cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
KECEPATAN REGENERASI EKOR KADAL (Mabouya multifasciata) PADA SUHU LINGKUNGAN BERBEDA I Kadek Hartawan .; Drs.I Ketut Artawan,M.Si .; Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5401

Abstract

Mekanisme regenerasi adalah kemampuan organisme untuk mengganti bagian-bagian tubuh yang hilang, baik karena luka, rusak maupun karena mengalami autotomi. Bangsa Lacertilia (cicak, tokek, dan kadal) melakukan mekanisme regenerasi ini pada bagian ekor. Proses regenerasi ekor bangsa Lacertilia (cicak, kadal, dan tokek) dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal salah satunya suhu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap kecepatan regenerasi ekor kadal (Mabouya multifasciata). Rancangan penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment, dengan model Posttest Only, Non-Equivalent Control Group Design. Subyek dalam penelitian ini menggunakan 30 ekor kadal berjenis kelamin jantan. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif berdasarkan hasil data kecepatan regenerasi ekor kadal pada suhu lingkungan berbeda. Data penelitian yang diperoleh, dapat terlihat rerata ukuran ekor regenerat kadal yang terbentuk pada suhu 22 0C, 27 0C, dan 32 0C berurutan adalah 0.06 cm/hari, 0.11 cm/hari, dan 0.18 cm/hari. Kadal melakukan proses regenerasi ekor lebih intensif pada 8-28 hari setelah terjadi amputasi. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat pengaruh variasi perlakuan suhu lingkungan terhadap kecepatan regenerasi ekor kadal (Mabouya multifasciata). Pada perlakuan pada suhu 32 0C menghasilkan kecepatan regenerasi yang maksimal yaitu dengan rata-rata pertumbuhan ukuran ekor 0.18 cm/hari.Kata Kunci : kadal, kecepatan regenerasi, suhu Regeneration mechanism is the ability of an organism to replace body parts missing, either because of injuries, damaged or because of a autotomi. Ordo Lacertilia (lizards, geckos, and lizards) perform this regeneration mechanism in the tail. The regeneration of the tail of the nation Lacertilia (lizard, lizard and gecko) is influenced by internal factors and external factors one of which is the temperature of the environment. This study aims to determine the effect of temperature on the speed of regeneration of the tail lizard (Mabouya multifasciata). The design of this study using a quasi experiment, with the model Posttest Only, Non-Equivalent Control Group Design. The subjects in this study using 30 male sex lizards. In this research using descriptive method based on the regeneration speed data lizards at different ambient temperatures. The research data obtained, it can be seen the average size regenerat lizard tail formed at a temperature of 22 0C, 27 0C and 32 0C sequence is 0.06 cm / day, 0.11 cm / day, and 018 cm / day. The process regeneration of Lizard tail is more intensive in 8-28 days after the amputation. Based on this study concluded that there are significant variations in the environmental temperature treatment to speed the regeneration of the tail lizard (Mabouya multifasciata). In the treatment at a temperature of 32 0C produces a maximum speed of regeneration that with an average growth of the tail size 0.18 cm / day.keyword : Lizard, regeneration speed, temperature
KARAKTERISTIK DAN KEBERMANFAATAN SPESIES TUMBUHAN BAGI MASYARAKAT SEKITAR HUTAN ADAT TIGAWASA KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Heri Budiatmoko .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5402

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) karakteristik spesies tumbuhan yang menyusun vegetasi Hutan Munduk Taulan yang ada Di Desa Adat Tigawasa Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, 2) kebermanfaatan spesies tumbuhan yang menyusun vegetasi hutan Munduk Taulan yang ada di Desa Adat Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng bagi masyarakat sekitar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dan deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh tumbuhan yang terdapat di area Hutan Munduk Taulan, sedangkan sampelnya yaitu semua spesies tumbuhan yang tercakup dalam 30 kuadrat sepanjang line transec. Untuk mengetahui karakteristik Hutan Munduk Taulan digunakan analisis analisis nilai penting yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan untuk menganalisis kebermanfaatan hutannya digunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Pada Hutan Munduk Taulan Desa Adat Tigawasa yang menjadi karakteristik hutannya adalah spesies Kayu Iseh ( Agathis alba). (2) Dari 28 spesies tumbuhan yang telah didata berdasarkan kegunaannya, manfaat tumbuhan yang ada ternyata paling banyak dimanfaatkan adalah untuk keperluan pangan dengan persentase sebesar (46,43%). Selanjutnya disusul oleh keperluan papan dan rumah tangga sebesar (42,86%), obat-obatan (39,29%), upacara agama (25%), sandang/industri (21,43%) dan terakhir pakan ternak sebesar (7,14%). Selain itu dari 28 spesies tumbuhan yang telah didata berdasarkan organ tumbuhan yang paling banyak digunakan maka di dapat batang dengan persentase sebesar (67,86%), menyusul daun sebesar (53,57%), akar sebesar (32,14%), buah sebesar (28,57%) dan bunga sebesar (14,29%).Kata Kunci : : Karakteristik hutan, Kebermanfaatan hutan The purpose of this study was to determine 1) the characteristics of the plant species that make up the forest vegetation existing Munduk Taulan, Tigawasa Village In Banjar District of Buleleng, 2) the usefulness of plant species that make up the forest vegetation existing Munduk Taulan, Tigawasa Village In Banjar District of Buleleng to the surrounding community. This research is explorative and descriptive research. The population of this study are all plants contained in Munduk Taulan forest area, while the sample is all plant species included in the 30 squares along the line transec. To determine the characteristics of Munduk Taulan Forest analysis used analysis of important value to be further analyzed descriptively and to analyze the usefulness of the forest used descriptive analysis of qualitative and quantitative. The results of this study indicate 1) At Forest Munduk Taulan, Tigawasa Village the characteristics of the forest is Kayu Iseh species (Agathis alba). (2) Of the 28 plant species have been recorded based on the usefulness, benefit existing plants are still the most widely used is for the purpose of food with a percentage of (46.43%). Next followed by board and household purposes was (42.86%), drugs (39.29%), rituals (25%), clothing / industry (21.43%) and last for animal feed (7, 14%). Addition of 28 plant species have been recorded based on the organs of plants most widely used then may stem with a percentage of (67.86%), followed by leaves (53.57%), the roots of (32.14%), fruit by (28.57%) and annual interest rate (14.29%). keyword : : Characteristics of forest, forest Usefulness
THE INFLUENCES OF EXTRACT YOUNG Musa paradisiaca var. sapientum IN VARIATION CONCENTRATION AND WATERING TIMING TO THE GROWTH PLANT OF Capsicum annuum L. Sagung Inten Astari .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5403

Abstract

Ekstrak tanaman sebagai Zat Pengatur Tumbuh digunakan untuk mempercepat pertumbuhan. Ekstrak daging buah Musa paradisiaca var. sapientum muda digunakan sebagai pengganti auksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh konsentrasi ekstrak daging buah Musa paradisiaca var. sapientum muda terhadap pertumbuhan cabai merah, (2) pengaruh waktu penyiraman ekstrak daging buah Musa paradisiaca var. sapientum muda terhadap pertumbuhan cabai merah, (3) mengetahui interaksi antara konsentrasi dan waktu penyiraman ekstrak daging buah Musa paradisiaca var. sapientum muda terhadap pertumbuhan cabai merah. Populasi dalam penelitian ini adalah 54 bibit cabai merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3x3 dengan empat kali ulangan. Variabel pertama adalah konsentrasi k1 (5%), k2 (10%), dan k3 (15%). Variabel kedua adalah waktu penyiraman t1 (24 jam), t2 (48 jam), dan t3 (72 jam). Analisis data pada penelitian ini menggunakan ANOVA dua arah. Data dianalisis menggunakan uji Univariat dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) menggunakan Post Hoc Test. Hasil penelitian menunjukkan tanaman pada konsentrasi 15% dan waktu penyiraman 24 jam memiliki biomassa tertinggi. Terdapat perbedaan yang nyata antara perlakuan konsentrasi 15% dan waktu penyiraman 24 jam.Kata Kunci : auksin, Capsicum annum L., waktu penyiraman, konsentrasi, ekstrak Musa paradisiaca var. sapientum. Plant extracts as plant growth regulator used to increased growth. Young Musa paradisiaca var. sapientum extract used instead of auxin. This study aims to determine (1) the effect concentration of young Musa paradisiaca var. sapientum extract on growth red peppers, (2) the effect watering timing of young Musa paradisiaca var. sapientum extract on growth red peppers, (3) the interaction between concentration and watering timing of young Musa paradisiaca var. sapientum extract on growth red peppers. Populations in this research are 54 samples red chilli seeds. This study, using research design CRD factorial 3x3 with four replications. First variable is concentration k1 (5%), k2 (10%), and k3 (15%). Second variable is watering timing t1 (24 hours), t2 (48 hours), and t3 (72 hours). Analysis the data using two-way ANOVA. The data that analysis used Univariate test followed by Least Significant Difference (LSD) using Post Hoc Test. The results showed plants on 15% concentration and watering timing 24 hours had the highest biomass. There are significant difference between the treatments concentration of 15% and watering timing in 24 hours.keyword : auxin, Capsicum annum L., watering timing, concentration, Musa paradisiacal var. sapientum extract.
HUBUNGAN POLA ASUH, MOTIVASI BELAJAR, DAN STATUS SOSIAL-EKONOMI ORANG TUA SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA N 2 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2014/2015 Luh Kompyang Sukewati .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis hubungan pola asuh, motivasi belajar, dan status sosial-ekonomi terhadap hasil belajar biologi, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang mendapat pelajaran biologi, sedangkan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 122 orang. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian ex-post facto. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pola asuh, motivasi belajar, dan status sosial-ekonomi, menggunakan instrument Model Skala Likert, dengan rentangan skor 1-5. Hasil belajar biologi diperoleh dengan pencatatan dokumen nilai ulangan tengah semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi sederhana dan regresi ganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat: (1) hubungan yang signifikan variabel pola asuh terhadap hasil belajar biologi siswa dengan hubungan sebesar 13,2%, (2) hubungan yang signifikan variabel motivasi belajar terhadap hasil belajar biologi siswa dengan hubungan sebesar 42,9%, (3) hubungan yang signifikan variabel status sosial-ekonomi terhadap hasil belajar biologi siswa dengan hubungan sebesar 9,5%, (4) hubungan yang signifikan secara bersama-sama antara pola asuh, motivasi belajar, dan status sosial-ekonomi terhadap hasil belajar biologi siswa dengan hubungan sebesar 56,7%. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan, bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pola asuh, motivasi belajar, dan status sosial-ekonomi terhadap hasil belajar biologi pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Singaraja, baik secara terpisah maupun secara bersama-sama. Dengan demikian ketiga variabel tersebut dapat dijadikan preditor tingkat kecendrungan kualitas hasil belajar biologi. Kata Kunci : pola asuh, motivasi belajar, status sosial-ekonomi,hasil belajar biologi This study aims to describe and analyze the relationship among parenting, learning motivation, and social economic status on students’ parents toward the result in learning biology either in separately or in jointly. The population in this study was all tenth grade students who got the biology class and sample in this study which was consisted of 122 students. This study was designed in the form of ex-post facto research. The data was collected by using questionnaires of parenting, learning motivation, and social economic status, using a Likert scale model with a range score 1-5. The results in learning biology obtained from the result on students’ mid test on even semester in academic year 2014/2015. The data were analyzed by using simple regression test and double regression. The result of data analysis showed that (1) there were significant relationship between the parenting and the result in learning biology to be amount of 13.2 %, (2) there were significant relationship in learning motivation toward the result in learning biology as much as 42.9 %, (3) there were significant relationship in social economic status toward the result in learning biology as many as 9.5 %, (4) there were significant relationship among parenting, learning motivation, and social economic status on students’ parents toward the result in learning biology to be amount of 56.7 %. Based on the result findings, there was significant relationship among parenting, learning motivation, and social economic toward the result in learning biology on class X at SMA Negeri 2 Singaraja either in separately or in jointly. Thus, these three variables can be used as a preditor in tendency level quality for the result in learning biology. keyword : parenting, learning motivation, social economic status, the results in learning biology
EFEKTIVITAS EKSTRAK KASAR DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP DAYA HAMBAT KOLONI BAKTERI DARI RONGGA MULUT MANUSIA I Wayan Suparyanta .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5540

Abstract

Kesehatan rongga mulut tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara menyeluruh. Kebersihannya yang kurang baik dapat menimbulkan gangguan yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Kebersihan rongga mulut dapat dijaga dengan menggosok gigi, penggunaan obat kumur, serta bahan alami yang salah satunya berasal dari tanaman kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui ada tidaknya perbedaan daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia setelah pemberian ekstrak kasar daun kelor pada konsentrasi berbeda, (2) mengetahui konsentrasi ekstrak kasar daun kelor yang paling efektif dari tiga variasi konsentrasi 10%, 20%, dan 30% terhadap daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia, (3) mengidentifikasi karakteristik genus bakteri yang diisolasi dari rongga mulut manusia. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah polikultur bakteri dari rongga mulut manusia. Bakteri ditumbuhkan pada media Nutrient Agar digunakan sebagai sampel diperoleh dengan cara random sederhana. Data dianalisis menggunakan uji statistik ANAVA satu arah. Hasil penelitian menunjukan (1) ada perbedaan daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia setelah pemberian ekstrak kasar daun kelor pada konsentrasi berbeda berdasarkan hasil uji statistik ANAVA satu arah yakni angka signifikansi < 0,05 dengan taraf signifikansi 5%, serta nilai F hitung 288,751 > F tabel 3,47 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. (2) konsentrasi ekstrak kasar daun kelor yang paling efektif adalah konsentrasi 30% dengan rerata koloni bakteri 16,5. (3) genus bakteri yang ditemukan pada rongga mulut manusia adalah Staphylococcus, Bacillus, Neisseria, dan Lactobacillus.Kata Kunci : Efektivitas, Ekstrak kasar daun kelor (Moringa oleifera), Rongga mulut manusia. Healty of oral cavity cannot separated from overall body health. Poor hygine of oral cavity can cause disease generaly caused by bacteria. Oral cavity hygiene could care by brush teeth, mouthwash, and also natural material which one from moringa plant (Moringa oleifera). The purpose of this research was (1) to know absence or present the differences against inhibition colonies of bacteria from human oral cavity after treatment by moringa leaf crude extract with difference concentration, (2) to know moringa leaf crude extract that most effective from three variance concentration 10%, 20%, and 30% to inhibition colonies of bacteria from human oral cavity, (3) to identified characteristic bacterial genus that isolated from human oral cavity. This research was true experimental research with Complete Random Design (CRD) posttest-only control group design. Population of this research was bacterial polyculture from human oral cavity. Bactery was grown on Nutrient Agar as sample on this research collected by simple random sampling. Data analysis tecniques was one way ANOVA. The result of the research there are (1) present the differences against inhibition colonies bacteria from human oral cavity after treatment by moringa leaf crude extract with difference concentration based from one way ANOVA statistical test result was
EFEKTIVITAS EKSTRAK KASAR DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP DAYA HAMBAT KOLONI BAKTERI DARI RONGGA MULUT MANUSIA I Wayan Suparyanta .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5541

Abstract

Kesehatan rongga mulut tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara menyeluruh. Kebersihannya yang kurang baik dapat menimbulkan gangguan yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Kebersihan rongga mulut dapat dijaga dengan menggosok gigi, penggunaan obat kumur, serta bahan alami yang salah satunya berasal dari tanaman kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui ada tidaknya perbedaan daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia setelah pemberian ekstrak kasar daun kelor pada konsentrasi berbeda, (2) mengetahui konsentrasi ekstrak kasar daun kelor yang paling efektif dari tiga variasi konsentrasi 10%, 20%, dan 30% terhadap daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia, (3) mengidentifikasi karakteristik genus bakteri yang diisolasi dari rongga mulut manusia. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah polikultur bakteri dari rongga mulut manusia. Bakteri ditumbuhkan pada media Nutrient Agar digunakan sebagai sampel diperoleh dengan cara random sederhana. Data dianalisis menggunakan uji statistik ANAVA satu arah. Hasil penelitian menunjukan (1) ada perbedaan daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia setelah pemberian ekstrak kasar daun kelor pada konsentrasi berbeda berdasarkan hasil uji statistik ANAVA satu arah yakni angka signifikansi < 0,05 dengan taraf signifikansi 5%, serta nilai F hitung 288,751 > F tabel 3,47 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. (2) konsentrasi ekstrak kasar daun kelor yang paling efektif adalah konsentrasi 30% dengan rerata koloni bakteri 16,5. (3) genus bakteri yang ditemukan pada rongga mulut manusia adalah Staphylococcus, Bacillus, Neisseria, dan Lactobacillus.Kata Kunci : Efektivitas, Ekstrak kasar daun kelor (Moringa oleifera), Rongga mulut manusia. Healty of oral cavity cannot separated from overall body health. Poor hygine of oral cavity can cause disease generaly caused by bacteria. Oral cavity hygiene could care by brush teeth, mouthwash, and also natural material which one from moringa plant (Moringa oleifera). The purpose of this research was (1) to know absence or present the differences against inhibition colonies of bacteria from human oral cavity after treatment by moringa leaf crude extract with difference concentration, (2) to know moringa leaf crude extract that most effective from three variance concentration 10%, 20%, and 30% to inhibition colonies of bacteria from human oral cavity, (3) to identified characteristic bacterial genus that isolated from human oral cavity. This research was true experimental research with Complete Random Design (CRD) posttest-only control group design. Population of this research was bacterial polyculture from human oral cavity. Bactery was grown on Nutrient Agar as sample on this research collected by simple random sampling. Data analysis tecniques was one way ANOVA. The result of the research there are (1) present the differences against inhibition colonies bacteria from human oral cavity after treatment by moringa leaf crude extract with difference concentration based from one way ANOVA statistical test result was
ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN BERBASIS PARAMETER VEGETASI DAN EDAFIK DI KAWASAN WISATA PURA PENULISAN DESA SUKAWANA KECAMATAN KINTAMANI BANGLI Ajeng Istyorini Asmoning Dewanti .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5542

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas lingkungan ditinjau dari parameter vegetasi yaitu crown cover, densitas, dan stratifikasi, dan parameter edafik meliputi tekstur tanah, dan kemiringan lahan di kawasan wisata Pura Penulisan, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Bangli. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh vegetasi dan edafik yang meliputi crown cover, densitas, stratifikasi, tektur tanah, dan kemiringan lahan, yang ada di lingkungan sekitar kawasan wisata Pura Penulisan. Sampel parameter vegetasi dalam penelitian ini adalah area yang tercover dalam kuadrat. Sampel dari parameter edafik diambil pada masing-masing kuadrat. Metode yang digunakan dalam pengambilan data yaitu metode kuadrat dengan teknik sitematik sampling. Data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas lingkungan di kawasan wisata Pura Penulisan secara umum tergolong ke dalam kualitas buruk. Ditinjau dari masing-masing parameter, diketahui bahwa : (1) kualitas lingkungan berdasarkan crown cover tergolong ke dalam kualitas baik, (2) kualitas lingkungan berdasarkan densitas tergolong ke dalam kualitas sedang, (3) kualitas lingkungan berdasarkan stratifikasi tergolong ke dalam kualitas sedang, (4) kualitas lingkungan berdasarkan tekstur tanah tergolong ke dalam kualitas buruk, dan (5) kualitas lingkungan berdasarkan kemiringan lahan tergolong ke dalam kualitas buruk.Kata Kunci : Edafik, kualitas lingkungan, dan vegetasi The purpose of this research was to know the quality of the environment in terms of vegetation parameters, such as crown cover, density, and stratification, and edaphic parameters include soil texture and slope in the tourist area of Penulisan Temple, Sukawana village, Kintamani, Bangli. This research is exploratory. The population in this research were all vegetation and edaphic include crown cover, density, stratification, soil texture and slope around Penulisan Temple tourist area. Samples of vegetation parameters is an area that is covered in quadrat and samples of edaphic parameters collected in each quadrat. Method of collecting data used quadrat method with systematic sampling techniques. The data analyzed by descriptive statistical. The results of this research are the environmental quality of Pura Penulisan tourist area generally is bad. Observed from each parameters, that know (1) the environmental quality is good based on its crown cover, (2) the environmental quality is medium based on density, (3) the environmental quality is medium based on stratification, (4) the environmental quality is bad based on soil texture, and (5) the environmental quality is bad based on slopekeyword : Edaphic, environmental quality, and vegetation
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DI PANTAI BERBATU KARANG GREEN BOWL, KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG, BALI Putu Ayu Wulandari .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5543

Abstract

Makrozoobentos adalah organisme yang hidup pada dasar perairan. Makrozoobentos meliputi filum Mollusca, Anthropoda, Echinodermata, Polichaeta, Oligochaeta, dan Nematoda. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi komunitas makrozoobentos di pantai berbatu karang Green Bowl. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode transek kuadrat berjumlah 15 kuadrat dari daerah pesisir pantai menuju ke laut. Keanekaragaman dan kemelimpahan makrozoobentos di Pantai Green Bowl dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan statistik ekologi.Dalam penelitian ini diperoleh sebanyak 137 individu terdiri dari 5 kelas yakni 8 dari kelas Gastropoda, 7 dari kelas Ophiuroidea, 4 dari kelas Asteoidea, 7 dari kelas Echinoidea, dan 1 kelas Polycaeta. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan Microsoft Excel 2010, Indeks keanekaragaman (H’) di lokasi penelitian sebesar 2,75, indeks kekayaan spesies (R) sebesar 4,88, indeks kemerataan spesies (E) sebesar 0,56, dan indeks dominansi (C) sebesar 0,16. Kemelimpahan relatif spesies tertinggi adalah Ophiothrix reticulata sebesar 18,25%. Kepadatan spesies tertinggi juga terdapat pada Ophiothrix reticulata sebesar 1,67 individu/m2. Untuk kepadatan komunitas di Pantai Green Bowl sebesar 9,13 individu/m2. Parameter fisika dan kimia yang terukur saat air laut pasang yakni suhu di lokasi penelitian kira-kira 28 ͦC ; pH air laut sekitar 8,5 ; salinitas sekitar 31ppt ; DO (oksigen terlarut) sekitar 4,81mg/l ; dan konduktivitas sekitar 4,7mS/cm. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa komunitas makrozoobenthos di Pantai Green Bowl masih alami.Kata Kunci : Struktur Komunitas, Makrozoobentos, Pantai Berbatu Karang Macrozoobenthos is an organism which live in the bottom of the water. Macrozoobenthos are include the Mollusca, Anthropoda, Echinodermata, Polichaeta, Oligochaeta, and Nematoda Fillum. The goal of this research is to a knowledge the condition of makrozoobenthos community in the Green Bowl rocky reef. The metodology of the research is transect quadrat method are 15 quadrat from the beach shore to the sea. The diversity and the abudance of macrozoobenthos at Green Bowl beach are analyzed using descriptives quantitatives approach and using ecological statistic. During the research we are able to identified 137 individual, consist of 5 class. Which is 8 from Gastropod class, 7 from Echinodermata class, 4 from Asteroidea class, 7 from Echinoidea class class, and 1 from Polycaeta class. Based on the calculation using Microsoft Excel 2010, we are able to get the diversity index (H’) is 2.75, species richness index (R) is 4.88, evenness index (E) is 0.56, and domination index (C) is 0.16. the highest species relative abundance is at Ophiothrix Reticulata in 9.13 individual/m2. The community density at Green Bowl beach is 9.13 individual/m2. A measured physical and cemical parameters during the tidal flow is the temperature at the location which is about 280C. The sea water pH is about 8.5, the salinity is about 31ppt, disolved oksigen (DO) is about 4.81mg/l, and the conductivity is about 4.7mS/cm. This researh show us that macrozoobenthos community at Green Bowl beach are still in it’s natural condition.keyword : Community Structure, Macrozoobenthos, Rocky Reef Beach
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN CRUSTACEA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN HUTAN RAYA NGURAH RAI SUWUNG KAUH, KECAMATAN DENPASAR SELATAN, KOTA MADYA DENPASAR, BALI Kadek Meitasari .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5544

Abstract

Crustacea mangrove merupakan komunitas Crustacea yang hidup di ekosistem mangrove yang berasal dari Kerajaan Animalia, Filum Arthropoda, Kelas Crustacea. Sebagian besar jenis Crustacea hidup di zona intertidal. Terkait dengan itu sangatlah menarik untuk diteliti mengenai aspek struktur komunitas dari Crustacea mangrove tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Hutan Raya (TAHURA) Ngurah Rai Suwung Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Madya Denpasar, pada kawasan mangrove yang masih alami. Pengambilan sampel Crustacea di lakukan pada bulan Maret 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan Crustacea yang hidup di ekosistem mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif eksploratif. Penelitian ini menggunakan design penelitian lapangan dan identifikasi dilakukan di laboratorium. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Crustacea yang terdapat di kawasan mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalahsejumlah Crustacea yang ditemukan pada 15 kuadrat yang terpasang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) komposisi spesies Crustacea yang hidup di Taman Hutan Raya Ngurah Rai terdiri dari 14 spesies; spesies yang paling banyak ditemukan yaitu Uca dussumieri (65); (2) Crustacea yang hidup di Taman Hutan Raya Ngurah Rai memiliki indeks keanekaragaman sebesar 2,25 yang termasuk dalam tingkat keanekaragaman sedang, indeks kekayaan spesies sebesar 2,33, indeks kemerataan spesies sebesar 0,85, indeks dominansi sebesar 0,17; (3) kemelimpahan relatif terbesar Crustacea yang ada di Taman Hutan Raya Ngurah Rai adalah jenis Uca dussumieri sebesar 24,53 %, sedangkan kemelimpahan relative terkecil ada pada jenis Scylla serrata dan jenis Thalamita crenata yaitu sebesar 0,38 %.Kata Kunci : Keanekaragaman, Kemelimpahan, Crustacea, Mangrove Mangrove crustacean is a community of Crustacea that lives in mangrove ecosystems derived from the Kingdom Animalia, Phylum Arthropoda, Class Crustacea. Crustacean. A big part of Crustacea live in intertidal zone. Associated with it is very interesting to study the structural aspects of the crustacean mangrove communities. This study was conducted in Taman Hutan Raya (TAHURA) Ngurah Rai Suwung Kauh, South Denpasar District, Municipality of Denpasar. This study aims to determine the diversity and abundance of Crustacea that live in Taman Hutan Raya Ngurah Rai. This research is descriptive exploratory. The design of this research field research followed by identification in the laboratory . The population in this study are all Crustacea that live in Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, South Denpasar District, Municipality of Denpasar, Bali. While the sample is a Crustacea that is in the 15 squares are attached. These results indicate that (1) the composition of Crustacea species that live Ngurah Rai Forest Park consists of 14 species; The most commonly found species are Uca dussumieri (65); (2) Crustacea that live in Taman Hutan Raya Ngurah Rai has a diversity index of 2,25 which was included in the moderate levels of diversity, species richness index by 2,33, species evenness index of 0,85, dominance index of 0,17; (3) Crustacean largest relative abundance in Taman Hutan Raya Ngurah Rai is a type of Uca dussumieri by 24.53%, while the smallest relative abundance there on the type of Scylla serrata and types Thalamita crenata is equal to 0.38%.keyword : Diversity, abundance, Crustacea, Mangrove
KELIMPAHAN, FISIOGNOMI, DAN PERIODISITAS VEGETASI TANAMAN MANGGA DI DESA DEPEHA, KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG Ni Luh Pt. Cariastini .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5545

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) besarnya kelimpahan vegetasi tanaman mangga yang ada di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, (2) fisiognomi vegetasi tanaman mangga yang ada di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, (3) periodisitas vegetasi tanaman mangga yang ada di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Populasi penelitian ini adalah seluruh vegetasi tanaman mangga di Desa Depeha. Sampel penelitian ini adalah beberapa kebun mangga yang ada di Desa Depeha yang terkaver oleh kuadrat sepanjang line transect. Metode yang digunakan dalam pengambilan data kelimpahan adalah Point Centered Quarter Method dengan teknik pengambilan sampel yaitu sistematik sampling. Sedangkan fisiognomi dan periodisitas digunakan metode observasi dan wawancara. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) kelimpahan tanaman mangga yang ada di Desa Depeha secara keseluruhan adalah 268.500 pohon. Nilai penting yang tertinggi adalah Mangga Arummanis (282.0494 %) dan nilai penting yang terkecil adalah Mangga Kebo (0.1614%), (2) fisiognomi tanaman mangga secara umum menunjukkan pola yang sama, (3) periodisitas tanaman mangga mulai dari perubahan warna daun (90-180 hari), pembungaan (10-28 hari), masa berbuah (45-125 hari) sampai dengan panen (10-45 hari). Kata Kunci : Kelimpahan, Fisiognomi, Periodisitas, Tanaman Mangga The purpose of this research was to determine (1) the magnitude of the mango plant vegetation abundance in Depeha village, Kubutambahan district, Buleleng regency, (2) physiognomy of the mango plant vegetation in the Depeha village, Kubutambahan district, Buleleng regency, (3) periodicity of the mango plant vegetation in the Depeha village, Kubutambahan district, Buleleng regency. This kind of research was exploratory research. The population of this research was around the mango plant vegetation in the Depeha village. Samples of this research were some mango orchard in the Depeha village that covered by the square along the line transect. The method used in this research to pick up the abundance data was Point Centered Quarter Method with a sampling technique that was systematic sampling. While the physiognomy and periodicity used observation and interview methods. The collected data was then analyzed descriptively. The results shows (1) the abundance of mango plant in the Depeha village as a whole is 268.500 trees. The highest important value is Mango Arummanis (282.0494%) and the smallest importance value is Mango Kebo (0.1614%), (2) physiognomy of mango plants generally show the same pattern, (3) the periodicity of mango plants is start from leaf color changes (90-180 days), flowering (10-28 days), fruiting period (45-125 days) until the harvest (10-45 days). keyword : Abundance, Physiognomy, Periodicity, Mango Plants