cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
PENGARUH PUPUK KOMPOS DAUN SUFMUTI ( Chromolaena odorata L) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) arnold Ch hendrik
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sufmuti merupakan salah satu tanaman gulma yang sangat invasif di Pulau Timor sehingga berpotensi sebagai sumber bahan organik (pupuk hijau). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi kacang tanah yang diberi perlakuan pupuk kompos sufmuti. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan yakni Oktober 2018 - Februari 2019 di Kebun Pertanian Politeknik Negeri Kupang Desa Oesu’u Kabupaten Kupang. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor, 3 ulangan, dan  5 taraf perlakuan yakni kontrol (0 kg), perlakuan 1 (1 kg), perlakuan 2 (1,5 kg), perlakuan 3 (2 kg), dan perlakuan 4 (2,5 kg). Analisis data dilakukan menggunakan analisis sidik ragam, dilanjutkan dengan uji lanjutan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 5 parameter dengan nilai rata-rata  keseluruhan perlakuan dan pengulangan yang diamati diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong, berat kering polong, dan jumlah biji. Berdasarkan hasil pemberian pupuk kompos daun sufmuti terhadap perlakuan 1, perlakuan 2, perlakuan 3, dan perlakuan 4, semua parameter pengukuran ada berbeda tidak nyata dan berbeda nyata untuk pengukuran parameter tinggi tanaman kacang tanah, namun untuk parameter pengukuran produksi  kacang tanah semua perlakuan menunjukan berbeda nyata.
Kajian Etnobotani Loloh dan The Herbal Lokal Sebagai Penunjang Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Tradisional Penglipuran Kabupaten Bangli-Bali ni putu nadia pebiana; Yeni Dina Puspasari; Resty Mutiara Dewi; Ida Bagus Putu Arnyana
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penglipuran Village is a village in Bali that implements ethnobotany which is used as a medicinal plant which has been inherited in the form of a variety of traditional drinks that make use of typical plants in the village and has been widely marketed. The traditional drinks they produce are loloh cem-cem, loloh telang, turmeric loloh, plum fruit loloh and kelor and bawang berlian tea. The purpose of this article is to study the properties needed in plants used as loloh and herbal teas as well as the benefits of ethnobotany loloh and herbal teas as economic support as seen from the level of income of the people involved in their production. The writing of this article was done by taking a sample of snowballs in Penglipuran Village. Data collection techniques used in this study are: observation techniques, interview techniques, literature study techniques and data analysis using descriptive qualitative techniques. Data obtained in the field in accordance with the debates reviewed are described and interpreted qualitatively. The results obtained from this study are some plants that have been produced by economic products that are designed for local drinks, namely loloh and herbal teas. Using plants as traditional medicine by the people of Penglipuran Village, has now developed into an effort that provides economic benefits for the community. Based on the results of the study found three types of local traditional drinks (loloh) that support the welfare and economy of the Penglipuran Traditional Village community namely loloh cemcem, loloh telang flowers, and kelba tea (kelor bawang berlian) seen from the results of production in each transaction and marketing has been quite extensive.
PENERAPAN E-MODUL INTERAKTIF TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X Devy Dyah Wulandari; Putu Budi Adnyana; I Made Pasek Anton Santiasa
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan e-modul terhadap (1) motivasi dan hasil belajar secara simultan, (2) motivasi belajarnya, dan (3) hasil belajar siswa, yang dibelajarkan dengan menerapkan e-modul interaktif dan e-modul konvensional (sebagai kelompok kontrolnya). Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dan didesain dengan rancangan non equivalent pre and post test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas di SMA Negeri Bali Mandara. Sampel dipilih dengan teknik sampling acak sederhana dan terpilih kelas X MIPA 2 sebagai kelas kontrol yang mencakup 20 siswa, dan kelas X MIPA 3 sebagai kelas eksperimen yang mencakup 22 siswa. Data motivasi belajar diperoleh melalui pengisian kuisioner motivasi belajar berskala likert dan data hasil belajar diperoleh melalui tes evaluasi hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan Uji Manova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi dan hasil belajar secara simultan (p< 0,05), (2) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada motivasi belajar siswa, jenis modul hanya memengaruhi sebesar 2,90% terhadap motivasi belajar siswa (p> 0,05) dan (3) Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan e-modul interaktif dan e-modul konvensional, jenis modul memengaruhi sebesar 30,80% terhadap hasil belajar siswa (p< 0,05). Dapat disimpulkan bahwa penerapan e-modul interaktif memengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa secara simultan serta hasil belajar siswa, namun tidak memengaruhi motivasi belajar siswa.
PENGEMBANGAN UNIT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI BERBASIS PENDEKATAN STEM PADA MATERI SISTEM RESPIRASI DENGAN BERBANTUAN EDMODO UNTUK KELAS XI MIPA DI SMA Kadek Intan Dwipayanti; Desak Made Citrawathi; Ketut Srie Marhaeni Julyasih
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) berbasis pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) pada materi sistem respirasi dengan bantuan e- learning edmodo sebagai pengiriman bahan ajar dan menguji kelayakan, kepraktisan dan keefektifan dari UKBM yang dikembangkan. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (analyze, design, development, implementation, dan evaluation). Subjek uji coba produk dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 3. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah angket dan soal materi sistem respirasi. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif kualitatif dan analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kelayakan UKBM berbasis pendekatan STEM dari ahli media mendapatkan presentase skor sebesar 90,6% dengan kriteria sangat layak dan dari ahli materi mendapatkan presentase skor sebesar 80,9% dengan kriteria layak, (2) kepraktisan UKBM berbasis pendekatan STEM mendapatkan presentase sebesar 89,8% dengan kriteria sangat praktis, (3) keefektifan UKBM berbasis pendekatan STEM mendapatkan presentase sebesar 77,78% dengan kriteria baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, UKBM berbasis pendekatan STEM materi sistem respirasi dapat digunakan sebagai alternatif baru dalam bahan ajar di sekolah.
Pemberian Aromaterapi Lavender Berpengaruh terhadap Tingkat Stres dan Motivasi Belajar Peserta Didik Marcel Adiwibawa; Desak Made Citrawathi; Ni Putu Sri Ratna Dewi
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian aromaterapi lavender dapat menurunkan tingkat stres belajar dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Jenis penelitian eksperimental semu (quasi experimental) ini menggunakan rancangan nonequivalent randomized pre and post test kontrol group design. Populasi pada penelitian ini terdiri dari dua, yaitu populasi target adalah seluruh peserta didik di SMA Negeri 4 Singaraja Tahun Ajaran 2019/2020 dan populasi terjangkau adalah peserta didik kelas XI MIPA, dengan sampel penelitian yang berada pada kelas XI MIPA 2 sebagai kelompok kontrol dan XI MIPA 3 sebagai kelompok eksperimen yang telah memenuhi kriteria inklusi,eksklusi dan drop out dengan jumlah sebanyak 60 orang. Variabel terikat yang diteliti pada penelitian ini adalah tingkat stres belajar dan motivasi belajar pada peserta didik yang didata dengan menggunakan Kuesioner stres belajar dengan skala likert yang sudah valid dan reliabel, diambil dari penelitian (Dwipayana, 2018) dan Kuesioner motivasi belajar dengan skala likert yang sudah valid dan reliabel, diambil dari penelitian (Mahayana, 2016). Pendataan dilakukan sebelum dan sudah perlakuan selama 3 (tiga) kali pengulangan pada kelompok kontrol dan eksperimen. Pada kelompok kontrol tidak diberikan aromaterapi lavender dan pada kelompok kontrol diberikan aromaterapi lavender yang diberikan pada jam ke-7 pembelajaran (12.00 WITA) hingga akhir jam ke-8 pembelajaran (13.30 WITA). Data yang diperoleh dianalis dengan uji t-group (independent sample t-test) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat stres belajar sebesar 18,54% dan peningkatan motivasi belajar sebesar 6,73% (p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian aromaterapi lavender dapat menurunkan stres belajar dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SMA Negeri 4 Singaraja.
PENGETAHUAN ETNOBOTANI TANAMAN RITUAL SUKU USING BANYUWANGI DALAM UPAYA KONSERVASI TANAMAN DAN MEMBANGKITKAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT N Nurchayati
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnobotani merupakan ilmu tentang hubungan manusia dengan tanaman. Tanaman adalah obyek yang sering digunakan dalam kegiatan manusia termasuk ritual. Ritual sendiri adalah kegiatan yang sengaja dilakukan oleh sekelompok orang atas dasar kepercayaan dan keyakinan untuk tujuan tertentu. Masyarakat suku Using sebagai obyek dalam penelitian ini merupakan salah satu suku di Kabupaten Banyuwangi yang masih secara erat melaksanakan ritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tanaman yang digunakan untuk ritual masyarakat Suku Using. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara kualitastif dan kuantitatif. Penelitian dilakukan di beberapa wilayah yang khas dengan ritual, diantaranya meliputi kecamatan Glagah, Singojuruh, Rogojampi, Kabat dan Giri. Penyajian data dilakukan dengan cara mendeskripsikan pengetahuan, pemanfaatan dan pengolahan tanaman dalam ritual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah tanaman yang digunakan dalam acara ritual masyarakat suku Using sejumlah 59 tanaman yang tergabung dalam 31 famili. Spesies yang paling sering dimanfaatkan untuk riatual adalah cabai (Capsicum annum L.) dan kacang panjang (Vigna sinensis L.). Mengetahui jenis tanaman yang dimanfaatkan untuk ritual masyarakat Suku Using diharapkan dapat membantu upaya konservasi tanaman itu sendiri dan membangkitkan kearifan lokal masyarakat suku Using Kabupaten Banyuwangi
Banten Plants and their Mapping in the Taman Gumi Banten Forest, Wanagiri Village, Sukasada-Buleleng Nyoman Wijana; Sanusi Mulyadiharja; I Made Oka Riawan
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this study were: (1) to determine the benefits of plant species in the Taman Gumi Banten area based on local village wisdom. (2) produce maps of vegetation, general distribution of plants and offerings in their natural nature. This research is included in exploratory research. The locations of this research all took place in the forests of Taman Gumi Banten and the villages of Wanagiri, Sukasada, Buleleng. The population of this research is (a) Vegetation Mapping: the entire forest area of Taman Gumi Banten. (b) Social: The entire Wanagiri village community. Research samples: (a) Vegetation mapping: forest boundaries of Taman Gumi Banten. Social: Service Village 5 people, Traditional Village 5 people, Balian 2 people, Banten Tukang 5 people, Community Leaders 10 people, General public 50 people. Total 77 people. Sampling methods: (a) Vegetation mapping: total sampling. Social: Systematic sampling. Data collection methods: (a) Vegetation Mapping: Simple measurement technique. Useful Plants / Plants of Banten: quadratic method. Social: interviews, observations, and questionnaires. The results showed: (1) The plant species that make up the ecosystem in Taman Gumi Banten, Wanagiri Village consist of 67 species. The composition of the species of offerings in the forest of Taman Gumi Banten, Wanagiri village, consists of 25 species of plants that can be used as for making traditional offerings. Of the 25 species of banten plants, the body parts or plant organs used were 1 species (4.35%) of roots, 3 species of stems (13.04%), 9 species of leaves (39.13%), 4 species (17.39%), fruit as many as 8 species (34.78%), and 1 species used tuber parts (4.35%). Thus, the most widely used parts of the existing plants in the Gumi Banten forest to be used as infrastructure for offering materials are the leaves and fruits. (2) General plant vegetation map and Banten plant map have been produced.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Menurunkan Keluhan Muskuloskeletal dan Kebosanan Peserta Didik di SMA Dewa Made Aris Tian Saputra; Desak Made Citrawathi; I Made Sutajaya
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the study was to prove that the implementation of the Jigsaw cooperative learning model can reduce the musculoskeletal complaints and boredom of students. This study used a nonequivalent randomized pre and posttest control group design, which involved 33 students in the experimental class and 33 students in the control class. Data collection was done through the distribution of Nordic body map questionnaires to record musculoskeletal complaints, and boredom questionnaires to record boredom in the learning process. The data obtained were analyzed by independent sample t test, because the data were normally distributed at a significance level of 5%. The results showed that the implementation of the Jigsaw cooperative learning model significantly reduced musculoskeletal complaints by 46.71% and boredom by 26.76%, between the experimental class and the control class (p <0.05). It can be concluded that the implementation of the Jigsaw cooperative learning model reduces musculoskeletal complaints and boredom of students
Hubungan Penggunaan Smartphone dengan Konsentrasi dan Minat Belajar Biologi Siswa SMA Luh Putu Marhaeni; Putu Budi Adnyana; Ni Luh Putu Manik Widiyanti
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (a) hubungan penggunaan smartphone dengan konsentrasi belajar biologi siswa SMA, (b) hubungan penggunaan smartphone dengan minat belajar biologi siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket penggunaan smartphone untuk mengetahui durasi penggunaan smartphone dalam sehari. Kuesioner konsentrasi belajar biologi untuk mengetahui tingkat konsentrasi belajar biologi siswa. Kuesioner minat belajar biologi siswa untuk mengetahui minat belajar biologi siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Pearson (Product Moment) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan kategori sedang antara penggunaan smartphone dengan konsentrasi belajar biologi siswa dengan nilai r= -0,577 (p<0,05) dan antara penggunaan smartphone dengan minat belajar biologi juga terdapat hubungan yang signifikan kategori sedang dengan nilai r= -0,487 (p<0,05). Simpulannya adalah terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan smartphone dengan konsentrasi dan minat belajar biologi siswa SMA Negeri 4 Singaraja.
Profil pengembangan critical thinking skills melalui pembelajaran scientific approach di provinsi Banten Savira Damayanti; Aditya Rahman; Ika Rifqiawati; Iing Dwi Lestari; Usman Usman
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran biologi melalui pendekatan saintifik dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Sumber data berasal dari guru biologi dan siswa kelas XI pada 7 SMA Negeri di Provinsi Banten. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, kuesioner, wawancara serta dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil observasi proses pembelajaran biologi diperoleh nilai sebesar 80% yang termasuk dalam kategori baik. Hasil kuesioner pengetahuan berpikir kritis siswa diperoleh nilai sebesar 75% yang termasuk kategori baik. Sehingga rata-rata nilai pengembangan berpikir kritis melalui pendekatan saintifik di Banten diperoleh nilai sebesar 78% yang termasuk dalam kategori baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa implementasi kurikulum 2013 melalui pendekatan saintifik dalam mengembangkan berpikir kritis pada 7 SMA Negeri di Provinsi Banten termasuk dalam kategori baik.