cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
PEMBERIAN MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) PADA MEDIA TANAM UNTUK MENINGKATKAN KECEPATAN PERTUMBUHAN BUNGA DAN PRODUKSI BUNGA GEMITIR (Tagetes erecta) ., Desi Asrini Jumia Miarti; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monosodium glutamat (MSG) digunakan sebagai ZPT alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan bunga dan produksi bunga gemitir. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemberian Monosodium glutamat (MSG) pada media tanam untuk meningkatkan kecepatan pertumbuhan bunga dan produksi gemitir (Tagetes erecta L.). Pengambilan sampel menggunakan teknik random sederhana, dengan sampel 36 bibit gemitir (Tagetes erecta L.). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian faktorial 4x3 dengan tiga kali ulangan. Variabel pertama adalah konsentrasi K0 (0%), K1 (5%), K2 (10%), dan K3 (15%). Variabel kedua adalah jenis MSG J0 (Tanpa MSG), J1 (Ajinomoto), dan J2 (SaSa). Analisis pada penelitian ini menggunakan ANOVA dua arah dan dilanjutkan dengan uji lanjut (Post Hoc Test) dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman pada konsentrasi MSG 10% dan jenis MSG Ajinomoto meningkatkan kecepatan pertumbuhan bunga dan menghasilkan produksi bunga yang paling tinggi dilihat dari berat basah bunga. Dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang nyata antara perlakuan variasi konsentrasi dan jenis MSG untuk untuk kecepatan pertumbuhan bunga sebesar 26% dan variasi konsentrasi dan jenis MSG meningkatkan berat basah bunga sebesar 2,73%. Kata Kunci : Monosodium glutamat (MSG), konsentrasi, Jenis MSG, Gemitir (Tagetes erecta), ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) Monosodium glutamate (MSG) is used as an alternative PGR to promote the growth of flowers and flower production of gemitir. This study aims to determine the provision of Monosodium glutamate (MSG) to the growing media to increase the growth rate and flowers production of gemitir flowers (Tagetes erecta L.). Sampling using simple random technique, with 36 sample of gemitir (Tagetes erecta L.) seeds. This study, using research design RAK factorial 4x3 with three replications. First variable is the concentration K0 (0%), K1 (5%), K2 (10%), and K3 (15%). Second variable is the type of MSG J0 (Without MSG), J1 (Ajinomoto) and J2 (SaSa). Analysis the data using two-way ANOVA and continued with futher test (Post Hoc Test) by Least Significant Difference (LSD) at the 5% significance level. The results showed that the plant at a concentration 10% of MSG and kinde of MSG type Ajinomoto increases the speed of the growth flowers and production of flower production from the wet weight of flowers. It can be concluded there is a significant difference between the treatment of variations in the concentration and type of MSG's to speed the growth rate of 26% and variations in the concentration and type of MSG increase the wet weight of interest of 2.73%.keyword : concentration, Marigold (Tagetes erecta L.), Monosodium glutamate (MSG), PGR (Plant Growth Regulator), type of MSG
Pengaruh Metode Pembelajaran Snowball Drilling Dengan Soal Objektif Diperluas Terhadap Hasil Dan Aktivitas Belajar Siswa Pada Materi Sistem Ekskresi Manusia Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sidemen Tahun Pelajaran 2013/2014 ., Ida Ayu Cindya Prawesti p; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si; ., I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran snowball drilling dengan soal objektif diperluas terhadap hasil dan aktivitas belajar siswa pada materi sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sidemen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan pre-test post-test non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sidemen tahun pelajaran 2013/2014. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling dan didapatkan kelas XI IPA 2 sebagai kelompok eksperimen serta kelas XI IPA 1 sebagai kelompok kontrol yang masing-masing kelompok berjumlah 30 siswa. Dalam penelitian ini kelompok eksperimen dibelajarkan dengan metode pembelajan snowball drilling, sedangkan pada kelompok kontrol dibelajarkan dengan metode ceramah. Data tentang hasil belajar dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar kognitif berupa tes dengan tipe soal objektif diperluas, sedangkan data aktivitas belajar siswa dikumpulkan menggunakan lembar observasi aktivitas belajar yang diobservasi oleh dua orang observer pada setiap pertemuan. Untuk menguji signifikansi perbedaan pengaruh perlakuan yang diberikan digunakan analisis kovarian (anakova) dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,000) antara penggunaan metode pembelajaran snowball drilling dengan soal objektif diperluas dan metode ceramah terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi sistem ekskresi manusia, (2) aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan metode snowball drilling lebih tinggi dibandingkan aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan metode ceramah. Rerata aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan metode snowball drilling berada dalam kategori cukup aktif, sementara pada kelas yang dibelajarkan dengan metode ceramah rata-rata aktivitas belajar siswa berada pada kategori kurang aktifKata Kunci : Snowball Drilling, Soal Objektif Diperluas, Hasil Belajar, Aktivitas Belajar This research aimed to know the influence of snowball drilling method of learning equiped with extended objective test toward learning achievement and activities on the lesson of human excretory system in class XI Sciences Program SMA N 1 Sidemen. The research was a quasi-experimental with pre-test post-test non-equivalent control group design. The population were all students of class XI Sciences Program SMAN 1 Sidemen of academic year 2013/2014. Samples were taken by simple random sampling technique with the experimental group was students of class XI Science Program 2 and the control group was students of class XI Sciences Program 1 and in each group consisting of 30 students. Experimental group of this research was subjected to the snowball drilling method, while the control group was subjected to the lecture method. The learning achievement data were collected by using a cognitive achievement test, while the student learning activities were collected by using observation sheets and observed by two observers in each meeting. The research was done by descriptive analyses and analysis of covariance (Anacova) with a significance level of 5%. The results of this research shows that (1) there is a significant difference ( p = 0.000 ) between the use of snowball drilling method and lectures method on cognitive learning results of students on the lesson of human excretory system, (2) student learning activities by using snowball drilling method is higher than student learning activities by using the lecture method. The mean score of student learning activities that learned with snowball drilling method is categorized moderately active, while the activity of student that learned with lecture method is categorized less active. keyword : Snowball Drilling, Extended Objective Test, Learning Achievement, Learning Activities
Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Terhadap Vegetasi Tumbuhan di Sekitar Sungai Muara Panji Dalam Upaya Pemanfaatannya Sebagai PLTM di Desa Sambangan, Buleleng ., Ni Putu Siska Ayu Safitri; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Listrik merupakan faktor yang memegang peranan penting untuk meningkatkan kualitas kehidupan, namun listrik menjadi sesuatu yang krusial saat ini karena keterbatasan pasokan yang ada. Sebagai alternatif untuk menanggulangi kekurangan listrik adalah dengan menggunakan sumber daya alam terbarukan yaitu sumber Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro. Dalam pembangunan PLTM terdapat tahapan kegiatan yang akan memberikan dampak terhadap lingkungan terutama vegetasi tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) rona Lingkungan Awal vegetasi tumbuhan di sekitar Sungai Muara Panji (2) sumber dampak, jenis dampak, dan deskripsi dampak yang diprediksi akan timbul pada vegetasi tumbuhan akibat pembangunan PLTM, dan (3) upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan yang dapat dilakukan. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksploratif. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan vegetasi tumbuhan yang diprediksi terkena dampak dalam pembangunan PLTM. Sampel vegetasi tumbuhan adalah yang berhabitus pohon dengan luas kuadrat 5x10 m2 yang berada di hutan lindung dan daerah anclave Sungai Muara. Metode untuk pengambilan data vegetasi tumbuhan menggunakan metode kuadrat dengan teknik sistematik sampling. Dalam menganalisis data digunakan analisis statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) rona Lingkungan Awal vegetasi tumbuhan mempunyai keanekaragaman yang tergolong tinggi; (2) jenis dampak yang dapat terjadi pada vegetasi tumbuhan akibat pembangunan PLTM adalah perubahan komposisi dan keanekaragaman jenis yang diakibatkan dari tahap kegiatan konstruksi, yaitu land clearing; (3) upaya pengelolaan lingkungan hidup yang harus dilakukan adalah dengan cara melakukan revegetasi secara insitu. Sedangkan upaya pemantauan lingkungan dilakukan dengan melibatkan pihak Pemrakarsa yang dimonitoring oleh instansi terkait terutamanya Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan, Vegetasi Tumbuhah, PLTM Abstract Electricity is a factor that hold an important role for improving quality of life, but electricity be something crucial in this time because limitations of the existing supply. As an alternative to overcome the shortage of electricity is the use of renewable natural resources is a source of Small Hydro Power Plant. In the construction phase of activity which are Small Hydro Power Plant will have an impact on the environment, especially plant of vegetation. The aims of this research to know (1) Initial Environmental Rona especially plant of vegetation around the Panji estuary river; (2) Source of impact, type of impact, and description of the impact is predicted will occur in plants vegetation due to the construction of Small Hydro Power Plant, and (3) Efforts Environmental Management and Monitoring that can be done. This type of research, including exploratory research. This research population is predicted overall plants vegetation in the construction of Small Hydro Power Plant affected. Samples plants vegetation is that tree of habitus with quadratic 5x10 m2 area located in protected forests and areas anclave Panji estuary river. Methods for data taking plants vegetation using squares method with systematic sampling technique. In analyzing the data used statistical analysis ecology and descriptive. The results of this research showed that (1) Initial Environmental Rona plants vegetation has a relatively high diversity; (2) The type of impact that can occur in plants vegetation due to the construction of Small Hydro Power Plant were changes in the composition and diversity of species resulting from phase construction activities, namely land clearing; (3) Efforts to environmental management that must be done is by doing revegetation insitu. While the efforts of environmental monitoring is done by involving the initiators is monitored by relevant agencies especially the environment Agency, Buleleng Regency. keyword : Efforts Environmental Management and Monitoring, Small Hydro Power Plant, Plant of Vegetation
HUBUNGAN POLA MAKAN AKTIVITAS FISIK PENGETAHUAN GIZI DENGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) SISWA KELAS XI MIPA SMA Suyasmi, Ni Made; Citrawathi, Desak Made; Sutajaya, I Made
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui hubungan pola makan terhadap IMT siswa SMA, (b) mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap IMT siswa SMA, (c) mengetahui hubungan pengetahuan gizi terhadap IMT siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Pendataan pola makan siswa pada penelitian ini menggunakan metode 24-hours recall. Pendataan aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Level (PAL). Pendataan pengetahuan gizi siswa dilakukan dengan memberikan 28 butir soal pengetahuan gizi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Product Moment (Pearson) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan IMT siswa dengan nilai p=0,016 (p<0,05), antara aktivitas fisik dengan IMT siswa dengan nilai p=0,011 (p<0,05), dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi siswa dengan IMT siswa dengan nilai p=0,164 (p>0,05). Simpulannya adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dan aktivitas fisik dengan IMT siswa SMA.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR MIKROSKOPIS PADA RIZOSFER TANAMAN JERUK SIAM (Citrus nobilis Lour.) DI KECAMATAN KINTAMANI, BALI Ristiari, Ni Putu Nila; Julyasih, Ketut Srie Marhaeni; Suryanti, Ida Ayu Putu
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genus jamur mikroskopis yang terdapat pada rizosfer tanaman jeruk siam (Citrus nobilis Lour.) di Kecamatan Kintamani, Bali. Penelitian mengacu pada pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah seluruh jamur mikroskopis pada rizosfer tanaman jeruk siam di perkebunan jeruk siam di Desa Kintamani. Adapun objek pada penelitian adalah genus jamur mikroskopis pada rizosfer tanaman jeruk siam yang diisolasi dari salah satu perkebunan jeruk siam di Desa Kintamani. Tahapan penelitian terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan analisis data. Hasil penelitian yakni melalui pengamatan makroskopis dan mikroskopis diperoleh 12 isolat diantaranya berasal dari 4 genus yaitu Aspergillus (4 isolat), Penicillium (3 isolat), Mucor (1 isolat), dan Trichoderma (4 isolat). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan yaitu 12 isolat jamur mikroskopis yang ditemukan, memiliki karakteristik makroskopis dan mikroskopis yang berbeda-beda.
Analisis Hasil Preparasi Spesimen Struktur Daun Suku Asteraceae dan Pemanfaatannya sebagai Media Pembelajaran Anatomi Tumbuhan ., Ni Nyoman Sri Rasthiti; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asteraceae merupakan salah satu suku terbesar yang penyebarannya sangat luas dan mudah di peroleh di lingkungan sekitar, namun belum banyak digunakan sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan. Penelitian mengenai analisis preparasi struktur daun suku Asteraceae bertujuan: 1) untuk mendeskripsikan struktur daun pada tumbuhan suku Asteraceae. 2) untuk menganalisis kualitas hasil penelitian berupa preparat awetan hasil penelitian sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi preparat awetan dengan pewarnaan safranin dan preparat awetan dengan pewarnaan safranin-fast green. Data tingkat kelayakan preparat awetan diperoleh melalui metode obeservasi dan kuisioner oleh mahasiswa semester IV tahun ajaran 2014/2015. Adapun hasil yang diperoleh sebagai berikut: 1) Preparat awetan daun suku Asteracea yang dibuat memiliki struktur anatomi daun tersusun atas jaringan epidermis selapis sel terdapat pada permukaan adaksial dan abaksial. Pada epidermis terdapat trikomata gladuler bersel satu. Selain itu, terdapat stomata anomositik pada permukaan adaksial dan abaksial sehingga termasuk amfistomatik. Berdasarkan letak stomata terhadap permukaan epidermis termasuk stomata faneropor. Namun kerapatan (densitas) dan indeks stomata bervariasi. Struktur mesofil daun terdiri dari parenkim palisade pada permukaan adaksial dan parenkim spons pada permukaan abaksial sehingga termasuk daun dorsoventral atau bifasial serta pada bagian tulang daun terdapat jaringan pengangkut. 2) Berdasarkan hasil penilaian kelayakan preparat awetan sebagai media pembelajaran dengan berpedoman pada instrumen penilaian, maka preparat yang dihasilkan berada pada rentangan layak sampai dengan sangat layak sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan.Kata Kunci : Anatomi Daun, Suku Asteraceae, Media Pembelajaran Asteraceae is one of the largest families that easy to find in environment but rarely used as a learning media of plant anatomy. The research of the analysis preparation leaf structure of Asteraceae’s family aims: 1) to describe leaves structure on the plant of Asteraceae’s family. 2) to analyze the quality of research in the form of preparations preservation research results as a learning media of plant anatomy. Methods of data collection are done through observation preparations preserved with safranin staining and preparations preserved with safranin-fast green staining. Feasibility level data preservation preparations take from observation and questionnaire method by students of fourth semester of the year 2014/2015. The results are: 1) leaves anatomy structure of Asteraceae’s family consist of a layer cell of epidermal tissue on the adaxial and abaxial surface. There is gladuler celled tricomes. In addition, there anomocytic stomates on both of surface that includes amfistomatic leaves. Based on the location on the surface of the epidermis including faneropor types. However density and index of stomates are varies. The mesophyll structures consisting of palisade parenchyma on the surface adaxial and spongy parenchyma on the surface abaxial that includes dorsoventral or bifacial leaves and also there are vascular tissues. 2) The results of the feasibility assessment of preparations preserved as a learning media based on the assessment instrument, then the preparations that produce are in range of feasible up to a very decent as a learning media of plant anatomy.keyword : Anatomy Leaf, Asteraceae’s family, Learning Media
ANALISIS KONSENTRASI EKSTRAK DAUN SEREH (Cymbopogon citratus) SEBAGAI PENGAWET ALAMI TAHU TERHADAP KADAR SERUM GLUTAMATE PYRUVATE TRANSAMINASE TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) ., Dewa Ayu Putu Inten Utari Dewi; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si.,; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis kadar Serum Glutamate Pyruvate Transaminase (SGPT) Rattus norvegicus galur Wistar jantan setelah diberikan tahu yang direndam menggunakan akuades, formalin dan ekstrak daun sereh dengan variasi konsentrasi 20%, 40%, dan 60% (2) mengetahui konsentrasi ekstrak daun sereh (Cymbopogon citratus) sebagai pengawet alami tahu yang menghasilkan kadar Serum Glutamate Pyruvate Transaminase (SGPT) terendah pada Rattus norvegicus galur Wistar jantan. Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan desain the randomized posttest only control group design. Sampel yang digunakan adalah Rattus norvegicus galur Wistar jantan berjumlah 40 ekor yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Pada penelitian ini terdapat kelompok kontrol positif (formalin), kelompok kontrol negatif (akuades), kelompok perlakuan ekstrak daun sereh 20%, 40% dan 60%. Pemberian pakan berupa pellet tahu dilakukan selama sebulan dengan dosis sebanyak 10% dari berat tubuh Rattus norvegicus dan pemberian air ad libitum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat perbedaan kadar SGPT Rattus norvegicus galur Wistar jantan setelah diberikan tahu yang direndam menggunakan akuades, formalin dan ekstrak daun sereh dengan variasi konsentrasi 20%, 40%, dan 60% (2) konsentrasi ekstrak daun sereh (Cymbopogon citratus) sebagai pengawet alami tahu yang menghasilkan kadar Serum Glutamate Pyruvate Transaminase (SGPT) terendah pada Rattus norvegicus galur Wistar jantan yaitu pada konsentrasi 40% dengan rerata kadar SGPT 12,928U/L. Kata Kunci : Ekstrak, daun sereh, tahu, serum glutamate pyruvate transaminase The purpose of this research were (1) analyzed levels of Serum Glutamate Pyruvate Transaminase (SGPT) Rattus norvegicus Wistar strain with male sex after given tofu was soaked using aquadest, formalin and lemongrass (Cymbopogon citratus) leaf extract with variation of concentration of 20%, 40%, and 60%. (2) to know the concentration of lemongrass leaf extract as a natural tofu preservative that produces lowest levels of Serum Glutamate Pyruvate Transaminase (SGPT) in Rattus norvegicus Wistar strain. The type of this research was true experimental with the design of the randomized posttest only control group design. The samples in this research were 40 Rattus norvegicus Wistar strain that selected by simple random sampling technique. In this research there were positive control group (formalin), negative control group (aquadest), treatment group of lemongrass leaf extract of 20%, 40% and 60%. The feeding of tofu pellet form done for a month with a dose of 10% of body weight Rattus norvegicus and provision of water ad libitum. The results of research had been done showed that. (1) there was no difference of SGPT Rattus norvegicus strain of Wistar strain after tofu was soaked using aquades, formalin and lemongrass leaf extract with concentration variation of 20%, 40%, and 60%. (2) concentration lemongrass leaf extract as a natural preservative of tofu resulting in the lowest serum Glutamate Pyruvate Transaminase (SGPT) level in Rattus norvegicus Wistar strain with male sex that was at concentration 40% with mean of SGPT level 12,928U / L keyword : Extract, Lemongrass leaf, tofu, serum glutamate pyruvate transaminase.
Karakteristik Gulma Tanaman Anggur Berdasarkan Nilai Penting dan SDR (Summed Dominance Ratio) ., Wenta Ginting; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 1 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) struktur floristik gulma pada tanaman anggur, (2) besarnya indeks nilai penting gulma pada tanaman anggur, (3) besarnya indeks SDR (Summed Dominance Ratio) gulma pada tanaman anggur. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksploratif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh gulma yang terdapat di kebun anggur. Sampel penelitian ini adalah spesies gulma yang ada pada 3 Zona di kebun anggur yang terkaver oleh kuadrat ukuran 1 x 1 m sebanyak 30 kuadrat. Pengambilan sampel dilakukan secara sistematik sampling. Pengumpulan data floristik dengan menggunakan metode kuadrat dan deskriptif. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Struktur floristik gulma pada tanaman anggur terdiri dari 20 spesies gulma dengan 12 familia, (2) Karakteristik gulma pada tanaman anggur berdasarkan 5 Nilai Penting terbesar secara keseluruhan ialah Commelina benghalensis L (55.8%), Cyperus rotundus (32.5%), Digitaria ciliaris (29.2%), Portulaca oleracea L (19.2%), Axonopus compressus (17.2 %), (3) Karakteristik gulma pada tanaman anggur berdasarkan 5 SDR terbesar secara keseluruhan ialah Commelina benghalensis L (27.9%), Cyperus rotundus (16.2%), Digitaria ciliaris (14.6%), Portulaca oleracea L (9.61%), Axonopus compressus (8.61%). Kata Kunci : Gulma, Floristik, Nilai Penting, Summed Dominance Ratio The aims of this research is to know (1) the floristic structure of weeds on the grape plant, (2) the magnitude of important value index of weeds on the grape plant, (3) the magnitude of SDR (Summed Dominance Ratio) index of weeds on the grape plant. This research is exploratory research. The population in this study are all weeds contained in the vineyard. The sample of this research was the weed specieses that exist in the three zones in the vineyard covered by the square sized of 1 x 1 m by 30 squares. Sampling was done by systematic sampling. Floristic data collected by quadrate method. The collected data was then analyzed by ecologycal statistic and descriptive. The results of this research indicate (1) The structure of floristic weeds on the grape plant consists of 20 specieses of weeds with 12 familia, (2) Characteristics of weeds in crops of grape plant by 5 Important overall is Commelina benghalensis L (55.8%), Cyperus rotundus (32.5%), Digitaria ciliaris (29.2%), Portulaca oleracea L (19.2%), Axonopus compressus (17.2%), (3) Characteristics of weeds on the vines by SDR 5 overall is Commelina benghalensis L (27.9%), Cyperus rotundus (16.2%), Digitaria ciliaris (14.6%), Portulaca oleracea L (9.61%), Axonopus compressus (8.61%). keyword : Weeds, Floristic, Importance Value, Summed Dominance Ratio
KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL DAUN CEREMAI (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) DAPAT MEMPERCEPAT PROSES PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA MENCIT (Mus musculus) JANTAN ., Ib Dimas Mahendra Wijaya; ., Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pemberian ekstrak daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) mengakibatkan perbedaan kecepatan penyembuhan luka bakar pada mencit (Mus musculus) (2) mengetahui konsentrasi yang paling efektif menyembuhkan luka bakar pada mencit (Mus musculus) jantan. Penelitian ini berupa true experiment dengan rancangan randomized post test only control group design. Sampel dalam penelitian ini berupa 6 ekor mencit. Sampel dibagi menjadi 5 kelompok yaitu 1 kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak etanol daun ceremai berturut-turut 1%, 3%, 5%, dan 7%. Data dianalisis dengan uji statistik, Kruskal Wallis dengan taraf signifikansi 5% dan uji lanjut Mann – Whitney. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun ceremai mengakibatkan perbedaan kecepatan penyembuhan luka bakar setelah diberikan variasi konsentrasi 1%, 3%, 5%, dan 7%. Konsentrasi yang paling efektif dalam penyembuhan luka bakar adalah 1% karena merupakan konsentrasi paling kecil yang memiliki nilai berbeda nyata dengan kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun ceremai dapat mempercepat proses penyembuhan luka bakar.Kata Kunci : Daun Ceremai, Luka Bakar, Penyembuhan Luka The aim of this research is (1) to know the giving of etahnol otaheitei gooseberry leaf extract (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) differences in healing rates time of burn on male mice (2) to know the most effective concentration in curing burn on male mice. This research is a true experiment with randomized post test only control group design. The sample of this research are 6 mice. The samples were divided into 5 groups: 1 control group and 4 treatment group with concentration of ceremai leaves were 1%, 3%, 5%, and 7%, respectively. The data were analyzed by statistic test, Kruskal Wallis with significance level of 5% and followed by Mann - Whitney test. The results showed that ethanol leaf extract of otaheitei gooseberry differences in healing rates of burns after given variations in concentrations of 1%, 3%, 5%, and 7%. The most effective concentration in burn wound healing is 1% because it is the smallest concentration that has significantly different values with the control group. Thus it can be concluded that giving ceremai leaf extraction can accelerate the healing process of burns.keyword : Otaheitei gooseberry leaves, Burn injury, Healing process
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., Ni Kadek Nanti; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung kelas VII di SMP Negeri 6 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan penelitian Non-Equivalent Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja yang terdistribusi kedalam 10 kelas. Tes hasil belajar IPA digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar siswa. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan uji t-test. Hasil analisis menunjukkan perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (t = 3,787, p = 0,000). Kualifikasi nilai rata-rata hasil belajar IPA yang diperoleh siswa dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing sebesar 82,26 lebih baik dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung sebesar 76,48. Kata Kunci : Hasil Belajar, Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Model Pembelajaran Langsung This study aims to determine differences in learning outcomes among students that learned IPA with guided inquiry learning model and students that learned by direct learning model in class VII SMPN 6 Singaraja. This study is a quasi-experimental research (quasi exsperiment) with the study design Non-Equivalent Pre-test Post-test Control Group Design. The population in this research were students of class VII SMPN 6 Singaraja distributed into 10 classes. Science achievement test used to collect the data of student learning outcomes. Data were analyzed with descriptive analysis and t-test. The analysis shows that there are IPA significantly differences in learning outcomes between students that learned with guided inquiry learning model and students that learned by direct learning model (t = 3,787, p = 0.000). Qualifications average value obtained IPA learning outcomes of students with guided inquiry learning model of 82,26 better than the students that learned with direct instructional model at 76,48.keyword : Guided Inquiry Learning Model, Learning Outcomes, Learning Direct Model

Page 6 of 66 | Total Record : 658