cover
Contact Name
Irfan Noor
Contact Email
albanjari@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
irfannoor@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 14129507     EISSN : 25276778     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
AL-BANJARI merupakan Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman yang diterbitkan oleh Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin sebagai media penuangan dan pengkajian karya ilmiah dalam bidang studi Islam. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Juli)
Arjuna Subject : -
Articles 604 Documents
SHARΑAH APPLICATION MODEL IN MUSLIM COUNTRIES Maghfirah Maghfirah
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v20i1.4816

Abstract

In the Islamic world, leadership is khilāfah for Sunnis and Imāmat for Shiites. Along with the collapse of the Umayyad Empire, Europe, and colonization of the Muslim world, new concepts came into contact, such as the nation-state, democracy, nationalism, etc. In this mixing of ideas, there is a change in the development of the application of sharia. This paper aims to explain sharī‘ah application model in Muslim countries. This paper is a literature review that analyzes reference sources from journals, books, and websites using collecting data in the documentation and various articles and books with content analysis, namely by analyzing descriptive literature data or scientific research’s message. At the same time, the data analysis method is deductive, inductive, and comparative. The findings of this paper are the application of sharī‘ah in the context of modernity in various Muslim countries. There are at least three types of responding to new concepts that are in direct contact with post-colonialism. First, the application of sharī‘ah mixed into the constitution of a country as a whole. Second, sharī‘ah is a sub-ideology, the intersection between religion and the State. Third; is the separation of sharī‘ah and the State. The application of sharī‘ah has many factors, such as the majority of schools, the hegemony of power, and welfare. Thus, in choosing the application of sharī‘ah, there are three forms of understanding, namely ifrāṭ, tafrīṭ, and mu‘tadil.
NALAR KEISLAMAN URANG BANJAR Muhammad Iqbal Noor
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 12, No 1 (2013)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v12i1.455

Abstract

Tulisan ini membicarakan tentang perkembangan nalar keislaman urang Banjar dengan menggunakan pendekatan sejarah dan filsafat. Diawali dengan pengenalan terhadap nalar keislaman dan urang Banjar sebagai obyek dan subyek pembahasan. Kemudian dilanjutkan dengan mengungkapkan perkembangan nalar keagamaan dan nalar keislaman urang Banjar secara historis dan filosofis. Dalam tulisan ini diungkapkan bahwa nalar keagamaan pra-Islam yang bersifat mitis berkembang menjadi nalar keislaman mistik, lalu tumbuh dan berkembang menjadi nalar keislaman formal, dan akhirnya tumbuh nalar keislaman ilmiah yang sesungguhnya belum begitu berkembang. Perkembangan satu nalar kenalar lainnya tidak bersifat linear dalam arti saling menggantikan tapi lebih bersifat overlapping, di mana ketika muncul nalar baru sesungguhnya nalar lama masih hidup.
PANDANGAN PARA ULAMA TERHADAP IDDAH PEREMPIIAN HAMIL DI LUAR NIKAH Fathurrahman Azhari
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v6i1.966

Abstract

lslamjc law impDsos a waiting penod belbre rernanl for a prcgnant wonran who is d;vorccd or because the lusban(l passcs a$ay. lhe waiting period for a prcgnani woman is ntil shc gives birth. For a wonan who is pregna.r s,ithoul gcling mnrried fi$t thc ulcrnar have rwo djtferenr viwsi a group who nill wan(s to inrpose the wailing a period. and a g.orp who docs not cons;der lhe wai(ins pcriod as an obligation. tach group has their o\!n argumenialion and law b$ic.
KONFLIK KELAS DAN FENOMENA KOMUNISME DALAM HUBUNGAN STRUKTURAL MENURUT PANDANGAN KARL MARX Ahmad Syadzali
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v13i1.387

Abstract

Classconsciousnessis the important key wordin understanding Marx's thought. This phenomenonis actually theantithesisof theHegelianway ofthinkingthat is tooidealistic, which is thenreversedbyMarxin the context ofa moreempirical view. Hence theconcept ofcommunism is evolved by laterMarx's thought interpreters which become the extreme thinking against variousideologies, including religiousideology whichis in favor of thebourgeoisie.
MUSHAF QIRAAT SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI DALAM SEJARAH QIRAAT NUSANTARA Fathullah Munadi
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v9i1.917

Abstract

Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari yang banyak dikenal sebagai seorang tokoh fiqih dengan magnum opusnya Sabl al-Muhtadn ternyata juga memiliki peran yang besar dalam kajian Alquran di Nusantara yang dibuktikan dengan mushaf Alquran yang disertai qiraat Alquran, karya yang muncul pada abad ke-18. Mushaf tersebut dalam sejarah kajian Alquran Nusantara merupakan karya yang sangat berharga karena hingga saat ini belum ditemukan karya sejenis yang kaya dengan uraian qiraat dan masih dapat dianggap karya tertua dalam bidang qiraat di Nusantara. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan posisi qiraat Syekh Arsyad, namun hanya memberikan wawasan terhadap kekayaan turats keagamaan yang ada di bumi Lambung Mangkurat dalam kajian Alquran khususnya qiraat Alquran.
CIRI-CIRI PERSONALITI BAPA YANG DIHARAPKAN OLEH ANAK-ANAK DALAM KELUARGA Izzah Nur Aida
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v18i2.2645

Abstract

Father as a head of family having a great responsibility should be an example to children and wife. However, late father has tended to be linked to bad personalities such as bad temperament, incest, physical abuse, neglecting of living, unfairness, lacking concern for the development of children and so on that, all of these problems affect these children badly.  This study was conducted to examine the characteristics of the father's personalities expected by the children in the family. The design of this study is a survey of 454 form fourth grade students who are chosen randomly (fishbowl draw). These data use descriptive statistical techniques using SPSS version 22. It showed that the majority of the children expected their father to spend time together such as travelling and eating with the family (mean = 3.75), a loving father (mean = 3.74), the father who is fair to his children (mean= 3.70). The implications of the study can help the father to know the perceptions and expectations of the children and then strives to be a good father in the family. This study is useful for responsible parties such as LPPKN, Welfare Department and so on in managing the family affairs program in Malaysia.Bapa sebagai ketua keluarga mempunyai tanggungjawab yang besar seharusnya menjadi contoh kepada anak-anak dan isteri. Namun, pelbagai krisis yang berlaku dalam konteks kekeluargaan masa kini cenderung dikaitkan dengan isu personaliti bapa yang tidak baik dalam keluarga seperti panas baran, sumbang mahram, penderaan, pengabaian nafkah, tidak adil, kurang prihatin perkembangan anak dan sebagainya yang akhirnya kesemua masalah ini memberi kesan yang buruk kepada anak-anak. Persoalan seperti apakah ciri-ciri personaliti bapa yang diharapkan menurut perspektif anak-anak wajar diberi perhatian sebagai langkah mengatasi isu ini. Justeru, kajian ini dijalankan untuk mengkaji ciri-ciri personaliti bapa yang diharapkan oleh anak-anak dalam keluarga. Desain bentuk kajian ini adalah kajian tinjauan terhadap 454 pelajar sekolah tingkatan 4 yang dipilih secara acak (fishbowl draw). Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif menggunakan SPSS version 22. Dapatan kajian menunjukkan majoriti anak-anak berharap agar bapa mereka meluangkan masa bersama dengan cara membawa berjalan jalan dan makan sepuasnya bersama keluarga (mean=3.75), bapa yang penyayang (min=3.74), bapa bersikap adil antara adik-beradik yang lain (min=3.70). Implikasi kajian dapat membantu bapa mengetahui persepsi dan harapan anak-anak seterusnya berusaha menjadi bapa yang baik dalam keluarga. Kajian ini dapat memberi sumbangan ilmu kepada pihak bertanggungjawab seperti LPPKN, Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) dan sebagainya dalam menguruskan program hal ehwal kekeluargaan di Malaysia.
SIGHAT IJAB KABUL TRANSAKSI JUAL BELI: PERSPEKTIF ULAMA KALIMANTAN SELATAN (Analisis Praktik Bermazhab di Kalimantan Selatan) Hj. Rusdiyah, Zainal Muttaqin, Sa'adah
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v14i2.659

Abstract

Ulama(Islamic Scholars) who obligatetheconsentandagreement (shigat) in the form ofspeechgrantedbycertain wordssuch as"buying and selling" indicates that those ulamaare from Syafi'iyyahschool of thought with qaulypattern.sect. Theulama'who require the obligationof shigatbut withno certain words as above, is saidtobe in the school of thought with manhajypattern. Theulama'who does not obligate the saying of (shigat) is not Syafi'iyyahoriented,and is not tied toa particular school of thought. In the context ofshigat, these ulamaarguebased onscholarly opinionsstatingthat the transactionwithoutshigatis considered valid, and this transactionis calledBa'ial-mu'atah.
PENDIDIKAN REMAJA DALAM KELUARGA DI DESA MERABUAN, KALIMANTAN BARAT (PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM) Aslan Aslan
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v16i1.1158

Abstract

The research discusses adolescents as an issue of education in the family. As many experts recognize that family education is a major issue in the study of Islamic education. This is because the family is the first place for learning and planting Islamic values of a child to adolescence. In the context of family education, parents have a very vital position, in which parents become the main figures for a child in obtaining the internalization of the expected values in the family. This study is a field research that takes the site to families in Merabuan village, Sambas district, West Kalimantan, focusing on adolescents as the unit of analysis. Data collection techniques in this research using interviews, observation, and documentation. The findings of this research explain that family education conducted by families in Merabuan village through exemplary in the family environment, with the ways often provide guidance and advice, encouraging adolescents into youth members of the mosque, including adolescents praying in congregation in the mosque.
KEPERCAYAAN MASYARAKAT BANJAR TERHADAP BULAN SAFAR: Sebuah Tinjauan Psikologis Siti Faridah dan Mubarak
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v11i1.417

Abstract

Bulan Safar adalah salah satu bulan dalam Kalender Hijriyah, Bulan Safar sebenarnya bulan biasa. Tidak terdapat keistemewaan atau kesialan di bulan itu. Kepercayaan akan adanya kesialan di bulan Safar sudah ada pada bangsa Arab sejak zaman Jahiliyah. Faktor yang mendasari sebagian masyarakat Banjar mempercayai dan melaksanakan amaliah tertentu di bulan Safar berdasarkan keterangan dari kitab-kitab ulama terdahulu yang disampaikan oleh para tokoh agama sehingga terjadi proses sugesti dan peniruan perilaku (modelling). Tradisi tersebut diwariskan turun temurun hingga sekarang. Motivasi dan tujuannya adalah untuk memperoleh keselamatan dan menhindari kesialan.
KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG UAN DALAM PERSPEKTIF OTONOMI DAERAH Naimah Naimah
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v7i1.946

Abstract

National Exam, as a government policy to incrcase the quality of graduales' education in lndonesia has been started since academic year 2002/2003. This policy produces many pros and cons in the society and results in under passing grade students. This is due to different levels educational quality in each region. ln the matter ofjuridisprudence, this national exam policy actually is not in line witl'r the Act no 22 year 1999 about regional sutonomy. The Act states that education matter is a part of regional autonomy so that a region has rights to participate in conducting its education in accordance with its regional potential. 'fo observe this government policy on National Exam, the writer in this paper ernploys two theories; constitrutional and systemic.