cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
VARIASI PEMBERIAN JENIS PAKAN MENGAKIBATKAN PERBEDAAN TERHADAP BERAT TUBUH TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI TEMPAT KONSERVASI PENYU PANTAI PENIMBANGAN SINGARAJA LP Ayu Arsih Trisna Dewi; IW Sukra Warpala; S Mulyadiharja
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v5i2.21959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan berat tubuh tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea) yang diberi pakan campuran udang ebi dan rumput laut, pakan campuran rumput laut dan ikan layang serta pakan rumput laut, dan (2) jenis pakan yang paling berpengaruh terhadap berat tubuh tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh tukik penyu lekang yang berada di Tempat Konservasi Penyu Pantai Penimbangan Singaraja, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 15 ekor tukik penyu lekang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental sungguhan dengan pola desain pre test-post test group design, menggunakan tukik penyu lekang dengan berat tubuh 14-16 gram. Data dianalisis menggunakan uji deskriptif dan statistik non parametrik Kruskal Wallis dan uji lanjut Man Whitney. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan berat tubuh tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea) yang diberi pakan campuran rumput laut dan udang ebi, rumput laut dan ikan layang, dan rumput laut, (2) jenis pakan yang paling berpengaruh terhadap berat tubuh tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea) adalah jenis pakan campuran rumput laut dan udang ebi. Hasil uji statistik non parametrik Kruskal Wallis menunjukan nilai p < 0,006 (nilai p < 0,05). Hasil dari uji lanjut Man Whitney menunjukan bahwa jenis pakan campuran rumput laut dan udang ebi berbeda bermakna dengan pakan campuran rumput laut dan ikan layang. Hal yang sama terjadi pada pakan campuran rumput laut dan udang ebi dengan pakan rumput laut. Akan tetapi pada jenis pakan campuran rumput laut dan ikan layang tidak berbeda bermakna dengan pakan rumput laut (p > 0,05)
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEKATRIKAPA TERINTEGRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK PENANAMAN KARAKTER SISWA DI SMP I Made Adi Santika; I Putu Budi Adnyana; I Made Pasek Anton Santiasa
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v5i2.21960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model Pekatrikapa (pendidikan karakter Tri Kaya Parisudha) terintegrasi pembelajaran IPA untuk penanaman karakter siswa di SMP Laboratorium Undiksha. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Laboratorium Undiksha pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 103 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Sampel yang terpilih dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII2 yang berjumlah berjumlah 25 orang sebagai kelompok ekperimen dan kelas VII4 yang berjumlah 26 siswa yang terpilih sebagai kelompok kontrol. Data profil nilai karakter Tri Kaya Parisudha dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan kuesioner. Data respon siswa dikumpulkan dengan metode kuesioner. Profil nilai karakter Tri Kaya Parisdha dan respon siswa di analisis secara deskriptif. Efektivitas penerapan model Pekatrikapa di analisis secara statistik dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukan profil nilai rata-rata karakter Tri Kaya Parisudha yang berkatagori baik dan sangat baik adalah 88,89 % pada kelas yang dibelajarkan model Pekatrikapa, 44,43% pada kelas yang dibelajarkan model konvensional. Rata-rata persentase respon siswa yang dibelajarkan dengan model Pekatrikapa memiliki kategori  sangat baik yaitu 91% siswa menyatakan pembelajaran menarik, menyenangkan, memdahkan belajar, dan mendorong belajar. Di samping itu rata-rata persentase hasil penilaian diri (self assessment) menunjukan 84% menyatakan setelah mengikuti pembelajaran dengan model Pekatrikapa terjadi perubahan karakter ke arah yang lebih baik. Hasil uji-t menunjukan bahwa penerapan model Pekatrikapa efektif untuk menanamkan karakter siswa di SMP Laboratorium Undiksha.
ANALISIS EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) SEBAGAI PENGAWET ALAMI IKAN CAKALANG TERHADAP KADAR Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR JANTAN DW Wahyuni; N.L.P.M. Widiyanti; NP Ristiati
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v5i2.21961

Abstract

Tujuan dari penlitian ini adalah : (1) untuk mengetahui perbedaan kadar Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase (SGOT) tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar setelah diberikan makan ikan cakalang yang direndam menggunakan formalin dan ekstrak daun kelor dengan konsentrasi berbeda dan (2) untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun kelor yang paling baik digunakan sebagai pengawet alami ikan cakalang. Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan desain penelitian Randomized Post Test Only Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar berjumlah 24 ekor. Data kadar SGOT dianalisis dengan menggunakan uji statistik ANOVA One Way. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji statistik ANOVA One Way menunjukan nilai signifikansi dari kadar SGOT, yaitu nilai p = 0,0001 yang berarti nilai p < 0,05 sehingga terdapat perbedaan bermakna terhadap kadar SGOT tikus putih jantan galur wistar, maka H0 ditolak dan H1 diterima yaitu perlakuan dengan pemberian ikan yang direndam dengan ekstrak daun kelor dengan konsentrasi berbeda mempengaruhi kadar SGOT tikus dan (2) Konsentrasi ekstrak daun kelor yang paling baik digunakan sebagai pengawet alami ikan cakalang adalah konsentrasi 75% dengan rerata kadar SGOT 45,83 μ/L.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN MIND MAPPING UNTUK MENILAI PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI Kadek Niva Sucahyanti; I.P. Budi Adnyana; I Made Pasek Anton Santiasa
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v5i2.21963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen asesmen mind mapping yang valid, praktis, dan reliabel untuk menilai pemahaman konsep biologi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang dirancang dengan model pengembangan asesmen. Dalam tahap pengembangannya dilakukan melalui tiga uji yaitu uji validasi yang dilakukan dengan pengisian angket validasi oleh dua dosen ahli dan dianalisis rata-rata hasil kedua dosen ahli, uji kepraktisan dilakukan oleh guru dan siswa dengan mengisi angket respon, uji reliabilitas dilakukan dengan analisis inter-rater agreement. Hasil rata-rata uji validasi instrument sebesar 3,7 dan dapat predikat sangat valid. Hasil uji kepraktisan instrument sebesar 3,6 dan dapat predikat sangat praktis. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa instrument reliabel dengan  koefisien reliabilitas 0,805. Berdasarkan temuan tersebut dapat disiumpulkan bahwa instrument asesmen mind mapping yang dikembangkan dapat digunakan untuk menilai pemahaman konsep biologi siswa.
RESPON PERILAKU SERANGGA PENGGEREK (Hypotenemeus hampei) TERHADAP PERANGKAP WARNA YANG BERBEDA SEBAGAI PENGENDALI HAMA BUAH KOPI (Robusta Arabica) DI PERKEBUNAN KOPI ROBUSTA, KECAMATAN PUPUAN, TABANAN, BALI RA Pambudi; Desak Made Citrawathi; I Wayan Sukra Warpala
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v5i2.21964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui respon perilaku serangga penggerek (Hypotenemeus hampei) terhadap perangkap warna merah, warna kuning dan warna putih dan (2) mengetahui warna yang paling efektif digunakan dalam menangkap serangga penggerek. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan penelitian eksploratif dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan dan bertempat di perkebunan kopi robusta Kecamatan Pupuan. Subjek yang diteliti pada penelitian ini adalah Hypotenemeus hampei pada fase imago sedangkan objek yang diteliti pada penelitian ini adalah respon gerak Hypotenemeus hampei terhadap perangkap warna merah, warna kuning dan warna putih. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) respon Hypotenemeus hampei pada perangkap merah berupa gerakan berputar-putar dan masuk kedalam perangkap, pada perangkap kuning berupa gerakan berputar-putar dan terbang naik turun sebelum masuk atau menjauhi perangkap sedangkan pada perangkap putih berupa gerakan naik turun sebelum masuk atau menjauhi perangkap dan (2) Hasil tangkapan pada masing-masing perangkap warna menunjukan bawa perangkap merah adalah warna yang paling efektif dalam menarik Hypotenemeus hampei dengan jumlah persentase 54%, pada perangkap kuning sebanyak 25 % dan warna putih sebanyak 20%.
KOMPOSISI JENIS LAMUN (SEAGRASS) DAN KARAKTERISTIK BIOFISIK PERAIRAN DI KAWASAN PELABUHAN DESA CELUKANBAWANG KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG BALI Wahyu Hidayat; IW Sukra Warpala; NP Sri Ratna Dewi
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 5 No. 3 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v5i3.21966

Abstract

Peneltian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2018. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui komposisi jenis lamun dan karakteristik biofisik perairan yang meliputi kondisi tutupan, kerapatan lamun, serta parameter ligkungan Kawasan Peabuhan, Desa Celukanbawang. (1) Hasil penelitian menunjukkan komposisi jenis  yang terdiri dari 10 spesies yaitu Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Thalassia hemprichii, Halodule finifolia, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Halophila decepiens, Halophila minor, dan Syringodium isoetifolium. (2) Karakteristik biofisik perairan di kawasan Pelabuhan Celukanbawang yang ditinjau dari suhu, salinitas, kekeruhan, oksigen terlarut (DO) dan Substrat tergolong memiliki kisaran yang normal untuk pertumbuhan dan perkembangan lamun. (3) Cymodocea rotundata adalah spesies yang mendominasi dan memiliki frekuensi kemuncunculan yang paling tinggi 89,9%, untuk spesies yang memilki frekuensi kemunculan yang rendah 18,9 % yaitu spesies Halophila decipiens. (4) Nilai penutupan lamun pada masing-masing stasiun di kawasan Pelabuhan, Desa Celukanbawang tergolong kurang kaya/kurang sehat dimana Pada stasiun 1 memiliki rata-rata persentase penutupan (58,15%), pada stasiun 2 sebesar (55,36%) dan pada stasiun 3 sebesar (59,38%).
NILAI PALATABILITAS SERANGGA HAMA BAGI KODOK BUDUK (Bufo melanostictus) SERTA POTENSINYA DALAM MENGENDALIKAN HAMA SERANGGA Prastya Ichbal; Desak Made Citrawathi; NP Sri Ratna Dewi
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 5 No. 3 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v5i3.21967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui nilai palatabilitas serangga hama yang paling tinggi bagi kodok buduk (Bufo melanostictus) (2) mengetahui potensi kodok buduk dalam mengendalikan hama serangga. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental) dengan rancangan post-test only control group design. Sampel dalam penelitian ini yaitu  kodok buduk yang berjumlah 20 ekor. Kodok buduk yang digunakan adalah yang memiliki berat ±10 gram yang diberikan pakan berupa tiga jenis serangga hama yaitu belalang, jangkrik dan kumbang Concillidae. Nilai palatabilitas kemudian dapat diperoleh melalui rumus nisbah pemangsaan. Berat serangga hama yang dimangsa kemudian dihitung dan dianalisis menggunakan uji ANOVA one way pada taraf signifikansi 5%. Kemudian dilakukan uji Lanjut HSD (High Significance Different) digunakan untuk menganalisis selisih terbesar diantara kelompok perlakuan. Hasil uji ANOVA one way menunjukkan bahwa nilai palatabilitas serangga hama berbeda bermakna (p>0,05). Nilai palatabilitas serangga hama paling tinggi didapat yaitu belalang sebesar 0,17 dan yang terendah yaitu kumbang dengan nilai 0,05.  Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh simpulan yaitu (1) serangga hama yang memiliki nilai palatabilitas paling tinggi adalah belalang dengan nilai 0,05 serta (2) kodok buduk buduk berpotensi dapat digunakan untuk mengendalikan serangga hama terutama belalang karena memiliki nilai palatabilitas paling tinggi.
HUBUNGAN POLA MAKAN AKTIVITAS FISIK PENGETAHUAN GIZI DENGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) SISWA KELAS XI MIPA SMA Ni Made Suyasmi; Desak Made Citrawathi; I Made Sutajaya
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 5 No. 3 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v5i3.21969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui hubungan pola makan terhadap IMT siswa SMA, (b) mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap IMT siswa SMA, (c) mengetahui hubungan pengetahuan gizi terhadap IMT siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Pendataan pola makan siswa pada penelitian ini menggunakan metode 24-hours recall. Pendataan aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Level (PAL). Pendataan pengetahuan gizi siswa dilakukan dengan memberikan 28 butir soal pengetahuan gizi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Product Moment (Pearson) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan IMT siswa dengan nilai p=0,016 (p<0,05), antara aktivitas fisik dengan IMT siswa dengan nilai p=0,011 (p<0,05), dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi siswa dengan IMT siswa dengan nilai p=0,164 (p>0,05). Simpulannya adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dan aktivitas fisik dengan IMT siswa SMA.
JUMLAH TOTAL KOLONI JAMUR ENDOFIT PADA TANAMAN ANGGUR BALI (Vitis vinifera L. var Alphonso Lavalle) DI DESA BANJAR, KECAMATAN BANJAR, BULELENG BALI Putu Anggan Pradipta Utama; Ni Putu Ristiati; Ida Ayu Putu Suryanti
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 5 No. 3 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v5i3.21971

Abstract

Anggur Bali salah satu jenis buah yang dibudidayakan di kecamatan banjar, namun produktivitas dan kualitas buah anggur Bali mengalami penurunan tiap tahun dikarenakan serangan penyakit, akibatnya petani harus menggunakan pestisida kimia untuk menanggulangi serangan penyakit yang justru membawa dampak buruk. Sehingga perlu solusi untuk mengatasi masalah ini salah satunya dengan menggunakan jamur endofit sebagai agen hayati alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jumlah koloni jamur endofit pada tanaman anggur Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hasil penelitian berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan yaitu (1) Terdapat variasi jumlah total koloni jamur endofit yaitu pada bagian akar  6,5 x 104 CFU/gram, pada batang 2,9 x 104 CFU/gram, dan pada daun 2,6 x 104 CFU/gram, sehingga diketahui jumlah koloni jamur endofit terbanyak terdapat pada bagian akar. Jumlah total koloni jamur endofit pada tanaman anggur Bali dihitung berdasarkan metode Total Plate Count dengan kisaran jumlah koloni jamur yang dihitung antara 10-100 koloni.
PENYUSUNAN ENSIKLOPEDIA SPESIES TUMBUHAN BAMBU DI DESA TIGAWASA KABUPATEN BULELENG BALI Ismi Fitri Febriani; Ida Bagus Putu Arnyana; I Made Pasek Anton Santiasa
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 5 No. 3 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v5i3.21973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pola distribusi spesies tumbuhan bambu yang ada di Desa Tigawasa, (2) proses penyusunan ensiklopedia spesies tumbuhan bambu yang ada di Desa Tigawasa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Adapun populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan bambu di Desa Tigawasa. Sampel penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan bambu yang ada di Desa Tigawasa yang tercover  oleh kuadrat pada masing-masing stasiun penelitian. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode kuadrat dan menggunakan Model Pengembangan ADDIE. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwah hasil yang didapatkan (1) pola distribusi dari penelitian ini ialah pola sebaran mengelompok, adapun komposisi spesies yang ada di Desa Tigawasa adalah 12 spesies bambu yaitu Bambusa maculata, Bambusa vulgasris (Schrad. Ex Wendl), Dendrocalamus asper, (Schuult. Backer ex Heyne) , Gigantochloa apus (BI. Ex Schult.f.) Kurz , Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz ex Munro , Gigantochloa baliana (Widjaja), Gigantochloa nigrociliata (Buse) Kurz , Gigantochloa sp1, Gigantochloa sp3., Schizostachyum castaneum (Widjaja), Schizostachyum  lima (Blanco) Merr., Schizostachyum zollingeri Stend. (2) proses penyusunan ensiklopedia spesies tumbuhan bambu dengan menggunakan model pengembangan ADDIE dengan tahap (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Pada tahap a). analisis mendapatkan komposisi spesies tumbuhan bambu yang ada di Desa Tigawasa dan melakukan penyusunan ensiklopedia, b). Melakukan perancangan penyusunan ensiklopedia dan perancangan desain, c). Tahap pengembangan dilakukan dengan uji kelompok kecil dan uji ahli, d) implementasi dilakukan dengan uji kelompok besar, e). Evaluasi dilakukan setelah uji kelompok besar dan melakukkan revisi dan menjadi produk akhir.