cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
MODEL SIKLUS BELAJAR 7E BERBANTUAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA PADA MATERI EKSKRESI KELAS XI SMA NEGERI 3 SINGARAJA Luh Putu Emitha Upadianti .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan: (1) motivasi belajar, (2) hasil belajar, dan (3) motivasi dan hasil belajar biologi pada materi ekskresi, pelajaran biologi antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar 7E berbantuan media video dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung berbantuan media video. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan The Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 101 siswa, dengan sampel penelitian yang digunakan adalah 48 orang, yang terdistribusi kedalam dua kelas. Dua instrumen pokok penelitian ini yaitu angket motivasi belajar dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh berupa respon siswa terhadap pertanyaan pada angket motivasi belajar, dan nilai tes hasil belajar siswa pada materi ekskresi, mata pelajaran biologi. Data dianalisis dalam dua tahap yaitu deskriptif dan uji hipotesis digunakan uji MANCOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) motivasi belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar 7E berbantuan media video lebih positif dibandingkan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung berbantuan media video, (2) hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar 7E berbantuan media video lebih tinggi dibandingkan siswa yang dibelajarkan mengunakan model pembelajaran langsung berbantuan media video, dan (3) terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar 7E berbantuan media video dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung berbantuan media video.Kata Kunci : siklus belajar 7E, pembelajaran langsung, media video, motivasi, hasil belajar The aims of this study was to analyze the differences between: (1) learning motivation, (2) learning achievement, and (3) motivation and learning achievement on excretion topic of biology subject between the student who learned using 7E Learning Cycle Model that assisted by video media and the students who learned using Direct Instruction that assisted by video media. This quasy-exerimental study using The Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The population number of this study was 101 students, with samples number were 48 students that distributed into two classes. Two main research instruments were learning motivation questionnaire, and learning achievement test. Data collected was in the form of students’ respon to the questions on the learning motivation questionnaire, and students’ mark on excretion topics of biology subjects. Data were analyzed in two steps, they were descriptive statistics and hypothesis was tested using MANCOVA statistic analysis. The result of this study shows that: (1) learning motivation and (2) mean of students’ mark on excretion topic of biology subject among the students who learned using 7E Learning Cycle Model which assisted by video media is more positive and higher than the students who learned using Direct Instruction which assisted by video media. (3) There is different motivation and learning achievement between the students who learned using 7E Learning Cycle Model which assisted by video media and the students who learned using Direct Instruction which assisted by video media. keyword : 7E learning cycle model, direct instruction model, video media, motivation, learning achievement.
ANALISIS PERBEDAAN MASSA PADI VARIETAS IR64 SEBAGAI MEDIA TUMBUH TERHADAP KADAR PIGMEN MERAH PADA ANGKAK YANG DIHASILKAN OLEH Monascus Purpureus Gst. Ayu Md. Juniasmita Parsandi .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3554

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui perbedaan massa padi varietas IR64 sebagai media tumbuh terhadap kadar pigmen merah angkak yang dihasilkan oleh Monascus purpureus, (2) mengetahui massa padi varietas IR64 yang digunakan dalam fermentasi angkak ditinjau dari kadar pigmen tertinggi, (3) mengetahui kuantitas produk angkak ditinjau dari pH, dan bobot angkak. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen dan rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah massa padi varietas IR64 yakni 30 gram, 40 gram, 50 gram dan 60 gram sebagai media tumbuh Monascus purpureus, variabel terikat adalah kadar pigmen merah pada angkak diukur berdasarkan Optical Density (OD) dan variabel kontrol adalah kelembaban, suhu, dan intensitas cahaya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik parametrik, uji hipotesis dengan Anova One Way, kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil dari penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan kadar pigmen merah pada angkak oleh Monascus purpureus berdasarkan perbedaan massa padi varietas IR64 dilihat dari nilai F hitung > F tabel yakni 92,824 > 1,714, (2) Massa padi varietas IR64 yang dapat digunakan dalam fermentasi angkak ditinjau dari kadar pigmen angkak tertinggi melalui uji BNT dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga rata rata perlakuan memiliki perbedaan signifikansi yakni massa beras 30 gram dengan kadar pigmen merah tertinggi sebesar 1,9 g/100 ml, (3) pH optimal dalam menghasilkan kadar pigmen adalah 6,03 dari kriteria pH 6 terjadi penurunan bobot angkak setelah fermentasi dan pengovenan. Kata Kunci : Monascus purpureus, Angkak, Padi Varietas IR64. The purpose of this study is (1) determine the mass difference IR64 rice as a growing medium on levels of red yeast rice red pigment produced by Monascus purpureus, (2) determine the mass of IR64 rice varieties used in the fermentation of red yeast rice in terms of the highest pigment levels, (3) determine quantity of red yeast rice products in terms of pH, and the weight of red yeast rice. Type of research is experimental research and the study design was completely randomized design (CRD). The independent variable in this study is that the mass of IR64 rice 30 grams, 40 grams, 50 grams and 60 grams of Monascus purpureus as a growing medium, the dependent variable is the red pigment in red yeast rice levels were measured by Optical Density (OD) and the control variable is humidity, temperature, and light intensity. Data analysis was performed using parametric statistics, hypothesis testing with ANOVA One Way, followed by the Least Significant Difference test (LSD). The results of this study were (1) there are differences in the levels of red pigment in red yeast rice by Monascus purpureus by the mass difference of rice IR64 seen from F count> F table is 92,824 > 1,714, (2) mass IR64 rice varieties that can be used in the fermentation of red yeast rice in terms of the highest levels of pigment red yeast rice through LSD test with a significance level of 0,000 < 0,05, so the average treatment has significant differences that mass 30 grams rice with red pigment highest levels of 1,90 g / 100 ml, (3) the optimal pH produce pigment concentration is 6.03 of criteria weights decreased pH 6 after fermentation of red yeast rice and oven. keyword : Monascus purpureus, Angkak, Rice Variety IR64
THE COMPARISON OF COOPERATIVE AND INDIVIDUAL LEARNING INTERACTION PATTERN IN LEARNING MODEL OF LEARNING PQ4R TO THE CONCEPTS UNDERSTANDING OF EXCRETORY SYSTEM AT SMA NEGERI 1 UBUD Ni Wayan Septiari .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3635

Abstract

The purpose of this research were to analys the diffrent concept understanding of excretion system between student that study using the cooperative and individual learning interaction with learning model of learning PQ4R. The study was quasi-experimental study (quasi-experimental) with the experimental design of Non-Equivalent Pre-test-post-test control group design. The study population was all students in class XI science in SMA Negeri 1 Ubud which totaled 189 students. In this study samples were taken with a simple technique Random sampling. Sample in this research is class XI science 1 and XI science 2. XI science 1 is the class that get cooperative study of interaction patterens, while XI science 2 is the class that get individual study of interaction patterens. Both of interaction patterns are used PQ4R model. The data for this research were collected by test of concept understanding student which totaled 39 question multiple choice form.The kind of data in this research is the result pos testconcept understanding of excretion system.Results of data analysis showed that there is a significant difference the concepts understandingof excretion system between students that study using the patterens of cooperative and individual learning interaction with learning model PQ4R in class XI in SMA Negeri 1 Ubud. The average value obtained by the group of students who are taughtthe patterens of cooperative learning interaction with PQ4R learning model is 77,80 and the students who are taught the patterens of individual learning interaction with PQ4R learning model is 69,44keyword : The patterens of cooperative learning interaction, The patterens of individual learning interaction, PQ4R model, concepts understanding
RESEARCH ABOUT NUMBER OF POPULATION, BIOECOLOGYS CHARACTERISTIC, AND CONSERVATION EFFORT JAVAN POND-HERON (Ardeola speciosa) IN PETULU VILLAGE, UBUD DISTRICT, GIANYAR I Wayan Angga Bradnyana .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3636

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah populasi, relung tropik dan upaya pelestarian burung Blekok Sawah (Ardeola speciosa) di Desa Petulu. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan burung Blekok Sawah (Ardeola speciosa) yang terdapat di Desa Petulu. Sampel penelitian ini adalah seluruh populasi burung Blekok Sawah (Ardeola speciosa). Penelitian ini termasuk kedalam deskriptif eksploratif. Hasil penelitian ini menunjukan Jumlah populasi burung Blekok sawah (Ardeola speciosa) ialah 2.450 ekor. Relung habitat terdapat 12 jenis pohon, kelembaban berkisar antara 80% sampai 82 %, rata-rata suhu lingkungan 26,30C sampai 27,80C, intensitas cahaya, pagi hari 350 lux, siang hari 1885 lux, dan sore hari 575 lux, ketinggian tempat 250 meter diatas permukaan laut. Jenis makanan burung Blekok sawah (Ardeola speciosa) terdiri dari 8 spesies hewan, predator burung ini ialah musang dan ular. Upaya pelestarian yang telah dilakukan ialah melindungi burung dari pemangsa, melindungi habitat, membuat hutan buatan dan melarang orang memburu burung Blekok Sawah (Ardeola speciosa). Kata Kunci : Ardeola speciosa, Bioekologis, Petulu Populasi, The purposes of this research were to knows number of population, habitat niches, tropical niches and conservation effort of Javan pond-Heron bird (Ardeola speciosa) in Petulu village. The population of this research was all of Javan Pond-Heron (Ardeola speciosa) located in Petulu village. The sample of this research is all about the population of Javan Pond-Heron (Ardeola speciosa). Numbers of population of javan Pond-Heron bird (Ardeola speciosa) were 2.450 tails. In habitat niches, there are 12 species of tree, the average humidity is between 80% until 82%, the average temperature of environment is 26.30C until 27.80C, the light intensity in the morning is 350 lux, in the afternoon is 1885 lux, and in the evening is 575 lux, the altitude is 250 meters above the sea level. Kinds of food of Javan Pond-Heron (Ardeola speciosa) are 8 species of animal. The predators of this bird are weasel and snake. Conservation efforts which have been done are protecting the birds from predators, and keep the habitat, making synthetic forests and prohibiting people to hunt Javan Pond-Heron (Ardeola speciosa). keyword : Ardeola speciosa, Bioecologys, Petulu, Population,
STUDENT ON PATTERN ANALYSIS DERMATOGLIFI DOWN SYNDROME PATIENTS IN STATE SLB C SINGARAJA I Gusti Ngurah Yuda Pranata .; Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3983

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis pola dermatoglifi jari tangan siswa penderita simdrom Down di SLB C Negeri di Kota Singaraja; (2) mengetahui jumlah sulur siswa penderita simdrom Down di SLB C Negeri di Kota Singaraja; (3) mengetahui jumlah siswa penderita sindrom Down yang ada di SLB C Negeri di Kota Singaraja dilihat dari pola dermatoglifi jari tangan dan jumlah sulur yang dimiliki. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di SLB C Negeri Singaraja yang berjumlah 22 orang mulai dari SD sampai SMA. Sampel dalam penelitian ini adalah sidik jari tangan siswa. Teknik sampling adalah keseluruhan sampel. Metode pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, analisis gambar. Setelah itu dibandingkan dengan kunci pola penderita sindroma Down. Analisis data dijabarkan secara deskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa: (1) pola dermatoglifi penderita sindroma Down di SLB C Negeri Singaraja adalah pola loop ulna (94 %). pola whorl (4 %), loop radial (2 %) serta arch tidak adal; (2) jumlah sulur pada penderita sindroma Down berjenis kelamin laki-laki secara keseluruhan 148 dan yang berjenis kelamin perempuan 102 itu berarti penderita sindroma Down laki-laki memiliki jumlah sulur paling banyak di bandingkan perempuan; (3) jumlah penderita sindroma Down di SLB C Negeri Singaraja adalah 5 orang yang terdiri dari 3 perempuan dan 2 laki-laki.Kata Kunci : Sindroma Down, dermatoglifi, jumlah sulur, jumlah penderita sindrom Down This study aimed at (1) Analyzing the students’ dermatoglifi finger pattern of those who were down syndrome patients in SLB C, Singaraja ; (2) Determining the number of tendrils of down syndrome students in SLB C, Singaraja ; (3) Determining the number of down syndrome students existed in SLB C, Singaraja which was seen from the dermatoglifi pattern of the fingers and the number of tendrils owned. Research population was all students in SLB Negeri Singaraja C numbering 22 people ranging from elementary to high school. The sample in this research is the student hand prints. Techniquel sampling is the overall sample. Methods of data collect using questionnaires, interviews, analysis of images. After that, compare with Down syndrome pattern lock. Analysis of the data described descriptively. The results of this study show that: (1) the pattern of Down's syndrome sufferers dermatoglifi C in SLB Negeri Singaraja is ulnar loop patterns (94%). whorl pattern (4%), radial loops (2%) and arch not adal; (2) the number of vines in people with Down syndrome male sex as a whole 148 and 102 female patients with Down syndrome that means men have the most number of shoots compared to women; (3) the number of people with down syndrome in SLB C, Singaraja were 5 people consisting of 3 women and 2 men. keyword : Down syndrome, Dermatoglifi, Number of Tendrils, Number of Down Syndrome Patients
ANALISIS STRUKTUR TEGAKAN DAN KEANEKARAGAMAN SPESIES TUMBUHAN PADA KAWASAN VEGETASI DENGAN ALTITUDE BERBEDA PADA BENTANGAN BUKIT DESA PENUKTUKAN (TEJAKULA) SAMPAI DESA SIAKIN (KINTAMANI), BALI Anita Dea Prafikti .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5395

Abstract

Struktur vegetasi dapat didefinisikan sebagai organisasi individu-individu tumbuhan dalam ruang yang membentuk tegakan secara lebih luas membentuk tipe vegetasi. Struktur vegetasi meliputi komposisi, struktur tegakan dan keanekaragaman spesies. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur tegakan dan besarnya indeks keanekaragaman spesies tumbuhan pada kawasan vegetasi dengan altitude berbeda di bentangan bukit Desa Penuktukan (Tejakula) – Desa Siakin (Kintamani), Bali. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan yang ada di sekitar kawasan vegetasi bentangan garis gradien bukit dari Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula sampai Desa Siakin, Kecamatan Kintamani. Penelitian dilakukan di tiga zona dengan altitude berbeda, yaitu Zona I (0 mdpl), Zona II (800 mdpl), dan Zona III (1.600 mdpl). Metode yang digunakan dalam pengambilan data di lapangan adalah dengan menggunakan metode kuadrat dan teknis pengambilan sampel dilakukan dengan sistematik sampling. Data struktur tegakan dan keanekaragaman spesies dianalisis dengan menggunakan statistik ekologi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Terdapat tiga tipe struktur tegakan pada seluruh zona, yaitu: tegakan tidak seumur dan tegakan tidak teratur pada Zona I (0 mdpl) dan Zona II (800 mdpl); dan pada Zona III (1.600 mdpl) terdapat tegakan seumur dan tegakan tidak teratur; dan (2) Rata-rata indeks keanekaragaman spesies pada seluruh zona termasuk dalam kategori tinggi, yaitu: 4,1524 pada Zona I; 3,8414 pada Zona II; dan pada Zona III sebesar 4,4394.Kata Kunci : Struktur Tegakan, Keanekaragaman Spesies, Altitude Vegetation structure is the plants individuals of organization in the area which forming stand and for the establish meaning is forming the types of vegetation. Vegetation structure is compound by composition of species, stand structure, and diversity of species. The purpose of this research were to analyze the stand structure and diversity index of plants species in vegetation region at the different altitude of Penuktukan Village (Tejakula) – Siakin Village (Kintamani), Bali. The kind of this research is exploratory research. The population of this research are all species in the vegetation region at the different altitude of Penuktukan Village (Tejakula) – Siakin Village (Kintamani), Bali. This research was conducted at three zone with different altitude: Zone I (0 masl), Zone II (800 masl), and Zone III (1.600 masl).This research used quadrate method and sistematic sampling to collect the data in the fields. The data of stand structure and diversity index were analized by ecological statistic. The result of this research are (1) There are three types of stand structure in the entire zone; uneven-aged stand and irregular stand at Zone I (0 masl) and Zone II (800 masl); and at Zone III (1.600 masl) there are even-aged stand and irregular stand; and (2) The average of diversity index at the each zone are on high category: 4,1524 at Zone I; 3,8414 at Zone II; and at Zone III is 4,4394. keyword : Stand Structure, Species Diversity, Altitude
PENGARUH PERBEDAAN SALINITAS TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA GESIT (Oreochromis niloticus) I Gusti Lanang Agung Adi Prana .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5396

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengaruh perbedaan salinitas terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan Nila GESIT (Oreochromis niloticus), (2) mengetahui salinitas yang optimal untuk kelangsungan hidup benih ikan Nila GESIT (Oreochromis niloticus). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan desain penelitian “Posttest Only, Non-Equivalent Control Group Design”. Perangkat percobaan ini terdiri dari 5 perlakuan dengan salinitas yang berbeda yaitu 5 ppt, 10 ppt, 15 ppt, 20 ppt dan satu sebagai kontrol (< 0,5 ppt). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari- Maret 2015. Benih ikan dipelihara dalam wadah pemeliharaan dengan volume 6 liter dan kepadatan 50 benih setiap wadahnya. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari pada pukul 08.00 dan 16.00 WITA. Metode analisis data yang digunakan didalam penelitian ini bersifat Deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa media penelitian benih ikan Nila GESIT dengan salinitas 0 ppt, 5 ppt dan 10 ppt menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang sangat tinggi yaitu 100 %, 100 % dan 96 %. Kemudian berturut-turut diikuti media penelitian benih ikan Nila GESIT dengan salinitas 15 ppt ( 58 %) dan 20 ppt (22 %).Pengamatan kualitas air masih dalam kisaran normal untuk media benih ikan Nila GESIT. Kandungan oksigen terlarut berkisar antara 5,8 -6,5 ppm, derajat keasaman berkisar antara 7-8,2, suhu air berkisar antara 27-29 ºC, dan konsentrasi gas amonia sebesar 0,14-1,23 ppm yang masih layak sebagai syarat budidaya ikan Nila.Kata Kunci : KATA KUNCI : Benih ikan Nila GESIT, Tingkat kelangsungan hidup, Salinitas air This research was aimed to (1) determine the effect of different salinity on tilapia fish seed’s GESIT (Oreochromis niloticus) survival rate, (2) determine the optimun salinity of Tilapia fish seed’s GESIT survival rate.This type of research was an quasi experimental with design of this study “ posttest only,non-equivalent control group design”.The experimental device consisted of 5 treatments with different salinity such as 5 ppt, 10 ppt, 15 ppt, 20 ppt and one control with (
Studi Tentang Keanekaragaman dan Kemelimpahan Moluska Bentik pada Ekosistem Mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Madya Denpasar, Bali Komang Wina Ratnasari .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5397

Abstract

Moluska bentik merupakan moluska yang hidup di dasar dan sangat banyak ditemukan pada daerah hutan mangrove di Indonersia. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah keanekaragaman dan kemelimpahan moluska bentik yang hidup di Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Madya Denpasar, Bali. Berdasarkan masalah yang ditemukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan moluska bentik di Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Madya Denpasar, Bali. Adapun jenis penelitian ini merupakan penelitian deskritif eksploratif dan menggunakan desain penelitian lapangan yang kemudian dilanjutkan dengan identifikasi di laboratorium. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh moluska bentik yang hidup di Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Madya Denpasar, Bali. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah moluska bentik yang ada di dalam 15 kuadrat yang terpasang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) komposisi spesies moluska bentik yang hidup Taman Hutan Raya Ngurah Rai terdiri dari 22 spesies; spesies yang paling banyak ditemukan yaitu Littorina melanostoma (52); (2) moluska bentik yang hidup di Taman Hutan Raya Ngurah Rai memiliki indeks keanekaragaman sebesar 2,52 yang termasuk dalam tingkat keanekaragaman yang sedang, indeks kekayaan spesies sebesar 3,70, indeks kemerataan spesies sebesar 0,82, indeks dominansi sebesar 0,10; (3) kemelimpahan relatif tertinggi moluska bentik yang ada di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, spesies Littorina melanostoma sebesar 17,81 %, dan yang terendah adalah spesies Cerithidea cingulata sebesar 0,34%, Cerithidea obtusa sebesar 0,34%, serta Neritina violasea sebesar 0,34% Kata Kunci : Keanekaragaman, Kemelimpahan, Moluska Bentik, Mangrove Benthic molluscs are mollusks that live in the button of the sea, molluscs is commonly found in mangrove forest areas in Indonersia . The problem in this research is how the diversity and abundance of benthic mollusks that live in Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, South Denpasar District , Municipality of Denpasar, Bali. This study aims to determine the diversity and abundance of benthic mollusc in Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, South Denpasar District, Municipality of Denpasar, Bali. This research is descriptive exploratory. The design of this research field research followed by identification in the laboratory . The population in this study are all benthic mollusks that live in Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, South Denpasar District, Municipality of Denpasar, Bali. While the sample is a benthic mollusk that is in the 15 squares are attached. These results indicate that (1) the composition of benthic mollusc species that live Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh consists of 22 species; The most commonly found species are Littorina melanostoma (52); (2) benthic mollusks that live in Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh has a diversity index of 2.52 which was included in the moderate levels of diversity, species richness index by 3.70, species evenness index of 0.82, dominance index of 0.10; (3) the relative abundance a top of benthic mollusc in Taman Hutan Raya Ngurah Rai , a species of Littorina melanostoma 17.81% and the lowest a species of Cerithidea cingulata 0.34%, Cerithidea obtusa 0.34% and a Neritina violasea 0.34%.keyword : Diversity, abundance, Benthic Mollusca, Mangrove
Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Terhadap Vegetasi Tumbuhan di Sekitar Sungai Muara Panji Dalam Upaya Pemanfaatannya Sebagai PLTM di Desa Sambangan, Buleleng Ni Putu Siska Ayu Safitri .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5398

Abstract

Listrik merupakan faktor yang memegang peranan penting untuk meningkatkan kualitas kehidupan, namun listrik menjadi sesuatu yang krusial saat ini karena keterbatasan pasokan yang ada. Sebagai alternatif untuk menanggulangi kekurangan listrik adalah dengan menggunakan sumber daya alam terbarukan yaitu sumber Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro. Dalam pembangunan PLTM terdapat tahapan kegiatan yang akan memberikan dampak terhadap lingkungan terutama vegetasi tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) rona Lingkungan Awal vegetasi tumbuhan di sekitar Sungai Muara Panji (2) sumber dampak, jenis dampak, dan deskripsi dampak yang diprediksi akan timbul pada vegetasi tumbuhan akibat pembangunan PLTM, dan (3) upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan yang dapat dilakukan. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksploratif. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan vegetasi tumbuhan yang diprediksi terkena dampak dalam pembangunan PLTM. Sampel vegetasi tumbuhan adalah yang berhabitus pohon dengan luas kuadrat 5x10 m2 yang berada di hutan lindung dan daerah anclave Sungai Muara. Metode untuk pengambilan data vegetasi tumbuhan menggunakan metode kuadrat dengan teknik sistematik sampling. Dalam menganalisis data digunakan analisis statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) rona Lingkungan Awal vegetasi tumbuhan mempunyai keanekaragaman yang tergolong tinggi; (2) jenis dampak yang dapat terjadi pada vegetasi tumbuhan akibat pembangunan PLTM adalah perubahan komposisi dan keanekaragaman jenis yang diakibatkan dari tahap kegiatan konstruksi, yaitu land clearing; (3) upaya pengelolaan lingkungan hidup yang harus dilakukan adalah dengan cara melakukan revegetasi secara insitu. Sedangkan upaya pemantauan lingkungan dilakukan dengan melibatkan pihak Pemrakarsa yang dimonitoring oleh instansi terkait terutamanya Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan, Vegetasi Tumbuhah, PLTM Abstract Electricity is a factor that hold an important role for improving quality of life, but electricity be something crucial in this time because limitations of the existing supply. As an alternative to overcome the shortage of electricity is the use of renewable natural resources is a source of Small Hydro Power Plant. In the construction phase of activity which are Small Hydro Power Plant will have an impact on the environment, especially plant of vegetation. The aims of this research to know (1) Initial Environmental Rona especially plant of vegetation around the Panji estuary river; (2) Source of impact, type of impact, and description of the impact is predicted will occur in plants vegetation due to the construction of Small Hydro Power Plant, and (3) Efforts Environmental Management and Monitoring that can be done. This type of research, including exploratory research. This research population is predicted overall plants vegetation in the construction of Small Hydro Power Plant affected. Samples plants vegetation is that tree of habitus with quadratic 5x10 m2 area located in protected forests and areas anclave Panji estuary river. Methods for data taking plants vegetation using squares method with systematic sampling technique. In analyzing the data used statistical analysis ecology and descriptive. The results of this research showed that (1) Initial Environmental Rona plants vegetation has a relatively high diversity; (2) The type of impact that can occur in plants vegetation due to the construction of Small Hydro Power Plant were changes in the composition and diversity of species resulting from phase construction activities, namely land clearing; (3) Efforts to environmental management that must be done is by doing revegetation insitu. While the efforts of environmental monitoring is done by involving the initiators is monitored by relevant agencies especially the environment Agency, Buleleng Regency. keyword : Efforts Environmental Management and Monitoring, Small Hydro Power Plant, Plant of Vegetation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBL DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 UBUD Ni Wayan Sri Santika Dewi .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Biologi antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC kelas XI di SMA Negeri 1 Ubud. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan Non-Equivalent Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ubud sebanyak 213 siswa yang terdistribusi ke dalam 7 kelas. Sebanyak 2 kelas (60 siswa) dipilih sebagai sampel penelitian yang ditentukan dengan teknik acak (random sampling). Data hasil belajar Biologi siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar Biologi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Biologi yang sangat signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC (t = 6,115, p = 0,000). Kualifikasi nilai rata-rata hasil belajar Biologi yang dicapai oleh siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL lebih baik dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL sebesar 81,24 sedangkan nilai rata-rata yang diperoleh siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC sebesar 77,58.Kata Kunci : Hasil Belajar, Model Pembelajaran PBL, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CIRC The aim of this research was to know the differences of biology learning outcomes between students who learned through problem based learning model and students who learned through cooperative integrated reading and composition model of grade XI at SMA Negeri 1 Ubud. This research was a quasi-experimental research with non-equivalent pre-test post-test control group design. The population of this research was all of students of grade XI at SMA Negeri 1 Ubud consisted of 213 students which distributed into 7 classes. Two classes (60 students) were selected as the research sample which determined by random sampling technique. Data of biology learning outcomes was collected by biology learning outcomes test. The method of data analysis used in this research were descriptive analysis and t-test. Research results show that there are very significant differences of biology learning outcomes between students who learned through problem based learning model and students who learned through cooperative integrated reading and composition model (t = 6,115, p = 0,000). The mean qualification of biology learning outcomes achieved by students who learned through problem based learning model is better than students who learned through cooperative integrated reading and composition model. The mean obtained by students who learned through problem based learning model is 81.24 while the mean obtained by students who learned through cooperative integrated reading and composition model is 77.58.keyword : Learning Outcomes, Problem Based Learning Model, Cooperative Integrated Reading and Composition Model