cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
POLA KONSUMSI YANG TIDAK TERATUR MENGAKIBATKAN KELELAHAN DINI DAN PENINGKATAN BEBAN KERJA PENENUN DI DESA GELGEL KLUNGKUNG BALI Ni Luh Putu Mely Andreyani; IM Sutajaya; NP Sri Ratna Dewi
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v6i3.21978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi penenun dan pola konsumsi yang tidak teratur yang dapat mengakibatkan kelelahan dini dan beban kerja penenun. Penelitian ini berupa penelitian eksperimenal lapangan (field experimental) dengan rancangan randomized pre and post test group design dengan variabel berupa (a) peningkatan kelelahan dini penenun akibat pola konsumsi yang tidak teratur yang didata dengan kuesioner 30 iems of rating scale of general fatique dan (b) peningkatan beban kerja penenun yang didata dengan menghitung denyut nadi. Pendataan dilakukan sebelum kerja dan sesudah kerja terhadap 20 sampel selama 3 (tiga) hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t paired pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan dini sebesar 49,5% dan beban kerja sebesar 36,1% (p>0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pola konsumsi yang tidak teratur mengakibatkan kelelahan dini dan peningkatan beban kerja penenun.
VARIASI DOSIS TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM MENINGKATKAN JUMLAH DAUN DAN BERAT KERING TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir var. mahar) Ni Putu Ulan Rosita Putri; Ketut Srie Marhaeni Julyasih; NP Sri Ratna Dewi
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v6i3.21980

Abstract

Limbah cangkang telur ayam mengandung unsur hara yang baik untuk tanaman namun belum dimanfaatkan secara optimal di bidang pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan jumlah daun dan berat kering tanaman kangkung darat setelah diberikan tepung cangkang telur dengan variasi dosis yang berbeda, (2) Dosis tepung cangkang telur ayam yang paling efektif untuk meningkatkan jumlah daun dan berat kering tanaman kangkung darat). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan (true experimental research). Variasi dosis tepung cangkang telur ayam yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0gr, 10gr, 15gr, 20gr, dan 25gr. Rancangan dasar yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah tanaman kangkung darat yang telah tumbuh pada saat di semai yang berasal dari satu kemasan biji kangkung darat varietas Mahar. Sampel yang digunakan adalah tanaman kangkung darat yang telah berumur 7 hari sebanyak 30 tanaman. Data dianalisis dengan ANOVA satu arah dan uji lanjut  Beda Nyata Terkecil dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini adalah: (1) terdapat perbedaan jumlah daun dan berat kering  tanaman kangkung darat setelah diberikan tepung cangkang telur ayam dengan variasi dosis yang berbeda. Berdasarkan dari hasil uji hipotesis bahwa angka signifikansi, p<0.05 artinya data berbeda bermakna dan 2) Hasil Beda Nyata Terkecil menunjukkan dosis tepung cangkang telur ayam 25 gram yang paling efektif untuk meningkatkan berat kering  tanaman kangkung darat.
ALUNAN MUSIK KLASIK MENURUNKAN STRES DAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA JARA MARA PATI BULELENG BALI M. D. L. Larasati; IM Sutajaya; NP Sri Ratna Dewi
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v6i3.21983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alunan musik klasik dapat menurunkan stres dan tekanan darah sistolik pada lansia yang menderita hipertensi. Jenis penelitian eksperimental semu (quasi experimental) ini menggunakan rancangan randomized pre and post test group design (treatment by subject design). Populasi pada penelitian ini ada dua, yaitu populasi target adalah semua lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati dan populasi terjangkau adalah lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi sebanyak 38 orang. Penelitian ini menggunakan 24 sampel lansia penderita hipertensi. Variabel terikat yang diteliti adalah stres pada lansia penderita hipertensi yang didata menggunakan kuesioner 29 item stress of rating scale dan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi yang diukur menggunakan sphygmomanometer (tensimeter digital). Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah beraktivitas terhadap 24 sampel selama 6 (enam) hari pada Periode I dan Periode II. Pada Periode I tidak diberikan alunan musik klasik dan pada Periode II diberikan alunan musik klasik. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t-paired pada taraf signifikansi 5% dengan membandingkan rerata stres dan tekanan darah sistolik antara Periode I dan Periode II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan stres sebesar 45,58% dan tekanan darah sistolik sebesar 46,74% (p<0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa alunan musik klasik dapat menurunkan stres dan tekanan darah sistolik pada lansia penderita hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati.
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN MOLLUSCA BENTIK SERTA FAKTOR-FAKTOR EKOLOGIS YANG MEMPENGARUHINYA DI PANTAI MENGENING, KABUPATEN BADUNG, BALI NM Dewi Ariani; IB Jelantik Swasta; Putu Budi Adnyana
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v6i3.21986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : Komposisi, keanekaragaman, kemelimpahan dan Faktor-faktor ekologis yang mempengaruhi Mollusca bentik yang hidup di Pantai Mengening Kabupaten Badung, Bali. Penelitian fauna Mollusca Bentik di Pantai Mengening dilakukan pada bulan April 2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dan eksploratif, dengan menggunakan rancangan survei lapangan yaitu dengan pengamatan dan pencatatan hasil temuan di lapangan serta dilanjutkan dengan pengamatan di laboratorium. Populasi adalah seluruh Mollusca bentik yang hidup di Pantai Mengening, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah jumlah Mollusca bentik yang terdapat di dalam 15 kuadrat. Metode pengumpulan sampel yang digunakan adalah metode kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan (1) Komposisi spesies moluska bentik yang ditemukan sebanyak 32 spesies dan 261 individu, (2) Nilai indeks keanekaragaman sebesar 3,12 yang dinyatakan dalam kategori tinggi, nilai kekayaan spesies sebesar 5,75, nilai indeks kemerataan spesies sebesar 0,90, nilai indeks dominansi sebesar 0,1. (3) Kemelimpahan relatif spesies Mollusca bentik tertinggi oleh spesies Ornopsis glanni nilai kemelimpahan relatifnya sebesar 14,56% dan nilai kemelimpahan relatif terendah diantaranya Cypraea moneta, Conus tarbellianus, Basterotia corbuloides, Struthiolaria spinosa, Cerithium chipolanum, dan Conus consors dengan masing-masing nilai sebesar 0,77 %, nilai kepadatan spesies tertinggi yaitu spesies Ornopsis glanni dengan nilai kepadatan spesies yaitu sebesar 2,53 ind/m2. Sedangkan nilai kepadatan spesies terendah yaitu Cypraea subovum, Fulviia mutica, Macrocallista nimbosa, Littorina irrorata, Thais luteostoma, Morula margariticola, Rissoina chipolana, Xenophora burdigalensis, Diodora mississipppiensis, dan Chicoreus brevifrons yaitu sebesar 0,13 ind/m². Dan untuk nilai total kepadatan spesies mollusca bentik yang hidup dikawasan pantai Mengening sebesar 17,4 ind/m².
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ASAM LAKTAT DARI MADU HITAM SUMBAWA DAN POTENSINYA SEBAGAI SENYAWA ANTIMIKROBA Baso Manguntungi
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMadu hitam merupakan salah satu ciri khas dari daerah Sumbawa yang dihasilkan oleh lebah jenis Trigona spp. Madu hitam memiliki rasa asam yang berbeda dari madu biasanya dan memiliki khasiat sebagai antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi bakteri asam laktat pada madu hitam sumbawa sebagai antimikroba. Diperoleh 20 isolat bakteri dari madu hitam sumbawa, 10 diantaranya merupakan isolat bakteri asam laktat. Metabolit sekunder dari 10 isolat bakteri asam laktat kemudian diuji dengan metode difusi agar atau sumur untuk melihat efektivitas bakteri sebagai antimikroba terhadap bakteri S. thyposa dan S. aureus yang mewakili bakteri gram negatif dan gram positif. Pengamatan uji antimikroba dilakukan pada jam ke-2, ke-4 dan ke-6. Hasil uji antimikroba menunjukkan bahwa metabolit sekunder dari isolat bakteri asam laktat MD 1 memiliki  kemampuan yang sangat baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. thyposa dan S. aureus. Kata kunci: Madu hitam, bakteri asam laktat, antimikroba, metabolit sekunder                                                      AbstractBlack honey is one of the characteristics of the Sumbawa region produced by bees of the Trigona spp. Black honey has a sour taste that is different from others honey and it have benefit as antibiotic. The aim of this research to examine the potential of lactic acid bacteria in sumbawa black honey as an antimicrobial. Bacterial isolation from Sumbawa black honey obtained by 20 isolates, 10 of them are isolates of lactic acid bacterial. Secondary metabolites from 10 LAB isolates were then performed antimicrobial activites using agar or well diffusion methods against S. thyposa and S. aureus bacteria representing gram-negative and gram-positive bacteria. Antimicrobial activites observations were carried out at the 2nd, 4th and 6th hours. The results of antimicrobial tests showed that secondary metabolites of BAL MD 1 isolate had excellent ability to inhibit the growth of S. thyposa bacteria and in S. aureus. Keyword: Black honey, lactic acid bacteria, antimicrobial activites, Secondary metabolites
MEDIA TIGA DIMENSI MODEL KAYU PADA MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN KELAS VIII Nopi Pahlelawati; Azza Nuzullah Putri; Nur Eka Kusuma Hindrasti
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media tiga dimensi model kayu penampang jaringan tumbuhan pada materi struktur dan fungsi tumbuhan kelas VIII SMP yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research & development) dengan mengadaptasi model penelitian ADDIE yang melalui beberapa tahap yaitu : analysis (analisis kondisi peserta didik, analisis kurikulum, analisis, media, analisis materi), desain (menentukan konsep yang akan dibuat media, mencari literatur tentang media tiga dimensi, merancang bentuk media yang akan dibuat, mencari bahan, mulai membuat produk), development (penyusunan instrumen dan validasi aspek media dan materi), implementation (uji praktikalitas dan efektivitas), dan evaluation (penilaian dan revisi akhir). Berdasarkan hasil penelitian pengembangan diketahui bahwa validitas pada aspek media dan materi dikategorikan sangat valid. Hasil uji praktikalitas dikategorikan sangat praktis. Hasil uji efektivitas ranah kognitif media adalah efektif dengan kategori peningkatan “tinggi” sedangkan efektivitas motivasi belajar siswa adalah efektif dengan kategori peningkatan sedang. Dengan hasil tersebut maka media tiga dimensi model kayu penampang jaringan tumbuhan pada materi struktur dan fungsi tumbuhan kelas VIII SMP valid, praktis dan efektif untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran biologi. Kata-kata kunci : Tiga Dimensi; Model Kayu; Struktur dan Fungsi Tumbuhan Abstract This research focused to develop a three dimensional media model of wood cross section of plant tissue on the material structure and function of plants to first grade of junior high school that is valid, practical and effective for uses in students’ learning activities. This research carried out development by adapting the ADDIEs’ research model through several stage, that is: analysis (analysis of students’ condition, analysis of curriculum, analysis of media and analysis of material), design (determine the concept that was created by the media, find the literature of three dimensional media, designing the shape of the media was created, looking for languages and start making shapes), development (preparation of instruments and validation of media and material aspects), and evaluation (final assessment & revision). Result indicated that the development of a three dimensional media and material is known that the assessment of the validity categorized was very vali. The result of practicality test categorized was very practical. For the result of the effectiveness test on cognitive was efective with the improvement category was high while the effectiveness of students’ learning motivation is effective with the improvement category was “moderate”. This indicates that there are three dimension media model of wood cross section of plant tissue on the material structure and function of plants to first grade of junior high school was valid, practical and effective for uses in students’ learning activities biology.
Pelaksanaan Full Day School di SMA Negeri 4 Singaraja Meningkatkan Kelelahan dan Kebosanan serta Kontribusinya terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI MIPA Yitha Kartika Devy
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan full day school di SMA Negeri 4 Singaraja dapat meningkatkan kelelahan dan kebosanan serta kontribusinya terhadap siswa. Penelitian ini berupa eksperimental lapangan (field eksperimental) dengan rancangan randomized pre and post test group design, dilakukan penilaian berupa: (a) peningkatan kelelahan siswa akibat full day school yang didata dengan kuesioner 30 items of rating scale of general fatigue; (b) peningkatan kebosanan dalam pembelajaran akibat full day school yang didata dengan kesioner kebosanan dalam pembelajaran; (c) kontribusi kelelahan dan kebosanan terhadap prestasi belajar yang didata dengan soal tes pilihan ganda sebanyak 20 butir soal. Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah pembelajaran terhadap 33 sampel selama 3 (tiga) hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t-dependent sampel pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan sebesar 42,07%, kebosanan dalam pembelajaran adalah 33,70% (p<0,05), dan kontribusi terhadap prestasi belajar adalah 7,4% (p>0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan full day school di SMA Negeri 4 Singaraja meningkatkan kelelahan dan kebosanan serta kontribusinya terhadap prestasi belajar hanya sedikit.
VARIASI KEBERANGKATAN KE SEKOLAH MENGAKIBATKAN PERBEDAAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL DAN KELELAHAN SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 SUKASADA Kd Dwi Indira Suryanada
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi keberangkatan ke sekolah (1) jalan kaki (2) antar jemput dan (3) mengendarai sepeda motor memiliki perbedaan keluhan muskuloskeletal dan kelelahan serta kontribusinya terhadap prestasi belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field experimental) dengan rancagan randomized pre and posttest control group design. Lokasi penelitian ini di SMA Negeri 1 Sukasada yang berada di Kabupaten Buleleng, Bali. Pengambilan sampel dilakukan secara random sebanyak 60 orang peserta didik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Anova One-Way dengan taraf signifikansi 5%, karena terdapat data yang menunjukkan tidak berbeda bermakna sehingga dilakukan uji lanjut LSD. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan pada keluhan muskuloskeletal paling ringan adalah keberangkatan dengan antar jemput  sebesar 65,08% (p < 0,05) dan kelelahan paling ringan adalah keberangkatan dengan jalan kaki sebesar 53,46% (p < 0,05). Untuk mengetahui kontribusinya terhadap prestasi belajar dilakukan uji regresi. Hasil uji regresi menunjukan bahwa kontribusi keluhan muskuloskeletal dan kelelahan terhadap prestasi belajar sebesar 0,01%. Disimpulkan bahwa variasi mekanisme keberangkatan ke sekolah memiliki perbedaan keluhan muskuloskeletal dan kelelahan akan tetapi tidak berkontribusi terhadap prestasi belajar peserta didik. Disarankan agar peserta didik tetap memperhatikan pemilihan transportasi ke sekolah untuk kesehatan dan keselamatan dengan acuan ergonomi selama proses keberangkatan.
FISIOGNOMI VEGETASI HUTAN DESA ADAT TENGANAN PEGRINGSINGAN, KARANGASEM, BALI Nyoman Wijana; Sanusi Mulyadiharja; I Made Oka Riawan
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fisiognomi vegetasi tumbuhan yang ada di hutan Bukit Kangin desa adat Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali. Penelitian ini termasuk penelitian eksploratif dan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan berguna yang ada di hutan Bukit Kangin, Tenganan Pegringsingan. Sampel penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan berguna yang terkover oleh kuadrat ukuran 1x1 m2 untuk pendataan spesies tumbuhan habitus seedling (semai/tumbuhan bawah), 10x10 m2 untuk saplings (pancang,tiang), dan 20x20 m2 untuk tumbuhan habitus matures/trees (pohon). Masing-masing kuadrat berjumlah 65 kuadrat pada ketiga zona. Metode pengumpulan datanya dengan menggunakan metode kuadrat dengan teknik sistematik sampling. Hasil penelitian menujukkan (1) Fisiognomi vegetasi tumbuhan pada Zona I, memiliki karakteristik yang terdiri dari tiga strata dengan tutupan yang kontinu, didominasi oleh pohon-pohon besar dan tinggi serta ada beberapa spesies tumbuhan herba; (2) Kawasan vegetasi pada Zona II sebagian terdiri atas tiga strata dengan tutupan kontinu, didominasi oleh tumbuhan yang memiliki bentuk kehidupan berupa pohon dengan  daun termasuk tipe evergreen. (3) Kawasan vegetasi pada Zona III sebagian besar terdiri atas tiga strata dan satu strata, dengan lebih beranekaragam dan bersifat heterogen; (4) Di samping faktor genetik, faktor klimatik, dan faktor edafik. yang berpengaruh terhadap fisiognomi vegetasi, faktor eksternal yaitu kebudayaan tradisi setempat juga berperan penting di dalam pembentukan fisiognomi vegetai hutan adat di desa Tenganan Pegringsingan.
PENGEMBANGAN ASESMEN KINERJA PRAKTIKUM BOTANI FANEROGAM BERBASIS KOMPETENSI PROSES SAINS laras kurnia fajarwati
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research uses research and development methods to develop the performance assessment of Fanerogam botany practicum. Development of instruments for students to measure psychomotor aspects. This study uses the 4 model which is a literature review (definition), design (design), development (development) and dissemination (disseminated) (Thiagarajan, 1974). In the development of performance assessment boterogram botany practicum was not carried out until it was distributed because it was concentrated with the existence of the covid-19 outbreak. The instrument developed in this study includes a performance appraisal sheet and a practical performance appraisal sheet which will be filled out by the validator. Based on the average validity score, the expert obtained the results of the development of botany lecture performance assessment instruments showing very valid criteria. Overall practical performance development instruments can be used to measure the psychomotor level of students when conducting botany Fanerogam practicums.