cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
ANALISIS SPESIES TUMBUHAN LANGKA DAN KEBERMANFAATANNYA DI HUTAN PUAKAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN DAERAH TUJUAN WISATA DI DUSUN PUAKAN, DESA TARO ., I Gede Budiasa; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) jumlah spesies tumbuhan langka, (2) apakah yang termasuk tumbuhan langka, (3) bagaimana sebaran titik koordinat tumbuhan langka, dan (4) manfaat tumbuhan langka bagi masyarakat setempat yang ada di Dusun Puakan, Desa Taro. Jenis penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan langka yang tercover dalam kuadrat, yang ada di seluruh area Hutan Puakan dan populasi sosiosistem yaitu masyarakat Dusun Puakan, Desa Taro. Sementara sampel dalam penelitian ini adalah vegetasi spesies tumbuhan yang tercover oleh kuadrat dengan ukuran 10 x 10 meter sebanyak 45 kuadrat dan sampel sosiosistem sebanyak 15 orang yang terdiri atas Pengayah Banjar dan Prajuru sejumlah 5 orang, Kepala Desa dan Staf sejumlah 3 orang, tokoh Masyarakat sejumlah 2 orang, dan Masyarakat Umum sejumlah 5 orang. Data yang telah terkumpul lebih lanjut dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan (1) secara keseluruhan ditemukan 24 spesies dari 12 familia sebaran tumbuhan langka dengan jumlah 112 individu yang ditemukan di wilayah Hutan Puakan, (2) tumbuhan langka yang ada di Hutan Puakan ini memiliki sebaran yang mengelompok dan acak, (3) sebaran titik kordinat tumbuhan langka terdapat 24 spesies tumbuhan langka dan 112 titik koordinat tumbuhan langka di 45 kuadrat di Hutan Puakan, (4) manfaat tumbuhan yang digunakan adalah sebagai papan 75%, rumah tangga 58%, obat 33,33%, upacara agama 29,16%, pangan 20,83%, dan sandang 4,16%. sedangkan bagian tumbuhan yang digunakan adalah batang 95,83%, daun 29,16%, buah 20,83%, bunga 12,5%, dan akarKata Kunci : Daerah Tujuan Wisata, Hutan Puakan, Sosiositem, Tumbuhan Langka The purpose of this research is to know (1) the number of rare plant species, (2) what are rare plants, (3) how the distribution of rare plant coordinate points, and (4) rare plant benefits for local people in Puakan Village, Taro Village. This research included in exploratory research. The population in this study were all rare plant species covered in quadrats, which existed throughout the Puakan Forest area and the sociosystem population of the Puakan Village, Taro Village. While the sample in this study is vegetation of plant species that covered by the square with the size of 10 x 10 meters as many as 45 squares and sociosystem samples as many as 15 people consisting of Pengayah Banjar and 5 Prajuru, 3 people consisting of community leader and staff, 2 public figures and the 5 public society. The data that has been collected were analyzed by descriptive analysis. The results of this study shows (1) overall found 24 species from 12 families of rare plant and 112 individuals found in the Puakan Forest area, (2) distribution of rare plants in Puakan Forest were clustered and random distribution, (3) distribution of rare plant point coordinates were found 24 species of rare plants and 112 rare plant point coordinates in 45 squares in Puakan forest (4) the benefits of plants that used for building as many as 75%, 58% for household, 33.33% for medicine, 29,16% for religious ceremony , 20,83 % for food, and for clothing 4.16%. While the parts of plants that used are stem 95.83%, leaves 29.16%, fruit 20.83%, flower 12.5%, and roots 0%keyword : Puakan Forest, Rare Plants, Sociosystem, Tourist Destination
ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS GULMA PADI SECARA SPASIAL DAN TEMPORAL DI SUBAK KECAMATAN BULELENG, KABUPATEN BULELENG ., Ni Luh Novi Yuni Ari; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Komposisi floristik; (2) Indeks similaritas dan desimilaritas keanekaragaman; dan (3) Perubahan biomassa gulma padi secara spasial dan temporal di Subak Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dan eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan gulma yang hidup pada sawah yang ditanami padi yang berada pada Desa Penarukan, Jineng Dalem dan Alasangker. Sampel dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan gulma yang tercakup oleh kuadrat dengan ukuran 1 x 1 meter sebanyak 25 kuadrat yang diambil di Subak Delod Sema, Subak Tingkih Keleb dan Subak Simpang dari minggu 1 hingga minggu 3 setelah bibit padi ditanam. Metode yang digunakan dalam pengambilan data penelitian ini adalah metode kuadrat. Data komposisi floristik dan perubahan biomassa gulma dianalisis secara deskriptif; Indeks keanekaragaman dianalisis dengan indeks Shannon-Wiener, indeks similaritas dan desimilaritas dianalisis menggunakan indeks Sorensen. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Terdapat 27 spesies gulma yang tergolong ke dalam 13 familia yang tersebar secara spasial dan temporal. (2) Secara spasial indeks similaritas keanekaragaman spesies gulma < 75% dan menunjukkan indeks desimilaritas yang tinggi. Indeks similaritas secara temporal antara minggu 1 dengan 2 dan minggu 1 dengan 3 sebesar < 25% dan indeks similaritas antara minggu 2 dengan 3 > 25%. Indeks desimilaritas gulma secara temporal > 63%. (3) Ada perubahan biomassa gulma secara spasial dan temporal.Kata Kunci : Gulma Padi, Struktur Komunitas Spasial, Struktur Komunitas Temporal This study aimed to determine the (1) floristic composition; (2) Index of similarity and diversity of dissimilarities; and (3) Biomass change paddy weed spatially and temporally in Subak at sub district Buleleng, district Buleleng. This type of research was descriptive research and exploratory. The population in this study were all species of plants as weeds growing in paddy fields cultivated with rice which is at Penarukan, Jineng Dalem and Alasangker village. The sample in this research were all weeds species covered by the square with a size of 1 x 1 meter by 25 squares drawn in Subak Delod Sema, Subak Tingkih Keleb and Subak Simpang from 1st week to 3rd weeks after the paddy seeds were planted. Least squares method was used in this research to collect the data. The Data floristic composition and changes in weed biomass were analyzed descriptively; Diversity index was analyzed with Shannon-Wiener index, an index of similarity and dissimilarities analyzed using Sorensen index. The results showed (1) There are 27 weed species belonging to the 13 family scattered spatially and temporally. (2) In the spatial diversity of weed species similarity index 63%. (3) There was a change in weed biomass spatially and temporally.keyword : Paddy Weeds, Spatial Community Structure, Temporal Community Structure
Aktivitas Fisik Berorientasi Komponen Biomotorik dapat Mengurangi Sindrom Premenstruasi pada Siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Kintamani ., Ni Kadek Mahigawati; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom premenstruasi merupakan keluhan menjelang menstruasi yang biasanya dimulai satu minggu sampai dengan beberapa hari sebelum menstruasi dan menghilang ketika menstruasi berlangsung. Salah satu faktor penyebab terjadinya sindrom premenstruasi adalah ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Ada keterkaitan antara aktivitas fisik dalam penanggulangan sindrom premenstruasi karena mampu memicu produksi hormon endorfin yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui perbedaan sindrom premenstruasi pada siswi kelas XII antara sebelum dan sesudah dilakukan aktivitas fisik berorientasi komponen biomotorik dan (2) Mengetahui aktivitas fisik berorientasi komponen biomotorik dapat mengurangi sindrom premenstruasi pada siswi kelas XII. Jenis penelitian adalah eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain pretest and posttest group design (treatment by subject design). Subjek dalam penelitian ini adalah siswi kelas XII yang berjumlah 68 orang yang mengalami sindrom premenstruasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner sindrom premenstruasi dengan skala Likert. Data dianalisis dengan uji t-paired pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata sindrom premenstruasi periode I sebesar 103,77 dan rerata sindrom premenstruasi periode II sebesar 40,46. Melalui uji t-paired diketahui terjadi penurunan sindrom premenstruasi antara periode I dan periode II sebesar 61%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik dapat mengatasi sindrom premenstruasi secara bermakna (p < 0,05).Kata Kunci : sindrom premenstruasi, aktivitas fisik, biomotorik Premenstrual syndrome is premenstrual complaints that usually begins one week to a few days before menstruation and disappears when menstruation. It can be cause heppened because of the hormones estrogen and progesterone are not balance. There are relationship between of physical activity with prevention of premenstrual syndrome because it can appear the production of endorphins which can be make the balanced of the hormones estrogen and progesterone. This aims of this research were (1) determined the difference of premenstrual syndrome in female students of class XII between before and after doing physical activity oriented biomotoric component, and (2) determined the physical activity oriented biomotoric component can reduce premenstrual syndrome in female students of class XII. This research was quasi experimental design with pretest and posttest group design (treatment by subject design). The subjects of this research were female students of class XII which amounted to 68 people who experienced premenstrual syndrome. The instrument used in this research is the premenstrual syndrome questionnaire with Likert scale. The data was analyze with t-paired test at signigicance level of 5% (α = 0,05). The results showed that the mean premenstrual syndrome first period amounted to 103.77 and the mean premenstrual syndrome II period amounted to 40.46. Through t-paired known to decrease premenstrual syndrome between the first period and the second period was 61%. It can be concluded that physical activity can overcome premenstrual syndrome were significantly different (p
PEMETAAN SEBARAN SPESIES TUMBUHAN LANGKA PADA HUTAN WISATA ALAS KEDATON ., Novi Awaliyah; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk peta sebaran spesies tumbuhan langka pada Hutan Wisata Alas Kedaton, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksploratif. Populasi penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan langka di Hutan Alas Kedaton. Sampel penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan langka pada kuadrat ukuran 20 x 20 meter sebanyak 100. Teknik pemetaan menggunakan pengukuran sederhana menurut Soenaryanto (1976). Teknik pengambilan sampel tumbuhan dilakukan secara sistematik sampling mengacu pada Mueller-Dombois (1974); Barbour et al., (1987); Wijana (2014). Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian pada kawasan hutan yang dibagi menjadi 4 wilayah berdasarkan kondisi lingkungan dan jumlah dominan spesies tumbuhan didapatkan 32 spesies tumbuhan langka dari 17 familia diantaranya yaitu Verbenaceae, Malpighiales, Meliaceae, Moraceae, Anacardiaceae, Apocynaceae, Lauraceae, Annonaceae, Combretaceae, Lythraceae, Myristicaceae, Phyllanthaceae, Rubiaceae, Myrtaceae, Caesalpinioidea, Elaeocarpaceae, dan Clusiaceae. Kata Kunci : Hutan Wisata Alas Kedaton, Peta sebaran, dan Tumbuhan langka The purpose research were to know mapping distribution of rare plant species on the Alas Kedaton Forest, Kukuh Village, Marga District, Tabanan. This research is explorative. The research population was all species of rare plants in the Alas Kedaton Forest. Samples were all rare plant species that covered by the square size of 20 x 20 m of 100. Mapping techniques use a simple measurement according Soenaryanto (1976). The sampling technique are plants is being systematically refers to Mueller-Dombois (1974); Barbour et al., (1987); Wijana (2014). Data were analyzed descriptively. Results of research on forest area is divided into four areas based on environmental conditions and the number of dominant plant species found 32 species of rare plants from 17 familia consist of Verbenaceae, Malpighiales, Meliaceae, Moraceae, Anacardiaceae, Apocynaceae, Lauraceae, Annonaceae, Combretaceae, Lythraceae, Myristicaceae, Phyllanthaceae, Rubiaceae, Myrtaceae, Caesalpinioidea, Elaeocarpaceae, and Clusiaceae.keyword : Alas Kedaton Forest, Mapping distribution, and Rare plants
KAJIAN PEMANFAATAN TUMBUHAN LANGKA DI HUTAN ALAS KEDATON BERBASIS SOSIAL BUDAYA DESA KUKUH MARGA TABANAN ., I Gede Andy Wira Sanjaya; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Spesies tumbuhan langka yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, (2) Cara pemanfaatan spesies tumbuhan langka berbasis sosial budaya, (3) Produk pemanfaatan dari spesies tumbuhan langka dan (4) Konservasi hutan adat yang berorientasi sosial budaya masyarakat setempat. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Hutan DTW Alas Kedaton Tabanan. Populasi dalam penelitian ini yaitu spesies tumbuhan yang terdapat di hutan DTW Alas Kedaton dan masyarakat setempat. Sampel dalam penelitian ini adalah spesies tumbuhan yang terdapat di hutan DTW Alas Kedaton yang tercakup oleh kuadrat dengan luas 20x20 m, sejumlah 55 kuadrat. Sampel untuk sosial budaya masyarakat setempat meliputi, komponen masyarakat sejumlah 30 orang. Metode dalam penelitian ini adalah metode kuadrat. Pengambilan data sosial budaya masyarakat mengenai pemanfaatan tumbuhan langka dan konservasi hutan adat menggunakan metode wawancara dan kuisioner. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan (1) Ada sebanyak 56 spesies tumbuhan secara umum, dengan jumlah spesies tumbuhan langka bermanfaat sebanyak 40 spesies (71,5%). Pemanfaatan tumbuhan langka digunakan untuk bahan pangan (16,6%), papan (27,2%), obat (7,6%), industri (12,2%), rumah tangga (10,6%), upacara agama (21,2%) dan budaya (4,6%). Bagian-bagian tumbuhan yang dimanfaatkan untuk kebutuhan tersebut meliputi batang (40,9,%), daun (21,2%), buah (21,2%), biji (3,1%), bunga (3,1%), ranting (4,5%), kulit batang (4,5%) dan akar (1,5%). (2) Cara pemanfaatan tumbuhan langka oleh masyarakat setempat memiliki berbagai macam cara yang berbasis sosial budaya dengan teknik tradisional. (3) Produk pemanfaatan tumbuhan langka, diantaranya, olahan buah, bahan bangunan, kerajinan, pewarna makanan alami, bahan upakara/banten dan obat tradisional. (4) Konservasi hutan adat dilakukan dengan cara menerapkan konservasi partisipatif, kearifan lokal (sosial budaya), aspek agama dan kerpercayaan.Kata Kunci : Pemanfaatan Tumbuhan Langka, Sosial Budaya, Konservasi, Hutan Alas Kedaton The purpose of this research is to know (1) Rare plant species that can be utilized by the society, (2) How to use rare plant species based social-culture, (3) Product utilization of rare plant species and (4) Indigenous forest conservation oriented to social-culture of the local society. This type of research is exploratory research. The location of this research is conducted in DTW Alas Kedaton forest Tabanan. The population in this research is a species of plant in the forest DTW Alas Kedaton and local society. The sample in this research is a plant species in the forest DTW Alas Kedaton covered quadratic with an area of 20x20 m, a number of 55 quadratic. Samples for the social-culture of the society comprise a 30-person society component. The method in this research is the quadratic method. The collection of socio-cultural data on the utilization of rare plants and indigenous forest conservation using interviews and questionnaire methods. Data is analyzed descriptively. The results of this research show (1) There are a number of 56 species plants in general, with the number of rare plant species benefical 40 species (71.5%). The utilization of rare plant used for foodstuffs (16.6%), boards (27.2%), traditional medicine (7.6%), industry (12.2%), households (10.6%), religious ceremonies (21.2%) and culture (4.6%). Parts of plants that are utilized for these needs include stem (40.9,%), leaf (21.2%), fruit (21.2%), seed (3.1%), flower (3.1%), twig (4.5%), bark (4.5%) and roots (1.5%). (2) How to use rare plants by the local community has a variety of ways that are based on social-culture with traditional techniques. (3) The Product utilization of rare plant, among others, processed fruit, building materials, crafts, natural food coloring, material upakara/banten and traditional medicine. (4) The conservation of indigenous forests is carried out by implementing participatory conservation, local wisdom (socio-cultural), religious aspects and religious beliefs.keyword : The Utilization of Rare Plants, Socio-Cultural, Conservation, Alas Kedaton Forest
ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP VEGETASI TERESTRIAL DITINJAU DARI ASPEK ABIOTIC DAN BIOTIC ENVIRONMENT DI KAWASAN WISATA DANAU BERATAN ., Ni Putu Siswandari; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kualitas lingkungan hidup vegetasi terestrial ditinjau dari aspek Abiotic dan Biotic Environtment di kawasan wisata Danau Beratan, (2) sumber dampak terhadap perubahan kualitas lingkungan di kawasan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada kawasan wisata hutan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah komponen lingkungan hidup yang meliputi komponen abiotic dan biotic. Komponen Abiotic pada terdiri atas tekstur tanah dan kemiringan lahan, sedangkan komponen biotic meliputi crown cover, densitas, dan stratifikasi. Sampel penelitian ini adalah aspek biotic,dan biotic pada kawasan wisata hutan yang tercakup dalam kuadrat. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sistematik sampling. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Kualitas lingkungan hidup ditinjau dari Aspek Abiotic dan Biotic Environtment di kawasan wisata Hutan Danau Beratan secara umum tergolong dalam kualitas buruk dengan skor 72, dan (2) sumber dampak pencemaran di kawasan hutan disebabkan oleh faktor intervensi manusia dan faktor alami.Kata Kunci : Abiotic dan biotic Environtment, Kualitas Lingkungan Hidup The aims of this research are to know (1) the quality of the environment in terms of aspects of terrestrial vegetation abiotic and Biotic Environtment in the tourist area of Beratan Lake, (2) the source of the impact of changing environmental quality in the region. This research was conducted in the tourist area of the forest. This type of research is exploratory research. The population in this research is a component of the environment that includes abiotic and biotic components. Abiotic components area consists of soil texture and slope of the land, while the biotic components include crown cover, density, and stratification. Samples were aspects of biotic and biotic in the tourist area of forest covered by the squares.The sampling technique is done in a systematic sampling. Data were analyzed statistically and descriptive ecology. The results showed (1) The quality of the environment in terms of aspects of abiotic and Biotic Environtment in the tourism area of Forest Beratan Lake generally classified as poor quality with a score of 72, and (2) the source of the impact of pollution on forest area was caused by the human intervention and factors naturally.keyword : Keywords: Abiotic and Biotic Environment, Environmental Quality
PENGARUH KONSENTRASI SPORA Trichoderma harzianum TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR PATOGEN YANG DIISOLASI DARI BATANG TANAMAN JERUK KEPROK (Citrus reticulata) ., Made List Metriani; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan diameter pertumbuhan jamur patogen yang diisolasi dari batang tanaman jeruk keprok akibat penambahan spora Trichoderma harzianum dengan konsentrasi yang berbeda; (2) konsentrasi spora Trichoderma harzianum yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen yang diisolasi dari batang tanaman jeruk keprok; dan (3) genus jamur patogen yang menyerang batang tanaman jeruk keprok (Citrus reticulata) yang diisolasi dari kawasan kebun jeruk di desa Sukawana, kecamatan Kintamani, kabupaten Bangli. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yakni konsentrasi spora Trichoderma harzianum 107, 108 dan 109 spora/ml dan 8 kali ulangan serta satu kontrol untuk masing-masing pengulangan. Populasi dalam penelitian ini berupa spora jamur patogen yang langsung diisolasi dari batang tanaman jeruk keprok bergejala sakit, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah spora jamur patogen yang telah diencerkan dalam 10 ml aquades. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa isolasi, direct plating dan dual culture. Data utama dianalisis dengan uji parametrik ANAVA satu arah, sedangkan data penunjang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) terdapat perbedaan diameter pertumbuhan Phytophtora sp. akibat pemberian spora Trichoderma harzianum dengan konsentrasi yang berbeda (F hitung > F Tabel); (2) perlakuan yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Phytophtora sp. adalah konsentrasi spora Trichoderma harzianum 109 spora/ml; dan (3) genus jamur patogen yang menyerang batang tanaman jeruk keprok yang diisolasi dari kawasan kebun jeruk di desa Sukawana, kecamatan Kintamani, kabupaten Bangli adalah Phytophtora sp.Kata Kunci : Trichoderma harzianum, konsentrasi spora, diameter koloni, jamur patogen, batang jeruk keprok Phytophtora sp. This research was an experimental that aimed to determine (1) differences of diameter growth fungal pathogens that isolated from the stem of tengerine due to the addition spores of Trichoderma harzianum with different concentrations; (2) the concentration of spores of Trichoderma harzianum which the most effective in inhibiting the growth of pathogenic fungi isolated from the stem of tangerine; and (3) the genus of pathogenic fungi that attack stem of tangerine (Citrus reticulata) which was isolated from citrus field in the Sukawana village, Kintamani District, Bangli Regency. This reaserched using a completely randomized design (CRD) with 3 treatments refered to Trichoderma harzianum spore concentration of 107, 108 and 109 spores/ml with 8 replicates and one control for each repetition. The population in this research were pathogenetic fungi’s spores that isolatedd from illness stem of tengerine. The sampel of this reseach were delution of were pathogenetic fungi’s spores. This reseach used isolation, direct plating, and dual culture method. The main data was analyzed by one-way ANOVA parametric test and the supporting data analyzed by descriptive way. The result of this reseach showed that (1) there is a difference in diameter growth of Phytophtora sp. due to the addition of Trichoderma harzianum spores with different concentrations (F test > F tabel); (2) the most effective in inhibiting the growth of Phytophtora sp. is using Trichoderma harzianum spore concentration 109 spores/ml; and (3) the genus of pathogenic fungi which attack the stem of tengerine that is isolated from citrus field in the Sukawana village, Kintamani District, Bangli Regency is Phytophtora sp.keyword : Trichoderma harzianum, concentration of spores, diameter growth, pathogenic fungi, plant stem, Citrus reticulata, Phytophtora sp.
KAJIAN SPESIES TUMBUHAN KARAKTER MELALUI ANALISIS NP DAN SDR PADA VEGETASI HUTAN PUAKAN, DUSUN PUAKAN, DESA TARO, TEGALLALANG, GIANYAR I.B.A, Manuaba; I. B. P, Arnyana,; M. P. A, Santiasa,
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui komposisi spesies tumbuhan, (2) mengetahui NP dan SDR spesies tumbuhan, (3) mengetahui spesies tumbuhan yang menjadi karakter pada vegetasi Hutan Puakan. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian eksporatif. Populasi ekosistem pada penelitian yaitu spesies tumbuhan yang ada di seluruh area hutan  Puakan  dan populasi sosiosistem yaitu masyarakat dusun Puakan dan Desa Taro. Sampel ekosistem dalam penelitian ini adalah vegetasi spesies tumbuahan yang tercover oleh kuadrat dengan ukuran 10x10 meter sebanyak 45 kuadrat yang dibagi menjadi 3 zona. Dan sampel sosiositem sebanyak 15 orang. Yang terdiri  atas Pengayah Banjar  dan Prejuru sejumlah 5 orang, kepala Desa dan staf  banyaknya 3 orang, tokoh masyarakat sejumlah 2 orang, dan masyarakat umum sebanyak 5 orang. Hasil penelitian ini (1) bahwa pada Hutan Puakan ada sebanyak 35 jenis spesies pohon yang ditemukan yang termasuk dalam 20 famili. Jumlah spesies pohon yang paling banyak yaitu pohon mahoni sebanyak 31 Pohon (2) NP dan SDR tertinggi tingkat pohon  pada vegetasi Hutan Puakan  adalah spesies tumbuhan Bunut  (Ficus altissima) dengan NP sebesar 27,1 %, dan  SDR sebesar 13,5 %,  untuk NP dan SDR terendah yaitu tumbuhan Kayu Taluh ( Vitex glabrata ) dengan NP sebesar 1,06 dan SDR sebesar 0,53.(3) Spesies tumbuhan yang menjadi karakter pada vegetasi hutan di Hutan Puakan adalah spesies tumbuhan Bunut  (Ficus altissima)
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN ANGGREK EPIFIT DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) SANGEH BALI DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MORFOLOGI TUMBUHAN ., Ni Kadek Delis Tina; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan anggrek epifit di kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Bali, 2) untuk mengetahui kelayakan pemanfaatan herbarium tumbuhan anggrek epifit di kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Bali sebagai media pembelajaran morfologi tumbuhan. Jenis penelitian ini adalah eksploratif. Populasi penelitian ini adalah seluruh tumbuhan anggrek yang tumbuh sebagai epifit pada habitus pohon di hutan Sangeh. Sampel dari penelitian ini yakni, spesies tumbuhan anggrek epifit yang hidup di hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh yang meliputi 15 titik sampel yang jaraknya terdekat dengan line transect. Data tingkat kelayakan herbarium sebagai media pembelajaran, diperoleh melalui metode kuisioner dan observasi oleh mahasiswa semester II t.a 2015/2016. Hasil yang diperoleh adalah: 1) Ditemukan 4 jenis anggrek epifit yaitu Dendrobium crumenatum Sw., Bulbophyllum odoratum (Blume) Lindl., Bryobium hyacinthoides (Blume) Y.P.Ng & P.J.Cribb., dan Vanda tricolor Lindl., nilai indeks keanekaragaman tergolong tinggi yakni sebesar 0,6613, 2) Dari 4 herbarium terdapat 2 herbarium yang dinyatakan sangat layak dan 2 herbarium yang dinyatakan layak sebagai media pembelajaran.Kata Kunci : Anggrek, Keanekaragaman, Media Pembelajaran, Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Hence, this research aims: 1) to know the epiphytic orchids diversity in the forest of the Natural Park (TWA) Sangeh Bali, 2) to determine the worthiness of the use of herbarium plant epiphytic orchids in the Natural Park (TWA) Sangeh Bali as a morphology plant learning media. The research type in this study is exploratif. The population of the study is the whole orchids which grow as epiphytes on habitus trees in the Sangeh forest . Samples of the study was taken from the epiphytic orchid species that live in the forest Natural Park (TWA) Sangeh which include 15 sample points which were located closest to the line transect. Data of the worthiness of the herbarium as a learning media was obtained through questionnaire and observation by the second semester students t.a 2015/2016. The results obtained are: 1) Found 4 types of epiphytic orchids, i.e., Dendrobium crumenatum Sw., Bulbophyllum odoratum (Blume) Lindl., Bryobium hyacinthoides (Blume) Y.P.Ng & P.J.Cribb., and Vanda tricolor Lindl., The value of the diversity index is high amounting to 0.6613, 2) From 4 herbarium, there are two determined to be very worthy and two herbarium determined to be worthy as a learning media.keyword : Orchid, Diversity, Learning Media, Natural Park (TWA) Sangeh
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN MIND MAPPING UNTUK MENILAI PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI Sucahyanti, Kadek Niva; Adnyana, I.P. Budi; Anton Santiasa, I Made Pasek
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen asesmen mind mapping yang valid, praktis, dan reliabel untuk menilai pemahaman konsep biologi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang dirancang dengan model pengembangan asesmen. Dalam tahap pengembangannya dilakukan melalui tiga uji yaitu uji validasi yang dilakukan dengan pengisian angket validasi oleh dua dosen ahli dan dianalisis rata-rata hasil kedua dosen ahli, uji kepraktisan dilakukan oleh guru dan siswa dengan mengisi angket respon, uji reliabilitas dilakukan dengan analisis inter-rater agreement. Hasil rata-rata uji validasi instrument sebesar 3,7 dan dapat predikat sangat valid. Hasil uji kepraktisan instrument sebesar 3,6 dan dapat predikat sangat praktis. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa instrument reliabel dengan  koefisien reliabilitas 0,805. Berdasarkan temuan tersebut dapat disiumpulkan bahwa instrument asesmen mind mapping yang dikembangkan dapat digunakan untuk menilai pemahaman konsep biologi siswa.

Page 7 of 66 | Total Record : 658