cover
Contact Name
I Gede Arjana
Contact Email
igede.arjana@undiksha.ac.id
Phone
+6287701436225
Journal Mail Official
jurnalpendidikanfisikaundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha
ISSN : 25992554     EISSN : 25992562     DOI : 10.23887
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching of physic education in Ganesha University of Education(GUE). The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at physic Education
Articles 443 Documents
PENGARUH METODE LEARN TO THINK (LTT) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SERIRIT TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Ni Kadek Suratini .; Drs. I Made Wirta, M.Pd .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3279

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar menggunakan metode LTT dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan metode direct instruction. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2013/2014, yang terdiri atas 283 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan Anava satu jalur. Sebagai tindak lanjut dari Anava, digunakan Least Significant Difference (LSD) untuk menguji signifikansi perbedaan skor rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan metode LTT dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan metode direct instruction (F = 59,098; p
THE EFFECT OF SELF REGULATED LEARNING MODEL TOWARDS THE PHYSICS CONCEPT UNDERSTANDING OF THE 8TH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 UBUD IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 I Made Adi Wiadnyana .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan model self regulated learning (MSRL) dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran direct instruction (MPDI). Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu dengan desain penelitian nonequivalent pretest-posttest control group design. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model self regulated learning dan model direct instruction sedangkan variabel terikatnya adalah pemahaman konsep fisika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ubud tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 9 kelas dengan jumlah populasi 248 siswa. Sampel kelompok diambil dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 108 siswa, di mana 55 siswa pada kelompok MSRL (VIIID dan VIIIE) dan 53 siswa pada kelompok MPDI (VIIIF dan VIIIG). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest. Data pemahaman konsep fisika siswa dianalisis secara deskriptif dan analisis varians satu jalur, dengan pengujian taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar menggunakan MSRL dan MPDI (F = 23,196 dan α = 0,001). Pemahaman konsep fisika siswa yang belajar dengan menggunakan MSRL berada pada kualifikasi baik (M = 75,21 dan SD = 8,50) sedangkan pemahaman konsep fisika siswa yang belajar dengan menggunakan MPDI berada pada kualifikasi cukup (M = 59,43 dan SD = 12,00). Hasil ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep fisika kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan MSRL relatif lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan MPDI. Kata Kunci : model self regulated learning, model pembelajaran direct instruction, pemahaman konsep fisika. This study aimed at analyzing the difference of physics concept understanding between the groups of students who studied with self regulated learning model (SRLM) and the student who studied with direct instruction learning model (DILM). This study was quasy experiment with using non equivalent pretest-posttest control group design. The independent variables on this research were self regulated learning model and direct instruction model, meanwhile the dependent variable was physics concept understanding. The population of this research was the whole students of grade VIII of SMP Negeri 1 Ubud in the academic year 2013/2014 which consisted of 248 students from 9 classes. Group of samples were taken by using simple random sampling technique. The amount of samples in this research were 108 students in which 55 students were from the SRLM group (class VIIID and VIIIE) and 53 students were from DILM group (class VIIIF and VIIIG). The techniques used for collecting data were pretest and posttest. The data of students’ physics concept understanding were analyzed descriptively and using one way variance analysis, with the significant evaluation level was 0.05. The result shows that there is a difference of physics concept understanding between group of SRLM students and group of DILM students (F= 23.196 and α= 0.001). The physics concept understanding on the SRLM students was categorized "good"(M=75.21 and SD=8.50), meanwhile the physics concept understanding on the DILM students was categorized "fair" (M=59.43 and SD=12.00). This result shows that the physics concept understanding of the group of SRLM students is higher than of the group of DILM students. keyword : Self regulated learning model, Direct instruction learning model, Physics concept understanding
TINDAK GURU DALAM PEMBELAJARAN FISIKA KELAS X DI SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA Ayu Tika Dhyana Ningsih .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Drs. I Nyoman Subratha,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak guru dalam pembelajaran fisika yang berkaitan dengan perencanaan pembelajaran, pengembangan perangkat pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Metode penelitian yang di pergunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga metode yaitu metode dokumentasi, wawancara dan observasi. Penelitian ini melibatkan dua orang guru yang menjadi fokus pengamatan dan sumber informasi. Hasil penelitian menghasilkan lima kesimpulan sebagai berikut. Pertama perencanaan yang dilaksanakan oleh guru sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan strandar yang ditetapkan oleh pemerintah melalui standar isi pada Permendiknas No. 41 tahun 2007. Kedua pengembangan yang dilakukan oleh sebagian guru dalam perencanaannya meliputi metode belajar yang inovatif dengan siklus 5e. Ketiga pelaksanaan pembelajaran tidak sepenuhnya menerapkan rancangan perencanaan pembelajaran yang telah disusun . Keempat pengelolaan pembelajaran kurang maksimal terutama pada metode pembelajaran yang diterapkan, sehingga tujuan pembelajaran belum sepenuhnya tercapai. Kelima penilaian dilakukan oleh guru dengan menerapkan penilaian yang komperhensif meliputi penilaian afektif, kognitif dan psikomotorKata Kunci : tindak guru, perangkat pembelajaran fisika This study aimed at describing the teacher action in physics learning that dealt with the learning plan, learning device development, implementation of learning, and learning management & assessment. The research was qualitative research methods. The data was collected by using three methods: a method of documentation, interview, and observation. This study involved two teachers as the focus of research and the resources of information. The results of the study produce five conclusions: First, planning is carried out by the teachers before carrying out learning activities according tothe standards set by the government through the content standards at Permendiknas No. 41 of 2007. Second, the development which is conducted by some teachers in the lesson plan involved the innovative learning method by using 5E cycle. Third, the implementation of learning doesn’t fully implement the lesson plan which has been prepared. Fourth, the management of the learning is less maximum mainly for the learning method which is applied. Fifth, the assesment which is done by the teacher with implementing of comprehensive assesment includes affective, cognitive, and psychomotor evaluation.keyword : teacher act, learning device of physics
PENGARUH MODEL BERBASIS MASALAH (PROBLEM-BASED LEARNING) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SAWAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Ni Kadek Pujiastuti .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Luh Putu Budi Yasmini, S.Pd., M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3465

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) terhadap pemahaman konsep fisika siswa mengenai materi Listrik Dinamis. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X semester II SMA Negeri 1 Sawan tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah populasi 183 orang. Sampel diambil dengan cara simple random sampling berjumlah 105 orang siswa. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep fisika siswa. Variabel bebas adalah model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dan model pembelajaran langsung. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data pemahaman konsep fisika siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep berbentuk tes pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan statistic deskriptif, ANAVA, dan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep antara siswa yang belajar menggunakan model problem based learning dan model pembelajaran langsung (F = 20,012; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 I A Diah Prastika Dewi .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Luh Putu Budi Yasmini, S.Pd., M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3466

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap pemahaman konsep IPA siswa mengenai materi Cahaya dan Alat-alat optik. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII semester II SMP Negeri 6 Singaraja Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah dua belas kelas (393 siswa). Sampel diambil melalui teknik simple random sampling dan berjumlah empat kelas (138 siswa). Instrumen yang digunakan adalah tes pemahaman konsep yang memiliki reliabilitas (r= 0,86). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, ANAKOVA, dan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran langsung (F= 3573,148; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN PETA KONSEP (CONCEPT MAPPING) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SAINS Ketut Janur Antariani .; Drs. I Made Wirta, M.Pd .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3467

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan prestasi belajar sains antara siswa yang belajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw berbantuan peta konsep (Concept Mapping) (MPKTJ-CM), Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw (MPKTJ), dan Model Direct Instruction (MDI). Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest non-equivalent control group design. Sampel diambil dengan cara simple random sampling dan berjumlah 96 orang siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar sains berbentuk tes pilihan ganda. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik Anava pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar sains antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan MPKTJ-CM, kelompok siswa dengan MPKTJ, dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan MDI dalam pembelajaran IPA Terpadu (F= 14,345; p
THE EFFECT OF COLLABORATIVE CONCEPT MAPPING LEARNING STRATEGY TOWARDS THE STUDENTS CONCEPTUAL UNDERSTANDING OF PHYSICS I Gede Arjana .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Luh Putu Budi Yasmini, S.Pd., M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan strategi pembelajaran collaborative concept mapping (SCCM), kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan strategi pembelajaran peta konsep (SCM), dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan strategi pembelajaran sekspositori (SPE). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu (quasi eksperiment) dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IA di SMA Negeri 1 Singaraja Tahun Ajaran 2013/2014 dengan jumlah total 237 siswa. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, ANAKOVA, dan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang belajar dengan menggunakan SCCM, SCM, dan SPE (F = 14,946; p
The Effects of 3C3R-Problem Based Learning towards the Science (Physics) Problem Solving Skill at Grade VIII students of a SMPN in Academic Year 2013/2014 Wanda Yudi Astari .; Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3501

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah sains (fisika) antara siswa yang belajar dengan model 3C3R-Problem Based Learning (3C3R-PBL), model Problem Based Learning (PBL), dan model pembelajaran konvensional (MPK). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 1 Kuta Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah lima kelas (160 siswa). Sampel diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumah 96 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kemampuan pemecahan masalah awal siswa yang diperoleh dari hasil pre-test dan kemampuan pemecahan masalah siswa yang diperoleh dari hasil post-test. Tes kemampuan pemecahan masalah siswa yang dipergunakan terdiri dari 10 soal essay. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, ANAKOVA, dan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah sains (fisika) antara siswa yang belajar dengan menggunakan 3C3R-PBL, PBL, dan MPK (F = 12.684; p
PENGARUH MODEL PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN PETA KONSEP (CONCEPT MAPPING) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Ni Kadek Ani Parwati .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar siswa yang belajar menggunakan model problem based-learning berbantuan peta konsep (MPBL-CM), model problem based-learning (PBL), dan model pembelajaran langsung (DI). Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu dengan desain penelitian pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah empat belas kelas. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel terdiri dari tiga kelas (VIII2, VIII3, dan VIII4) dengan jumlah 120 siswa. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar siswa yang dikumpulkan dengan tes hasil belajar. Tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda yang terdiri dari 20 butir soal. Data hasil belajar fisika siswa menggunakan skor gain ternormalisasi. Pengujian hipotesis menggunakan ANAVA satu jalur dan uji lanjut Least Significant Difference (LSD) untuk menguji komparasi pasangan skor rata-rata hasil belajar tiap kelompok perlakuan. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian menunjukan terdapat perbedaan hasil belajar fisika siswa antar kelompok MPBL-CM, MPBL, dan DI (F = 46,962; p
THE EFFECT OF GUIDED NOTE TAKING ASSISTED SELF REGULATED LEARNING MODEL TOWARDS THE PHYSICS LEARNING ACHIEVEMENT OF AN SMP STUDENTS Ni Wayan Yusti Purnadewi .; Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si .; Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan prestasi belajar fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan model self regulated learning berbantuan guided note taking (SRLMA), kelompok siswa yang belajar dengan model self regulated learning (SRLM) dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Konvensional (CLM). Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu dengan desain penelitian nonequivalent pretest-posttest control group design. Variabel bebas pada penelitian ini adalah SRLMA, SRLM dan CLM sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar fisika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Abiansemal tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 9 kelas dengan jumlah populasi 308 siswa. Sampel kelompok diambil dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 103 siswa.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest. Data prestasi belajar fisika siswa dianalisis secara deskriptif dan analisis ANACOVA satu jalur, dengan pengujian taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang belajar dengan menggunakan SRLMA, SRLM, dan CLM (F = 20,782 dan α = 0,001). Prestasi belajar siswa yang belajar dengan menggunakan SRLMA berada pada kualifikasi cukup (M = 64,00; SD = 6,43), yang belajar dengan menggunakan SRLM berada pada kualifikasi cukup (M = 59,00; SD = 6,09), dan yang belajar dengan menggunakan CLM berada pada kualifikasi kurang (M = 54,60; SD = 5,80). Hasil tindak lanjut uji LSD menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa yang belajar dengan model SRLMA lebih tinggi dibandingkan SRLM ( ; Δµ= 3,628). Prestasi belajar siswa yang belajar dengan SRLMA lebih tinggi dibandingkan CLM ( ; Δµ=8,211). Prestasi belajar siswa yang belajar dengan SRLM lebih tinggi dibandingkan CLM (LSD = 2,856; Δµ=4,853). Kata Kunci : model self regulated learning, prestasi belajar, model pembelajaran konvensional, guided note taking This study aimed at analyzing the difference of students’ achievement among the students who studied by using Guided Note Taking Assisted Self Regulated Learning Model (SRLMA), Self Regulated Learning Model (SRLM), and Conventional Learning Model (CLM). This study was quasy experiment with non equivalent pretest-posttest control group design. The independent variables of this research were the SRLMA, SRLM, and CLM with prior students’ achievement as covariate, while the dependent variable was physics students’ achievement. The population of this research was the whole grade VIII students of SMP Negeri 2 Abiansemal in academic year 2013/2014 which consisted of 308 students from 9 classes. Groups of sample were taken by using simple random sampling technique. The amount of the samples were 103 students. Data were collected by using pretest and posttest. Data of students’ achievement were analyzed descriptively and used one way ANCOVA analysis. For further analysis, Least Significant Difference (LSD) was used with significant evaluation test level 0.05. The result of this study shows that there are students’ achievement differences among students of SRLMA group, SRLM group, and CLM group (F= 20.782 and α= 0.001). The students’ achievement on the SRLMA students was considered as medium category (M=64.00 and SD=6.43), the students’ achievement on the SRLM group was considered as medium category (M=59.00 and SD=6.09), while the students’ achievement on the CLM students was considered as low category (M=54.60 and SD=5.80). This result shows that the students’ achievement of the SRLMA group was higher than the SRLM group and CLM group. LSD analysis shows that the students’ achievement of SRLMA group is better than SRLM group (LSD=2.877; =3.628), the students’ achievement of SRLMA group is better than CLM group (LSD=2.856; =8.211), and the students’ achievement of SRLM was higher than CLM group (LSD=2.856; =4.853).keyword : Self regulated learning model, Learning achievement, Guided note Taking, Conventional Learning Model