cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
STUDI PREFERENSI LEBAH MADU (Apis cerana) TERHADAP BEBAGAI JENIS PAKAN TAMBAHAN DITINJAU DARI JUMLAH KUNJUNGAN ., Ketut Eka Nudastra; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si; ., Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui preferensi lebah madu (Apis cerana) terhadap berbagai jenis pakan tambahan yang berbeda (2) mengetahui jenis pakan tambahan yang paling banyak dikunjungi oleh lebah madu (Apis cerana) sebagai makanannya (3) mengetahui faktor yang mempengaruhi preferensi lebah madu (Apis cerana) terhadap berbagai pakan tambahan yang berbeda. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan model rancangan penelitian Posttest Only, Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah lebah madu (Apis cerana) yang memiliki anggota yang lebih banyak dari koloni yang ada. Sampel penelitian ini adalah lebah madu (Apis cerana) yang berjumlah 100 ekor. Teknik dalam pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Data diperoleh melalui metode observasi langsung yang menghitung jumlah kunjungan lebah madu pada berbagai jenis pakan tambahan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan adanya perbedaan jumlah kunjungan lebah madu pada pakan tambahan dan cenderung berfluktuasi. Rerata jumlah kunjungan lebah madu yang paling banyak pada pakan tambahan air tape yaitu hari pertama sebanyak 18 ekor, hari kedua 14 ekor, dan hari ketiga 11 ekor. Rerata jumlah kunjungan lebah madu yang paling sedikit pada nira lontar yaitu hari pertama sebanyak 4 ekor, hari kedua 1 ekor, dan hari ketiga sebanyak 1 ekor. Pakan tambahan berupa air tape merupakan jenis makanan yang paling banyak dikunjungi lebah madu (Apis cerana) sebagai makanannya. Faktor yang mempengaruhi lebah madu (Apis cerana) dalam beraktivitas mencari makan pakan tambahan yang disukai adalah faktor aroma dan kadar gula yang terkandung pada pakan tambahan.Kata Kunci : preferensi, lebah madu (Apis cerana), pakan tambahan This research aimed (1) to find out honeybees (Apis cerana) preferences toward types of different additional feed. (2) To find out types of additional feed most visited by honeybees (Apis cerana) as their food. (3) To find out factors affect honeybees (Apis cerana) preferences toward types of different additional feed. This research used Quasi experimental with posttest only, Non-equivalent control group design. Population of this study was honeybees (Apis cerana) and sample of this study was 100 honeybees (Apis cerana). This study used simple random sampling technique. Data collected was analyzed by descriptive qualitative analysis method. Result showed that there was significance different on total of honeybees (Apis cerana) visit on types of different additional feed. Average number of the most honeybees visit was seen on tapai water, which at first day was 18, second day was 14, and third day was 11. Average number of the fewest honeybees visit was on nira lontar, which at first day was 4, second day was 1, and third day was 1. Tapai water was the most food visited by honeybees (Apis cerana). Factors affected honeybees (Apis cerana) in looking for additional food liked were aroma and quality of sugar which contain in additional food.keyword : preferences, honeybees (Apis cerna), aditional foods
ANALISIS DISTRIBUSI DAN DIVERSITAS SPESIES TUMBUHAN SIMBOL TUBUH (TRI ANGGA) MASYARAKAT BALI AGA PADA TRI MANDALA DI DESA TRUNYAN, BANGLI ., I GUSTI NGURAH WAHYU ANDITYARAMA; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Komposisi floristik secara umum serta komposisi spesies tumbuhan simbol tubuh (Tri Angga) yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat Bali Aga di Desa Trunyan, Bangli, 2) indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh dan 3) pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksploratif. Populasi pada penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan simbol tubuh yang ada di seluruh area desa Trunyan, Bangli, sedangkan sampel pada penelitian ini yaitu tumbuhan yang digunakan sebagai simbol tubuh yang terdapat di Tri Mandala desa Trunyan, Bangli. Pada penelitian ini menggunakan metode kuadrat dengan teknik systematic sampling. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif dan menggunakan statistik ekologi yang selanjutnya dipaparkan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) terdata 51 spesies tumbuhan dan34 famili dengan 5.386 individu spesies, serta terdapat 5 spesies tumbuhan simbol tubuh dengan 15 individu spesies, 3) Indeks keanekaragaman tumbuhan simbol tubuh berada pada kategori keanekaragaman tinggi dengan nilai rata-rata yaitu 0,9475 dan 4) Pola sebaran spesies tumbuhan simbol tubuh tergolong pada 2 kategori pola sebaran yaitu pola sebaran mengelompok dan pola sebaran teratur. Kata Kunci : Tumbuhan Simbol Tubuh, Tri Mandala, Indeks Keanekaragaman, Pola Sebaran The aim of this research are to know 1) general floristic composition and composition of plant species of body symbol (Tri Angga) in Tri Mandala area on Bali Aga community in Trunyan village, Bangli, 2) index of plant species diversity of body symbol and 3) distribution pattern of the body symbol plant. This research is a kind of explorative research. The population in this research is all species of body symbols plant that exist throughout the village of Trunyan, Bangli, while the sample in this research is the plant used as a symbol of the body contained in Tri Mandala Trunyan village, Bangli. In this research using quadratic method with systematic sampling technique. The data that have been collected is analyzed descriptively and using ecological statistics which then presented descriptively. The results of this research indicate that 1) recorded 51 plant species and 34 families with 5,386 individual species, and there are 5 species of body symbol plant with 15 species of individuals, 3) Plant diversity index of body symbol is in high diversity category with average value that is 0,9475 and 4) Distribution pattern of plant species body symbols are classified into 2 categories of distribution patterns that are the pattern of group distribution and pattern of regular distribution. keyword : Body Symbol Plant, Tri Mandala, Diversity Index, Spreading Pattern
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PAKAN TERHADAP LAJU METAMORFOSIS NGENGAT ATLAS (Attacus atlas L.) DI TAMAN KUPU-KUPU KEMENUH, GIANYAR ., A.A.Istri Paramita; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ngengat atlas kini sulit dijumpai di alam Bali. Hal tersebut disebabkan oleh proses perkawinan yang sulit terjadi, ancaman serangan predator, perubahan lingkungan, dan manusia. Dikhawatirkan ngengat atlas akan mengalami kepunahan, sehingga diperlukan usaha pelestarian. Pakan merupakan salah satu hal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, serta laju metamorfosis ngengat atlas. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui perbedaan laju metamorfosis ngengat atlas dengan pemberian pakan yang berbeda dan (2) mengetahui jenis pakan yang mampu menghasilkan laju metamorfosis paling cepat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental sungguhan dengan rancangan the posttes-only control group design. Pada penelitian ini menggunakan 30 sampel larva instar I. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan laju metamorfosis dengan pemberian pakan yang berbeda. Pakan daun dadap menghasilkan rerata laju metamorfosis paling cepat, yaitu 70,6 hari dengan rerata fase telur selama 10 hari, fase larva selama 32,2 hari, fase pupa selama 23 hari, dan fase imago selama 5,4 hari. Kata Kunci : laju metamorfosis, ngengat atlas, pakan Atlas moth is now difficult to find in nature Bali. This was caused by the mating process to be difficult, the threat of attack by predators, environmental change, and human.Atlas moth is feared to be extinct, so that the necessary conservation efforts. Feed is one of the things that affect growth and development, as well as the rate of metamorphosis moth atlas. This study aims to (1) determine differences in the rate of metamorphosis moth atlas with different feeding and (2) determine the type of feed that can produce the most rapid rate of metamorphosis. This research is a real experimental design with the posttes-only control group design. In this study using 30 samples instar larvae I. Based on the results of the study indicate differences in rates of metamorphosis by feeding different. Feed leaves dadap produce the fastest average rate of metamorphosis, ie 70.6 days with a mean egg phase for 10 days, 32.2 days during the larval stage, pupa for 23 days, and the imago phase for 5.4 days.keyword : metamorphosis rate, atlas moth, feed
PEMETAAN DAN PENYUSUNAN ENSIKLOPEDIA TUMBUHAN OBAT DI HUTAN WISATA MONKEY FOREST UBUD GIANYAR ., I Made Ada Wiguna; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan obat adalah suatu jenis tumbuhan atau tanaman yang sebagian atau seluruh bagian tanaman berkhasiat menghilangkan atau menyembuhkan suatu penyakit dan keluhan rasa sakit pada bagian atau bagian tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peta sebaran spesies tumbuhan tumbuhan obat yang ada di Hutan Wisata Monkey Forest Ubud dan mengetahui pola ensiklopedia tumbuhan obat yang ada di Hutan Wisata Monkey Forest Ubud. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksploratif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadrat. Populasi untuk pemetaan tumbuhan pada penelitian ini adalah seluruh batas wilayah Monkey Forest dan semua populasi tumbuhan obat yang di Hutan Wisata Monkey Forest Ubud. Data penelitian di analisis secara dekriptif. Hasil dari penelitian ini adaalah (1) Jumlah spesies tumbuhan secara keseluruhan 58 spesies yang termasuk kedalam 28 familia. spesies tumbuhan obat yang ada di Hutan Wisata Monkey Forest Ubud sebanyak 25 spesies yang termasuk kedalam 13 samilia. (2) Secara keseluruhan ditemukan 15 spesies tumbuhan obat yang memeiliki pola sebaran mengelompok dan acak pada wilayah Hutan Wisata Monkey Forest Ubud (2) Pola ensiklopedia yang dikembangkan dalam penelitian adalah buku berisikan nama lokal tumbuhan, nama ilmiah lengkap dengan klasifikasinya, gambar tumbuhan lengkap dengan gambar ilustrasinya, deskripsi dari masing-masing spesies, dan pemanfaatanya sebagai obat tradisional. Kata Kunci : Hutan Wisata Monkey Forest Ubud, Sebaran Spesies, Ensiklopedia Medicinal plants are a type of plant or plant that partially or all parts of plants efficacious eliminate or cure a disease and complaints of pain in the part or part of the human body. This research aims to determine the map of medicinal plants species in Ubud forest Monkey Forest and know the pattern of the Encyclopedia of Medicinal Plants in the Monkey Forest tourism forest Ubud. This type of research includes exploratory research. The method used in this research is the quadratic method. The population for plant mapping in this research is all the boundaries of the Monkey Forest area and all the population of medicinal plants in the Monkey Forest tourism Forest of Ubud. Research Data in Analysis is decryptive. The results of this study have been (1) the total number of plant species in the total of 58 species belonging to 28 families. Species of medicinal plants in Ubud forest Monkey Forest as many as 25 species that belong to 13 Samilia. (2) In total, 15 species of medicinal plants that have a pattern of group distribution and random in the area of Ubud forest Tourism (2) The encyclopedia pattern developed in the study is a book containing the local name of plants, the name Scientifically complete with its classifications, drawings of plants complete with illustrations, descriptions of each species, and the utilization of them as traditional medicine. keyword : Recreation Forest Monkey Forest Ubud, Species Distribution, Encyclopedia
UJI EKSTRAK BATANG PISANG KULTIVAR SUSU (Musa paradisiaca L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Aedes aegypti ., Kadek Sera Harlistya Udayani; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M; ., Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penyakit yang sampai saat ini masih menjadi permasalahan di Negara Indonesia. Tubuh Aedes aegypti betina terkandung virus dengue yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue. Batang pisang kultivar susu mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan ekstrak batang pisang kultivar susu (Musa paradisiaca L.) terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti. (2) Untuk mengetahui konsentrasi ekstrak batang pisang kultivar susu (Musa paradisiaca L.) yang diperlukan untuk dapat membunuh 50% (LC50%) dan 90% larva Aedes aegypti pada penelitian ini. Variasi perlakuan dalam penelitian ini ada 4 yaitu ekstrak dengan konsentrasi 0%,25%,50%,75%. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh larva hasil perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah larva yang memiliki umur yang sama yaitu pada larva instar III. Total sampel pada penelitian ini adalah 240 larva nyamuk Aedes aegypti instar III hasil kolonisasi. Dalam tahapan metode pengumpulan data akan didapatkan data persentase mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti terhadap pemberian ekstrak batang pisang kultivar susu pada konsentrasi yang berbeda selama 48 jam. Hasil uji hipotesis menggunakan Kruskal Wallis dapat dinyatakan bahwa (1) terdapat perbedaan mortalitas larva nyamuk Aedes ageypti terhadap pemberian konsentrasi ekstrak batang pisang susu yang berbeda. Berdasarkan hasil uji hayati, ekstrak batang pisang kultivar susu terhadap larva nyamuk Aedes aegypti menunjukan bahwa (2) LC 50 berada pada konsentrasi 40,085% dan LC 90 berada pada konsentrasi 69,302%.Kata Kunci : Ekstrak batang pisang kultivar susu, mortalitas, larva Aedes aegypti Aedes aegypti was a vector of disease that still be a problem in Indonesia. Sometimes The female of Aedes aegypti contained dengue virus that causes dengue fever. Banana stem milk cultivated varieties contains secondary metabolites such as tannins, saponins and flavonoids. The purposes of this research were (1) to analyze the differences in mortality larvae of Aedes aegypti with the extract of banana stem milk cultivated varities with different concentration. (2) To determine the concentration of banana stem milk cultivated varities (Musa paradisiaca L.) that is used to kill 50% (LC50%) and 90% of Aedes aegypti larvae. There were four variation of treatmen in this research it was 0%, 25%, 50%, 75%. This research was an experimental research which used Complete Random Design. The population in this research were all the result of colonization larvae of Aedes aegypti. While the samples were the larvae that have same age, that was at the third instar larvae. Total samples in this study were 240 instar III larvae of Aedes aegypti, as a results of colonization. Data collection methods will be obtained data was the percentage of mortality Aedes aegypti’s larvae toward the giving of banana stem milk cultivated varities extract at different concentrations for 48 hours. The result of hypothesis test using the Kruskal Wallis can be stated that (1) There are differences in the mortality of Aedes aegypti larvae, toward the giving of banana stem milk cultivated varities with different concentrations. Based on the results of biological testing, Banana stem milk cultivated varities against Aedes aegypti larvae show that (2) LC 50 is at a concentration of 40,085% and LC 90 is at a concentration of 69,302%keyword : : Extract of banana stem milk cultivated varities, mortality, Aedes aegypti larvae
PENGARUH PENYIRAMAN AIR CUCIAN BERAS DAN PUPUK UREA DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) ., Ni Wayan Yeti Ratnadi; ., Drs.I Nengah Sumardika,M.Pd.; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh penyiraman air cucian beras dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman pacar air (Impatiens balsamina L), (2) pengaruh penyiraman pupuk urea dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman pacar air, dan (3) interaksi antara penyiraman air cucian beras dan pupuk urea dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman pacar air. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan desain penelitian faktorial 5 x 4 dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 20 perlakuan dan 3 kali ulangan. Populasi dari penelitian ini adalah tanaman pacar air sedangkan sampelnya adalah 60 tanaman pacar air yang diambil dengan menggunakan teknik random sederhana. Variabel bebas yaitu air cucian beras dengan konsentrasi 0%, 25%, 50%, 75%, 100%, dan pupuk urea dengan konsentrasi 0 ppm, 5 ppm, 10 ppm dan 15 ppm, sedangkan variabel terikatnya adalah pertumbuhan tanaman pacar air yang diukur dari berat kering tanaman. Analisis data terdiri dari uji normalitas (Kolmogorov Smirnov dan Shapiro wilk), uji homogenitas (Levene test), uji hipotesis menggunakan ANAVA dua arah, sedangkan uji lanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf signifikansi 5% dengan bantuan SPSS 16.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh penyiraman air cucian beras dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman pacar air dan konsentrasi air cucian beras yang memberikan berat kering yang paling besar adalah konsentrasi 100%, (2) ada pengaruh penyiraman pupuk urea dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman pacar air dan konsentrasi pupuk urea yang memberikan berat kering yang paling besar adalah konsentrasi 5 ppm, dan (3) ada pengaruh interaksi antara penyiraman air cucian beras dan pupuk urea dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman pacar air dan interaksi terbaik yaitu penyiraman air cucian beras dengan konsentrasi 100% dan pupuk urea dengan konsentrasi 5 ppm dengan rata-rata berat kering 1,7 gram.Kata Kunci : Air cucian beras, Pupuk urea, Pertumbuhan, Tanaman pacar air (Impatiens balsamina L.) The purpose of this research are (1) to determine the effect of rice water on the growth of Impatiens balsamina, (2) the effect urea fertilizers on the growth of Impatiens balsamina, and (3) the interaction between rice water and urea fertilizers with different concentrations on the growth of Impatiens balsamina. This research is an experimental study using a factorial study design with a 5 x 4 completely randomized design (CRD), which consists of 20 treatments and 3 replications. Population of this research are Impatiens balsamina And the sample are 60 Impatiens balsamina which taken with simple random technique. Independent variable is the rice water with a concentration of 0%, 25%, 50%, 75%, 100%, and the urea concentration of 0 ppm, 5 ppm, 10 ppm and 15 ppm, while the dependent variable is the growth of Impatiens balsamina of the dry weight of the plant. Data analysis consist of normality test (Kolmogorov Smirnov and Shapiro Wilk), homogeneity (Levene test), test hypotheses using two-way ANOVA, while test continue with honest significant difference test (HSD) at 5% significance level by SPSS 16.00 for windows. The results showed that (1) There are influence of rice water with different concentrations on the growth Impatiens balsamina and rice water concentration that gives the greatest dry weight is 100% concentration, (2) There are influence of urea fertilizers with different concentrations on growth of Impatiens balsamina and urea fertilizers concentration that gives the greatest dry weight is the concentration of 5 ppm, and (3) there is an interaction effect between rice water and urea fertilizers with different concentrations on growth of Impatiens balsamina and the best interaction is rice water with a concentration of 100% and the urea concentration of 5 ppm with an average dry weight of 1.7 grams.keyword : Rice water, Urea fertilizer, Growth, Impatiens balsamina L.
EFEKTIVITAS PENERAPAN PENDEKATAN STM DALAM PEMBELAJARAN IPA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN KELAS VII DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA Hadawiyah, Ruhul; Adnyana, P. Budi; Warpala, I. W. Sukra
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui efektivitas penerapan sains teknologi masyarakat (STM) terhadap pemahaman konsep dan (2) mengetahui efektivitas penerapan sains teknologi masyarakat (STM) terhadap sikap peduli lingkungan. Desain penelitian menggunakan one-shot case study. Populasi peneitian adalah seluruh kelas VII SMP Negeri 3 Singaraja dan sampel penelitian yang digunakan adalah kelas VII B yang berjumlah 32 siswa yang diperoleh dari teknik sampling sederhana. Data dari pemahaman konsep adalah dengan metode tes dan sikap peduli lingkungan adalah dengan metode kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deksriptif dan statistik One Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan sains teknologi masyarakat (STM) efektif untuk pemahaman konsep dan (2) penerapan sains tekknologi masyarakat (STM) efektif untuk sikap peduli lingkungan.
UPAYA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP TERHADAP USAHA PEMBUDIDAYAAN UDANG DENGAN SISTEM KURUNGAN DI LAUT LEPAS DESA SANGSIT KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG, BALI ., Putu Arisna Damayanty; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Upaya pengelolaan lingkungan hidup yang dapat dilaksanakan untuk mengantisipasi terjadinya dampak potensial terhadap lingkungan, (2) Upaya pemantauan lingkungan hidup yang dilakukan atas pengelolaan lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Populasi dalam penelitian adalah seluruh tokoh masyarakat Desa Sangsit, sampelnya berjumlah 19 orang guna mendapatkan keseluruhan informasi khususnya dalam komponen culture yang mencakup bidang ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, biologi, kimia, dan fisik. Metode pengumpulan data yang dilakukan untuk memperoleh data dan informasi mengenai prediksi sumber, jenis, dan deskripsi dampak serta pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang dilakukan dengan teknik wawancara, studi dokumen, dan kuesioner. Data yang dianalisis selanjutnya secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dapat dilakukan dengan menyesuaikan sumber dan jenis dampak yang ditimbulkan dari tahapan-tahapan kegiatan pembudidayaan udang dengan menggunakan Rona Lingkungan Awal sebagai acuan, (2) Upaya pemantauan lingkungan hidup, melibatkan pihak pemrakarsa yang dipantau langsung oleh lembaga terkait yaitu Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng secara berkala.Kata Kunci : UKL-UPL, Pembudidayaan Udang, Sistem Kurungan, Laut Lepas, Desa Sangsit The aim of this study is to know (1) an management effort of life environment which can be done to anticipate potential effect toward environment, (2) monitoring effort of life environment which is done on life environment management which has been dealed. The population of this study are all of Sangsit Village figures, the sample are 19 people to get all of informations especially in term of culture components which covers economy, social, culture, health, biology, chemistry, and physic. Data collection method used to get data and informations about type sources prediction and effects description and management and monitoring of environment done by interviewing, documentation, and questionnaire. Data will be analyzed descriptively. The results of study show (1) life environment management effort can be done by adapting the sources and type of effects that can be appeared from the steps of shrimps expansion by using introductory environment as guidance, (2) life environment monitoring effort, involving people who become the planner which is monitored by Badan Lingkungan Hidup and Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng continually in current time.keyword : UKL-UPL, shrimp farming, cage systems, high seas, Village Sangsit
KARAKTERISTIK DAN KEBERMANFAATAN SPESIES TUMBUHAN BAGI MASYARAKAT SEKITAR HUTAN ADAT TIGAWASA KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG ., Heri Budiatmoko; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) karakteristik spesies tumbuhan yang menyusun vegetasi Hutan Munduk Taulan yang ada Di Desa Adat Tigawasa Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, 2) kebermanfaatan spesies tumbuhan yang menyusun vegetasi hutan Munduk Taulan yang ada di Desa Adat Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng bagi masyarakat sekitar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dan deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh tumbuhan yang terdapat di area Hutan Munduk Taulan, sedangkan sampelnya yaitu semua spesies tumbuhan yang tercakup dalam 30 kuadrat sepanjang line transec. Untuk mengetahui karakteristik Hutan Munduk Taulan digunakan analisis analisis nilai penting yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan untuk menganalisis kebermanfaatan hutannya digunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Pada Hutan Munduk Taulan Desa Adat Tigawasa yang menjadi karakteristik hutannya adalah spesies Kayu Iseh ( Agathis alba). (2) Dari 28 spesies tumbuhan yang telah didata berdasarkan kegunaannya, manfaat tumbuhan yang ada ternyata paling banyak dimanfaatkan adalah untuk keperluan pangan dengan persentase sebesar (46,43%). Selanjutnya disusul oleh keperluan papan dan rumah tangga sebesar (42,86%), obat-obatan (39,29%), upacara agama (25%), sandang/industri (21,43%) dan terakhir pakan ternak sebesar (7,14%). Selain itu dari 28 spesies tumbuhan yang telah didata berdasarkan organ tumbuhan yang paling banyak digunakan maka di dapat batang dengan persentase sebesar (67,86%), menyusul daun sebesar (53,57%), akar sebesar (32,14%), buah sebesar (28,57%) dan bunga sebesar (14,29%).Kata Kunci : : Karakteristik hutan, Kebermanfaatan hutan The purpose of this study was to determine 1) the characteristics of the plant species that make up the forest vegetation existing Munduk Taulan, Tigawasa Village In Banjar District of Buleleng, 2) the usefulness of plant species that make up the forest vegetation existing Munduk Taulan, Tigawasa Village In Banjar District of Buleleng to the surrounding community. This research is explorative and descriptive research. The population of this study are all plants contained in Munduk Taulan forest area, while the sample is all plant species included in the 30 squares along the line transec. To determine the characteristics of Munduk Taulan Forest analysis used analysis of important value to be further analyzed descriptively and to analyze the usefulness of the forest used descriptive analysis of qualitative and quantitative. The results of this study indicate 1) At Forest Munduk Taulan, Tigawasa Village the characteristics of the forest is Kayu Iseh species (Agathis alba). (2) Of the 28 plant species have been recorded based on the usefulness, benefit existing plants are still the most widely used is for the purpose of food with a percentage of (46.43%). Next followed by board and household purposes was (42.86%), drugs (39.29%), rituals (25%), clothing / industry (21.43%) and last for animal feed (7, 14%). Addition of 28 plant species have been recorded based on the organs of plants most widely used then may stem with a percentage of (67.86%), followed by leaves (53.57%), the roots of (32.14%), fruit by (28.57%) and annual interest rate (14.29%). keyword : : Characteristics of forest, forest Usefulness
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA COUPLE CARD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 BANJAR Artini, Rai Juni; Adnyana, P. Budi; Warpala, I. W. Sukra
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan antara motivasi belajar dan hasil belajar biologi materi sistem ekskresi pada manusia secara bersama-sama terhadap siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Make A Match berbantuan media couple card dan model pembelajaran konvensional, (2) mengetahui perbedaan motivasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Make A Match berbantuan media couple card dan model pembelajaran konvensional dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar biologi materi sistem ekskresi pada manusia antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Make A Match berbantuan media couple card dan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan desain penelitian non equivalent pretest-posttest control group desain. Sampel penelitian ini dua kelas yaitu kelas XI MIA 1 dan XI MIA 2 SMA Negeri 2 Banjar dengan teknik simple random sampling dan subjek analisisnya adalah siswa dengan jumlah sampel 62 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode tes dan non tes sedangkan teknik analisis data yaitu Mancova. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar secara signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Make A Match dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.