cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR 5E BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA NEGERI 1 TAMPAKSIRING TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Ni Made Ari Ryantini; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalis pengaruh model pembelajaran siklus belajar 5E berbantuan peta konsep terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran biologi pada materi sistem ekskresi. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA semester II SMA Negeri 1 Tampaksiring tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 167 orang. Penetapan kelompok subjek dilakukan secara random assignment to group. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar awal siswa yang diperoleh dari hasil pre-test dan hasil belajar biologi siswa yang diperoleh dari hasil post-test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji gain skor dan analisis statistik independent sampel t-test. Pengujian hipotesis dilakukan dengan taraf signifikasi 5%. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran siklus belajar 5E berbantuan peta konsep dan model pembelajaran direct instruction ( thitung = 5,687 ) dengan taraf signifikansi yang diperoleh p = 0,00. Rata-rata hasil belajar kognitif siswa yang dicapai pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran siklus belajar 5E sebesar 82,32 lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran direct instruction sebesar 76,06.Kata Kunci : Model Pembelajaran Siklus Belajar 5E, Peta Konsep, Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction), Hasil Belajar. This study aimed to analyze the influence of the learning model 5E learning cycle concept maps aided the learning outcomes of students in the subjects of biology at the material excretory system. This research is a quasi experiment with pretest-posttest nonequivalent control group design. The study population was all students in the second semester class XI IPA SMAN 1 Tampaksiring the academic year 2015/2016 of 167 people. Determination of a group of subjects randomized assignment to the group. The data collected in this study is the beginning of students' learning outcomes data obtained from the pre-test and biology student learning outcomes obtained from the post-test. Data were analyzed using descriptive statistics, gain test scores and statistical analysis of independent samples t-test. Hypothesis testing is done with a significance level of 5%. The analysis shows there are significant differences in learning outcomes between the groups of students that learned learning model aided 5E learning cycle concept maps and direct learning model of instruction (t = 5.687) with a significance level of p = 0.00 is obtained. On average students' cognitive learning outcomes achieved in the group of students that learned learning model 5E learning cycle of 82.32 better than the group of students that learned direct learning model of instruction at 76.06.keyword : Learning Cycle 5E Instructional Model, Concept Map, Direct Instruction, Learning Outcomes.
VARIASI VOLUME LENGIS TANDUSAN MENGAKIBATKAN PERBEDAAN KECEPATAN PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II SUPERFISIAL PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN ., I Putu Esha Darmawan; ., Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes; ., Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui variasi volume lengis tandusan mengakibatkan perbedaan kecepatan penyembuhan luka bakar derajat II superfisial pada mencit putih (Mus musculus) jantan. (2) mengetahui volume (ml) pemberian lengis tandusan yang paling efektif dalam penyembuhan luka bakar derajat II superfisial pada mencit (Mus musculus) jantan. Penelitian ini berupa eksperimen sungguhan (true experimen) dengan rancangan randomized post test only control group design. Sampel dalam penelitian ini berupa 30 ekor mencit putih (Mus musculus) jantan dengan berat 20 -25 gram, berumur kurang lebih 2 bulan. Sampel dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kelompok eksperimen 1 (volume 0,01 ml), kelompok eksperimen 2 (volume 0,03 ml), kelompok eksperimen 3 (volume 0,05 ml), kelompok eksperimen 4 (volume 0,07 ml) dan kelompok eksperimen 5 (volume 0,09 ml). Hewan uji diberi perlakuan luka bakar pada punggung dengan diameter 9 mm, kemudian diberikan perlakuan selama 14 hari. Pengukuran diameter luka dihitung menggunakan jangka sorong dengan metode Morton. Analisis data menggunakan Anova satu jalur dengan taraf signifikansi 5% karena data memenuhi uji prasyarat dan dilanjutkan dengan uji lanjut LSD. Hasil dari peelitian ini menunjukan bahwa pemberian lengis tandusan dengan volume 0,01 ml, 0,03 ml, 0,05 ml, 0,07 ml, dan 0,09 ml mengakibatkan perbedaan kecepatan penyembuhan luka bakar derajat II superfisial yang ditunjukan oleh nilai p = 0,001 pada uji hipoteis . Volume yang paling efektif dalam penyembuhan luka bakar derajat II superfisial adalah 0,03 ml karena merupakan volume paling kecil yang memiliki nilai berbeda nyata dengan kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian lengis tandusan dapat mempercepat penyembuhan luka bakar derajat II superfisial pada mencit putih (Mus musculus) jantan.Kata Kunci : Lengis tandusan, luka bakar, dan penyembuhan The purpose of this research are (1) to know volume variations of lengis tandusan resulted the differentces of accelerate the healing of superficial second degree burns in male white mice (2) to know the the most effective volume (ml) of lengis tandusan in healing superficial second degree burns in mice ( Mus musculus) male. This research is use a true experiment with randomized post-test only control group design. The samples in this research were 30 of male white mice (Mus musculus) with weight 20 till 25 grams, which the age were about 2 months old. The sample was divided into 6 groups: positive control group, experimental group 1 (volume 0.01 ml), experimental group 2 (volume 0.03 ml), experimental group 3 (volume 0.05 ml), experimental group 4 ( volume of 0.07 ml) and experimental group 5 (volume 0.09 ml). Mice were treated with burns on the back with a diameter of 9 mm, then given treatment for 14 days. Measurement of wound diameter was calculated using the calipers with the Morton method. Analysis of data were used Anova One-Way with a significance level of 5% because the data fulfilled the prerequisite test and continued with LSD further test. The results of this research showed lengis tandusan with a volume of 0.01 ml, 0.03 ml, 0.05 ml, 0.07 ml, 0.09 ml and were resulted in differences in the accelerate of healing process of superficial second degree burns as indicated by the value of p = 0.001 in the hypothetical test. The most effective volume in healing superficial second degree burns was 0.03 ml because it was the smallest volume that had a significantly different value than the control group. Thus it concluded that lengis tandusan could accelerate the healing of superficial second degree burns in male white mice (Mus musculus).keyword : Lengis tandusan, burns, and healing
MUSIK TRADISIONAL MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEGAIRAHAN BELAJAR IPA KELAS VII SMPN 5 SINGARAJA ., Tia Nur Rosita; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui musik tradisional meningkatkan motivasi belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja; dan (2) untuk mengetahui musik tradisional meningkatkan kegairahan belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group Desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMP N 5 Singaraja. Sampel diambil dengan teknik simple group random sampling dan diperoleh 2 kelas dengan jumlah sampel sebanyak 63 siswa. Data yang dikumpulkan adalah data primer (menayakan langsung kepada responden) yaitu dengan menggunakan lembar kuesioner dengan jumlah pernyataan sebanyak 20 butir. Teknik analisis data dilakukan dengan uji statistik t independent test. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) musik tradisional dapat meningkatkan motivasi belajar IPA siswa kelas VII sebesar 4,7 % dengan nilai p yang diperoleh sebesar 0,005 (p
PENGARUH JARAK PEMINDAHAN TERHADAP KEBERHASILAN KEMBALI PULANG (HOMING) KODOK BUDUK (Bufo melanostictus) ., Ni Wayan Mery Wintari; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amphibi seringkali meninggalkan rumahnya menuju habitat berbeda dengan jarak yang cukup jauh untuk bereproduksi atau berburu mangsa. Setelah meninggalkan rumah, dalam kenyataannya mereka memerlukan mekanisme yang menuntun untuk mengetahui jalan pulang (homing). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keberhasilan kembali pulang (homing) kodok Buduk (Bufo melanostictus) setelah percobaan translokasi, (2) menghitung besarnya persentase keberhasilan homing kodok Buduk sampai jarak pemindahan terjauh, dan (3) menghitung kecepatan rata-rata homing kodok Buduk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen lapangan dengan rancangan pra eksperimen one shot case study. Tujuh sampel kodok Buduk diambil masing-masing dari tiga lokasi penelitian; Desa Sambangan, Kelurahan Banyuning, dan Kelurahan Sukasada, Kabupaten Buleleng, kemudian dipindahkan bertahap dari jarak 30 meter sampai 180 meter dengan interval 30 meter. Jumlah kodok Buduk yang dipindahkan pada masing-masing jarak setelah pemindahan 30 meter bergantung pada jumlah kodok Buduk yang berhasil pulang pada jarak sebelumnya. Penelitian dilaksanakan dari 1 Februari-3 Maret 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kodok Buduk (Bufo melanostictus) di Desa Sambangan, Kelurahan Banyuning, dan Kelurahan Sukasada memiliki tingkat keberhasilan kembali pulang (homing) yang rendah, hanya 3 ekor kodok Buduk yang berhasil homing sampai jarak pemindahan 180 meter, (2) persentase keberhasilan homing kodok Buduk sampai jarak pemindahan terjauh (180 meter) adalah sebesar 14,28%, dan (3) kecepatan rata-rata homing kodok Buduk yang diperoleh adalah 5,5 m/jam. Kata Kunci : Kodok Buduk, translokasi, pulang Amphibian usually leave their home site and go to a new habitat in long distance for some activities like reproduction or predation. In fact, they need a mechanism to go back home after that. This research aimed to know (1) the successful homing of Buduk toad (Bufo melanostictus) after translocation experiment, (2) count successful homing percentage of Buduk toad in furthermost translocation distance, and (3) count the average speed of homing of Buduk toad. This research is field experiment with pra experiment design, one shot case study. Seven Buduk toads as sample were taken from each place; Desa Sambangan, Kelurahan Banyuning, and Kelurahan Sukasada Kabupaten Buleleng. They were moved step by step from 30 meters to 180 meters away from their home site, within 30 meters interval. The amount of Buduk toad that moved in each distance after 30 meters translocation distance depend on the successful homing amount in previous distance. This research was conducted from February 1st to March 3rd, 2014. The results show that (1) Buduk toads in Desa Sambangan, Kelurahan Banyuning, and Kelurahan Sukasada have low level of successful homing, overall only 3 toads are success to homing , (2) the successful homing percentage of Buduk toad in furthermost translocation distance (180 meters) is 14,28%, and (3) the average speed of homing of Buduk toad is 5,5 meters/hour. keyword : Buduk toad, translocation, homing
VARIASI KOMPOSISI MEDIA TANAM ARANG SEKAM, TANAH KOMPOS DAN PASIR TERHADAP BERAT KERING TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir var. bangkok) ., NI MADE DWI RIANI SARASWATI; ., Dr. Ir. Ketut Srie Marhaeni Julyasih, M.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan berat kering tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok) dengan pemberian variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir., (2) Komposisi media tanam yang paling efektif terhadap berat kering tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok). Penelitian ini menggunkan eksperimen sungguhan (true experimental). Variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir yang digunakan dalam penelitian ini adalah kontrol (tanah) M0, 1:1:1 (M1), 1:1:2 (M2), 1:2:1 (M3), 1:2:2 (M4), 2:1:1 (M5), 2:2:1 (M6), 2:1:2 (M7) dengan 3 ulangan. Rancangan dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah tanaman kangkung darat yang sudah tumbuh pada saat disemai yang berasal dari satu indukan biji kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok). Sampel yang digunakan adalah tanaman kangkung darat yang telah berumur 7 hari sebanyak 24 sampel. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA satu arah dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini adalah: (1) Terdapat perbedaan berat kering tanaman kangkung darat setelah diberikan variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir dengan komposisi yang berbeda., 2) Pemberian variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir pada perlakuan M6 yang paling efektif untuk meningkatkan berat kering tanaman kangkung darat. Kata Kunci : arang sekam, tanah kompos, pasir, kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok), berat kering. This study aims to find out: (1) differences in dry weight of Ipomoea reptans Poir var. bangkok by giving variations in the composition of husk charcoal, compost and sand planting media, (2) the most effective planting media composition for dry weight Ipomoea reptans Poir var. bangkok plant. This research used true experimental. The variations in the composition of the husk charcoal, compost and sand planting media used in this study were control (soil) M0, 1:1:1 (M1), 1:1:2 (M2), 1:2:1 (M3), 1:2:2 (M4), 2:1:1 (M5), 2:2:1 (M6), 2:1:2 (M7) with 3 replication. The basic design used in this study was Complete Random Design (CRD). The sampling technique used in this study was simple random sampling. The population in this study were Ipomoea reptans Poir var. bangkok plants that had been grown at the time of sowing which came from one parent of Ipomoea reptans Poir var. bangkok seeds. The samples used were Ipomoea reptans Poir var. bangkok plants which were 7 days old as many as 24 samples. Data were analyzed using one-way ANOVA and the smallest significant difference (LSD) further test with a significance level of 5%. The results of this study were: (1) there were differences in dry weight of Ipomoea reptans Poir var. bangkok after a variety of compositions of husk charcoal, compost and sand with different compositions are given., 2) giving variations in the composition of the husk charcoal, compost soil and sand planting media in the M6 treatment with the ratio of composition 2: 2: 1 is the most effective for increase the dry weight of Ipomoea reptans Poir var. bangkok.keyword : husk charcoal, compost soil, sand, Ipomoea reptans Poir var. bangkok, dry weight.
PEMBERIAN AIR LIMBAH TEMPE DAN EKSTRAK KULIT SINGKONG DAPAT MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum escuslentum Mill) ., Nyoman Edi Supartawan; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pemberian air limbah tempe dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat, (2) pemberian ekstrak kulit singkong meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat, (3) pemberian campuran air limbah tempe dan ekstrak kulit singkong meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian true experiment ini menggunakan rancangan faktorial 4 x 4 dengan 3 kali ulangan. Sampel penelitian adalah tanaman tomat varietas commune yang memenuhi kriteria panjang 5 cm. Sampel dibagi menjadi 16 kelompok, terdiri atas 1 kelompok kontrol dan 15 kelompok perlakuan. Variabel bebas penelitian adalah konsentrasi air limbah tempe dengan variasi 20%, 40%, 60% dan kosentrasi ekstrak kulit singkong dengan variasi 25%, 50%, 75%. Data primer diperoleh melalui pengukuran berat kering tanaman tomat. Berdasarkan analisis data dapat dilaporkan bahwa pemberian air limbah tempe dengan konsentrasi 60% dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat secara bermakna sebesar 27,11%, pemberian ekstrak kulit singkong dengan konsentrasi 50% dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat secara bermakna sebesar 25,42%, dan pemberian kombinasi air limbah tempe konsentrasi 60% dan ekstrak kulit singkong konsentrasi 50% meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat secara bermakna dan paling maksimal sebesar 55,93% (p < 0,05). Selisih rerata pertumbuhan tanaman tomat kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan berupa kombinasi air limbah tempe 60% dan ekstrak kulit singkong 50% adalah 0,33gr. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa campuran air limbah tempe dan ekstrak kulit singkong dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat.Kata Kunci : Air limbah tempe, Ekstrak kulit singkong, Pertumbuhan. This study aims to determine (1) the distribution of water waste of tempeh can increase the growth of tomato plant, (2) the distribution of cassava peel extract increase the growth of tomato plan, (3) the distribution of the combination of the water waste of tempeh and cassava peel extract increase the growth of tomato plant. This study is a true experiment research which used factorial plan 4 x 4 with 3 times repeating. The sample of this study was tomato plants commune variety which fulfills the criteria of length 5 cm. The samples were divided into 16 groups which consist of 1 control group and 15 treatment groups. The independent variable is the concentration of water waste of tempeh with variation 20%, 40%, 60% and the concentration of peel cassava extract with variation 25%, 50%, 75%. The primary data obtained through measuring the dry weight of tomato plant. Based on the analysis of the data, it can be reported that the distribution of the water waste tempeh with the concentration of 60% can increase the growth of the tomato plant at about 27,11%, and the distribution of peel cassava extract with the concentration about 50% can increase the growth of the tomato plan at about 25,42%, and the distribution of the combination of water waste of tempeh with the concentration about 60% and the peel cassava extract with the concentration about 50% increase the tomato plant in the most maximum growth at about 55,93% (p < 0,05). The difference of the average of the growth of the tomato plant in control group and treatment groups with the combination of the water waste tempeh about 60% and peel cassava extract at about 50% is about 0,33 gr. Based on the result, it can be concluded that the combination of water waste tempeh and peel cassava extract can increase the growth of tomato plant.keyword : Growth, Peel Cassava Extract, Water Waste Tempe.
RESEARCH ABOUT NUMBER OF POPULATION, BIOECOLOGYS CHARACTERISTIC, AND CONSERVATION EFFORT JAVAN POND-HERON (Ardeola speciosa) IN PETULU VILLAGE, UBUD DISTRICT, GIANYAR ., I Wayan Angga Bradnyana; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah populasi, relung tropik dan upaya pelestarian burung Blekok Sawah (Ardeola speciosa) di Desa Petulu. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan burung Blekok Sawah (Ardeola speciosa) yang terdapat di Desa Petulu. Sampel penelitian ini adalah seluruh populasi burung Blekok Sawah (Ardeola speciosa). Penelitian ini termasuk kedalam deskriptif eksploratif. Hasil penelitian ini menunjukan Jumlah populasi burung Blekok sawah (Ardeola speciosa) ialah 2.450 ekor. Relung habitat terdapat 12 jenis pohon, kelembaban berkisar antara 80% sampai 82 %, rata-rata suhu lingkungan 26,30C sampai 27,80C, intensitas cahaya, pagi hari 350 lux, siang hari 1885 lux, dan sore hari 575 lux, ketinggian tempat 250 meter diatas permukaan laut. Jenis makanan burung Blekok sawah (Ardeola speciosa) terdiri dari 8 spesies hewan, predator burung ini ialah musang dan ular. Upaya pelestarian yang telah dilakukan ialah melindungi burung dari pemangsa, melindungi habitat, membuat hutan buatan dan melarang orang memburu burung Blekok Sawah (Ardeola speciosa). Kata Kunci : Ardeola speciosa, Bioekologis, Petulu Populasi, The purposes of this research were to knows number of population, habitat niches, tropical niches and conservation effort of Javan pond-Heron bird (Ardeola speciosa) in Petulu village. The population of this research was all of Javan Pond-Heron (Ardeola speciosa) located in Petulu village. The sample of this research is all about the population of Javan Pond-Heron (Ardeola speciosa). Numbers of population of javan Pond-Heron bird (Ardeola speciosa) were 2.450 tails. In habitat niches, there are 12 species of tree, the average humidity is between 80% until 82%, the average temperature of environment is 26.30C until 27.80C, the light intensity in the morning is 350 lux, in the afternoon is 1885 lux, and in the evening is 575 lux, the altitude is 250 meters above the sea level. Kinds of food of Javan Pond-Heron (Ardeola speciosa) are 8 species of animal. The predators of this bird are weasel and snake. Conservation efforts which have been done are protecting the birds from predators, and keep the habitat, making synthetic forests and prohibiting people to hunt Javan Pond-Heron (Ardeola speciosa). keyword : Ardeola speciosa, Bioecologys, Petulu, Population,
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN USIA MENARCHE DENGAN KEJADIAN DISMENORE SISWI SMP NEGERI 2 SAWAN Savitri, N.P.W.; Citrawathi, D.M.; Dewi, N.P.S.R
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian dismenore pada siswi SMP (2) mengetahui hubungan usia menarche dengan  kejadian dismenore pada siswi SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan responden berjumlah 65 orang yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Uji statistik menggunakan korelasi Product Moment pada taraf signifikansi 5%, hasil analisis statistik menunjukan bahwa nilai p = 0,008 dan r = 0,324 untuk hasil hubungan status gizi dengan kejadian dismenore, serta nilai p = 0,005 dan r = 0,341 untuk hasil hubungan usia menarche dengan kejadian dismenore. Simpulan penelitian yaitu terdapat hubungan antara status gizi dan usia menarche dengan kejadian dismenore dengan tingkat korelasi yang rendah. Disarankan untuk peneliti lain diupayakan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai dismenore dan untuk remaja putri untuk mengatur pola makan agar dapat mengurangi resiko dan mengetahui faktor penyebab dismenore agar dapat mengurangi peluang mengalami dismenore
HUBUNGAN VARIASI KONSENTRASI GETAH KAMBOJA (Plumeria acuminata W.T. Ait) TERHADAP PERBEDAAN DIAMETER ZONA HAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus ., Agus Putu Adi Wyadnya Yoga; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) adanya pengaruh konsentrasi getah kamboja (Plumeria acuminata W.T. Ait) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan (2) konsentrasi getah kamboja (Plumeria acuminata W.T. Ait) yang paling efektif diberikan untuk menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sungguhan (true experimental research). Terdapat tiga jenis variabel pada penilitian ini, diantranya variabel terikat, variabel bebas dan variabel kontrol. Variabel terikat pada penilitian ini ialah pertumbuhan Staphylococcus aureus dalam bentuk diameter zona hambatan, sedangkan variabel bebasnya adalah konsentrasi getah dari pohon kamboja dengan konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 80%. Untuk variabel kontrol terdiri dari beberapa variabel berbeda yaitu lingkungan tempat inkubasi meliputi suhu, kelembaban, lama perlakuan dan pH. Pengaruh konsentrasi getah kamboja dianalisis menggunakan analisis oneway ANOVA . Untuk mengetahui keefektivan getah kamboja digunakan uji MIC dan uji MBC. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh konsentrasi getah kamboja terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Pengaruh ini ditunjukkan dengan perbedaan rerata diameter zona hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus Secara berturut-turut dari konsentrasi ekstrak 20%, 40%, 60% dan 80% didapatkan rerata zona hambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sebesar 0,85 cm, 1,15 cm, 1,42 cm dan 1,73 cm. Sedangkan berdasarkan hasil uji MIC dan MBC menunjukkan bahwa konsentrasi paling efektif dari ekstrak kasar getah kamboja untuk membunuh bakteri adalah konsentrasi 35%.Kata Kunci : Efektivitas, Kamboja(Plumeria acuminata W.T. Ait), Konsentrasi, Pertumbuhan, Staphylococcus aureus This research was aimed to know: (1) the effect of frangipani latex towards the growth of Staphylococcus aureus and (2) the concentration of frangipani (Plumeria acuminata W.T. Ait) latex which was the most effective to be given to hamper the growth of Staphylococcus aureus. This kind of research is a true experimental research). There were three kinds of variabels in this research. There were bounded variable, free variable and controlled variable. Bounded variable were the growth of Staphylococcus aureus in form of diameter of zone obstacle, however free variabel was latex concentration from frangipani tree with 20%, 40%, 60%, and 80% of concentration. Control variable consisted of some different variables which were the environment of incubator that consisted of climate, humidity, the treatment duration and pH. The effect of concentration of frangipani latex was analyzed by using oneway ANOVA analysis. To know the effect of the essential of rough frangipani latex was done using MIC test and MBC test. The research result shows that there was an effect of concentration of frangipani latex towards the growth Staphylococcus aureus bacteria. This effect is shown by the difference of the average diameter vapid zone of Staphylococcus aureus bacteria growth gradually from essential concentration 20%, 40%, 60%, and 80% got from the average diameter vapid zone of Staphylococcus aureus which is 0.85 cm, 1.15 cm, 1.42 cm and 1.73 cm. However, based on the MIC and MBC test, it shows that the concentration that is the most effective from rough essential of frangipani latex to kill the bacteria is 35% concentration.keyword : effective, frangipani (Plumeria acuminata W.T. Ait), Concentration, Growth, Staphylococcus aureus
EFEKTIVITAS EKSTRAK KASAR DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP DAYA HAMBAT KOLONI BAKTERI DARI RONGGA MULUT MANUSIA ., I Wayan Suparyanta; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan rongga mulut tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara menyeluruh. Kebersihannya yang kurang baik dapat menimbulkan gangguan yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Kebersihan rongga mulut dapat dijaga dengan menggosok gigi, penggunaan obat kumur, serta bahan alami yang salah satunya berasal dari tanaman kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui ada tidaknya perbedaan daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia setelah pemberian ekstrak kasar daun kelor pada konsentrasi berbeda, (2) mengetahui konsentrasi ekstrak kasar daun kelor yang paling efektif dari tiga variasi konsentrasi 10%, 20%, dan 30% terhadap daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia, (3) mengidentifikasi karakteristik genus bakteri yang diisolasi dari rongga mulut manusia. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah polikultur bakteri dari rongga mulut manusia. Bakteri ditumbuhkan pada media Nutrient Agar digunakan sebagai sampel diperoleh dengan cara random sederhana. Data dianalisis menggunakan uji statistik ANAVA satu arah. Hasil penelitian menunjukan (1) ada perbedaan daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia setelah pemberian ekstrak kasar daun kelor pada konsentrasi berbeda berdasarkan hasil uji statistik ANAVA satu arah yakni angka signifikansi < 0,05 dengan taraf signifikansi 5%, serta nilai F hitung 288,751 > F tabel 3,47 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. (2) konsentrasi ekstrak kasar daun kelor yang paling efektif adalah konsentrasi 30% dengan rerata koloni bakteri 16,5. (3) genus bakteri yang ditemukan pada rongga mulut manusia adalah Staphylococcus, Bacillus, Neisseria, dan Lactobacillus.Kata Kunci : Efektivitas, Ekstrak kasar daun kelor (Moringa oleifera), Rongga mulut manusia. Healty of oral cavity cannot separated from overall body health. Poor hygine of oral cavity can cause disease generaly caused by bacteria. Oral cavity hygiene could care by brush teeth, mouthwash, and also natural material which one from moringa plant (Moringa oleifera). The purpose of this research was (1) to know absence or present the differences against inhibition colonies of bacteria from human oral cavity after treatment by moringa leaf crude extract with difference concentration, (2) to know moringa leaf crude extract that most effective from three variance concentration 10%, 20%, and 30% to inhibition colonies of bacteria from human oral cavity, (3) to identified characteristic bacterial genus that isolated from human oral cavity. This research was true experimental research with Complete Random Design (CRD) posttest-only control group design. Population of this research was bacterial polyculture from human oral cavity. Bactery was grown on Nutrient Agar as sample on this research collected by simple random sampling. Data analysis tecniques was one way ANOVA. The result of the research there are (1) present the differences against inhibition colonies bacteria from human oral cavity after treatment by moringa leaf crude extract with difference concentration based from one way ANOVA statistical test result was

Page 9 of 66 | Total Record : 658