cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
Kombinasi Pemberian Limbah Cair Pembuatan Tempe dan Media Tanam Ampas Teh Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Gemitir (Tagetes erecta L.) Widyantika, IAG Silvia; Sutajaya, IM; Setiawan, IGAN
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) limbah cair pembuatan tempe dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman gemitir, (2) media tanam ampas teh dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman gemitir, (3) pemberian limbah cair pembuatan tempe dan media tanam ampas teh dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman gemitir. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan rancangan faktorial 3x3. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 45 sampel bibit gemitir. Variasi konsentrasi dalam penelitian ini adalah 25ml dan 50ml limbah cair pembuatan tempe dan 25gr dan 50gr ampas teh dengan 9 perlakuan.. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan Uji lanjut dengan Mann-Whitney pada taraf signifikansi 5% karena data tidak berdistribusi normal dan tidak homogen. Hasil analisis menunjukan bahwa  pertumbuhan tanamn gemitir yang paling efektif adalah dengan kombinasi pemberian limbah cair pembuatan tempe 50ml dan ampas teh 50gr, konsentrasi tersebut sudah menunjukan adanya pertumbuhan tanaman  gemitir yang ditinjau dari berat keringnya sebesar 68,14%. Simpulannya adalah pemebirian limbah cair pembuatan tempe yang dikombinasikan dengan ampas teh ternyata dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman gemitir (Tagetes erecta L.)
PEMANFAATAN KULIT BUAH COKLAT UNTUK PEMERAMAN BUAH MANGGA DITINJAU DARI KADAR GLUKOSA DAN VITAMIN C ., I Putu Wahyu Iswara; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan kadar gula reduksi dan kadar vitamin C pada buah mangga akibat durasi pemeraman yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah durasi waktu pemeraman sedangkan variabel terikatnya adalah kadar gula reduksi dan kadar vitamin C. Pengulangan dilakukan sebanyak 4 kali dengan total sampel 28, dengan penambahan sampel pemeraman menggunakan karbit sebanyak 7 sampel. Tahapan dari penelitian ini adalah persiapan, pelaksanaan (pengamatan morfologi dan anatomi buah, uji kandungan gula reduksi menggunakan metode Nelson-Somogyi, dan uji kandungan vitamin C menggunakan metode titrasi iodin), serta analisis data (analisis data utama menggunakan uji MANOVA, dengan melakukan uji prasyarat diantaranya uji normalitas, uji homogenitas dan uji multikolinieritas). Dari hasil uji hipotesis didapatkan bahwa ada perbedaan kadar gula reduksi dan kadar vitamin C akibat durasi pemeraman yang berbeda. Kandungan kadar gula reduksi pada buah mangga cenderung meningkat sedangkan kandungan kadar vitamin C cenderung menurun.Kata Kunci : buah mangga, gua reduksi, vitamin C, durasi pemeraman This study aims to determine the differences in reducing sugar and vitamin C in mangoes fruit ripening due to a different duration. This study was an experimental study with a completely randomized design. The independent variables in this study is the duration of the curing time while the dependent variable is a reducing sugar and vitamin C. Repetition performed 4 times with total of 28 samples, with the addition of curing samples using carbide as much as 7 samples. The stages of this research is the preparation, implementation (observations of morphology and anatomy of the fruit, reducing sugar content test using the Nelson-Somogyi method, and vitamin C content test using iodine titration method), as well as data analysis (data analysis using MANOVA test, to test the prerequisite including normality test, homogeneity test and multicolinearity test). From the test results showed that the hypothesis of there was difference in reducing sugar and vitamin C levels due to different ripening duration. The content of reducing sugar in fruit mango tends is increase while the content of vitamin C tend is decrease.keyword : mango fruit, reducing sugar, vitamin C, duration of ripening
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBL DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 UBUD ., Ni Wayan Sri Santika Dewi; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Biologi antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC kelas XI di SMA Negeri 1 Ubud. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan Non-Equivalent Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ubud sebanyak 213 siswa yang terdistribusi ke dalam 7 kelas. Sebanyak 2 kelas (60 siswa) dipilih sebagai sampel penelitian yang ditentukan dengan teknik acak (random sampling). Data hasil belajar Biologi siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar Biologi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Biologi yang sangat signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC (t = 6,115, p = 0,000). Kualifikasi nilai rata-rata hasil belajar Biologi yang dicapai oleh siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL lebih baik dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL sebesar 81,24 sedangkan nilai rata-rata yang diperoleh siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC sebesar 77,58.Kata Kunci : Hasil Belajar, Model Pembelajaran PBL, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CIRC The aim of this research was to know the differences of biology learning outcomes between students who learned through problem based learning model and students who learned through cooperative integrated reading and composition model of grade XI at SMA Negeri 1 Ubud. This research was a quasi-experimental research with non-equivalent pre-test post-test control group design. The population of this research was all of students of grade XI at SMA Negeri 1 Ubud consisted of 213 students which distributed into 7 classes. Two classes (60 students) were selected as the research sample which determined by random sampling technique. Data of biology learning outcomes was collected by biology learning outcomes test. The method of data analysis used in this research were descriptive analysis and t-test. Research results show that there are very significant differences of biology learning outcomes between students who learned through problem based learning model and students who learned through cooperative integrated reading and composition model (t = 6,115, p = 0,000). The mean qualification of biology learning outcomes achieved by students who learned through problem based learning model is better than students who learned through cooperative integrated reading and composition model. The mean obtained by students who learned through problem based learning model is 81.24 while the mean obtained by students who learned through cooperative integrated reading and composition model is 77.58.keyword : Learning Outcomes, Problem Based Learning Model, Cooperative Integrated Reading and Composition Model
JUMLAH TOTAL KOLONI JAMUR ENDOFIT PADA TANAMAN ANGGUR BALI (Vitis vinifera L. var Alphonso Lavalle) DI DESA BANJAR, KECAMATAN BANJAR, BULELENG BALI Pradipta Utama, Putu Anggan; Ristiati, Ni Putu; Suryanti, Ida Ayu Putu
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggur Bali salah satu jenis buah yang dibudidayakan di kecamatan banjar, namun produktivitas dan kualitas buah anggur Bali mengalami penurunan tiap tahun dikarenakan serangan penyakit, akibatnya petani harus menggunakan pestisida kimia untuk menanggulangi serangan penyakit yang justru membawa dampak buruk. Sehingga perlu solusi untuk mengatasi masalah ini salah satunya dengan menggunakan jamur endofit sebagai agen hayati alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jumlah koloni jamur endofit pada tanaman anggur Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hasil penelitian berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan yaitu (1) Terdapat variasi jumlah total koloni jamur endofit yaitu pada bagian akar  6,5 x 104 CFU/gram, pada batang 2,9 x 104 CFU/gram, dan pada daun 2,6 x 104 CFU/gram, sehingga diketahui jumlah koloni jamur endofit terbanyak terdapat pada bagian akar. Jumlah total koloni jamur endofit pada tanaman anggur Bali dihitung berdasarkan metode Total Plate Count dengan kisaran jumlah koloni jamur yang dihitung antara 10-100 koloni.
ORDINASI VEGETASI HABITUS POHON DI SEPANJANG BADAN KAWASAN KECAMATAN SATARMESE KABUPATEN MANGGARAI DENGAN ALTITUDE YANG BERBEDA Haribaik, Yuliana Alicia; Wijana, Nyoman; Anton Santiasa, I Made Pasek
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Komposisi spesies tumbuhan pada vegetasi di sepanjang badan kawasan Kecamatan Satarmese, (2) Pola ordinasi yang terbentuk pada vegetasi di sepanjang badan kawasan Kecamatan Satarmese. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh vegetasi yang ada di sepanjang badan kawasan Kecamatan Satarmese. Sampel penelitian ini adalah vegetasi yang terkaver oleh kuadrat  dengan ukuran 10m x 10m sebanyak 90 kuadrat di sepanjang badan kawasan Kecamatan Satarmese. Pengambilan sampel dilakukan secara sistematik sampling. Pengumpulan data floristik dengan menggunakan metode kuadrat. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Komposisi spesies tumbuhan pada vegetasi di sepanjang badan kawasan Kecamatan Satarmese terdapat 868 individu tumbuhan  yang termasuk ke dalam 48 spesies dan tergolong ke dalam 26 familia. (2) pola geometrik ordinasi vegetasi di sepanjang badan kawasan Kecamatan Satarmese berpolakan geometrik diskontinu dimana unit-unit sampling terbagi menjadi tiga kelompok. Berdasarkan analisis 30 kuadrat, kelompok I terdiri atas kuadrat 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 9, 10, kelompok II tersusun atas kuadrat 11, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 23, dan kelompok III tersusun atas 21, 24, 25, 27, 28, 29, 30. Berdasarkan analisis 90 kuadrat, kelompok I terdiri atas plot 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 10, 11, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 64, 67, 87, kelompok II terdiri atas plot 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 43, 44, 45, 46, 48, 49, 50, 53, 55, 58, 68 dan kelompok III terdiri atas 5, 9,12, 13, 42, 47, 51, 52, 54, 56, 57, 59, 60, 61, 62, 63, 64, 65, 66, 67, 69, 70, 71, 72, 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89, 90.
POSISI DAN SIKAP KERJA YANG TIDAK FISIOLOGIS MENINGKATKAN KELELAHAN DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR ., NI PUTU SRI ARNITA; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi dan sikap kerja yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan dan muskuloskeletal pematung. Penelitian ini berupa eksperimental lapangan (field experimental) dengan rancangan randomized pre and post test group design, dilakukan penilaian berupa: (a) peningkatan kelelahan pematung akibat posisi dan sikap kerja yang tidak fisiologis yang didata dengan 30 items of rating scale of general fatigue dan (b) peningkatan keluhan muskuloskeletal pematung akibat posisi dan sikap kerja yang tidak fisiologis yang didata dengan kuesioner Nordic Body Map. Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah kerja terhadap 22 sampel selama 3 (tiga) hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t-paired pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan sebesar 43,62% dan keluhan muskuloskeletal sebesar 31,58% (p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa posisi dan sikap kerja yang tidak fisiologis meningkatkan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal pematung. Kata Kunci : Posisi, sikap kerja, kelelahan, keluhan muskuloskeletal The aim of research is to determine unphysiological position and posture of work to increase fatigue and musculoskeletal disorders of sculptors. Through a field experiment with randomized pre and post test group design assessed: (a) increased fatigue due to unphysiological position and posture were recorded by 30 items of rating scale of general fatigue; (b) increased muculoskeletal disorders due to unphysiological position and posture were recorded by Nordic Body Map. Data collection was done at 3 (three) days before and after working on 22 samples. The data obtained were analyzed by paired t test. The result showed: the fatigue an increase to 43,62% and musculoskeletal disorders increase to 31,58% (p < 0,05). Thus it can be concluded that unphysiological position and posture of work increase fatigue and musculoskeletal disorders of sculptors.keyword : Position, posture of work, fatigue, musculoskeletal disorders
PENGARUH PENAMBAHAN MULTIVITAMIN MERK Egg Stimulant TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN BERAT TELOR AYAM RAS (Gallus gallus Strain Isa Brown) ., I Wayan Julianto; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) adanya pengaruh penambahan Egg Stimulant terhadap produktivitas telor yang dihasilkan oleh ayam ras; (2) kosentrasi Egg Stimulant yang optimal dalam produktivitas telor ayam ras. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan disain post test only control group design. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian RAL (Rancangan Acak Lengkap), dengan 5 perlakuan dan 10 pengulangan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi kosentrasi multivitamin merk Egg Stimulant yaitu 0,025%, 0,05%, 0,075%, 0,1%. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah produktivitas dan berat telor ayam ras yang dihasilkan. Populasi dalam penelitian ini yaitu ayam ras yang berumur 19 minggu. Sampel yang digunakan adalah ayam petelor sebanyak 50 ekor. Pemilihan sampel dengan teknik random sederhana (Simple Random Sampling) yaitu teknik undian. Teknik analisis data mengunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan uji LSD untuk mengetahui hasil yang paling baik dalam pengunaan Egg Stimulant. Populasi dari penelitian ini adalah ayam ras petelor yang diternakkan di desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) ada pengaruh pemberian Egg Stimulant pada kosentrasi yang berbeda terhadap produktivitas ayam ras (Gallus gallus Strain Isa Brown); (2) konsentrasi Egg Stimulant yang paling optimal pengaruhnya terhadap berat telor ayam ras (Gallus gallus Strain Isa Brown) adalah kosentrasi 0,050%. Kata Kunci : Pengaruh, Ayam ras, Egg Stimulant , Produktivitas This research has purpose to know (1) the presence of Egg Stimulant addition effect to egg productivity those produce by laying hens; (2) optimum Egg Stimulant concentration in laying hen egg productivity. Type of this research is experimental research with post test only control group design, by using Random Sampling Design research with 5 treatments and 10 replications. The independent variable in this research is variety of Egg Stimulant brand multivitamin concentrations those are 0.025%, 0.050%, 0.075%, and 0.1%. The dependent variable in this research is productivity and weight of laying hens egg that produced. Population of this research is laying hens that old 19 weeks. Sample is 50 laying hens with simple random sampling chosen technique. Analysis technique is ANAVA one way and followed with LSD to know the best concentration of Egg Stimulant. Population in this research is laying hens that farmed in Manukaya villages, Tampaksiring districts, Gianyar regency. The result of this research is (1) the addition of Egg Stimulant in different concentration to the productivity of laying hens (Gallus gallus Strain Isa Brown) is present; (2) the optimum Egg Stimulant concentration to laying hens egg weight (Gallus gallus Strain Isa Brown) is 0.50% concentration. keyword : Effect, Laying Hens, Egg Stimulant, Productivity
HUBUNGAN MASA PENANGKARAN DENGAN POWER STROKE TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) SAAT PELEPASAN DI SITUS KONSERVASI PENYU PANTAI PENIMBANGAN SINGARAJA ., Ni Luh Gita Cahyani; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penangkaran di Situs Konservasi Penyu Pantai Penimbangan Singaraja dan untuk mengetahui hubungan masa penangkaran dengan power stroke tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 6 ekor tukik untuk setiap waktu pengamatan dari seluruh populasi tukik yang menetas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi atau pengamatan yang dilakukan melalui pengamatan dan penghitungan secara langsung terhadap power stroke tukik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menghitung rata-rata power stroke per 30 detik. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rerata power stroke tukik pada minggu I dan minggu II selama masa penangkaran. Beda frekuensi power stroke untuk sarang nomor 14 di minggu I dan minggu II mencapai 26,59%. Rerata power stroke menurun dari 178 kali di minggu pertama menjadi 131 kali di minggu kedua. Beda frekuensi power stroke untuk sarang nomor 15 di minggu pertama dan minggu kedua mencapai 26,31%. Rerata power stroke menurun dari 177 kali di minggu pertama menjadi 131 kali di minggu kedua. Penurunan power stroke selama masa penangkaran dikarenakan kandungan yolk pada tukik berkurang di setiap minggunya. Sementara pada pengamatan tingkah laku (pergerakan flipper depan), selama bergerak tukik cenderung menggunakan flipper depan karena flipper depan memang difungsikan untuk membantu pergerakan tukik. Sementara flipper belakang berfungsi sebagai pengatur keseimbangan atau sebagai kendali.Kata Kunci : masa penangkaran, power stroke, penyu lekang, Pantai Penimbangan. The aims of this research are to determine the condition of turtle conservation site at Penimbangan beach Singaraja and to know the correlation of captive period with power stroke turtles (Lepidochelys olivacea). Sample in this research is taken as many as 6 turtles for every time observation from all population of hatchling turtle. The method used in this study is observation and direct counting of power stroke. Data collection techniques performed by calculating the average power stroke per 30 seconds. The data of the research were analyzed using descriptive analysis. The results showed that there was an average difference between power stroke in one week and two weeks during captive period. The power stroke frequency difference for nest number 14 in one week and two weeks reaches 26.59%. The average power stroke decreased from 178 times in the first week to 131 times in the second week. Different frequency of power stroke for nest number 15 in first week and second week reached 26.31%. The average power stroke decreased from 177 times in the first week to 131 times in the second week. Decreased power stroke during the captivity due to the yolk content in the hatchling is reduced in every week. While in the observation of behavior (movement of the front flipper), during the move the hatchling tend to use the front flipper because the front flipper is enabled to help the movement of hatchling. While the rear flipper serves as a balance regulator or as a control.keyword : captive period, power stroke, olive ridley turtle, Penimbangan beach.
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI HUTAN WISATA DASONG, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG ., I Putu Gede Eka Handrayana Putra; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) komposisi spesies tumbuhan paku (Pteridophyta) di Hutan Wisata Dasong dan (2) besar indeks keanekaragaman jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) di Hutan Wisata Dasong. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tumbuhan paku di Hutan Wisata Dasong. Sampel dalam penelitian ini adalah tumbuhan paku di Hutan Wisata Dasong yang tercakup oleh 30 titik sampel yang terbagi dalam tiga wilayah (bawah, tengah dan atas). Metode sampling yang digunakan adalah metode line transect. Untuk mengetahui komposisi spesies dilakukan penghitungan jumlah individu dan densitas relatif masing-masing spesies, sedangkan untuk menghitung keanekaragaman jenis menggunakan Indeks Simpson. Komposisi spesies tumbuhan paku yang ditemukan terdiri atas 11 spesies dari 8 familia dengan total 526 individu pada area cuplikan seluas 30 m2. Pada Zona I spesies dengan densitas relatif tertinggi adalah Diplazium esculentum (23,59%), sedangkan yang terendah adalah Pteris vittata (3,37%). Pada Zona II spesies dengan densitas relatif tertinggi adalah Pteridium aquilinum (21,14%), sedangkan yang terendah adalah Lygodium flexuosum (2,28%). Pada Zona III spesies dengan densitas relatif tertinggi yaitu Pteridium aquilinum (36,41%), sedangkan yang terendah adalah Adiantum tenerum (1,15%). Secara keseluruhan spesies yang memiliki densitas relatif tertinggi adalah Pteridium aquilinum (26,62%), sedangkan yang terendah adalah Pteris vittata (3,61%). Indeks keanekaragaman tumbuhan paku pada masing-masing titik sampel secara rata-rata adalah sebesar 0,6440. Indeks keanekaragaman pada Zona I sebesar 0,8578, pada Zona II sebesar 0,8793, dan pada Zona III sebesar 0,8222. Indeks keanekaragaman tumbuhan paku secara keseluruhan adalah sebesar 0,8658 dengan kategori tinggi.Kata Kunci : keanekaragaman jenis, komposisi spesies, paku (Pteridophyta) This research aims to determine: (1) the species composition of ferns (Pteridophytes) in Dasong Tourism Forest and (2) species diversity index of ferns (Pteridophytes) in Dasong Tourism Forest. This research is an exploratory research. The population in this research were all ferns in Dasong Tourism Forest. The sample in this research is a fern in Dasong Tourism Forest that covered by 30 sample points are divided into three areas (Zone I, Zone II and Zone III). The sampling method used is the line transect method. To determine the species composition is by count the number of individuals and the relative density of each species, while for calculating species diversity using Simpson Index. The species composition of fern that found consists of 11 species of 8 family with a total of 526 individuals in an area of 30 m2. In Zone I species with the highest relative density is Diplazium esculentum (23.59%), whereas the lowest was Pteris vittata (3.37%). In Zone II species with the highest relative density is Pteridium aquilinum (21.14%), whereas the lowest was Lygodium flexuosum (2.28%). In Zone III species with the highest relative density is Pteridium aquilinum (36.41%), whereas the lowest was Adiantum tenerum (1.15%). Overall species with the highest relative density is Pteridium aquilinum (26.62%), and the lowest was Pteris vittata (3.61%). Fern diversity index for each of the sample point according to the average amounted to 0.6440. The diversity index in Zone I is 0.8578, in Zone II is 0.8793, and in Zone is 0.8222. In generally the fern diversity index is 0.8658 with a high category.keyword : species diversity, species composition, fern (Pteridophytes)
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEKATRIKAPA TERINTEGRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK PENANAMAN KARAKTER SISWA DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA ., I MADE ADI SANTIKA; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.; ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model Pekatrikapa (pendidikan karakter Tri Kaya Parisudha) terintegrasi pembelajaran IPA untuk penanaman karakter siswa di SMP Laboratorium Undiksha. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Laboratorium Undiksha pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 103 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Sampel yang terpilih dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII2 yang berjumlah berjumlah 25 orang sebagai kelompok ekperimen dan kelas VII4 yang berjumlah 26 siswa yang terpilih sebagai kelompok kontrol. Data profil nilai karakter Tri Kaya Parisudha dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan kuesioner. Data respon siswa dikumpulkan dengan metode kuesioner. Profil nilai karakter Tri Kaya Parisdha dan respon siswa di analisis secara deskriptif. Efektivitas penerapan model Pekatrikapa di analisis secara statistik dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukan profil nilai rata-rata karakter Tri Kaya Parisudha yang berkatagori baik dan sangat baik adalah 88,89 % pada kelas yang dibelajarkan model Pekatrikapa, 44,43% pada kelas yang dibelajarkan model konvensional. Rata-rata persentase respon siswa yang dibelajarkan dengan model Pekatrikapa memiliki kategori sangat baik yaitu 91% siswa menyatakan pembelajaran menarik, menyenangkan, memdahkan belajar, dan mendorong belajar. Di samping itu rata-rata persentase hasil penilaian diri (self assessment) menunjukan 84% menyatakan setelah mengikuti pembelajaran dengan model Pekatrikapa terjadi perubahan karakter ke arah yang lebih baik. Hasil uji-t menunjukan bahwa penerapan model Pekatrikapa efektif untuk menanamkan karakter siswa di SMP Laboratorium Undiksha. Kata Kunci : Kata kunci: model Pekatrikapa, model konvensional, pendidikan karakter, nilai karakter Tri Kaya Parisudha Abstract This study aimed to determine the effectiveness of the application of integrated Pekatrikapa (education character Tri Kaya Parisudha) model of science learning for the planting of student characters in Undiksha Laboratory Junior High School. This type of research is experiment research with research design that used is post-test only control group design. The population of this research is all students of class VII Junior Undiksha Laboratory in the even semester of academic year 2017/2018 which amounted to 103 people. The samples were taken using random sampling technique. The sample selected in this research is the students of class VII2 which amounted to 25 people as experimental group and class VII4 which amounted to 26 students selected as control group. Tri Kaya Parisudha character value data profile was collected using observation, interview, and questionnaire methods. Student response data was collected by questionnaire method. The character profile of Tri Kaya Parisdha's character and student's responses are analyzed descriptively. The effectiveness of the application of the Pekatrikapa model was analyzed statistically with the t-test. The results show that the average value of the character of Tri Kaya Parisudha with good and excellent category was 88.89% in the class which was modeled Pekatrikapa, 44.43% in the class that conventional model. The average percentage of students' responses to the lessons learned with the Pekatrikapa model has a very good category of 91% of students declaring interesting lesson, fun, facilitating, and encouraging them in learning. In addition, the average percentage of self assessment results (self assessment) showed 84% stated after following the learning with the model Pekatrikapa there is a change of character to a better state. The results of t-test show that the application of Pekatrikapa model is effective to instill the character of students in Undiksha Laboratory Junior High School. keyword : Keywords: Pekatrikapa model, conventional model, character edcation, Tri Kaya Parisudha character value