cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN FITOPLANKTON PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI TELUK TERIMA KAWASAN TAMAN NASIONAL BALI BARAT ., Putri Erma Rosita; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) komposisi spesies fitoplankton, (2) indeks keanekaragaman fitoplankton, dan (3) indeks kemelimpahan spesies fitoplankton yang hidup pada ekosistem padang lamun di teluk Terima kawasan Taman Nasional Bali Barat. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif eksploratif dengan rancangan penelitian lapangan yang kemudian dilanjutkan dengan identifikasi spesies di laboartorium. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh fitoplankton pada ekosistem padang lamun di Teluk Terima. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah fitoplankton yang berhasil terambil pada sejumlah titik pengambilan sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan menentukan tiga stasiun, setiap stasiun terdiri dari 12 titik pengambilan sampel. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik ekologi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Fitoplankton yang teridentifikasi pada ekosistem lamun sebanyak 27 spesies; (2) Indeks keanekaragaman fitoplankton pada ekosistem padang lamun termasuk dalam kategori sedang (2,857); (3) Kemelimpahan relatif tertinggi pada ekosistem padang lamun adalah spesies Ceratium boehmi (12,09%) dan indeks kepadatan spesies pada ekosistem padang lamun adalah 93,43.Kata Kunci : fitoplankon, keanekaragaman, kemelimpahan, padang lamun, Taman Nasional Bali Barat This research aims to identify1) the composition of phytoplankton species; 2) the diversity index of phytoplankton, and (3) the index of phytoplankton abundance of species that live in seagrass ecosystem in the Terima Bay of West Bali National Park. This research adopts a descriptive exploratory approach with field research is designed and carried out followed by species identification in the laboratory. The population of this research is all phytoplankton living in the seagrass ecosystem in the Terima Bay of West Bali National Park. The research sample is phytoplankton that are successfully drawn on a number of sampling points. Sampling isconducted by determining three stations of where samples are to be drawn from.Each station consists of 12 sampling points. Astatistical ecology method is utilised in the data analysis. The results of the study show1) there are 27 species of phytoplankton identified in the seagrass ecosystem; 2) the diversity index of phytoplankton in the ecosystemfalls into medium category (2.857); and 3) the highest index of relative abundance is Ceratium boehmi species (12.09%) and the species density index in the seagrass ecosystem is 93.43.keyword : phytoplankton, diversity, abundance, seagrass, West Bali Barat National Park
PENGARUH STRATEGI BELAJAR MURDER (MOOD, UNDERSTAND, RECALL, DETECT, ELABORATE, REVIEW) DENGAN SETTING PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 AMLAPURA TAHUN AJARAN 2013/2014 ., Ni Komang Prasinta Nusantari; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan strategi belajar MURDER dengan setting pembelajaran kooperatif STAD dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional terhadap pemahaman konsep Biologi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan pre-test post-test control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siwa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Amlapura yang terdistrbusi ke dalam 5 kelas dengan jumlah populasi 160 orang. Sampel diambil menggunakan teknik penempatan secara acak (random assignment). Dari hasil pengacakan diperoleh 64 siswa sebagai sampel yang terdistribusi ke dalam 2 kelas yaitu kelas XI IPA 3 ditetapkan sebagai kelas strategi belajar MURDER setting pembelajaran kooperatif STAD dan kelas XI IPA 5 ditetapkan sebagai kelas pembelajaran konvensional, yang masing-masing kelas berjumlah 32 siswa. Data yang diperlukan adalah data pemahaman konsep siswa yang dikumpulkan dalam bentuk tes pemahaman konsep biologi. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis kovarian (ANAKOVA) satu jalur. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan (p
POLA KONSUMSI YANG TIDAK TERATUR MENGAKIBATKAN KELELAHAN DINI DAN PENINGKATAN BEBAN KERJA PENENUN DI DESA GELGEL KLUNGKUNG BALI Andreyani, Ni Luh Putu Mely; Sutajaya, IM; Ratna Dewi, NP Sri
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi penenun dan pola konsumsi yang tidak teratur yang dapat mengakibatkan kelelahan dini dan beban kerja penenun. Penelitian ini berupa penelitian eksperimenal lapangan (field experimental) dengan rancangan randomized pre and post test group design dengan variabel berupa (a) peningkatan kelelahan dini penenun akibat pola konsumsi yang tidak teratur yang didata dengan kuesioner 30 iems of rating scale of general fatique dan (b) peningkatan beban kerja penenun yang didata dengan menghitung denyut nadi. Pendataan dilakukan sebelum kerja dan sesudah kerja terhadap 20 sampel selama 3 (tiga) hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t paired pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan dini sebesar 49,5% dan beban kerja sebesar 36,1% (p>0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pola konsumsi yang tidak teratur mengakibatkan kelelahan dini dan peningkatan beban kerja penenun.
KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI DAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS ., Iftitah Hanim; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pretest-Posttest Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA MAN Negara yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah siswa 162 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling terhadap kelas. Keterampilan proses sains siswa diukur dengan menggunakan tes essay. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan statistik Anacova. Uji Anacova menggunakan program SPSS-PC 16.0 for Windows. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan (p < 0,05 atau p = 0,001) keterampilan proses sains antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada siswa kelas X IPA MAN Negara. Nilai rata-rata keterampilan proses sains yang diperoleh kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI lebih tinggi daripada kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Hal tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe GI lebih baik dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa dibandingkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT.Kata Kunci : keterampilan proses sains, kooperatif tipe GI, kooperatif tipe TGT The goals of this research were to analyze the differences of science process skills between using cooperative type GI learning model and cooperative type TGT learning model. The kind of this study was quasi experimental research by using Non Equivalent Control Group Design. The population of this study was the students of class X IPA at MAN Negara which consisting of 5 classes with the number of students 162 people. The sampling technique using simple random sampling to the class. The students’s science process skills measured using an essay test. Data analysis technique using descriptive and statistical analysis of Anacova. Anacova tests used the SPSS-PC 16.0 for Windows program. Hypothesis testing was performed at a significance level of 5%. The result of data analysis showed that there are significant differences (p
EFEKTIFITAS BIOPESTISIDA EKSTRAK KASAR DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) TERHADAP MORTALITAS KUTU PUTIH (Paracoccus marginatus) ., Putu Wira Adi Sanjaya; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si; ., I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kutu putih merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman yang perlu dihindari. Perlindungan terhadap tanaman terhadap kutu putih perlu dilakukan dengan menggunakan pestisida alami. Bahan pestisida alami salah satunya berasal dari daun cengkeh. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui biopestisida ekstrak kasar daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) mempunyai efek mortalitas terhadap kutu putih (Paracoccus marginatus), (2) mengetahui Lethal Concentration 50% (LC50) dari ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) yang efektif dalam membunuh kutu putih (Paracoccus marginatus). Penelitian ini meripakan penelitian sungguhan dengan menggunakan model rancangan acak lengkap (RAL). Sampel dalam penelitian ini adalah kutu putih yang diasumsikan homogen. Jumah sampel sebanyak 320 ekor. Variabel bebas penelitian ini adalah pemberian ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dengan konsentasi 0%, 5%, 10% dan 15% . Variabel terikat adalah jumlah kutu putih yang mati. Pengumpulan data diperoleh dari metode eksperimen dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik Non Parametrik. Hasil penelitian menunjukan (1) ada perbedaan efektifitas biopestisida ekstrak kasar daun cengkeh yang berbeda berdasarkan uji Kruskall Wallis yakni nilai signifikansi sebesar 0,00, dimana nilai tersebut
Perkembangan Fisiognomi dan Fenologi Spesies Tumbuhan Langka pada Fase Penyemaian sampai Tahapan Bibit Siap Tanam di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Unda Anyar Provinsi Bali ., Kadek Suyobi; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui fisiognomi dan fenologi spesies tumbuhan langka dari fase penyemaian sampai tahapan bibit siap tanam dan (2) cara pembibitan untuk menumbuhkan tumbuhan langka. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah spesies tumbuhan langka yang di kawasan hutan Penglipuran dan spesies tumbuhan langka di Balai Pengelolaan Derah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Unda Anyar Provinsi Bali. Sampel penelitian ini adalah 2 spesies profagul tumbuhan langka di kawasan Penglipuran dan 3 spesies profagul tumbuhan langka di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Unda Anyar Provinsi Bali. Pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Fisiognomi spesies tumbuhan memiliki keragaman bentuk yang khas bagi setiap spesies tumbuhan, tinggi tumbuhan dan diameter batang yang paling cepat tinggi dan lebar batang yang paling besar yaitu cempaka dan tinggi tumbuhan yang lambat tumbuh dan diameter batang yang kecil yaitu kayu putih. Jumlah daun yang paling banyak kayu putih. Fenologi pada tumbuhan majegau dan kayu putih memerlukan waktu lama untuk tumbuh yaitu 21 hari lama waktu perkecambahan biji dan 30 hari lama waktu tumbuhnya daun pertama. Faktor klimatik dan edafik berpengaruh terhadap fisiognomi dan fenologi suatu spesies. (2) Cara pembibitan untuk menumbuhkan tumbuhan langka, di bedengan menggunakan media pasir sedangkan di polybag tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 6:1. Penyiraman mahoni tidak terlalu basah karena biji mahoni berbentuk pipih dengan ujung agak tebal dan pengambilan bibit di bedengan dengan cara memasukkan tangan ke dalam lubang akar kemudian secara perlahan bibit diangkat agar akar tidak putus karena biji dari mahoni lunak menyatu dengan akar, sedangkan untuk tumbuhan cempaka, majegau, tabebuya dan kayu putih dicabut secara hati-hati. Kata Kunci : Fisiognomi, Fenologi, Tumbuhan Langka, Penyemaian, Cara Pembibitan The purposes of this research were: (1) to know the physiognomy and phenology of rare plant species from the seeding phase until the seedling stage is ready to plant and (2) the nursery way to grow rare plants. The population in this study is a rare plant species in the area of Penglipuran forest and endangered plant species at center of management of river areas of rivers and forests unda anyar province bali. The samples of this research were 2 specieses of rare plant propagul in Penglipuran area and 3 specieses of rare plant profagul at center of management of river areas of rivers and forests unda anyar province bali. Data collection by observation method, interview and literature review. The results of the research shows that: (1) Physiognomy of plant species has a distinct variety of shapes that are unique to each plant species, plant height and diameter of the fastest stem high and the width of the stem is the largest cempaka while the slow growing plant and the small diameter of the stems eucalyptus. The highest number of leaves is eucalyptus. The Phenology of majegau and eucalpyptus plants takes a long time to grow, 21 days of seed germination time and 30 days of leaf growing time. Climatic and edaphic factors effect the physiognomy and phenology of a species. (2) Breeding method to grow rare plants, in bed using sand medium while in polybag soil and manure with ratio 6: 1. In cempaka plants and majegau seeds soaked before sowing. Mahogany watering is not too wet because the mahogany seed is flat with a slightly thick tip and seedling in the bed by putting the hand into the root hole then slowly removed to the root of the roots do not break because the seeds of soft mahogany blend with the roots, while for cempaka plants, majegau, tabebuya and eucalyptus are carefully removed.keyword : Physiognomy, Phenology, Rare Plant, Seeding, How to Breeding
UJI VIABILITAS DAN KEMAMPUAN DEGRADASI MINYAK SOLAR OLEH KONSORSIUM BAKTERI HASIL PRESERVASI TERHADAP KADAR ASAM n-OKTANOAT ., Ni Luh Ayu Sri Purwaningsih; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 1 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan perairan laut seringkali digunakan sebagai jalur transportasi air, dengan adanya jalur transportasi air ini tidak menutup kemungkinan juga akan menghasilkan produk samping atau limbah yang dapat mencemari lingkungan. Secara biologis, biodegradasi oleh mikroba merupakan salah satu cara yang tepat, efektif dan hampir tidak ada pengaruh samping pada lingkungan. Dalam penelitian ini, dilakukan dua uji yaitu uji viabilitas bakteri dan uji kemampuan degradasi minyak solar oleh bakteri konsorsium hasil preservasi. Hasil yang diperoleh yaitu ditemukan 4 genus bakteri yang mampu bertahan hidup diantaranya isolat Pseudomonas, Neisseria, Acetobacter dan Halomonas. Pada uji kemampuan degradasi terdapat adanya pengaruh perbedaan kadar Asam n-Oktanoat yang dihasilkan dengan konsentrasi yang berbeda, dilihat dari nilai signifikansi diperoleh < 0,05 yaitu 0,000 dan Fhitung = 14,836 > Ftabel = 5,14, maka terdapat perbedaan konsentrasi konsorsium bakteri dengan perlakuan yang berbeda-beda yaitu 10ml, 20ml dan 30ml pada Media Bushnell Haas Mineral Salts yang ditambahkan susu skim terhadap kadar Asam n-Oktanoat yang dihasilkan oleh bakteri konsorsium hasil preservasi dalam mendegradasi minyak solar. Kata Kunci : Asam n-Oktanoat, Degradasi Minyak Solar, Konsorsium Bakteri Marine environment is often used as a transportation of water, in the presence of water transport lines did not rule out also will generate byproducts or waste that can pollute the environment. Biologically, biodegradation by microbes is one way that is appropriate, effective and virtually no side effects on the environment. In this study, conducted with two trials that test the viability of the bacteria and test capabilities diesel oil degradation by bacteria consortium preservation results.The results obtained are found four genus of bacteria are able to survive among isolates of Pseudomonas, Neisseria, Acetobacter and Halomonas. In the test the ability of degradation there is the effect of different levels of n-octanoic acid is produced with different concentrations, judging from the significant value gained < 0.05 is 0.000 and of F = 14.836 > Ftable = 5.14, then there are differences in the concentration of bacterial consortium with different treatment is 10ml, 20ml and 30ml in Bushnell Haas Media Mineral Salts added skim milk to high levels of n-octanoic acid produced by bacteria consortium preservation results in degrading of diesel oil. keyword : n-octanoic acid, Oil Degradation Solar, Bacterial Consortium
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN ECHINODERMATA SERTA FAKTOR-FAKTOR EKOLOGI YANG MEMPENGARUHINYA DI PANTAI GEGER, SAWANGAN, BADUNG ., Ni Kadek Mita Purnama Yanti; ., Prof. Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis Echinodermata, keanekaragaman dan kemelimpahan Echinodermata serta faktor-faktor ekologi yang mempengaruhi kehidupan Echinodermata di pantai Geger, Sawangan, Badung. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Echinodermata yang hidup di Pantai Geger. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Echinodermata yang tercakup pada 15 kuadrat yang diletakkan di Pantai Geger. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif eksploratif dengan rancangan penelitian survei lapangan (field study) dan penelitian laboratorium. Metode pengumpulan data keanekaragaman dan kemelimpahan Echinodermata yaitu menggunakan metode observasi dengan memasang line transect. Sedangkan metode pengumpulan data terhadap faktor-faktor ekologi yang mempengaruhi kehidupan Echinodermata yaitu menggunakan metode pengukuran dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Komposisi jenis Echinodermata yang hidup di pantai Geger yaitu sebanyak 19 spesies dengan jumlah total sebanyak 238 individu. (2) Indeks keanekaragaman spesies Echinodermata yang hidup di pantai Geger sebesar 2,56 dengan kategori sedang; Indeks kekayaan spesies sebesar 3,29 dengan kategori rendah; Indeks kemerataan spesies sebesar 0,87 dengan kategori tinggi dan Indeks dominansi spesies sebesar 0,10 dengan kategori tinggi. (3) Kemelimpahan relatif spesies Echinodermata tertinggi diperoleh sebesar 19,33 dari spesies Echinometra mathaei, sedangkan kemelimpahan terendah diperoleh sebesar 0,84 dari spesies Actinopyga echinites. Kepadatan spesies tertinggi yaitu Echinometra mathaei sebesar 3,06 Ind/m2, sedangkan kepadatan spesies terendah yaitu Actinopyga echinites sebesar 0,13 Ind/m2. (4) Faktor-faktor ekologi yang mempengaruhi kehidupan Echinodermata di Pantai Geger yaitu sumber makanan, suhu, pH, salinitas dan kadar oksigen terlarut.Kata Kunci : Keanekaragaman, Kemelimpahan, Kepadatan, Echinodermata, Pantai Geger This study aims are to determine the composition of species Echinodermata, diversity and abundance of Echinodermata and ecological factors that affecting at the Geger Beach, Sawangan, Badung. Population in this research that is all Echinodermata species that live at Geger Beach. The sample in this research is all Echinodermata covered in 15 squares placed at Geger Beach, Sawangan, Badung. This type of study is a descriptive explorative research using field survey and laboratory research. Method of collecting data on diversity and abundance of Echinodermata is using observation method by installing line transect. While the method of collecting data on ecological factors affecting the life of Echinodermata is using measurement method and literature study. The results of this study show (1) Echinodermata type composition identified throughout the squares at Geger Beach as many as 19 species with the total amount as many as 238 individuals. (2) The index of diversity of Echinodermata species that live at Geger Beach of 2.56 it is the medium category; The index species richness of 3.29 is in the low category; The index species evenness of 0.87 is in the high category and the index dominance of species of 0.10 is in the high category. (3) The relative abundance of the highest Echinodermata species is obtained by 19.33 from species Echinometra mathaei, while the lowest abundance is obtained by 0.84 from species Actinopyga echinites. The highest species density is Echinometra mathaei of 3.06 Ind/m2, whereas the lowest density of the species is Actinopyga echinites of 0.13 Ind/m2. (4) Ecological factors affecting the life of Echinodermata at the Geger Beach, Sawangan, Badung are food sources, temperature, pH, salinity and dissolved oxygen. keyword : diversity, abundance, density, Echinodermata, Geger Beach
STUDI KOMPARASI KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN ENDOPSAMMON PADA HABITAT PANTAI BERPASIR DI KAWASAN PANTAI SANUR ., I.G.A. Irma Dharmayanti Mandala; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membandingkan keanekaragaman dan kemelimpahan endopsammon pada dua lokasi berdasarkan perbedaan substrat. Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan endopsammon pada pantai berpasir putih dan pantai berpasir hitam; (2) mengetahui tingkat kesamaan komposisi jenis endopsammon pada pantai berpasir putih dan pantai berpasir hitam; (3) mengetahui perbedaan kemelimpahan endopsammon pada pantai berpasir putih dan pantai berpasir hitam. Penelitian ini berlokasi di Pantai Hyatt yang memiliki substrat berpasir putih dan Pantai Matahari Terbit yang memiliki substrat berpasir hitam yang keduanya berada dalam kawasan Pantai Sanur, Denpasar Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan desain penelitian lapangan (field study) yang dilanjutkan dengan penelitian Laboratorium. Pengambilan data endopsammon di lapangan menggunakan alat core. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) indeks diversitas (H’) endopsammon pada pantai berpasir putih dan berpasir hitam tergolong sedang, pada pantai berpasir putih sebesar 2,6369 dan pada pantai berpasir hitam sebesar 2,9562; (2) kemelimpahan relatif (KR) tertinggi pada pantai berpasir putih dimiliki oleh spesies Harpacticus sp. (5,7%) dan pada pantai berpasir hitam dimiliki oleh spesies Thalasoalaimus sp. (9,7%); (3) indeks similaritas (S) endopsammon pada pantai berpasir putih dan berpasir hitam tergolong tinggi sebesar 0,7; (4) terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam hal keanekaragaman dan kemelimpahan antara pantai berpasir hitam dan pantai berpasir putih.Kata Kunci : endopsammon, keanekaragaman, kemelimpahan, Pantai Sanur This research is compared the diversity and abundance a endopsammon at two locations based on different substrates. The purposes of this research are (1) determine the diversity and abundance endopsammon on a white sand and black sand; (2) determine the degree of similarity in species composition endopsammon on a white sand and black sand; (3) determine differences in the abundance endopsammon on a white sand and black sand. This research is located on the Hyatt beach which has a white sandy base substrate and Matahari Terbit beach has black sandy base substrate that both are in the Sanur Beach area, South Denpasar. This research is a descriptive exploratory research design (field study), followed by research laboratories. Endopsammon data capture in the field using core.The results are : (1) endopsammon diversity index (H') on the white sand beaches of black sand classified as moderate, on the white sand beach at 2.6369 and the black sand beach of 2.9562; (2) the relative abundance (KR) on a white sand beach is owned by the species Harpacticus sp. (5.7%) and the black sand beach is owned by the species Thalasoalaimus sp. (9.7%); (3) an index of similarity (S) endopsammon on the white sand beach of black sand is high at 0.7; (4) there is a significant difference in terms of diversity and abundance among the black sand beach and white sand beach.keyword : endopsammon, abundance, diversity, Sanur Beach
UJI EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Culex quinquefasciatus ., N L PT S ARYANINGSIH; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si.,; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan mortalitas larva nyamuk akibat pemberian ekstrak daun mengkudu dengan konsentrasi yang berbeda dan (2) konsentrasi yang diperlukan untuk dapat membunuh 50% (LC 50) larva nyamuk tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sungguhan dengan rancangan acak lengkap. Sampel dalam penelitian ini adalah larva instar III nyamuk Culex quinquefasciatus. Jumlah perlakuan dalam penelitian ini sebanyak 5 yaitu 0% (kontrol), 15%, 30%, 45%, dan 60%. Penelitian ini berlangsung selama 72 jam dan dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Biologi, FMIPA Undiksha. Data dianalisis menggunakan Anava One Away. Hasil penelitian (1) terdapat perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex quinquefasciatus akibat pemberian ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan varian konsentrasi yang berbeda (2) berdasarkan hasil analisis probit, LC50 berada pada konsentrasi 36,78%.Kata Kunci : ekstrak daun mengkudu, larva nyamuk Culex quinquefasciatus, mortalitas The purpose of this study was to determine: (1) the mortality differences of mosquito larvae on given noni leaf extract with difference concentration and (2) the extract concentration is needed to kill 50% (LC 50) larvae. This study is a true experimental study using random sampling design. The samples used were instar III larvae of Culex quinquefasciatus. The treatments in this study were 5, that is 0% (control), 15%, 30%, 45%, and 60%. The research was conducted for 72 hour in the Laboratory of Biology Department of Undiksha. The data obtained were analyzed using Anova One Way test. The result indicate (1) there was difference mortality of Culex quinquefasciatus mosquito was given noni leaf extract with various concentration. (2) Based on the result of probit analysis, LC 50 was concentration at 36.78%.keyword : Culex quinquefasciatus mosquito larvae, mortality, Noni leaf extract