cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY-INQUIRY TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMPN 1 SUKASADA I Putu Hendra Widiartana .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.4975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan penalaran matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Guided Discovery-Inquiry lebih baik daripada kemampuan penalaran matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) yang menggunakan rancangan penelitian post-test only control group design. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas VII SMPN 1 Sukasada tahun pelajaran 2014/2015 dengan populasi Kelas VII yang berjumlah 262 siswa yang tersebar kedalam 8 kelas. Setelah dilakukan uji kesetaraan maka dipilih dua kelas sebagai sampel penelitian dengan teknik random sampling. Data kemampuan penalaran matematika siswa dikumpulkan dengan tes kemampuan penalaran matematika berupa tes uraian yang telah valid dan reliabel setelah diujicobakan. Setelah dilakukan analisis data diperoleh bahwa ttest=3,464 dan ttable=1,670 sehingga berdasarkan kriteria pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Guided Discovery-Inquiry lebih baik daripada kemampuan penalaran matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran Guided Discovery-Inquiry, Kemampuan Penalaran Matematika This research was aimed to investigate the students’ competence on mathematical reasoning which implemented Guided Discovery-Inquiry teaching Model better than students’ competence on mathematical reasoning with conventional teaching Model. This research was quasi experimental research that used post-test only control group design it was conducted in VII class of SMPN 1 Sukasada in academic year 2014/2015. The population was 262 students in eight classes. The sample of this research is chosen by random sampling. The data of students’ mathematical reasoning competence was collected used comprehension test in form of essay which already valid and reliable and had been tried out. The data had been analysed and gain that ttest=3,464 and ttable=1,670, and then according to the criteria of hypothesis testing can be concluded that the students’ competence of mathematical reasoning on students who were taught using Guided Discovery-Inquiry Model was better than students’ competence of mathematical reasoning who were taught using conventional Model.keyword : Guided Discovery-Inquiry teaching Model, competence on mathematical reasoning
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Web untuk Meningkatkan Literasi Matematika dan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas X MIA 2 SMA Negeri 2 Singaraja Ahadiyah Noer Hapsari .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .; I Made Suarsana, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.4976

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) meningkatkan literasi matematika siswa kelas X MIA 2 SMA Negeri 2 Singaraja melalui penerapan pembelajaran berbasis masalah berbantuan web, (2) meningkatkan prestasi belajar matematika siswa melalui penerapan pembelajaran berbasis masalah berbantuan web, dan (3) mendeskripsikan sikap siswa terhadap penerapan pembelajaran berbasis masalah berbantuan web. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA 2 SMA Negeri 2 Singaraja pada semester ganjil Tahun Ajaran 2014/2015, sebanyak 35 orang. Pengumpulan data menggunakan metode: (1) wawancara, (2) observasi, (3) angket, dan (4) tes. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan literasi matematika pada siklus I, terdapat 20% siswa berada pada level 3, pada siklus III meningkat menjadi 80%. Ketuntasan belajar siswa secara klasikal adalah 78%. Pada siklus I, ketuntasan belajar siswa adalah 20%, meningkat menjadi 62,86% pada siklus II, dan pada siklus III meningkat menjadi 85,71%. Sikap siswa terhadap PBM berbantuan web berkategori positif. Keberhasilan tindakan tercapai setelah dilakukan perbaikan proses pembelajaran dari siklus ke siklus sebagai berikut: 1) dari siklus I ke siklus II dilakukan perbaikan pada pemberian permasalahan kontekstual harus dikaji bersama kelompoknya dalam bentuk LKS, strukturnya disusun ketat sesuai dengan langkah-langkah PBM; 2) dari siklus II ke silkus III dilakukan perbaikan dengan mengefektifkan pemanfaatan web sebagai media belajar siswa dan penyediaan forum diskusi pada web untuk mengatasi keterbatasan waktu belajar di kelas. Kata Kunci : pembelajaran berbasis masalah, literasi matematika, prestasi belajar, berbantuan web The aim of this study were: (1) increase mathematics literacy of class X MIA 2 SMA Negeri 2 Singaraja through the implementation of a problem-based learning with web-assisted, (2) increase the learning achievement of students through the implementation of a problem-based learning with web-assisted, and (3) describe the attitude students to the implementation of a problem-based learning with web-assisted. This classroom action research was conducted in three cycles. The subjects were students of class X MIA 2 SMA Negeri 2 Singaraja on odd semester academic year of 2014/2015, as many as 35 pupils. Data collection method are: (1) interviews, (2) observation, (3) questionnaire, and (4) test. Data were analyzed descriptively. The results showed mathematical literacy in the first cycle, there are 20% of students are at level 3, the third cycle increased to 80%. Classical learning completeness students is 78%. In the first cycle, mastery learning students is 20%, increased to 62.86% in the second cycle, and the third cycle increased to 85.71%. Student’s attitude toward PBM with web-assisted in positive category. The success achieved after the action learning of a process improvement cycle to cycle as follows: 1) from the cycle I to the cycle II do repairs on providing contextual issues must be reviewed with the group in the form of worksheets, structure prepared strictly in accordance with the steps PBM; 2) from cycle II to III silkus be improved by effective use of the web as a medium for student learning and providing a discussion forum on the web to overcome the limitations of time learning in the classroom.keyword : Problem Based Learning, mathematics literation student achievement, web-assisted
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA Ni Luh Rusmeyantari .; Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D .; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.4977

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa kelas VIIIE SMP Negeri 2 Tejakula dengan mengimplementasikan model pembelajaran Kooperatif tipe Make A Match. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP N 2 Tejakula tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus dengan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Data motivasi belajar matematika siswa dikumpulkan melalui angket dan data prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes prestasi belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor motivasi belajar matematika siswa, mengalami peningkatan dari sebelum diberikan tindakan yaitu 55,2 (kategori cukup) menjadi 64,76 (dalam kategori tinggi) setelah diberikan tindakan pada akhir siklus III. Rata-rata skor tes prestasi belajar matematika siswa juga mengalami peningkatan dari siklus ke siklus. Rata-rata siklus I adalah 68,rata-rata siklus II adalah 76, dan rata-rata siklus III adalah 92. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran make a match mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Tejakula.Kata Kunci : motivasi belajar, prestasi belajar, pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. This study aimed at improving mathematics learning achievement of students of VIIIE SMP Negeri 2 Tejakula by implementing cooperative learning method of make a match type. The research subject was students of VIIIE class SMP N 2 Tejakula in the academic year 2014/2015. The research was conducted in three cycles which consist of steps including plan, action, observe and evaluate, and reflect. Data of student’s motivation in learning mathematics was collected by questionnaire and data achievement of learning mathematics was collected by using mathematics achievement test. Result of the research showed that the mean scores of student’s motivation in learning mathematics was improve after the action done, in which the mean scores before the action was 55,2 (average category) improving to 64,76(high category) after the action done, at the end cycle III. The mathematics means score of students in mathematics achievement test was also improve in each cycle. The mean score in cycle I was 68, in cycle II the mean scores was 76, and 92 was the mean scores of cycle III. From the research it can be concluded that by using cooperative learning can be improve mathematics learning outcomes of students VIII E SMP Negeri 2 Tejakula.keyword : learning outcomes, learning motivation, cooperative learning Make A Match type.
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI QUICK ON THE DRAW TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA SMAN 1 AMLAPURA I Wayan Sentana Putra .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.4978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan strategi Quick on The Drawlebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas XI MIPA SMAN 1 Amlapura tahun ajaran 2014/2015, yaitu sebanyak 169 orang.Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas XI MIPA 1 sebanyak 33 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa Kelas XI MIPA 2 sebanyak 35 siswa sebagai kelas kontrol.Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling.Data pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep matematika yang berbentuk soal uraian dengan soal sebanyak tujuh butir.Data hasil tes pemahaman konsep matematika dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung= 2,750 lebih besar dari ttabel = 1,668. Berdasarkan hal ini, siswa yang dibelajarkan denganstrategi Quick On The Draw mempunyai pemahaman konsep matematika lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Ini berarti strategi pembelajaran Quick on The Draw berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Kata Kunci : Quick on The Draw, konvensional, pemahaman konsep matematika. This research is aimed to know whether mathematical concepts understanding of the students who learned with Quick On The Draw strategy better than the students which are learned with conventional learning. The research design used in this research is the Post-test Only Control Group Design. The population in this study were all students of XI MIPA in SMAN1 Amlapura in the academic year 2014/2015, as many as 169 people. Samples are XI MIPA 1 class with 33 students as experiment class and XI MIPA 2 class with 35 students as control class. Samples selected using random sampling technique. Data of mathematical concepts understanding were collected by seven items of mathematical concept understanding test. Data of mathematical concept understanding were analyzed by using t-test one tail. The results showed that tobserved=2,750 is greater than ttable = 1,668. So it can be concluded that the students who learned with the Quick on The Draw strategy have mathematical concepts understanding better than students who learned with conventional learning. This means that Quick on The Draw learning strategy have an influence to mathematical concepts understanding. keyword : Quick on The Draw, conventional, mathematical concepts understanding
STUDI EVALUATIF KESIAPAN PENERAPAN KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMP NEGERI DI KOTA SINGARAJA I Putu Andre Pradnya .; Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.4979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesiapan sekolah di SMP Negeri di Kota Singaraja dalam menerapkan kurikulum 2013 mata pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang mana pengambilan subjek penelitian dilakukan secara snowball sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner, wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan penerapan kurikulum 2013 mata pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Singaraja dan SMP Negeri 3 Singaraja seperti berikut. (1) Kesiapan perencanaan pembelajaran dalam kategori siap, (2) kesiapan pelaksanaan pembelajaran dalam kategori siap, (3) kesiapan penilaian pembelajaran dalam kategori siap, (4) kesiapan sarana dan prasarana pembelajaran dalam kategori siap. Dengan demikian kesiapan penerapan kurikulum 2013 mata pelajaran matematika di SMP Negeri di Kota Singaraja dalam kategori siap. Walaupun dari segi kesiapan perencanaan, pelaksanaan, penilaian maupun sarana dan prasarana dalam kategori siap, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, yaitu: pelatihan yang diikuti guru-guru perlu dilakukan beberapa kali, penggunaan dan sarana ICT perlu ditingkatkan, kapasitas siswa dalam satu kelas perlu dikurangi, serta banyaknya ruang kelas perlu disesuaikan dengan rombongan belajar.Kata Kunci : kurikulum 2013, kesiapan perencanaan, kesiapan pelaksanaan, kesiapan evaluasi, kesiapan sarana dan prasarana This study was aimed at describing readiness level of public junior high school in Singaraja to apply curriculum 2013 on mathematics. This study was a qualitative research, which is the subjects were conducted by snowball sampling. Data were collected by using questionnaire, interview, documentation, and observation.The data were analyzed by using quantitative descriptive and qualitative descriptive methods. The results of this research showed that the readiness level of applying curriculum 2013 on mathematics in SMP Negeri 2 Singaraja and SMP Negeri 3 Singaraja were as follows: (1) the readiness of learning plan was in ready category, (2) the readiness of learning implementation was in ready category, (3) the readiness of learning assessment was in ready category, (4) the readiness of tools and infrastructure was in ready category. Thus the readiness level of applying curriculum 2013 on mathematics in Junior High School in the city of Singaraja was in ready category. Eventhough the readiness of learning plan, learning implementation, learning assessment, and tools and infrastructure aspect were in ready category, there were several aspects which needed to be enhanced, they were: teacher training needed to be implemented several times, the use of ICT tools needed to be enhanced, the number of students in each class needed to be bounded, and the number of classroom needed to compatible with study groups.keyword : curriculum2013, planning readiness, implementation readiness, evaluation readiness, tools and infrastructure readiness
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KANCING GEMERINCING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD Made Adi Cahya Dewi .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .; I Made Suarsana, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keaktifan dan prestasi belajar matematika siswa kelas VI SD No.1 Punggul terhadap penerapan pembelajaran kooperatif dengan Teknik Kancing Gemerincing. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Rancangan tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VI SD No.1 Punggul tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 33 orang. Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I persentase siswa yang tergolong pada katagori aktif mencapai 18,18% menjadi 45,45% pada siklus II, dan menjadi 72,73% pada siklus III. Sedangkan persentase siswa yang tergolong pada katagori tuntas pada siklus I mencapai 69,70%, menjadi 72,72% pada siklus II ,dan menjadi 81,82% pada siklus III. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan teknik Kancing Gemerincing dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar matematika siswa.Kata Kunci : pembelajaran kooperatif, teknik Kancing Gemericing, keaktifan belajar, prestasi Belajar. This study aimed to describe the enhancement in activeness and learning achievement of student grade IV in SD No. 1 Punggul through the implementation of cooperative learning with Kancing Gemerincing technique. This classroom action research was conducted in three sessions. Each cycle consists of planing, action, observation/evaluation and reflection. 33 students of grade VI were involved in this study. Observation and test were used in collecting the data. The results showed that the percentages of student mathematics learning activeness which belong to active minimal catagory has reisen 18.18% in the first cycle, then 45.45% in the second cycle and 72.73% in the third cycle. While the percentages of value learning achievement which belong to pass minimal catagory has reisen 69.70% in the first cycle, then 72.72% in the second cycle and 81.82% in the third cycle. This indicated that the implementation of cooperative learning using kancing Gemerincing technique can enhance the activeness and achievement of the students in learning mathematics. keyword : coopertive learning, Kancing Gemerincing technique, learning activeness, learning achievement.
PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING BERBASIS WHITEBOARD ANIMATION VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X MIA NON UNGGULAN SMA NEGERI 1 SINGARAJA Dewi Astuti .; Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group Design . Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA Non Unggulan SMA Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas X MIA6 dan X MIA7 yang diambil menggunakan teknik sampel random rumpun. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dan diberikan di akhir penelitian. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika dianalisis menggunaan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=7,598914 > t_tabel=1,6716. Hal ini menyebabkan bahwa H_0 harus ditolak yang artinya bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini terjadi karena adanya fakta-fakta empiris bahwa siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih aktif bertanya, lebih bersemangat dalam memecahkan masalah matematika, dan lebih memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, pemecahan masalah matematika This study is aimed at finding out whether the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. This study was a quasi experiment and used a Post Test Only Control Group Research Design. The population of this research was the non seed of grade X MIA of SMA N 1 in Singaraja. The selected sample was the class XMIA6 and XMIA7, which were taken by using cluster random sampling technique. The data of this research was the mathematical problem solving ability, which was gathered by essay test and analyzed using one tail independent t-test with the 5% of significance level. The study result showed that the t_score = 7,598914 and t_table = 1,6716. It can be concluded that the nul hypothesis must be rejected. This indicated that the mathematical problem solving ability who of students took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. This result was supported by the findings that the students who took the blended learning based on whiteboard animation video were more active, more enthusiastic, and more curious than those who took the conventional leraning.keyword : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Problem Solving ability
PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING BERBASIS WHITEBOARD ANIMATION VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII NON UNGGULAN SMP NEGERI 1 SINGARAJA Ni Putu Ika Astri Utami .; Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post Test Only Control Group Design. Adapun populasi penelitian ini adalah siswa Kelas VIII Non Unggulan SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII A.6 dan VIII A.4 yang diambil menggunakan teknik pemilihan sampel rumpun secara random. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dan diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t_hitung=4,669 > ttabel = 2,0048. Akibatnya H_0 harus ditolak. Hal ini berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Lebih lanjut didapatkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih dari rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini beralasan karena dukung oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih aktif, memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi, dan lebih bersemangat dalam memecahkan masalah matematika dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Pemecahan Masalah Mate This study aimed at finding out whether the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. This study was a quasi experiment and used a Post Test Only Control Group Research Design. The population of this research was the non seed of grade 8 of SMP N 1 in Singaraja. The selected sample was the class VIII A.6 and VIII A.4, which were taken by using cluster random sampling technique. The data of this research was the mathematical problem solving ability, which was gathered by essay test and analyzed using one tail independent t-test with the 5% of significance level. The result indicated that the tscore = 4,669 is greater than ttable = 2,0048. It can be concluded that the null hypothesis must be rejected. It consequently means that the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. Furthermore, it is shown that the average score of the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. This result was strengthen by the fact that the students who took the blended learning based on whiteboard animation video were more active, more curious, and more enthusiastic in solving mathematical problems than those who took the conventional learning.keyword : Blended Learning, WhiteboardAnimation Video, Mathematical Problem Solving
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV PADA OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT Kadek Dwipayani Pratiwi .; Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh media pembelajaran berbasis GeoGebra yang valid, praktis, dan efektif bagi siswa Sekolah Dasar kelas IV. Pengembangan media pembelajaran berbasis GeoGebra ini menggunakan model pengembangan four-D yang terdiri dari empat tahap yaitu: (1) tahap define, (2) tahap design, (3) tahap develope, dan (4) tahap disseminate. Namun, karena keterbatasan waktu dan biaya yang dimiliki peneliti, maka penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap ketiga yaitu tahap develop. Berdasarkan hasil uji validitas, diperoleh rata-rata skor validator adalah 3,73. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis GeoGebra memenuhi kriteria valid. Kepraktisan media pembelajaran berbasis GeoGebra ini diukur melalui angket respon siswa dan angket respon guru. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh persentase respon siswa adalah 88,41% dan persentase respon guru adalah 96%, sehingga media pembelajaran berbasis GeoGebra yang dikembangkan dalam penelitian ini telah tergolong dalam kategori sangat praktis. Efektivitas media pembelajaran berbasis GeoGebra diukur melalui tes prestasi belajar. Sesuai hasil tes yang diperoleh, pada siklus I persentase siswa yang dinyatakan tuntas adalah 82,76% dan pada siklus II persentase siswa yang dinyatakan tuntas adalah 86,21%. Berdasarkan hasil tersebut, media pembelajaran berbasis GeoGebra ini sudah dikatakan efektif karena lebih dari 80% siswa di kelas uji coba telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Berdasarkan hasil uji tersebut, telah diperoleh media pembelajaran berbasis GeoGebra yang valid, praktis, dan efektif, dengan karakteristik eksploratif, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, menarik dan mudah digunakan dalam pembelajaran operasi hitung bilangan bulat.Kata Kunci : Media Pembelajaran GeoGebra, Valid, Praktis, Efektif, Prestasi Belajar This research aimed at creating GeoGebra based learning media that was valid, practical and effective for Primary Students of Grade IV. The development of GeoGebra based learning media used four-D model consisting of four phases, i.e. (1) define, (2) design, (3) develope, and (4) disseminate. However, due to time and financial restriction, this research was conducted until the third phase, that was developing phase. Based on the result of validity test, the average score of validator was 3,73. This result showed that GeoGebra based learning media had been valid. Practicality of GeoGebra based learning media was measured through student questionnaire responses and the questionnaire responses of teachers. The result showed that the student-response percentage was 88,41% and the percentage of teachers’ responses was 96%, thus GeoGebra based learning media was highly practical. The effectiveness of GeoGebra based learning media was measured through achievement test. Based on the result of achievement test, the percentage of students who were passed in the first cycle was 82.76% and in the second cycle was 86.21%. This result indicated that GeoGebra based learning media was effective since more than 80% students were passed the test. According to the result of this test, a GeoGebra based learning media is valid, practical and effective with the following characteristic: explorative, simple and easy to understand language, and easy to use in teaching aritmhatic of integer. keyword : learning media GeoGebra, valid, practical, effective, learning achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CLIS TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 SINGARAJA Putu Wika Purwani .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5580

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah kemampuan penalaran matematika siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CLIS lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIIA2 sebanyak 33 siswa, siswa kelas VIIA3 sebanyak 35 siswa, siswa kelas VIIB4 sebanyak 36 siswa, dan siswa kelas VIIB5 sebanyak 37 siswa. Kelas VIIA2 dan VIIB4 merupakan kelompok eksperimen dan kelas VIIA3 dan VIIB5 merupakan kelompok kontrol. Kelas-kelas ini ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan penalaran matematika yang diukur menggunakan instrumen berupa tes penalaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan penalaran matematika siswa kelas unggulan yaitu kelas VIIA2 dan VIIA3 berturut-turut adalah 22,88 dan 19,74, sedangkan rata-rata skor kemampuan penalaran matematika siswa kelas non unggulan yaitu kelas VIIB4 dan VIIB5 berturut-turut adalah 20,50 dan 16,86. Dari hasil analisis data, pada kelas unggulan diperoleh t_hitung=5,6154 dan t_tabel=1,6683, sedangkan pada kelas non unggulan diperoleh t_hitung=4,7172 dan t_tabel=1,6666. Karena t_hitung>t_tabel, H_0 ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematika siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran CLIS lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Model CLIS, penalaran matematika This study aimed at investigating whether the mathematical reasoning skills of students grade VII in SMP Negeri 6 Singaraja who were taught by CLIS Learning Model higher than students who were taught by conventional method. The population of this study were all of students grade VII in SMP Negeri 6 Singaraja. The sample of this study were students grade VIIA2 which consists of 33 students, grade VIIA3 which consists of 35 students, grade VIIB4 which consists of 36 students, and grade VIIB5 which consists of 37 students. Students of grade VIIA2 and grade VIIB4 were groups of experiment and students of grade VIIA3 and grade VIIB5 were groups of sample. These grade were determined by cluster sampling teknique. Mathematical reasoning skills was dependent variable of this study that was measured by mathematical reasoning skills test. Data that were obtained then analyzed using t-test. The result of post-test showed that the mean scores of students’ mathematical reasoning skills of special grade VIIA2 and grade VIIA3 were 22,88 and 19,74. The mean scores of students’ mathematical reasoning skills of non special grade VIIB4 and grade VIIB5 were 20,50 and 16,86. From the data analyzed of special grade, obtained t_observed=5,6154 and t_(critical value)=1,6683. The data analyzed of non special grade, obtained t_observed=4,7172 and t_(critical value)=1,6666. Then t_observed>t_(critical value) so that was rejected. Therefore, we can conclude that the mathematical reasoning skills of students grade VII in SMP Negeri 6 Singaraja were taught by CLIS Learning Model higher than students who were taught by conventional method.keyword : CLIS Model, mathematical reasoning

Filter by Year

2014 2025