cover
Contact Name
Irfan Noor
Contact Email
albanjari@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
irfannoor@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 14129507     EISSN : 25276778     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
AL-BANJARI merupakan Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman yang diterbitkan oleh Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin sebagai media penuangan dan pengkajian karya ilmiah dalam bidang studi Islam. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Juli)
Arjuna Subject : -
Articles 604 Documents
ISLAM, KEINDONESIAAN, DAN KEMANUSIAAN (TELAAH PEMIKIRAN AHMAD SYAFII MAARIF) Damanhuri, Damanhuri
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1286.321 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v14i1.644

Abstract

This paper explores the ideas of Islam, Indonesian-ness and humanity in thecontext of a neo-modernist thinker of Islam Indonesia, Ahmad Syafii. Histhoughts on Islam are the results of his understandings of the role of ethicsof the Koran in shaping attitudes and behavior of Muslims. Therefore, theimpressions of peaceful and dynamic value become values that should begrounded in humanity and Indonesian-ness.
FIKIH SUFISTIK DALAM RISALAH RASAM PARUKUNAN Harisuddin, Ahmad
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.55 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v9i1.918

Abstract

Dilatarbelakangi pentingnya holistisitas ilmu dalam Islam, tulisan ini bermaksud menganalisis pendekatan sufistik dalam Risalah Rasam Parukunan karya Tuan Guru Haji Abdurrahman bin Muhammad Ali Sungai Banar Amuntai. Kajian ini menemukan bahwa muatan tasawuf yang terkandung dalam Rasam Parukunan sangat bercorak akhlaki. Di antara contohnya yang penting adalah ketika penulis menguraikan konsep sembahyang sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara makna sembahyang syariat, sembahyang thariqat, dan sembahyang hakikat sehingga suatu perbuatan sembahyang itu dapat dikatakan sempurna yang disebut sembahyang makrifat. Dengan begitu, tasawuf merupakan satu aspek inheren dalam setiap pelaksanaan ibadah lahir, yakni sebagai bentuk pelaksanaan ibadah batinnya. Ajaran semacam ini tentunya lebih dapat diterima secara lebih luas di kalangan umat Islam. Bahkan, tasawuf akhlaki yang tertuang sebagai indikator keimanan dan keislaman dalam rasam sangat efektif digunakan pada level individu sebagai wahana evaluasi diri (muhasabah al-nafs), meskipun kurang efektif jika digunakan sebagai indikator sosial untuk mengukur tingkat keberagamaan umat Islam.
PROFIL MUHAMMADIYAH DI KABUPATEN BANJAR Sahriansyah, Sahriansyah
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 9, No 2 (2010)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.53 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v9i2.804

Abstract

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Kampung Kauman Yogyakarta pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 November 1912. Muhammadiyah dikenal masyarakat paling tidak dalam 3 hal, yaitu ; Pertama, Muhammadiyah adalah sebagai gerakan Islam yang giat melakukan tajdid dan pembaharuan. Kedua, Muhammadiyah adalah sebagai gerakan Islam yang giat dalam bidang pendidikan dan ketiga Muhammadiyah adalah sebagai gerakan Islam yang giat dalam bidang sosial kemasyarakatan. Muhammadiyah mulai masuk di Kabupaten Banjar sekitar tahun 1927 di Martapura dan Karang Intan. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banjar berdiri sejak tanggal 23 Muharram 1385 H bertepatan dengan 25 Mei 1965, yang secara organisatoris pada awal berdirinya masih bergabung dengan Kabupaten Tanah Laut dengan sebutan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Banjar/Tala.
TRADISI BASUNAT URANG BANJAR: MEMBACA MAKNA ANTROPOLOGIS DAN FILOSOFIS Rusydi, Muhammad
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 10, No 2 (2011)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.215 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v10i2.939

Abstract

Khitan is called circumcision in English. It is the surgical removal of the foreskin from the penis. In Banjarese society, circumcisions celebration is called basunat. Basunat as rite of passage is one of important stages for Banjareses life. Socially, the tradition maintains the collectiveness and integration of Banjarese society. According to anthropology view, basunat may be understood as a liminal condition. Liminal is a condition of betwixt and between. In this condition, subject of rite experiences a formed stage. Furthermore, according to philosophy view, the tradition reflects the exsistence of human being and its relation with other existences.
PERAN SUFISME DALAM MENGATASI PAHAM ISLAM RADIKAL DI INDONESIA Abshor, Ulil
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.887 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v18i1.2540

Abstract

Radical Islamic Movement or Islamic Radicalism is a movement that has a mindset of textualist ideology, takfiri and truth claim. Basically, the context in which a religious understanding that is claimed to be the final truth, certainly contains an exclusive and offensive element so that some views, flow, and any schools outside is deemed as deviant, because it is far from authoritative sources originating from the Qur'an and the Sunna. This phenomenon does not reflect the peace of Islam as taught by the Prophet as rahmatan lil ?Alamiin (mercy for all nature). This article explores further the importance of the role of Sufism related to the spiritual teachings in it which are the basic foundation in realizing Islam that is peaceful, tolerant, respectful, respectful among fellow human beings especially among other religious people. Islamic teachings extracted in Sufism contain solutive elements in fulfilling the true spirit of Islamic migration (hijra). The Sufism values contain restraints on an "engine of desire" which is now sweeping through modern society. In these conditions, in the face of challenges for the reduction of the spirit of radicalism, consistency (tawakkal) is needed, namely the form of tireless cleansing of the soul.Gerakan Islam Radikal atau Radikalisme Islam merupakan gerakan yang memiliki pola pikir ideologi tekstualis, takfiri dan truth claim. Pada dasarnya, konteks di mana sebuah pemahaman keagamaan yang diklaim sebagai kebenaran final, tentu mengandung unsur eksklusif dan ofensif sehingga paham, aliran, madzhab apapun diluar dirinya dianggap menyimpang, karena jauh dari sumber otoritatif yang berasal dari al-Qur?an dan al-Sunnah. Fenomena tersebut tidak mencerminkan kedamaian Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. sebagai rahmatan lil ?Alamiin (rahmat bagi seluruh alam). Artikel ini mengeksplor lebih jauh tentang pentingnya peran nilai-nilai sufisme terkait ajaran-ajaran spiritual di dalamnya yang menjadi pondasi pokok dalam merealisasikan Islam yang damai, toleran, saling menghargai, menghormati antar sesama umat manusia terlebih antar umat agama lain. Ajaran Islam yang terekstrak dalam sufisme mengandung unsur solutif dalam memenuhi semangat hijrah keislaman yang sesungguhnya. Nilai-nilai sufisme yang dimaksud mengandung pengekangan terhadap sebuah ?mesin hasrat? yang kini melanda masyarakat modern. Di dalam kondisi seperti ini, dalam menghadapi tantangan demi berkurangnya spirit radikalisme, diperlukan konsistensi (tawakkal) yaitu bentuk penyucian jiwa yang tak kenal lelah.
NUR MUHAMMAD DALAM PEMIKIRAN SUFISTIK DATU ABULUNG DI KALIMANTAN SELATAN Kolis, Nur
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.871 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v11i2.425

Abstract

N?r Muhammad adalah satu terma yang penting dalam bidang tasawuf. Tulisan ini adalah hasil penelitian tentang N?r Muhammad dalam tasawuf perspektif Syeikh Abdul Hamid Abulung, seorang ulama sufi yang hidup di tanah Banjar Kalimantan Selatan pada abad ke-18 Masehi, bertujuan untuk menjelaskan pemahaman N?r Muhammad dalam ilmu tasawuf Syeikh Abdul Hamid Abulung meliputi konsep, metode, dan pengalaman kerohanian. Kajian ini melibatkan penelitian perpustakaan dan lapangan. Penelitian menemukan bahwa paham N?r Muhammad dalam perspektif Syeikh Abdul Hamid Abulung bukan sekadar teori kosmologi saja, tetapi sebuah konsep tentang Tuhan dan hubungannya dengan alam ciptaan-Nya yang apabila dipahami dan diamalkan dengan baik dapat menghantarkan seorang untuk menghampiri Tuhannya. Dalam konsep Nur Muhammad dalam tasawuf Syeikh Abdul Hamid Abulung terdapat sebuah metode yang dikenal sebagai mush?hadah. Mush?hadah diamalkan melalui salat d??im dan zikr. Konsep N?r Muhammad yang diamalkan dengan metode mush?hadah, memungkinkan pengamalnya mendapat pengalaman kerohanian yang tinggi, yaitu kesadaran akan Wujud ke-Maha Esa-an Allah yang tiada wujud selain-Nya. Kesadaran salik yang demikian membolehkannya memasuki alam fan?', baq?', ittih?d, dan hul?l. Konsep N?r Muhammad dalam perspektif Syeikh Abdul Hamid Abulung mengandung teori, metode dan juga pengalaman kerohanian yang luar biasa.
MODEL EVALUASI PENDIDIKAN BERBASIS PROSES MENURUT HADITS Zainab, Nurul
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.367 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v17i1.1465

Abstract

Hadith is the second source of knowledge for Muslims after the Qur'an. The proclamation of a hadith needs to be extracted, to provide power for the development of science because it really comes from the words, actions and taqrir of Prophet Muhammad SAW. In the context of education, there are many hadiths that can serve as the basis of developing the subject of educational evaluation. Based on the study of hadith contained in this article, it is found a hadith history at-Tirmidhi which explains the virtue of honesty and get away from the nature of lies. In addition to the results of research, sanad and matan hadith,  this hadith is sahih because the aspect of the content of the hadith does not conflict with the Qur'an and other sahih hadiths. In this article it is also found the meaning of hadith and its implications for the development of educational evaluation that can provide treasures for educators in carrying out the assessment process in learning.Hadis merupakan sumber pengetahuan kedua bagi umat muslim setelah al-Qur?an, kehujjahan sebuah hadis perlu digali sehingga memberikan kekuatan bagi pengembangan ilmu pengetahuan karena memang benar-benar berasal dari ucapan, tindakan maupun taqrir Nabi Muhammad SAW. Dalam konteks pendidikan khususnya evaluasi banyak hadis yang dijadikan sumber landasan pengembangan evaluasi. Berdasarkan penelitian hadis yang ada di dalam artikel ini, didapati sebuah hadis riwayat at-Tirmidzi yang menjelaskan keutamaan kejujuran dan menjauhi sifat kebohongan. Hadits ini bernilai shohih karena secara jalur sanad tidak ada yang terputus dan dari aspek isi hadits tidak bertentangan dengan al-Qur?an dan hadits-hadits shohih lainnya. Selain hasil penelitian sanad dan matan hadits. Di dalam artikel ini juga didapati makna hadis serta implikasinya terhadap pengembangan evaluasi pendidikan yang dapat memberikan khazanah bagi pendidik dalam melaksanakan proses penilaian dalam pembelajaran.
PEMIKIRAN REAKTIF TENTANG HUKUM POLIGAMI DALAM AL-QUR'AN (PEMIKIRAN QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISHBAH) Norcahyono, Norcahyono
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.559 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v15i2.886

Abstract

This research is motivated by the attitude of some people who are pros and cons toward the law of polygamy in the Qur'an. The researcher found that these two attitudes seem to counter to each other and mutually apathy. The pro-people tend to ease the poligamy and ignore its purpose, whereas, the cons reject the practice of polygamy under the excuse of being not ready. This research is conducted to answer to the pros and cons using the thoughts of Quraish Shihab as a mufassir and a Muslim scholars. This research is expected to be able provide a full understanding of polygamy in the Qur'an. This is a literature study. The research object is the reactive thoughts of Quraish Shihab and the source is Tafsir al-Mishbah. From this research it can be seen that, polygamy offered in the Qur'an does not mean without limits, terms, and purpose. Likewise, The Quran does not ban poligamy if it is as an emergency solution to a particular case, and only those who have the knowledge and capability are allowed to do poligamy.
PFMIKIRAN HUKUM MUHAMMAD HASHIM KAMALI ., Nurwahidah
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7487.796 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v6i1.962

Abstract

the study on the subsiance oflstamic Law (al-Fiqh) should always be relaled to thc stud)r on the mthodology (ushul al-fiqh). Many has done srudy on it ircluding Muhammad Hashim Kamali. Muhammad Hasyim Kamati stated thar lhc A.abic writers tend to explajn the hisrorical developmenr of fiqh and ushul fiqh separately, and their w ting in ushul fiqh is didecated merely for ltre jlridical maLerial of ushul fiqh. Muhammad l{asyim Kanali ;n his writing Ptihqnes af Islanic Jutisptudence (The Llanic Tects Society)oflets a crntn)ction of his law thought basd on ushul fiqh. His ideas actually are not dificrenl from those of the previous ulemas, only in develop;ng the methoCological liamework ushul fiqtl his thought combjnes th salaf and khalaf approach witch has been systematically, clearly, atrd weltrtassifeid. Meanwhile, h s ihougth in the substantial Islamic law is considered modm especia y in rhe lb n of modem lransac{ion.
ALIRAN EKSISTENSIALISME DALAM PANDANGAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Adawiah, Rabiatul
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1368.978 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v14i1.639

Abstract

Existentialism is a philosophy that emphasizes on individual existenceand self-fulfillment. Each individual is seen as being unique, and musttake personal responsible for his fate. Existentialism is closely related toeducation because they both talk about the same issues, such as humanlife, human relations, the nature of personality, and freedom. Islam viewsthat humans have potentials to be developed since the day they were born.Islam gives a very noble position to humans. The ultimate goal of Islamiceducation is striving to realize a perfect individual muslim who can carryout its function as an 'abid and caliph on the earth.