cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
KOMPOSISI, KARAKTERISTIK, STRATIFIKASI, DAN KLASIFIKASI TABULER SPESIES TUMBUHAN DI SEPANJANG KAWASAN WISATA PANTAI LOVINA Ni Putu Sri Dewi Tyoasti .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Drs.I Nengah Sumardika,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3257

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) komposisi spesies tumbuhan yang ada di sepanjang kawasan wisata pantai Lovina, (2) karakteristik spesies tumbuhan yang ada di sepanjang kawasan wisata pantai Lovina, (3) stratifikasi spesies tumbuhan yang ada di sepanjang kawasan wisata pantai Lovina, (4) klasifikasi tabuler vegetasi di sepanjang kawasan wisata pantai Lovina. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan yang ada di sepanjang kawasan wisata pantai Lovina, meliputi Desa Tukadmungga, Desa Kalibukbuk, dan Desa Kaliasem. Sampel penelitian ini adalah spesies tumbuhan yang ada pada 3 Zona di sepanjang kawasan wisata pantai Lovina yang terkaver oleh kuadrat dengan ukuran 25 x 4 m dengan jumlah kuadrat pada setiap zona atau lokasi penelitian adalah 15 kuadrat. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode kuadrat dan line transect dengan teknik sistematik sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) komposisi spesies pada Zona I terdiri atas 9 spesies, Zona II terdiri atas 7 spesies, Zona III terdiri atas 15 spesies dengan jumlah total spesies pada ketiga Zona sebanyak 18 spesies. (2) Karakteristik spesies pada ketiga Zona adalah Hibiscus tiliaceus, Pongamia pinnata, Cocos nucifera, Ipomoea pes-caprae, dan Terminalia catapa. (3) stratifikasi tumbuhan pada ketiga zona sebagian besar terdiri atas satu strata. (4) dalam klasifikasi tabuler, spesies tumbuhannya terdiri dari dua unit.Kata Kunci : Komposisi, Karakteristik Spesies, Stratifikasi, Klasifikasi Tabuler The aim of this research were to know (1) the composition of the vegetation species which are along in the coast of Lovina Tourism object, (2) the characteristic of vegetation species which are along in the coast of Lovina tourism object, (3) the stratification of the vegetation species which are along in the coast of Lovina tourism object, and (4) the classification of tabular vegetation which are along in the coast of Lovina tourism object. The kind of this research is explorative research. The population of this research was all the vegetation species which are along in the coast of Lovina tourism object, included Tukadmungga village, Kalibukbuk village, and Kaliasem village. The samples of this research were the botanical species in the three zones along in the area of Lovina beach that were measured by plot with the size was 25 x 4 meters and the total plots in every zone or location of the research were 15 plots. The metods used in the collecting the data was quadrate methods and line transect with systematic technique sampling. The result of this research showed that (1) the composition of the species in Zone I consisted of 9 species, 7 species in Zone II, and 15 species in Zone III with the number of the species in those Zones were 18 species, (2) the characteristics of the species in the three Zones were Hibiscus tiliaceus, Pongamia pinnata, Cocos nucifera, Ipomoea pes-caprae, and Terminalia catapa, (3) the stratification of the vegetation in the three Zones almost consisted of one the stratums, (4) in the tabular classification, the vegetation species consisted of two units.keyword : Composition, Characteristic, Stratification, Tabular Classification
ANALISIS KEMAMPUAN INULINOLITIK ISOLAT JAMUR ENDOFIT DARI UMBI TANAMAN BENGKUANG (Pachyrhizus erosus L.) DALAM MEDIA SELEKTIF INULIN Cokorda Istri Ayu Setyawati .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3258

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan indeks inulinolitik yang terbentuk sebagai hasil dari hidrolisis inulin oleh isolat jamur endofit dari umbi tanaman bengkuang (Pachyrhizus erosus L.) dalam media selektif inulin, (2) karakteristik morfologi, dan 3) genus isolat jamur endofit inulinolitik. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan isolat jamur endofit dari umbi tanaman bengkuang sedangkan sampelnya adalah isolat jamur endofit yang akan diuji kemampuan inulinolitik yang ditentukan dengan acak (random). Isolasi jamur endofit menggunakan metode tempel permukaan. Uji kemampuan jamur endofit inulinolitik dilakukan dengan mengaliri media selektif dengan larutan lugol’s iodine selama 5 menit. Identifikasi dilakukan dengan pengamatan karakteristik morfologi jamur endofit yang ditumbuhkan pada Potato Dextrose Agar. Analisis data menggunakan uji Kruskall Wallis dan Uji Mann-Whitney sebagai uji Post Hoc. Hasil yang diperoleh: 1) tiga isolat memiliki indeks inulinolitik yang berbeda signifikan secara statistik pada taraf signifikansi 0,05 sedangkan satu isolat tidak memiliki indeks inulinolitik, 2) ketiga isolat memiliki karakter morfologi yang bervariasi, dan 3) isolat jamur endofit inulinolitik berasal dari genus Aspergillus dan Cladosporium.Kata Kunci : Jamur endofit, bengkuang, indeks inulinolitik, media selektif This experimental research aimed to know (1) the difference of inulinolytic index as the result of inulin hydrolysis by endophytic fungal isolates from yam tuber (Pachyrhizus erosus L.) inulin selective media, (2) the characteristic morphology of isolates and 3) the genus of isolates those are able to hydrolysis inulin. The population of this research were all of endophytic fungi isolates from yam tuber while its sample was endophytic fungi isolates which its inulinolitic ability was tested that was determinded by random technic. Isolation of endophytic fungi uses patch surface method. Tested the inulinolytic ability by endophytic fungi was done with the media floated lugol’s iodine solution for 5 minutes. Identification was done based on morphological characterization on Potato Dextrose Agar. Data analyze was tested by Kruskall Wallis and Mann-Whitney as a Post Hoc test. Results showed that: 1) there were three isolates had statistically significant difference of index inulinolytic at the level of significance 0,05, while one isolate did not have an inulinolytic index 2) All of them had variation in their morphology characteristic and 3) Inulinolytic isotes belong to the genera of Aspergillus and Cladosporium.keyword : Endophytic fungi, yam bean, inulinolytic index, selective media
PENGARUH KONSENTRASI SPORA Trichoderma harzianum TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR PATOGEN YANG DIISOLASI DARI BATANG TANAMAN JERUK KEPROK (Citrus reticulata) Made List Metriani .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3259

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan diameter pertumbuhan jamur patogen yang diisolasi dari batang tanaman jeruk keprok akibat penambahan spora Trichoderma harzianum dengan konsentrasi yang berbeda; (2) konsentrasi spora Trichoderma harzianum yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen yang diisolasi dari batang tanaman jeruk keprok; dan (3) genus jamur patogen yang menyerang batang tanaman jeruk keprok (Citrus reticulata) yang diisolasi dari kawasan kebun jeruk di desa Sukawana, kecamatan Kintamani, kabupaten Bangli. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yakni konsentrasi spora Trichoderma harzianum 107, 108 dan 109 spora/ml dan 8 kali ulangan serta satu kontrol untuk masing-masing pengulangan. Populasi dalam penelitian ini berupa spora jamur patogen yang langsung diisolasi dari batang tanaman jeruk keprok bergejala sakit, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah spora jamur patogen yang telah diencerkan dalam 10 ml aquades. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa isolasi, direct plating dan dual culture. Data utama dianalisis dengan uji parametrik ANAVA satu arah, sedangkan data penunjang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) terdapat perbedaan diameter pertumbuhan Phytophtora sp. akibat pemberian spora Trichoderma harzianum dengan konsentrasi yang berbeda (F hitung > F Tabel); (2) perlakuan yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Phytophtora sp. adalah konsentrasi spora Trichoderma harzianum 109 spora/ml; dan (3) genus jamur patogen yang menyerang batang tanaman jeruk keprok yang diisolasi dari kawasan kebun jeruk di desa Sukawana, kecamatan Kintamani, kabupaten Bangli adalah Phytophtora sp.Kata Kunci : Trichoderma harzianum, konsentrasi spora, diameter koloni, jamur patogen, batang jeruk keprok Phytophtora sp. This research was an experimental that aimed to determine (1) differences of diameter growth fungal pathogens that isolated from the stem of tengerine due to the addition spores of Trichoderma harzianum with different concentrations; (2) the concentration of spores of Trichoderma harzianum which the most effective in inhibiting the growth of pathogenic fungi isolated from the stem of tangerine; and (3) the genus of pathogenic fungi that attack stem of tangerine (Citrus reticulata) which was isolated from citrus field in the Sukawana village, Kintamani District, Bangli Regency. This reaserched using a completely randomized design (CRD) with 3 treatments refered to Trichoderma harzianum spore concentration of 107, 108 and 109 spores/ml with 8 replicates and one control for each repetition. The population in this research were pathogenetic fungi’s spores that isolatedd from illness stem of tengerine. The sampel of this reseach were delution of were pathogenetic fungi’s spores. This reseach used isolation, direct plating, and dual culture method. The main data was analyzed by one-way ANOVA parametric test and the supporting data analyzed by descriptive way. The result of this reseach showed that (1) there is a difference in diameter growth of Phytophtora sp. due to the addition of Trichoderma harzianum spores with different concentrations (F test > F tabel); (2) the most effective in inhibiting the growth of Phytophtora sp. is using Trichoderma harzianum spore concentration 109 spores/ml; and (3) the genus of pathogenic fungi which attack the stem of tengerine that is isolated from citrus field in the Sukawana village, Kintamani District, Bangli Regency is Phytophtora sp.keyword : Trichoderma harzianum, concentration of spores, diameter growth, pathogenic fungi, plant stem, Citrus reticulata, Phytophtora sp.
PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle Linn.) DAN EKSTRAK RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans Ni Kadek Pinawati .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan diameter zona hambatan pertumbuhan Streptococcus mutans akibat pemberian ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 30%, 45% dan 60%; (2) perbedaan diameter zona hambatan pertumbuhan Streptococcus mutans akibat pemberian ekstrak rimpang temulawak dengan konsentrasi 30%, 45% dan 60%); (3) adanya interaksi antara masing-masing jenis ekstrak dengan konsentrasi yang berbeda terhadap diameter zona hambatan pertumbuhan Streptococcus mutans. Populasi dalam penelitian ini adalah biakan murni Streptococcus mutans dengan sampel Streptococcus mutans yang diencerkan dengan aquades steril sebanyak 10 ml. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Teknik analisis data dengan Anova dua arah. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan diameter zona hambatan pertumbuhan Streptococcus mutans akibat pemberian ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 30%, 45% dan 60%. (2) terdapat perbedaan diameter zona hambatan pertumbuhan Streptococcus mutans akibat pemberian ekstrak rimpang temulawak dengan konsentrasi 30%, 45% dan 60%. (3) Tidak ada interaksi antara masing-masing jenis ekstrak dengan konsentrasi yang berbeda terhadap diameter zona hambatan pertumbuhan Streptococcus mutans. Kata Kunci : ekstrak daun sirih, ekstrak rimpang temulawak, Streptococcus mutans This study aims to (1) determine differences in growth inhibition zone diameter of Streptococcus mutans due to betel leaf extract with a concentration of 30%, 45% and 60%. (2) determine differences in growth inhibition zone diameter of Streptococcus mutans due to the ginger rhizome extract with a concentration of 30%, 45% and 60%). (3) determine the interaction between each type of extract with different concentrations of the growth inhibition zone diameter of Streptococcus mutans. The population in this study was a pure culture of Streptococcus mutans and Streptococcus mutans samples were diluted with 10 mL of sterile distilled water. Data collection methods used in this study is the observation method. Data analysis techniques with two-way ANOVA. The results are (1) there is a difference in diameter of inhibition zone due to the growth of Streptococcus mutans betel leaf extract with a concentration of 30%, 45% and 60%; (2) there is a difference in diameter of the zones of growth inhibition of Streptococcus mutans due to the ginger rhizome extract with a concentration of 30%, 45% and 60%; (3) There is no interaction between each type of extract with different concentrations of the growth inhibition zone diameter of Streptococcus mutans.keyword : betel leaf extract, ginger rhizome extract, Streptococcus mutans
PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN BUAH DAN PERBEDAAN PERIODE AFTERRIPENING TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI TOMAT (Solanum lycopersicum) Ni Luh Putu Ratih Widianingtias .; Drs.I Nengah Sumardika,M.Pd. .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3275

Abstract

Benih tomat (Solanum lycopersicum) dari buah yang dipanen sebelum mencapai tingkat kemasakan fisiologis tidak mempunyai viabilitas tinggi. Tingkat kematangan menentukan mutu suatu benih. Selain itu, beberapa biji tomat sebagai tanaman budidaya tetap dorman walaupun kondisinya menguntungkan. Perkecambahan tidak dapat berlangsung hingga tercapai masak lanjutan (afterripening). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) perbedaan jumlah perkecambahan biji tomat berdasarkan perbedaan tingkat kematangan buah, 2) perbedaan jumlah perkecambahan biji tomat berdasarkan periode afterripening, 3) hubungan antara tingkat kematangan buah dengan periode afterripening. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Percobaan menggunakan rancangan faktorial 4 x 5. Faktor pertama adalah perbedaan tingkat kematangan buah berdasarkan skala warna (green, turning, light red, dan red). Faktor kedua adalah periode afterripening ( 0 minggu, 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu, dan 4 minggu). Populasi penelitian adalah biji yang diperoleh dari buah tomat varietas Fortuna 23 dari perkebunan Desa Batusesa, Baturiti, Tabanan. Sampel dipilih secara acak 150 biji untuk satu perlakuan dengan tiga kali ulangan. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan jumlah biji yang menghasilkan kecambah normal. Data dianalisis dengan uji Chi-square menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Jumlah perkecambahan terbanyak diperoleh dari biji tingkat kematangan light red dengan 532 kecambah. 2) Jumlah perkecambahan terbanyak diperoleh dari biji dengan periode afterripening 2 minggu dengan 436 kecambah. 3) Tomat matang light red dengan periode afterripening 2 minggu menghasilkan kecambah terbanyak yakni 131 kecambah. Kata Kunci : Biji Tomat, Tingkat Kematangan, Afterripening, Perkecambahan Tomato seeds ( Solanum lycopersicum) of harvested fruit before reaching stages of ripened physiological did not have high viability. Maturity stages determine the quality of seed. Besides, some tomato seed as conducting crop remain to dorman although get profit condition. Germination cannot take place till reached to afterripening. The aims of this research were to know 1) the difference of amount germination of tomato seed based to fruit maturity stages, 2) the difference of amount germination of tomato seed based to afterripening periods, 3) relation between fruit maturity stages with afterripening periods. This is a experimental research by using complete random design (CRD). This research use 4 x 5 factorial design. First factors were difference of fruit maturity stages by color stages (green, turning, red light, and red). Second factors were afterripening periods ( 0 week, 1 week, 2 weeks, 3 weeks, and 4 weeks). Research population was obtained seed of tomato of varietas Fortuna 23 from plantation of Desa Batusesa, Baturiti, Tabanan. Sample selected at random 150 seeds to one treatment with three replications. Data collecting based to seed that produce normal sprout. Data analysed with test of Chi-Square use SPSS 16.0 for windows. Result of this research indicate that 1) Seeds from light red fruit are produce highest value with 532 sprout 2) Seeds from 2 weeks afterripening periods produce highest value with 436 sprout 3) Red light matured tomato with 2 weeks afterripening periods produce highest value with 131 sprout.keyword : Tomato Seed, Maturity Stages, Afterripening, Germination
PENGARUH PENYIRAMAN AIR CUCIAN BERAS DAN PUPUK UREA DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) Ni Wayan Yeti Ratnadi .; Drs.I Nengah Sumardika,M.Pd. .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3276

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh penyiraman air cucian beras dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman pacar air (Impatiens balsamina L), (2) pengaruh penyiraman pupuk urea dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman pacar air, dan (3) interaksi antara penyiraman air cucian beras dan pupuk urea dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman pacar air. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan desain penelitian faktorial 5 x 4 dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 20 perlakuan dan 3 kali ulangan. Populasi dari penelitian ini adalah tanaman pacar air sedangkan sampelnya adalah 60 tanaman pacar air yang diambil dengan menggunakan teknik random sederhana. Variabel bebas yaitu air cucian beras dengan konsentrasi 0%, 25%, 50%, 75%, 100%, dan pupuk urea dengan konsentrasi 0 ppm, 5 ppm, 10 ppm dan 15 ppm, sedangkan variabel terikatnya adalah pertumbuhan tanaman pacar air yang diukur dari berat kering tanaman. Analisis data terdiri dari uji normalitas (Kolmogorov Smirnov dan Shapiro wilk), uji homogenitas (Levene test), uji hipotesis menggunakan ANAVA dua arah, sedangkan uji lanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf signifikansi 5% dengan bantuan SPSS 16.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh penyiraman air cucian beras dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman pacar air dan konsentrasi air cucian beras yang memberikan berat kering yang paling besar adalah konsentrasi 100%, (2) ada pengaruh penyiraman pupuk urea dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman pacar air dan konsentrasi pupuk urea yang memberikan berat kering yang paling besar adalah konsentrasi 5 ppm, dan (3) ada pengaruh interaksi antara penyiraman air cucian beras dan pupuk urea dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman pacar air dan interaksi terbaik yaitu penyiraman air cucian beras dengan konsentrasi 100% dan pupuk urea dengan konsentrasi 5 ppm dengan rata-rata berat kering 1,7 gram.Kata Kunci : Air cucian beras, Pupuk urea, Pertumbuhan, Tanaman pacar air (Impatiens balsamina L.) The purpose of this research are (1) to determine the effect of rice water on the growth of Impatiens balsamina, (2) the effect urea fertilizers on the growth of Impatiens balsamina, and (3) the interaction between rice water and urea fertilizers with different concentrations on the growth of Impatiens balsamina. This research is an experimental study using a factorial study design with a 5 x 4 completely randomized design (CRD), which consists of 20 treatments and 3 replications. Population of this research are Impatiens balsamina And the sample are 60 Impatiens balsamina which taken with simple random technique. Independent variable is the rice water with a concentration of 0%, 25%, 50%, 75%, 100%, and the urea concentration of 0 ppm, 5 ppm, 10 ppm and 15 ppm, while the dependent variable is the growth of Impatiens balsamina of the dry weight of the plant. Data analysis consist of normality test (Kolmogorov Smirnov and Shapiro Wilk), homogeneity (Levene test), test hypotheses using two-way ANOVA, while test continue with honest significant difference test (HSD) at 5% significance level by SPSS 16.00 for windows. The results showed that (1) There are influence of rice water with different concentrations on the growth Impatiens balsamina and rice water concentration that gives the greatest dry weight is 100% concentration, (2) There are influence of urea fertilizers with different concentrations on growth of Impatiens balsamina and urea fertilizers concentration that gives the greatest dry weight is the concentration of 5 ppm, and (3) there is an interaction effect between rice water and urea fertilizers with different concentrations on growth of Impatiens balsamina and the best interaction is rice water with a concentration of 100% and the urea concentration of 5 ppm with an average dry weight of 1.7 grams.keyword : Rice water, Urea fertilizer, Growth, Impatiens balsamina L.
ANALISIS KUALITAS AIR TUKAD BADUNG MELALUI INDIKATOR FISIKA-KIMIA, BIOINDIKATOR NVC IKAN DAN JUMLAH TOTAL COLIFORM Sg. Ayu Wulan Pradnyamita .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Kualitas air Tukad Badung saat ini ditinjau dari parameter fisika dan kimia; (2) kualitas air ditinjau dari bioindikator NVC ikan; (3) kualitas air ditinjau dari jumlah total Coliform; dan (4) perbedaan kualitas air pada zona hulu, tengah dan hilir. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan eksploratif dengan populasi penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh air yang ada pada ekosistem Tukad Badung sepanjang badan sungai dan sampel dalam penelitian ini adalah air Tukad Badung dan beberapa ekor ikan yang ditangkap pada masing-masing zona. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan sistematik sampling. Dalam penelitian ini kegiatan yang dilakukan, yaitu : (1) pengukuran langsung kualitas air di lapangan; (2) pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium. Data dianalisis secara deskriptif dan uji statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Kualitas perairan Tukad Badung tergolong tercemar untuk parameter suhu (29,99 0C), COD (120,2 mg/L) dan BOD (21,9 mg/L). Untuk parameter pH dengan nilai 8,79, turbiditas (10 NTU), konduktivitas (0,319 ms/cm), DO (3,036 mg/L) dan salinitas (0,01‰) masih sesuai dengan standar baku mutu air; (2) ada sebanyak 47% ikan tergolong tidak sehat; (3) Rerata jumlah Coliform adalah sebanyak 280.000/100ml; (4) ada perbedaan kualitas air pada zona hulu, tengah, dan hilir dilihat dari beberapa parameter terukur (pH, konduktivitas, suhu, COD, BOD, Coliform dan Fecal coli) di Tukad Badung, dan tidak terdapat perbedaan kualitas air pada zona hulu, tengah dan hilir ditinjau dari parameter DO, salinitas dan NVC ikan.Kata Kunci : Kualitas air, NVC ikan, Jumlah total Coliform This aims of this research are to know: (1) water’s quality in Tukad Badung by physical and chemical parameters; (2) water’s quality by NVC’s fish bio-indicators; (3) water’s quality by the totally number’s coliform indicators; and (4) The differences of water’s qualities in upstream zone, midstream zone and downstream zone. This research are descriptive and explorative research which all component ecosystem in Tukad Badung as population’s research and water with fish in each zona as sample’s research. The systematic sampling was used in obtaining the data. The activity of this research are: (1) direct measurement of water’s quality; ( 2 ) taking of water samples for checking in laboratory. Data were analyzed by using descriptive and statistical tests. The results of this study indicate (1) The water’s quality of the Badung Tukad was contamined by temperature parameter (29.99 0C) , COD (120.2 mg/L) and BOD (21.9 mg/L). Moreover the parameter with a value of 8.79 pH, turbidity (10 NTU), conductivity (0.319 ms/cm), DO (3.036 mg/L) and salinity (0.01‰) was in accordance with the standard water’s quality; (2) 47% of fish were not healthy; (3) Average number of Coliform were 280.000/100ml; (4) there were the differences in water’s quality at upstream, midstream, and downstream by several parameters (pH, conductivity, temperature, CO, BOD, Coliform and fecal coli) in Tukad Badung, while for the DO parameters, salinity and fish NVC there were no the differences of water’s quality in upstream, midstream and downstream zone. keyword : water’s quality, NVC of fish, totally number of Coliform
Pengaruh Metode Pembelajaran Snowball Drilling Dengan Soal Objektif Diperluas Terhadap Hasil Dan Aktivitas Belajar Siswa Pada Materi Sistem Ekskresi Manusia Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sidemen Tahun Pelajaran 2013/2014 Ida Ayu Cindya Prawesti p .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3353

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran snowball drilling dengan soal objektif diperluas terhadap hasil dan aktivitas belajar siswa pada materi sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sidemen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan pre-test post-test non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sidemen tahun pelajaran 2013/2014. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling dan didapatkan kelas XI IPA 2 sebagai kelompok eksperimen serta kelas XI IPA 1 sebagai kelompok kontrol yang masing-masing kelompok berjumlah 30 siswa. Dalam penelitian ini kelompok eksperimen dibelajarkan dengan metode pembelajan snowball drilling, sedangkan pada kelompok kontrol dibelajarkan dengan metode ceramah. Data tentang hasil belajar dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar kognitif berupa tes dengan tipe soal objektif diperluas, sedangkan data aktivitas belajar siswa dikumpulkan menggunakan lembar observasi aktivitas belajar yang diobservasi oleh dua orang observer pada setiap pertemuan. Untuk menguji signifikansi perbedaan pengaruh perlakuan yang diberikan digunakan analisis kovarian (anakova) dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,000) antara penggunaan metode pembelajaran snowball drilling dengan soal objektif diperluas dan metode ceramah terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi sistem ekskresi manusia, (2) aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan metode snowball drilling lebih tinggi dibandingkan aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan metode ceramah. Rerata aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan metode snowball drilling berada dalam kategori cukup aktif, sementara pada kelas yang dibelajarkan dengan metode ceramah rata-rata aktivitas belajar siswa berada pada kategori kurang aktifKata Kunci : Snowball Drilling, Soal Objektif Diperluas, Hasil Belajar, Aktivitas Belajar This research aimed to know the influence of snowball drilling method of learning equiped with extended objective test toward learning achievement and activities on the lesson of human excretory system in class XI Sciences Program SMA N 1 Sidemen. The research was a quasi-experimental with pre-test post-test non-equivalent control group design. The population were all students of class XI Sciences Program SMAN 1 Sidemen of academic year 2013/2014. Samples were taken by simple random sampling technique with the experimental group was students of class XI Science Program 2 and the control group was students of class XI Sciences Program 1 and in each group consisting of 30 students. Experimental group of this research was subjected to the snowball drilling method, while the control group was subjected to the lecture method. The learning achievement data were collected by using a cognitive achievement test, while the student learning activities were collected by using observation sheets and observed by two observers in each meeting. The research was done by descriptive analyses and analysis of covariance (Anacova) with a significance level of 5%. The results of this research shows that (1) there is a significant difference ( p = 0.000 ) between the use of snowball drilling method and lectures method on cognitive learning results of students on the lesson of human excretory system, (2) student learning activities by using snowball drilling method is higher than student learning activities by using the lecture method. The mean score of student learning activities that learned with snowball drilling method is categorized moderately active, while the activity of student that learned with lecture method is categorized less active. keyword : Snowball Drilling, Extended Objective Test, Learning Achievement, Learning Activities
PENGARUH STRATEGI BELAJAR MURDER (MOOD, UNDERSTAND, RECALL, DETECT, ELABORATE, REVIEW) DENGAN SETTING PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 AMLAPURA TAHUN AJARAN 2013/2014 Ni Komang Prasinta Nusantari .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3494

Abstract

TTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan strategi belajar MURDER dengan setting pembelajaran kooperatif STAD dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional terhadap pemahaman konsep Biologi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan pre-test post-test control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siwa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Amlapura yang terdistrbusi ke dalam 5 kelas dengan jumlah populasi 160 orang. Sampel diambil menggunakan teknik penempatan secara acak (random assignment). Dari hasil pengacakan diperoleh 64 siswa sebagai sampel yang terdistribusi ke dalam 2 kelas yaitu kelas XI IPA 3 ditetapkan sebagai kelas strategi belajar MURDER setting pembelajaran kooperatif STAD dan kelas XI IPA 5 ditetapkan sebagai kelas pembelajaran konvensional, yang masing-masing kelas berjumlah 32 siswa. Data yang diperlukan adalah data pemahaman konsep siswa yang dikumpulkan dalam bentuk tes pemahaman konsep biologi. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis kovarian (ANAKOVA) satu jalur. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan (p
KOMPARASI POLA INTERAKSI BELAJAR KOOPERATIF DAN KOMPETITIF DALAM MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR 5E TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATERI EKOSISTEM DI SMA NEGERI 1 UBUD Ni Made Adi Kencana Wati Tira .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep materi ekosistem antara siswa yang belajar dengan pola interaksi belajar kooperatif dan kompetitif dalam model pembelajaran siklus belajar 5E di SMA Negeri 1 Ubud. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-equivalent pre-test post-test control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MS SMA Negeri 1 Ubud tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah populasi 214 siswa. Sampel penelitian berjumlah 86 siswa diambil dengan teknik simple random sampling. Kelas X MS 5 diberi perlakuan pola interaksi belajar kooperatif dalam model pembelajaran siklus belajar 5E, kemudian kelas X MS 4 mendapat perlakuan pola interaksi belajar kompetitif dalam model pembelajaran siklus belajar 5E. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep yang terdiri dari tes objektif. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis kovarian (Anakova). Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep materi ekosistem antara siswa yang belajar dengan pola interaksi belajar kooperatif dan kompetitif dalam model pembelajaran siklus belajar 5E di SMA Negeri 1 Ubud, dimana nilai rata-rata post-test pemahaman konsep siswa dengan pola interaksi belajar kooperatif dalam model pembelajaran siklus belajar 5E adalah 76,19 dan untuk nilai rata-rata post-test pemahaman konsep siswa dengan pola interaksi belajar koopetitif dalam model pembelajaran siklus belajar 5E adalah 70,19. Dengan demikian pemahaman konsep siswa yang menggunakan interaksi belajar kooperatif dalam model pembelajaran siklus belajar 5E lebih baik daripada siswa yang mengikuti pola interaksi belajar kompetitif dalam model pembelajaran siklus belajar 5E.Kata Kunci : Interaksi Belajar Kooperatif, Interaksi Belajar Kompetitif, Model Pembelajaran Siklus Belajar 5E, Pemahaman Konsep. This research aimed to analyze the differences concept understanding of ecosystem material between students that learned using cooperative and competitive learning interaction pattern in learning model 5E learning cycle in SMA Negeri 1 Ubud. This research is a quasi-experimental with non-equivalent pre-test post-test control group design. The population of this research were students of class X MS SMA Negeri 1 Ubud academic year 2013/2014 with a population of 214 students. Samples of research amount 86 students were taken by simple random sampling technique. Class X MS 5 treated as cooperative learning interaction pattern in learning model 5E learning cycle, then class X MS 4 treated competitive learning interaction pattern in learning model 5E learning cycle. Instrument that used is concept understanding test consisting of objective test. Data analysis techniques used descriptive analysis and covariance analysis (Anacova). The hypothesis testing was done on the significance level of 5%. The result of research showed there is the differences concept understanding of ecosystem material between students that learned using cooperative and competitive learning interaction pattern in learning model 5E learning cycle in SMA Negeri 1 Ubud, where the post-test average value of students concept understanding with cooperative learning interaction pattern in learning model 5E learning cycle is 76,19 and for the post-test average value of students concept understanding with competitive learning interaction pattern in learning model 5E learning cycle is 70,19. Thus the results of students learned using cooperative learning interaction pattern in learning model 5E learning cycle better than the students learned using the competitive learning interaction pattern in learning model 5E learning cycle.keyword : Cooperative Learning Interaction, Competitive Learning Interaction, Learning Model of Learning Cycle 5E, Concept understanding