. Kata Kunci : Kata Kunci : Keanekaragaman, Kemelimpahan, Moluska Bentik The study of the structure of mollusc bentic community which lives in pemuteran beach, gerokgak sub-district abstract the purpose of this stidy is to determine the composition, diversity, and variety of mollusc bentic species which lives in Pemuteran Beach, Gerokgak Sub-district. This study is a descriptive and explorative study. The design of this study is a field study design which continued by laboratory identification. The population of this study are the species of mollusc bentic in Pemuteran Beach. Meanwhile, the sample of this study is the species of mollusc bentic within 15 kuadrat. The method of this study is the kuadrat method with systematic sampling technique. The result of this study shows that (1)The composition of mollusc bentic in Pemuteran beach consists of 25 species and 173 individuals, (2)The mollusc bentic in Pemuteran Beach shows 2.20 diversity index which categorized as Medium. While the variety index is 4.46 which also categorized as medium. The distribution index is 0.68 meanwhile the dominant index is 0.07, (3) Cypraea annulus is the species of Mollusc Bentic with the highest variety index that is 23.69%. Meanwhile, Conus quescinus, Proxichione chemnitzi, Neritina oulaniensis are the species of mollusc bentic with the lowest variety index that is 0.57%. Cypraea annulus is the species with the highest distribution level that is 2.73/m2. On the other hand, Halgerda aurantiomaculata, Turbo cepoides, Conus chaidaneus are the species with the lowest distribution level that is 0.2/m2. keyword : Key words: Diversity, Variety, Mollusc Bentic
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KAMBOJA (PLUMERIA RUBRA L. F. TRICOLOR) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK CULEX VISHNUI ., Luh Ratna Susanti; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si.,; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui akibat variasi konsentrasi ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor.), dan (2) konsentrasi ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor) yang diperlukan untuk dapat membunuh 50% (LC50) larva nyamuk Culex vishnui. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen sungguhan. Perbedaan konsentrasi ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0%, 15%, 30%, 45% dan 60%. Efek perlakuan dalam penelitian adalah adanya mortalitas larva nyamuk Culex vishnui. Rancangan penelitan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan dasar desainnya The Randomized Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh larva nyamuk Culex vishnui yang di dapatkan di sawah di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt, sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian adalah 250 sampel larva instar III nyamuk Culex vishnui hasil kolonisasi. Data dianalisis secara statistik yaitu dengan uji ANAVA satu arah dan analisis probit. Hasil penelitian adalah: (1) ada perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui akibat pemberian ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor dengan konsentrasi yang berbeda dan semua variasi ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor) memiliki perbedaan yang nyata atau signifikan, dan (2) konsentrasi ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor) yang diperlukan untuk mematikan 50% (LC 50) larva nyamuk Culex vishnui yaitu sebesar 31, 42%.Kata Kunci : Ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor), Mortalitas larva, Culex vishnui. The purpose of this study was to determine: (1) the various mortality of Culex vishnui larvae due to variations in the concentration of leaf extract frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor), and (2) the concentration of leaf extract Plumeria rubra L. f. tricolor needed to be able to kill 50% (LC50) Culex vishnui larvae. This study was a real experiment. The various in concentration of leaf extract frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor) were used in this study were 0%, 15%, 30%, 45% and 60%. The effects of treatment in this study was the mortality of mosquito larvae Culex vishnui. The research design that in this study was Completely Randomized Design with a basic design The Randomized Posttest Only Control Group Design. The population in this study were all larvae mosquitoes Culex vishnui, that get in the rice fields Tangguwisia village, Seririt, while the sample in this study were 250 samples of the third instar larvae mosquitoes Culex vishnui colonization results. The data were analyzed statistically, it used one-way ANOVA test and probit analysis. The results of this study are: (1) There are various in the mortality of larvae mosquitoes Culex vishnui due leaf extract of frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor) with various concentrations and all variations leaf extract of frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor) has a real or significant differences. (2) The needed extract of frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor) to turn off 50% (LC50) larvae mosquitoes Culex vishnui in the amount of 31.42%.keyword : Extract leaf of frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor, Larvae mortality, Culex vishnui.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBANTUAN METODE MIND MAP TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA N 1 SERIRIT ., Ida Ayu Kade Aprilia Darmasanti; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar biologi antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) berbantuan metode mind map dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Seririt. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimental Research) dengan rancangan non equivalent pre test-post test control group design. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan analisis statistik independent sample t-test terhadap gain skor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan metode mind map dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (t=5,61, p=0,00). Nilai rata-rata hasil belajar yang dicapai oleh kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan metode mind map lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.Kata Kunci : hasil belajar, mind map, Numbered Heads Together. This research was conducted to see the difference in the result between group of students which learn biology using cooperative learning model type Numbered Heads Together (NHT) assisted by mind map methods and group of students which learn biology using cooperative learning model type Numbered Heads Together (NHT) in class X of SMAN 1 Seririt. This study is quasi-experimental research with design non equivalent pre test-post test control group design . Methods of data collection in this study conducted with test method . Data were analyzed with descriptive analysis techniques and statistical analysis independent sample t -test to gain score . The results of this study indicate that there are significant differences between the groups of students that learned with cooperative learning model NHT aided method mind map and a group of students that learned with cooperative learning model NHT (t=5,61, p=0,00) . The average value of the learning outcomes achieved by a group of students that learned with cooperative learning model NHT aided method mind map better than the group of students that learned with cooperative learning model NHT.keyword : mind map, Numbered Heads Together, students achievements.
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., NI KD MIRAH ASTUTI; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter di tinjau dari variabel context; input; process; dan product; (2) mengetahui efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter di tinjau dari model evaluasi CIPP. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi (evaluation reseach) dengan menggunakan model CIPP. Adapun subyek evaluasi adalah kepala sekolah, guru pembina, siswa, dan dokumen yang akan memberikan informasi. Obyek evaluasi adalah pelaksanaan program pendidikan karakter yang terdiri dari variabel (context, input, process, dan product). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, wawancara, checklist dan dokumentasi. Data dianalisis dengan deskriftif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini secara umum pelaksanaan program pendidikan karakter di SMP Negeri 1 Singaraja termasuk dalam kategori sangat efektif. Dari keempat variabel yang diteliti menujukkan bahwa variabel context termasuk kategori sangat efektif, variabel input termasuk kategori sangat efektif, variabel process termasuk kategori sangat efektif dan produk termasuk kategori sangat efektif dengan nilai berturut-turut (98,21%, 90,00%, 92,05%, dan 90,00%), sehingga efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter yang ditinjau dari model CIIP dan mengacu pada kuadran Glickman termasuk dalam kuadran I yang diperoleh hasil positip (+ + + +) yang berarti sangat efektif.Kata Kunci : Evaluasi, Metode CIPP, Pendidikan karakter The aimed of this study are to (1) find out the effectiveness of implementation of character education programs in the review of the context variables; input; process; and product; (2) to know the effectiveness of character education program implementation in review of CIPP evaluation model. This research is an evaluation research (evaluation reseach) by using CIPP model. The subjects of the evaluation are the principals, the guidance teachers, students, and documents that will provide information. Object of the evaluation is the implementation of character education program consisting of variables (context, input, process, and product). Data collecting technique which used in this research are observation, questionnaire, interview, checklist and documentation. The data are analyzed by quantitative descriptive. The result of this research is general implementation of program character education in SMP Negeri 1 Singaraja included in the category very effective. The four variables studied showed that the context variables are very effective category, process variables are very effective and product category is very effective with successive value, (98,21%, 90,00%, 92,05%, and 90,00%), so the effectiveness of the character education program in terms of the CIIP model and referring to the Glickman quadrant included in quadrant (+ + + +) is effective.keyword : : Evaluation, CIPP method, character education,
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NATURE OF SCIENCE DAN KONVENSIONAL TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA NEGERI 3 SINGARAJA ., Ni Luh Santi Indrayani; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi siswa yang harus dikembangkan dalam kurikulum 2013. Oleh sebab itu setiap sekolah wajib untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model Nature of Science dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model Konvensional. Jenis penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian eksperimen semu (quasi experimental), dengan desain penelitian non equivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas X MIA di SMA Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2015/2016, dengan sampel penelitian yaitu kelas X MIA 1 dan kelas X MIA 4 yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis yang berjumlah 15 butir soal uraian. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan statistik uji-t. Uji-t dilakukan dengan bantuan program SPSS statistics 21.0 for Windows. Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dianalisis dengan menggunakan Gain Score ternormalisasi, kelas yang belajar dengan model Nature of Science mendapatkan nilai gain rata-rata sebesar 0,5496 yang termasuk kategori gain sedang dan kelas yang belajar menggunakan model konvensional mendapat nilai gain rata-rata sebesar 0,3997 yang termasuk kategori gain sedang. Sementara itu dari hasil analisis data diperoleh thitung = 3,830 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model Nature of Science dengan keterampilan berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model Konvensional. Kata Kunci : keterampilan berpikir kritis, model pembelajaran konvensional, dan model pembelajaran nature of science Critical thinking skills was one of competence that should be developed in 2013 curriculum. Because of that reason every schools in Indonesia should be gave a training about critical thinking skills to the students. The purpose of this research was to determine the differences of critical thinking skills between students that learned using Nature of Science learning model and students that learned using the conventional learning model. This research was a quasi-experimental research, and the design of this research was non-equivalent pre-test post-test control group design. The population of this research were all tenth grade students in SMA Negeri 3 Singaraja in second semester of academic year 2015/2016, that took X MIA 4 and X MIA 1 as samples of this research. The samples were taken by using a simple random sampling technique. The data of this research were collected using critical thinking skills tests. There was totally 15 items of description test. Data were analyzed using descriptive analysis technique and statistical t-test. The increase of critical thinking skills was analyzed using normalization gain score. The result of gain score value of student that learn using Nature of Science learning model was 0,5496 and gain value of student that learn using conventional learning model was 0,3997, both of the value can categoriezed as the medium gain. The results of data analysis showed the value of t-test were t = 3,830 and ttable (at significance level of 5%) = 2,000. This means that value of the t-test are more higher than ttabel (thitung>ttabel), so it can be interpreted that there is a significant differences between critical thinking skills of students that learn using Nature of Science learning model and students that learn using conventional learning model. keyword : conventional, critical thinking skills, nature of science
KEANEKARAGAMAN SPESIES TUMBUHAN BAMBU, KARAKTERISTIK DAN PEMANFAATANNYA BAGI MASYARAKAT DESA TIGAWASA, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG ., Safaratul Aini; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) komposisi spesies tumbuhan bambu yang ada di Desa Tigawasa, (2) karakteristik utama spesies bambu yang ada di Desa Tigawasa, (3) besar indeks keanekaragaman spesies bambu yang ada di Desa Tigawasa, (4) bagaimana masyarakat Tigawasa memanfaatkan spesies bambu sebagai penunjang ekonomi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan bambu di Desa Tigawasa. Sampel penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan bambu yang ada di Desa Tigawasa yang tercover oleh kuadrat pada masing-masing stasiun penelitian. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode kuadrat dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Komposisi spesies tumbuhan bambu di Desa Tigawasa terdiri atas 12 spesies dengan jumlah individu 20.459 yang tersebar ditiga zona, yaitu; 5.864 individu spesies pada Zona I (530-557 mdpl), 8.317 individu spesies pada Zona II (645-799 mdpl), dan 6.278 individu spesies pada Zona III (864 869 mdpl, (2) dari 12 spesies yang ditemukan di Desa Tigawasa, spesies yang menjadi karakteristik pada keseluruhan zona adalah spesies Schizostachyum lima (Blanco) Merr (114,0989), Gigantochloa Sp.3 (48,0591), dan Schizostachyum zollingeri stend (9,7953); (3) nilai rata-rata indeks keanekaragaman spesies tumbuhan bambu pada penelitian yang dilakukan di Desa Tigawasa secara keseluruhan sebesar 1,23% dengan kategori rendah; (4) kebermanfaatan spesies tumbuhan bambu digunakan masyarakat sebagai sandang, pangan, papan, upacara, dan rumah tangga. Beberapa contoh produk seperti sayur rebung, kerajinan, dan atap rumah. Dari sekian banyak itu, yang paling utama digunakan yaitu untuk kerajinan yang bernilai ekonomi. Bagian dari bambu yang digunakan adalah batang dan rebung, tapi yang paling banyak digunakan yaitu bagian batang.Kata Kunci : Bambu, Karakteristik Spesies, Keanekaragaman Spesies, Kebermanfaatan Spesies This study aims to determine (1) the species compositions of bamboo plant in Tigawasa Village, (2) the main characteristics of bamboo species in Tigawasa Village, (3) the diversity large index of bamboo species in Tigawasa Village, (4) the utilization of bamboo plants to support the economy of Tigawasa community. The population in this study were all the species of bamboo plant in Tigawasa Village. The sample of this study were all the species of bamboo plant in Tigawasa village, and were covered by squares at each research station. The method used quadratic method and interview. The results of this study indicate (1) the species composition of bamboo plant consists 12 species with 20,459 individuals spread in three zones, namely; 5,864 species in Zone I (530-557 mdpl), 8,317 individual species in Zone II (645-799 mdpl), and 6,278 individual species in Zone III (864-869 mdpl), 2) the species of bamboo plant that become the characteristic of the whole zone are Schizostachyum lima (Blanco) Merr (114.08989), Gigantochloa sp. (348.05991), and Schizostachyum zollingeri stend species (9.7953), (3) the index average value of bamboo plant diversity is 1.23% with a low category, (4) the utilization species of bamboo plant used by the community as clothing, food, boards, ceremonies, and households. The main usages of bamboo are for handicrafts that gives the economic value. The part of bamboo that used are the stems and bamboo shoots, but the most widely used is the stem.keyword : Bamboo, Characteristics Of Species, Species Diversity, Species Utilizations

Page 10 of 66 | Total Record : 658