cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2016)" : 27 Documents clear
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Kancing Gemerincing Berbantuan Kartu Masalah Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Sukasada Ni Made Irma Dwi Purnamayanti .; Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si .; I Wayan Puja Astawa,S.Pd,M.Stat.Sci .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing berbantuan kartu masalah lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) yang menggunakan rancangan penelitian post-test only control group design. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas VII SMP Negeri 3 Sukasada tahun ajaran 2015/2016 yang tersebar dalam 4 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, sehingga terpilih kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis siswa dengan soal uraian berjumlah 5 butir. Selanjutnya data kemampuan komunikasi matematis siswa dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung (2,596) > t tabel (1,671). Akibatnya H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing berbantuan kartu masalah lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : kancing gemerincing, kartu masalah, komunikasi matematis This study aimed at determing wheter the mathematical communication skills of students that learned by using cooperative learning model aided by talking chip technique and problem card is higher than the direct learning model. This study is a quasi-experimental research that used the post-test only control group design. The research was conducted on class VII SMP Negeri 3 Sukasada in the academic year 2015/2016 which are grouped into 4 classes. Sample was taken by random sampling technique, in which class VII A was selected experimental class and class VII B as the control one. The data collection was using mathematical communication ability test with 5 grains questionnaires description. Furthermore, the data of students mathematical communication analyzed using t-test with significance level of 5%. Hypothesis test result show that t (2,596) > t table (1,671). Consequently Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that mathematical communication skills of students who learned by using cooperative learning model aided by talking chip technique and problem card is better than that of students who learnined by using direct learning modelkeyword : talking chip, probem card, mathemathical communication
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN ASESMEN KINERJA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 UBUD Ni Ketut Arum .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8398

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui (1) apakah prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada pembelajaran konvensional, (2) apakah prestasi belajar matematika siswa a yang mengikuti asesmen kinerja lebih baik daripada asesmen konvensional serta (3) pengaruh interaksi model pembelajaran dan asesmen pembelajaran terhadap prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan posttest only control group design dengan jenis penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA SMAN 1 Ubud Tahun Ajaran 2015/2016. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik random sampling. Uji hipotesis menggunakan uji t dan uji Anava Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada pembelajaran konvensional (t hitung = 4,622 > t tabel = 1,659 ); kedua, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen kinerja lebih baik daripada asesmen konvensional (t hitung = 6,732 > t tabel = 1,659 ); ketiga, terdapat pengaruh interaksi model pembelajaran dan asesmen pembelajaran terhadap prestasi belajar matematika siswa ( F hitung = 3,950 > F 0,05(1,140) = 3,84 ) serta pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dan asesmen kinerja menunjukkan hasil yang paling unggul.Kata Kunci : Model pembelajaran berbasis masalah, asesmen kinerja, prestasi belajar matematika siswa This research aims at investigating (1) whether mathematics learning achievement of students following problem-based learning model is better than those following conventional learning, (2) whether of mathematics learning achievement of students following learning with assessment of performance is better than those following conventional assessment, and (3) the effect interaction model of learning and assessment of learning to mathematics learning achievement of students. This research used posttest only control group design with research type is quasi experiment. The population in this research is all students in grade X MIPA in SMAN 1 Ubud in academic year 2015/2016. Sample selection is done by random sampling technique. The hypotheses were tested using t-test and Two-Way Anova-test. The result of the research shows that: first, mathematics learning achievement of students following problem-based learning model is better than those following conventional learning (t hitung = 4,622 > t tabel = 1,659 ); second, mathematics learning achievement of students following learning with assessment of performance is better than those following conventional assessment( t hitung = 6,732 > t tabel = 1,659 ); third, there is the effect interaction model of learning and assessment of learning to mathematics learning achievement of students ( F hitung = 3,950 > F 0,05(1,140) = 3,84 ) and learning with problem-based learning model and assessment of performance shows the best results.keyword : problem-based learning model, assessment of performance, mathematics learning achievement of students
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berorientasi Masalah Ekonomi Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas X Keuangan/Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja Ni Luh Sudiartini .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah berorientasi masalah ekonomi lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah ekperimen semu dengan desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X Keuangan/Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2015/2016 yaitu sebanyak 128 siswa. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah yang diberikan di akhir penelitian. Data dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5% dan dk 83. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah berorientasi masalah ekonomi adalah 72 sedangkan rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional adalah 64. Dari hasil analisis data, diperoleh thitung = 2,79 dan ttabel = 1,66. Jika dibandingkan nilai thitung > ttabel sehingga H0 ditolak. Berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah berorientasi masalah ekonomi lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berorientasi masalah ekonomi berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas X Keuangan/Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja. Kata Kunci : Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Berorientasi Masalah Ekonomi, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika This study is aimed at determining whether the mathematical problem solving ability of students who learned using problem-based learning with economic problem oriented model were better than the problem solving ability of students who learned using conventional learning. This research is a quasi-experiment research which used a post-test only control group design. The population of this study was all students of Class X Finance / Accounting in SMK Negeri 1 Singaraja in the academic year 2015/2016, for about 128 students. The sampling technique used was random sampling technique to determine the sample. Data of mathematics problem solving ability of students obtained through problem solving ability test given at the end of the study. The data were analyzed using one-tailed t-test with a significance level of 5% and dk 83. The post-test results showed that the average score of mathematical problem solving ability of students that learned with problem based learning with economic problem-oriented is 72 while the average score mathematical problem solving ability of students that learned with conventional learning is 64. From the analysis of the data, obtained tcount = 2.79 and ttable = 1.66. When compared t count > t table so H0 is rejected. Means that the mathematical problem solving ability of students who learned using problem-based learning with economic problem oriented model were better than in the problem solving ability of students which is learned by using conventional learning. Therefore, it can be concluded that the model of problem-based learning with economic problem-oriented positively affects the ability of mathematical problem solving class X Finance / Accounting SMK Negeri 1 Singaraja.keyword : Problem Based Learning model, Economic Problem Oriented, Mathematical Problem Solving Ability.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukasada Ni Putu Kersiana Apsari .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .; Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukasada. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 260 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, namun sebelumnya dilakukan uji kesetaraan terhadap populasi. Melalui proses pengundian diperoleh sampel Kelas VIII D sebagai kelompok eksperimen dan Kelas VIII C sebagai kelompok kontrol. Rancangan penelitian ini menggunakan post-test-only control group design. Data berupa skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diambil dengan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah bentuk uraian. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik Uji-t satu ekor diperoleh nilai t-hitung sebesar 2,24 dengan t-tabel (dk = 62; = 0,05) sebesar 1,67 sehingga H0 ditolak. Dengan demikian diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukasada yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukasada yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Auditory Intellectually Repetition, Kemampaun Pemecahan Masalah Matematika This quasi experiment was aimed to know the effect of Auditory Intellectually Repetition (AIR) learning model application to the mathematical problem solving ability of 8th grade students of SMP Negeri 1 Sukasada. The population of this research was all 8th grade students of SMP Negeri 1 Sukasada in 2015/2016 academic year which was consist of 260 students which were distributed in 8 classes. The sample was determined by random sampling and obtained two classes i.e. VIII D as experiment group and VIII C as control group. The design of this research used a post-test-only control group design. The data about students’ mathematical problem solving ability score was collected by using the test of mathematical problem solving in essay form. The hypothesis testing used one tailed t-test and obtained the value of t is 2.24 where the value of t-table (df = 62; =0.05) is 1.67. Thereby, from that result can be concluded that the mathematical problem solving ability of the students of SMP Negeri 1 Sukasada who were learned with Auditory Intellectually Repetition (AIR) model was better than the mathematival problem solving ability of students of SMP Negeri 1 Sukasada who were learned with conventional learning.keyword : Auditory Intellectually Repetition, mathematical problem solving
PENGARUH PENGGUNAAN E-LEARNING BERBASIS EDMODO TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X PAKET KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 3 SINGARAJA Gusti Ngurah Yogi Maha Putra .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .; I Made Suarsana, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan e-learning berbasis edmodo lebih baik daripada siswa yang menggunakan e-learning berbasis facebook dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X TGB SMK Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling dengan unit kelas. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Skor tes prestasi belajar matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji ANAVA satu jalur untuk uji hipotesis pertama dan dilanjutkan dengan uji scheffe. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: pertama, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang menggunakan e-learning berbasis edmodo, siswa yang menggunakan e-learning berbasis facebook dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Fhitung = 22,34 dan Ftabel = 3,09; Fhitung > Ftabel); kedua, prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan e-learning berbasis edmodo lebih baik daripada siswa yang menggunakan e-learning berbasis facebook (Fscheffe = 15,71 dan F’= 6,18; Fscheffe > F’); ketiga, prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan e-learning berbasis facebook lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Fscheffe = 44,08 dan F’= 6,18; Fscheffe > F’); keempat, prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan e-learning berbasis edmodo lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Fscheffe = 6,89 dan F’= 6,18; Fscheffe > F’). Dengan demikian, penggunaan e-learning berbasis edmodo berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa.Kata Kunci : e-learning, edmodo, facebook, prestasi belajar matematika This research’s purpose to determine the whether of mathematics learning achievement of students who use e-learning based edmodo better then students who use e-learning based facebook and students who use conventional learning. The population was all students of X TGB SMK Negeri 3 Singaraja in 2015/2016 academic year. The samples were selected by using random sampling technique with class units. This quasi-experimental research used post-test only control group design. The students' scores of mathematics learning achievement were analyzed by using one way ANAVA test for first hypothesis and followed by scheffe test. The hypothesis testing results showed that: the first , there are mathematics learning achievement differences between students who use e-learning based edmodo, students who use e-learning based facebook and students who use conventional learning (Fcount = 22,34 and Ftable = 3,09; Fcount > Ftable) ; second, mathematics learning achievement of students who use e-learning based edmodo better than students who use e-learning based facebook (Fscheffe = 15,71 dan F’= 6,18; Fscheffe > F’); Third, mathematics learning achievement of students who use e-learning based edmodo better than students who use conventional learning (Fscheffe = 44,08 dan F’= 6,18; Fscheffe > F’); fourth, mathematics learning achievement of students who use e-learning based facebook better than students who use conventional learning (Fscheffe = 6,89 dan F’= 6,18; Fscheffe > F’) . Thus, the use of e-learning based edmodo effect on the mathematics learning achievement.keyword : e-learning, edmodo, facebook, mathematics learning achievement
PENGARUH MODEL PISK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SINGARAJA Putu Sri Satri Dewi .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model PISK lebih baik dari prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment, dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 3 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Sampel yang terpilih yaitu kelas VIII H sebagai kelas kontrol dan kelas VIII K sebagai kelas eksperimen. Data prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes prestasi belajar matematika berbentuk uraian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil analisis menunjukkan nilai thitung sebesar 7,2685 dan ttabel sebesar 1,6698. Ini berarti thitung > ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model PISK lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model PISK, model pembelajaran konvensonal, prestasi belajar matematika siswa This research was aimed to determine whether the mathematics achievement of students who learned through PISK models was better than mathematics achievement of students who learned through conventional learning models. The kind of this study is quasi eksperiment, with posttest only control group design. The population of this study was the eighth grade students of SMPN 3 Singaraja in academic year 2015/2016. The samples were determined by simple random sampling technique. The selected sample were VIII H as control class and VIII K as experimental class. The data of mathematics achievement collected by mathematics achievement test in esay type. All the data were analyzed by inferential statistics namely t-test. The analysis showed ttest amounted to 7,2685 and ttable amounted to 1,6698. This means ttest > ttable so H0 rejected and H1 accepted. Based on this result, It can be concluded that the mathematics achievement of students who learned through PISK models was better than the mathematics achievement of students who learned through conventional learning models.keyword : PISK models, conventional learning models, mathematics achievement of students
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERORIENTASI MASALAH MATEMATIKA TERBUKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 3 SINGARAJA I Wayan Kumarayasa .; Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berorientasi masalah matematika terbuka lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group Design. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 3 yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dan diberikan di akhir penelitian. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika dianalisis menggunaan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=1,86491 >〖 t〗_tabel= 1,68595. Hal ini menjelaskan bahwa H_(0 ) ditolak, yang berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berorientasi masalah matematika terbuka lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini terjadi karena adanya fakta-fakta empiris bahwa siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berorientasi masalah matematika terbuka lebih aktif bertanya, lebih bersemangat dalam memecahkan masalah matematika, dan lebih memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model pembelajaran generatif, masalah matematika terbuka, pemecahan masalah matematika This study was aimed at investigating whether mathematical problem solving ability of students who were taught with generative learning model oriented on open-ended mathematical problem was better than those who were taught with conventional learning model. This study was a quasi experiment and used a Post Test Only Control Group Research Design. The population of this study was all students of XI MIPA class at SMA Negeri 3 Singaraja in the academic year 2015/2016. Cluster random sampling was used as the sampling technique in this study, in which XI MIPA 1 and XI MIPA 3 classes were selected randomly as the samples of the study. Essay test was used to gather the students’ mathematical problem solving ability as the data of this research. One tail independent t-test with 5% significance level was used to analyze the data. The result of the study showed that the tscore = 1,86491 > ttable = 1,68595. Based on the data analysis, it can be concluded that the nul hypothesis was rejected. This means that the students’ mathematical problem solving ability who were taught with generative learning model oriented on open-ended mathematical problem was better than the one of students who were taught with conventional learning model. This result was supported by the findings that the students who were taught with generative learning model oriented on open-ended mathematical problem were more active, enthusiastic, and curious than those who were taught with conventional learning model.keyword : Generative learning model, open-ended mathematical problem, mathematical problem solving

Page 3 of 3 | Total Record : 27


Filter by Year

2016 2016