cover
Contact Name
I Gede Arjana
Contact Email
igede.arjana@undiksha.ac.id
Phone
+6287701436225
Journal Mail Official
jurnalpendidikanfisikaundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha
ISSN : 25992554     EISSN : 25992562     DOI : 10.23887
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching of physic education in Ganesha University of Education(GUE). The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at physic Education
Articles 443 Documents
STRATEGI PEMBELAJARAN FISIKA KAITANNYA DENGAN PERSEPSI, MOTIVASI, DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 4 SINGARAJA ., Aprilia Rosita Dewi; ., Dr. A.A.Istri Agung Rai Sudiatmika,M.P; ., Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5569

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) mendeskripsikan strategi pembelajaran guru dalam pembelajaran fisika kelas X SMA Negeri 4 Singaraja, 2) mendeskripsikan persepsi siswa tentang strategi pembelajaran guru fisika kelas X SMA Negeri 4 Singaraja, 3) mendeskripsikan motivasi belajar dalam pembelajaran fisika kelas X SMA Negeri 4 Singaraja, dan 4) mendeskripsikan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika kelas X SMA Negeri 4 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X MIA 5 dan X MIA 6 di SMA Negeri 4 Singaraja. Data strategi pembelajaran fisika diperoleh dengan observasi dan wawancara terkait penerapannya di kelas. Data persepsi siswa tentang strategi pembelajaran dan motivasi belajar dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan masing-masing koefisien reliabilitas sebesar 0,936 dan 0,925. Data prestasi belajar fisika dikumpulkan menggunakan tes prestasi belajar fisika materi alat-alat optik dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,937. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian diperoleh: 1) aktivitas pembelajaran fisika ditekankan pada aktivitas belajar berorientasi pada siswa dengan strategi pembelajaran yang bersifat kooperatif, 2) persepsi siswa tentang strategi pembelajaran kooperatif yang diterapkan guru tergolong tinggi, 3) motivasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika dengan strategi kooperatif berkategori tinggi, 4) prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika dengan strategi kooperatif berkategori tinggi.Kata Kunci : Strategi pembelajaran, Persepsi, Motivasi, Prestasi This research aimed at 1) describing the teacher learning strategy in physics course on first grade of SMAN 4 Singaraja, 2) decribing the students perception about learning strategy of physics teacher on first grade of SMAN 4 Singaraja, 3) describing the learning motivation in physics course on first grade of SMAN 4 Singaraja, 4) describing the students learning achievement in physics course on first grade of SMAN 4 Singaraja. This kind of research was a description research. Informants used in this study were teachers and students of class X MIA 5 and X MIA 6 in SMAN 4 Singaraja. Data of physics learning strategy were collected by observation and interview. The perception data about learning strategy and learning motivation were collected by questioner test where the coefficient of reliability were successively 0,936 and 0,925. The data of physics learning achievement were collected by using physics learning achievement test about optics tools with reliability coefficient 0,937. Data were analyzed descriptively. The result shows that : 1) physics learning activity is stressed in learning activity orientated to the students with cooperatively learning strategy, 2) students perception about learning strategy of cooperative applied by teacher is categorized "high", 3) learning motivation of student in physics learning with cooperative learning strategy is in the category "high", 4) learning achievement of student in physics learning with cooperatively learning strategy is in the category "high".keyword : Learning Strategy, Perception, Motivation, Acievement
META ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN LKS TERHADAP KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN FISKA Marlina, Deby; Kapur, Karen; Azzahra, Nabilah; Desnita, Desnita
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v11i2.36686

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh LKS pada kemampuan berfikir kritis siswa pada pembelajaran fisika yang ditentukan melalui effect size yang diperoleh dari 20 artikel nasional yang terakreditasi. Analisis didasarkan pada materi pokok pembelajaran, pendekatan pembelajaran, dan model pembelajaran yang digunakan dalam LKS. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan materi pokok, pendekatan dan model pembelajaran menggunakan LKS memiliki pengaruh yang sedang hingga tinggi terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Pengaruh yang paling tinggi menurut hasil data effect size adalah  pada materi Alat-alat optik, Gelombang Suara, Usaha dan energi ,dan  Fisika SMA. Pada model yang digunakan dalam LKS yang miliki pengaruh paling tinggi menggunakan model Guide Inquiry Learning. Sedangkan berdasarkan pendekatan pembelajaran LKS, pengaruh yang paling tinggi menurut hasil data effect size adalah pendekatan menggunakan STEM  terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. 
PENGARUH VIDEO KETERBATASAN DARING DI PELOSOK DESA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA DI SMK TELKOM MEDAN ERA PANDEMI COVID-19 Irwan, Nova; Jamaludin, Jamaludin
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v11i2.39645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembuatan video keterbatasan daring di pelosok desa era pandemi Covid-19, terhadap hasil belajar siswa khususnya untuk mata pelajaran Fisika di SMK Telkom Medan semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode uji beda test. Subjek yang dijadikan sampel penelitian sebanyak 20 orang siswa sebagai eksperimen dan 20 orang sebagai kontrol.  Berdasarkan hasil uji beda t test pada data postest diperoleh  0,000 < 0,05 sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan, dimana hasil belajar pada kelas eksperimen yang diberikan motivasi video keterbatasan daring lebih besar daripada kelas kontrol yang tidak diberikan. Hasil temuan penelitian ini menunjukan adanya pengaruh positif yang signifikan dari siswa yang menonton video keterbatasan daring beberapa siswa yang tinggal di pelosok desa terhadap kenaikan nilai hasil belajar untuk mata pelajaran Fisika.
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI CAHAYA MENGGUNAKAN FOUR TIER DIAGNOSTIC TEST Irianti, Erika
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v11i2.33247

Abstract

A misconception is a problem that always arises in the world of education. Misconceptions occur in various fields of education, including the field of science, in this case science learning. This research was conducted to identify the misconceptions of students at the Junior High School level regarding light material. The approach used in this research is quantitative. The research was conducted at one of the state junior high schools in Indragiri Hilir Regency, Riau. The population in this study were students of class IX. The research sample was 25 students who had studied the material of light. Sampling using a purposive sampling technique. The data uses a four-tier diagnostic test instrument. Collecting data process uses google form. The results showed that students experienced misconceptions in the medium category with a proportion of 35.60%. Students experience the highest misconceptions on the following four concepts: 1) The properties of light; 2) Light Reflection; 3) The effect of the color of objects on the color of light; 4) the nature of polychromatic light as it passes through colored objects.
PENERAPAN PKP BERBANTUAN SIMULASI KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGUASAAN SISWA SMUN I SINGARAJA TERHADAP KONSEP FISIKA Iwan Suswandi
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.236

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar fisika, penguasaan konsep, keterampilan proses, dan hasil belajar siswa dengan menerapkan PKP berbantuan simulasi komputer dalam pembelajaran fisika. Penelitian tindakan ini dilakukan pada tahun ajaran 2003/2004 di SMUN I Singaraja dengan melibatkan 41 orang siswa di kelas I-5, dan 40 orang di kelas II-4. Data penelitian dikumpulkan dengan tes penguasaan konsep, tes hasil belajar, angket minat belajar fisika, pedoman observasi, dan angket respons siswa. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, rerata penurunan proporsi jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi di kelas I-5 mencapai 48,5%; rerata minat belajar siswa mencapai 78,1; rerata hasil belajar 6,48; tingkat keterampilan proses siswa 6,7. Sementara itu, penurunan jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi di kelas II-4 sebesar 46,0%; rerata minat belajar siswa mencapai 80,3; rerata hasil belajar 66,9; tingkat keterampilan proses 7,2. Pada siklus II, diperoleh penurunan jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi di kelas I-5 sebesar 64,1%; rerata minat belajar siswa mencapai 79,8; rerata hasil belajar 7,28; tingkat keterampilan proses siswa 7,1. Di lain pihak, penurunan jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi di kelas II-4 sebesar 66,8%; rerata minat belajar siswa mencapai 82,1; rerata hasil belajar 78,4; tingkat keterampilan proses 7,9. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa memiliki respons positif terhadap pembelajaran.   Kata-kata kunci: PKP berbantuan simulasi komputer, miskonsepsi, minat, hasil belajar, keterampilan proses, respons.  
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KESADARAN METAKOGNITIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Kadek Yurika Prastiwi .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.2834

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri di kota Singaraja, 2) menganalisis pengaruh kesadaran metakognitif terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri di kota Singaraja, dan 3) menganalisis pengaruh motivasi belajar dan kesadaran metakognitif secara bersama-sama terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri di kota Singaraja. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto korelasional. Populasi penelitian ini terdiri dari 1071 siswa kelas X SMA Negeri di kota Singaraja. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik proporsional random sampling berjumlah 310 siswa. Data motivasi belajar dan kecerdasan metakognitif dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan data prestasi belajar fisika materi alat optik menggunakan tes prestasi belajar. Analisis data yang dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif, regresi linier sederhana, dan regresi ganda dua prediktor. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar fisika (F = 325,423, p < 0,05) dengan sumbangan efektif sebesar 51,69%; 2) terdapat pengaruh yang signifikan kesadaran metakognitif terhadap prestasi belajar fisika (F = 618,166, p < 0,05) dengan sumbangan efektif sebesar 22,01%; dan 3) terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar dan kesadaran metakognitif secara bersama-sama terhadap prestasi belajar fisika (F = 430,233, p < 0,05) dengan sumbangan efektif sebesar 73,70%.Kata Kunci : Motivasi Belajar, Kesadaran Metakognitif, Prestasi Belajar This study aimed at: 1) analyzing the influence of learning motivation towards physics learning achievement of tenth grade student of State Senior High School in Singaraja city; 2) analyzing the influence of metacognitive awareness towards physics learning achievement of tenth grade student of State Senior High School in Singaraja city; and 3) analyzing the influence of learning motivation and metacognitive awareness towards physics learning achievement of tenth grade student of State Senior High School in Singaraja city. The design of the study is ex-post facto correlation. The population of this study are 1071 students and 310 samples which were chosen randomly by proportional random sampling technique. The data of learning motivation and metacognitive awareness were collected by using quistionnare, where us the data of physics learning achievement were collected by using learning achievement test. The data were analyzed by descriptive analysis technique, simple linear regression technique, and two predictors of multiple regression. The result of this study showed that: 1) there was a significant influence of learning motivation towards physics learning achievement (F = 325,423, p < 0,05) with 51,69% effective contribution; 2) there was a significant influence of metacognitive awareness towards physics learning achievement (F = 618,166, p < 0,05) with 22,01% effective contribution; and 3) there was a significant influence of learning motivation and metacognitive awareness towards physics learning achievement (F = 430,233, p < 0,05) with 73,70% effective contribution.keyword : Learning Motivation, Metacognitive Awareness, Learning Achievement
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED-LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 1 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2013/2014 I Nengah Aryasta .; Drs. I Nyoman Subratha,M.Pd .; Dra. Ni Made Pujani,M.Si .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.2999

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan menggunakan model Problem Based-Learning (MPBL) dan siswa yang belajar dengan menggunakan model Direct Instruction (MDI) dalam pembelajaran Fisika. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Singaraja yang terdiri atas X IPA3, X IPA4, X IPA 5, X IPA 6, X IPA 7, dan X IPA8 pada semester genap tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa 210 orang. Sampel kelas diambil dengan teknik simple random sampling. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu X IPA7 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 34 orang dan X IPA4 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 38 orang. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah keterampilan berpikir kritis siswa yang dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis. Bentuk tes yang digunakan adalah essay yang berjumlah 10 butir. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan ANAKOVA. Uji lanjut ANAKOVA menggunakan Least Signifikan Difference (LSD) untuk menguji komparasi skor rata-rata tiap kelompok perlakuan. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan menggunakan model PBL dan model DI (F =4,707 p < 0,05). Hasil uji lanjut LSD menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model PBL lebih tinggi dibandingkan model DI (LSD = 0,754; Δμ =0,878). Dengan demikian, keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model PBL (M = 73,02) lebih baik dibandingkan keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model DI (M = 70,80 ). Kata Kunci : Model Problem Based-Learning, model Direct Instruction, keterampilan berpikir kritis. The aim of this research was to analyze the difference of critical thinking skill between group of students who facilitated by problem based-learning model and group of students were facilitated by direct instruction model in physics learning. This research was quasi exsperiment with non-equivalent pretest-posttest control group design. The population of this research was 210 students of grade X IPA of SMA N 1 Singaraja which consisted X IPA3, X IPA4, X IPA 5, X IPA 6, X IPA 7, and X IPA8 at even semester of academic year 2013/2014. Class sample was taken by simple random sampling technique. Sample of this research consisted of two class, where X IPA7 as experiment class with the number of students 34 and X IPA4 as control class with the number of students 38. Date which taken in this research was critical thinking skill of students which obtained through critical thinking skill test. Kind of the test which used was essay which the number of the test were 10. Date was analyzed by using descriptive statistic and ANACOVA. Continue test used Least Signifikan Difference (LSD) in order to exam the comparation of average score of each treatment group. All of the hipotesis examination was done at 0,05 significant level. The result of this research gives an implication that had the difference of critical thinking skill between group of students who learned by using PBL model and group of students who learned by using DI model. (F =4,707 p
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PERUBAHAN KONSEPTUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MOTIVASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 3 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2013/2014 Komang Hendra Eka Pranata .; Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si .; Drs. Slamet Haryadi Suryo Wijoyo .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3112

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan (1) meningkatkan pemahaman konsep siswa, (2) meningkatkan motivasi belajar siswa, (3) mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran perubahan konseptual. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Singaraja pada semester 2 tahun ajaran 2013/2014 dengan melibatkan 24 orang siswa. Penelitian tindakan ini terdiri dari 2 siklus tindakan dengan materi fluida. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Objek penelitian ini adalah pemahaman konsep fisika, motivasi belajar, tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran perubahan konseptual, dan model pembelajaran perubahan konseptual. Data penelitian terdiri dari data pemahaman konsep, motivasi belajar dan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran perubahan konseptual. Data pemahaman konsep fisika siswa dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep, motivasi belajar dan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran perubahan konseptual dikumpulkan dengan angket. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif. Kriteria keberhasilan penelitian ini adalah nilai pemahaman konsep siswa 77 dan ketuntasan klasikal (KK) 85%, skor rata-rata motivasi belajar siswa minimal berada pada kategori tinggi, dan skor rata-rata tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran perubahan konseptual minimal berada pada kategori positif. Hasil penelitian menunjukkan, (1) terjadi peningkatan pemahaman konsep fisika siswa (siklus I: = 83,07, KK = 87,50% dan siklus II: = 86,46, KK=100%), (2) motivasi belajar siswa mengalami peningkatan setelah diimplementasikan pembelajaran dengan model pembelajaran perubahan konseptual (siklus I: =79,83 dengan kategori tinggi, siklus II: =80,08 dengan kategori tinggi), dan (3) tanggapan siswa terhadap implementasi pembelajaran Fisika dengan model pembelajaran perubahan konseptual adalah positif. Kata Kunci : model pembelajaran perubahan konseptual, pemahaman konsep, dan motivasi belajar The aim of this classroom action research were (1) to improve the students’ physics concept understanding, (2) to improve their learning motivation, and (3) to describe their responses towards conceptual change learning model in physics. This study was conducted at class XI IPA 1 SMA Negeri 3 Singaraja in 2nd semester of the academic year 2013/2014 by involving 24 students. This classroom action research consisted of two cycles with fluida material. Every cycle consists of four stages were planning, acting, observation, and reflection. The Objects of this study were the students’ physics concept understanding, learning motivation, student responses, and conceptual change learning model. The data from this study were physics concepts, students’ learning motivation and the students’ responses toward conceptual change learning model. The data of physics concepts were collected by a test, while the students’ learning motivation and the students’ responses toward conceptual change learning model were obtained by using questionnaire. The successful criteria of this study were ≥ 77 for value of students’ physics concept understanding and ≥ 85% for classical completeness, while the average value of student learning motivation was at least at the high category, and the average value of student responses toward the application conceptual change model was at least on positive category. The result showed that (1) there was an improvement on the students’ physics concepts understanding (Cycle I: = 83,07, KK=87,50% and Cycle II: =86,46, KK=100%), (2) there was improvement in the students’ learning motivation after the implementation of the conceptual change learning model (Cycle I: = 79,83 with high category and Cycle II: =80,08 with high category), and (3) the students’ responses were positive toward implementation of conceptual change learning model in physics teaching. keyword : conceptual change learning model, physics concepts, and learning motivation
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR FORMAL DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF. Putu Ririn Hitayani .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3213

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) menganalisis pengaruh kemampuan berpikir formal terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kota Singaraja, 2) menganalisis pengaruh pemahaman konsep IPA terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kota Singaraja, dan 3) menganalisis kemampuan berpikir formal dan pemahaman konsep IPA terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kota Singaraja. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto korelasional. Populasi penelitian ini terdiri 2252 siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kota Singaraja dengan sampel berjumlah 301 siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, teknik regresi linier sederhana, dan regresi ganda dua prediktor. Hasil penelitian diperoleh: : 1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kemampuan berpikir formal terhadap keterampilan berpikir kreatif dengan persamaan regresi Ŷ = 39,635 + 0,238X1 dengan sumbangan efektif sebesar 7,90%; 2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pemahaman kosep IPA terhadap keterampilan berpikir kreatif dengan persamaan regresi Ŷ = 30,743 + 0,392X2 dengan sumbangan efektif sebesar 12,70%; dan 3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kemampuan berpikir formal dan pemahaman konsep IPA secara bersama-sama terhadap keterampilan berpikir kreatif dengan persamaan regresi Ŷ = 23,775 + 0,132X1 + 0,366X2 dengan sumbangan efektif sebesar 20,60%.Kata Kunci : berpikir formal, pemahaman konsep, kreativitas The purpose of this research were: 1) to analyze the influence of formal thinking intelligence towards creative thinking of grade VIII students of Junior High School in Singaraja City, 2) to analyze the influence of IPA’s conceptual understanding towards creative thinking of grade VIII students of Junior High School in Singaraja City, and 3) to analyze the influence of formal thinking intelligence and conceptual IPA understanding towards creative thinking of grade VIII students of Junior High School in Singaraja City. This study were ex-post facto research. Population of the study were 2252 of VIII grade Junior High School students in Singaraja City with the sample at student were 301. That data mere analyzed by using descriptive statistics, simple linear regression techniques, and two predictor of multiple regression. The result of this study indicated that: 1) there was a positive and significant influence of formal thinking towards creative thinking with regression equation of Ŷ = 39,635 + 0,238X1 with 7,90% an effective contribution, 2) there was a positive and significant influence of IPA’s conceptual understanding towards creative thinking with regression equation Ŷ = 30,743 + 0,392X2 with 12,70 % an effective contribution, and 3) there was a positive and significant influence of formal thinking and IPA’s conceptual understanding towards creative thinking with regression equation Ŷ = 23,775 + 0,132X1 + 0,366X2 with 20,60% an effective contribution.keyword : Conceptual Understanding, Creative, Formal Thingking
PENGARUH MODEL BLENDED LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUKASADA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Pande Ketut Dea Cristina .; Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si .; Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3277

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa yang belajar dengan menggunakan model blended learning (MBL) dan model pembelajaran konvensional (MPK). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas X SMA Negeri 1 Sukasada Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 6 kelas dengan anggota 122 orang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Sampel terdiri dari 4 kelas yaitu kelas X1 dan X4 sebagai kelas eksperimen dan kelas X2 dan X3 sebagai kelas kontrol dengan jumah 82 orang siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep fisika, yang diperoleh dengan tes pemahaman konsep fisika. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan ANAKOVA. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa yang belajar dengan MBL dan MPK (F = 146,155; p