cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
VARIASI DOSIS EKSTRAK DAUN SALAM [Syzygium polyanthum (Wight) Walp] MENYEBABKAN PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) HIPERGLIKEMI ., Nurul Hidayah; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si; ., Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun salam [Syzygium polyanthum (Wight) Walp.] merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah. Kandungan flavonoid didalam daun salam diduga dapat menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi dosis ekstrak daun salam dalam menurunkan kadar glukosa darah terhadap tikus putih. Dua puluh empat ekor tikus dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Kelompok I (kontrol) diberi aquades, kelompok II diberi ekstrak daun salam dengan dosis 0,5 mg/kgBB, kelompok III diberi ekstrak daun salam dengan dosis 1 mg/kgBB, dan kelompok IV diberi ekstrak daun salam dengan dosis 1,5 mg/kgBB. Sebelum diberi perlakuan, tikus diberikan glukosa secara oral. Pada menit ke-30 setelah pembebanan glukosa, tikus yang mengalami hiperglikemi ( >110 mg/dL) diberi perlakuan dengan ekstrak daun salam secara oral. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada menit ke-30 setelah pembebanan glukosa (pretest) dan menit ke-120 setelah pemberian perlakuan (posttest), sampel darah diambil dari vena lateralis ekor. Data diuji dengan One-Way ANOVA satu jalur yang dilanjutkan dengan uji LSD untuk mengetahui dosis paling optimal. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun salam dapat menurunkan kadar glukosa darah. Dosis 0,5 mg/kg BB dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan rata-rata 58,67 (0,39%), sedangkan dosis 1 mg/kg BB adalah 51,67 (0,37%) dan dosis 1,5 mg/kg BB adalah 31,5 (0,20%). Kata Kunci : Ekstrak daun salam, Glukosa Darah, Hiperglikemi. Syzygium polyanthum (Wight.) Walp. is one of plant that can be used for the treatment to lowering blood glucose levels. The content of flavonoids in the leaves could be expected to lower blood glucose levels. The purpose of this research was to find out the potential extract bay leaf in lowering blood glucose levels of the ratswhite. Twenty-four rats were divided into 4 treatment groups. Group I as (control) were treated distilled water, group II were treated extract bay leaf with dose 0,5 mg/kgBB, group III were treated extract bay leaf with dose 1 mg/kgBB, group IV were treated extract bay leaf with dose 1,5 mg/kgBB. Before being given treatment, the rat to given glucose orally. Minutte 30 after the imposition of glucose, mice had hiperglikemi treated with bay leaf extract orally. Measurement blood glucose levels performed on minute 30 after the imposition of glucose (pretest) and at the minute 120 after the provision of treatment (posttest), blood samples were taken from the vein lateral tail. The data were analyzed by One Way ANOVA and LSD test to know the dose optimal in lowering blood glucose levels. The results showed the bay leaf extract can lower blood glucose levels. Dose of 0,5 mg/kg body weight may decrease to levels an average of 58,67 (0,39%), while the dose of 1 mg/kg body weight was 51,67 51,67 (0,37%) and a dose of 1,5 mg/kg body weight was 31,5 (0,20%). keyword : Bay Leaf Extract, Blood Glucose, Hiperglikemi.
KELIMPAHAN, FISIOGNOMI, DAN PERIODISITAS VEGETASI TANAMAN MANGGA DI DESA DEPEHA, KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG ., Ni Luh Pt. Cariastini; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) besarnya kelimpahan vegetasi tanaman mangga yang ada di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, (2) fisiognomi vegetasi tanaman mangga yang ada di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, (3) periodisitas vegetasi tanaman mangga yang ada di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Populasi penelitian ini adalah seluruh vegetasi tanaman mangga di Desa Depeha. Sampel penelitian ini adalah beberapa kebun mangga yang ada di Desa Depeha yang terkaver oleh kuadrat sepanjang line transect. Metode yang digunakan dalam pengambilan data kelimpahan adalah Point Centered Quarter Method dengan teknik pengambilan sampel yaitu sistematik sampling. Sedangkan fisiognomi dan periodisitas digunakan metode observasi dan wawancara. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) kelimpahan tanaman mangga yang ada di Desa Depeha secara keseluruhan adalah 268.500 pohon. Nilai penting yang tertinggi adalah Mangga Arummanis (282.0494 %) dan nilai penting yang terkecil adalah Mangga Kebo (0.1614%), (2) fisiognomi tanaman mangga secara umum menunjukkan pola yang sama, (3) periodisitas tanaman mangga mulai dari perubahan warna daun (90-180 hari), pembungaan (10-28 hari), masa berbuah (45-125 hari) sampai dengan panen (10-45 hari). Kata Kunci : Kelimpahan, Fisiognomi, Periodisitas, Tanaman Mangga The purpose of this research was to determine (1) the magnitude of the mango plant vegetation abundance in Depeha village, Kubutambahan district, Buleleng regency, (2) physiognomy of the mango plant vegetation in the Depeha village, Kubutambahan district, Buleleng regency, (3) periodicity of the mango plant vegetation in the Depeha village, Kubutambahan district, Buleleng regency. This kind of research was exploratory research. The population of this research was around the mango plant vegetation in the Depeha village. Samples of this research were some mango orchard in the Depeha village that covered by the square along the line transect. The method used in this research to pick up the abundance data was Point Centered Quarter Method with a sampling technique that was systematic sampling. While the physiognomy and periodicity used observation and interview methods. The collected data was then analyzed descriptively. The results shows (1) the abundance of mango plant in the Depeha village as a whole is 268.500 trees. The highest important value is Mango Arummanis (282.0494%) and the smallest importance value is Mango Kebo (0.1614%), (2) physiognomy of mango plants generally show the same pattern, (3) the periodicity of mango plants is start from leaf color changes (90-180 days), flowering (10-28 days), fruiting period (45-125 days) until the harvest (10-45 days). keyword : Abundance, Physiognomy, Periodicity, Mango Plants
VARIASI KEBERANGKATAN KE SEKOLAH MENGAKIBATKAN PERBEDAAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL DAN KELELAHAN SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 SUKASADA Suryanada, Kd Dwi Indira
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi keberangkatan ke sekolah (1) jalan kaki (2) antar jemput dan (3) mengendarai sepeda motor memiliki perbedaan keluhan muskuloskeletal dan kelelahan serta kontribusinya terhadap prestasi belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field experimental) dengan rancagan randomized pre and posttest control group design. Lokasi penelitian ini di SMA Negeri 1 Sukasada yang berada di Kabupaten Buleleng, Bali. Pengambilan sampel dilakukan secara random sebanyak 60 orang peserta didik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Anova One-Way dengan taraf signifikansi 5%, karena terdapat data yang menunjukkan tidak berbeda bermakna sehingga dilakukan uji lanjut LSD. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan pada keluhan muskuloskeletal paling ringan adalah keberangkatan dengan antar jemput  sebesar 65,08% (p < 0,05) dan kelelahan paling ringan adalah keberangkatan dengan jalan kaki sebesar 53,46% (p < 0,05). Untuk mengetahui kontribusinya terhadap prestasi belajar dilakukan uji regresi. Hasil uji regresi menunjukan bahwa kontribusi keluhan muskuloskeletal dan kelelahan terhadap prestasi belajar sebesar 0,01%. Disimpulkan bahwa variasi mekanisme keberangkatan ke sekolah memiliki perbedaan keluhan muskuloskeletal dan kelelahan akan tetapi tidak berkontribusi terhadap prestasi belajar peserta didik. Disarankan agar peserta didik tetap memperhatikan pemilihan transportasi ke sekolah untuk kesehatan dan keselamatan dengan acuan ergonomi selama proses keberangkatan.
MEKANISME KERJA BORONGAN MENINGKATKAN BEBAN KERJA DAN KELELAHAN PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR ., Kadek Donna Redita Putri; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui mekanisme kerja borongan dapat meningkatkan beban kerja dan kelelahan pematung. Penelitian ini berupa eksperimental lapangan (field experimental) dengan rancangan randomized pre and post test group design dilakukan penilaian berupa: (a) peningkatan beban kerja pematung akibat mekanisme kerja borongan di data dengan penghitungan denyut nadi kerja; (b) peningkatan kelelahan pematung di data dengan kuesioner 30 items of rating scale of general fatigue yang sudah divalidasi. Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah kerja selama 3 (tiga) hari terhadap 22 sampel. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t paired pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan beban kerja sebesar 37,05 % dan kelelahan sebesar 47,36%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mekanisme kerja borongan meningkatkan beban kerja dan kelelahan pematung.Kata Kunci : Mekanisme Kerja Borongan, Beban Kerja, Kelelahan Pematung The aim of research was to know the piece work contract mechanism can increase workload and fatigue of the sculptor. Through a field experiment with randomized pre and post test group design assessed: (a) the increase workload due to piece work contract mechanism were recorded by 30 items of rating scale of general fatigue that had been validated; increase fatigue due to piece work contract mechanism recorded by calculating the working pulse. Data collection was done at 3 (three) days before and after work on 22 samples. The data obtained were analyzed by paired t test at 5% significance level. The result showed that workload increase to 37.05% and fatigue increase to 47.36%. Thus it can be concluded that the piece work contract mechanism increases the workload and fatigue of the sculptor.keyword : Piece Work Contract Mechanism, Workload, Sculptor Fatigue
ANALISIS KARAKTERISTIK KOMUNITAS TUMBUHAN DENGAN SUMMED DOMINANCE RATIO (SDR) DAN ORDINASI TEGAKAN BERBASIS ARAH KONTUR DI BUKIT PENULISAN, KECAMATAN KINTAMANI, BANGLI ., Tirta Pratiwi Ni Komang; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies tumbuhan yang menjadi karakteristik komunitas berdasarkan SDR dan pola ordinasi tegakan, pada arah kontur yang berbeda di Bukit Penulisan, Kintamani, Bangli. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuadrat, dengan ukuran 20x20 m untuk tumbuhan kategori mature, 10x10m untuk sapling, dan 1x1m untuk kategori seedling, yang diletakkan dengan teknik sistematic sampling. Analisis karekteristik dilakukan dengan penghitungan Summed Dominance Ratio (SDR) dari masing-masing spesies yang searah dan memotong arah kontur. Pola ordinasi tegakan dianalisis melalui statistik ekologi. Hasil penelitian menunjukkan (1) spesies tumbuhan yang menjadi karakteristik komunitas searah kontur adalah Pinus merkusii dengan SDR 15,49% dan karakteristik memotong kontur adalah Eucalyptus urophylla dengan SDR 10,06%, dan (2) Pola ordinasi yang terbentuk pada komunitas searah kontur dan memotong adalah pola kontinu.Kata Kunci : Karakteristik komunitas, SDR, Ordinasi tegakan, Bukit Penulisan The purpose of this research was to determine the species of plants which is characterized the community based on SDR and ordination of stands, on the different direction of contours in Penulisan Hills, Kintamani, Bangli. The research methods employed quadrat with plot size of 20x20m for mature category, 10x10m for sapling and 1x1m for seedling category. The placement of the plot followed sistematic sampling. The characteristic of plants community was analyzed by calculating the Summed Dominance Ratio (SDR) of each species on consisten dan consecutive countour of Penulisan Hills. Ordination of stands was analyzed by statistical ecology. The finding suggested that (1) Pinus merkusii with SDR value 15.49% was characterized the consisten countour of Penulisan Hills, while Eucalyptus urophylla with SDR value 10.06% characterized the consecutive countour, and The Ordination of stands on consisten dan consecutive countour was continuous.keyword : Characteristics of community, SDR, ordination of stands, Penulisan Hills
PEMBERIAN KOMBINASI BIOURINE SAPI DAN KOMPOS CAIR KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminata) MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM PETIK (Amaranthus sp.) ., Ni Luh Seri Eka Desi Susanti; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pemberian biourin sapi mengakibatkan perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp.) (2) pemberian kompos cair kulit pisang kapok (Musa acuminata) mengakibatkan perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp.) (3) pemberian kombinasi biourin sapi dan kompos cair kulit pisang kapok (Musa acuminata) mengakibatkan perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sungguhan (true experimental). Dengan rancangan factorial 3 x 3 sampel yang digunakan adalah tanaman bayam petik (Amaranthus sp.) dengan ciri morfologi yang sama yaitu dengan tinggi 6 cm dan jumlah daun 3 s.d 4 helai. Data dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan uji lanjut Mann Whitney taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan yang signifikan pada peningkatan pertumbuhan tanaman bayam petik akibat pemberian biourin sapi (p
STUDI KOMPARASI RAGAM DAN KELIMPAHAN COPEPODA PLANKTONIK YANG HIDUP DI PERAIRAN PANTAI MERTASARI DAN KEDUNGU ., Ni Wayan Agus Sinarsih; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada tiga tujuan dari penelitian ini adalah (1) ragam dan kelimpahan copepoda planktonik yang hidup di perairan pantai Mertasari dan pantai Kedungu, (2) indeks similaritas jenis copepoda planktonik yang ada di pantai Mertasari dan pantai Kedungu, (3) perbedaan tingkat keragaman dan kelimpahan copepoda planktonik antara pantai Mertasari dan pantai Kedungu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian lapangan (field study) yang kemudian dilanjutkan dengan penelitian laboratorium. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh copepoda planktonik yang hidup di perairan pantai Mertasari dan pantai Kedungu sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian copepoda planktonik yang hidup di perairan pantai Mertasari dan pantai Kedungu yang terperangkap dalam botol plakon yang diambil pada beberapa titik wilayah tersebut dengan menggunakan planktonet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Indeks diversitas (H’) copepoda planktonik di pantai Mertasari dan kedungu yaitu sebesar 2,443 dan 2,522, (2) Kemelimpahan Relatif (KR) tertinggi di pantai Mertasari dimiliki oleh spesies Longipedia sp. (15,807%) dan di pantai Kedungu dimiliki oleh spesies Herpaticus sp. (19,230%), (3) Indeks similaritas (S) copepoda planktonik di pantai Mertasari dan pantai Kedungu tergolong tinggi sebesar 0,75 (4) terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam hal ragam dan kelimpahan copepoda planktonik di pantai Mertasari dan Kedungu. Kata Kunci : komparasi,ragam, kemelimpahan, copepoda planktonik. There are three purpose of this study such as (1) the variety and abundance of copepods planktonik that live in coastal waters of Mertasari and Kedungu beach. (2) An index of similarity types of copepods planktonik on Mertasari and Kedungu beach, (3) the degree of diversity and abundance of copepods planktonik between Mertasari beach and Kedungu beach. This research is a qualitative research design field (field study) followed by laboratory research. The population in this study whole copepods planktonik that live in coastal waters of Mertasari and Kedungu beach while samples in this study were mostly copepods planktonik that live in coastal waters of Mertasari and Kedungu beach trapped in a bottle plakon taken at some point in the region by using planktonet , The results showed that: (1) The diversity index (H ') in coastal copepods planktonik Mertasari and Kedungu amounting to 2,443 and 2,522, (2) Relative abundance (KR) is the highest on Mertasari beach owned by the species of Longipedia sp. (15.807%) and on Kedungu beach owned by the species of Herpaticus sp. (19.230%), (3) the similarity index (S) planktonik copepods in Mertasari and Kedungu beach were relatively high at 0.75 (4) there is a significant difference in terms of the variety and abundance of planktonik copepods in Mertasari and Kedungu beach.keyword : comparative, diversity, abundance, planktonik copepods.
PEMBERIAN KOMBINASI LIMBAH AMPAS KELAPA DAN CANGKANG TELUR AYAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor L.) ., PUTU PRIMA DHARMAPATNI; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pemberian limbah ampas kelapa mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) (2) pemberian limbah cangkang telur ayam mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) (3) variasi media tanam limbah ampas kelapa dan cangkang telur ayam mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus ticolor L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sungguhan (True experimental). Sampel yang digunakan adalah tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) diambil secara acak dengan ciri morfologi yang sama yaitu dengan panjang 5 cm. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis dan Uji Lanjut dengan Uji Mann-Whitney pada taraf siginifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam cabut akibat pemberian limbah ampas kelapa. Perlakuan pada pemberian limbah ampas kelapa 25 gram menghasilkan pertumbuhan tanaman bayam cabut yang paling efektif, yaitu dengan rerata berat kering sebesar 2,17 gr (2) terdapat perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam cabut akibat pemberian limbah cangkang telur ayam. Perlakuan pada pemberian limbah cangkang telur 25 gram menghasilkan pertumbuhan tanaman bayam cabut yang paling efektif yaitu dengan rerata berat kering sebesar 2,60 gr (3) terdapat perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam cabut akibat pemberian variasi media tanam limbah ampas kelapa dan cangkang telur ayam. Perlakuan dengan variasi pemberian limbah ampas kelapa 25 gram dan limbah cangkang telur ayam 25 gram menghasilkan pertumbuhan tanaman bayam cabut paling efektif dengan rerata berat kering sebesar 3,30 gr. Simpulannya adalah pemberian limbah ampas kelapa dan cangkang telur ayam serta kombinasinya dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) dilihat dari berat keringnya. Kata Kunci : Limbah ampas kelapa, Limbah Cangkang Telur Ayam, Pertumbuhan, Amaranthus tricolor L. The aim of this research to determine: (1) giving of coconut waste resulting the differences of growth spinach plant (Amaranthus tricolor L.) (2) giving of chicken egg shell waste resulting difference the growth of spinach plant (Amaranthus tricolor L.) (3) variation planting media of coconut waste and chicken egg shell resulting the differences of growth spinach plant (Amaranthus tricolor L.). This research was a true experimental research. The sample that used was spinach plant (Amaranthus tricolor L.) with the same morphological characteristics that is 5 cm long. Data were analyzed by using Kruskal-Wallis statistic test and Advanced Test with Mann-Whitney Test at 5% significance level (α = 0,05). The results showed that: (1) there was a difference in the growth of spinach plant due to coconut waste waste. The treatment of 25 grams of coconut waste resulting was the most effective growth of spinach plant, with a dry weight average of 2.17 gr (2). There was a difference in the growth of spinach plant due to chicken egg shell waste. The treatment of 25 gram chicken egg shell waste resulting the most effective growth of spinach plant with dry weight average of 2.60 gr. (3) there was a difference in the growth of spinach plant due to the variation of planting media of coconut waste and chicken egg shell. Treatment with variation of 25 grams coconut waste and 25 gram chicken egg shell waste resulting the most effective growth of spinach plant with dry weight average of 3.30 gr. The conclusion is giving the waste of coconut waste and eggshell shell also its combination can increase the growth of spinach plants (Amaranthus tricolor L.) showed by the dry weight.keyword : Amaranthus tricolor L Chicken Egg Shell Waste, Coconut waste, Growth
ANALISIS JAMUR MIKROSKOPIS PADA RHIZOSFER DI LAHAN PERKEBUNAN STROBERI (Fragaria ananassa var. rosa linda) DAN DI HUTAN DASONG, DESA PANCASARI, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG, BALI ., Putu Cindy Arista; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah koloni dan keanekaragaman genus jamur mikroskopis pada rhizosfer tanaman di lahan perkebunan stroberi (Fragaria ananassa var. rosa linda) dan di Hutan Dasong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Metode yang digunakan yakni survei, pengambilan sampel, uji laboratorium, dan eksplorasi. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh jamur mikroskopis pada rhizosfer tanaman di lahan perkebunan dan di Hutan Dasong, sedangkan obyek adalah isolat jamur mikroskopis pada rhizosfer tanaman di lahan perkebunan dan di Hutan Dasong. Tahapan dari penelitian ini terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap purifikasi, tahap identifikasi, dan analisis data. Berdasarkan hasil uji hipotesis terdapat perbedaan jumlah koloni jamur mikroskopis pada rhizosfer tanaman di lahan perkebunan stroberi dan Hutan Dasong. Jumlah koloni jamur pada rhizosfer tanaman di lahan perkebunan lebih banyak daripada di Hutan Dasong, namun keanekaragaman genusnya berbanding terbalik. Pada lahan perkebunan diperoleh 9 (sembilan) isolat jamur rhizosfer antara lain Fusarium (1 isolat), Penicillium (1 isolat)¸ Scopulariopsis (1 isolat)¸ Epicoccum (1 isolat)¸ Trichoderma (3 isolat)¸ Mucor (1 isolat)¸ dan Aspergillus (1 isolat). Sedangkan dari hasil isolasi di Hutan Dasong, diperoleh 12 (dua belas) isolat jamur rhizosfer yang termasuk ke dalam genus Penicillium (3 isolat), Mucor (1 isolat), Fusarium (1 isolat), Trichoderma (2 isolat), Verticillium (1 isolat), Rhizopus (1 isolat), Aspergillus (2 isolat), dan Gliocladium (1 isolat). Sehingga total jumlah genus jamur rhizosfer yang ditemukan di lahan perkebunan stroberi dan Hutan Dasong adalah 10 (sepuluh) genus dengan satu isolat yang memiliki ciri makroskopis dan mikroskopis yang sama yaitu isolat K9 dan H10.Kata Kunci : jamur mikroskopis, rhizosfer, perkebunan stroberi, Hutan Dasong This study aims to determine the differences number of colonies and the diversity genus of microscopic fungi in rhizosphere strawberry farm (Fragaria ananassa var. rosa linda) and Dasong Forest. This research is a descriptive exploratory. The method used are surveys, sampling, laboratory testing, and exploration. The subjects in this study are all microscopic fungi in the rhizosphere of strawberry farm and rhizosfer of plant in Dasong Forest, while the object is a microscopic fungal isolates in the rhizosphere of strawberry farm and rhizosfer of plant in Dasong Forest. Stages of this study consisted of preparation stage, implementation stage, purification, identification, and analysis of data. Based on the results of hypothesis testing there are differences in the number colonies of microscopic fungi in the rhizosphere of plants in strawberry farm and Dasong Forest. The number of fungal colonies in the rhizosphere strawberry farm more higher than in Dasong forest, but the diversity of the genus inversely. On the strawberry farm acquired 9 (nine) fungal isolates include Fusarium (1 isolate), Penicillium (1 isolate) ¸ Scopulariopsis (1 isolate) ¸ Epicoccum (1 isolate)¸ Trichoderma (3 isolates)¸ Mucor (1 isolate)¸ and Aspergillus (1 isolate). While the results of the isolation in the Dasong Forest, obtained 12 (twelve) fungal isolates belong to the genus Penicillium (3 isolates), Mucor (1 isolate), Fusarium (1 isolate), Trichoderma (2 isolates), Verticillium (1 isolates ), Rhizopus (1 isolate), Aspergillus (2 isolates), and Gliocladium (1 isolate). So the total number of rhizosphere fungi genus were found in strawberries and forest plantations Dasong is 10 (ten) genus with one isolate has a characteristic macroscopic and microscopic same that isolates K9 and H10. keyword : microscopic fungi, rhizosphere, strawberry farm, Dasong Forest
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN ORDO ANURA DAN FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMENGARUHINYA DI PERSAWAHAN BANJAR SARI DESA PENGASTULAN KABUPATEN BULELENG BALI ., Devita Kurnia Sari; ., Prof. Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan Anura serta untuk mengetahui faktor lingkungan terhadap keberadaan populasi Anura di Persawahan Banjar Sari Desa Pengastulan. Populasi penelitian ini seluruh anggota Ordo Anura yang hidup di Persawahan. Sampel dalam penelitian ini sejumlah anggota Ordo Anura yang terdapat di sepanjang jalur line transek yang dipasang saat pengambilan data. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) komposisi jenis Anura yang hidup di sawah yaitu sebanyak 7 spesies dengan jumlah total sebanyak 340 individu. (2) indeks keanekaragaman spesies Anura yang hidup di Persawahan sebesar 1,806 dengan kategori sedang; indeks kekayaan spesies sebesar 1,029 dengan kategori rendah; indeks kemerataan spesies sebesar 0,928 dengan kategori tinggi dan indeks dominansi spesies sebesar 0,178 dengan kategori tinggi. (3) kemelimpahan relatif spesies ordo anura tertinggi diperoleh sebesar 23,23% dari spesies Fajervarya limnocharis, sedangkan kemelimpahan relatif spesies ordo anura terendah diperoleh 5,29 % dari spesies Bufo biporcatus. (4) faktor lingkungan yang memengaruhi keberadaan ordo anura di Persawahan Banjar Sari Desa Pengastulan faktor abiotik yaitu, suhu air, suhu udara, kelembaban, pH air, faktor biotik predator, prey dan kompetisi.Kata Kunci : Kata Kunci: Keanekaragaman, Kemelimpahan, Ordo Anura This study aims to determine the diversity and abundance of Anura and to determine the environmental factors to the existence of the Anura population in the rice fields of Banjar Sari Pengastulan village. The study population is all members of the Anura Order who live in paddy fields. The sample in this study is a number of members of the Anura Order located along the transect line tracks installed during the data retrieval. The results of this study indicate (1) the composition of Anura species that live in rice fields are as many as 7 species with a total of 340 individuals. (2) Animal diversity index of Anuras living in paddy fields of 1.806 with medium category; index of species richness of 1.029 with low category; the species fairness index of 0.928 with the high category and the species dominance index of 0.178 with the high category. (3) the relative abundance of the species of the highest anura order was obtained by 23.23% of the Fajervarya limnocharis species, while the relative abundance of the lowest anura order species was 5.29% of the Bufo biporcatus species. (4) environmental factors that influence the existence of an anura order in Rice Field Banjar Sari Village Pengastulan abiotic factors ie, water temperature, air temperature, humidity, water pH, predatory biotic factors, prey and competition.keyword : Keywords: Diversity, Abundance, Order of Anura

Page 8 of 66 | Total Record : 658