cover
Contact Name
Risky Kusuma Hartono, SKM, MKM
Contact Email
Risky_kusuma@yahoo.com
Phone
+6285646814814
Journal Mail Official
jikes@stikim.ac.id
Editorial Address
Jl. Harapan No.50, RT.2/RW.7, Lenteng Agung, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12610
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 14122804     EISSN : 23548207     DOI : https://doi.org/10.33221/jikes
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan mempersembahkan naskah original terkait perkembangan terkini isu kesehatan. Jurnal mendiskusikan tulisan-tulisan ilmiah terkait ilmu kesehatan masyarakat. Bidang keilmuwan jurnal mencakup medis, klinis, kesehatan masyarakat (manajemen dan kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, epidemiologi, maupun kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja), Penelitian manajemen kebidanan atau yang terkait dengan kebijakan maupun upaya preventif dan promotif, Penelitian manajemen keperawatan atau yang terkait dengan keperawatan lingkungan dengan upaya promosi kesehatan. Naskah ilmiah dalam jurnal ilmiah kesehatan berisikan hasil riset, studi kasus, atau kondisi konseptual, Jurnal ini diterbitka oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM) dengan frekuensi terbit 4 bulanan yaitu 3 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Maret, Agustus dan Desember setiap tahunnya. Pengiriman artikel, serta proses peninjauan, tidak dikenakan biaya (GRATIS), tetapi biaya publikasi (HANYA jika dipublikasikan). Jurnal ini juga telah menjadi anggota CrossRef, serta pengecekan plagiat dengan similarity check turnitin Karena itu, semua artikel yang diterbitkan oleh jurnal ini akan memiliki nomor DOI yang unik.
Articles 136 Documents
Studi Deskriptif Implementasi Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi Oleh Mahasiswa Kebidanan Melalui Program OSOC Ana Mufidaturrosida; Farida Utaminingtyas; Serafina Damar Sasanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Agustus Volume 21 Nomor 02 Tahun 2022
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v21i2.1546

Abstract

Kota Salatiga merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jawa Tengah yang berkontribusi dalam upaya penurunan AKI. Upaya dilakukan dengan mengikutsertakan institusi pendidikan kesehatan melalui program OSOC pada pendampingan ibu hamil risiko tinggi. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran implementasi pendampingan ibu hamil risiko tinggi oleh Mahasiswa Kebidanan melalui Program One Student One Client (OSOC) di Kota Salatiga. Metode penelitian survei deskriptif dengan melihat gambaran implementasi pendampingan ibu hamil risiko tinggi oleh mahasiswa kebidanan melalui program OSOC di Kota Salatiga. Populasi ibu hamil risiko tinggi di Wilayah Kota Salatiga. Teknik sampel total sampling dengan jumlah responden 25 orang. Alat pengumpulan data menggunakan format asuhan kebidanan komprehensif mulai dari hamil sampai masa nifas selesai. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder dari laporan kegiatan praktik OSOC mahasiswa. Penelitian menggunakan analisa data univariat secara deskriptif. Hasil penelitian 25 responden (100%) sudah memiliki KIA, 14 responden (56%) tidak terpasang stiker P4K, 25 responden (72%) terdampingi oleh mahasiswa saat kehamilan sebanyak >/ 4 kali, 9 responden (36%) mengalami KEK, 18 responden (72%) ibu bersalin yang terdampingi oleh mahasiswa saat proses persalinan, 23 responden (92%) jenis pesalinan normal, 18 responden (72%) di tolong oleh Bidan, 18 Responden (72%) pertolongan persalinan di lakukan di RS, 24 responden (96%) tidak mengalami masalah komplikasi selama proses persalinan, 19 responden (76%) mendapatkan kunjungan oleh mahasiswa sebanyak > 4 kali, 25 responden (100%) mendapatkan pengawasan nifas, dan 25 responden (100%) dalam kondisi normal, 23 responden (92%) mendapatkan kunjungan oleh mahasiswa sebanyak ≥ 3 kali, waktu kunjungan (KN1, KN2, KN3) sesuai yaitu 16 responden (64%), dan kondisi neonatus 25 (100%) dalam keadaan normal, dan metode KB yang digunakan adalah suntik 3 bulan sebanyak 21 responden (84%). Kesimpulan penelitian, implementasi program OSOC mayoritas ibu hamil risiko tinggi yang didampingi mahasiswa dengan kondisi KEK, asuhan persalinan mayoritas dilakukan di fasilitas kesehatan, ditolong oleh tenaga kesehatan, dan tidak ada komplikasi persalinan, asuhan ibu nifas dan neonatus mayoritas normal, dan asuhan KB mayoritas menggunakan suntik 3 bulan
Hubungan Beban Kerja Fisik dan Durasi Kerja dengan Kejadian Heat Strain Pada Pekerja Industri Kerupuk Merry Tiyas Anggraini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Agustus Volume 21 Nomor 02 Tahun 2022
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v21i2.1706

Abstract

Pekerja industri kerupuk terutama industri informal memberikan beban kerja fisik rangkap dan durasi kerja lebih dari 8 jam pada pekerjanya, lingkungan kerja yang panas memberikan beban kerja menjadi lebih berat. Sehingga banyak pekerja di industri kerupuk yang mengeluhkan suhu yang terlalu panas, keringat berlebihan, dan rasa haus. Keluhan tersebut merupakan respon fisiologis manusia yang bertujuan untuk mengurangi panas dari tubuh setelah menerima efek paparan panas yang disebut dengan heat strain. Hal tersebut dapat memberi dampak akut maupun kronis bagi tubuh melalui fisik atau kejiwaan. Efek yang muncul beragam, mulai gejala kemerahan di tubuh, tidak sadarkan diri, sampai keluhan berat seperti keringat berhenti keluar dan terjadi heat stroke. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan durasi kerja dengan kejadian heat strain pada pekerja industri kerupuk. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel minimal adalah 40 orang dengan teknik total sampling. Alat yang digunakan meliputi kuesioner Heat Strain Score Index (HSSI), lembar wawancara untuk mengetahui durasi kerja dan beban kerja fisik dengan menghitung frekuensi denyut nadi secara manual. Penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-square. Didapatkan hubungan antara beban kerja fisik (p=0,001, nilai PR=2,231) dengan kejadian heat strain dan durasi kerja (p=0,003, nilai PR=2,143) dengan kejadian heat strain. Terdapat hubungan signifikan antara beban kerja fisik dan durasi kerja dengan kejadian heat strain pada pekerja industri kerupuk. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa beban kerja fisik dan durasi kerja merupakan faktor risiko munculnya kejadian heat strain.
Peran Tokoh Agama Dalam Pencegahan COVID-19: Studi Literatur Review PUTRI DIYAH PATNI; Dien Anshari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Agustus Volume 21 Nomor 02 Tahun 2022
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v21i2.1713

Abstract

Meningkatnya ketidakpatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan menyebabkan terjadinya peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia, serta masih besarnya pengaruh peran tokoh agama dalam mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat dalam pengambilan keputusan, khususnya di bidang kesehatan. Hal tersebut menyebabkan tokoh agama berpotensi untuk ikut berkontribusi dalam mencegah COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji artikel secara global terkait peran tokoh agama dalam upaya pencegahan COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review, dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analyses). Artikel dicari menggunakan kata kunci yang disesuaikan dengan topik penelitian. Selain itu juga disesuaikan dengan kriteria inklusi yang dibuat oleh peneliti. Hasil penelitian memuat 10 artikel yang diseleksi baik secara nasional maupun internasional, dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta dengan rentang waktu artikel antara tahun 2016-2021. Selanjutnya, 10 artikel tersebut ditinjau dan dianalisis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah banyak peran yang dapat dilakukan oleh tokoh agama yaitu sebagai pemberi fatwa, komunikator dalam memberikan edukasi dan sosialisasi terkait COVID-19 dan sebagai tauladan di masyarakat . Peran tersebut dapat dimaksimalkan oleh pemerintah dan para tokoh agama dalam upaya pencegahan COVID-19 di masyarakat.
Path Analysis Pengaruh Norma Subjektif dan Persepsi terhadap Perilaku Donor Darah Plasma Konvalesen Yuli - Astuti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21 No 03 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 21 Nomor 03 Tahun 2022
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v21i03.1980

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) merupakan salah satu penyakit menular yang muncul pertama di Wuhan Cina. Pandemi Covid-19 masuk di Indonesia mulai awal tahun 2020. Plasma konvalesen merupakan salah satu terapi pengobatan yang direkomendasikan untuk penanganan Covid-19 yang mengalami manifestasi klinis yang berat. Perilaku donor plasma konvalesen dipengaruhi oleh banyak faktor yang diperantarai oleh niat donor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui path analysis faktor yang mempengaruhi perilaku donor darah plasma konvalesen. Metode Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode observasional analitik, dengan teknik pengumpulan datanya adalah data primer dengan kuisioner dibagikan kepada 39 responden secara acidental sampling. Uji statistik yang digunakan adalah analisis jalur dengan aplikasi SPSS 21. Hasil Penelitian ini terdapat pengaruh signifikan norma subjektif terhadap niat dan perilaku donor (P<0.005); terdapat pengaruh signifikan persepsi terhadap niat dan perilaku donor (P<0.005), dan terdapat pengaruh signifikan norma subjektif dan persepsi terhadap perilaku donor melalui niat donor darah plasma konvalesen (β1=-0.317, β2=0.396; e1=0.718; e2=0.488). Kesimpulan Terdapat pengaruh signifikan norma subjektif terhadap niat donor darah plasma konvalesen, terdapat pengaruh signifikan persepsi terhadap niat donor darah plasma konvalesen, dan terdapat pengaruh signifikan norma subjektif, serta persepsi terhadap perilaku donor darah plasma konvalesen melalui niat berdonor darah plasma konvalesen.
Pengaruh Pendidikan Pencegahan Stunting Terhadap Pengetahuan Kader Posyandu Dian Septyana Tri Astuti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Agustus Volume 21 Nomor 02 Tahun 2022
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v21i2.2020

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem characterized by a short body (stunted). Health education is held as a learning effort to improve the Posyandu cadres’ knowledge of stunting prevention. The Posyandu cadres’ role is vital to the early prevention of stunting. This study aimed to figure out the influence of health education on Posyandu cadres’ knowledge of stunting prevention in Keniten urban village, Ponorogo. This study used pre-experimental designs, namely a one-group pretest-posttest design. The sampling technique used in this study was total sampling with 35 samples in total. The data collection method was questionnaires. The statistical test was done using the Wilcoxon test. The result showed a significant improvement in the cadres’ knowledge level before and after giving health education with an average score of 81 increased to 90. The statistical test result showed a p-value of 0.005 (≤0.05), indicating a significant effect of health education on Posyandu cadres’ knowledge level of stunting prevention in Keniten urban village. The improvement on posyandu cadres’ knowledge of stunting prevention level happens due to health education. Providing information on stunting prevention or conducting training regularly by the Community Health Center to the Posyandu cadres to improve their knowledge to be better.
Profil Pengobatan Dispepsia Pasien Rawat Inap di RSUD Budhi Asih periode Juli 2019 – Juni 2020 Fransiska - Sitompul; Dwikarlina Hidayat; Linggom Kurniaty; Nadya Theresia Muraga
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21 No 03 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 21 Nomor 03 Tahun 2022
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v21i03.2041

Abstract

Dispepsia merupakan sekumpulan gejala yang menimbulkan sensasi tidak nyaman di bagian saluran pencernaan, umumnya dirasakan di daerah epigastrium, antara bagian bawah prosessus xiphoideus sampai dengan umbillicus. Istilah dispepsia berasal dari bahasa yunani, terdiri dari 2 suku kata yaitu (“dys” artinya buruk ; “pepsis” artinya pencernaan). Sekumpulan gejala klinis yang dapat dirasakan antara lain seperti sensasi terbakar dan nyeri epigastrium, mual, muntah, kembung, penumpukan gas di epigastrium, kekenyangan dan sendawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengobatan dispepsia pasien rawat inap di RSUD Budhi Asih periode Juli 2019 – Juni 2022. Penelitian ini dilakukan dengan desain cross sectional retrospektif. Sampel terdiri dari 139 rekam medik pasien dispepsia diambil secara total sampling. Hasil penelitian diperoleh dispepsia dialami perempuan (58,99%), keluhan utama mual (74,82%), terapi obat antiulkus: sucralfate oral (25,77%), dan terapi prokinetik : ondansetron (33,73%), lama rawat 1-3 hari (71,22%), variasi jumlah obat dispepsia dan anti ulkus menunjukkan jumlah obat 1-3 (92,81%), bentuk sediaan obat injeksi (50,34%), dan bentuk tablet (26,68%). Kesimpulan penelitian adalah faktor yang berhubungan dengan pengobatan dispepsia pasien rawat inap di RSUD Budhi Asih periode Juli 2019 – Juni 2022 dipengaruhi jenis kelamin, gejala klinis yang dikeluhkan, kelas terapi antikulkus, variasi jumlah obat dan bentuk sediaan obat.
Peningkatan Pengetahuan 1000 Hari Pertama Kehidupan pada Calon Pengantin Melalui Promosi Kesehatan Nurul Fadhilah; Agustina Agustina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21 No 03 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 21 Nomor 03 Tahun 2022
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v21i03.2079

Abstract

Pengetahuan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) penting diberikan kepada calon pengantin untuk mencegah terjadinya Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil yang merupakan penyebab langsung kematian ibu. Namun berdasarkan beberapa penelitian terdahulu didapatkan hasil bahwa pengetahuan calon pengantin mengenai 1000 HPK masih tergolong kurang. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan dan pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan 1000 HPK yang meliputi konsep 1000 HPK, periode kehamilan, periode anak 0-6 bulan, dan periode anak 6-24 bulan pada calon pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancoran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi pra-eksperimental. Penelitian dilakukan pada Maret-Juni 2022 di KUA Kecamatan Pancoran dengan populasi penelitian calon pengantin yang mendaftar di KUA Kecamatan Pancoran, jumlah sampel penelitian sebanyak 84 responden. Teknik pengumpulan data yaitu accidental sampling, dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Pelaksanaan promosi kesehatan dilakukan dengan metode komunikasi interpersonal dengan media leaflet. Data dianalisis dengan uji univariat dan uji bivariat. Hasil analisis bivariat dengan uji Wilcoxon didapatkan adanya pengaruh promosi kesehatan 1000 HPK (p=0,000), periode kehamilan (p=0,000), periode anak 0-6 bulan (p=0,000), dan periode anak 6-24 bulan (p=0,000) dengan peningkatan pengetahuan calon pengantin mengenai 1000 HPK. Penelitian ini menyimpulkan terdapat perbedaan dan pengaruh pengetahuan 1000 HPK secara signifikan sebelum dan sesudah pemberian promosi kesehatan pada calon pengantin. Diharapkan KUA Kecamatan Pancoran menambahkan materi mengenai 1000 HPK pada saat kelas calon pengantin (Catin) agar calon pengantin dapat mempersiapkan dengan baik kesehatan pada masa 1000 HPK.
Pemberdayaan Remaja melalui Program Terintegrasi PATUJUA untuk Mencegah Stunting di Sulawesi Tengah Putri Mulia Sakti; Sumiaty Sumiaty; Hasnawati Hasnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21 No 03 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 21 Nomor 03 Tahun 2022
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi sumber daya manusia di masa depan yang disebabakan oleh faktor multidimensi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah meresmikan program PATUJUA sebagai upaya untuk menurunkan perkawinan anak dan meningkatkan usia kawin pertama. Tujuan Penelitian ini untuk menilai indikator sosialisasi dan edukasi pemberdayaan remaja melalui program integrasi PATUJUA. Metode menggunakan desain dekriptif yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan, Kota Palu Sulawesi tengah pada bulan April - Juni 2022. Populasi, semua remaja yang berumur antar 11-20 tahun. Sampel sebanyak 96 orang dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Data dianalisis secara univariat untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja. Hasil penelitian 71,9% responden mengetahui perubahan bentuk tubuh pada laki-laki dan 75,0% responden mengetahui perubahan bentuk tubuh perempuan, 23,9% responden menjawab tidak hamil jika melakukan hubungan seksual hanya sekali. Umur pertama kali laki-laki menikah 39,6% responden menjawab antara umur 19-25 tahun sedangkan untuk perempuan sejumlah 47,9% responden menjawab kurang dari 19 tahun. Usia memiliki anak pertama kali bagi laki-laki 50% responden menjawab antara umur 20 -35 tahun dan bagi perempuan 53,1 % responden menjawab umur dibawah 20 tahun, 86,4% responden mengetahui dampak kehamilan remaja bagi bayi. Kesimpulan pemberdayaan remaja melalui program integrasi PATUJUA dapat meningkatkan pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi.
Hubungan Intensitas Kebisingan dan Penggunaan Alat Pelindung Diri dengan Gangguan Pendengaran pada Pekerja Pabrik Tekstil Merry Tiyas Anggraini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21 No 03 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 21 Nomor 03 Tahun 2022
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v21i03.2088

Abstract

Gangguan pendengaran akibat bising di Indonesia termasuk yang paling tinggi di Asia Tenggara yaitu sekitar 36 juta orang atau 16,8%. Gangguan pendengaran tidak hanya dipengaruhi intensitas kebisingan ada juga faktor lain seperti karakteristik pekerja seperti lama paparan, masa kerja, penggunaan alat pelindung telinga. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang terdapat sekitar 60% pekerja menyatakan mengalami gangguan pendengaran akibat terpapar bising di lingkungan kerjanya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan intensitas kebisingan dan penggunaan alat pelindung diri dengan gangguan pendengaran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sejumlah 40 orang dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah audiometri, sound level meter untuk mengetahui intensitas kebisingan dan lembar wawancara untuk mengetahui penggunaan alat pelindung diri. Uji statistik penelitian ini menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis didapatkan hubungan antara intensitas kebisingan (p=0,000, nilai PR=7,667) dengan gangguan pendengaran dan penggunaan alat pelindung diri (p=0,001, nilai PR=4,172) dengan gangguan pendengaran. Terdapat hubungan signifikan antara intensitas kebisingan dan penggunaan alat pelindung diri dengan gangguan pendengaran, selain itu intensitas kebisingan dan tidak menngunakan alat pelindung diri merupakan fakto resiko munculnya gangguan pendengaran.
Analisis Efektivitas Biaya Pelayanan Sectio Caesarea: Studi Kasus pada Masa Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19 di Rumah Sakit X Tahun 2019-2020 Muhammad Raoul Taufiq Abdullah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21 No 03 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 21 Nomor 03 Tahun 2022
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v21i03.2221

Abstract

Pandemi COVID-19 membuat seluruh interaksi tatap muka menjadi terhambat, termasuk pelayanan sectio caesarea. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah membuat sebuah pedoman pelayanan persalinan yang beradaptasi dengan masa pandemi COVID-19. Pedoman terbaru menambahkan prosedur skrining COVID-19 pratindakan, pengadaan APD, dan sterilisasi ketat alat serta ruangan. Hal ini berpotensi untuk meningkatkan biaya dan mengurangi efisiensi pelayanan SC. Peneliti melakukan penelitian pada Rumah Sakit X dengan menggunakan data sekunder pasien tindakan SC dengan rentang waktu Juni-Desember 2019 sebagai kelompok sebelum pandemi dan Juni-Desember 2020 sebagai kelompok pada saat pandemi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengeluaran per pasien yang signifikan dibandingkan pada masa sebelum pandemi. Hal ini tidak diikuti dengan penambahan pendapatan per pasien sehingga berdampak pada penurunan profit per pasien yang signifikan. Kelompok sampel pada saat pandemi juga tidak menunjukan adanya peningkatan Length of Stay (LoS) yang signifikan sebagai luaran persalinan. Peneliti menggunakan analisis ACER dan ICER untuk menentukan efektivitas layanan secara keseluruhan. Hasil perhitungan menunjukan bahwa ACER pada masa pandemi lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan sebelum pandemi. Hasil perhitungan mendapatkan juga nilai ICER sebesar -Rp426.940,77 per hari. Kedua nilai ini dapat menujukan bahwa prosedur tindakan SC pada saat pandemi tidak efektif dari segi biaya. Sehingga peneliti memiliki kesimpulan bahwa standar operasional prosedur tindakan SC selama masa pandemi COVID-19 tidak cost-effective jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi COVID-19.

Page 10 of 14 | Total Record : 136


Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 03 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 23 Nomor 03 Tahun 2024 Vol 23 No 02 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Agustus Volume 23 Nomor 02 Tahun 2024 Vol 23 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Terbitan Maret Volume 23 Nomor 01 Tahun 2024 Vol 22 No 03 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 22 Nomor 03 Tahun 2023 Vol 22 No 02 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Agustus Volume 22 Nomor 02 Tahun 2023 Vol 22 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Maret Volume 22 Nomor 01 Tahun 2023 Vol 21 No 03 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 21 Nomor 03 Tahun 2022 Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Agustus Volume 21 Nomor 02 Tahun 2022 Vol 21 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Maret Volume 21 Nomor 01 Tahun 2022 Vol 20 No 3 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 20 Nomor 03 Tahun 2021 Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Agustus Volume 20 Nomor 02 Tahun 2021 Vol 20 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Maret Volume 20 Nomor 01 Tahun 2021 Vol 19 No 03 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 19 Nomor 03 Tahun 2020 Vol 19 No 02 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Agustus Volume 19 Nomor 02 Tahun 2020 Vol 19 No 01 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Maret Volume 19 Nomor 01 Tahun 2020 Vol 18 No 3 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 18 Nomor 3 Tahun 2019 Vol 18 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Agustus Volume 18 Nomor 2 Tahun 2019 Vol 18 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Maret Volume 18 Nomor 1 Tahun 2019 Vol 17 No 02 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Agustus Volume 17 Nomor 2 Tahun 2018 Vol 17 No 01 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Maret Volume 17 Nomor 1 Tahun 2018 Vol 17 No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 17 Nomor 3 Tahun 2018 Vol 16 No 03 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 16 Nomor 3 Tahun 2017 Vol 16 No 02 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Agustus Volume 16 Nomor 2 Tahun 2017 Vol 16 No 01 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Maret Volume 16 Nomor 1 Tahun 2017 More Issue